Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN

PEMBELAJARAN OUT DOOR


LOKASI KUNJUNGAN MALANG JAWA TIMUR

Disusun Oleh
Ketua
Sekretaris
Anggota

:
:
:

Asep Dwi Saputro

XI IPA 1

1.Bimo Waskito
2.
3.

MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) YOGYAKARTA II


TAHUN PELAJARAN 2014/2015

LAPORAN
PEMBELAJARAN OUT DOOR
MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) YOGYAKARTA II
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
LOKASI KUNJUNGAN MALANG JAWA TIMUR

Telah disahkan oleh :

Wakamad Urusan Humas,

Pembimbing,

Surya Triana Suprihatin, S.Pd.


NIP 19770115 200501 1 003

Soepriyadi, SE
NIP 19610104 198703 1 005

Mengetahui,
Kepala
MAN Yogyakarta II

Drs. H. In Amullah, MA
NIP 19660119 199603 12 001

MOTTO

dengan pembelajaran out door


Insya Allah kita menjadi banyak bersyukur
atas keagungan Allah SWT dan tambah
pengalaman

iii

Kata Pengantar
Alhamdulillah, puji syukur senantiasa kami tujukan kepada-Mu ya Allah karena
dengan ridha-Mu aku dan teman-teman dapat melihat kebesaran-Mu.
Pembelajaran Out Door Siswa kelas XI MAN Yogyakarta II Tahun Pelajaran
2014/2015 berdasarkan minat kami, lokasi yang dituju adalah Malang Jawa Timur dan
obyek-obyek wisata yang kami kunjungi antara lain: Masjid Tiban atau Pondok Pesantren
Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Baa Fadlrah) Turen, Musium
Transportasi, Batu Night Spectecular (BNS) Batu, Wisata Agro dan Wisata Echo Green
Park (EGP) Batu.
Laporan kegiatan pembelajaran Out Door ini dibuat dengan tujuan agar kami
mengetahui lebih dekat daerah wisata Indonesia, khususnya di malang Jawa Timur dan
sekitarnya serta melatih kami dalam menyusun laporan hasil kunjungan tersebut. Laporan
ini menguraikan hasil pengamatan kami di tempat-tempat yang kami kunjungi.
Dengan selesainya kegiatan pembelajaran Out Door dan selesainya penyusunan
laporan ini kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada :
1.

Bapak Drs. H. In Amullah, MA. selaku kepala MAN Yogyakarta II yang telah
memberikan kesempatan kepada kami berwisata ke Malang;
2.
Bapak Soepriyadi, SE selaku pembimbing kami dalam penyusunan laporan ini;
3.
Bapak Ibu Guru ataupun Pegawai, khususnya Bapak / Ibu Guru yang turut serta
mengarahkan kami dalam menyusun laporan karya wisata ini;
4.
Bapak, Ibu, Kakak, dan Adik-adik kami, yang telah banyak mendukung kami
secara moril dan materiil hingga terlaksananya kegiatan pembelajaran Out Door ini
dengan lancar dan selamat .
Dengan laporan yang telah kami susun ini walaupun sangat sederhana, semoga
dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kami ataupun para pembaca dan kami
sadar, bahwa laporan ini tidaklah sempurna, oleh karena itu kami mohon kritik, saran
serta bimbingan guna penyempurnaan laporan dan pengetahuan kami.

Sleman, April 2015


Penyusun

DAFTAR
iii ISI
HALAMAN JUDUL ...
HALAMAN PENGESAHAN .
HALAMAN MOTTO .
KATA PENGANTAR .
DAFTAR ISI ...
BAB I PENDAHULUAN .
A. Latar belakang penyusunan laporan
B. Tujuan Pembelajaran Out Door ...
C. Tujuan Penyusunan laporan .

Halaman
i
ii
iii
iv
1
1
1
1

BAB II BANDUNG SELAYANG PANDANG ...


A. Batas-batas wilayah Malang .
B. Keadaan alam / geografis ...
C. Keadan sosial budaya .

2
2
2
2

BAB III LAPORAN PERJALANAN DAN KUNJUNGAN DI OBYEK


PEMBELAJARAN OUT DOOR
.
A. Perjalanan Yogyakarta - Malang ....
B. Masjid Tiban atau Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali
Fadlaailir Rahmah (Bi Baa Fadlrah) Turen
C. Musium Transportasi ...........
D. Batu Night Spectecular (BNS) Batu
E. Wisata Agro Batu ........
F. Wisata Echo Green Park (EGP) Batu .....
G. Perjalalanan pulang ke Yogyakarta ....
BAB IV PENUTUP ...
A. Kesimpulan . ...
B. Saran-saran ...........................
LAMPIRAN ...

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PENYUSUNAN LAPORAN
Karena merupakan program tahunan madrasah yang wajib diikuti seluruh
siswa kelas XI , sebagai bukti telah melaksanakan program Pembelajaran Out Door
yang menambah wawasan serta melatih menyusun karya ilmiah yang berguna bagi
kami untuk mengukur atau membandingkan suatu daerah berdasarkan kondisi
agamis, budaya dan keadaan alam. Penyusunan laporan ini mengandung maksud
antara lain :
1.

2.
3.
B.

Meningkatkan pengetahuan dalam merangkai kalimat yang tersusun dalam


laporan ini lengkap dan terinci berdasarkan hasil pengamatan langsung, dan
penggalian informasi lewat media yang terkait dengan pokok bahasan,
sehingga sesuai yang diajarkan oleh Bapak/Ibu guru khususnya.
Kami dapat mengpraktikan ilmu pengetahuan kami khususnya mata pelajaran
TIK, dalam laporan ini tersusun dalam ketikan program computer.
Laporan ini adalah sebagai cerita pengalaman kami yang insya Allah
bermanfaat untuk bekal kami menggapai cita-cita.

