Anda di halaman 1dari 4

SINTESIS TiO2/ZEOLIT SEBAGAI FOTOKATALIS

PADA FOTODEGRADASI ZAT WARNA


REMAZOL GOLDEN YELLOW RNL
Yuanita Efhiliana, Nor Basid A. Prasetya, M.Sc.
Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275, Telepon (024) 7474754
Abstrak : Telah dilakukan percobaan tentang sintesis TiO2/zeolit sebagai
fotokatalis pada fotodegradasi zat warna Remazol Golden Yellow RNL. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mensintesis dan mengkarakterisasi fotokatalis
TiO2/zeolit serta menentukan efektivitas fotokatalis TiO2/zeolit dalam proses
fotodegradasi larutan zat warna Remazol Golden Yellow RNL. Metode yang
dilakukan pada penelitian ini dengan pembuatan komposit TiO2/zeolit dengan
menggunakan metode perpindahan kation pada TiCl4 sebagai prekursor TiO2
dalam zeolit teraktivasi. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis dengan
XRD untuk mengetahui bentuk kristal, FTIR untuk mengetahui gugus fungsi pada
kristal, SEM untuk mengetahui morfologi atau pori kristal, dan DR-UV untuk
mengetahui energi gap kristal. Kemudian
dianalisis
menggunakan
spektrofotometer UV-Vis untuk mengetahui penurunan absorbansi Remazol
Golden Yellow RNL.
Kata kunci : fotokatalis, TiO2/zeolit, fotodegradasi
Abstract : A study of synthesized TiO2/zeolite as a photocatalyst at Remazol
Golden Yellow RNL photodegradation had been done. The purpose of this study
was to synthesize and do characterization TiO2/zeolit photocatalyst also
determining efectivity of Remazol Golden Yellow RNL photodegradation. The
method used in this study with the manufacture of TiO2/zeolite composite
was by ion exchange method using TiCl4 precursor of TiO2 in activated zeolite.
The results obtained in this study was analized by XRD for determining the
crystal shape, FTIR for determining function group, SEM for determining
accidence or crystal pores, and DR-UV for determining crystal Gap Energy. Then,
UV-Vis spectrophotometer was used to determine the absorbance decrease of
Remazol Golden Yellow RNL.
Keywords : photocatalyst, TiO2/zeolite, photodegradation
PENDAHULUAN
Perkembangan industri tekstil
yang semakin pesat dewasa ini
memberikan dampak negatif bagi
lingkungan, yaitu limbah zat warna
yang tidak terpakai lagi. Limbah zat
warna yang dihasilkan umumnya
merupakan senyawa organik nonbiodegradable
yang
dapat

mencemari perairan. Dewasa ini,


jenis bahan pewarna yang digunakan
di dalam industri tekstil sangat
beraneka ragam dan biasanya tidak
terdiri dari satu jenis zat pewarna
(Widiyanti, 2011).
Limbah zat warna apabila
langsung dibuang ke perairan dapat
1

menyebabkan kerusakan lingkungan


secara signifikan karena dapat
mempengaruhi aktivitas fotosintesis
dalam kehidupan akuatik disebabkan
oleh penetrasi cahaya berkurang dan
mungkin juga akan beracun untuk
beberapa kehidupan akuatik karena
limbah tersebut juga mengandung
logam berat (Aksu dkk., 2007).
Pewarna sintetis yang banyak
digunakan adalah zat warna reaktif
azo yang memiliki kelarutan yang
tinggi di dalam air. Zat warna azo
mempunyai
karakteristik
yaitu
memiliki ikatan rangkap nitrogennitrogen (-N=N) dan berwarna cerah
dalam
keadaan
larutannya
(Asouhidou dkk., 2009).
Berbagai metode dekolorisasi
larutan zat warna yang mengandung
ion logam telah dilakukan secara
biologi, fisika maupun kimia.
Dekolorisasi larutan zat warna secara
biologi telah dilakukan dengan
menggunakan mikroorganisme tetapi
hasil yang diperoleh sering kurang
efektif dan membutuhkan biaya yang
mahal (Nascimento dkk.,2011).
Dekolorisasi larutan zat warna secara
fisika telah dilakukan dengan cara
adsorpsi menggunakan zeolit dan
kitosan.
Namun
metode
ini
menghasilkan limbah padat adsorben
yang terisi polutan (Hwang dan
Ming, 2009). Oleh karena itu
dibutuhkan metode yang efektif
untuk mendekolorisasi zat warna
yang mengandung logam seperti
fotokatalisis menggunakan TiO2.
TiO2 banyak digunakan karena
sifatnya yang non-toksik dan
memiliki stabilitas yang baik
diberbagai lingkungan (Mathew,
2009).
Selain itu, TiO2 paling
banyak digunakan sebagai fotokatalis
karena paling stabil (tahan terhadap

