Anda di halaman 1dari 23

Nama

: Trio Febrianta L. Tarigan

Nim

: 120405047

Mata Kuliah : Tugas Mandiri Pemicu 2 Senyawa Hidrokarbon


Kelas

:C

1. Jelaskan karakteristik dan manfaat senyawa hidrokarbon dan senyawa


turunan hidrokarbon
Senyawa Hidrokarbon
Senyawa karbon merupakan contoh dari senyawa organik dan dapat dibedakan
dari senyawa anorganik dalam banyak hal. Berikut adalah tabel perbedaan antara
senyawa organik dengan senyawa anorganik.
No. Senyawa Organik
Senyawa anorganik
1. Umumnya berasal dari makhluk Tidak berasal dari makhluk hidup.
hidup

dan

laboratorium.

bisa

disintesis

Contoh:

di Contoh: batu kapur (CaCO3), karbit

CO(NH2)2, (CaC2), soda kue (NaHCO3), soda abu

protein, lemak, karbohidrat, dan (Na2CO3)


sebagainya.

2. Mempunyai ikatan kovalen.


3. Struktur

molekulnya

dari

Ada yang mempunyai ikatan ion, ada


yang mempunyai ikatan kovalen
yang Struktur molekulnya sederhana

sederhana sampai ke yang besar dan


kompleks.
4. Umumnya dapat membentuk isomer Tidak dapat membentuk isomer
(satu rumus molekul senyawanya
berbeda).
5. Titik leleh dan titik didihnya rendah

Titik leleh dan titik didihnya tinggi

6. Umumnya sukar larut dalam air

Umumnya mudah larut dalam air

7. Reaksinya relatif lambat

Reaksinya relatif cepat

8. Dapat terbakar

Tidak dapat terbakar

9. Reaksi bersifat lambat

Reaksinya lebih cepat

10. Bertitik leleh rendah


11. Struktur ikatan rumit
(Lestari, 2012)

Bertitik leleh tinggi


Lebih sederhana

Senyawa karbon yang paling sederhana adalah hidrokarbon karena hanya


terdiri dari dua unsur, yaitu karbon (C) dan hidrogen (H). Meskipun demikian jumlah
senyawa yang dihasilkan dari kedua unsur ini sangat banyak. Macam-macam atom
karbon, yaitu atom karbon primer, sekunder, tersier, dan kuarterner. Keistimewaan
atom karbon yang dapat membentuk ikatan kovalen sebanyak 4 buah dan
kemampuannya dalam membentuk rantai karbon, menyebabkan atom karbon
mempunyai kedudukan yang berbeda-beda. Kedudukan tersebut adalah:
1. Atom karbon primer, yaitu atom karbon yang terikat langsung pada 1 atom
karbon yang lain.
2. Atom karbon sekunder, yaitu atom karbon yang terikat langsung pada 2 atom
karbon yang lain.
3. Atom karbon tersier, yaitu atom karbon yang terikat langsung pada 3 atom
karbon yang lain.
4. Atom karbon kuarterner, yaitu atom karbon yang terikat langsung pada 4 atom
karbon yang lain.

(Dwiyanti, 2013)
Perhatikan contoh berikut.

Dari contoh di atas, bisa Kita lihat jumlah atom karbon pada masing-masing
posisi, yaitu:
primer : 5 (yang bertanda 1)
sekunder : 3 (yang bertanda 2)
tersier : 1 (yang bertanda 3)
kuarterner : 1 (yang bertanda 4)
(Lestari, 2012)
A Penggolongan Hidrokarbon
Penggolongan hidrokarbon didasarkan pada dua hal, yaitu bentuk rantai karbon
dan jenis ikatan.
1. Berdasarkan Bentuk Rantai Karbon
a. Rantai karbon alifatis, yaitu rantai karbon terbuka. Rantai karbon alifatis ini
bisa lurus dan bisa juga bercabang.
Contoh:

b. Rantai karbon siklis, yaitu rantai karbon tertutup. Dibedakan atas karbosiklik
dan heterosiklik.
1) Karbosiklik adalah senyawa karbon siklik yang rantai lingkarnya hanya
terdiri dari atom C saja. Yang termasuk karbosiklik adalah senyawa aromatis
dan alisiklik.
a) Senyawa aromatis adalah senyawa karbosiklik yang terdiri atas 6 atom
karbon atau lebih yang memiliki ikatan rangkap 2 terkonjugasi.
Contoh:

b) Senyawa alisiklik adalah senyawa karbosiklik yang hanya mempunyai


ikatan tunggal. Contoh:

