Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

ISOLASI SOSIAL

A. MASALAH UTAMA
Gangguan proses pikir : Isolasi Sosial
B. PROSES TERJADI MASALAH
1. Pengertian
Isolasi sosial adalah Keadaan dimana seorang individu mengalami
penurunan atau bahkan sama sekali tdk mampu berinteraksi dg orang lain
di sekitarnya (Damaiyanti, 2008).
Perilaku menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari
interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain
(Rawlins, 1993).
Kesepian yang dialami oleh individu dan dirasakan saat didorong
oleh keberadaan orang lain dan sbg pernyataan negatif atau mengancam
(NANDA-I, 2012).
2. Rentang respon :
Respon Adaptif

Respon Maladaptif

Menyendiri
Manipulasi

Merasa Sendiri (Loneliness)

Otonomi

Menarik Diri

Implusif

Bekerjasama

Saling tergantung

3. Tanda dan Gejala


Gejala Subyektif :
a. Klien menceritakan perasaan kesepian/ditolak oleh orang lain.
b. Tidak aman bersama orang lain.
c. Respon verbal kurang dan sangat singkat.
d. Merasa bosan dan lambat menghabiskan waktu.
e. Tak mampu berkonsentrasi dan membuat keputusan.
f. Merasa tak berguna.

Gejala Obyektif :
a) Klien banyak diam, tak mau bicara.
b) Tak mengikuti kegiatan.
c) Banyak berdiam diri di kamar.
d) Menyendiri.
e) Tampak sedih, ekspresi datar, tumpul.
f) Kontak mata kurang.
g) Kurang spontan.
h) Apatis (acuh tak acuh).
i) Ekspresi wajah kurang berseri
j) Tidak merawat diri
k) Mengisolasi diri.
l) Tidak atau kurang sadar terhadap lingkungan.
m) Intake makan minum terganggu.
n) Retensi urine & feces.
o) Aktifitas menurun.
p) Kurang energi/tenaga.
q) Rendah diri.
r) Postur tubuh berubah (sikap fetus/janin) saat tidur.
4. Penyebab
Perkembangan : sentuhan, perhatian, kehangatan dari keluarga yang
mengakibatkan individu menyendiri, kemampuan berhubungan
dengan orang lain tidak adekuat yang berlaku dengan menarik diri.
Komunikasi dalam keluarga : klien sering mengalami kecemasan
berhubungan dengan aggota keluarga, sering menjadi kambing
hitam, sikap keluarga tidak konsisten ( kadang boleh kadang tidak),
situasi ini membuat klien enggan berkomunikasi dengan orang lain.
Sosial budaya : dikota besar masing-masing individu sibuk
memperjuangkan hidup sehingga tidak ada waktu bersosialisasi,
situasi ini mendukung perilaku menarik diri.
Risiko gangguan persepsi sensori
5. Akibat
halusinasi
Risiko terjadi gangguan sensori
persepsi : halusinasi
C. POHON MASALAH

Effect

Isolasi Sosial
Core Problem

Harga diri rendah kronik


Causa

D. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN


Masalah Dan Data Yang Perlu Dikaji
No
1

Masalah
keperawatan
Masalah utama
isolasi sosial

Data Subyektif
: Klien
"saya

Data Obyektif

mengatakan Apatis/ ekspresi sedih afek


lebih

suka tumpul,

sendiri, saya merasa berdiam


tidak aman

menyendiri,
diri

dikamar,

banyak diam kontak mata


kurang

(menunduk),

menolak b.d orang lain,


perawatan

diri

kurang

posisi menekur
2

Mk

gangguan Klien mengatakan Klien tampak lebih suka

konsep diri harga diri Saya

tidak

bisa, menyendiri, bingung bila

rendah

tidak

mampu, disuruh memilih alternative

bodoh/ tidak tahu tindakan, ingin menciderai


apa-apa, mengkritik diri
diri

sendiri,

mengungkapkan
persaan

malu

terhadap diri sendiri.


3

Mk : resiko gangguan

- Hidup dalam dunianya

persepsi

sendiri
- Bicara sendiri dan isi

sensori

halusinasi

bicara

tidak

bisa

dimengerti orang lain

1. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Isolasi social.
2. HDR kronis.
3. Perubahan persepsi sensori : Halusinasi.
E. Rencana Tindakan Keperawatan Klien Isolasi Sosial
Fokus Intervensi
Diagnosa keperawatan : Isolasi sosial ( menarik diri )
Tujuan Umum
Klien dapat berinteraksi dengan orang lain.
Tujuan Khusus Dan Intervensi
1) TUK I : Klien dapat membina hubungan saling percaya
Kriteria evaluasi :
a) Ekspresi wajah bersahabat.
b) Menunjukkan rasa senang.
c) Ada kontak mata.
d) Mau berjabat tangan.
e) Menyebutkan nama dan menjawab salam.
Intervensi:
Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip
komunikasi terapeutik :
a) Beri salam
b) Sapa klien dg ramah baik verbal maupun non verbal.
c) Perkenalkan diri dengan sopan.

d) Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang


e)
f)
g)
h)

disukai klien
Jelaskan tujuan pertemuan
Jujur dan menepati janji
Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya
Beri perhatian pada klien dan perhatikan kebutuhan dasar
klien

Rasional :
Hubungan saling percaya merupakan dasar untuk kelancaran
hubungan interaksi selanjutnya.
2) TUK II : Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri.
Kriteria evaluasi :
Klien mampu menyebutkan penyebab menarik diri.
Intervensi :
Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan
tanda-tandanya
Beri kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaan
penyebab dia menarik diri
Diskusikan dengan klien tentang perilaku menarik diri
Beri pujian terhadap kemampuan klien dalam
mengungkapkan perasaannya
Rasional:
Diketahui penyebab akan dapat dihubungkan dengan factor
resipitasi yang dialam klien.
3) TUK III : Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan
dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang
lain.
Kriteria evaluasi:
- Klien mampu menyebutkan keuntungan berhubungan
-

dengan orang lain


Klien mampu menyebutkan kerugian tidak berhubungan

dengan orang lain.


