Anda di halaman 1dari 17

EPIDEMIOLOGI

1. Pengertian
Pengertian epidemiologi dapat ditinjau dari berbagai aspek, sesuai dengan tujuan masing-masing:
a. Aspek akademik
Berarti analisis data kesehatan, sosial ekonomi dan kecenderungan yang terjadi untuk mengadakan
identifikasi dan intepretasi perubahan2 keadaan kesehatan yg terjadi di msy umum dan kelompok
penduduk tertentu
b. Aspek praktis
Merupakan ilmu yg ditujukan pd upaya pencegahan penyebaran penyakit yg menimpa individu,
kelompok atau masyarakat umum, penyebab penyakit tidak harus diketahui secara pasti, namun
diutamakan cara penularan,infektivitas,menghindarkan agen yg diduga penyebab,membentuk
kekebalan untuk menjamin kesehatan masyarakat
c. Aspek klinis
Suatu usaha untuk mendeteksi secara dini perubahan insidensi atau prevalensi melalui penemuan
klinis atau laboratoris pod awal kejadian luar biasa atau timbulnya penyakit baru spt Ca vagina pd
gadis remaja atau AIDS
d. Aspek administratif
Suatu usaha untuk mengetahui status kesehatan msy di suatu wilayah atau negara agar dapat
diberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pengantar Epidemiologi, Edisi 2, Dr. Eko Budiarto, SKM, Dr.Dewi Anggraeni
-

kamus besar BI terbitan balai pustaka, depdikbud. Jakarta1990 : epidemiologi adalah ilmu tentang
penyebaran penyakit menular pada manusia dan faktor2 yg dapat mempengaruhi penyebarannya
ensiklopedia nasional indonesia terbitan PT Cipta Adi Pustaka, Jakarta.1989 : epidemiologi adalah
suatu cara untuk meneliti penyebaran penyakit / kondisi kesehatan penduduk termasuk faktor yg
menyebabkannya
peterson dan thomas dlm bukunya fundamentals of epidemiologi al :

the science of the mass phenomenon of disease : ilmu ttg fenomena massal mengenai
penyakit

the study of the laws and factor governing the occurrence of disease or abnormality in a
population group : studi ttg kaidah dan faktor2 yg mempengaruhi terjadinya penyakit dan
abnormalitas dalam suatu kelompok penduduk

the study of the distribution and determinants of disease in man : study yg penyebaran dan
factor penentu penyakit pada manusia

the art and science of disease occurrence : ketrampilan dan ilmu ttg terjadinya penyakit

epidemiologi is medical ecology : epidemiologi adl ekologi kedokteran


Macmahon dalam bukunya epidemiology principles and methods adl epidemiology is the study of
the distribution and determinants of disease prevalence in man (epidemiologi adl study ttg penyebaran
penyakit dan faktor2 penentunya pada manusia)
Pengantar epidemiologi, Budioro

2. Batasan (mencakup 3 elemen epidemiologi)


Didalam batasan epidemiologi ini sekurang-kurangnya mencakup tiga elemen, yakni :

Mencakup semua penyakit :


Epidemiologi mempelajari semua penyakit, baik penyakit infeksi maupun non infeksi, seperti kanker,
penyakit kekurang gizi, kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja, sakit jiwa dsb. Bahkan di negaranegara maju epidemiologi ini mencakup juga kegiatan pelayanan kesehatan.
b. Populasi :
Apabila kedokteran klinik berorientasi pada gambaran-gambaran penyakit-penyakit individu-individu,
maka epidemiologi ini memusatkan perhatiannya pada distribusi penyakit pada populasi (masyarakat)
atau kelompok.
c. Pendekatan Ekologi :
a.

Frekuensi dan distribusi penyakit dikaji dari latar belakang pada keseluruhan lingkungan manusia baik
lingkungan fisik, biologi, maupun social. Terjadinya penyakit pada seseorang dikaji dari manusia dan total
lingkungannya.
Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-prinsip dasar. Penerbit Rineka Cipta.
3. Ruang lingkup
Ruang lingkup epidemiologi dalam masalah kesehatan dapat meliputi 6E yakni:
a. Etiologi berkaitan dengan lingkup kegiatan epidemiologi dalam mengidentifikasi penyebab penyakit dan
masalah kesehatan lainnya.
Misalnya: etiologi dari malaria adalah parasit plasmodium.
b. Efikasi berkaitan dengan efek atau daya optimal yang dapat diperoleh dari adanya intervensi
kesehatan. Misalnya: efikasi pemberian vaksin malaria adalah 40%.
c. Efektivitas dimaksudkan besarnya hasil yang diperoleh dari suatu tindakan (pengetahuan atau
intervensi) dan besarnya perbedaan dari suatu tindakan yang satu dengan yang lain
d. Efisiensi adalah sebuah konsep ekonomi yang melihat pengaruh yang dapat diperoleh berdasarkan
besarnya biaya yang diberikan.
e. Evaluasi adalah penilaian secara keseluruhan keberhasilan suatu pengobatan atau program kesehatan
masyarakat.
f. Edukasi adalah intervensi berupa peningkatan pengetahuan tentang kesehatan masyarakat sebagai
bagian dari upaya pencegahan penyakit.
(pengantar epidemiologi, bustan)
4. Prinsip-prinsip
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Objek pengamatan epidemiologis ditekankan pada kelompok atau agregat, sedangkan pengamatan klinis
pada penderita individu
Menggunakan cara-cara kwantitatif (aritmatik, statistik, dan matematik)
Pengamatan baik kelompok sakit/sehat atau terkena masalah / tidak terkena masalah
Faktor lingkungan dianggap penting dan harus diperhitungkan
Pengamatan mengarah pada community health diagnosis
Tidak hanya menjabarkan (deskriptif) dan menguraikan (analistis) penyakit, tetapi berupaya melengkapi
natural history of disease secara sistematis dan konstruktif
Lebih ditekankan pada program-program bersifat promotif, preventif dan pengendalian
Budioro, B. 2002.Pengantar Epidemiologi.Semarang : badan Penerbit Universitas Diponegoro

