Anda di halaman 1dari 17

INSTRUMENTASI DAN TEKNIK PENGUKURAN

PENGUKURAN TEKANAN
EFEK LISTRIK

DISUSUN OLEH :
1. Leni Desi Susanti

(061440411730)

2. Maria SiholMarito . S

(061440411733)

Jurusan

Teknik Kimia Prodi Teknik Energi

Kelas

3 EG.D

Pembimbing :

Ida Febriana, S.si, M.T

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


2015

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.
BAB I. PENDAHULUAN....
1.1 Latar Belakang..........................................................................
1.2 Rumusan Masalah.
1.3 Manfaat
BAB II. ISI....
2.1 Pengertian Tekanan.......................................................
2.2 Respon Dinamik ...
2.3 Pengukur Tekanan Secara Efek Listrik
a. Pengukur Tekanan Bridgman..
b. Pengukur Tekanan Konduktivitas-Thermal Pirani..
c. Pengukur Tekanan Knudsen
d. Pengukur Tekanan Ionisasi.
e. Pengukur Tekanan Alfatron....................
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan...
3.2 Saran..
DAFTAR PUSTAKA ..

2
3
3
3
3
4
4
5
6
6
7
9
10
11
13
13
13
17

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Instrumentasi merupakan suatu alat yang sangat penting dalam suatu sistem
pengukuran yang salah satunya pengukuran besarnya tinggi permukaan cairan,
alat ini harus dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kebutuhan instrumentasi
di pabrik. Alat instrumentasi ini merupakan salah satu faktor yang menentukan
hasil produksi, dimana alat instrumentasi yang mengukur, mengontrol,
mendeteksi, menganalisa, baik secara manual maupun secara otomatis.
Tekanan (pressure) dinyatakan sebgai gaya (kakas) per satuan luas. Dengan
demikian satuan tekanan sama dengan tegangan (stress), dan pada umumnya
tekanan dapat dianggap sebagai sejenis tegangan juga. Tekanan absolute adalah
tekanan total yang dihasilkan oleh medium, sedangkan tekanan diferensial adalah
beda antara dua tekanan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud pengukuran tekanan?
2. Apa peranti-peranti pengukur tekanan secara listrik?
3. Bagaimana prinsip kerja dari peranti-peranti pengukur tekanan
secara listrik?
1.3 Manfaat
1. Mengetahui definisi tekanan
2. Mengetahui peranti-peranti pengukuran tekanan secara listrik
3. Mengetahui prinsip kerja dari peranti-peranti pengukur tekanan
secara listrik.

BAB II
ISI
3

2.1. Pengertian Tekanan


Tekanan adalah gaya tiap satuan luas yang dihasilkan oleh gas, cairan, atau
benda padat. Tekanan dapat diukur sebagai tekanan absolut, tekanan diferensial
atau tekanan terukur. Tekanan absolut adalah tekanan total yang dihasilkan oleh
medium, sedangkan tekanan diferensial adalah beda antara dua tekanan. Tekanan
terukur adalah suatu tipe khusus dari tekanan diferensial yang dinyatakan sebagai
berikut :
Pg = Pa-Ps
Dimana

Pg = tekanan terukur
Pa = tekanan absolut
Ps = tekanan atmosfer

Suatu ruang hampa di lain pihak didefinisikan sebagai ruangan gas yang
tekanannya kurang dari tekanan atmosfer. Tekanan dalam ruang hampa ini
merupakan sejenis tekanan diferensial :
V = Pa Pa
Satuan dasar dari tekanan dalam cgs adalah dyne/cm2. Satu bar setara
dengan 10 pangkat 6 dyne per sentimeter kuadrat dan untuk memudahkan satu
milibar didefinisikan sebagai 1000 dyne per sentimeter kuadrat. Satu torr atau torr
setara dengan 1/760 atmosfer atau satu millimeter kolom air raksa. Harap
diperhatikan, bahwa tekanan yang dihasilkan oleh kolom air raksa, 76 cm tinggi
mempunyai kerapatan 13,5951 gm/cm2 dan sehubungn dengan percepatan yang
disebabkan oleh gravitasi 980,665 cm/det2, didefinisikan sebagai satu atmosfer
( 1013,250 mb ).
Tekanan (pressure) adalah gaya yang bekerja persatuan luas, dengan
demikian satuan tekanan identik dengan satuan tegangan (stress). Dalam konsep
ini tekanan didefinisikan sebagai gaya yang diberikan oleh fluida pada tempat
yang mewadahinya. Tekanan mutlak (absolute pressure) adalah nilai mutlak
tekanan yang bekerja pada wadah tersebut. Tekanan relative atau tekanan
pengukuran (gage pressure) adalah selisih antara tekanan mutlak dan tekanan
atmosfer. Tekanan vakum atau hampa (vacuum) menunjukan seberapa lebih
tekanan atmosfir dari tekanan mutlak (Holam, 1985).
Grafik dibawah ini menunjukkan perbedaan diantara ketiga tekanan diatas.
4