TUJUAN PEMBELAJARAN OUT DOOR


Pembelajaran Out Door ini bertujuan antara lain :
1. Memperluas wawasan kami dalam bidang pengetahuan alam, social,
kepariwisataan, sejarah dan adat istiadat daerah yang kami kunjungi;
2. Menambah kami lebih kreatif dan mengembangkan pengetahuan kami dalam
penyusunan laporan yang baik dan bermanfaat;
3. Mempererat dan kerjasama yang baik dalam kerja kelompok guna mewujudkan
suatu tujuan bersama, baik kerjasama dengan teman, pembimbing maupun
Bapak/Ibu Guru lainnya;
4. Menambah pengetahuan kami dalam menghimpun data baik pengamatan
langsung maupun dari media elektrik secara kelompok guna bahan penyusunan
laporan ini;
5. Suasana yang menyegarkan, menyenangkan kami karena memperoleh
wawasan, pengalaman bersama teman-teman yang beda dari biasanya,
sehingga kami merasa terdorong untuk maju terus bersemangat dalam belajar
mencapai cita-cita kami.

C. TUJUAN PENYUSUNAN LAPORAN


Penyusunan Laporan ini bertujuan antara lain :
1. Menunaikan tanggung jawab atas tugas yang kami terima untuk disampaikan
kepada Madrasah atau Guru Pembimbing dan yang terkait;
2. Mengembangkan pengetahuan kami tentang penyusunan laporan secara teori
yang kami terima dari Bapak/Ibu guru.
iv

BAB II
MALANG SELAYANG PANDANG
A. BATAS-BATAS WILAYAH MALANG
Malang adalah salah satu kota besar yang berada di wilayah bagian Timur
pulau Jawa atau Jawa Timur, yang 2dibatasi wilayah antara lain sebagai berikut :
1. Sebelah Utara terdapat Kota .., (buka internet Wikipedia ketik Kota
Malang) yang geografisnya termasuk dataran rendah, yang terkenal dengan
daerah industri .
2. Sebelah Timur dibatasi dengan kota ., yang geografisnya termasuk
daerah pegunungan, terkenal .
3. Sebelah Selatan dibatasi dengan Kota , yang terkenal dengan
...
4. Sebelah Barat dibatasi dengan Kota ................., yang terkenal
dengan ..........................
B.

KEADAAN ALAM / GEOGRAFIS


Pada umumnya daerah Malang dan sekitarnya udaranya sejuk mendekati
dingin, hal ini dikarenakan Kota Malang berada di daerah pegunungan, sehingga
banyak turis domestic maupun manca negara yang betah berkunjung di daerah
Malang, orang bilang Kota Bandung adalah Kota Pelajar, karena dukungan alam
yang dapat mendatangkan turis, maka kota Malang secara alami berkeinginan
memenuhi para turis tersebut, sehingga munculah beberapa industri kecil maupun
besar, baik yang memproduksi papan (hotel) pangan (kuliner) maupun sandang. Hal
tersebut positif bagi warga Malang dan sekitarnya karena dapat menyedot dan
menampung para pencari kerja atau menyediakan lapangan pekerjaan.
Malang yang terkenal dengan Universitas Brawijaya yaitu salah satu
perguruan tinggi yang punya nama dan banyak meluluskan sarjana, sehingga
kamipun berkeinginan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tersebut, insya Allah,
mohon doa restunya.

C. KEADAAN SOSIAL BUDAYA


Sebagaimana kami sampaikan di atas, karena kota Malang yang mempunyai
daya tarik dari segi alamnya maupun budayanya, sehingga para turis, baik turis
mancanegara maupun lokal banyak yang datang dan bekeinginan menikmati lebih
jauh kota Malang dengan segala isinya termasuk social budayanya, dampaknya kota
Malang menjadi ramai, akibatnya disana-sini timbul kemacetan lalu-lintas yang di
penuhi kendaraan dan pedagang kaki lima.
Banyaknya perguruan tinggi yang ada di Malang, merupakan salah satu
pemasok warga Malang hidup dengan ilmu pengetahuan yang relative tinggi,
sehingga berdampak pada kehidupan social budaya warganya, dan menurut
pengamatan kami dampak tersebut dari mulai cara warga Malang berpakaian
kebanyakan sudah banyak yang meninggalkan pakaian adatnya dan cenderung ke
barat-baratan, demikian juga gaya hidupnya, hal ini terbukti banyaknya pertokoan
1

modern yang menyediakan segala keperluan hidup gaya modern.


Lain lagi kehidupan di luar kota Malang, dalam perjalanan kami ke Turen
(Malng Selatan), dalam pengamatan kami banyak terdapat persawahan, karena
sesuai dengan alamnya padi dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran sedang,
dan terlihat oleh kami kesibukan warganya dalam bertani.
Kesenian klasik Malang yang terkenal dengan Ludrok, Ketoprak dan Wayang
Kulit nyaris tak terdengar oleh kami, mungkin karena pengaruh kehidupan modern
kota Malang yang telah maju pesat, namun kurang disertai tata kota yang bersih dan
baik.