Dari berbagai definisi epidemiologi yang ada, terdapat persamaan tentang perhatian / kajian epidemiologi di
bidang kesehatan, serta sasaran . target studi epidemiologi. Persamaan prinsip ini adalah:
a. Epidemiologi selalu menyangkut studi dari kelompok penduduk (bukan individu)
b. Epidemiologi selalu membandingkan atu kelompok dgn kelompok lainnya
c. Epidemiologi menyangkut penduduk dlm kelompok yg sama, yg mempunyai karakteristik dan tdk mempunyai
karakteristik
Pengantar Epidemiologi. Eko Budiarto
5. Objek pengamatan

Masalah kematian, penyakit kecacatan, ketidakmampuan dan penderitaan lainnya


Masalah lingkungan fisik , biologis dan sosial, ekonomi dan budaya
Masalah perilakudan gaya hidup
Masalah manajemen / pengelolaan pelayanan kesehatan
Masalah kehidupan lainnya yang ada kaitannya dengan kesehatan masyarakat
Budioro B., 2002. Pengantar Epidemiologi. Semarang : Badan Penerbit Undip

6. Tujuan

Tujuan umum

Meneliti populasi manusia,namun sekarang metodenya dapat berlaku pada penelitian populasi lain
seperti hewan,tumbuhan.

Mendeskripsikan penyakit dapat menungkapkan mekanisme kausal penyakit, menjelaskan


perjalanan penyakit yang ada, dapat menjelaskan perjalanan penyakit dan untuk memeberikan pedoman
pelayanan kesehatan yang diperlukan.

Menjelaskan mekanisme terjadinya penyakit sehingga dapat digunakan untuk mencegah penyakit
dan meningkatkan kesehatan masyarakat termasuk kesehatan lingkungan dan kesehatan lingkungan
kerja.
Tujuan khusus

Memformulasikan hipotesis yang menjelaskan pola distribusi penyakit yang ada atas dasar
karakteristik waktu, tempat, host, agent potensial

Menguji hipotesis dengan menggunakan penelitian yang dirancang secara khusus dapat
mengungkapkan penyebab penyakit

Menguji validitas konsep pengendalian penyakit dengan menggunakan data epidemiologis yang
dikumpulkan sehubungan dengan program tersebut.

Membantu membuat klasifikasi penyakit atas dasar penelitian etiologis

Mengungkapkan perjalanan suatu penyakit untuk menentuka prognosis penyakit.


Epidemiologi lingkungan,Juli soemirat
a.
Menentukan agens primer atau memastikan faktor penyebab
b.
Memahami penyebab penyakit, cacat, atau kondisi
c.
Menentukan karakteristik agens atau faktor penyebab
d.
Menentukan cara penularan
e.
Menentukan dan menetapkan faktor faktor kontribusi
f.
Mengidentifikasi dan menjelaskan pola penyakit secara geografis
g.
Menentukan, mendeskripsikan dan melaporkan perjalanan alami penyakit, ketidakmampuan
cedera, dan kematian
h.
Menentukan metode pengendalian
i.
Menentukan langkah-langkah pencegahan
j.
Membantu dalam perencanaan dan pengembangan pelayanan kesehatan
k.
Menyediakan data-data administrasi dan perencanaan
(Sumber: C. Timmreck, Thomas. 2004. Epidemiologi Suatu Pengantar. Edisi 2. Penerbit EGC. Jakarta)
7. Klasifikasi/metode
a)

Epidemiologi deskripitif
Di dalam epidemiologi deskriptif dipelajari bagaimana fekuensi penyakit berubah menurut perubahan
variable-variabel epidemiologi yang terdiri dari orang (person), waktu (time), tempat (place)
Orang (person)

Umur
Umur adalah variable yang selalu dipehatikan di dalam penyelidikan epidemilogi. Angka
kematian dan kesakitan di dalam hamper semua keadaan menunjukkan hubungan dengan umur
Untuk keperluan perbandingan maka WHO menganjurkan pembagian-pembagian umur sebagai
berikut:
menurut tingkat kedewasaan
0-14 tahun : bayi dan anak-anak
15-49 tahun
: orang muda dan dewasa
50 tahun keatas
: orang tua
interval 5 tahun
kurang dari 1 tahun
1-4
5-9,
10-14 dsb

untuk mempeljari penyakit anak


0-4 bulan
5-10 bulan
11-23 bulan
2-4 tahun
5-9 tahun
9-14 tahun
Jenis kelamin
Yang pertama diduga meliputi factor keturunan yang terkait dangan jenis kelamin, atau
perbedaan hormonal, sedangkan yang kedua disuga oleh karena perannya factor-faktor
lingkungan
Kelas social
Kelas social dalah variable yang sering pula dilihat hubungannya dengan angka kesakitan atau
kematian, variabel ini menggambarkan tingakt kehidupan seseorang. Kelas social ditentukan oleh
unsure-unsur seperti pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan banyak contoh ditentukan pula
tempat tinggal
Jenis pekerjaan
Jenis pekerjaan yang dapat berperan timbulmya penyakit:
adanya faktor lingkungan yang langsung dapat menimbulkan kesakitan seperti bahan2 kimia,
gas2 beracun, radiasi, benda2 fisik yang dapat menimbulkan kecelakaan
situasi pekerjaan yang penuh dengan stress
ada tidaknya gerak badan di dalam pekerjaan , di AS ditunjukkan bahwa penyakit jantung
koroner sering ditemukan dikalangan mereka yang mempunyai pekerjaan dimana kekurang
gerak badan
Penghasilan
Yang sering dilskukan menilai hubungan natra tingkat penghasilan dan pemanfatan pelayanan
kesehtan mapun pencegahan
Golongan etnik
Berbagai golongan etnik dapat berbeda di dalam kebiasaan makan, susunan genetika, gaya
hidup, dan sebagainya yang dapat engakibatkan paebedaan-perbadaan di dalam angka kasakitan
atau kematian
Status perkawinan
Dari penelitian telah ditunjukkan bahwa terdapat hubungan anatra angka kesakitan maupuan
kematian engan status kawin, tidak kawin, cerai dan janda, angka kematian karena penyakitpenyakit tertentu mupuan kematian kerena semua bab makin meninggi dalan uraian tertentu
Diduga bahwa sebab-sebab angka kematian lebih tinggi pada yang tidak kawin dibandingkan
dengan yang kawin ilaha karena ada kecenderungan orang-orang yang tidak kawin kurang
sehat.Kecenderungan orang-orang yang tidak kawin lebih sering berhadapan dengan penyakit,
ataukarena adanya perbedaan-perbedaan dalam gaya hidup yang berhubungan secara kausal
dengan penyebab penyakit etrtentu
Besarnya keluarga
Di daam keluarga besar atau miskin,anak-anak dapat menderita oleh karean penghasilan
keluarga harus digunakan oleh banyak orang
Status keluarga
Struktur keluarga dapat mepuanyai pengaruh terhadap kesakitan (seperti penyakit menular
dan ganggguan gizi) dan pemanfatan pelayanan kesehatan
Paritas
Tingkat paritas telah menarik perhatian perhatian para peneliti dalam hubungan kesehatan si
ibi dan si anak

