Anda di halaman 1dari 16

Study Objectives :

1.
2.
3.
4.
5.

Menjabarkan prosedur penerbitan hutang jangka


panjang
Menjelaskan perhitungan penerbitan obligasi pada
nilai nominal dan tidak pada nilai nominal
Menerapkan metode amortisasi diskonto dan
premi obligasi
Menjelaskan perhitungan wesel bayar jangka
panjang
Menyajikan dan menganalisis kewajiban jangka
panjang pada laporan keuangan

A. HUTANG OBLIGASI
Hutang jangka panjang memiliki definisi sebagai suatu pengorbanan ekonomi dengan
kemungkinan yang sangat besar terjadi di masa depan akibat dari kewajiban masa kini yang
belum dibayarkan pada suatu periode akuntansi tergantung jangka waktu yang lebih lama.
Contoh dari jenis kewajiban ini pada umumnya adalah hutang obligasi, hutang hipotik dan sewa,
serta wesel bayar jangka panjang. Secara umum, hutang jangka panjang memiliki kententuanketentuan untuk melindungi baik kreditor maupun debitor. Salah satu ketentuannya yaitu asumsi
hutang tambahan,yaitu suku bunga, provisi penarikan, jaminan dalam pegadaian, dan modal
kerja dan pembatasan deviden. Hal-hal yang berkaitan dengan asumsi tambahan tersebut harus
dilaporkan pada catatan atas laporan keuangan.

204

Obligasi adalah surat tanda bukti utang yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada
pemegangnya dengan imbalan bunga sejumlah tertentu. Dalam setiap obligasi tertera nilai
nominal obligasi serta tingkat bunga obligasi. Nilai nominal atau nilai pari adalah nilai yang
menunjukkan jumlah yang harus dibayar perusahaan pada waktu obligasi jatuh tempo.
Sedangkan tingkat bunga obligasi menunjukkan sejumlah prosentase tertentu yang harus
dibayarkan secara periodik kepada pemegang obligasi. Perusahaan menerbitkan obligasi
biasanya disebabkan oleh kebutuhan dana dalam jumlah besar yang tidak bisa dipenuhi dari
akumulasi laba ditahan maupun dari utang bank. Karena obligasi ini memiliki masa jatuh tempo
yang lebih dari satu tahun (biasanya antara 5 sampai dengan 20 tahun), maka apabila perusahaan
menerbitkan obligasi akan menimbulkan utang obligasi. Utang ini dikelompokkan ke dalam
utang jangka panjang.
Sebuah obligasi ditebitkan dari sebuah kontrak yang disebut dengan perjanjian obligasi.
Obligasi mewakili perjanjian untuk pembayaran : (1) jumlah uang yang harus dibayar pada saat
jatuh tempo, dan (2) bunga periodik pada tingkat tertentu. Tujuan utama dari obligasi adalah
untuk mencari dana pinjaman jangka panjang yang biasanya terlalu besar jika harus disediakan
oleh satu pemberi dana. Jenis dan tingkatan obligasi adalah sebagai berikut :

Obligasi berjamin dan tanpa jaminan


Secured bonds adalah obligasi yang terikat oleh sebuah perjanjian dengan beberapa
jaminan, sedangkan obligasi yang tak terikat disebut unsecured. Yang tergolong
obligasi dijamin adalah: Obligasi hipotik yaitu obligasi yang penerbitannya dijamin
dengan suatu jaminan tertentu misalnya real estate . Yang termasuk obligasi dijamin
ini adalah Obligasi trust yang penerbitannya dijamin oleh saham atau obligasi
perusahaan lain. Sedangkan obligasi tidak dijamin adalah obligasi yang
penerbitannya tidak dijamin dengan suatu jaminan. Obligasi ini sangat beresiko
sehingga apabila perusahaan menerbitkan obligasi jenis ini akan memberikan tingkat

bunga yang tinggi, dalam rangka untuk menarik minat calon investor.
Obligasi berjangka, berseri, dan dapat ditebus
Obligasi yang harus dilunasi dalam satu tanggal jatuh tempo disebut term bonds.
Obligasi yang dapat dicicil disebut serial bonds. Callable bonds memberikan
penerbit hak membayar obligasi lebih dahulu dari jatuh tempo. Obligasi berjangka
205

adalah obligasi yang memiliki jatuh tempo dalam satu tanggal. Obligasi serial adalah
obligasi yang memiliki jatuh tempo secara serial atau berangsur. Obligasi dapat
ditebus adalah ob ligasi yang memberikan hak kepada penerbitnya untuk menebus

dan menarik obligasi tersebut sebelum jatuh temponya.


