Anda di halaman 1dari 58
MASA LALU, SEKARANG, DAN MASA DEPAN OSEANOGRAFI INDONESIA ANUGERAH NONTJI PIT ISOI VII 2010 PANGKAL

MASA LALU, SEKARANG, DAN MASA DEPAN OSEANOGRAFI INDONESIA

MASA LALU, SEKARANG, DAN MASA DEPAN OSEANOGRAFI INDONESIA ANUGERAH NONTJI PIT ISOI VII 2010 PANGKAL PINANG,

ANUGERAH NONTJI

PIT ISOI VII 2010 PANGKAL PINANG, BABEL 5 – 7 OKTOBER 2010

PESAN PRESIDEN SOEKARNO 17 AGUSTUS 1966: “JAS MERAH” : JANGAN SEKALI-KALI MENINGGALKAN SEJARAH”
PESAN PRESIDEN
SOEKARNO
17 AGUSTUS 1966:
“JAS MERAH” :
JANGAN SEKALI-KALI
MENINGGALKAN
SEJARAH”

PENGETAHUAN KITA SAAT INI MERUPAKAN AKUMULASI PENGETAHUAN YANG TELAH DILETAKKAN OLEH PENDAHULU KITA.

BERMODALKAN SEJARAH, PENGALAMAN MASA KINI MENATAP MASA DEPAN

MASA KEJAYAAN KERAJAAN MARITIM NUSANTARA

MASA KEJAYAAN KERAJAAN MARITIM NUSANTARA

MASA KEJAYAAN KERAJAAN MARITIM: SRIWIJAYA (ABAD 7 - 13) MAJAPAHIT (ABAD 13–14) WILAYAH PENGARUH KERAJAAN
MASA KEJAYAAN KERAJAAN MARITIM: SRIWIJAYA (ABAD 7 - 13) MAJAPAHIT (ABAD 13–14)
MASA KEJAYAAN KERAJAAN
MARITIM:
SRIWIJAYA (ABAD 7 - 13)
MAJAPAHIT (ABAD 13–14)

WILAYAH PENGARUH KERAJAAN SRIWIJAYA DAN MAJAPAHIT

PERAHU-PERAHU NUSANTARA TELAH BERLAYAR SAMPAI KE INDIA SEJAK ABAD-ABAD PERTAMA MASEHI (Perlas, 2006) PERAHU PADA

PERAHU-PERAHU NUSANTARA TELAH BERLAYAR SAMPAI KE INDIA SEJAK ABAD-ABAD PERTAMA MASEHI (Perlas, 2006)

KE INDIA SEJAK ABAD-ABAD PERTAMA MASEHI (Perlas, 2006) PERAHU PADA RELIEF CANDI BOROBUDUR (ABAD 9) PENGETAHUAN

PERAHU PADA RELIEF CANDI BOROBUDUR (ABAD 9)

PENGETAHUAN KELAUTAN TELAH BERKEMBANG SEJAK DAHULU KALA

EKSPEDISI SAMUDRARAKSA (BOROBUDUR SHIP EXPEDITION), 15/08/2003 – 23/02/2004

EKSPEDISI SAMUDRARAKSA (BOROBUDUR SHIP EXPEDITION), 15/08/2003 –

23/02/2004

EKSPEDISI SAMUDRARAKSA (BOROBUDUR SHIP EXPEDITION), 15/08/2003 – 23/02/2004
ABAD-ABAD EKSPLORASI (AGE OF EXPLORATION & DISCOVERIES) ABAD 15 - 17

ABAD-ABAD EKSPLORASI (AGE OF EXPLORATION & DISCOVERIES)

ABAD 15 - 17

CHENG HO TUJUH KALI PELAYARAN KE INDONESIA (1405 – 1433) PETA-PETA NAVIGASI INFORMASI GEOGRAFI, KEBUDAYAAN,
CHENG HO
TUJUH KALI PELAYARAN KE
INDONESIA (1405 – 1433)
PETA-PETA NAVIGASI
INFORMASI GEOGRAFI, KEBUDAYAAN,
ILMU PENGETAHUAN
PERLOMBAAN KEKUATAN MARITIM EROPA (PORTUGIS & SPANYOL) KE PULAU REMPAH (MALUKU) SETELAH CONSTANTINOPEL JATUH KE
PERLOMBAAN KEKUATAN
MARITIM EROPA (PORTUGIS
& SPANYOL) KE PULAU
REMPAH (MALUKU) SETELAH
CONSTANTINOPEL JATUH KE
TURKI, 1453
TRAKTAT TORDESILAS 1494
TRAKTAT
TORDESILAS
1494
TEROBOSAN PORTUGIS KE NUSANTARA
TEROBOSAN PORTUGIS KE NUSANTARA

VASCO DA GAMA

TEROBOSAN PORTUGIS KE NUSANTARA VASCO DA GAMA (1511) KOLONI PORTUGIS ABAD 16 PENGEMBANGAN PETA-PETA NAVIGASI KE
(1511) KOLONI PORTUGIS ABAD 16
(1511)
KOLONI PORTUGIS ABAD 16

PENGEMBANGAN PETA-PETA NAVIGASI KE NUSANTARA

AFONSO DE ALBUQUERQUE

FERDINAND MAGELLAN
FERDINAND MAGELLAN
FERDINAND MAGELLAN EKSPEDISI SPANYOL, KELILING BUMI YANG PERTAMA (1519 – 1522) SINGGAH DI MALUKU
FERDINAND MAGELLAN EKSPEDISI SPANYOL, KELILING BUMI YANG PERTAMA (1519 – 1522) SINGGAH DI MALUKU
FERDINAND MAGELLAN EKSPEDISI SPANYOL, KELILING BUMI YANG PERTAMA (1519 – 1522) SINGGAH DI MALUKU