Tempat (place)
Pengetahuan mengenai distribusi geografis dari suatu penyakit berguna untuk perencanaan
pelayanan kesehatan dan dapat memberikan penjelasan mengenai etiologi penyakit.

Perbandingan pola penyakit sering dilakukan antara:


batas daerah-daerah pemerintahan
kota dan pedesaaan
daerah atau tempat berdasarkan batas-batas alam (pegunungan,sungai, laut atau padang pasir)
negara-negara
regional
variasi-variasi geografis pada terjadinya beberapa penyakit atau keadaan lain mungkin
berhubungan dengan satu atau lebih dari bebapa faktor sebagai berikut
linhkungan fisis,kemis, biologis, sosial, dan ekonomi yang berbeda-beda dari suatu tempat lainnya
konstitusi genetis dan etnis dari penduduk yang berbeda, bervariasi, seperti karakteristik
geiografi
variasi kultural terjadi dalam kebiasaan, pekerjaan, keluarga, praktek, higiene perorangan, dan
bahkan persepsi tenang sakit dan sehat
variasi administrasi
waktu (time)
mempelajari hubungan waktu dan penyakit merupakan kebutuhan dasar di dalam epidemiologis,
oleh karena perubahan-perubahan penyakit menurut untuk menunjukkan adanya peruabahan faktor2
etiologis. Melihat panjangnya waktu diman terjadi perubahan angka kesakitan, maka dibedakan
1. fluktuasi jangka pendek, dimana perubahan angka kesakitan berklangsung beberapa jam, hari,
minggu, dan bulan
2. perubahan2 secara siklus di mana perubahan2 angka kesakitan terjadi secara berulang-ulang
dengan antara beberapa hari, beberapa bula, (musiman), tahuanan, beberapa tahun
3. perbuatan2 angka kesakitan yang berlangsung dalam periode waktu jangka panjang, bertahuntahun atau berpulhan tahun, yang disebut secular trends

b)

Epidemiologi analitik
Pendekatan atau studi ini dipergunakan untk menguji data serta informasi2 yang diperoleh studi
epidemiologi deskriptif. Ada tiga studi tentang epidmiologi:
studi riwayat kasus (case history studies)
dalam studi ini akan dibandingkan antara dua kelompok orang, yakni kelompok yang terkena
penyebab penyakit dengan kelompok orang tidak terkena penyebab penyakit dengan kelompok
orang yang tidak terkena
studi kohort
dalam studi kelompok ini sekelompok orang dipaparkan pada suatu penyabab penyakit (agent).
Kemudian diambil sekelompok orang yang lagi yang mempunyai cirri-ciri yang sama dengan
kelompok pertama, tetapi tidak dipaprkan atau dikenakan pada penyebab penyakit.

c)

Epidemiologi eksperimen
Studi ini dilakukan dengan mengadakan eksperimen (percobaan) kepada kelompok subyek subyek,
kemudian dibandinkan dengan kelompok kontrol (yang tidak dikenakan percobaan)
Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-prinsip dasar. Penerbit Rineka
Cipta

PENELITIAN EPIDEMIOLOGI DISKRIPTIF

PENELITIAN EPIDEMIOLOGI ANALITIK

1.

Hanya menjelaskan keadaan suatu


masalah kesehatan (who, where, when)
2. pengumpulan, pengolahan, penyajian
dan interprestasi data hanya pada
satu kelompok masyarakat saja.
3. tidak bermaksud membuktikan suatu
hipotesa

1.

Juga menjelaskan mengapa suatu masalah


kesehatan timbul di masyarakat (why).
2. pengumpulan, pengeolahan, penyajian dan
interprestasi data dilakuakan terhadap
dua kelompok masyarakat.
3. bermaksud membuktikan suatu hipotesa.

8. Manfaat
a) Mengidentifikasi actor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam
masyarakat.
b) Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan pengambilan keputusan.
c) Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan.
d) Mengambangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi
atau menanggulanginya.
e) Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan.
M. N Bustan. Pengantar Epidemiologi. Penerbit Rineka Cipta.
a.

