Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN KASUS BEDAH

DIGESTIF

SEORANG LAKI-LAKI 46 TAHUN DENGAN HERNIA


SCROTALIS DEKSTRA
INKARSERATA

Disusun oleh :
1.

Ine Erliana

(G6A 004 087 )

2.

Juharma Zanira

(G6A 004 094)

3.

Kuswiyono

(G6A 004 097)

Pembimbing :
dr. KUN SEMEDI, SpB-KBD

BAGIAN ILMU BEDAH


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2010

IDENTITAS PENDERITA
Nama

: Tn. M

Umur

: 46 tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Pekerjaan

: Sopir angkot

Alamat

: Pedurungan, Semarang.

No. CM

: 6187475

Masuk RS

: 30 November 2009

I. DAFTAR MASALAH
No
1.

Problem Aktif
Hernia scrotalis dekstra

Tanggal
30-11-09

No.

Problem Pasif

Tanggal

inkarserata
II. DATA DASAR
A. ANAMNESA
Autoanamnesis dengan penderita dilakukan pada tanggal 7 Desember 2009,
pukul 09.00 WIB di bangsal A3.
Keluhan utama : Benjolan di kantong pelir kanan.
Riwayat Penyakit Sekarang
2 bulan sebelum masuk rumah sakit, penderita merasakan timbul
benjolan pada kantong pelir kanan, namun benjolan dapat hilang timbul,
benjolan hilang saat berbaring dan timbul lagi saat beraktivitas, benjolan
tidak nyeri. Penderita tidak kembung, tidak ada mual, tidak ada muntah.
Penderita tidak memeriksakan diri ke dokter. BAB dan BAK tidak ada
kelainan.
1 bulan sebelum masuk rumah sakit, penderita merasakan benjolan
pada kantong pelir kanan menetap dan bertambah besar, benjolan tidak
nyeri. Penderita tidak mengeluh kembung, tidak ada mual tidak ada
muntah. BAB dan BAK tidak ada kelainan.
+ 1 minggu sebelum masuk rumah sakit penderita merasa benjolan
menetap dan bertambah besar, benjolan nyeri. Penderita mengeluh

kembung, ada mual dan ada muntah. BAB dan BAK tidak ada kelainan.
Kemudian penderita memeriksakan diri ke RSDK.
Riwayat Penyakit Dahulu
Belum pernah sakit seperti ini sebelumnya
Riwayat batuk-batuk lama disangkal
Riwayat darah tinggi disangkal
Riwayat kencing manis disangkal
Riwayat operasi daerah perut disangkal
Riwayat operasi daerah kelamin disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang sakit seperti ini

Riwayat Sosial Ekonomi


Penderita bekerja sebagai sopir angkot. Istri penderita tidak bekerja.
Memiliki 2 orang anak yang belum mandiri. Biaya perawatan ditanggung
Jamkesmas.
Kesan: sosial ekonomi kurang.
B. PEMERIKSAAN FISIK
Dilakukan tanggal 7 November 2009 pukul 09.30 WIB.
Keadaan umum

: baik, sadar

Kesadaran

: kompos mentis, GCS : E4 M6 V5 = 15

Tanda vital

: Tensi : 110 / 70 mmHg


Nadi

: 84 x / menit, reguler, isi dan tegangan cukup

RR

: 20 x / menit, reguler

Suhu

: 36,8C axiller

Kulit

: sawo matang, turgor kulit cukup

Kepala

: mesosefal, jejas (-), turgor dahi cukup

Mata

: konjungtiva palpebra anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil


isokor diameter 3 mm/3mm, reflek cahaya + /+

Telinga

: discharge -/-, otorrhea -/-

Hidung

: nafas cuping hidung -/-, septum deviasi (-), discharge(-),


rhinorhea (-)

Mulut

: bibir sianosis (-), bibir kering (-)

Tenggorokan

: T1-1, faring hiperemis (-)

Leher

: simetris, deviasi trakhea (-), pembesaran nnll (-), jejas (-)

Thorax

Jantung

: ictus cordis tidak tampak

Pa : ictus cordis teraba di SIC V 2 cm medial LMCS, tidak


melebar, tidak kuat angkat
Pe : konfigurasi jantung dalam batas normal
Au : BJ I II murni, bising (-), gallop (-)
Pulmo

: simetris statis dinamis

Pa : stem fremitus kiri = kanan


Pe : sonor seluruh lapangan paru
Au : suara dasar vesikuler, suara tambahan (-)
Abdomen I

: meteoristik, gambaran dan gerakan usus (-)