EKSPEDISI SPANYOL, KELILING BUMI YANG PERTAMA (1519 –

1522)

SINGGAH DI MALUKU

JAN HUYGEN VAN LINSCHOTEN: BUKU: ITINERARIO (1596) PETA AWAL DAN INFO STRATEGIS NUSANTARA
JAN HUYGEN VAN LINSCHOTEN:
BUKU: ITINERARIO (1596) PETA
AWAL DAN INFO STRATEGIS
NUSANTARA
JAN HUYGEN VAN LINSCHOTEN: BUKU: ITINERARIO (1596) PETA AWAL DAN INFO STRATEGIS NUSANTARA
JAN HUYGEN VAN LINSCHOTEN: BUKU: ITINERARIO (1596) PETA AWAL DAN INFO STRATEGIS NUSANTARA
PETA BANTEN, DARI PELAYARAN CORENELIS DE HOUTMAN
PETA BANTEN, DARI PELAYARAN
CORENELIS DE HOUTMAN
1596: CORNELIS DE HOUTMAN TIBA DI BANTEN. MEMBUKA JALAN MASUKNYA KEKUATAN BELANDA YANG KELAK MENGUASAI
1596: CORNELIS DE HOUTMAN TIBA DI BANTEN. MEMBUKA
JALAN MASUKNYA KEKUATAN BELANDA YANG KELAK
MENGUASAI NUSANTARA

VOC (1602 – 1800): EKSPLORASI DAN PENCARIAN JALUR LAUT KE DAERAH-DAERAH BARU. PENGEMBANGAN PETA- PETA LAUT NUSANTARA

MULAI BANGKITNYA PERHATIAN ILMIAH KE PERAIRAN NUSANTARA

MULAI BANGKITNYA PERHATIAN ILMIAH KE PERAIRAN NUSANTARA

KARAENG PATTINGALLOANG DARI KERAJAAN GOA
KARAENG PATTINGALLOANG DARI KERAJAAN GOA
ATLAS MAIOR
ATLAS MAIOR
KARAENG PATTINGALLOANG DARI KERAJAAN GOA ATLAS MAIOR BOLA DUNIA (Φ 1.3 m) , 1651, PETA DUNIA

BOLA DUNIA (Φ 1.3 m) , 1651, PETA DUNIA TERBAIK PD ZAMANNYA. TELESKOP: 40 TAHUN SETELAH DITEMUKAN OLEH GALILEO. “ATLAS MAIOR” (JOAN BLEAU, 1662)

WILLIAM DAMPIER (1652 – 1715) BAJAK LAUT YG CENDEKIA EKSPLORASI DI INDONESIA TIMUR PENULIS BUKU
WILLIAM DAMPIER
(1652 – 1715)
BAJAK LAUT YG CENDEKIA
EKSPLORASI DI INDONESIA TIMUR
PENULIS BUKU
NATURALIS
DAMPAK KARYANYA PADA OSEANOGRAFI,
BIOLOGI, SASTRA DUNIA
PENEMU SELAT
DAMPIER
(ANTARA
SORONG & P.
WAIGEO)
Trade winds, breezes, storm seasons, tides
and current throughout the workd (1699) , 173
th sebelum Challenger Expedition
GEORGIUS EVERHARDUS RUMPHIUS (1627-1702). PERINTIS BIOLOGI LAUT INDONESIA, BEKERJA DI AMBON. KARYA BESARNYA:
GEORGIUS EVERHARDUS RUMPHIUS (1627-1702). PERINTIS BIOLOGI LAUT INDONESIA, BEKERJA DI AMBON. KARYA BESARNYA:
GEORGIUS EVERHARDUS RUMPHIUS (1627-1702). PERINTIS
BIOLOGI LAUT INDONESIA, BEKERJA DI AMBON. KARYA BESARNYA:
“D’AMBOINSCHE RARITEIT KAMER” (1705), DAN “HERBARIUM
AMBOINENSE” (1741-1750). IA DIJULUKI SEBAGAI “THE BLIND
SEEER” (SI BUTA YANG BISA MELIHAT) KARENA SEBAGIAN KARYANYA
DISELESAIKANNYA SETELAH IA BUTA, DENGAN BANTUAN ASISTENNYA.
IA JUGA MELAPORKAN KEJADIAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI YANG
DAHSYAT YANG MELULUH-LANTAKKAN AMBON, 17 FEBRUARI 1674

17

ABAD 18-19: 33 EKSPEDISI ILMIAH KELAUTAN KE NUSANTARA:
ABAD 18-19:
33 EKSPEDISI
ILMIAH KELAUTAN
KE NUSANTARA:

PERANCIS INGGERIS BELANDA AUSTRIA JERMAN AMERIKA

11

10

7

1

2

2

ILMIAH KELAUTAN KE NUSANTARA: PERANCIS INGGERIS BELANDA AUSTRIA JERMAN AMERIKA 11 10 7 1 2 2
EKSPEDISI “CHALLENGER” (1872 – 1876) “CHALLENGER”
EKSPEDISI “CHALLENGER” (1872 – 1876)
“CHALLENGER”

PELETAK DASAR OSEANOGRAFI MODERN

PENELITIAN DI IND. TIMUR

EKSPEDISI “CHALLENGER” (1872 – 1876) “CHALLENGER” PELETAK DASAR OSEANOGRAFI MODERN PENELITIAN DI IND. TIMUR
PIETER BLEEKER (1819 – 1878)
PIETER BLEEKER (1819 – 1878)

KARYA BESARNYA ATLAS ICHTYOLOGIQUE(1862 – 1878) TERDIRI 36 VOLUME, DENGAN LEBIH 1500 GAMBAR. DARI KURANG LEBIH 700 PUBLIKASINYA, SEKITAR 500 MENGENAI IKAN-IKAN INDONESIA. IA MENDESKRIPSIKAN 511 GENUS BARU, DAN 1925 JENIS BARU.