2) Heterosiklik adalah senyawa karbosiklik yang di dalam rantai lingkarnya


terdapat atom lain selain atom karbon.
Contoh:

(Dwiyanti, 2013)
2. Berdasarkan Jenis Ikatan
a. Ikatan jenuh, jika semua ikatan karbonnya merupakan ikatan tunggal ( CC).
Contoh:

b. Ikatan tak jenuh, jika mengandung ikatan rangkap 2 ( C = C ) maupun


rangkap 3 ( C C ) pada ikatan karbon-karbon. Dikatakan tak jenuh karena
ikatan rangkap, baik rangkap 2 maupun rangkap 3 ini masih dapat mengalami
pemutusan ikatan. Contoh:

(James E. Brady, 1990)


KLASIFIKASI HIDROKARBON

1. Alkana
Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon
dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbonnya merupakan ikatan tunggal.
Senyawa alkana mempunyai rumus (James E. Brady): CnH2n + 2

(Dewi, 2014)
Dari tabel tersebut, terlihat bahwa secara berurutan terdapat selisih jumlah gugus
CH2.Jika dalam suatu deret senyawa terdapat selisih jumlah gugus sebanyak CH 2
secara berurutan maka senyawa-senyawa tersebut merupakan deret homolog. Deret
homolog adalah senyawa-senyawa yang memiliki selisih gugus sebanyak CH 2
dari senyawa sebelumnya. Dari tabel di atas, coba simpulkan sifat alkana (Dwiyanti,
2013).

(Dewi, 2014)
a. Sifat-sifat Alkana
1) Sifat-sifat fisika

a) Pada suhu kamar (25oC) senyawa-senyawa alkana dengan jumlah atom


C1 s/d C4 : berwujud gas
C5 s/d C17 : berwujud cair
C18 s/d .... : berwujud padat

b) Makin banyak jumlah atom C dalam alkana, makin tinggi titik didihnya.
c) Alkana bersifat nonpolar sehingga sukar larut dalam pelarut polar (seperti air)
dan mudah larut dalam pelarut nonpolar (seperti alkohol atau eter).
2) Sifat-sifat kimia
Sifat-sifat alkana
a) Pada umumnya alkana sukar bereaksi dengan zat lain maka disebut parafin.
b) Dengan bantuan sinar ultraviolet, alkana dapat bereaksi dengan gas klor (Cl2)
Reaksi:

senyawa yang dihasilkan ini dapat bereaksi lebih lanjut menjadi:

c) Pembakaran sempurna alkana dengan gas oksigen akan menghasilkan gas CO 2


dan uap air serta dibebaskan panas. Reaksi pembakaran ini baru dapat berlangsung
bila sebelumnya harus diberi api lebih dahulu. Hal itu membuktikan bahwa alkana
tidak reaktif.

Pembakaran tidak sempurna (jumlah oksigen kurang), sebagaimana alkana


membentuk gas CO2 dengan uap air dan sisanya membentuk gas CO dan uap air,
disertai dengan sejumlah panas.

d) Makin panjang rantai karbon makin berkurang kereaktifannya.


e) Alkana dapat mengalami reaksi substitusi (reaksi pertukaran) dengan unsur
halogen (F, Cl, Br, I). Yakni reaksi jika 1 atau lebih atom H diganti oleh atom
hologen.
CH4 + Cl2 CH3Cl + HCl

Metil klorida atau klorometena


CH3Cl + Cl2 CH2Cl2 + HCl
Metil diklorida atau diklorometana
CH2Cl2 + Cl2 CH Cl3 + HCl
Kloroform atau triklorometana
CH Cl3 Cl2 C Cl4 + HCl
Karbon tetra klorida atau tetraklorometana
(Dewi, 2014)
Kegunaan alkana
Bahan memasak

