Anda di halaman 1dari 32

BIOKIMI

A
ASAM AMINO
Laboratorium
Fisiologi Biokimia
Fapet Unpad
2014/2015
-ehe-

PENDAHULUAN
Protein berasal dari bahsa Yunani kuno
(Proteus = penting) - ditemukan hampir 50%
dari bobot kering sel
Komposisi terdiri atas unsur C,H,O, N dan
beberapa S dan P
Protein memiliki bobot molekul tinggi (5.000
juta)
Protein mempunyai beberapa fungsi biologis
Protein merupakan polimer asam amino yang
dirangkai oleh ikatan peptida

BERAT MOLEKUL BERBAGAI PROTEIN


PROTEIN

BM

Insulin (sapi)

Ribonuklease (pancreas sapi)

12.640

Lisosini (putih telur)

13.930

Mioglobin (jantung kuda)

16.890

Khimotripsin (pancreas sapi)

22.600

Hemoglobin (manusia)

64.500

Serum albumin (manusia)

68.500

Heksokinase

102.000

- Globulin (kuda)

149.900

Glutamat dehidrogenase (hati sapi)

5.733

1.000.000

C. PENGGOLONGAN PROTEIN BERDASARKAN FUNGSI BIOLOGIS


GOLONGAN

Enzim

Protein transport

CONTOH
- Ribonuklease
- Tripsin
- Hemoglobin
- Albumin serum
- Mioglobin
- 1 lipoprotein

Protein nutrien

- Gliadin (gandum)
- Ovalbumin (telur)
- Kasein (susu)
- Feritin
- Aktin
- Miosin
- Tubulin
- Dynein
- Keratin
- Fibroin
- Kolagen
- Elastin
- Proteoglikan

Protein kontraktil

Protein struktural

Protein pertahanan

- Antibodi
- Fibrinogen
- Trombin
- Toksin botolinus
- Toksin difteri
- Bisa ular

Protein pengatur

- Insulin
- Kortikotropin
- Gh

PROTEIN

ASAM AMINO

HIDROLISIS

(Makro molekul)

C,H,N,O,S,P, Fe,Cu,Zn,I
HIDROLISIS

(Unit molekul)

(Unsur)

Semua jenis protein dengan fungsi yang


beraneka hanya dibangun dari 20 AA. saja
Tiap jenis protein mengandung proporsi
Asam amino yang berbeda nyata dengan jenis lain
Beberapa protein mengandung gugus kimia lain disamping AA.
Protein sederhana
Hanya mengandung asam amino, tidak gugus kimia lain
Protein konyugasi
Menghasilkan komponen kimia lain disamping asam amino
setelah dihidrolisis
gugus prostetik

ini berbeda

ini sama

protein dengan ratusan atau ribuan


molekul AA
AA bersama-sama berantai membentuk
protein
20 AA Diketemukan di dalam protein, dinamakan monomer
Suatu rantai protein-protein dinamakan polymer
Setiap AA dibentuk C, H, O, N kadang-kadang S :
C2H5O2N
C6H14O2N2
C3H7O2NS

Glycine
Lysine
Cysteine

ASAM AMINO
Asam amino adalah penyusun protein
Memiliki 2 gugus fungsional : gugus amino
dan gugus karboksilat
Kedua gugus fungsional terikat pada C (atom karbon yang sama ) sehingga disebut
asam amino
Molekul yang mempunyai sifat asam dan basa
disebut : amphoteric
Asam amino dibedakan berdasarkan Rantai
samping

Asam Amino
Struktur:
satu atom C sentral yang
mengikat secara kovalent:

gugus amino,
gugus karboksil,
satu atom H dan
rantai samping (gugus R)

Molekul-molekul amphoteric mungkin membentuk


internal salts, disebut : zwitterions
O
C

O- H
+

CN
R

H
H
H

Pada molekul asam amino terdapat atom C asimetrik


Pada rumus ruang (stereo) posisi NH2 ada dua
(Memiliki 2 isomer ruang)
R

H2N C H

H C NH2

C
O

C
OH

OH

L ASAM - AMINO

D ASAM AMINO

( LEAVO = KIRI)