Gambar 1-9 Berbagai Macam Tekanan


Beberapa satuan tekanan yang umum dipakai :
1 atm (atmosfir) = 14,696 psi
= 1,01325 x 10*100.000 (Pa)
= 760 mmHg
1 Pa (paskal) = 1 (N/m2)
1 Torr = 1 mmHg
1 Bar = 10*100.000 Pa.
2.2. Respon Dinamik
Respon transien atau tanggapan fana instrumen pengukuran tekanan
bergantung pada dua faktor: (1) respon unsur transduser yang mengindra tekanan,
(2) respon fluida transmisi tekanan dan saluran-saluran penghubung, dan
sebagainya.
Yang terakhir ini sering merupakan faktor yang menentukan respon
frekwensi menyeluruh sistem pengukuran tekanan. Respon ini akhirnya akan
harus ditentukan dengan kalibrasi langsung. Perkiraan mengenai perangai tersebut
bisa didapatkan dengan analisa berikut.
Transduser tegangan

V
Po

2r
L

Berdasarkan gambar diatas, tekanan yang berfluktuasi itu mempunyai


frekwensi

dan amplitudo po dan bekerja pada tabung yang panjangnya L dan

jari-jari r. Pada ujung tabung ini ada sebuah ruang dengan volume V yang
berhubungan dengan transduser peka-tekanan. Massa fluida itu bergetar karena
pengaruh gesekan fluida dalam tabung , yang cenderung meredam gerakan. Jika
rumus konvensional untuk tahanan gesek laminar dalam aliaran tabung digunakan
untuk menyatakan tahanan, maka persamaan untuk rasio tekanan-amplitudo ialah

Dalam persamaan ini, p ialah amplitudo sinyal tekanan yang diberikan pada
transduser .
2.3. Pengukur Tekanan Secera Listrik
Pengukuran tekanan secara listrik umumnya banyak digunakan untuk
pengukuran tekanan yang lebih kecil dari 1 atmosfer. Pengukuran tekanan yang
lebih kecil dari 1 atmosfer paling baik dilakukan dengan metode-metode
elektronik murni. Peranti-peranti pengukuran tekanan secara listrik antara lain :
a. Pengukuran Tekanan Bridgman
Sudah umum diketahui bahwa tahanan kawat-halus berubah dengan
tekanan menurut suatu hubungan linier.
R = R1(1 + b p)
Dimana :
R1 : tahanan pada 1 atm
b

: koefisisen tekanan tahanan itu


6

p : tekanan pengukur
Efek yang dapat digunakan untuk mengukur tahanan sampai setinggi
100.000 atam. Transduser tekanan yang didasarkan atas prinsip ini dinamakan
pengukur Bridgman. Pengukuran ini biasanya menggunakan kawat halus dari
Manganin (84% Cu, 12% Mn, 4% Ni) yang dililitkan pada sebuah kumparan yang
ditempatkan di dalam sebuah bejana tekan yang sesuai. Koefisien tekanan tahanan
untuk bahan ini ialah kira-kira 1,7 x 10 -7 psi

-1

(2,5 x 10-11 psi -1). Tahanan total

kawat ialah kira-kira 100 , dan untuk mengukur perubahan tahanan ini
digunakan rangkaian jembatan yang konvensional. Setelah beberapa waktu,
pengukur ini mengalami perubahan sesui dengan umurnya, karena itu harus sering
dikalibrasi. Tetapi, bila dikalibrasi dengan baik, pengukur ini dapat digunakan
untuk pengukuran tekanan tinggi dengan ketelitian 0,1 %. Respon transien
pengukur ini sangat baik. Kawat tahanan itu sendiri dapat menanggapi perubahanperubahan dalam jangkau megahertz. Tentu saja, respons-frekuensi menyeluruh
sistem pengukuran tekanan lebih rendah nilai batasnya karena respons akustik dari
fluida transmisi.

