Anda di halaman 1dari 119

SELAMAT

DATANG!

LINGKUNGAN
PENGENDAPAN
Asisten Acara:
Ivan Kristiawan
Yan Bachtiar Muslih
Dewi Mindasari
LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI, STRATIGRAFI, DAN GEOLOGI MINYAK BUMI
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
NOVEMBER 2014

PRE TEST

Acara Batuan Sedimen


7 Oktober 2013

SIAPKAN KERTAS
1 LEMBAR
Acara Batuan Sedimen
7 Oktober 2013

1.Nama NIM lengkap


2. Apa itu lingkungan pengendapan
3. Dan Jelaskan Gambar yang telah anda buat
sebagai tugas pra praktikum
4. Tugas yang anda buat, dikerjakan sendiri apa
nyontek punya teman (copas)? (Anda adalah
calon Geologist yang berani jujur)

Acara Batuan Sedimen


7 Oktober 2013

OUTLINE
Pendahuluan

Isi
Exercise
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

PENDAHULUAN

Maksud:
Mengetahui
proses
sedimentasi
pada
masing-masing lingkungan pengendapan
Mengetahui karakteristik endapan masingmasing lingkungan pengendapan

Tujuan:
Mampu membedakan karakteristik endapan
masing-masing lingkungan pengendapan
Mampu
menentukan
lingkungan
pengendapan berdasarkan data stratigrafi
suatu daerah

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

ISI
Sedimentary Cycle
Sedimentary Geology

Bedding Type
Depositional Environment

FLASH BACK!!!
Facies

Lingpeng Darat-Transisi-Laut

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

SEDIMENTARY CYCLE
(SELLEY, 2000)
Sedimentasi

Diagenesis

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

SEDIMENTARY GEOLOGY
Sediment:
Sedimentary rock:

Sedimentology:
Strata:
Stratigraphy:
Basin:

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

SEDIMENTARY GEOLOGY

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

SEDIMENTARY GEOLOGY

Sediment
unconsolidated* material that is
produced on earths surface by
the disaggregation of preexisting rocks
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

SEDIMENTARY GEOLOGY

Stratum or
bed
Strata

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

SEDIMENTARY GEOLOGY

Succession
or
stratigraphy
or
strata
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

SEDIMENTARY GEOLOGY

Students doing
stratigraphy

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

BEDDING TYPE

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

ISI
Sedimentary Cycle

WELCOME!

Sedimentary Geology

Bedding Type
Depositional Environment
Facies

Lingpeng Darat-Transisi-Laut

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

DEPOSITIONAL ENVIRONMENT
Lingkungan pengendapan adalah bagian dari permukaan
bumi dimana proses fisik, kimia dan biologi berbeda
dengan daerah yang berbatasan dengannya (Selley,
1988). Sedangkan menurut Boggs (1995) lingkungan
pengendapan adalah karakteristik dari suatu tatanan
geomorfik dimana proses fisik, kimia dan biologi
berlangsung yang menghasilkan suatu jenis endapan
sedimen tertentu. Nichols (1999) menambahkan yang
dimaksud dengan proses tersebut adalah proses yang
berlangsung selama proses pembentukan, transportasi
dan pengendapan sedimen.
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

FACIES
A sedimentary facies is a mass of
sedimentary rocks which can be
defined and distinguished from others
by geometry, lithology, sedimentary
sructures, paleocurrent pattern, and
fossils
(Selley, 1985)
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

FACIES
Facies: the total textural, compositional
and structural characteristics of a
sedimentary deposit resulting from
accumulation and modification in a
particular setting.

grain size, sorting, rounding

lithology

sedimentary structures

bedding type

fossil assemblages

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

(Kendall, 2005)

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Source: Applied Sedimentology 2nd Edition page 186, author Richard S Selley

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

LINGPENG. DARAT

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

A. FLUVIAL

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Geomorphological Zones

The geomorphological zones in alluvial and fluvial systems: in general


braided rivers tend to occur in more proximal areas and meandering rivers
occur further downstream. (Nichols, 2009)
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