(Brian, 2010)
2. Alkena
a. Rumus Umum Alkena
Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki satu ikatan rangkap
(C = C). Senyawa yang mempunyai dua ikatan rangkap disebut alkadiena, yang
mempunyai tiga ikatan rangkap disebut alkatriena, dan seterusnya.

alkena ternyata mengikat lebih sedikit dua atom hidrogen dibandingkan alkana.
Karena rumus umum alkana CnH2n + 2, maka rumus umum alkena adalah (James E.
Brady, 1990):
CnH2n
Tabel Deret Homolog dari Alkuna

(Frans, 2003)
b. Sifat-sifat Alkena
1) Sifat fisis alkena
a. Sifat fisis alkena mirip dengan alkana, semakin tinggi Mr-nya titik didihnya juga
semakin tinggi.

Sifat-sifat fisika alkena hampir sama seperti pada alkana. Untuk sifat kimia,
adanya ikatan rangkap pada alkena menyebabkan senyawa ini lebih reaktif dibanding
golongan alkana.
b. Titik leleh dan titik didih alkena hampir sama dengan alkana yang sesuai. Pada
suhu kamar, suku-suku rendah berwujud gas, suku-suku sedang berwujud cair,
dan suku-suku tinggi berwujud padat.
Reaksi- reaksi kimia Alkena
Alkena jauh lebih reaktif daripada alkana karena adanya ikatan rangkap.
Reaksi alkena terutama terjadi pada ikatan rangkap tersebut.

Reaksi-reaksi alkena sebagai berikut.


a) Reaksi Adisi (penambahan atau penjenuhan)
Alkena sukar mengalami reaksi substitusi seperti alkana, reaksi yang khas
untuk golongan alkena adalah reaksi adisi. Reaksi adisi, yaitu pengubahan
ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal dengan cara mengikat atom lain.
Reaksi-reaksi adisi pada alkena:
Gas hidrogen (reaksi hidrogenasi) berlangsung pada suhu 150 - 200 oC dengan
katalis Pt/Ni

Halogen (reaksi halogenasi) = F2, Cl2, Br2, I2

Asam halida (HCl, HBr, HF, dan HI)


Jika alkena menangkap asam halida berlaku aturan Markovnikov, yaitu atom H

dari asam halida akan terikat pada atom C berikatan rangkap yang telah memiliki
atom H lebih banyak.
Contoh:

Air (reaksi hidrasi)

Alkena yang mengadisi HX rumus strukturnya lebih kompleks, maka berlaku


aturan Markovnikov (1838 - 1904) yaitu:

atom karbon yang berikatan rangkap mengikat jumlah atom hidrogen yang
berbeda, maka atom H dari asam akan terikat pada atom C yang memiliki
jumlah H lebih banyak.

atom karbon yang berikatan rangkap mengikat jumlah atom hidrogen sama
banyak, maka atom H akan terikat pada atom C yang mempunyai rantai karbon
lebih pendek.

b) Reaksi pembakaran
Pembakaran alkena secara sempurna dihasilkan gas CO2 dan H2O.

Namun pada pembakaran tidak sempurna dihasilkan karbon (arang) yang


berupa asap hitam, dan ini mengganggu pernafasan.

c) Reaksi Polimerisasi
Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul-molekul sederhana
(monomer) menjadi molekul besar (polimer).
Contoh:
Polimerisasi etena menjadi polietena

(Frans, 2003)
Kegunaan alkena

(Hary, 2015)

3. Alkuna
a. Rumus Umum
Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh yang mengandung ikatan
rangkap tiga.
Perhatikan contoh berikut.

Bagaimana rumus umum alkuna? Masih ingatkah Anda dengan senyawa alkadiena?
Perhatikan rumus struktur senyawa-senyawa di bawah ini!