Gambar 3.21. Bridgman


b. Pengukuran Konduktivitas-Termal Pirani
Pada tekanan rendah, konduktivitas termal gas berkurang sesuai dengan
tekanan. Pengukur Pirani adalah ssuatu peranti yang mengukur tekanan melalui
perubahan konduktans termal gas. Pengukur ini dibuat seperti gambar 3.22.
Sebuah filament kawat pijar) yang dipanaskan dengan listrik ditempatkan didalam
suatu ruang hampa. Rugi kalor (heat loss) dari filamen itu tergantung pada

konduktivitas termal gas dan suhu filament. Makin rendah tekanan, makin rendah
pula konduktivitas termal dan karena itu makin tinggi pula suhu filament untuk
suatu masukan energy-listrik. Suhu filament dapat diukur dengan termokopel,
tetapi dalam pengukur jenis pirani pengukuran dilakukan dengan mengamati
perubahan tekanan bahan filament (wolfram, platina, dan sebagainya).

Pengukuran tahanan dapat dilakukan dengan menggunakan rangkaian


jembatan yang sesuai. Rugi kalor dan filament itu merupakan fungsi pula dari
suhu sekitar, dan dalam prakteknya dipakai dua pengukur yang dihubungkan
dalam seri, seperti pada gambar 3.23, untuk mengkompensasi kemungkinan
variasi keadaan sekitar. Pengukur ini divakumkan dan keduanya, baik yang
ditutup mati maupun yang tidak, ditempatkan di dalam, kondisi linkungan yang
sama. Rangkaian jembatan lalu diatur (melalui tahanan R2) sehingga memberikan
kondisi nol. Bila pengukur uji ini dihubungkan dengan kondisi tekanan tertentu,
defleksi jembatan dari posisi nol akan dikompensasi oleh perubahan suhu
lingkungan.

Gambar 3.23. Susunan pengukur pirani untuk kompensasi perubahan suhu lingkungan

Pengukuran pirani memerlukan kalibrasi empiric dan biasanya tidak cocok


untuk tekanan di bawah 1 m. limit atasnya ialah kira-kira 1 torr (133 Pa),
sehingga jangkau keseluruhanan ialah antara 0,1 sampai 100 Pa. untuk tekanan

yang lebih tinggi, konduktans termal berubah sedikit saja tekanan. Perlu dicatat
bahwa rugi kalor dari filament merupakan fungsi pula dari rugi konduksi ke
pemegang filmen dan rugi radiasi ke lingkungan. Limit bawah penerapan
pengukuran ini adalah pada titik dimana efek-efek ini lebih besar dari konduksi
gas. Respons transier pengukur pirani tidak baik untuk mendapatkan
keseimbangan termal pada tekanan rendah diperlukan waktu beberapa menit.
c. Pengukuran Knudsen
Pengukuran knusden memungkinkan kita melakukan pengukuran absolute
tekanan yang tidak bergantung pada bobot molekul gas. Alat ini sangat cocok
untuk pengukuran antara 10-5 dan 10 m (106 sampai 1 Pa) dan dapat digunakan
sebagai peranti untuk mengkalibrasi pengukur-pengukur lain yang bekerja dalam
jangkauan tersebut. Pada gambar 2 dua buah sudu (Vane) V beserta cermin M
dipasang pada sespensi filament halus. Didekat sudut ini terdapat dua buah plat
yang dipanaskan P masing-masing dijaga pada suhu T. jarak pisah antara kedua
sudu dan plat kurang dari lintas bebas purata gas di sekitarnya. Kedua suhu berada
pada suhu Tg. molekul-molekul yang menimpa sudu dari plat panas mempunyai
kecepatan yang lebih tinggi dari pada yang meninggalkan sudu karena adanya
perbedaan suhu. Jadi, terdapat momentum neto yang mengenai sudu-sudu itu,
yang dapat diukur dengan mengamati anjakan angular (sudut) cermin, sama
seperti teknik yang digunakan pada galvanometer berkas cahaya. Pertukaran
momentum total dengan sudu itu merupakan fungsi densitas molekul, yang
selanjutnya berhubungan pula dengan tekanan dan suhu gas.