Membantu pekerjaan administrasi kesehatan


Manfaat epidemiologi dalam administrasi kesehatan seperti membantu pekerjaan perencanaan (planning)
dari pelayanan kesehatan, pemantauan (monitoring) dan penilaian (evaluation) suatu upaya kesehatan. Data
yang diperoleh dari pekerjaan epidemiologi akan dapat dimanfaatkan untuk melihat apakah upaya yang
dilakukan telah sesuai dengan rencana atau tidak (pemantauan) dan ataukah tujuan yang ditetapkan telah
tercapai atau tidak (penilaian).
b.
Dapat menerangkan penyebab suatu maslah kesehatan
c.
Dapat menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit
Epidemiologi dapat digunakan untuk menerangkan perkembangan suatu penyakit dengan memanfaatkan
keterangan tentang frekwensi dan penyebaran penyakit, terutama penyebaran penyakit menurut waktu.
Dengan mengetahui waktu muncul dan berakhirnya suatu penyakit dapatlah diperkirakan perkembangan
penyakit tersebut.
d.
Dapat menerangkan keadaan suatu masalah kesehatan
Karena epidemiologi mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan maka akan
diperoleh keterangan tentang keadaan masalah tersebut. Keadaan yang dimaksudkan di sini merupakan
perpaduan dari keterangan menurut ciri-ciri manusia, tempat dan waktu. Perpaduan yang seperti ini
menghasilkan 4 keadaan masalah kesehatan yaitu epidemi, pandemi, endemi, dan sporadik.
(Pengantar Epidemiologi, Azrul Anwar)
1. Memperoleh pengertian mengenai cara timbulnya penyakit atau trauma
2. Memperoleh pengertian mengenai riwayat alamiah penyakit
3. Memperoleh pengertian mengenai penyebaran penyakit pada berbagai kelompok
4. Dapat menyusun klasifikasi penyakit
5. Dapat menyusun program pemeliharaan kesehatan
6. Dapat menyusun cara2 penilaian usaha2 pemeliharaan kesehatan
Bambang Sutrisna. Pengantar Metoda Epidemiologi. Dian Rakyat.
9. Perkembangan
Epidemiologi adalah ilmu yg berkembang dari waktu ke waktu, perkembangan itu dilatarbelakangi oleh:
a. Tantangan jaman dimana terjadi perubahan masalah dan pola penyakit. Masa John Snow, epidemiologi
mengarahkan dirinya untuk masalah penyakit tidak infeksi dan wabah. Dewasa ini, epidemiologi ke arah
penyakit tidak menular dan tidak hanya dihadapkan dgn masalah penyakit semata tapi hal2 lain yg
berkaitan lgsg/tdk lgsg dgn penyakit
b. Perkembangan ilmu pengetahuan lainnya.
Pengantar epidemiologi, Dr.M.N. Bustan
10. Memahami terapan teknologi epidemiologi
a. Epidemiologi dan pencegahan penyakit menular

Penerapan epidemiologi dlm imunisasi membawa beberapa penyakit seperti campak dan folio dapat
tertanggulangi
Penjejakan pasien (patient tracing) PMS, telah memberikan kemampuan untuk mengidentifikasi sumber
penularan
Perbaikab sistem surveilance mermbawa para pengamat penyakit dalam masyarakat
Epidemiologi, menemukan awal tercetusnya epidemiologi penyakit AIDS di AS
b. Epidemiologi dan kesehatan lingkungan
Perhitungan dosis, toxic dose atau lethal dose butuh aplikasi epidemiologi
Epidemiologi telah dimanfaatkan dalam peristiwa London Smog Epidemic untuk menghitung kematian
dan penyebabnya.
c. Epidemiologi dalam klinik
Untuk membantu keadaan abnormalitas atau penyakit
Membantu menerapkan akurasi diagnosis
Mengetahui riwayat penyakit untuk prognosisnya
Mencari kebaikan atau efektifitas suatu obat/pengobatan terhadap suatu penyakit
Untuk mencari bentuk upaya pencegahan dalam kegiatan klinik
Pengantar Epidemiologi, Dr.M.N Bustan

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT


a) Hal2 yang harus diketahui untuk mempelajari RAP
- konsep jaringan sebab musabab : mengetahui mekanisme perjalanan penyakit
- faktor agent / penyebab : dikenal 5 kel agent
penyebab biologis
penyebab bahan makanan
penyebab kimiawi
penyebab fisik
penyebab mekanik
- faktor host dan pejamu (mengetahui ciri-cirinya)
ciri-ciri biologis (pembawa)
ciri-ciri sosiologis (di peroleh dari lingkungan dimana penjamu berada )
- faktor eniropment atau lingkungan
- interaksi antara penyebab, pejamu dan lingkungan
- proses terjadinya penularan
infeksi
kontaminasi
infestasi
penyakit yang kontagius
communicable diseases
period of communicability/ infectivity
non comunicable disease
Pengantar epidemiologi, dr. Budioro.
b) Cara2 menentukan RAP
- tahap prepatogenesis
individu dlm keadaan normal/sehat
ada interaksi antara pejamu dan bibit penyakit tetapi interaksi masih diluar tubuh
belum ada tanda tanda sakit
jk pejamu lengah dan bibit penyakit menjadi ganas atau lingkungan memberikan kodisi yang kurang
menguntungkan pejamu maka keadaan dapat segera berubah memasuki fase patogenesis
- tahap patogenesis
terbagi menjadi 4 tahap
tahap inkubasi : masuknya bibit penyakit sampai timbul gejala
tahap penyakit dini : muncl gejala ringan. Tahap ini sudah mulai menjadi masalah kesehatan