THE GREATEST ICHTHYOLOGIST OF ALL TIME

ALFRED RUSSEL WALLACE PENEMU GARIS WALLACE TEORI EVOLUSI LEWAT MEKANISME SELEKSI ALAM PENDAHULU TEORI EVOLUSI
ALFRED RUSSEL WALLACE
PENEMU GARIS WALLACE
TEORI EVOLUSI LEWAT
MEKANISME SELEKSI ALAM
PENDAHULU TEORI EVOLUSI
DARWIN
KAWASAN WALLACEA
LINTAS PERJALANAN WALLACE 1854 - 1862
LINTAS PERJALANAN WALLACE
1854 - 1862
LEWAT MEKANISME SELEKSI ALAM PENDAHULU TEORI EVOLUSI DARWIN KAWASAN WALLACEA LINTAS PERJALANAN WALLACE 1854 - 1862
VAN DER STOK (1897)
VAN DER STOK
(1897)
APRIL-SEPTEMBER
APRIL-SEPTEMBER
OKTOBER-MARET 22
OKTOBER-MARET
22

PETA POLA ARUS PERMUKAAN RATA- RATA PADA MUSIM YANG BERBEDA YANG DIBUAT OLEH VAN DER STOK (1897), DARI MAGNETISCH & METEOROLOGISCH OBSERVATORIUM , BATAVIA (JAKARTA). PETA INI DISUSUN BERDASARKAN DATA NAVIGASI (LOG BOOK) DARI SEMUA KAPAL-KAPAL PERANG BELANDA YANG BEROPERASI DI INDONESIA TAHUN 1814 – 1890.

EKSPEDISI “SIBOGA” (1899 – 1900) PIMPINAN: MAX WBER MAX WEBER PENEKANAN PADA BIOLOGI LAUT- DALAM,
EKSPEDISI “SIBOGA” (1899 – 1900)
PIMPINAN: MAX WBER
MAX WEBER
PENEKANAN PADA BIOLOGI LAUT-
DALAM, DI PERAIRAN INDONESIA
BAGIAN TIMUR. MENGHASILKAN
LEBIH 130 MONOGRAFI YANG TERBIT
DARI TAHUN 1901 HINGGA 1982.
PETA BATIMETRI INDONESIA YANG
PERTAMA JUGA DIHASILKAN DARI
“SIBOGA”
GUNBOAT-SCIENCE
POLICY
WEBER & DE BEUFORT: “THE FISHES OF THE INDO-AUSTRALIAN ARCHIPELAGO” (1911 – 1962): MENATA SEKITAR
WEBER & DE BEUFORT: “THE FISHES OF THE
INDO-AUSTRALIAN ARCHIPELAGO” (1911 –
1962): MENATA SEKITAR 3000 JENIS IKAN
ANNA WEBER VAN BOSSE : PERINTIS
KAJIAN ALGAE DI INDONESIA. IA
MENCATAT SEBANYAK 555 JENIS ALGAE
DI INDONESIA. HEBARIUMNYA
SEBANYAK 50.000 SPESIMEN
DISUMBANGKAN KE RIJKS HERBARIUM,
LEIDEN.

24

PERIODE 1900 – 1939: PENELITIAN LAUT MULAI TERARAH DAN MELEMBAGA DI NUSANTARA

PERIODE 1900 – 1939:

PENELITIAN LAUT MULAI TERARAH DAN MELEMBAGA DI NUSANTARA

LABORATORIUM PENELITIAN LAUT YANG PERTAMA DI INDONESIA, 1905 ‘VISSCHERIJ LABORATORIUM” DIDIRIKAN DI PASAR IKAN,

LABORATORIUM PENELITIAN LAUT YANG PERTAMA DI INDONESIA, 1905

‘VISSCHERIJ LABORATORIUM” DIDIRIKAN DI PASAR IKAN, JAKARTA, 1905. CIKAL BAKAL PUSLIT OSEANOGRAFI LIPI SEKARANG
‘VISSCHERIJ LABORATORIUM”
DIDIRIKAN DI PASAR IKAN,
JAKARTA, 1905. CIKAL BAKAL
PUSLIT OSEANOGRAFI LIPI
SEKARANG
“ LABORATORIUM VOOR HET
ONDERZOEK DER ZEE”, 1922.
MERUPAKAN LABORATORIUM
PENELITIAN LAUT YANG
PERTAMA DI DAERAH TROPIS
KAPAL RISET PERTAMA DI NUSANTARA
KAPAL RISET PERTAMA DI NUSANTARA
“GIER” : KAPAL RISET PERTAMA DI NUSANTARA, DIBAWAH “VISSCHERIJ STATION TE BATAVIA”, 1905 KAPAL RISET
“GIER” : KAPAL RISET
PERTAMA DI NUSANTARA,
DIBAWAH “VISSCHERIJ
STATION TE BATAVIA”, 1905
KAPAL RISET “BRAK” , ~
1915, DARI “LABOTAORIUM
VOOR HET ONDERZOEK
DER ZEE”, BATAVIA
VENING-MEINESZ ”K II”
VENING-MEINESZ
”K II”