Gambar 3.24. Skema Pengukur Knudsen


Dengan demikian, persamaan tentang tekanan gas dapat dinyatakan
dengan suhu dan gaya yang diukur. Untuk perbedaan suhu T-T g yang kecil,
ditunjukkan bahwa hubungan itu adalah :

dimana tekanan ialah dalam dyne per sentimeter persegi bila gaya dalam dyne dan
suhu dalam derajat Kelvin.
Pengukur Knudsen memungkinkan kita melakukan pengukuran absolut
tekanan yang tidak bergantung pada bobot molekul gas. Alat ini sangat cocok
untuk pengukuran antara 10-5 dan 10 m (106 sampai 1 Pa) dan dapat digunakan
sebagai peranti untuk mengkalibrasi pengukur-pengukur lain yang bekerja dalam
jangkau tersebut.
d. Pengukur Tekanan Ionisasi
Perhatikan susunan seperti Gambar 3.25, yang serupa dengan metode
tabung vakum biasa. Katode yang dapat memancarkan elektron, yang dipercepat
oleh kisi bermuatan positif. Pada waktu bergerak menuju kisi, elektron itu
mengionisasi molekul gas melalui tubrukan. Plat dijaga pada potensial negatif,
sehingga ion ion positif terkumpul disana, dan menghasilkan arus i p. Elektron

10

dan ion negatif terkumpul pada kisi dan menghasilkan arus i g. Ternyata tekanan
gas sebanding dengan rasio arus plat arus arus kisi.

Dimana konstanta proporsionalitas (tetapan kesebandingan) S dinamakan


kepekaan pengukur. Nilai khas untuk nitrogen ialah S = 20 torr -1 (2,67 kPa-1),
tetapi nilai eksaknya harus ditentukan dengan kalibrasi pengukur itu. Nilai S
merupakan fungsi geometri tabung dan jenis gas.

Gambar 3.25. Skema Pengukur Ionisasi


Pengukur ionisasi yang konvensional cocok untuk pengukuran antara 1,0
dan 10-5 m (0,13 sampai 1,3

10-6 Pa), dan keluaran arus biasanya linear dalam

jangkau ini. Pada tekanan yang lebih tinggi ada kemungkinan katode itu terbakar.
Untuk pengukuran tekanan sampai 10-12 torr (0,13 Pa) terdapat pengukur ionisasi
jenis khusus. Untuk dapat melakukan pengukuran pada vakum yang demikian
tinggi diperlukan teknik eksperimen yang sangat tepat (presisi).
e. Alfatron
Alfatron ialah suatu pengukur ionisasi radioaktif yang skemanya ialah
seperti pada Gambar 3-26. Sebuah sumber radium kecil berfungsi sebagai
pemancar partikel-. Partikel ini mengionisasi gas yang terdapat dalam
pengurung, dan tingkat ionisasi ditentukan dengan mengukur keluaran tegangan
(voltase) E0. Tingkat ionisasi ini merupakan fungsi linear langsung dari tekanan
untuk suatu jangkau tekanan yang cukup luas, yaitu dari linear 10 -3 sampai 103 torr
(0,1 sampai 105 Pa). Akan tetapi, karakteristik keluarannya berbeda untuk setiap
macam gas. Tekanan terendah yang dapat diukur dengan alat ini ditentukan oleh
perbandingan panjang lintasan-bebas purata terhadap dimensi ruang-kurung. Pada
tekanan yang sangat rendah, lintas-bebas purata menjadi sangat besar sehingga
11

terdapat hanya beberapa tubrukan saja dalam pengukur itu, dan dengan demikian
tingkat ionisasi sangat rendah. Keuntungan daripada Alfatron ialah bahwa ia dapat
digunakan pada tekanan atmosfer di samping untuk vakum tinggi dan bahwa di
sini tidak ada filamen panas seperti yang harus digunakan pada pengukur ionisasi
yang konvensional. Akibatnya, di sini tidak ada masalah terbakarnya filamen
akibat kesalahan penggunaan alat itu pada tekanan tinggi ( di atas 10 -1 torr atau 13
Pa).

