Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN 2016

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP MANAJEMEN

Nama Dosen:
Fauzi
Nama kelompok:
Ade
Andre
Khodirin
Yuliyanto
Kelas : MI 2

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SELAMAT SRI

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP MANAJEMEN

A.

Pengertian Manajemen

Manajemen berasal dari bahasa inggris management yang berasal dari kata dasar
manage. Definisi manage menurut kamus oxford adalah to be in charge or make decisions
in a business or an organization (memimpin atau membuat keputusan di perusahaan atau
organisasi). Dan definisi management menurut kamus oxford adalah the control and making
of decisions in a business or similar organization (pengendalian dan pembuatan keputusan di
perusahaan atau organisasi sejenis).
Pengertian Manajemen menurut para ahli :
a) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Manajemen adalah penggunaan
sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran atau pimpinan yang
bertanggung jawab atas jalannya perusaahaan dan organisasi.
b) Pengertian managemen menurut oxford adalah the process of dealing with or
controlling people or things (proses berurusan dengan atau mengendalikan orang
atau benda).
c) Menurut Mary Parker Follet :
Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang
lain dibutuhkan keterampilan khusus.
d) Menurut James A.F. Stoner :
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan
pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya
yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
sebelumnya.

B. Pengarug Lingkungan Terhadap Managemen

1.1.

Lingkungan Eksternal Langsung


Manajemen dan lingkungan eksternal dalam pembahasan manajemen tidak lepas pada
masalah lingkungan yang di hadapi oleh seorang manajer. Perbedan dan kondisi
lingkungan terhadap konsep dan tehnik serta keputusan yang akan diambil. Sebagai
seorang

manajer

harus

hanya

memperhatikan

lingkungan

usahanya

atau

ekstern.Untuk mencapa tujuan organisasi tidak lepas dari lingkungan ekstern yang
terjadi, apalagi bagi organisasi atau perusahaan yang menghasilkan barang-barang
yang dibutuhkan oleh konsumen.Oleh karena itu manajer harus memperhatikan dan
mempertimbangkan unsur-unsur serta kekuatan-kekuatan lingkungan ekstern dalam
setiap kegiatan manajemen.
Lingkungan eksternal langsung merupakan kekuatan-kekuatan yang berada diluar
kemampuan atau kendali perusahaan yang berpengaruh secara langsung terhadap
kinerja

organisasi

dan

perusahaan,penyedia,pelanggan,

manajemen.
lembga

Lingkungan

perantara,

pesaing

tersebut
dan

meliputi
masyarakat

umum.Variabel-variabel eksternal ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan
peluang
Pemasok berfungsi sebagai penyedia fasilitas dan sarana yang dibutuhkan oleh
perusahaan. Manajemen perlu menjalin kerja sama yang baik dengan pemasok untuk
menjamin bahwa proses dan kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan baik dan
lancar.
Pelanggan atau konsumen memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda.
Perbedaan itu disebabkan karena mereka memiliki latar belakang budaya, ekonomi,
dan pendidikan yang berbeda-beda. Oleh karena itu manajemen perlu mengamati
setiap perubahan perilaku dari konsumennya. Dalam organisasi bisnis jasa seperti
transportasi, perhatian terhadap aspek-aspek yang mempengaruhi kepuasan
komsumen menjadi sangat strategis.
Lembaga keuangan. Lembaga ini berperan sebagai penjamin sekaligus penyedia
sumber dana dan keuangan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dewan ini telah banyak
muncul lembaga-lembaga keuangan yang menawarkan pinjamam dana bagi
perusahaan yang membutuhkannya.
Pesaing. Persaingan yang semakin ketat mununtut manajemen untuk memperhatikan
para pesaingnya. Manajemen harus terus waspada dan mengawasi setiap gerak-gerik
pesaing. Dengan demikian, manajemen akan bisa menetukan strategi apa yang harus
diambil untuk bisa bertahan dan memenangkan persaingnnya.

