Anda di halaman 1dari 7

RESUME

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn. C DENGAN


ANAK REMAJA DI LINGKUNGAN W
KELURAHAN X KECAMATAN Y
KABUPATEN Z

disusun untuk memenuhi tugas Program Pendidikan Profesi Ners


Stase Keperawatan Keluarga

oleh
Ratna Lauranita Anggraeni, S.Kep.
NIM 112311101029

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER
2016

KELUARGA DENGAN ANAK REMAJA


Sebuah keluarga dikatakan sebagai keluarga dengan anak remaja apabila
anak pertama dalam keluarga tersebut berusia 13 tahun, sehingga tahap kelima
dalam perjalanan keluarga dimulai. Tahap ini umumnya berlangsung selama enam
atau tujuh tahun (Friedman, 2010). Menurut Duvall dan Miller dalam (Friedman,
2010) tujuan utama keluarga pada tahap anak remaja adalah melonggarkan ikatan
keluarga untuk memberikan tanggung jawab dan kebebasan remaja yang lebih
besar dalam mempersiapkan diri menjadi seorang dewasa muda.
Tugas

perkembangan

keluarga

dengan

anak

remaja

yaitu

menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab pada saat anak remaja telah
dewasa dan semakin otonomi, memfokuskan kembali hubungan pernikahan, dan
berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak. Perhatian pelayanan
kesehatan pada keluarga dengan anak remaja yaitu kecelakaan, cedera akibat
olahraga, penyalahgunaan alkohol dan obat, kontrasepsi, kehamilan yang tidak
diinginkan, pendidikan seks, hubungan pernikahan, hubungan orang tua dan anak,
serta praktik kesehatan yang baik (Friedman, 2010).
Contoh kasus:
An. B merupakan putra tunggal dari keluarga Tn. C (41 tahun) dan Ny. D (38
tahun). Keluarga tersebut tinggal di desa X. An. B saat ini berusia 15 tahun, dan
sedang sekolah di salah satu SMP yang ada di kota dengan jarak tempuh 2 km.
Semenjak memasuki SMP An. B yang dulunya sering bercerita pada orang tuanya
sekarang sudah mulai jarang mengobrol dengan Tn. C dan Ny. D dengan alasan
sudah lelah di sekolah dan terlalu sibu. Beberapa hari yang lalu Ny. D mendengar
dari anak tetangganya bahwa An. B meminum minuman keras sepulang sekolah di
dekat jalan masuk desa. Mengetahui hal tersebut Ny. D memberitahu Tn. C dan
langsung menanyakan pada An. B terkait masalah tersebut. Awalnya An. B
mengelak, namun setelah terus ditanya akhirnya dia mengaku. Tn. C dan Ny. D
mencoba menasehati An. B bahwa minuman tersebut dapat mengganggu
kesehatannya, tetapi An. B berdalih ia baik baik saja dan merasa lebih senang
setelah meminum minuman tersebut. Tn. C marah dan membentak An. B. An. B

yang tidak terima langsung beranjak, dan semenjak kejadian tersebut An. B dan
Tn. C tidak pernah berkomunikasi, jika ingin menanyakan atau memberitahu
sesuatu maka Ny. D yang menjadi perantara antara Tn. C dan An. B. Ny. B
mengeluh dan mengatakan sangat sedih dengan kondisi keluarganya yang
memburuk. Ny. D berusaha mengajak An. B untuk ikut pada kegiatan remaja
masjid yang ada di sekitar rumahnya, tetapi An. B selalu menolak dengan alasan
sakit pada daerah perutnya.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL R.I.


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Moch. Seroedji No. 182. Telp./ Fax (0331) 487145 Jember

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA RESUME


A. Pengkajian
1. Data Umum

No

a.

Nama Kepala Keluarga (KK)

b.

Umur KK

: 40 Tahun

c.

Alamat

: Lingkungan W Kelurahan X

d.