River Channel Pattern


(Reineck & Singh, 1975)
Bagian yang dalam
(pools)
Bagian dangkal (riffles)
Kelokan (sinous)

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Braided Channel (Selley, 2000)


Sungai teranyam merupakan sungai yang terbentuk
hasil dari akumulasi aliran yang dialirkan. Sungai
teranyam secara
morfologi cross
memiliki
geometri
Berkembang
bedding
dengan skala
sungai yangbesar.
berbentuk
sepertilaminasi
menganyam
jika pada
Sedangkan
berkembang
dilihat
dari atas
abandoned
channel dengan skala kecil.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Meandering Channel
(Selley, 2000)

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Main Morphological Features

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

a. Point Bar Deposit


Sequence of Point Bar Deposit
(Reineck & Singh, 1975)

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

a. Point Bar Deposit

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

a. Point Bar Deposit


Trough cross-bedding

Constitution and grain size evolution


inside the troughs

Fining upwards
32

- Irfan Cibaj, October 2010, Balikpapan

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

a. Point Bar Deposit


Trough cross-bedding

Coal clasts in cross bedding


Fining upwards

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Constitution and grain size evolution


inside the troughs

b. Levee
Sequence of LEEVE Deposit
(Reineck & Singh, 1975)
Levee merupakan tanggul alam
yang biasa terbentuk pada pinggiran
meander sungai, endapannya terjadi
ketika permukaan air melebihi dari
batas tanggul alam tersebut.
Endapan pertama = sedimen yang
lebih kasar dengan struktur sedimen
yang
cenderung
cross
bedding
sebagai akumulasi dari rezim aliran
tinggi. Ciri endapan finning upward.
Semakin lama rezim aliran semakin
rendah yang ditandai dengan mulai
diendapkannya mud dengan struktur
sedimen laminasi.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

b. Levee

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

c. Flood Basin

Sequence of flood basin deposit


(Reineck & Singh, 1975) dengan modifikasi
Flood basin merupakan daerah
rendahan tempat terakumulasinya
sedimen halus ketika terjadinya
banjir.

Secara gradasi perubahan endapan


sedimen ke arah luar dari bank
semakin halus, sehingga flood
basin cenderung mengendapkan
sedimen halus seperti pasir halus,
lanau, dan lempung.

Ciri endapan finning upward.

Flood
basin
deposit
dapat
terbentuk burrow atau aktivitas
makhluk hidup lainnya seperti
tanaman air bahkan tanaman rawa
yang dapat membentuk swamp
dan marsh.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

c. Flood Basin
Coal bed

Fluvial parasequence

Flood plain deposits

Fluvial channel filled with coarse-grained sands

Publication of Mr Irfan from IPAs Proceeding

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Sharp base

D. Oxbow Lake

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

D. Oxbow Lake

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Outcrop of Fluvial Deposit

Publication of Mr Irfan from IPAs Proceeding

Fluvial deposits observed in the Stadion Utama section. Stratigraphic


section as measured in the outcrop.
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Stratigraphic Section

Publication of Mr Irfan from IPAs Proceeding

Fluvial deposits observed in the Stadion Utama section. Stratigraphic


Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi
section as measured in the outcrop.

Outcrop of Fluvial Deposit

Fining up
grain size

Sharp basal
surface of the channel

Coal bed

Conglomerate
channel
deposits

Erosional
surface

Natural size Gamma ray profile of a channel showing


a sharp base and massive to finning up vertical grain size evolution.
Average thickness 15 m.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Conclusion
grain size, sorting, rounding - lithology - sedimentary
structures - bedding type - fossil assemblages

Fining upward, presence of plant


fossil, absence of marine fossil,
unidirectional pleocurrent,
scoured channel
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