PENELITIAN GRAVITASI DGN KAPAL SELAM AL BELANDA (1923 – 1927)VENING-MEINESZ ”K II” MEINESZ BELT CONVECTION CURRENT ON THE EARTH FONDAMEN UTK TEORI TEKTONIKA LEMPENG

MEINESZ BELTGRAVITASI DGN KAPAL SELAM AL BELANDA (1923 – 1927) CONVECTION CURRENT ON THE EARTH FONDAMEN UTK

CONVECTION CURRENT ON THE EARTHII” PENELITIAN GRAVITASI DGN KAPAL SELAM AL BELANDA (1923 – 1927) MEINESZ BELT FONDAMEN UTK TEORI

FONDAMEN UTK TEORI TEKTONIKA LEMPENG”K II” PENELITIAN GRAVITASI DGN KAPAL SELAM AL BELANDA (1923 – 1927) MEINESZ BELT CONVECTION CURRENT

KAPAL SELAM AL BELANDA (1923 – 1927) MEINESZ BELT CONVECTION CURRENT ON THE EARTH FONDAMEN UTK
“WILLEBRORD SNELLIUS” EKSPEDISI SNELLIUS I 1929 - 1930 P.M. VAN RIEL
“WILLEBRORD SNELLIUS”
EKSPEDISI
SNELLIUS I
1929 - 1930
P.M. VAN RIEL

374 STASIUNEKSPEDISI SNELLIUS I 1929 - 1930 P.M. VAN RIEL TEKANAN PADA FISIKA, KIMIA, GEOLOGI, BIOLOGI PELETAKAN

TEKANAN PADA FISIKA, KIMIA, GEOLOGI, BIOLOGISNELLIUS I 1929 - 1930 P.M. VAN RIEL 374 STASIUN PELETAKAN DASAR YG KUAT UTK OSEANOGRAFI

PELETAKAN DASAR YG KUAT UTK OSEANOGRAFI INDONESIA & DUNIASNELLIUS” EKSPEDISI SNELLIUS I 1929 - 1930 P.M. VAN RIEL 374 STASIUN TEKANAN PADA FISIKA, KIMIA,

374 STASIUN TEKANAN PADA FISIKA, KIMIA, GEOLOGI, BIOLOGI PELETAKAN DASAR YG KUAT UTK OSEANOGRAFI INDONESIA &
H. C. DELSMAN (DIREKTUR LOZ, 1922-1933) MERINTIS PENELITIAN IKTIOPLANKTON DI INDONESIA (1921-1938). KARYA BESARNYA “
H. C. DELSMAN (DIREKTUR LOZ, 1922-1933) MERINTIS PENELITIAN IKTIOPLANKTON DI INDONESIA (1921-1938). KARYA BESARNYA “

H. C. DELSMAN (DIREKTUR

LOZ, 1922-1933) MERINTIS PENELITIAN IKTIOPLANKTON DI INDONESIA (1921-1938). KARYA BESARNYA FISH EGGS AND LARVAE OF THE JAVA SEAMENYEBABKAN IA DIPANDANG SEBAGAI “BAPAK” IKTIOPLANKTON DUNIA

PERIODE 1939-1950 PERIODE SEPI: HAMPIR TAK ADA PENELITIAN OSEANOGRAFI DI PERAIRAN NUSANTARA MULAI MENJELANG PERANG
PERIODE 1939-1950
PERIODE SEPI: HAMPIR TAK ADA
PENELITIAN OSEANOGRAFI DI
PERAIRAN NUSANTARA MULAI
MENJELANG PERANG DUNIA KE-2
HINGGA ZAMAN REVOLUSI FISIK
TAK ADA PENELITIAN OSEANOGRAFI DI PERAIRAN NUSANTARA MULAI MENJELANG PERANG DUNIA KE-2 HINGGA ZAMAN REVOLUSI FISIK

31

PERIODE 1950 – 1980: MULAI BANGKITNYA KEKUATAN NASIONAL DALAM PENELITIAN OSEANOGRAFI

PERIODE 1950 – 1980:

MULAI BANGKITNYA KEKUATAN NASIONAL DALAM PENELITIAN OSEANOGRAFI

PEMETAAN SEBARAN SALINITAS DI PERAIRAN NUSANTARA (1950- 1953) OLEH LEMBAGA PENELITIAN LAUT
PEMETAAN SEBARAN
SALINITAS DI
PERAIRAN
NUSANTARA (1950-
1953) OLEH LEMBAGA
PENELITIAN LAUT
NUSANTARA (1950- 1953) OLEH LEMBAGA PENELITIAN LAUT OSEANOGRAFER INDONESIA YANG PERTAMA KEIKUT-SERTAAN KAPAL-

OSEANOGRAFER INDONESIA YANG PERTAMA

KEIKUT-SERTAAN KAPAL- KAPAL MASKAPAI PELAYARAN, KAPAL-KAPAL DJAWATAN PELAYARAN, PELABUHAN, PENJAGA SUAR, UNTUK MENGAMBIL SAMPLE SALINITAS SECARA TERATUR SEPANJANG TAHUNLEMBAGA PENELITIAN LAUT OSEANOGRAFER INDONESIA YANG PERTAMA 147.000 SAMPLE (1950 -1954) PEMETAAN SEBARAN SALINTAS