Gambar 3.26. Skema Pengukur Alfatron

BAB III
PENUTUP
12

3.1 Kesimpulan
1. Tekanan dinyatakan sebagai gaya persatuan luas.
2. Pengukuran tekanan terbagi atas dua bagian yaitu pengukuran tekanan diatas 1
atm dan di bawah 1 atm.
3. Pengukuran tekanan diatas 1 atm umumnya pengukuran tekanan secara
mekanik dan pengukuran di bawah 1 atm biasanya menggunakan pengukuran
tekanan listrik.
4. Peranti-peranti pengukuran tekanan secara listrik antara lain pengukur tekanan
Bridgman, pengukur tekanan konduktivitas-thermal pirani, pengukur tekanan
ionisasi, pengukur tekanan Knudsen, dan Alfatron.
5. Pengukur Bridgman, dapat digunakan untuk mengukur tekanan sampai
setinggi 100.000 atm.
6. Pengukur Konduktivitas-thermal Pirani, alat yang dapat mengukur tekanan
melalui perubahan konduktivitas termal gas.
7. Pengukur Knudsen, dapat digunakan untuk mengukur tekanan absolut yang
tidak bergantung pada bobot molekul. Alat ini sangat cocok untuk pengukuran
antara 10-5 dan 10 m.
8. Pengukur Ionisasi, cocok untuk pengukuran antara 0,13 sampai 1,3 x 10 -6 Pa
dan keluaran arus biasanya linear dalam jangkau ini.
9. Pengukur Alfatron ialah suatu alat pengukur ionisasi radioaktif dan
jangkauannya antara 10-3 sampai 103 torr ,akan tetapi karateristik keluarannya
berbeda untuk setiap macam gas.
3.2 Saran
1. Pembaca dapat menambahkan tinjauan pustaka dari sumber lain untuk lebih
memahami konsep pengukuran tekanan.
2. Bila mengukur tekanan yang berada dibawah 1 atm atau dibawah tekanan
atmosfer disarankan untuk menggunakan alat pengukur tekanan secara listrik.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
1. Nama : Andrean
Pertanyaan :
Apa kelebihan dan kekurangan dari pengukur tekanan Bridgman ?
- Kelebihan :
1. Bila dikalibrasi dengan baik, pengukur ini dapat digunakan untuk
pengukuran tekanan tinggi dengan ketelitian 0,1 persen.
2. Respon transien pengukuran ini sangat baik

13

- Kekurangan
1. Setelah beberapa waktu, pengukur ini mengalami perubahan sesuai dengan
umurnya, karena itu harus sering dikalibrasi.
2. Nama : Indah Amalia
Pertanyaan :
Apa perbedaan antara pengukur tekanan Knudsen dan Ionisasi?
Jawab :
Pengukur tekanan Knudsen cocok untuk pengukuran antara 106 sampai 1
Pa dan digunakan sebagai peranti untuk mengkalibrasi pengukur
pengukur lain yang bekerja dalam jangkau tersebut. Sedangkan,
Pengukur Ionisasi cocok untuk pengukuran antara 0,13 sampai 1,3 x 10 -6
Pa dan keluaran arus biasanya linear dalam jangkau ini.
3. Nama : Indah Dwi Lestari
Pertanyaan :
Apa keuntungan pengukur tekanan Alfatron?
Jawab : keuntungannya, dapat digunakan pada tekanan atmosfer di samping
untuk vakum tinggi dan bahwa di sini tidak ada filamen panas seperti yang
harus digunakan pada pengukur ionisasi yang konvensional.
4. Nama : Yoga Suprayogi
Pertanyaan :
Mengapa memakai manganin pada pengukur tekanan Bridgman ?
Jawab : karena manganin merupakan logam yang mempunyai resistivitas
tinggi dan mempunyai koefisien suhu yang rendah. Logam ini biasanya
digunakan untuk rheostat yang presisi karena resistivitasnya tinggi dan