korosi) dan harganya relatif murah


(Gunlazuardi, 2001).
Teknologi
fotokatalisis
merupakan kombinasi dari proses
fotokimia
dan
katalis
yang
terintegrasi
untuk
dapat
melangsungkan suatu reaksi kimia.
Dengan metode ini, larutan zat warna
akan diurai menjadi komponenkomponen yang lebih sederhana dan
lebih aman untuk lingkungan (Ong
dkk., 2009).
Proses katalisis degradasi zat
warna terjadi pada fasa teradsorpsi
(Richardson, 1989). Demikian pula
halnya dengan proses fotokatalisis.
Hal ini menjadi masalah bagi proses
fotokatalisis karena kebanyakan
semikonduktor yang digunakan
sebagai fotokatalis memilki daya
adsorpsi yang lemah. Selain itu,
proses fotokatalis dapat terganggu
karena adanya rekombinasi (elektron
yang tereksitasi kembali ke keadaan
awal). Sehingga dengan adanya
penambahan material zeolit memiliki
fungsi ganda yaitu sebagai adsorben
(dari sifat zeolit yang berpori dan
memiliki
kation
yang
dapat
dipertukarkan)
serta
sebagai
fotokatalis (Fatimah dkk, 2005).
Mineral alam zeolit yang
merupakan senyawa alumino-silikat
dengan struktur sangkar terdapat di
Indonesia dalam jumlah besar
dengan bentuk hampir murni dan
harga
murah.
Mineral
zeolit
mempunyai struktur "framework"
tiga dimensi dan menunjukkan sifat
penukar ion, sorpsi, "molecular
sieving" dan katalis sehingga
memungkinkan digunakan dalam
pengolahan limbah industri dan
limbah nuklir (Fatimah dkk, 2005).

METODOLOGI PENELITIAN
Bahan : Zeolite alam, HF, NH4Cl,
TiCl4, aquadest, kertas saring biasa,
kertas saring Whatman 41.
Alat : Pengayak 200 mesh, pengaduk
magnet, corong buchner, pompa
vakum, centrifuge, tabung centrifuge,
lampu UV TUV 30 Watt 365 nm
Philips, reaktor kalsinasi, oven
pemanas,
timbangan
analit,
Spektofotometer UVVis, X-ray
Difraction
(XRD),
Scanning
Electron Microscope (SEM), DRUV.
Prosedur Penelitian :
Preparasi Zeolit Alam
Zeolit alam 5 g direndam
dalam 100 mL larutan HF 1 %
selama 30 menit, kemudian dicuci
dengan akuades dan dikeringkan
dalam oven pada temperatur 120C
selama 24 jam. Sampel ini direndam
ke dalam 125 mL larutan HCl 6N
selama 30 menit pada temperatur
50C
sambil
diaduk
dengan
pengaduk magnet, kemudian disaring
dan dicuci berulang kali sampai tidak
ada ion Cl- yang terdeteksi oleh
larutan AgNO3 , dikeringkan pada
temperatur 130C selama 3 jam
dalam oven. Sampel ini direndam
dalam larutan NH4Cl 1 N pada
temperatur 90 selama 1 minggu
sambil diaduk, kemudian disaring,
dicuci, dikeringkan seperti prosedur
di atas dan dihaluskan dengan ukuran
lolos pengayak 100 mesh, serta
kalsinasi pada suhu 500C. Sampel
ini merupakan zeolit alam aktif.
Pembuatan
Kristal
Komposit
TiO2/zeolit
Seratus gram zeolit alam
teraktivasi ditambahkan ke dalam air
destilasi dan dipanaskan hingga