147.000 SAMPLE (1950 -1954)PENJAGA SUAR, UNTUK MENGAMBIL SAMPLE SALINITAS SECARA TERATUR SEPANJANG TAHUN PEMETAAN SEBARAN SALINTAS MENURUT MUSIM

PEMETAAN SEBARAN SALINTAS MENURUT MUSIMPELABUHAN, PENJAGA SUAR, UNTUK MENGAMBIL SAMPLE SALINITAS SECARA TERATUR SEPANJANG TAHUN 147.000 SAMPLE (1950 -1954)

KLAUS WYRTKI (KEPALA LPL 1954-1957) MENERBITKAN “PHYSICAL OCEANOGRAPHY OF THE SOUTHEAST ASIAN WATERS” DALAM “NAGA
KLAUS WYRTKI (KEPALA LPL 1954-1957)
MENERBITKAN “PHYSICAL OCEANOGRAPHY
OF THE SOUTHEAST ASIAN WATERS” DALAM
“NAGA REPORT” (1961) YANG MERUPAKAN
SINTESIS SEMUA PENGETAHUAN PHYSICAL
OCEANOGRAPHY DI ASIA TENGGARA SAMPAI
AKHIR TAHUN 1950-AN
(1961) YANG MERUPAKAN SINTESIS SEMUA PENGETAHUAN PHYSICAL OCEANOGRAPHY DI ASIA TENGGARA SAMPAI AKHIR TAHUN 1950-AN
(1961) YANG MERUPAKAN SINTESIS SEMUA PENGETAHUAN PHYSICAL OCEANOGRAPHY DI ASIA TENGGARA SAMPAI AKHIR TAHUN 1950-AN
(1961) YANG MERUPAKAN SINTESIS SEMUA PENGETAHUAN PHYSICAL OCEANOGRAPHY DI ASIA TENGGARA SAMPAI AKHIR TAHUN 1950-AN
SAMUDERA (1952) PERAN KAPAL-KAPAL OSEANOGRAFI INDONESIA 1950-1980 “JALANIDHI” (1963) JALANIDHI (1963)
SAMUDERA (1952)
PERAN KAPAL-KAPAL
OSEANOGRAFI
INDONESIA 1950-1980
“JALANIDHI” (1963)
JALANIDHI (1963)

BURUJULASAD (1966)

PROGRAM NASIONAL PROGRAM INTERNASIONAL: IIOE (INTERNATIONAL INDIAN OCEAN EXPEDITION), CSK (COOPERATIVE STUDY OF KUROSHIO)

“JALANIDHI” EKSPEDISI BARUNA (9 MEI S/D 27 JULI 1964)
“JALANIDHI”
EKSPEDISI BARUNA (9 MEI
S/D 27 JULI 1964)

MERUPAKAN EKSPEDISI OSEANOGRAFI PERTAMA DENGAN KORDINASI NASIONAL. MELIBATKAN TIGA KAPAL: “RI JALANIDHI”, “KM DJADAJAT” DAN “RI TAMRAU”. KEGIATAN DI KAWASAN INDONESIA BAGIAN TIMUR

PRESIDEN SUKARNO: PELAKSANAAN EKSPEDISI BARUNA HARUS DIJIWAI DENGAN KEBANGGAAN NASIONAL
PRESIDEN SUKARNO:
PELAKSANAAN EKSPEDISI
BARUNA HARUS DIJIWAI
DENGAN KEBANGGAAN
NASIONAL
J.A. KATILI SEATAR (STUDIES ON SOUTHEAST ASIA TECTONIC AND RESOURCES), 1973 - 1988 MELIBATKAN LEBIH
J.A. KATILI
SEATAR (STUDIES ON SOUTHEAST ASIA
TECTONIC AND RESOURCES), 1973 - 1988
MELIBATKAN LEBIH 10 KAPAL RISET
GAMBARAN YG LEBIH JELAS TTG
KARAKTERISTIK TEKTONIK DAN STRUKTUR
GEOLOGI PERAIRAN NUSANTARA
MEMBUKA PELUANG PENAMBANGAN LEPAS
PANTAI
JELAS TTG KARAKTERISTIK TEKTONIK DAN STRUKTUR GEOLOGI PERAIRAN NUSANTARA MEMBUKA PELUANG PENAMBANGAN LEPAS PANTAI
JELAS TTG KARAKTERISTIK TEKTONIK DAN STRUKTUR GEOLOGI PERAIRAN NUSANTARA MEMBUKA PELUANG PENAMBANGAN LEPAS PANTAI
PERKEMBANGAN DAN PERCEPATAN OSEANOGRAFI > TAHUN 1980-AN

PERKEMBANGAN DAN PERCEPATAN OSEANOGRAFI

> TAHUN 1980-AN

PERKEMBANGAN DAN PERCEPATAN OSEANOGRAFI MODERN KAPAL OSEANOGRAFI DENGAN INSTRUMEN BERBASIS ELEKTRONIK / KOMPUTER GPS

PERKEMBANGAN DAN PERCEPATAN OSEANOGRAFI MODERN

KAPAL OSEANOGRAFI DENGAN INSTRUMENPERKEMBANGAN DAN PERCEPATAN OSEANOGRAFI MODERN BERBASIS ELEKTRONIK / KOMPUTER GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM) SINGLE BUOY

