P. 1
Permenpan 220 lengkap

Permenpan 220 lengkap

|Views: 1,165|Likes:
Dipublikasikan oleh Pitri Rahayu

More info:

Published by: Pitri Rahayu on Apr 29, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

Tgl 4 Juli 2008, tentang JFA dan Angka Kreditnya

PerMenPAN No. PER/220/M.PAN/7/2008

DIKLAT SERTIFIKASI PENJENJANGAN KETUA TIM CIAWI, 10 MARET 2009

28/04/10

1

TOPIK PEMBAHASAN
Latar Belakang Perubahan Perkembangan Profesi Internal Audit APIP Kewenangan Instansi Pembina Hal-hal yang memerlukan pengaturan lebih lanjut Penjabaran oleh Instansi Pembina
28/04/10

Perkembangan Internal Auditing APIP

Auditan

Meningkatkan Pencapaian Tujuan Organisasi

Efektifitas Risk Management, Control, dan Governance Processes
Assurance Audit kinerja, ttt, aspek keuangan ttt, khusus/investigasi/TPK, pemberian keterangan ahli, evaluasi, reviu, pemantauan,
28/04/10

Auditor

Consulting Kegiatan pengawasan lain, sosialisasi, asisitansi/bimtek, penilaian, training, survey, dll)

POKOK-POKOK PERUBAHAN (1)
1)

PERUBAHAN PADA NOMENKLATUR - Psl 1  a.l. definisi Auditor, APIP, Pengawasan Intern, Istilah -IstilahTugas Pokok Auditor PENEGASAN RUMPUN JABATAN - Psl 2, Psl 3  Akuntansi dan Anggaran, fungsional teknis pengawasan di lingkungan APIP, Auditor mrp jabatan karier TUGAS POKOK DAN KEWENANGAN AUDITOR - Psl 4  Melaksanakan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan teknis, pengendalian, dan evaluasi pengawasan;  Kewenangan lebih rinci
4

1)

1)

28/04/10

POKOK-POKOK REVISI (2)
5)

Unsur-Sub Unsur Kegiatan Auditor - Psl 6  Pendidikan (ijazah, prajabatan, sertifikasi pembentukan Auditor)  Pengawasan sesuai gradasi kompleksitas  pengelompokan lebih sederhana dan fleksibel  melaksanakan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pelaksanaan teknis dan evaluasi pengawasan  pelaksanaan teknis terdiri dari audit, evaluasi, reviu, pemantauan dan kegiatan pengawaan lain, pemberian keterangan ahli dan membantu dalam pelaksanaan tugas manajerial  Pengembangan profesi lebih luas sesuai praktik internasional mencakup writing, oral, training  Auditor dengan pangkat jabatan lebih tinggi dituntut lebih berperan dalam menggerakkan pegembangan profesi sebagai nara sumber, penyaji, penulis

28/04/10

POKOK-POKOK REVISI (3)
6)

JENJANG JABATAN dan PANGKAT = Psl 7, Psl 8  Terendah Golongan II/c (pendidikan D III)  Jenjang Jabatan berdasar angka kredit & sertifikat jabatan yg dimiliki  Susunan Tim dalam penugasan bila berbentuk Tim Mandiri (Daltu, Dalnis, KT, AT) RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT= Pasal 9  Rincian kegiatan per jenjang jabatan sesuai gradasi kompleksitas  Seluruh jabatan Auditor dapat terlibat dalam pelaksanaan teknis pengawasan  Auditor Madya dan Utama melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan evaluasi kegiatan pengawasan, dibantu oleh Auditor pada jenjang jabatan dibawahnya  Angka kredit individu Auditor berdasar realisasi jam kerja dalam batas maksimal jam perencanaan tim (kombinasi rencana dan realisasi)
6

7)

28/04/10

POKOK-POKOK REVISI (4)