Tipe keluarga

: Keluarga Inti

Nama

JK

Hub dg

: Tn. C

Umur Pendidikan Agama Pekerjaan

KK
1

Tn. C

KK

Keterangan/
Keluhan

41 tahun

SMA

Islam PNS

Cemas tentang
kondisi anaknya
yang mulai
mengkonsumsi

Ny. D

Istri

38 tahun

SMP

Islam IRT

minuman keras
Tidak ada

An. B

Anak

15 tahun

SD

Islam Pelajar

keluhan
Terkadang
merasa sakit di
daerah perut

2. Analisa Data
a. Data Subyektif
1. Ny. D dan Tn. C mengatakan tidak tahu secara pasti masalah kesehatan
akibat konsumsi minuman keras.
2. Tn. C dan Ny. D mengatakan ingin memberitahu anaknya tentang bahaya
minuman keras tetapi ragu dan selalu dibantah oleh anaknya.
3. Ny. D mengatakan ingin keluarganya sering berkumpul dan bercerita
seperti sebelumnya.
b. Data Obyektif

1. Tn. C dan Ny. D selalu bertanya apa dampaknya minuman keras bagi
kesehatan anaknya saat perawat datang
2. Wajah Tn. D tampak gelisah ketika menceritakan kondisi anaknya
3. Saat ditanya An. B sering pamit ke belakang dan memegangi perutnya
c. Pelaksanaan 5 Tugas Kesehatan Keluarga
1. Mengenal masalah kesehatan
Keluarga tidak mengetahui tentang kondisi kesehatan anggota
keluarganya (An. B), keluarga hanya tau An. B terkadang mengeluh
sakit di bagian perut.
2. Memutuskan tindakan yang tepat
Keluarga kurang mengetahui dan belum dapat menyebutkan kondisi
yang berbahaya dari keluhannya, keluarga tidak mengetahui cara
mengontrol keluhannya, serta keluarga mengatakan pernah beberapa
kali mendengar An. B mengkonsumsi minuman keras.
3. Memberikan perawatan pada keluarga yang sakit
Keluarga telah beberapa kali mencegah An. B untuk meminum
minuman keras juga membantu merawat An. B yang mengalami sakit
di perut dengan memberi kompres pada perut An. B.
4. Modifikasi lingkungan keluarga
Keluarga mengatakan bahwa di lingkungan sekitar rumah mereka
beberapa anak mudanya sering kedapatan berkumpul meminum
minuman

keras

bersama,

tetapi

terdapat

satu

masjid

yang

menggalakkan peran remaja masjid untuk kegiatan keagamaan.

5. Mencari pelayanan kesehatan


Keluarga mengatkan bahwa jika sakit anggota keluarganya, terkadang
membawanya ke petugas kesehatan yang ada di lingkungan tersebut
untuk berobat.
B. Diagnosa Keperawatan Keluarga
Penurunan koping keluarga Tn. C berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga Tn. C mengenal masalah yang dialami anggota keluarga (An. B)
C. Tujuan Khusus

Setelah diberikan tindakan keperawatan dalam 3 kali kunjungan rumah selama


30 menit tiap kunjungan, maka keluarga dapat:
1. Menghadapi masalah keluarga
2. Mengelola masalah keluarga
3. Melibatkan anggota keluarga dalam mengambil keputusan
D. Intervensi
a. Menentukan pola komunikasi keluarga (pola komunikasinya satu arah, dua
arah, atau multi arah).
b. Membantu komunikasi antar anggota keluarga yang lebih efektif.
c. Fasilitasi diskusi keluarga (ajak keluarga berkumpul bersama dalam satu
ruangan untuk membahas topic tertentu).
d. Memberikan pendidikan dan informasi (terkait bahaya konsumsi minuman
keras terhadap kesehatan).
e. Meminta anggota keluarga untuk berpartisipasi dalam kegiatan rumah dan
berbagi pengalaman, seperti makan bersama, atau menonton TV bersama.