nya

rendah.
5. Nama : M. Ihsan Kamil
Pertanyaan :
Rumus dari pengukur tekanan Bridgman, Knudsen, Ionisasi harus dihitung
terlebih dahulu atau langsung dari pengukuran listrik itu ?
Jawab : ketiga rumus tersebut memang langsung dari pengukuran listrik itu,
tidak ada perhitungan terlebih dahulu.
6. Nama : Joko Prasetio
Pertanyaan :
Pengukuran tekanan secara listrik umumnya banyak digunakan untuk
pengukuran tekanan yang lebih kecil dari 1 atm, mengapa ?
Jawab : karena pengukuran tekanan yang lebih kecil dari 1 atmosfer paling
baik dilakukan dengan metode-metode elektronik murni.
7. Nama : M. Rizky Aditya
14

Pertanyaan : Di slide kalian tidak menjelaskan tentang keuntungan dan


kerugian pengukur tekanan Knudsen. Saya ingin kalian menjelaskan tentang
keuntungan dan kerugian pengukur Knudsen!
Jawab :
- Keuntungan :
sangat cocok untuk pengukuran antara 10-5 dan 10 m (106 sampai 1 Pa)
tidak bergantung pada bobot molekul gas.
dapat digunakan sebagai peranti untuk mengkalibrasi pengukur-pengukur
lain yang bekerja dalam jangkauan tersebut.
- Kerugian :
Respon transien pengukur ini tidak baik.
8. Nama : M. Abdul Jabbar
Pertanyaan :
Apa perbedaan dari tekanan Brigman, Konduktivitas-thermal pirani, Knudsen,
Ionisasi, dan Alfatron ?
Jawab :
Pengukur Konduktivitas-thermal Pirani
Alat yang dapat mengukur tekanan melalui perubahan konduktivitas
termal gas. Alat pengukur ini memerlukan kalibrasi empirik dan biasanya
tidak cocok untuk tekanan dibawah 1 m. Limit atas kira kra 1 torr ( 133
Pa) sehingga jangkauan keselurhan antara 0,1 samapi 100 Pa.
Pengukur Bridgman
Dapat digunakan untuk mengukur tekanan sampai setinggi 100.000 atm.
Pengukur Knudsen
Dapat digunakan untuk mengukur tekanan absolut yang tidak bergantung
pada bobot molekul. Alat ini sangat cocok untuk pengukuran antara 10-5
dan 10 m dan dapat digunakan untuk kalibrasi pengukur lain yang
bekerja pada dalam jangkauan tersebut.
Pengukur Ionisasi
Pengukur Ionisasi cocok untuk pengukuran antara 0,13 sampai 1,3 x 10 -6
Pa dan keluaran arus biasanya linear dalam jangkau ini.
Pengukur Alfatron
Alftron ialah suatu alat pengukur ionisasi radioaktif dan jangkauannya
antara 10-3 sampai 103 torr ,akan tetapi karateristik keluarannya berbeda
untuk setiap macam gas.
9. Nama : Rizka Perwita Sari
Pertanyaan : Aplikasi dari pengukuran tekanan Knudsen, Konduktivitasthermal pirani, Bridgman, Alfatron, dan Ionisasi ?
Jawab :
Pengukur tekanan Knudsen
Aplikasi : aplikasi ini diterapkan kepada penentuan perilaku gas untuk
menentukan sejauh mana gas berperilaku sebagai partikel independen.

15

Pengukur tekanan Konduktivitas-thermal Pirani


Aplikasi : penghantar panas seperti pada hotplate dan penghantar
panas lainnya yang berguna untuk mengetahui perubahan temperature
yang terjadi besar hasilnya nilai konduktivitas termal pada bahan-bahan
penghantar serta elemen volumenya, pemanas gas dalam balon terbang,
dan lain-lain.
Pengukur tekanan Bridgman
Aplikasi : untuk penelitian tentang bahan-bahan pada suhu tinggi dan
tekanan.
Pengukur tekanan Alfatron
Aplikasi : digunakan untuk megukur tekanan dengan range normal dan
vakum tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
Holman, J.P, 1985, Metode pengukuran Teknik (terjemahan), Edisi keempat,
Penerbit Erlangga, Jakarta.
Yuniar, dkk. 2015. Instrumentasi dan Teknik Pengukuran. Jurusan Teknik
Kimia. Politeknik Negeri Sriwijaya.

16

17