tahap penyakit lanjut : penyakit bertambah hebat dengan berbagai kelainan patologis dan
gejalanya. Pada tahap ini penyakit memerlukan pengobatan yg tepat untuk menghindari akibat
lanjut yang kurang baik
tahap penyakit akhir :
o
sembuh sempurna bibit penyakit menghilang, tubuh menjadi pulih dan sehat kembali
o
sembuh degan cacat bibit penyakit sudah hilang tetapi tubuh tidah pulih sepenuhnya
o
karier di mana tubuh penderita pulih kembali namun bibit penyakit masih tetap berada
didalam tubuh memperlihatkan gangguan penyakit
o
berkelangsungan kronik
o
mati
Pengantar Epidemiologi.DR.M.N.Bustan.1997
c) Manfaat mengetahui RAP
Untuk diagnostic : masa inkubasi dapat dipakai sebagai pedoman penentuan jenis penyakit, misalnya
dalam KLB.
Untuk pencegahan : dengan mengetahui rantai perjalanan penyakit dapat dengan mudah dicari titik
potong yang penting dalam upaya pencegahan penyakit.
Untuk terapi : terapi biasanya diarahkan ke fase paling awal
Pengantar Epidemiologi.DR.M.N.Bustan.1997
d) Fase
a. tahap prepatogenesis : dimana dalam tahap ini penyakit blm ditemukan karena pada umumnya daya
tahan tbh pejamu msh kuat.
b. thp inkubasi : dimana bibit penyakit tlh msk kedlm tbh pejamu, tetapi gejala penyakit blm tampak
c. thp penyakit dini : tahap ini dihitung mulai dr munculnya gejala penyakit
d. tahap penyakit lanjut : dlm thp ini penderita tlh tdk dpt lg melakukan pekerjaan dan jika dating
berobat, umumnya telah memrlukan perawatan
e. tahap akhir penyakit : perjalanan penyakit pd suatu saat akan berakhir. Berakhirnya perjalanan
penyakit tsb dpt berada dlm 5 keadaan :
i. sembuh sempurna : dimana penyakit berakhir krn pejamu sembuh secara sempurna artinya
bentuk dan fungsi tbh kembali kepada keadaan sebelum menderita penyakit
ii. sembuh dgn cacat : penyakit yg diderita berakhir dan penderita menjadi sembuh , tetapi
kesembuhannya tsb tdk sempurna krn ditemukan cacat pd pejamu. Adapun yg dimaksudkan
cacat disini adalah tdk hanya berupa cacat fisik yg dpt dilihat oleh mata tetapi juga cacat
mikroskopik, caccat fungsional, cacat mental, dan cacat social
iii. karier : pd karier, perjalanan penyakit seolah2 terhenti, karena gejala penyakit memang tdk
tampak lg. padahal dlm diri pejamu msh ditemukan bibit penyakit yg pd suatu saat jika daya
tahan tbh berkurang, penyakit dpt timbul kembali
iv. kronis : dlm proses ini, perjalanan penyakit tampak berhenti karena gejala penyakit tdk
berubah, dlm arti tdk bertambah berat dan atw pun tdk bertambah ringan
v. meninggal dunia : dimana terhentinya perjalanan penyakit disini bkn karena sembuh tetapi krn
pejamu meninggal dunia
Azrul, Pengantar epidemiologi
Tahap prepatogenesis :
Individu berada dalam keadaan normal/sehat. Walaupun demikian pada tahap ini sebenarnya
telah terjadi interaksi antar pejamu dengan bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih terjadi diluar
tubuh, dalam arti bibit penyakit masih ada diluar tubuh pejamu. Belum ada tanda-tanda sakit
sampai sejauh daya tahan tubuh pejamu masih kuat.
Tahap patogenesis :
Tahap inkubasi
Waktu antara masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh yang peka terhadap penyebab penyakit,
sampai timbulnya gejala penyakit lainnya.
Tahap penyakit dini
Munculnya gejala penyakit yang kelihatannya ringan. Tahap ini sudah mulai menjadi masalah
kesehatan.

Tahap penyakit lanjut


Tahap di mana penyakit bertambah hebat dengan segala kelainan patologis dan gejalanya. Pada
tahap ini penyakit memerlukan pengobatan yang tepat untuk menghindari akibat lanjut yang
kurang baik.
Tahap penyakit akhir

Sembuh sempurna

Sembuh dengan cacat

Karier
Tahap pasca patogenesis, yang dapat berlanjut menjadi :
Sembuh
Berkelangsungan kronik
Cacat
Mati
DR. M. N Bustan. Pengantar Epidemiologi. Penerbit Rineka Cipta.
-

Konsep dasar penyakit


suatu penyakit timbul akibat dari beroperasinya berbagai faktor baik dari agen, induk semang atau
lingkungan. Pendapat ini tergambar didalam istilah yang dikenal luas dewasa ini yaitu penyebab majemuk
(multiple causation of disease) sebagai lawan dari penyebab tunggal (singgel Causation). Didalam usaha para
ahli untuk mengumpulkan pengetahuan mengenai timbulnya penyakit, mereka telah membuat model-model
timbulnya penyakit dan atas dasar model-model tersebut dilakukanlah eksperimen terkendali untuk menguji
sampai dimana kebenaran dari model-model tersebut.
a. Segitiga epidemiologi (the epidemiologic triangle)

Induk semang
(host)

Penyebab
penyakit (agent)

Lingkungan
(environment)

b. Roda (the wheel)

Manusia
Inti
genetik
Lingkungan Fisik

c.

Lingkungan Biologi

Model roda memerlukan identifikasi dari berbagai faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit
dengan tidak begitu menekankan pentingnya agent. Disini dipentingkan hubungan antara manusia dengan
lingkungan hidupnya. Besarnya peranan dari masing-masing lingkungan bergantung pada penyakit yang
bersangkutan.
Jaring-jaring sebab akibat (the web of causation)
Menurut model ini perubahan dari salah satu faktor akan mengubah keseimbangan antara mereka, yang
berakibat bertambah atau berkurangnya penyakit yang bersangkutan.

Faktor 8
Faktor 3
Faktor 9

faktor 1
Faktor 4

Faktor 10

penyakit X
Faktor 5

Faktor 11

Faktor 2
Faktor 6

Faktor 12
Faktor 7
Menurut model ini suatu penyakit tidak bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri melainkan
sebagai akibat dari serangkaian proses sebab akibat. Dengan demikian maka timbulnya penyakit dapat
dicegah atau dihentikan dengan memotong rantai pada berbagai titik.
Ilmu KesMas Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo
Eksperimenpenyuluhan jg
Rancangan penelitiancc,cohort,cross sectional