B. LACUSTRINE

B. LACUSTRINE

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

1. Cikal bakalnya dari pegunungan.


2. Danau yang terletak di dataran rendah+iklim yang hangat.
Material yang dibawa oleh sungai dalam jumlah yang sedikit.
Endapan karbonat terbentuk pada daerah yang jauh dari mulut
sungai
3. Danau dengan endapan sapropelite (lempung kaya akan
organik) pada bagian dalam yang dikelilingi oleh karbonat di
daerah dangkal. Endapan pantai berupa ganggang dan
molluska.
4. Kearah dalam menjadi sapropelite
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Danau playa berupa fan alluvial yang kearah luar


berubah menjadi pasir dan lempung (Danau Qa Saleb
dan Qa Disi di Jordania)
Karena adanya pengaruh evaporasi, danau
ephemeral dapat membentuk endapan evaporit pada
lingkungan sabkha. (Danau Soda di Amerika Utara dan
di Gurun Sahara dan Arab)

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Conclusion

grain size, sorting, rounding - lithology - sedimentary


structures - bedding type - fossil assemblages

Endapan lacustrine cenderung


memiliki tipe coarsening upward
karena model pengendapan yang
berupa progradasi.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

B. LACUSTRINE

C. EOLIAN

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Outcrop of Eolian Deposit

Modern Little Sahara Desert, Utah.

Ancient deposits Zion National Park, Utah

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Conclusion
grain size, sorting, rounding - lithology - sedimentary
structures - bedding type - fossil assemblages

Strutkur sedimen yang terbentuk


merupakan laminasi sampai cross bedding
dalam skala besar.
Hadirnya cross bedding dalam skala besar
ini dikarenakan adanya agen angin yang
menggantikan air dalam fungsinya sebagai
mediator pembawa material sedimen
dalam rezim aliran atas.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

LINGPENG. TRANSISI

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Oke Guys., Sekarang kita mulai menelusuri pantai


dan sekelilingnya

Transisi

Lets gooo.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Ada apa sajakah di daerah ini?

Lagoon System
Estuarine System
Barrier Island
Tidal flat
Delta

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

A. LAGOON

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

LAGOON
Lagoon

merupakan daerah dengan kondisi perairan


tenang baik berupa rawa ataupun air payau yang
berada di belakang barrier reef atau barrier sand
dengan tidak ada atau sedikit yang berhubungan
dengan laut bebas.

Lagoonal System

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Skema rekonstruksi lingkungan lagun dan sekitarnya


(Einsele, 1992)
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Conclusion
Perairan

yang tenang ini cenderung mengendapkan


sedimen berukuran mud dan fine sand dengan bentukan
laminasi.
Perairan yang tenang menjadi tempat yang ideal untuk
sedikit organisme, sehingga beberapa tempat dijumpai
sedikit bioturbasi.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

B. ESTUARIN

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

ESTUARIN
Estuarine

merupakan tubuh pesisir pantai yang semi


tertutup dengan satu atau lebih sungai mengalir di
dalamnya dan langsung berhubungan dengan laut
terbuka.

Estuarine System

The estuary of the River Nith, Scotland


Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Secara fisiografi ada 7 tipe estuarine

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Estuarin

diklasifikasikan
menjadi tiga daerah yaitu :
Marine

atau lower estuarin


Middle estuarin
Fluvial atau upper estuarin

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Wave-dominated estuary

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Tide-Dominated Estuary

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Model for tide-dominated, transgresive estuarine sand complex in


Lower
Cretaceous Woburn Sands of southrrn England
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi
Oohnson and Levell, 1995).

Conclusion

Pola

sedimen yang membentuk estuarine


bergantung pada proses mana yang relatif
dominan.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Pada estuarine dengan pengaruh sungai lebih besar dibanding


pengaruh pasang-surut, didominasi oleh akumulasi lempung dan
sedikit pasir serta beberapa pecahan biogenic seperti cangkang
mollusca, bagian pohon, dan pellet.
Pada estuarine dengan pengaruh sungai dan pasang-surut yang
sama besar atau pengaruh pasang-surutnya lebih besar,
dikarakteristikkan oleh deposisi pasir pada jalur pasang-surut dan
point bar, tetapi sedimen lempung kemungkinan terakumulasi
pada shallow bay dan tidal marsh.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

C. BARIER ISLAND

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Barrier Island
Barrier island merupakan suatu bentuk endapan linear pasir

yang berada sejajar dengan coast dan membagi daerah


pantai, lagoon, dan laut terbuka.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Barrier Island

Gambar . Barrier Island


Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Conclusion

coarsening upward karena danya progradasi yang mengarah ke lautan.