BAB III
LAPORAN PERJALANAN DAN KUNJUNGAN
DI OBYEK PEMBELAJARAN OUT DOOR
A. PERJALANAN YOGYAKARTA MALANG
Kami tiba dan berkumpul di Madrasah sekitar pukul .. WIB,
selanjutnya pada pukul . WIB kita berkumpul untuk diberi
penjelasan dari Bapak dan Ibu guru pembimbing, selanjutnya kami di himbau untuk
sholat Isya berjamaah. Pada pukul .. WIB bus kami berangkat ke Malng, di
dalam bus kami menyaksikan hiburan berupa VCD dan musik yang sedang popular
di Indonesia dan menikmati snack yang diberikan oleh Panitia.
Sekitar pukul WIB kami istirahat sebentar untuk buang air kecil di
.., perjalanan kami dilanjutkan menuju Malang yang berangkat
pukul WIB.
Sekitar pukul WIB kami tiba di tempat transit di RM
. di daerah Kota untuk melakukan sholat Shubuh serta
sarapan, selama hampir satu setengan jam kami melaksanakan kegiatan tersebut,
hal ini wajar kamipun ingin istirahat sebentar karena capek perjalanan jauh dan
4
melelahkan, kesan kami di sini pertama
makanannya lumayan uenak dan yang
kedua lingkungan lumayan bersih.
B. MASJID TIBAN
Pada pukul 07.00 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju Masjid Tiban
atau Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Baa
Fadlrah) Turen, sekitar pukul 08.00 WIB kami tiba di .., kesan kami dalam
perjalanan menuju Masjid Tiban adalah ..
Masjid Tiban atau Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir
Rahmah (Bi Baa Fadlrah) Turen terletak di lingkungan perkampungan, yang
dipadati dengan pengunjung dari daerah lain dan banyak terdapat pedagang dai
kanan kiri jalan menuju masjid.
Masjid Tiban yang menarik bagi kami antara lain :
..
..
..
..
..

C. BATU NIGHT SPECTECULAR (BNS) BATU


D. MUSIUM TRANSPORTASI
Sejarah berdirinya Museum
E.

WISATA AGRO BATU


.

F.

WISATA ECHO GREEN PARK (EGP) BATU


..

G. PERJALANAN PULANG KE YOGYAKARTA

BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kesimpulan kami Pembelajaran Out Door ke Malang dan sekitarnya adalah sebagai
berikut :
1. Alhamdulillah kami puas dengan kegiatan Pembelajaran Out Door ini, dan
betul-betul menambah pengalaman serta pengetahuan kami dan dapat
mengetahui obyek wisata di Daerah Jatim dengan keadaan alam yang sejuk.
2. Pelaksanaan Pembelajaran Out Door tersebut menurut kami berjalan lancar
dan perlu dipertahankan antara lain adanya Panduan Wisata, Bus yang
representative / memadai, tempat makan yang baik, dan menambah keakraban
antara teman-teman dengan pembimbing.
B.

SARAN-SARAN
Beberapa saran dari kami adalah sebagai berikut :
1.
Guru / Pembimbing sebaiknya selalu mendampingi pari siswa, agar akami
tidak mendapat kesulitan dalam bertanya tentang obyek-obyek yang kami lihat.
2.

Ketepatan waktu pulang ke Yogyakarta agar di tepati, agar keluarga yang


menjemput kami tidak cemas.

3.

Obyek wisata yang tidak / kurang mendidik siswa agar di kaji ulang dan
disesuaikan dengan karakter madrasah, misalnya yang terkait dengan sejarah
Islam / keagamaan.

Kesempurnaan memang hanya pada Allah SWT dan Allah-lah yang


menetapkan, sedang kita hanya sebatas merencanakan, terkait dengan pembelajaran
Out Door memang tidak seluruhnya berjalan sesuai dengan rencana sehingga
terdapat beberapa kekurangan, untuk itu kami mencoba memberikan saran-saran
sebagai alat evaluasi guna refrensi kegiatan serupa untuk waktu yang akan datang,
adapun saran-saran kami antara lain, untuk kegiatan serupa mohon biayanya jangan
terlalu mahal ya Pak / Bu ... dan ...... untuk makan dan tempat ???? matur nuwun.

LAMPIRAN
Foto-foto di lokasi pembelajaran Out Door

.. refrensi ..
SEJARAH KOTA MALANG
Wilayah cekungan Malang telah ada sejak masa purbakala menjadi kawasan pemukiman.
Banyaknya sungai yang mengalir di sekitar tempat ini membuatnya cocok sebagai
kawasan pemukiman. Wilayah Dinoyo dan Tlogomas diketahui merupakan kawasan
pemukiman prasejarah.[1] Selanjutnya, berbagai prasasti (misalnya Prasasti Dinoyo),
bangunan percandian dan arca-arca, bekas-bekas fondasi batu bata, bekas saluran
drainase, serta berbagai gerabah ditemukan dari periode akhir Kerajaan Kanjuruhan (abad
ke-8 dan ke-9) juga ditemukan di tempat yang berdekatan.[1][2]
Nama "Malang" sampai saat ini masih diteliti asal-usulnya oleh para ahli sejarah. Para
ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat
atas asal usul nama "Malang". Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa
mengenai asal usul nama Malang tersebut.
Malangkuewara (baca: Malangkusheswara) yang tertulis di dalam lambang kota itu,
menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci
itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti
Mantyasih tahun 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara
Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci
Malangkuewara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu
pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan
yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung
yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan
karena ternyata, disebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama
Malang.
Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di
daerah Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di daerah
tersebut masih terdapat sebuah desa yang bernama Malangsuka, yang oleh sebagian ahli
sejarah, diduga berasal dari kata Malankuca yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas
juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di daerah
tersebut, seperti Candi Jago dan Candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan
zaman Kerajaan Singasari.
Dari kedua hipotesa tersebut di atas masih juga belum dapat dipastikan manakah kiranya
yang terdahulu dikenal dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci
Malangkuewara itu. Apakah daerah di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung
yang bernama Malang di sekitar daerah itu. Sebuah prasasti tembaga yang ditemukan
6

akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu
bagiannya tertulis sebagai berikut : taning sakrid Malang-akalihan wacid
lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I . Arti dari kalimat tersebut di
atas adalah : .. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan
mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu Dari bunyi prasasti itu ternyata Malang
merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti
itu. Dari prasasti inilah diperoleh satu bukti bahwa pemakaian nama Malang telah ada
paling tidak sejak abad 12 Masehi.
Nama Malangkuewara terdiri atas 3 kata, yakni mala yang berarti kecurangan,
kepalsuan, dan kebatilan; angkua (baca: angkusha) yang berarti menghancurkan atau
membinasakan; dan Iwara (baca: ishwara) yang berarti "Tuhan". Sehingga,
Malangkuewara berarti "Tuhan telah menghancurkan kebatilan".
Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali berbeda dengan satu pendapat yang menduga
bahwa nama Malang berasal dari kata Membantah atau Menghalang-halangi (dalam
bahasa Jawa berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya
ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu
melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap
bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud
Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.
Timbulnya Kerajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai
tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad
berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang.
Setelah kerajaan Kanjuruhan, di masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah
Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak
penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan
Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang.
Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya
diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota
Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh
bernama Kutobedah di desa Kutobedah. Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang
akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan
yang tangguh dari penduduk daerah ini.
Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang
modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda.
Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga
Belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya ''Ijen
Boullevard'' dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluargakeluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas
bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan
perumahan itu sekarang menjadi monumen hidup dan seringkali dikunjungi oleh
keturunan keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim di sana.
Pada masa penjajahan kolonial Hindia Belanda, daerah Malang dijadikan wilayah
"Gemente" (Kota). Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat tulisan ;

Malang namaku, maju tujuanku terjemahan dari Malang nominor, sursum moveor.
Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964,
kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : Malangkuewara. Semboyan baru ini
diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat
hubungannya dengan asal usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad
yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama
Malangkuewara.
Kota Malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial
Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun 1879.
Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak
melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah
yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami
perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.

Lambang Kota Malang pada Masa Hindia Belanda


Tahun 1767 Kompeni Hindia Belanda memasuki Kota
Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas
Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen
Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan Kota didirikan alunalun di bangun.
1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja
8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang
21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia
22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda
2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.

Makna Lambang

Logo Kota Malang (Pemerintah Kota Malang)

DPRDGR mengkukuhkan lambang Kotamadya Malang dengan Perda No. 4/1970.


Bunyi semboyan pada lambang adalah "MALANG KUEWARA". Motto "MALANG
KUEWARA" berarti Tuhan menghancurkan yang bathil, menegakkan yang benar.
Arti Warna :

Merah Putih, adalah lambang bendera nasional Indonesia


Kuning, berarti keluhuran dan kebesaran
Hijau adalah kesuburan
Biru Muda berarti kesetiaan pada Tuhan, negara dan bangsa
Segilima berbentuk perisai bermakna semangat perjuangan kepahlawanan, kondisi
geografis, pegunungan, serta semangat membangun untuk mencapai masyarakat
yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Semboyan tersebut dipakai sejak hari peringatan 50 tahun berdirinya Kotapraja Malang
pada 1964, sebelum itu yang digunakan adalah : "MALANG NAMAKU, MAJU
TUJUANKU", yang merupakan terjemahan dari bahasa Latin "MALANG NOMINOR,
SURSUM MOVEOR" yang disahkan dengan "Gouvernement besluit dd. 25 April 1938
N. 027". Semboyan baru itu diusulkan oleh Prof. DR. R.Ng.Poerbatjaraka dan erat
hubungannya dengan asal mula Kota Malang pada zaman Ken Arok.
Geografi
Kota Malang yang terletak pada ketinggian antara 440 - 667 meter diatas permukaan air
laut, merupakan salah satu kota tujuan wisata di Jawa Timur karena potensi alam dan
iklim yang dimiliki. Letaknya yang berada ditengah-tengah wilayah Kabupaten Malang
secara astronomis terletak 112,06 - 112,07 Bujur Timur dan 7,06 - 8,02 Lintang
Selatan, dengan batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kecamatan Singosari dan Kec. Karangploso Kabupaten Malang


Sebelah Timur : Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang
Sebelah Selatan : Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang
Sebelah Barat : Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau Kabupaten Malang

Serta dikelilingi gunung-gunung, yakni:

Gunung Arjuno di sebelah Utara


Gunung Semeru di sebelah Timur
Gunung Kawi dan Panderman di sebelah Barat
Gunung Kelud di sebelah Selatan

Pemandangan kota Malang.

Keadaan Geologi
Keadaan tanah di wilayah Kota Malang antara lain :

Bagian selatan merupakan dataran tinggi yang cukup luas, cocok untuk industri
Bagian utara merupakan dataran tinggi yang subur, cocok untuk pertanian
Bagian timur merupakan dataran tinggi dengan keadaan kurang subur
Bagian barat merupakan dataran tinggi yang amat luas menjadi daerah pendidikan

Jenis Tanah
Jenis tanah di wilayah Kota Malang ada 4 macam, antara lain :

Alluvial kelabu kehitaman dengan luas 6,930,267 Ha.