Pa : tegang, nyeri tekan (+), hepar dan lien tidak teraba,


defans musculer (-)
Pe : hipertimpani, pekak sisi (+) N, pekak alih (-), pekak
hepar (-)
Au : bising usus (+) normal, metallic sound (-)
Genitalia Eksterna

: Laki-laki, sirkumsisi (+), tampak benjolan dari lipat paha


kanan sampai dengan scrotum kanan

Ekstremitas

: superior

inferior

Edema

-/-

-/-

Akral dingin

-/-

-/-

Sianosis

-/-

-/-

Cap. Refill

: <2/<2

<2/<2

Status lokalis
Regio inguinalis s/d regio scrotalis dekstra:
Inspeksi : Terlihat benjolan berbentuk lonjong dari lipat paha dekstra
sampai skrotum dekstra, warna kulit kemerahan, tidak ada
gambaran gerakan usus.
Palpasi : Ukuran 18 cm x 8 cm x 5 cm, perabaan suhu seperti kulit
sekitar, ada nyeri tekan, konsistensi kenyal, benjolan tidak
dapat didorong masuk ke rongga abdomen, tidak ada fluktuasi,
testis teraba terpisah dari benjolan
Auskultasi : tidak ada bising usus
C. RESUME
Seorang laki-laki, usia 46 tahun, datang dengan keluhan benjolan di kantong
pelir kanan. 2 bulan sebelum masuk rumah sakit, penderita merasakan pada
kantong pelirnya timbul benjolan hilang timbul, nyeri tekan (-), kembung (-),
mual muntah (-). BAB dan BAK normal. 1 bulan sebelum masuk rumah sakit,
penderita merasakan benjolan pada kantong pelir kanan menetap dan bertambah
besar, nyeri tekan (-), kembung (-), mual muntah (-). BAB dan BAK normal. 1
minggu sebelum masuk rumah sakit, penderita merasa benjolan bertambah besar
dan menetap, benjolan nyeri. Penderita mengeluh kembung, ada mual dan ada
muntah. BAB dan BAK tidak ada kelainan., lalu penderita berobat ke RSDK
Keadaan Umum

sadar, baik

Kesadaran

kompos mentis, GCS : E4M6V5 = 15

Tanda Vital

dalam batas normal

Status Internus

dalam batas normal

Ekstrimitas

dalam batas normal

Status lokalis
Regio inguinalis s/d regio scrotalis dekstra:
Inspeksi : Terlihat benjolan berbentuk lonjong dari lipat paha dekstra
sampai skrotum dekstra, warna kulit kemerahan, tidak ada
gambaran gerakan usus.

Palpasi : Ukuran 18 cm x 8 cm x 5 cm, perabaan suhu seperti kulit


sekitar, ada nyeri tekan, konsistensi kenyal, benjolan tidak
dapat didorong masuk ke rongga abdomen, tidak ada fluktuasi,
testis teraba terpisah dari benjolan
Auskultasi : tidak ada bising usus
D. DIAGNOSIS SEMENTARA
Hernia scrotalis dekstra inkarserata
E. INITIAL PLANS
Assessment : Hernia scrotalis dekstra inkarserata
Dx : S

: -

O : Tx : O2 3L/menit
Infuse RL 20 tpm
Pasang kateter 16 F
Pasang NGT
Inj Cefotaksim 2x1 gr
Rencana Hernioraphi cito
Mx : Keadaan umum, tanda vital, tanda- tanda inkarserata
Ex : - Menjelaskan kepada penderita dan keluarga penderita bahwa terdapat
bagian isi perut penderita yang turun dan masuk ke dalam kantong pelir
dan usus sudah terjepit oleh cincin hernia.
- Menjelaskan kepada penderita dan keluarga penderita tentang
penatalaksanaan yang akan dilakukan bahwa perlu dilakukan tindakan
operasi untuk melebarkan cincin hernia dan memasukkan kembali isi
perut tersebut. Jika tidak dilakukan tindakan operasi lama kelamaan
bagian isi perut tersebut akan rusak dan timbul infeksi yang akan
menjalar ke perut.

- Menjelaskan kepada penderita dan keluarga penderita bahwa terdapat


resiko dari operasi seperti perdarahan, infeksi dan bengkak pada
kantong pelir.
- Menjelaskan kepada penderita dan keluarga penderita bahwa benjolan
kemungkinan dapat muncul kembali.
- Menjelaskan kepada penderita dan keluarga penderita bahwa tidak
boleh beraktivitas berat sampai sekitar tiga bulan, jika batuk segera
berobat untuk menghindari kemungkinan muncul benjolan kembali.
- Menjelaskan kepada penderita dan keluarga penderita untuk kontrol
teratur hingga luka bekas operasi sembuh dan tidak ada komplikasi.