Pada daerah yang mengarah ke daratan, merupakan suatu fluvial
coastal plain yang cenderung mengendapkan pasir, lanau, lempung, dan
gambut.
Pada daerah yang mengarah ke lautan secara umum membentuk suatu
salt marsh deposit sampai ke tidal flat, dan lagoon.
Pada daearah tersebut cenderung menghasilkan laminasi, cross
lamination, dan flaser bedding.
Pada daerah ini juga dimungkinkan terdapat bioturbasi.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

D. TIDAL FLAT

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Tidal Flat System


Tidal flat merupakan suatu sistem dataran yang terbentuk

akibat adanya pasang surut air laut dan ketika tidak ada
aktifitas gelombang besar.
1. Zona subtidal
2. Zona intertidal
3. Zona supratidal

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Perbedaan

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Conclusion

Pada zona supratidal, energi yang dihasilkan cenderung kecil, sehingga material
yang diendapkan cenderung berbentuk suspensi yang akan menjadi endapan mud.
Sedangkan pada zona intertidal, energi yang dihasilkan cenderung sedang, hal ini
menyebabkan adanya variasi endapan yang terbentuk. Zona intertidal dibagi
menjadi 3:
- Sand dominated; wavy lamination (sand dominated), flaser
- Mix
- Mud dominated; wavy lamination (mud dominated), lenticular
Pada zona subtidal, energi yang dihasilkan cenderung besar, sehingga akan
mengendapkan sedimen pasir dalam jumlah besar dalam bentuk cross
stratification.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Relax for a while

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

E. DELTA

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

DELTA
Morphology and Environment of
Delta
3 Types of Delta (Which One
Dominated)
Ancient Deltas Outcrop

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Morphology and Environment of Delta


What is a Delta?

Delta is the fourth letter of the Greek alphabet

Syarat terbentuknya delta :

1. Ada pembawa
material sedimen
(fluvial).

2. Ada suatu masa air


dalam jumlah besar.

3. Sedimen yang
terbentuk / terakumulasi
lebih besar dari prosesproses air laut yang
terjadi.

A delta is a protuberance in a receiving basin,


lake or a sea, at the mouth of a river
A delta is a huge dust bin where all the waste of the organic life as well as
the products of chemical and physical erosion in the continent are thrown
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Morphology and Environment of Delta


Delta front offlap

Shelf break

Slope 1000 - 2000 m

Delta plain

Delta front

shelf

Prodelta

x10 to >100m

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Morphology and Environment of Delta

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Delta
Morphology and Environment of
Delta
3 Types of Delta (Which One
Dominated)
Ancient Deltas Outcrop

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

3 Tipe Delta

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Fluvial Dominated Delta


This is a Delta
This is a Delta

Fluvial dominated : Lena river delta


This is a Delta

90
- Irfan
October
2010,
Balikpapan
Laboratorium
Sedimentologi, Stratigrafi
dan Cibaj,
Geologi
Minyak
Bumi

Wave Dominated Delta


Southeast Adriatic coast, Albania

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Tide Dominated Delta


This is a Delta
This is a Delta

This is a Delta

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

DELTA
Morphology and Environment of
Delta
3 Types of Delta (Which One
Dominated)
Ancient Deltas Outcrop

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Detailed

log description and outcrop photograph of progradingretrograding deltaic parasequences in the Sungai Kunjang section.

Publication of Mr Irfan from IPAs Proceeding


Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Outcrop photograph and stacking pattern interpretation of


prograding deltaic parasequences in the Stadion Utama section

Publication of Mr Irfan from IPAs Proceeding

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

What does the delta do?