( DEXTRO = KANAN)

Jika gugus R tidak


sama dengan H, maka
atom karbon disebut
asimetris

Di alam banyak ditemukan :


L asam - amino
Atom C pada ke 20 AA asimetris, kecuali pada AA glisina
(gugus R nya adalah gugus H)

H
NH2 C H H
C
O

OH

GLISINA

KE 20 AA ternyata bersifat optika Mampu memutar bidang sinar


Terpolarisasi ke kiri atau ke kanan Alat yang dapat membaca besarnya
putaran : polarimeter, dengan rumus:

25 C
D

pxc

LAMBANG
PUTARAN KHAS

25OC = KONDISI SUHU PENGAMATAN


D

= PANJANG GELOMBANG

aO

= PUTARAN KHAS
p
= PANJANG TABUNG
POLARIMETER (dm)
c

= KONSENTRASI DALAM gr/ml


Andi Mushawwir, S.Pt., MP.

PUTARAN KHAS BEBERAPA AA


AA

PUTARAN KHAS

L-ALANIN

+ 1,8

L-ARAGININ

+ 12,5

L-ISOLEUCIN

+12,4

L-PENILALANIN

- 34,5

L-HISTIDIN

- 38,5

L-GLUTAMAT

+ 12,0

L-PROLIN

- 86,2

Gugus R rantai samping yang berbeda-beda


pada setiap jenis asam amino
Gugus R pada asam amino tersebut
menentukan:
- Struktur
- Ukuran
- Muatan elektrik
- Sifat kelarutan di dalam air

SIFAT SIFAT ASAM AMINO:


1. Larut dalam air
2. Tidak larut dalam pelarut organik
3. AA dalam air, gugus karboksilat akan melepas ion H+
sedangkan ggs amina akan menerima ion H+
4. AA dalam larutan , bisa membentuk ion positif dan ion
bermuatan negatif zwitterion ion amfoter
5. Keadaan ion sangat bergantung pH larutan,
a. lar.AA dlm air + basa bentuk basa
b. Lar AA dlm air + asam bentuk asam
6. AA memiliki titik isoelektrik yang berbeda-beda (Tabel
).
Pentingnya mengetahui sifat asam basa dari AA, diperlukan
untuk menganalisis danmengerti sifat-sifat protein

TITIK ISOELEKTRIK BEBERAPA ASAM Amino


Asam amino
Alanin
Arginin
As. Aspartat
Histidin
Leusin
Fenilalanin
Prolin
Triptofan
Valin

Titik Isoelektrik
6,00
10,76
2,77
7,59
5,98
5,48
6,30
5,89
5,96

Asam amino standar


Asam amino standar adalah
Asam amino yang menyusun
protein organisme
Terdapat 20 macam asam amino
penyusun protein
Diketahui asam amino ke 21
disebut selenosistein (jarang
ditemukan) , terdapat pada
beberapa enzim seperti gluthatione
peroxidase
Selenenosistein mempunyai kode
genetik: UGA biasa utk stop
kodon tjd pd mRNA dgn struktur
2nd yg banyak.

SINGKATAN AA
ASAM AMINO
ALANIN

SINGKATAN
ALA

LAMBANG
A

ARGININ

ARG

ASPARGIN

ASN

ASAM ASPARTAT

ASP

SISTEIN

CYS

GLUTAMIN

GLN

ASAM GLUTAMAT

GLU

GLISIN

GLY

HISTIDIN

HIS

ISOLEUCIN

ILE

LEUCIN

LEU

LISIN

LYS

METIONIN

MET

FENILALANIN

PHE

PROLIN

PRO

SERIN

SER

TREONIN

THR

TRIPTOFAN

TRP

TIROSIN

TYR

VALIN

VAL

Asam amino non standar


Merupakan asam amino
diluar 20 mcm as. Amino
standar
Terjadi karena modifikasi
yang terjadi setelah suatu
asam amino standar
menjadi protein.
Kurang lebih 300 asam
amino non standar
dijumpai pada sel

modifikasi serin
yang mengalami
fosforilasi oleh
protein kinase

modifikasi prolin dlm proses


modifikasi posttranslasi, oleh
prokolagen prolin hidroksilase.
Ditemukan pada kolagen untuk
menstabilkan struktur