Faktor lingkungan eksternal lingkungan ekstern atau eksternal terdiri atas unsur-unsur
yang berada di luar organisasi, dimana unsur-unsur ini tidak dapat dikendalikan dan
diketahui terlebih dahulu oleh manajer. Disamping itu juga akan mempengaruhi
manajer dalam pengambilan keputusan yang akan dibuat. Unsur-unsur lingkungan
eksternal organisasi contohnya yaitu perubahan ekonomi, peraturan pemerintah,
perilaku konsumen atau masyarakat, perkembangan teknologi, politik dan lain
sebagainya.
Lingkungan eksternal dibagi menjadi 2 yaitu lingkungan mikro dan lingkungan
makro.Lingkungan eksternal mikro yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh
langsung terhadap kegiatan manajemen yang terdiri atas penyedia, langganan, para
pesaing, lembaga perbanka dan bukan bank dan lain sebagainya.Lingkungan eksternal
makro yaitu lingkungan yang mempunyai pengaruh tidak langsung, seperti kondisi
perekonomian, perubahan teknologi, politik, social, dan lain sebagainya.
1.2. Lingkungan Umum Perusahaan
Lingkungan umum merupakan lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung
terhadap kinerja organisasi hampir semua organisasi dipengaruhi oleh lingkungan
tersebut.
Komponen-komponen dari lingkungan umum tersebut meliputi : demografi, ekonomi,
alam, teknologi, politik dan budaya.
Demografi.
isu-isu penting yang perlu di amati oleh manajemen dalam lingkungan demografi itu
antara lain adalah perubahan tentang struktur umur penduduk, permasalahan jenis
kelamin, ras, peluang kerja dan pengangguran, serta masalah-masalah yang
menyangkut urbanisasi.
Ekonomi.
Lingkungan ekonomi yang mempengaruhi prestasi kerja dari suatu organisasi
meliputi, tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat pendapatan masyarakat, perubahan
selera dan pola pengeluaran konsumen yang diakibatkan dari perubahan pendapatan.
Alam.
Sumber daya alam memberikan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh organisasi.
Ketersediaan bahan-bahan akan menjamin kelancaran kerja dari organisasi.
Teknologi.

Lingkungan teknologi merupakan kekuatan yang dapat menciptakan produk dan pasar
baru. Manajemen perlu mengamati setiap perkembangan penggunaan teknologi.
Teknologi yang canggih akan dapat menciptakan daya saing yang kuat bagi organisasi
yang pada akhirnya akan mengubah cara kerja organisasi
Politik.
Kebijakan-kebijakan yang buat oleh pemerintah sering kali bermuatan politis
sehingga kebijakan itu biasanya berlawanan arah dengan misi dan tujuan organisasi.
Ada beberapa organisasi yang diuntungkan dari kebijakan politik tersebut dan ada
pula organisasi yang di rugikan.
Sosial dan Budaya.
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, bahwa kehidupan organisasi tidak
terlepas dari dinamika lingkungan disekitarnya. Masyarakat dan budaya merupakan
kekuatan yang secara umum mempengaruhi.

Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak


terhadap praktik manajemen

1.3.Lingkungan Internal Perusahaan

Lingkungan internal adalah kekuatan-kekuatan yang berada didalam perusahaan


dan masih dapat dikontrol oleh perusahaan.Lingkungan internal berpengaruh dalam
kompetensi atau kinerja sebuah perusahaan. Kekuatan-kekuatan yang terdapat di
dalam perusahaan meliputi : pekerja, dewan komisaris, dan pemegang saham.
1.

Pekerja/karyawan. Karyawan merupakan salah satu sumber daya dan sekaligus

input yang berharga yang dimiliki oleh pekerja dan manajer memilik kepentingankepentingan tersendiri. Para pekerja menginginkan adanya imbalan berupa upah
dan gaji yang layak dari hasil kerja mereka. Sementara manajer menginginkan
adanya kinerja yang tinggi yang ditunjukkan oleh besarnya omzet penjualan dan
laba.
2. Dewan Komisaris. Untuk ukuran organisasi atau perusahaan besar semacam PT,
biasanya terdiri dari beberapa dan bahkan ribuan orang yang terlibat di dalamnya.
Keterlibatan orang-orang tersebut biasa kita sebut sebagai pemegang saham. Oleh
karena itu dewan komisaris diperlukan untuk mewakili kepentingan para pemegang
saham. Dewan komisaris akan selalu memantau kegiatan dan mengawasin,
memastikan kegiatan akan berjalan mencapai tujuan. Kependudukan dewan
komisaris di dalam perusahaan adalah independen terhadap manajemen.
3.

Pemegang Saham. Para pemegang saham memiliki kepentingan dan tanggung

jawab tertentu terhadap perusahaan. Tanggung jawab tersebut di dasarkan pada


seberapa besar sumbangan (saham) mereka terhadap perusahaan.
1.4. Hubungan Lingkungan dan Organisasi
Untuk dapat melihat bentuk pengaruh lingkungan terhadap organisasi manajemen
disini akan dikemukakan satu model yang diperkenalkan oleh James D. Thomson.
Dalam model ini Thomson membagi dua dimensi utama yang digunakan yaitu 1).
Tingkat perubahan dan 2) tingkat homogenitas. Tingkat perubahan akan melihat
sejauh mana stabilitas suatu lingkungan yang diukur dengan skala tingkat
perubahan stabil dan perubahan dinamis.
Beberapa strategi yang dapat diambil dalam rangka menghadapi perubahan
lingkungan dan ketidakpastian itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain

pertama, melakukan penyesuaian terhadap perubahan lingkungan. Tindakan ini


dilakukan manakala kekuatan lingkungan tidak dapat dirubah. Organisasi dapat
melakukan penyesuaian dengan mengubah organisasi struktur atau desainnya.
Kedua, melakukan pemantauan lingkungan secara tidak langsung. Dalam hal ini
manajer terus memantau perkembangan lingkungan dengan mencari informasi dari
berbagai media. Ketiga, mempengaruhin lingkungan langsung Alternatif dari
tindakan ini adalah melakukan lobi, pemasangan iklan, dan perundinganperundingan dengan pihak-pihak terkait.

1.5.Tanggung Jawab Etika


Etika didefinisikan sebagai konsensus mengenai standar perilaku yang
diterima untuk suatu pekerjaan, perdagangan atau profesi. Menurut Griffin, Etika
adalah pandangan, keyakinan dan nilai akan sesuatu yang baik dan buruk, benar
dan salah. Etika Manajemen adalah standar kelayakan pengelolaan organisasi yang
memenuhi kriteria etika.

Bidang Dasar Etika Manajerial


Etika manajemen berbicara mengenai nilai-nilai yang dianut oleh organisasi
sehubungan dengan kegiatan bisnis yang dijalankannya. Walau etika dapat
mempengaruhi pekerjaan manajerial dengan banyak cara, ada 3 bidang dasar yang
menjadi perhatian khusus dari etika manajerial
1. Bagaimana perusahaan memperlakukan karyawan mereka.
Upah dan kondisi kerja merupakan bidang yang memungkinkan menimbulkan
kontroversi.Fakta bahwa manajer membayar seorang karyawan lebih sedikit
daripada yang layak diterima karena manajer tahu bahwa karyawan tersebut tidak
mungkin keluar atau tidak mau mengambil resiko kehilangan pekerjaannya jika
protes,

mungkin

dianggap

tidak

etis.Terakhir, setiap

melindungi kebebasan pribadi kayawannya.


2. Bagaimana karyawan memperlakukan organisasi

organisasi

diwajibkan

Sejumlah

persoalan

etika

juga

berakar

dari

bagaimana

karyawan

memperlakukan organisai mereka.Konflik kepentingan sering muncul dan merugikan


organisasi. Untuk menjaga praktik seperti ini sebagian besar perusahaan melarang
pembeli mereka untuk menerima hadiah dari pemasok.seperti : gratifikasi.
3. Bagaimana karyawan dan perusahaan memperlakukan agen ekonomi lain
Agen-agen ekonomi yang berkepentingan : konsumen, competitor, pemegang
saham, pemasok, dealer dan serikat tenaga kerja. Perilaku antara organisai dan
agen-agen tsb yang rentan terhadap ambiguitas etika termasuk iklan, promosi,
pengungkapan financial, pemesanan dan pembelian, pengiriman dan permohonan
permintaan, penawaran dan perundingan, dan hubungan bisnis lainnya.
Contoh dari tindakan tidak etis atau tidak legal dalam sebuah manajemen
perusahaan :
- Pengawasan Kualitas atau Quality Control
- Pencurian oleh Para Pekerja atau Korupsi
- Konflik Kepentingan
- Penyalahgunaan informasi yang bersifat rahasia
- Penyelewengan dalam pencatatan keuangan
- Penyalahgunaan penggunaan asset perusahaan
- Pemecatan tenaga kerja
- Cara bersaing dari Perusahaan yang dianggap tidak etis
- Penggunaan pekerja atau tenaga kerja di bawah umur
Ada beberapa cara untuk mengatasi tindakan-tindakan tidak etis di atas, yaitu
melalui pendekatan-pendekatan:
1. Pendekatan Utilitarian : tindakan dan perencanaan harus dinilai berdasarkan
akibat dari tindakan tersebut.
2. Pendekatan hak-hak individual : kesadaran bahwa manusia memiliki hak-hak
dasar yang harus dihormati dalam semua keputusan.
3. Pendekatan Peradilan : pemahaman bahwa pembuatan keputusan harus wajar,
adil dan tidak bisa dalam mendistribusikan keuntungan dan kerugian bagi individual
dan bagi kelompok.

Daftar Pustaka
http://www.unpad.ac.id/fakultas/ekonomi/manajemen/
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
http://yudistira378.wordpress.com/2012/11/15/evolusi-teori-manajemen/
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1259/1/manajemen-ritha4.pdf
http://prezi.com/6cyyzi-6yvyz/manajer-dan-teori-evolusi-manajemen/

Anda mungkin juga menyukai