Angka Kredit dengan tarif tunggal per jabatan, sbb: 1) 0,004 = untuk Auditor Pelaksana 2) 0,01 = untuk Auditor Pelaksana Lanjutan 3) 0,02 = untuk Auditor Penyelia 4) 0,01 = untuk Auditor Pertama 5) 0,02 = untuk Auditor Muda 6) 0,03 = untuk Auditor Madya 7) 0,04 = untuk Auditor Utama

8)

ANGKA KREDIT TUGAS LIMPAH - Psl 10 dan Psl 11

Angka kredit sesuai tugas jabatan yang dilaksanakannya Ke bawah: 100% dari Ak jabatan di bawahnya Ke atas: 80% dari AK di atasnya
28/04/10

POKOK-POKOK REVISI (5)
9) 10)

Unsur kegiatan yang dinilai – Psl 12 Jumlah & komposisi angka kredit kumulatif minimal untuk kenaikan jabatan/pangkat – Psl 13

Jumlah Angka kredit kumulatif minimal Lampiran III dan IV Komposisinya di lampiran V, VI, VII, VIII masingmasing untuk Auditor Terampil, Ahli dengan pendidikan sekolah Sarjana (S.1) atau Diploma IV, S.2 dan S.3
Angka Kredit penjenjangan terdiri dari:  Pendidikan dan Pelatihan;  Kegiatan Pengawasan; dan  Pengembangan Profesi.

28/04/10

POKOK-POKOK REVISI (5)
11)

KELEBIHAN & KEWAJIBAN PEROLEHAN ANGKA KREDIT - psl 14, 15, dan pasal 16
 

 

Dapat diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya Semua Auditor senantiasa diwajibkan menjaga kinerja pengawasan kewajiban mengumpulkan ak kredit pengemb profesi Bagi Auditor yang pangkatnya sudah maksimal (penyelia III/d dan Utama IV/e) Bagi Auditor yang menduduki pangkat tertinggi di jenjang jabatannya (II/d, III/b terampil dan ahli, III/d ahli, IV/c)

28/04/10

POKOK-POKOK REVISI (6)
10)

PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT - psl 18  Paling kurang 2 kali dalam 1 tahun (per semester) : 3 bulan sebelum kenaikan pangkat

11)

PEJABAT YG MENETAPKAN ANGKA KREDIT -psl 19 1) Khusus Auditor Madya Gol IV/b sd Utama,  Pejabat pembina kepegawaian pada Instansi Pembina, dan dapat mendelegasikan pd Pejabat Eselon I di Instansi Pembina 2) Auditor Terampil sd Auditor Madya Gol IV/a oleh:  Setingkat Es II di Instansi Pembina, Sekretaris Itjen Dept/Inspektur Utama/Inspektur/Kepala/Setingkat eselon II lain  Inspektur Provinsi, Inspektur Kabupaten/Kota 3) Rujukan Kenaikan Pangkat/Jabatan untuk Auditor di Daerah Kab/Kota diatur di SKB, sbb: 1) Gol II - III/d (Terampil dan Ahli Muda) oleh Bupati 2) IV/a - IV/c (Auditor Madya) oleh Gubernur 3) IV/d – IV/e (Auditor utama) oleh Presiden 10 28/04/10

POKOK-POKOK REVISI (7)
12)

SUSUNAN TIM PENILAI ANGKA KREDIT - Psl 20

Paling kurang 7 orang dari unsur teknis, kepegawaian dan auditor, dengan paling kurang 4 (empat) sebagai anggota, 2 (dua) di antaranya dari Auditor

13)

MASA JABATAN ANGGOTA TIM PENILAI - Psl 22

3 Tahun dan dapat diangkat kembali

14)

PERSYARATAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN (dari CPNS) - Psl 27
Auditor Terampil :  Ijasah paling kurang Diploma III  Pangkat paling rendah Pengatur II/c  DP 3 baik dalam tahun terakhir