Mediteran coklat dengan luas 1.225.160 Ha.
Asosiasi latosol coklat kemerahan grey coklat dengan luas 1.942.160 Ha.
Asosiasi andosol coklat dan grey humus dengan luas 1.765,160 Ha

Struktur tanah pada umumnya relatif baik, akan tetapi yang perlu mendapatkan perhatian
adalah penggunaan jenis tanah andosol yang memiliki sifat peka erosi. Jenis tanah
andosol ini terdapat di Kecamatan lowokwaru dengan relatif kemiringan sekitar 15 %.

Peta Pembagian Administratif Kota Malang.

Iklim
Kondisi iklim Kota Malang selama tahun 2006 tercatat rata-rata suhu udara
berkisar antara 22,2 C - 24,5 C. Sedangkan suhu maksimum mencapai 32,3 C dan suhu
minimum 17,8 C . Rata kelembaban udara berkisar 74% - 82%. dengan kelembaban
maksimum 97% dan minimum mencapai 37%. Seperti umumnya daerah lain di
Indonesia, Kota Malang mengikuti perubahan putaran 2 iklim, musim hujan, dan musim
kemarau. Dari hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Karangploso curah hujan yang
relatif tinggi terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, April, dan Desember. Sedangkan
pada bulan Juni, Agustus, dan November curah hujan relatif rendah. Kecepatan angin
maksimum terjadi di bulan Mei, September, dan Juli.

Pembagian administratif
Kota Malang terdiri atas 5 kecamatan, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Kedungkandang
Sukun
Klojen
Blimbing
Lowokwaru

Demografi
Jumlah penduduk Kota Malang 857.891 jiwa (2014), dengan tingkat pertumbuhan
3,9% per tahun. Dengan luas Kota Malang yang mencapai 110,06 km 2, kepadatan
penduduk Kota Malang mencapai 7800 jiwa/km2.

Suku Bangsa
Sebagian besar penduduk Kota Malang berasal dari suku Jawa. Namun, suku Jawa
di Malang dibanding dengan masyarakat Jawa pada umumnya memiliki temperamen
yang sedikit lebih keras dan egaliter. Salah satu penyebabnya adalah jauhnya Surabaya
dari "kraton" yang dipandang sebagai pusat budaya Jawa. Terdapat pula sejumlah sukusuku minoritas seperti Madura, Arab, Tionghoa, dan lain-lain. Sebagai kota pendidikan,
Malang juga menjadi tempat tinggal mahasiswa dari berbagai daerah dari seluruh
Indonesia, bahkan di antara mereka juga membentuk wadah komunitas tersendiri.

Masjid Agung Jami' Kota Malang

Agama
Agama mayoritas adalah Islam, diikuti dengan Kristen Protestan, Katolik, Hindu,
Buddha, dan Kong Hu Cu. Bangunan tempat ibadah banyak yang telah berdiri semenjak
zaman kolonial antara lain Masjid Jami (Masjid Agung), Gereja Hati Kudus Yesus, Gereja
Kathedral Ijen (Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel), Klenteng di Kota Lama serta
Candi Badut di Kecamatan Sukun dan Pura di puncak Buring. Malang juga menjadi pusat
pendidikan keagamaan dengan banyaknya Pesantren, yang terkenal ialah Pondok
Pesantren Al Hikam pimpinan KH. Hasyim Muzadi, dan juga adanya pusat pendidikan
Kristen berupa Seminari Alkitab yang sudah terkenal di seluruh Nusantara, salah satunya
adalah Seminari Alkitab Asia Tenggara.

Bahasa
Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi nasional di Kota Malang. Namun,
Bahasa Jawa dengan dialek Jawa Timuran merupakan bahasa sehari-hari masyarakat
Malang. Kalangan minoritas Suku Madura menuturkan Bahasa Madura. Malang dikenal
memiliki dialek khas yang disebut Boso Walikan (Osob Kiwalan), yaitu cara pengucapan
kata secara terbalik, misalnya Malang menjadi Ngalam, bakso menjadi oskab burung
menjadi ngurub, dan contoh lain seperti saya bangga arema menang menjadi ayas
bangga arema nganem . Gaya bahasa masyarakat Malang terkenal egaliter dan blakblakan, yang menunjukkan sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tidak mengenal
basa-basi.

Pemerintahan
Wali Kota

Balai Kota Malang

Kota Malang dipimpin oleh seorang wali kota dan wakil wali kota (dipilih
langsung oleh rakyat kota Malang dalam pemilihan wali kota Malang setiap lima tahun
sekali) yang membawahi koordinasi atas wilayah administrasi kecamatan yang dikepalai
oleh seorang camat. Kecamatan dibagi lagi menjadi kelurahan-kelurahan yang dikepalai
oleh seorang lurah. Seluruh camat dan lurah merupakan jajaran pegawai negeri sipil di
lingkungan pemerintah kota. Pilkada pertama di kota Malang pertama kali
diselenggarakan pada tahun 2008, setelah sebelumnya wali kota dan wakilnya dipilih oleh
anggota DPRD kota. Berikut ini adalah daftar wali kota Malang:

Masa Penjajahan Hindia Belanda:

19191929 H.I. Bussemaker


19291933 Ir. E.A. Voorneman
19331936 Ir. P.K.W. Lakeman
19361942 J.H. Boerstra

Masa Penjajahan Jepang:

19421942 Raden Adipati Ario Sam


19421945 Mr. Soewarso Tirtowidjojo

Masa Kemerdekaan:

19451958 M. Sardjono Wiryohardjono


19581966 Koesno Soeroatmodjo
19661968 Kol. M. Ng Soedarto
19681973 Kol. R. Indra Soedarmadji
19731983 Brigjen TNIAD Soegiyono
19831983 Drs. Soeprapto
19831988 dr. H. Tom Uripan
19881998 H. M Soesamto
19982003 Kol. H. Suyitno
20032008 Drs. Peni Suparto, M.A.P. (wakil: Drs. Bambang Priyo Utomo, B.Sc.)
- (13 September 2003 - 13 September 2008)
20082013 Drs. Peni Suparto, M.A.P. (wakil: Drs. Bambang Priyo Utomo, B.Sc.)
- (13 September 2008 - 13 September 2013)
20132018 H. Muhammad Anton (wakil: Drs. Sutiaji) - (13 September 2013 - saat
ini)

MASJID TIBAN
Masjid Ajaib atau juga Masjid Tiban adalah sebenarnya Pondok Pesantren
Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah yang terletak di Turen, Kabupaten
Malang, Jawa Timur. Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah
(Bi Baa Fadlrah). Nama yang cukup panjang yang mempunyai makna Laut Madu atau,
"Fadilah Rohmat" (Segarane, Segara, Madune, Fadhole Rohmat-terjemahan Bahasa
Jawa)[1]
Disebut Masjid tiban karena Konon masjid yang sangat megah ini dibangun tanpa
sepengetahuan warga sekitar, dan menurut mitos dibangun oleh jin dalam waktu hanya
semalam. Namun, ketika desas-desus ini dikonfirmasi kepada orang dalam, dikatakan
bahwa pembangunan masjid yang sebenarnya merupakan kompleks pondok pesantren
secara keseluruhan semua bersifat transparan karena dikerjakan oleh santri dan jamaah.
Bantahan dari orang dalam itu jelas sekali terpampang di depan meja penerima tamu
dengan tulisan besar-besar, Apabila ada orang yang mengatakan bahwa ini adalah
pondok tiban (pondok muncul dengan sendirinya), dibangun oleh jin dsb., itu tidak benar.
Karena bangunan ini adalah Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir
Rahmah yang murni dibangun oleh para santri dan jamaah.
Pondok Pesantren tersebut konon mulai dibangun pada tahun 1978 oleh Romo Kiai Haji
Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam, atau yang akrab disapa
Romo Kiai Ahmad. Bangunan utama pondok dan masjid tersebut sudah mencapai 10
lantai, tingkat 1 sampai dengan 4 digunakan sebagai tempat kegiatan para Santri
Pondokan, lantai 6 seperti ruang keluarga, sedangkan lantai 5, 7, 8 terdapat toko-toko
kecil yang di kelola oleh para Santriwati (Santri Wanita), berbagai macam makanan
ringan dijual dengan harga murah, selain itu ada juga barang-barang yang dijual berupa
pakaian Sarung, Sajadah, Jilbab, Tasbih dan sebagainya.
Tak hanya unik, di dalam ponpes tersebut juga tersedia kolam renang, dilengkapi perahu
yang hanya khusus untuk dinaiki wisatawan anak-anak. Di dalam komplek ponpes itu
juga terdapat berbagai jenis binatang seperti kijang, monyet, kelinci, aneka jenis ayam
dan burung.
Arsitek dari pembangunan ponpes ini bukanlah seseorang yang belajar dari ilmu
arsitektur perguruan tinggi, melainkan hasil dari istikharah pemilik pondok, KH Achmad
Bahru Mafdloludin Sholeh. Karenanya, bentuknya menjadi sangat unik, seperti perpaduan
timur tengah, china dan modern. Untuk pembangunannya pun tidak menggunakan alatalat berat dan modern seperti halnya untuk membangun gedung bertingkat. Semuanya
dikerjakan oleh para santri yang berjumlah 250 orang dan beberapa penduduk di sekitar
pondok. Romo Kiai sudah mulai membangun pondok dengan material apa adanya.
Contohnya, waktu itu adanya baru batu merah saja maka batu merah itulah yang dipasang
dengan luluh (adonan) dari tanah liat (lumpur atau ledok).

BATU NIGHT SPECTECULAR (BNS) BATU


Batu Night Spectacular atau BNS ini berdekatan dengan Jatim Park yang
merupakan salah satu tempat rekreasi yang disukai di kota Malang. Terdapat berbagai
wahana menarik yang bisa Anda coba bersama keluarga. Mulai dari wahana yang
mengasyikan, menyeramkan, sampai wahana yang menantang siap menguji nyali Anda .
Batu Night Spectacular (BNS) mulai dibuka pukul 15:00 hingga pukul 02:00 dini hari.
Sesuai dengan namanya, tempat ini memang menyajikan keindahan wisata malam di
kota Batu dengan suasana sejuk pegunungan. Anda akan dimanjakan dengan tata lampu
yang indah di Batu Night Spectacular atau BNS.