BERBASIS

ELEKTRONIK / KOMPUTER

GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM)OSEANOGRAFI DENGAN INSTRUMEN BERBASIS ELEKTRONIK / KOMPUTER SINGLE BUOY MOORING ARGO FLOAT/ SUBSURFACE DRIFTER

SINGLE BUOY MOORINGELEKTRONIK / KOMPUTER GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM) ARGO FLOAT/ SUBSURFACE DRIFTER SUBMERSIBLE & ROV

ARGO FLOAT/ SUBSURFACE DRIFTERELEKTRONIK / KOMPUTER GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM) SINGLE BUOY MOORING SUBMERSIBLE & ROV SATELLITE OCEANOGRAPHY

SUBMERSIBLE & ROV/ KOMPUTER GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM) SINGLE BUOY MOORING ARGO FLOAT/ SUBSURFACE DRIFTER SATELLITE OCEANOGRAPHY

SATELLITE OCEANOGRAPHY/ KOMPUTER GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM) SINGLE BUOY MOORING ARGO FLOAT/ SUBSURFACE DRIFTER SUBMERSIBLE & ROV

“TYRO” EKSPEDISI SNELLIUS II (1984 – 1985) EKSPEDISI OSEANOG. TERBESAR KERJASAMA IND.- BELANDA ,DGN KAPAL
“TYRO”
EKSPEDISI SNELLIUS II
(1984 – 1985)
EKSPEDISI OSEANOG. TERBESAR
KERJASAMA IND.- BELANDA ,DGN
KAPAL “TYRO” SBG KPL UTAMA
LIMA TEMA PENELITIAN:
1. PELAGIC ECOSYSTEM
SBG KPL UTAMA LIMA TEMA PENELITIAN: 1. PELAGIC ECOSYSTEM 2. VENTILATION OF DEEP-SEA BASINS 3. RIVER
2. VENTILATION OF DEEP-SEA BASINS 3. RIVER INPUT AND OCEAN SYSTEMS 4. GEOLOGY AND GEOPHYSICS
2. VENTILATION OF DEEP-SEA BASINS
3. RIVER INPUT AND OCEAN SYSTEMS
4. GEOLOGY AND GEOPHYSICS
5. CORAL REEFS

MELIBATKAN 450 ORANG PENELITI DAN TEKNISI, INDONESIA DAN BELANDA

OCEAN SYSTEMS 4. GEOLOGY AND GEOPHYSICS 5. CORAL REEFS MELIBATKAN 450 ORANG PENELITI DAN TEKNISI, INDONESIA
BARUNA JAYA 1 - IV BJ I (1989) BJ II (1990) BJ III (1990) BJ
BARUNA JAYA 1 - IV
BJ I (1989)
BJ II (1990)
BJ III (1990)
BJ IV (1995)
KAPAL-KAPAL
OSEANOGRAFI
GENERASI BARU
BARUNA JAYA VII (1998)
BARUNA JAYA VII (1998)
BARUNA JAYA VIII (1998)
BARUNA JAYA VIII (1998)

PENINGKATAN KEMAMPUAN DAN KERAGAMAN SURVEI DAN PENELITIAN LAUT

GEOMARIN (1990)
GEOMARIN (1990)
EKSPEDISI DENGAN KAPAL-KAPAL RISET INDONESIA 1960-1995 1960 – 1969 10 PELAYARAN 356 STASIUN 1970 –

EKSPEDISI DENGAN KAPAL-KAPAL RISET INDONESIA 1960-1995

1960

– 1969

10 PELAYARAN

356 STASIUN

1970

– 1979

29 PELAYARAN

1174 STASIUN

1980

– 1989

19 PELAYARAN

439 STASIUN

1990

– 1995

17 PELAYARAN

639 STASIUN

------------------------------------------------------

1960 – 1995

75 PELAYARAN

2608 STASIUN

------------------------------------------------------

Sumber: Ilahude (1995)

– 1995 75 PELAYARAN 2608 STASIUN ------------------------------------------------------ Sumber: Ilahude (1995)
STASIUN-STASIUN OSEANOGRAFI YANG DILAKUKAN INDONESIA YANG TERCATAT DALAM PUSAT DATA KELAUTAN PUSLIT OSEANOGRAFI – LIPI:

STASIUN-STASIUN OSEANOGRAFI YANG DILAKUKAN INDONESIA YANG TERCATAT DALAM PUSAT DATA KELAUTAN PUSLIT OSEANOGRAFI – LIPI:

PERIODE: 1970 – 2005, JUMLAH STASIUN: 3768, JUMLAH EKSPEDISI: 130.

“MARION DUFRESNE” KERJASAMA RISET OSEANOGRAFI DENGAN BERBAGAI NEGARA/ BADAN INTERNASIONAL
“MARION DUFRESNE”
KERJASAMA RISET
OSEANOGRAFI DENGAN
BERBAGAI NEGARA/
BADAN INTERNASIONAL
“HAKUHO MARU”
“HAKUHO MARU”
“SONNE”
“SONNE”
PLATFORM KERJA MAKIN BERAGAM
PLATFORM KERJA MAKIN BERAGAM
PLATFORM KERJA MAKIN BERAGAM KAPAL RISET “BARUNA JAYA VIII” DAN SUBMERSIBLE “JAGO” (1999) DARI MAX PLANCK

KAPAL RISET “BARUNA JAYA VIII” DAN SUBMERSIBLE “JAGO” (1999) DARI MAX PLANCK INST.