KLB

a) Criteria/syaraat KLB
- Timbulnya suatu penyakit / kesakitan yg sebelumnya tidak ada / tidak dikenal
- Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut2
jenis penyakitnya (jam, hari, minggu.)
- Peningkatan kejadian penyakit/kematian , 2 (dua) kali / lebih dibandingkan dg periode
sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun)
- Jumlah penderita baru dalam 1 bulan menunjukkan kenaikan 2 kali lipat / lebih bila
dibandingkan dg angka rata2 perbulan dalam tahun sebelumnya
- Angka rata2 per bulan selama 1 tahun menunjukkan kenaikan 2 kali lipat / lebih dibanding
dg angka rata2 perbulan dr tahun sebelumnya
- Case fatality rate dr suatu penyakit dalam kurun waktu ttnt menunjukkan 50% / lebih
dibandingkan CFR dr periode sebelumnya
- Proportial rate (PR) penderita baru dr suatu periode ttnt menunjukkan kenaikan 2 kl /
lebih dibandingkan periode yg sama dalam kurun waktu / tahun sebelumnya
- Beberapa penyakit khusus : cholera, DHF/DSS, SARS, Avian flu, Tetanus neonatorum
a.
setiap peningkatan kasus dr periode sebelumnya (pd daerah endemis)
b.
terdapat 1 / lebih penderita baru dimana pd periode 4 minggu sebelunya
daerah tsb dinyatakan bebas dr penyakit bersangkutan
- Beberapa penyakit yg dialami 1 / lebih penderita :
a. keracunan makanan
b. keracunan pestisida
b) Perbedaan KLB dengan wabah

KLB merupakan kambuhnya atas meningkatnya kejadian kesakitan atau


kematian yang bermakna secara epidemiologi dalam kurun waktu dan daerah tertentu.
Wabah adalah terjadinya sejumlah kasus penyakit yang diketahui atau
diduga disebabkan oleh infeksi virus atau infeksi parasit yang mempunyai jumlah wajar atau
yang tak selayaknya ada di tem[ata atau pada waktu tertentu.
Wabah dapat berkembang dengan cepat sekarang memerluka penanganan segera. Ancaman
wabah dinyatakan ada jika keadaan yang dihadapi sedemikian rupa sehingga wabah penyakit
itu diperkirakan akan berlangsung. Antisipasi ini perlu didukung oleh :
a. Polulasi manusia yang rentan
b. Adanya atau kemungkinan datangnya penyebab penyakit.
c. Adanya mekanisme yang memungkinkan penularan penyakit secara besar besaran
( misalnya kontaminasi sumber air, populasi vektor yang membengkak )
Batasan kedaruratan hanya dapat ditentukan dalam keadaan sosial politik dan
epidemiologi di tempat wabah berlangsung. Karena keadaan tsb berpengaruh sekali
terhadap mendesaknya masalah. Tindakan yang harus dilakukan, dan kebutuhan kerja
sama dengan daerah dengan kelompok atau negara lain.
Sifat karakteristik kedaruratan yang disebabkan oleh wabah atau ancaman wabah
meliputi keadaan berikut, meskipun tidak semua harus ada dan perlu diperhitungkan :
a. Adanya resiko datangnya atau penyebaran penyakit di populasi.
b. Sejumlah besar kasus kasus penyakit diperkirakan akan terjadi.
c. Penyakit yang bersangkutan sedemikian berbahaya sehingga mengakibatkan
kecacatan serius atau kematian.
d. Ada resiko kekacauan sosial dan atau ekonomis sebagai akibat kehadiran penyakit.
e. Pemerintah di negara negara yang bersangkutan tak mampu menangani situasi
oleh karena kekurangan atau kekurangmampuan :
Tenaga teknik atau profesional
Pengalaman organisasi
Penyediaan barang atau alat yang diperlukan ( obat, vaksin, bahan diagnosis di
laboratorium, bahan pengendalian vektor dll )
f. Ada kemungkinan bahaya penyebaran penyakit secara internasional :
Pengendalian wabah penyakit menular :
Menghilangkan atau mengurangi sumber penyakit
Memutuskan rantai penularan
Melindungi populasi dengan resiko terkena penyakit
Cara penularan wabah :
o Dengan orang ke orang baik langsung maupun tidak langsung
o Penularan dari salah satu sumber yang sama
o Kombinasi keduanya
Contoh penyakit yang disebabkan oleh wabah :
Sedang : Hepatitis B, penyaluran melalui infeksi
Tinggi
: kolera, gastroentresitis pada anak yang disebabkan oleh E.Colli, dll
Sangat tinggi
: antrosis ( paru ), rabies, pes , dll.

c) Penyakit yang berpotensi menjadi KLB


Menurut permenkes RI no. 560/ dinkes/Per/VIII/th. 1989
a. kolera
b. pest
c. demam kuning
d. demam bolak-balik
e. tifus bercak wabah
f. DBD
g. Campak
h. Polio
i. Dipteri

j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.
r.

Pertusis
Rabies
Malaria
Influenza
Hepatitis
Tifus perut
Menngitis
Encepalitis
Antrax

Prosedur Tetap Penanggulangan KLB dan Bencana Propinsi Jateng, Dinkes Jateng.
a.

Penyakit karantina atau penyakit wabah penting


Kolera
Pes
Yellow fever
b. Penyakit potensi wabah/KLB yang menjalar dalam waktu cepat atau mempunyai mortalitas tinggi dan
penyakit yang telah masuk program eradikasi / eliminasi dan memerlukan tindakan segera
DHF
Campak
Rabies
Tetanus neonatorum
Diare
Pertusis
Polio
c. Penyakit-penyakit potensi wabah/KLB lainnya dan beberapa penyakit penting
Malaria
Frambusia
Influenza
Anthrax
Hepatitis
Thypus abdominalis
Meningitis
Keracunan
Encephalitis
Tetanus
d. Penyakit menular yang tidak berpotensi menimbulkan wabah dan atau KLB tetapi diprogramkan
ditingkat kecamatan dilaporkan secara bulanan sampai ke pusat, meliputi: cacing, lepra, TBC,
siphilis, gonore, fiariasis, AIDS
d) Cara mencegah dan penanggulangan KLB
PENCEGAHAN
Pengertian pencegahan secara umum adalah mengambil tindakan terlebih dahulu sebelum
kejadian.
Pada dasarnya ada tiga tingkatan pencegahan penyakit secara umum yakni:
a.
Pencegahan tingkat pertama (primary prevention) yang meliputi promosi kesehatan dan
pencegahan khusus.
b. Pencegahan tingkat kedua (secondary prevention) yang meliputi diagnosis dini serta
pengobatan yang tepat.
c.
Pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention) yang meliputi pencegahan terhadap
cacat dan rehabilitasi.
Ketiga tingkat pencegahan tersebut saling berhubungan erat sehingga dalam pelaksanaannya
sering dijumpai keadaan yang tumpang tindih.