EMERSION
SURFACE

DELTA PLAIN

V
DELTA FRONT

20-70 m

PRODELTA

PROGRADATION SURFACE

The delta progrades

CROSS SECTION OF A COMPLETE DELTAIC CYCLE


(from Allen & Mercier 1988)
GR

CNL

DENS

FACIES

BATHYMETRY
PRODELTA
SHALE

PS

TRANSGRESSIVE
SHALE & CARBONATE

FS
ES

DISTRIB
CHANNEL
MOUTH
BAR

0
REGRESSIVE

D E LTA I C C Y C L E

Equivalent stratigraphic terms:


- Individual deltaic cycle
- Parasequence

PRODELTA
SHALE

10
20
30 m

PS

PS - Prograding surface
FS - Flooding surface
ES - Emersion surface

COMPLETE DELTAIC CYCLE


From Allen & Mercier 1988

- The sediment supply is overwhelmingly high for the available accommodation.


- The sediment supply is forced in the space between the sea bottom and the water surface.
- The water depth will determine the thickness of the individual deltaic cycle.
Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Lets

Prepare YOUR SELFT !


gooo. Use your.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

LINGKUNGAN PENGENDAPAN LAUT


A. Continental Shelf
- Reef

B. Continental Slope

C. Continental Rise
- Sub marine fan
D. Oceanic Basin / Abyssal Plain

Gambar 15 Lingkungan Pengendapan Laut

A. CONTINENTAL
SHELF

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Continental Shelf

Continental shelf merupakan lingkungan terbuka terhadap pengaruh gelombang


maupun pasang surut serta memiliki permukaan yang relatif datar (slope < 10),
dangkal (kurang dari 200m).
Karakter sedimen pada continental shelf dipengaruhi oleh:
1. Aktivitas gelombang (inner, middle, and outer shelf)
2. Input aliran sungai
3. Glasiasi
4. Volkanisme
5. Organisme terumbu
6. Evaporasi
Karakter yang paling mendominasi adalah organisme terumbu yang hampir
menjadi bahan utama pada setiap endapan continental shelf.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Conclusion

Penciri endapan pada daerah continental shelf ini adalah strutkur sedimen

hummocky.
Hummocky terbentuk pada rezim aliran tinggi saat badai yang mengacak-acak dan
mengendapakan sedimen pasir.

hummocky
swaley

Reef
Reef merupakan daerah pada continental shelf pada lingkungan dengan
fertilitas organisme yang sangat tinggi pada lingkungan laut.
James (1979) membagi fasies terumbu masa kini secara fisiografi
menjadi 3 macam, yaitu sebagai berikut:

Fasies inti terumbu (reef core facies)


Subfasies dataran terumbu (reef-flat)
Subfasies terumbu depan (reef-front)
Subfasies terumbu belakang (back-reef)
Facies depan terumbu (fore reef facies)
Fasies belakang terumbu (back reef facies)

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Yokk semakin dalam kita menyelam..

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

B. CONTINENTAL
SLOPE

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Continental Slope

Continental slope merupakan lembah yang menghubungkan continental crust dengan


oceanic crust namun masih dianggap sebagai bagian dari continental crust, bermula dari
continental shelf margin hingga mencapai oceanic basin sebagai continental rise.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Continental slope

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

C. CONTINENTAL RISE

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Continental rise

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Gambar 16 Submarine Fan

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

ENDAPAN TURBIDITE

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Karakter endapan turbidit


o Sortasi yang buruk
o Komponen sedimen sangat beragam dan saling bercampur
o Sedimen berukuran mud hingga gravel
o Struktur sedimen pada bagian bawah graded bedding (upper flow regime) dan
semakin ke atas memiliki karakter sedimentasi normal dengan struktur sedimen
yang sangat beragam.
Misalnya : parallel laminae, tool marks, ripple, wavy or convolute laminae,
bioturbation diikuti penurunan rezim aliran (Bouma, 1964).

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Gambar 17 Bouma Sequence

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

D. OCEANIC BASIN /
ABYSSAL PLAIN

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Oceanic Basin & Abyssal Plain

Oceanic Basin / Abysal Plain adalah permukaan dari oceanic crust yang
datar akibat deposisi sedimen yang terus-menerus menutupi relief
dasar laut.

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi

Gambar Bentuk Pola Endapan dari Oceanic Basin & Abyssal Plain (pelagic)

California

Laboratorium Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Minyak Bumi