Wahana BNS

Gokart menjadi salah satu wahana yang menarik untuk dicoba. Dengan lapangan gokart
yang dikelilingi ban dan memiliki standar keamanan internasional, Anda dapat memacu
kecepatan gokart untuk sejenak merasakan sensasi menjadi seorang pembalap. Sebelum
melaju dengan gokart, Anda akan dilengkapi dengan pakaian balap lengkap dengan
helm sebagai perlengkapan keselamatan wahana ini. Seru sekali merasakan melaju
dengan kecepatan tinggi di atas gokart yang lincah ini.
Rasakan juga serunya berada di ketinggian dengan menaiki sepeda udara. Seperti sepeda
pada umumnya, Anda dapat mengayuh sepeda ini agar dapat berjalan dengan lebih
cepat. Tetapi, jika ingin berlama-lama berada di ketinggian, Anda tidak perlu
mengayuhnya karena tanpa dikayuh sepeda ini tetap berjalan. Dengan menaiki wahana
ini, bonusnya Anda dapat melihat wahana lain yang ada di Batu Night Spectacular atau
BNS dari ketinggian yang terlihat layaknya mainan. Juga, pemandangan kota Malang
dari atas yang terlihat indah, terlebih jika hari mulai gelap, lampu kota yang menyala
membentuk kelap-kelip cahaya lampu yang indah.
Di sini juga terdapat wahana rumah hantu yang membuat pengunjung ingin
mencobanya. Pengunjung dapat memasuki rumah hantu dengan cara berjalan kaki atau
dengan menggunakan kereta yang disediakan. Lalu melewati terowongan-terowongan
dengan berbagai situasi yang bisa membuat Anda takut.

Masih banyak wahana lain di Batu Night Spectacular (BNS) yang menarik. Misalnya,
Bumper Car, Cinema 4 Dimensi, dan Flying Swinger. Di samping itu, berbagai fasilitas
di arena ini menarik untuk dinikmati. Untuk dapat menikmati permainan yang ada BNS,
pengunjung harus membayar tiket pada masing-masing wahana permainan.

Hiburan dan Jajanan di BNS


Selain food court yang berisi berbagai penjual makanan untuk mengisi perut Anda yang
kosong, Air Mancur Menari yang menghibur dengan lagu-lagunya, juga keindahan
Lampion Garden, sebuah taman berisi lampu-lampu indah berbagai bentuk yang
terlihat sangat indah di malam hari. Jika ingin berbelanja, Anda dapat mengunjungi
toko-toko souvenir yang ada.
Ada juga pertunjukan laser di layar raksasa yang memukau para pengunjung di malam
hari. Pertunjukkan ini membawa kita seperti berada di luar angkasa.
Daerah Batu, Malang, memang menyediakan berbagai tempat wisata yang menarik.
Kesejukan kota Batu dan juga berbagai tempat wisata seperti Batu Night Spectacular
atau BNS, tentu membuat daerah ini menjadi tujuan wisata yang menarik. Beberapa
tempat menarik yang bisa Anda kunjungi di kota Batu antara lain (silahkan kunjungi
salah satu tautan berikut ini untuk ulasan selengkapnya):

MUSIUM TRANSPORTASI

Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya Museum Angkut & Movie Star Studio resmi
dibuka pada tanggal 9 Maret 2014. Sekitar 500 pengunjung lebih langsung membanjiri
tempat wisata terbaru di kota Batu Malang ini.
Museum yang mengusung tema alat transportasi Indonesia dan dunia ini harga tiket
masuknya dipatok Rp 50.000 untuk hari biasa (weekdays) dan Rp 75.000 untuk
weekend. Pengunjung bebas menikmati semua atraksi yang ada di dalamnya.
Tempat wisata ini terbagi atas beberapa zona. Ada zona Eropa, Amerika, Inggris,
Perancis sampai zona gangster! Pengunjung akan dibawa ke suasana sesuai masingmasing zona. Bayangkan saja, di dalamnya Anda dan rombongan akan menemui Hulk
raksasa yang sedang meremukkan sebuah mobil! Ada juga Batmobile Batman. Seru!
Kalau Anda penasaran silahkan berkunjung langsung ke Museum Angkut & Movie Star
Studio ini yang beralamat di Jl. Terusan Sultan Agung No. 2 Kota Wisata Batu Jawa
Timur . Nomor Telp 0341-595007.

WISATA AGRO BATU

Welcome To Kusuma Agrowisata


Kusuma Agrowisata berdiri pada 1991 dan merupakan salah satu pioneer Wisata Agro
di Indonesia. Kami adalah satu-satunya wisata agro yang berfasilitas hotel. Kami juga
menawarkan wisata petik di kebun apel, jeruk, jambu merah, buah naga, strawberry dan
sayur hidroponik bebas pestisida.
Area wisata kami terletak pada ketinggian 1000 meter dari permukaan laut dan
berudara sejuk. Anda dapat memetik sendiri buah-buah tersebut FRESH langsung dari
pohon sambil berkeliling ditemani oleh pemandu kami. Pemandu kami akan
menjelaskan tentang budidaya tanaman dan hal-hal yang berkaitan tentang buah-buah
tersebut.
Selain wisata petik, kami juga menawarkan wisata outbound dimana Anda dapat
bermain War Game di arena airsoft gun kami, mengendarai ATV di mini off-road track
kami atau bergelantungan dan meluncur dari menara Flying Fox.
Anda juga dapat berkunjung pada 'specialty' restaurant kami, Apple House dan
Strawberry House dimana kami menyajikan menu-menu special kami mengunakan
bahan buah apel atau strawberry.