1. Pencegahan Tingkat Pertama


Dapat ditujukan pada faktor penyebab, lingkungan serta faktor pejamu.
a. Sasaran yang ditujukan pada faktor penyebab yang bertujuan untuk mengurangi penyebab
atau menurunkan pengaruh penyebab serendah mungkin dengan usaha antara lain:
- Desinfektan
- Pasteurisasi
- Sterilisasi, bertujuan untuk menghilangkan mikro-organisme penyebab penyakit,
- Penyemportan.insektisida dalam rangka menurunkan dan menghilangkan sumber penularan
maupun memutuskan rantai penularan.
Selain itu usaha untuk mengurangi/menghilangkan sumber penularan dapat dilakukan
melalui pengobatan penderita serta pemusnahan sumber yang ada (biasanya pada binatang
yang menderita), serta mengurangi/menghindari perilaku yang dapat meningkatkan risiko
perorangan dan masyarakat.
b. Mengatasi/modifikasi lingkungan melalui perbaikan lingkungan fisik seperti
- peningkatan air bersih
- peningkatan sanitasi lingkungan dan perumahan serta bentuk pemukiman lainnya
- perbaikan dan peningkatan lingkunan biologis seperti pemeberantasan serangga dan
binatang pengerat
- peningkatan lingkungan sosial seperti kepadatan rumah tangga, hubungan antarindividu dan
kehidupan sosial masyarakat.

c.
-

Meningkatkan daya tahan penjamu meliputi :


perbaikan status gizi, status kesehatan umum dan kualitas hidup penduduk
pemberian imunisasi serta berbagai bentuk pencegahan khusus lainnya
peningkatan status psikologis, persiapan perkawinan serta usaha menghindari pengaruh
faktor keturunan
peningkatan ketahanan fisik melalui peningkatan kualitas gizi, serta olahraga kesehatan.

2. Pencegahan Tingkat Kedua


Sasaran pencegahan ini terutama ditujukan pada mereka yang menderita atau dianggap
menderita (suspek) atau yang terancam akan menderita (masa tunas).
meliputi diagnosis dini dan pengobatan yang tepat agar dapat dicegah meluasnya penyakit
atau untuk mencegah timbulnya wabah, serta untuk segera mencegah proses penyakit lebih
lanjut serta mencegah terjadinya akibat samping atau komplikasi
a. Pencarian penderita secara dini dan aktif melalui peningkatan usaha surveillans penyakit
tertentu, pemeriksaan berkala serta pemeriksaan kelompok tertentu (calon pegawai, ABRI,
mahasiswa, dll), penyaringan (screening) untuk penyakit tertentu secara umum dalam
masyarakat, serta pengobatan dan perawatan yang efektif.
b. Pemberian chemoprophylaxis yang terutama bagi mereka yang dicurigai berada pada proses
prepatogenesis dan patogenesis penyakit tertentu.

Deteksi awal penyakit

Tujuannya untuk mempercepat kesembuhan dg pengobatan yg tepat

Pengobatan yang cepat merupakan pencegahan primer pada orang yang


sehat

menghambat progresivitas penyakit

menghindari komplikasi

mengurangi ketidakmampuan
3. Pencegahan Tingkat Ketiga
Sasaran pencegahan tingkat ke tiga adalah penderita penyakit tertentu.
tujuan mencegah jangan sampai mengalami cacat atau kelainan permanen, mencegah
bertambah parahnya suatu penyakit atau mencegah kematian akibat penyakit tersebut.

Pada tingkat ini juga dilakukan usaha rehabilitasi untuk mencegah terjadinya akibat samping
dari penyembuhan suatu penyakit tertentu. Rehabilitasi adalah usaha pengembalian fungsi
fisik, psikologis dan sosial seoptimal mungkin yang meliputi rehabilitasi fisik/medis,
rehabilitasi mental/psikologis serta rehabilitasi sosial.
Pelayanan suportif dan rehabilitatif
Bertujuan untuk mengurangi ketidakmampuan dg cara:
Memaksimalkan fungsi organ yg cacat
Membuat protesa ekstremitas akibat amputasi
Mendirikan pusat-pusat rehabilitasi medik

PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR


Yang dimaksud dengan penganggulangan penyakit menular (kontrol) adalah upaya untuk menekankan
peristiwa penyakit menular dalam masyarakat serendah mungkin sehingga tidak merupakan
gangguan kesehatan bagi masyarakat tersebut.
1. Sasaran langsung pada sumber penularan pejamu
Keberadaan suatu sumber penularan (reservoir) dalam masyarakat merupakan faktor yang
sangat penting dalam rantai penularan.
a.
Sumber penularan adalah binatang
Bila sumber penularan terdapat pada binatang peliharaan (dosmetik)
memusnahkan binatang yang terinfeksi serta melindungi binatang lainnya dari penyakit
tersebut (imunisasi dan pemeriksaan berkala)
Bila sumber penyakit dijumpai pada binatang liar
kerja sama instansi lain yang terkait .
b. Sumber penularan adalah manusia
Apabila sumber penularan adalah manusia isolasi dan karantina, pengobatan dalam
berbagai bentuk umpamanya menghilangkan unsur penyebab (mikro-organisme)atau
menghilangkan fokus infeksi yang ada pada sumber (bedah saluran empedu atau
cholecystectomy) pada carier typoid menahun).
2. Sasaran Ditujukan pada cara Penularan
- penularan penyakit ditularkan melalui udara, terutama infeksi saluran pernafasan
perbaikan sistem ventilasi serta aliran udara dalam ruangan.
- penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman memberantas bahan-bahan yang
mengalami kontaminasi seperti penyehatan air minum, pasteurisasi sus, serta pengawasan
terhadap semua pengobatan bahan makanan dan minuman.
- penyakit yang ditularkan oleh vektor terutama serangga dan binatang lainnya
pemberantasan serangga serta binatang perantara lainnya.
3. Sasaran Ditujukan pada Penjamu Potensial
a. Peningkatan Kekebalan Khusus (imunitas)
imunisasi yakni peningkatan kekebalan aktif pada pejamu dengan pemberian vaksinasi.
Selain pemberian imunsasi aktif terseut di atas, juga dikenal adanya usaha perlindungan
terhadap beberapa penyakit tertentu dengan pemberian antibodi pelindung yang berasal dari
pejamu lain dalam bentuk serum antibodi yang memberikan perlindungan sementara dan
disebut imunisasi pasif.
b. Peningkatan Kekebalan Umum (resistensi)
- perbaikan gizi keluarga
- peningkatan gizi balita melalui program Kartu Menuju Sehat (KMS)
- peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta pelayanan kesehatan terpadu melalui
posyandu.
Definisi epidemic,endemic dan pandemic