“SHINKAI 6500” “YOKOSUKA”
“SHINKAI 6500”
“YOKOSUKA”

SUBMERSIBLE (KAPAL SELAM) RISET BERAWAK “SHINKAI 65OO” DENGAN KAPAL PENDUKUNG “YOKOSUKA” (MILIK JAMSTEC :JAPAN MARINE SCIENCE AND TECHNOLOGY CENTRE) MENGADAKAN PENYELAMAN RISET DI PALUNG JAWA (JAVA TRENCH), SAMPAI LEBIH 2000 M, TAHUN 2002. PENGUMPULAN DATA DAN SAMPLE LAUT-DALAM, MENGIKUT SERTAKAN PENELITI INDONESIA

ROV (REMOTELY OPERATED VEHICLE) = ROBOT LAUT ROV JUGA BERHASIL DIGUNAKAN UNTUK MEREKAM KEHIDUPAN IKAN

ROV (REMOTELY OPERATED VEHICLE) = ROBOT LAUT

ROV (REMOTELY OPERATED VEHICLE) = ROBOT LAUT ROV JUGA BERHASIL DIGUNAKAN UNTUK MEREKAM KEHIDUPAN IKAN COELACANTH

ROV JUGA BERHASIL DIGUNAKAN UNTUK MEREKAM KEHIDUPAN IKAN COELACANTH DI GUA-GUA BAWAH LAUT, DI LAUT SULAWESI. AWAL JUNI 2006. AQUAMARINE FUKUSHIMA

ROV HYPER-DOLPHIN (DENGAN KAPAL SUPPORT “RV NATSUSHIMA”) DIGUNAKAN DALAM KAJIAN DASAR LAUT PASCA TSUNAMI DI BARAT ACEH

HYPER-DOLPHIN (DENGAN KAPAL SUPPORT “RV NATSUSHIMA”) DIGUNAKAN DALAM KAJIAN DASAR LAUT PASCA TSUNAMI DI BARAT ACEH
MOORING SUBMERGED Location of mooring BUOY RECORDING ISNTRUMENT ACOUSTIC LINK ANCHOR BOTTOM
MOORING
SUBMERGED
Location of mooring
BUOY
RECORDING
ISNTRUMENT
ACOUSTIC
LINK
ANCHOR
BOTTOM
BUOY RECORDING ISNTRUMENT ACOUSTIC LINK ANCHOR BOTTOM “ INTERNATIONAL NUSANTARA STRATIFICATION AND TRANSPORT ”

INTERNATIONAL NUSANTARA STRATIFICATION AND TRANSPORT” (INSTANT:) BERLANGSUNG TAHUN 2003 – 2007, DIIKUTI INDONESIA, AMERIKA SERIKAT, AUSTRALIA, PERANCIS DAN BELANDA, DENGAN MEMASANG 11 BUOY PEMANTAU OSEANOGRAFI DI SELAT MAKASSAR, SELAT LOMBOK, SELAT LIFAMATOLA, SELAT OMBAI DAN CELAH TIMOR, DALAM KAJIAN ARLINDO (ARUS LINTAS LINDONESIA)

ARGO FLOAT (SUBSURFACE DRIFTER)
ARGO FLOAT (SUBSURFACE DRIFTER)
MENGIRIM DATA TENGGELAM HINGGA KEDALAMAN TERTENTU NAIK KE PERMUKAAN HANYUT SAMBIL MENGUMPUL KAN DATA
MENGIRIM DATA
TENGGELAM HINGGA
KEDALAMAN
TERTENTU
NAIK KE
PERMUKAAN
HANYUT
SAMBIL
MENGUMPUL
KAN DATA
NAIK KE PERMUKAAN HANYUT SAMBIL MENGUMPUL KAN DATA INDONESIA IKUT AMBIL BAGIAN DALAM KEGIATAN ARGO FLOAT

INDONESIA IKUT AMBIL BAGIAN DALAM KEGIATAN ARGO FLOAT INTERNASIONAL (DALAM RANGKA GOOS/ GLOBAL OCEAN OBSERVING SYSTEM), YANG AKAN MENEBARKAN SEKITAR 3000 ARGO FLOAT DI SEANTERO LAUT DUNIA.

“SATELLITE OCEANOGAPHY” PERKEMBANGAN TEKNOLOGI SATELIT DAN APLIKASINYA DI BIDANG OSEANOGRAFI • PEMETAAN PESISIR
“SATELLITE
OCEANOGAPHY”
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
SATELIT DAN APLIKASINYA DI
BIDANG OSEANOGRAFI
• PEMETAAN PESISIR
DAN APLIKASINYA DI BIDANG OSEANOGRAFI • PEMETAAN PESISIR • OCEAN COLOR • CZCS (COASTAL ZONE COLOR