Dari modifikasi Glu oleh vit K.


karboksi glutamat mampu mengikat
Ca penting utk penjendalan darah.
Ditemukan pd protein protombin

Modifikasi lisin. Terdapat pada kolagen dan miosin


(protein kontraksi pd otot) dan berperan untuk sisi
terikatnya polisakarida
Beberapa ditemukan asam amino nonstandar yang
tidak menyusun protein merupakan senyawa
antara metabolisme (biosintesis arginin dan urea)

Penggolongan Asam amino


Penggolongan berdasar pada gugus R (rantai samping)
Biasanya sifat-sifat seperti: hidrofobik/hidrofilik, polar/non
polar, ada/tidaknya gugus terionisasi
Assam amino :
1. .Asam Amino aromatik
2. Asam amino Polar AROMATIK
3. Asam amino nonPolar
POLAR
4. Asam amino acidic (-)
5. Asam amino basic (+)
ACIDIC (-)

1. Asam amino non polar


Memiliki gugus R alifatik
Glisin, alanin, valin, leusin, isoleusin dan prolin
Bersifat hidrofobik. Semakin hidrofobik suatu A.A spt
Ile (I) biasa terdapat di bagian dlm protein.
Prolin berbeda dgn A.A siklis. Tapi mempunyai
byk kesamaan sifat dgn kelompok alifatis ini.
Umum terdapat pada protein yang berinteraksi
dengan lipid

2. Asam amino polar


Memiliki gugus R yang tidak bermuatan
Serin , threonin, sistein, metionin, asparagin,
glutamin
Bersifat hidrofilik mudah larut dalam air
Cenderung terdapat di bagian luar protein
Sistein berbeda dgn yg lain, karena ggs R
terionisasi pada pH tinggi (pH = 8.3) sehingga dapat
mengalami oksidasi dengan sistein membentuk
ikatan disulfide
(-S-S-) sistin (tdk tmsk dlm a.a. standar karena
selalu tjd dari 2 buah molekul sistein dan tidak
dikode oleh DNA)

3. Asam amino dengan gugus R


aromatik
Fenilalanin, tirosin dan triptofan
Bersifat relatif non polar hidrofobik
Fenilalanin bersama dgn V, L & I a.a plg
hidrofobik
Tirosin gugus hidroksil , triptofan cincin indol
sehingga mampu membentuk ikatan hidrogen
penting untuk menentukan struktur enzim
Asam amino aromatik mampu menyerap sinar UV
280 nm sering digunakan utk menentukan kadar
protein

4. Asam amino dengan gugus R bermuatan


positif
Lisin, arginin, dan histidinn
Mempunyai gugus yg bersifat basa pd rantai
sampingnya
Bersifat polar terletak di permukaan protein dapat
mengikat air.
Histidin mempunyai muatan mendekati netral (pd
gugus imidazol) dibanding
lisin gugus amino
arginin gugus guanidino

Krn histidin dpt terionisasi pada pH mendekati pH


fisioligis sering berperan dlm reaksi ensimatis yg
melibatkan pertukaran proton

Asam amino dengan gugus R bermuatan


positif
Histisin ,Lisin dan arginin,
Mempunyai gugus yg bersifat basa pd rantai
sampingnya
Bersifat polar terletak di permukaan protein dapat
mengikat air.
Histidin mempunyai muatan mendekati netral (pd
gugus imidazol) dibanding
lisin gugus amino
arginin gugus guanidino

Krn histidin dpt terionisasi pada pH mendekati pH


fisioligis sering berperan dlm reaksi ensimatis yg
melibatkan pertukaran proton

Asam amino dengan gugus R bermuatan


negatif
Aspartat dan glutamat
Mempunyai gugus karboksil pada rantai
sampingnya bermuatan (-) / acid pada pH 7

To be continue
thank you