epidemi.
Epidemi adalah keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang
ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam frekwensi
yang meningkat.
pandemi.
Pandemi adalah suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit)
frekwensinya dalam waktu yang singkat memperlihatkan peningkatan yang amat tinggi serta
penyebarannya telah mencakup suatu wilayah yang amat luas.
endemi.
Endemi adalah suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit)
frekwensinya pada suatu wilayah tertentu menetap dalam waktu yang lama.
Epidemic : keadaan dimana didapat frekuensi penyakit melebihi frekuensi biasa atau dalam waktu
singkat terdapat penyakit yang berlebih.
Xi > Xr + 2SD ,,dimana:
Xi = angka sakit saat i
Xr = angka rata-rata tahun-tahun yang lalu,untuk periode waktu yang sama
SD = standar deviasi untuk periode tersebut
Endemic : keadaan yang biasa atau normal atau frekuensi penyakit tertentu
berada dalam
keadaan normal
Xi =Xr + 2SD
Pandemic : keadaan epidemi yang melanda hampir seluruh populasi
ataupun hampir semua
daerah.

PENYAKIT MENULAR
a) Masalah kesehatan adalah
Sesagala sesuatu yangdapat mengganggu keadaan fisik, mental dan social.
b) Batasan masalah kesehatan
ruang lingkup sehat dan masalah kesehatan dapat meliputi 6D yakni ( Fletcher:4):
1. Death (kematian)
2. Disease (penyakit)
3. Disabillity (kecacatan)
4. Discomfort (kekurangnyamanan)
5. Dissatisfaction (kekurangpuasan)
6. destituation (kelemahan)
c) Sumber data masalah kesehatan
Lima area data statistik kesehatan yang umumnya digunakan dalam epidemiologi: (1) laporan
penyakit menular, (2) catatan klinis dan catatan medis rumah sakit, (3) catatan perusahaan dan
Lembaga, (4) survei kesehatart dan penyakit, (5) observasi berkelanjutart terhadap insidensi
kesakitan di dalam masyarakat.
Laporan dan. publikasi yang disusun dan disebarluaskan oleh depatemen kesehatan baik di
tingkat lokal, negara bagian, maupun tingkat federal merupakan sumber utama data penyakit
menular.
d)
a.
b.
c.

Faktor2 penyakit menular


host (pejamu),
agent (penyebab),
environment (lingkungan),

Pejamu
(host)

Penyebab
(Agent)

Lingkungan
(environment)

Menurut model ini, perubahan dari salah satu faktor akan merubah keseimbangan antara mereka,
yang berakibat bertambah atau berkurangnya penyakit yang bersangkutan.
a. host (pejamu),
ciri-ciri yang berperan penting dalam Riwayat alamiah penyakit adl
- ciri-ciri BIOLOGIS
yang dibawa (ditentukan )sejak lahir atau pembawaan, umur, jenis
kelamin, ras, keturunan
dll
- SOSIOLOGIS,
Diperoleh dari lingkungan dimana pejamu berada seperti , tingkat
sosial, pendidikan,
pekerjaan, adat istiadat,
kebiasaan
dll
b. agent (penyebab),
berbentuk:
- unsur / element,
- zat / substance
- kekuatan / force,
- hidup / animate atau tidak hidup / inanimate,
keberadaan (dalam jumlah yang berlebih) / atau ketidakberadaannya (kekurangan dari jumlah yang
normal), melalui hub./pemaparan yang efektif dg host yang rentan, keadaan lingkungan yang
mendukung, akan menjadi perangsang / stimulus proses penyakit.
Dikenal 5 macam kelompok agent:
- Biologis, metazoa, protozoa, fungi, bakteri,
riketsia dan virus,
- Bahan makanan (nutrient), karbohidrat, lemak, protein, vitamin,
mineral
- Bahan kimiawi, exogen maupun endogen
- Fisik, tekanan udara, suhu, kelembaban, suara, cahaya, radiasi, getaran
- Mekanik, ruda paksa yang dapat berakibat luka dan memar, luka gesek, luka tusuk, dsb
c. environment (lingkungan),
Yaitu kumpulan dari segala kondisi dan pengaruh luar yang
mempengaruhi kehidupan dan perkembangan dari organisme.
Dikelompokkan menjadi :
fisik,
biologik,
sosiokultural,
ekonomik
2. Cara penularan penyakit
a) Kontak (contact)
b) Inhalasi (inhalation)
Yaitu penularan melalui udara/pernapasan. OIeh karena itu, ventilasi rumah yang kurang,
henjcjalan (over crowding), dan tempal.tcrnpat umum adalah fakior yang sangal penting di
dalam epidem iologi penyakit ml. Penyak it yang dilularkan rnelalui udara mi sering discbut
air borne infection (penyakit yang ditularkan melalui udara).
c) lnfeksi
Penularan melalui tangan, makanan alau minuman.
d) Penetrasi pada kulit
Penetrasi pada kulit misalnya cacing tambang, mclalui gigitan vcktor
misalnya malaria
atau melalui luka, misalnya tetanus.
e) Infeksi rnelalui placenta

Yakni infeksi yang diperoich melalui placenta dan ibu penderita penyakit pada waktu
menganclung, misalnya syphilis dan toxo plasmosis.
Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-prinsip dasar. Penerbit Rineka
Cipta.