Intervensi:
a) Klien mampu menyebutkan keuntungan berhubungan dengan
orang lain:
Kaji pengetahuan klien tentang manfaat berhubungan
dengan orang lain

Beri kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaannya


tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain
Diskusikan dengan klien tentang manfaat berhubungan
dengan orang lain
Beri Reiforcement positif terhadap kemampuan pasien
untuk mengungkapkan perasaan tentang keuntungan
berhubungan dengan orang lain
Rasional :
Klien harus dicoba untuk berinteraksi secara bertahap agar
terbiasa membina hubungan yang sehat dengan orang lain.
b) Klien dapat menyebutkan kerugian tidak berhubungan
dengan orang lain:
Klien dapat menyebutkan kerugian tidak berhubungan
dengan orang lain
Kaji pengetahuan klien tentang kerugian tidak
berhubungan dengan orang lain
Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan
perasaan tentang kerugian tidak berhubungan orang lain
Diskusikan dengan klien tentang kerugian tidak
berhubungan dengan orang lain
Beri reinforcement positif terhadap kemampuan
pengungkapan perasaan tentang kerugian tidak
berhubungan dengan orang lain
Rasional :
Mengevaluasi manfaat yang dirasakan klien sehingga timbul
motivasi untuk berinteraksi
4) TUK IV : Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara
bertahap
Kriteria evaluasi:
Klien dapat mendemonstrasikan hubungan sosial secara
bertahap, antara : Klien Perawat
Klien Perawat - Klien
K lien Perawat - Perawat lain
Klien Perawat - Kel/Klp/Masy
Intervensi:
a) Kaji kemampuan klien membina hubungan dengan orang lain
b) Dorong dan bantu klien untuk berhubungan dengan orang
lain melalui tahap :

Klien Perawat
Klien Perawat - Perawat lain
K lien Perawat - Perawat lain- Klien lain
Klien Perawat - Kel/Klp/Masy
c) Beri reinforcement terhadap keberhasilan yang telah dicapai
Rasional :
Dengan melaksanakan hubungan sosial secara bertahap
dengan orang lain dapat meningkatkan rasa percaya diri
dalam berinteraksi
5)TUK V : Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah
berhubungan dengan orang lain.
Kriteria evaluasi:
Klien
mampu
mengungkapkan

perasaannya

setelah

berhubungan dengan orang lain (diri sendiri dan orang lain).


Intervensi:
a) Dorong klien untuk mengungkapkan perasannya bila
berhubungan dengan orang lain
b) Diskusikan dengan klien tentang manfaat berhubungan
dengan orang lain
c) Beri reinforcement

positif

atas

kemampuan

klien

mengungkapkan manfaat berhubungan dengan orang lain


Rasional:
Berinteraksi dengan orang lain dapat mendukung proses
perubahan perilaku klien
6) TUK VI : Klien dapat memberdayakan sistem pendukung dan
keluarga mampu mengembangkan kemampuan klien untuk
berhubungan dengan orang lain
Kriteria evaluasi:
Keluarga dapat: menjelaskan perasaannya, menjelaskan cara
merawat klien menarik diri, mendemonstrasikan cara merawat
klien menarik diri, berpartisipasi dalam perwatan klien menarik
diri
Intervensi:

a) BHSP
b) Diskusikan dengan anggota keluarga tentang :
Perilaku menarik diri
Penyebab ISOS
Akibat yang terjadi jika Perilaku menarik diri tidak
ditanggapi
Cara keluarga menghadapi klien yang menarik diri
c) Dorong anggota keluarga untuk memberikan dukungan
kepada klien untuk berkomunikasi dengan orang lain
d) Anjurkan anggota keluarga secara rutin dan bergantian
menjenguk klien minimal 1 minggu sekali
e) Beri Reinforcement atas hal-hal yang telah dicapai oleh
keluarga
Rasional:
Keterlibatan keluarga sangat mendukung terhadap proses
perubahan perilaku klien

DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L.J (1998). Buku Saku Diagnosa Keperawatan (terjemahan). Edisi 8.
Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Depkes RI, (1989). Petunjuk Tehnik Asuhan Keperawatan Pasien Gangguan
Skizofrenia, Direktorat Kesehatan Jiwa, Jakarta.
Keliat, B.A, (1994). Seri Keperawatan Gangguan Konsep Diri, Cetakan II,
Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Stuart, G.W & Sundeen, S.J, (1998). Buku Saku Keperawatan Jiwa (terjemahan).
Edisi 3, EGC, Jakarta.
Town, M.C, (1998). Buku Saku Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan
Psikiatri (terjemahan). Edisi 3, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.