28/04/10

11

POKOK-POKOK REVISI (8)
Auditor Ahli :  Ijasah paling kurang Sarjana (Sl)/Diploma IV  Pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a;  DP 3 baik dalam tahun terakhir Pengangkatan:  Untuk mengisi lowongan formasi jabatan Auditor Dampak :  Pada penyelenggaraan sertifikasi pembentukan Auditor (entry level), perlu MOU dgn LAN  Lulus sertifikasi entry level bisa ditunda maks 3 th sejak diangkat
15)

SYARAT TAMBAHAN PENGANGKATAN PERPINDAHAN - Psl 29  Usia maks 50 tahun  Telah lulus sertifikasi jabatan auditor  Pengalaman jabatan struktural diberikan angka kredit sepanjang terkait dengan bidang tugas pengawasan  Persyaratan pengalaman minimal 2 tahun dihilangkan

28/04/10

POKOK-POKOK REVISI (9)
16) ALIH

JABATAN - Psl 30

Memenuhi syarat formasi  Kualifikasi ijazah Auditor Ahli  Memenuhi angka kredit kumulatif minimal  Memenuhi sertifikasi alih jabatan dari Auditor Terampil ke Ahli  AK : 65% dari kumulatif unsur utama (diklat, pengawasan, peng profesi) + ijasah S 1/D IV, tidak memperhitungkan unsur penunjang
17)

PEMBEBASAN SEMENTARA - Psl 31, jika:

5 th belum memenuhi angka kredit minimal yang ditentukan, bagi auditor yg pangkatnya belum maksimal  Setiap 2 tahun, bagi Auditor yang sudah maksimal kepangkatannya, yaitu: a) untuk Auditor Penyelia III/d yaitu 30 was termasuk 1 pp b) untuk Auditor Utama IV/e yaitu 60 was termasuk 7 pp  setiap 2 tahun belum memenuhi angka kredit minimal yang ditentukan, bagi yg blm lulus sertifikasi dan formasi,

28/04/10

13

POKOK-POKOK REVISI (10)
18)

PENGANGKATAN KEMBALI AUDITOR - Psl 32
 

Telah mengumpulkan angka kredit yang diwajibkan, Ditugaskan dari jabatan lain, diangkat kembali maksimal 54 tahun

18)

PEMBERHENTIAN - Psl 33

3 (tiga) tahun sejak diangkat, tidak lulus sertifikasi, bagi Auditor dari CPNS, 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara, tetap tidak dapat memperoleh AK yang ditentukan hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap,

28/04/10

14

POKOK-POKOK REVISI (11)
19)

Ketentuan Peralihan – Psl 35  Auditor yang sudah 6 th atau lebih belum memenuhi angka kredit sesuai ketentuan lama, dibebaskan sementara paling lama 1 tahun berdasar juklak peraturan baru.  Apabila hal di atas tidak terpenuhi, diberhentikan dari jabatannya Psl 36 Auditor dengan pendidikan SLTA, DI, DII  Bila berusia di atas 40 tahun tetap menjabat  Bila berusia 40 tahun ke bawah wajib memperoleh ijazah D III paling lama 6 th sejak Peraturan baru ini ditetapkan Psl 37 Calon Auditor dengan pendidikan SLTA, DI, DII  telah mengikuti Diklat terampil sd 30 Juni 2008 dapat diangkat Auditor Terampil bila telah lulus sertifikasi  Auditor yang diangkat di atas wajib memperoleh ijazah D III paling lama 6 th sejak diangkat

28/04/10

POKOK-POKOK REVISI (12)
Psl 38 Auditor dengan pendidikan SLTA, DI, DII ( termasuk karena krn inpassing PP 41)  diwajibkan untuk memiliki ijazah paling rendah Diploma III atau yang sederajat  paling lama 6 (enam) tahun sejak diangkat dalam jabatan auditor.

Psl 39 Instansi Pembina melakukan pengendalian dan penetapan standar, serta pedoman teknis pelaksanaan pengawasan Psl 40 Juklak PerMenPAN ini diatur lebih lanjut oleh Kepala BPKP dan Kepala BKN

28/04/10

SELESAI

THANK YOU

28/04/10

17

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->