Bagaimana jumlah atom C dan H pada kedua senyawa di atas? Ternyata untuk
alkuna dengan jumlah atom C sebanyak 4 memiliki atom H sebanyak 6. Sedangkan
untuk alkena dengan jumlah atom C sebanyak 4 memiliki atom H sebanyak 8. Jadi,
rumus umum alkuna adalah:
CnH2n 2
(James E. Brady, 1990)
Tabel Deret Homolog dari Alkuna

Sifat-sifat Alkuna
1) Sifat fisis alkuna
Sifat fisis alkuna mirip dengan alkana dan alkena, hal ini karena memiliki
massa molekul relatif (Mr) yang hampir sama dengan alkena dan alkana.
Kecenderungan titik didih alkuna juga naik dengan pertambahan nilai Mr.

2) Sifat kimia
Berkaitan dengan ikatan C C pada alkuna maka reaksi-reaksi pada alkuna
hampir sama dengan yang terjadi pada alkena, hanya berlangsungnya reaksi lebih
lama karena melalui beberapa tahap reaksi.
a) Reaksi adisi
Beberapa reaksi adisi pada alkuna
- Reaksi halogenasi

- Reaksi hidrogenasi

- Reaksi dengan hidrogen halida (HX)

b) Pembakaran alkuna
Pembakaran alkuna adalah reaksi antara alkuna dengan gas O2 dan bersifat eksoterm.

Pada pembakaran tidak sempurna menghasilkan CO atau C.


(Frans, 2003)
Kegunaan alkuna
Senyawa yang terpenting dari alkuna adalah etuna. Kegunaannya antara lain
sebagai berikut.
1) Bahan bakar obor oksiasetilena yang berguna pada pengelasan dan pemotongan
logam yang mampu menghasilkan panas antara 2500-3000oC.
2) Bahan baku pembuatan senyawa organik lain, di antaranya etanal, asam
etanoat, dan vinil klorida.
(Hary, 2015)
Jenis-jenis Reaksi pada Alkana, Alkena, dan Alkuna
Reaksi-reaksi pada alkana, alkena, dan alkuna berkaitan dengan perubahan
ikatan kovalen yang dialami oleh molekul-molekulnya selama bereaksi.
a. Reaksi Substitusi
Reaksi subtitusi adalah reaksi di mana atom atau gugus atom yang terikat pada
atom C dalam suatu molekul diganti oleh atom atau gugus lain. Reaksi ini umumnya
terjadi pada senyawa karbon jenuh (alkana).
Contoh:

b. Reaksi Adisi
Reaksi adisi adalah reaksi pernambahan atom atau gugus atom. Pada molekul
senyawa karbon tak jenuh (mempunyai ikatan rangkap dua atau tiga) sehingga
terbentuk molekul senyawa karbon jenuh.
Contoh:

c. Reaksi Eliminasi
Reaksi eliminasi adalah reaksi pelepasan suatu molekul dari molekul senyawa
karbon jenuh sehingga membentuk molekul senyawa karbon tak jenuh.
Contoh:

d. Reaksi Oksidasi
Reaksi oksidasi yang penting adalah reaksi suatu zat dengan O2, dikenal
dengan reaksi pembakaran.

Jika pembakaran dengan O2 berlebih, maka berlangsung pembakaran

sempurna. Pembakaran sempurna dihasilkan CO2 dan H2O.


Jika pembakaran dengan O2 yang kurang, maka berlangsung pembakaran
tidak sempurna. Pembakaran tidak sempurna dihasilkan CO dan
H2O.

Reaksi Polimerisasi
Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul-molekul sederhana
(monomer) menjadi molekul besar (polimer).
Contoh: Polimerisasi etena menjadi polietena

(James E. Brady, 1990)


Beberapa senyawa Turunan Hidrokarbon

(Carey, F., 2001: 53).