WISATA ECHO GREEN PARK (EGP) BATU


Tidak langkap rasanya ke Malang tanpa mengunjungi kota Batu. Kota Batu terkenal
dengan apelnya yang disebut apel malang. Batu adalah kota yang berhawa dingin, lebih
dingin dari Malang sendiri. Batu terletak di atas pegunungan sehingga cocok menjadi
tujuan wisata alam.
Tahun 1999 saya sudah pernah jalan-jalan ke kota Batu. Dulu saya mengunjungi
kawasan agrowisata yang bernama Agrokusumo. Di kawasan agrowisata ini terdapat
perkebunan apel yang bisa dipetik sendiri oleh pengunjung. Dulu pengunjung membayar
uang masuk Rp10.000 ke Agrokusumo namun hanya boleh memetik dua buah apel saja.
Pada jalan-jalan kali ini saya tidak pergi ke Agrokusumo, tetapi ke kawasaan Jatim Park
II. Di kawasan Jatim Park II terdapat sebuah taman wisata edukasi yang sangat menarik,
yaitu Eco Green Park (EGP).

Kawasan Jatim Park II yang terpadu dengan hotel dan tempat wisata.

Pintu masuk ECO Green Park


Secara sederhana Eco Green Park dapat dianggap sebagai taman dan kebun binatang
yang berisi aneka satwa terutama unggas. Namun penataannya sangat apik, bersih, dan
teratur. Unggas yang terdapat di dalam Eco Green Park berasal dari seluruh dunia. Jadi,
jika selama ini kita hanya melihat gambar burung beraneka jenis dan warna di bukubuku atau di saluran National Geographic, maka kita dapat melihatnya sendiri di sini.
Ketika masuk kawasan EGP, kita disambut panorama replika candi Prambanan. Itulah
bangunan utama di kawasan ini. Di latar belakang tampak bukit yang berbentuk seperti
piramid.

Bangunan candi

Candi dengan latar belakang bukit berbentuk piramid

Diorama yang memperlihatkan kerusakan alam akibat penebangan hutan.


Sesuai konsepnya sebagai taman berwawasan lingkungan, di sini banyak elemen-elemen
bangunan dibuat dari bahan daur ulang, misalnya patung gajah yang terbuat dari ratusan
TV bekas.

Patung gajah dari ratusan TV bekas

Ada juga kolam yang unik, yang berisi air dan kincir dari logam yang disusun
sedemikian rupa sehingga menghasilkan suara-suara yang harmoni, misalnya gamelan
yang dipukul oleh kincir ini menghasilkan musik lagu Ilir-ilir.

Kolam yang bernyanyi

Jalan-jalan di EGP diatur sedemikian rupa berkelok-kelok sehingga kita melihat semua
koleksi satwa di kiri kanan jalan. Jalannya terbuat dari papan dan batu.

Jalan setapak yang hijau dan asri. Di kiri kanannya terdapat koleksi ratusan jenis burung.
Di bawah ini saya sajikan foto-foto keleksi satwa di EGP. Burung-burung yang berbulu
indah dari semua benua ada di sana. Di setiap kandang terdapat pejelasan tentang satwa,
asal negara, dan status konservasinya.

Burung macaw yang cantik

Dua burung macaw sedang bercengkerama.

Burung merak putih yang anggun.

Petugas sedang memberi makan berbagai burung. Makanannya adalah serangga jangkrik.

Kerajaan bebek (duck).

Waaah ada meerkat, hewan gurun pasir sahara yang lucu.

Pengunjung dapat memberi makan burung, tidak usah takut dipatuk.

Saya dan elang putih yang terancam punah.

Selain koleksi unggas, di dalam EGP terdapat banyak bangunan yang unik, salah
satunya rumah terbalik. Rumah ini adalah replika bangunan rumah yang dihempaskan
oleh badai Sandy di Amerika Serikat sehingga terbalik-balik

Rumah terbalik

Kita bisa masuk ke dalam rumah terbalik itu. Sesuai konsepnya sebagai rumah
terbalik, semua barang di dalamnya disusun terbalik, seperti lantainya di atas, lotengnya
di bawah, termasuk juga perabotan, toilet, dapur, lampu, lemari, yang semuanya
tersusun terbalik. Untuk melihat barang-barang itu kita harus memandangnya secara
terbalik juga.

Lantai di atas, lampu di bawah.

Perabotan yang terbalik di atas loteng.

Suasana di dalam rumah terbalik cukup menyeramkan. Ketika berjalan di ruang


keluarga tiba-tiba kita dikejutkan oleh loemari buku yang hampir jatuh. Lalu, ketika
berjalan di kamar mandi tiba-tiba toiletnya jatuh dengan isi kotoran yang berserakan.
Hi..hi..hi, seru!
Masih banyak lagi yang perlu dijelajahi di sini, misalnnya lorong kaca yang dapat
mnembuat kita tersesat, pasar kelinci, kamar operasi (ruang penetasan telur), herbarium
serangga, dan lain-lain. Rasanya waktu setengah hari tidaklah cukup, kita merasa betah
berlama-lama di sana. Terakhir kami masuk ke dalam teater dome yang menampilkan
film animasi tentang Hanoman. Teater dome adalah bioskop 3D yang layarnya berubah
kubah setengah bola, jadi kita harus menontonnya dengan menengadahkan kepala ke
atas. Sensasi seperti lantai yang bergoyang membuat kita serasa berada di dalam film
itu.

Taeter dome.

Sekian cerita saya mengunjungi Eco Green Park. Sebagai info, harga tiket masuk (tiket
terusan) adalah Rp30.000 per orang (hari biasa) atau Rp45.000 (akhir pekan dan hari
libur). Saya merekomendasikan anda melihat taman ini, sangat bagus buat anak-anak.

PERJALANAN PULANG KE YOGYAKARTA