• OCEAN COLOR

CZCS (COASTAL ZONE

COLOR SCANNER), 1979-

1986

SEAWIFS (SEA-VIEWING WIDE FIELD-OF-VIEW SENSOR), 1997-2002

MODIS ( MODERATE-

RESOLUTION IMAGING SPECTRORADIOMETER) 2002 +

• ALTIMETRY (TOPGRAFI MUKA LAUT): TOPEX/POSEIDON

CITRA DARI SATELIT MODIS, 2003 51
CITRA DARI SATELIT MODIS, 2003 51

CITRA

DARI

SATELIT

MODIS,

2003

51

SATELIT TOPEX/POSEIDON KAJIAN ALTIMETRI (TINGGI MUKA LAUT): PASANG-SURUT ARUS ARLINDO EL NINO SEA-LEVEL RISE
SATELIT TOPEX/POSEIDON
KAJIAN ALTIMETRI (TINGGI MUKA LAUT):
PASANG-SURUT
ARUS
ARLINDO
EL NINO
SEA-LEVEL RISE
SATELIT TOPEX/POSEIDON KAJIAN ALTIMETRI (TINGGI MUKA LAUT): PASANG-SURUT ARUS ARLINDO EL NINO SEA-LEVEL RISE 52

52

SATELIT TOPEX/POSEIDON KAJIAN ALTIMETRI (TINGGI MUKA LAUT): PASANG-SURUT ARUS ARLINDO EL NINO SEA-LEVEL RISE 52
PENELITIAN GEOLOGI LAUT MORFOLOGI DAN SEDIMEN DASAR LAUT HYDROTHERMAL VENT
PENELITIAN GEOLOGI LAUT
MORFOLOGI DAN SEDIMEN
DASAR LAUT
HYDROTHERMAL VENT
LAUT MORFOLOGI DAN SEDIMEN DASAR LAUT HYDROTHERMAL VENT TEMUAN GUNUNG API BAWAH LAUT DI LAUT BANDA
LAUT MORFOLOGI DAN SEDIMEN DASAR LAUT HYDROTHERMAL VENT TEMUAN GUNUNG API BAWAH LAUT DI LAUT BANDA

TEMUAN GUNUNG API BAWAH LAUT DI LAUT BANDA BAGIAN SELATAN, “BARUNA KOMBA” DENGAN PUNCAK 183 M DIBAWAH MUKA LAUT

TSUNAMI EARLY WARNNG SYSTEM
TSUNAMI EARLY WARNNG SYSTEM
MENYONGSONG MASA DEPAN

MENYONGSONG MASA DEPAN

KELEMBAGAAN: PENGUATAN LEMBAGA RISET KELAUTAN SDM YANG TANGGUH ORGANISASI PROFESI PANITIA NASIONAL PENELITIAN LAUT PUSAT

KELEMBAGAAN:

PENGUATAN LEMBAGA RISET KELAUTANKELEMBAGAAN: SDM YANG TANGGUH ORGANISASI PROFESI PANITIA NASIONAL PENELITIAN LAUT PUSAT DATA OSEANOGRAFI NASIONAL (NODC)

SDM YANG TANGGUHKELEMBAGAAN: PENGUATAN LEMBAGA RISET KELAUTAN ORGANISASI PROFESI PANITIA NASIONAL PENELITIAN LAUT PUSAT DATA OSEANOGRAFI

ORGANISASI PROFESIPENGUATAN LEMBAGA RISET KELAUTAN SDM YANG TANGGUH PANITIA NASIONAL PENELITIAN LAUT PUSAT DATA OSEANOGRAFI

PANITIA NASIONAL PENELITIAN LAUTKELEMBAGAAN: PENGUATAN LEMBAGA RISET KELAUTAN SDM YANG TANGGUH ORGANISASI PROFESI PUSAT DATA OSEANOGRAFI NASIONAL (NODC)

PUSAT DATA OSEANOGRAFI NASIONAL (NODC)KELEMBAGAAN: PENGUATAN LEMBAGA RISET KELAUTAN SDM YANG TANGGUH ORGANISASI PROFESI PANITIA NASIONAL PENELITIAN LAUT

SUBSTANSI PENELITIAN BIOLOGI CORAL TRIANGLE MARINE PRODUCTS ACTIVE SUBSTANCES ENERGI DINAMIKA PESISIR GLOBAL WARMING

SUBSTANSI PENELITIAN

BIOLOGI CORAL TRIANGLE CORAL TRIANGLE

MARINE PRODUCTS ACTIVE SUBSTANCES ACTIVE SUBSTANCES

ENERGICORAL TRIANGLE MARINE PRODUCTS ACTIVE SUBSTANCES DINAMIKA PESISIR GLOBAL WARMING TRANSPOR MASSA AIR TSUNAMI

DINAMIKA PESISIRCORAL TRIANGLE MARINE PRODUCTS ACTIVE SUBSTANCES ENERGI GLOBAL WARMING TRANSPOR MASSA AIR TSUNAMI EARLY WARANING

GLOBAL WARMINGMARINE PRODUCTS ACTIVE SUBSTANCES ENERGI DINAMIKA PESISIR TRANSPOR MASSA AIR TSUNAMI EARLY WARANING SYSTEM SUBMARINE

TRANSPOR MASSA AIRACTIVE SUBSTANCES ENERGI DINAMIKA PESISIR GLOBAL WARMING TSUNAMI EARLY WARANING SYSTEM SUBMARINE VOLCANOES &

TSUNAMI EARLY WARANING SYSTEMACTIVE SUBSTANCES ENERGI DINAMIKA PESISIR GLOBAL WARMING TRANSPOR MASSA AIR SUBMARINE VOLCANOES & HYDROTHERMAL VENTS

SUBMARINE VOLCANOES & HYDROTHERMAL VENTSPRODUCTS ACTIVE SUBSTANCES ENERGI DINAMIKA PESISIR GLOBAL WARMING TRANSPOR MASSA AIR TSUNAMI EARLY WARANING SYSTEM

TERIMA KASIH
TERIMA KASIH

TERIMA

KASIH