Penggunaan Senyawa Hidrokarbon dalam Kehidupan Sehari-hari
Seperti pembahasan di awal bab bahwa hidrokarbon merupakan senyawa
karbon yang hanya tersusun atas unsur karbon dan unsur hidrogen dan
dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu hidrokarbon alifatik yang mencakup
alkana, alkena, dan alkuna dan hidrokarbon aromatik yang mencakup benzena dan
senyawa turunannya (Carey, F., 2001: 53). Semua bahan bakar fosil (batu bara,
minyak bumi, dan gas) merupakan sumber utama hidrokarbon (Olah, George A and
Arpad Molnar, 2003 : 3). Hidrokarbon (minyak dan gas) mayoritas digunakan
sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi dan untuk memanaskan ruangan.
Penyulingan minyak bumi menghasilkan bensin, bahan bakar diesel, minyak
pemanasan, minyak pelumas, lilin, dan aspal. Relatif kecil (4%) penggunaan minyak
bumi untuk bahan baku industri kimia yang menghasilkan bahan-bahan penting
untuk kehidupan seharihari, seperti plastik, tekstil, dan farmasi (Olah and Arpad
Molnar, 2003 : 23).

Penjelasan lebih lengkap tentang minyak bumi dan senyawa-senyawa yang


dihasilkannya lewat distilasi fraksinasi akan dibahas pada bab Minyak bumi dan gas
alam. Hidrokarbon rantai tak jenuh mempunyai kegunaan penting sebagai bahan
dasar industri kimia dan polimer (Olah, George A and Arpad Molnar, 2003 : 43).
Hidrokarbon mempunyai turunan senyawa yang sangat banyak sekali, dan boleh
dikatakan semua senyawa karbon atau senyawa organik merupakan senyawa turunan
hidrokarbon karena unsur utama penyusunnya adalah hidrogen dan karbon.
Senyawa turunan hidrokarbon mempunyai kegunaan yang sangat banyak dan
mencakup semua bidang kehidupan. Adapun beberapa penggunaan dari senyawasenyawa turunan hidrokarbon, antara lain sebagai berikut.
A. Bidang Pangan
Beberapa bahan kimia hanya terdiri dari karbon dan hidrogen (hidrokarbon).
Hidrokarbon digunakan dalam industri, khususnya pada industri petroleum dan aspal
cair. Energi kimia tersimpan dalam hidrokarbon, unsur-unsur penyusunnya adalah
karbon dan hidrogen. Hidrokarbon memperoleh energi dari matahari saat tumbuhtumbuhan

menggunakan

sinar

matahari

selama

proses

fotosintesis

untuk

menghasilkan glukosa (makanan). (Anonim, 2013)


Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah
sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa.
Gula ini kemudian oleh sel dioksidasi (dibakar) dengan bantuan oksigen yang kita
hirup menjadi energi dan gas CO2 dalam bentuk respirasi (pernapasan). Energi yang
dihasilkan dan tidak digunakan akan disimpan di bawah jaringan kulit dalam bentuk
lemak.
Reaksi pembakaran gula dalam tubuh:

B. Bidang Sandang
Senyawa-senyawa turunan hi-drokarbon yang berperan di bidang pakaian,
antara lain kapas, wol (merupakan suatu protein), sutra (protein), nilon (polimer), dan
serat sintetis.

C. Bidang Papan
Bidang papan, senyawa turunan hidrokarbon yang berperan, antara lain
selulosa, kayu, lignin, dan polimer.
D. Bidang Perdagangan
Minyak bumi merupakan senyawa hidrokarbon yang menjadi komoditi
perdagangan yang sangat penting bagi dunia karena minyak bumi merupakan salah
satu sumber energi yang paling utama saat ini. Negara-negara di dunia penghasil
minyak bumi membentuk organisasi antarnegara penghasil minyak bumi yang diberi
nama OPEC (Organization of Petrolleum Exporting Country).
Hasil penyulingan minyak bumi banyak menghasilkan senyawa-senyawa
hidrokarbon yang sangat penting bagi kehidupan manusia, seperti bensin, petroleum
eter (minyak tanah), gas elpiji, minyak pelumas, lilin, dan aspal.
E. Bidang Seni dan Estetika
Di bidang seni, senyawa hidrokarbon yang sering dipakai, antara lain lilin
(wax) untuk melapisi suatu karya pahat agar tampak lebih mengkilat. Bahkan ada
seniman yang membuat patung dari lilin dengan cara memadatkan lilin dalam ukuran
besar kemudian dipahat atau diukir sesuai keinginan sang seniman.
Selain itu juga ada seni pewarnaan, baik pada kain maupun benda-benda lain
menggunakan senyawa-senyawa kimia. Bahan-bahan yang dilapisi dengan lilin akan
tampak lebih menarik dan di samping itu juga akan terhindar dari air karena air tidak
dapat bereaksi dengan lilin karena perbedaan kepolaran.
(Renaldi, 2011)
KEGUNAAN HIDROKARBON DAN TURUNANNYA
Semua bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi, dan gas) merupakan sumber
utama hidrokarbon. Hidrokarbon (minyak dan gas) mayoritas digunakan sebagai
bahan bakar untuk menghasilkan energi. Hidrokarbon rantai tak jenuh mempunyai
kegunaan penting sebagai bahan dasar industri kimia dan polimer. Hidrokarbon
mempunyai turunan senyawa yang sangat banyak, dan dapat dikatakan semua
senyawa karbon atau senyawa organik merupakan senyawa turunan hidrokarbon
karena unsur utama penyusunnya adalah hidrogen dan karbon.