70oC, kemudian diberi penambahan


larutan 30% TiCl4. Lalu, dilakukan
pengadukan dengan magnetic stirrer
pada 70oC selama 4 jam, setelah
didiamkan selama 12 jam komposit
dicuci dengan air bebas ion dan
dikeringkan dalam oven 80oC selama
2 jam lalu dilakukan pengkalsinasian
pada suhu 400oC selama 2 jam. Hasil
kemudian dianalisis menggunakan
FT-IR, SEM, XRD, DR-UV, dan
aktifitas fotokataliknya pada zat
warna Remazol Golden yellow RNL.
Daftar Pustaka
Aksu, Z., Klc N.K., Ertugrul, S.,
dan Donmez, G., 2007,
Inhibitory
Effects of
Chromium (VI) and Remazol
Black B on Chromium (VI)
and Dyestuff Removals by
Trametes Versicolor, Journal.
Enzmictec,
Vol.40,
Hal.
1167-1174
Asouhidou, D.D., Triantafyllidis,
K.S., Lazaridis, N.K., Matis,
K.A.,
Su
Kim.S.,dan
Pinnavaia T,J, 2009, Sorption
of Reactive Dyes from
Aqueous
Solutions
by
Ordered
Hexagonal
and
Disordered
Mesoporous
Carbons, Microporous and
Mesoporous Materials, Vol.
117, Hal. 257-267
Fatimah, Is, Wijaya, Karna, 2005,
Sintesis TiO2/Zeolit Sebagai
Fotokatalis Pada Pengolahan
Limbah Cair Industri Tapioka
Secara
AdsorpsiFotodegradasi,
TEKNOIN,
Vol. 10, No. 4, 257-267
Gunlazuardi, J., 2001, Fotokatalisis
pada Permukaan TiO2: Aspek
Fundamental
dan

Aplikasinya,
Proseding
Semnas Kimia Fisik, Jakarta
Hwang, A., dan Ming, S., 2009,
Biosorption of Azodyes from
Aqueous
Solution
by
Glurataldehyde-crosslinked
Chitosans,
Journal
of
Hazardous
Materials,
Taiwan, hal 1111-1121
Mathews, N.R., Jacome, M.A.C.,
Morales,
E.R.,
dan
Antoniom, J.A.T., 2009,
Structural and spectroscopic
study of the Fe doped TiO2
thin films for applications in
photocatalysis,
Physica
Status Solidi, Vol. 6, No. S1,
pp. Hal. 219-223
Nascimento, C., Brandao, M., dan
Nishikawa,
M.,
2011,
Degradation
and
Detoxification
of
Three
Textile Azo Dyes by Mixed
Fungal Cultures from SemiArid Region of Brazilian
Northeast, Brazilian Archives
of Biology and Technology,
Brazil, Hal 621-628

Ong, S.T., Lee, C.K., dan Zainal, Z.,


2009, A Comparison of
Sorption
and
Photodegradation Study in
the Removal of Basic and
Reactive Dyes, Australian
Journal of Basic and Applied
Sciences, Hal. 3408-3409
Othman, N., Mili, N., dan Wong,
Y.M., 2011, Liquid-liquid of
Black B Dye from Liquid
Waste
Solution
Using
Tridodecylamine,
Journal.
Environ. Sci.Technol., Vol. 4,
Hal. 324-331.
Samal,
S.S.;
Jeyaraman,
P.;
Vishwakarma,
V,
2010,
Sonochemical Coating of AgTiO2
Nanoparticles
on
Textile Fabrics for Stain
Repellency
and
SelfCleaningThe
Indian
Scenario:
A
Review.
Sathyabama University: India
Widiyanti,
E,
2011,
Sintesis
Nanokomposit Alofan/TiO2
Dan Uji Fotodegradasi Pada
Zat Pewarna Biru Metilena,
Sripsi, Bogor : IPB