Senyawa turunan hidrokarbon mempunyai kegunaan yang sangat banyak dan


mencakup semua bidang kehidupan.
Kegunaan Hidrokarbon

Turunan hidrokarbon

(Lestari, 2012)
2. Jelaskan Perbedaan antara alkana, alkena, alkuna ditinjau dari aspek ikatan
kimianya!
1. Alkana
Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon
dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbonnya merupakan ikatan tunggal.
Senyawa alkana mempunyai rumus (James E. Brady, 1990): CnH2n + 2
Contoh : Tabel Deret Homolog Alkana

2. Alkena
Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki satu ikatan rangkap
(C = C). Senyawa yang mempunyai dua ikatan rangkap disebut alkadiena, yang
mempunyai tiga ikatan rangkap disebut alkatriena, dan seterusnya.

alkena ternyata mengikat lebih sedikit dua atom hidrogen dibandingkan alkana.
Karena rumus umum alkana CnH2n + 2, maka rumus umum alkena adalah (James E.
Brady, 1990):
CnH2n
Tabel Deret Homolog dari Alkena

3. Alkuna
Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh yang mengandung ikatan
rangkap tiga.
Perhatikan contoh berikut.

Bagaimana rumus umum alkuna? Masih ingatkah Anda dengan senyawa alkadiena?
Perhatikan rumus struktur senyawa-senyawa di bawah ini!

Bagaimana jumlah atom C dan H pada kedua senyawa di atas? Ternyata untuk
alkuna dengan jumlah atom C sebanyak 4 memiliki atom H sebanyak 6. Sedangkan
untuk alkena dengan jumlah atom C sebanyak 4 memiliki atom H sebanyak 8. Jadi,
rumus umum alkuna adalah:
CnH2n 2
(James E. Brady, 1990)
Tabel Deret Homolog dari Alkuna

Dafrar Pustaka

Anonim, 2013. Hidrokarbon. www.encarta.msn.com


Carey, F., 2001. Organic Chemistry. Hydrocarbon. Pdf : 53
Dwiyanti, Gebi. 2013. konsep dasar kimia organik yang menunjang

Direktori

Filefile.Upi.Edu%2fdirektori%2ffpmipa

%2fjur._Pend._Kimia.Pdf
Dewi, Gita. 2014. Senyawa Hidrokarbon pdf. http://respository.ui.fmipa.Pdf.
Frans, 2003. Senyawa Turunan Hidrokarbon.pdf. http://respository.unpad.fmipa.Pdf.
Hary,

Gerry.

2015.

Konsep

Dasar

Senyawa

Hidrokarbon.

http://respository.ugm.fmipa.Pdf.
James E Brady. 1990. Organic Chemistry. ebook. http://www.goodreads.com/author /
430001.James_E_Bradykimia_organik.pdf.
Lestari,

Dewi

Yuanita.

2012.

Hidrokarbon.

https://www.google.co.id.

hidrokarbon.pdf.
Brian, Ray. 2010. Kimia Organik Senyawa Hidrokarbon pdf
Olah, George A and Arpad Molnar, 2003. Organic Chemistry. page : 3
Renaldi, Max. 2011. Kimia Organik. Pdf

Anda mungkin juga menyukai