Obligasi konvertibel
Obligasi yang dapat diubah menjadi bentuk sekuritas lainnya disebut convertible
bonds. Commodity-backed bonds adalah obligasi yang dapat dilunasi dengan diganti
komoditas lain. Deep-discount bonds adalah obligasi yang dijual diskon yang
memberikan pembeli imbalan bunga saat jatuh tempo. Obligasi konvertibel adalah
suatu obligasi yang dapat dikonversi dengan surat berharga lain pada suatu waktu
setelah penerbitannya. Biasanya obligasi jenis ini akan bisa dikonversikan ke dalam

saham.
Obligasi terdaftar dan obligasi atas unjuk (kupon)
Obligasi yang diterbitkan dengan nama pemilik disebut registered bonds, sedangkan
bearer atau coupon bond adalah obligasi yang tidak mencantumkan nama pemilik.
Obligasi terdaftar adalah obligasi yang diterbitkan atas nama pemilik. Obligasi atas
unjuk adalah obligasi yang tidak tercantum nama pemiliknya dan dapat ditransfer

dari satu pemilik ke pemilik lain cukup melalui penyerahan saja.


Obligasi laba dan pendapatan
Income bonds dibayarkan tanpa bunga kecuali perusahaan meraih profit. Revenue
bonds adalah obligasi yang bunganya dibayarkan dari sumber pendapatan tertentu.

Obligasi umumnya dinilai pada nilai masa kini dari perkiraan perputaran kas masa depan
yang terdiri dari bunga dan uamg pokoknya. Tingkat bunga ditulis dalam ketentuan kesepakatan
obligasi (dan sering dicetak dalam sertifikat obligasi) diketahui sebagai stated, coupon atau
nominal rate. Tingkat yang ditetapkan dinyatakan sebagai presentase dari nilai nominal obligasi
tersebut (juga sering disebut par value, principal amount, atau maturity value).

1. Obligasi yang Diterbitkan pada Nilai Par (yang sama)


Jika angka yang ditentukan oleh pembeli sama dengan angka yang ditetapkan,
obligasi berarti dijual pada nilai par. Nilai par sama dengan nilai saat ini dari obligasi
206

yang dihitung oleh pembeli obligasi. Jurnal penerbitan obligasi adalah jurnal untuk
mengakui timbulnya utang obligasi. Pada tanggal ini perusahaan belum mengakui
munculnya beban bunga karena meskipun bunga dibayar setiap tanggal awal periode,
namun pada saat transaksi penjualan obligasi belum ada waktu yang berjalan.
Contoh, obligasi berjangka waktu 3 tahun diterbitkan dengan nilai par $100,000
pada 1 Januari 2007, tercatat suku bunga of 8%, dan suku bunga pasar of 8%.

1/1/07

Cash

100,000
Bonds payable

12/31/07

Interest expense
Cash

100,000
8,000
8,000

2. Obligasi yang Diterbitkan pada Diskon atau Premium (Premi)


Jika angka yang ditentukan oleh pembeli berbeda dengan yang telah ditetapkan,
nilai saat ini dari obligasi yang dihitung oleh pembeli akan berbeda dengan nilai nominal
dari obligasi tersebut. Diskon akan terjadi jika obligasi dijual kurang dari nilai
nominalnya, sedangkan obligasi akan terjadi premi bila dijual lebih dari nilai
207

nominalnya. Ketika obligasi dijual kurang dari nilai nominalnya, ini berarti investor
meminta nilai bunga lebih tinggi dari nilai yang telah ditetapkan. Biasanya, hal ini
dikarenakan investor bisa mendapatkan angka yang tinggi dari investasi alternatif
dengan tingkat resiko yang relatif sama.
Contoh, obligasi berjangka waktu 3 tahun diterbitkan pada nilai par sebesar
$100,000 pada 1 Januari 2007, tercatat suku bunga 8%. Hitunglah harga penerbitan
obligasi dengan asumsi suku bunga pasar sebesar of 10%.

1/1/07

Cash

95,027

Discount on bonds payable

4,973

Bonds payable
12/31/07

Interest expense

100,000
9,503

Discount on bonds payable

1,503

Cash

8,000

3. Obligasi yang Diterbitkan di antara tanggal Bunga


Perusahaan biasanya melakukan pembayaran bunga obligasi setiap setengah tahun
pada tanggal yang telah ditetapkan dalam kontrak obligasi. Apabila obligasi doterbitkan
pada tanggal selain tanggal pembayaran bunga, maka pembeli obligasi tersebut akan
membayar penjual bunga obligasi yang terhutang dari tanggal pembayaran bunga
terakhir sampai dengan tanggal penerbitan. Kenyataannya, pembeli obligasi membayar
di muka kepada penerbit obligasi untuk bagian dari pembayaran bunga enam bulan
208

penuh yang bukan merupakan haknya, yaitu karena belum memiliki obligasi itu selama
periode berjalan. Pembeli akan menerima pembayaran bunga enam bulan penuh pada
tanggal pembayaran bunga setengah tahun berikutnya.
Tingkat bunga efektif adalah bunga yang sebenarnya diterima oleh pemegang obligasi.
Biasanya bunga efektif disebut juga dengan market rate atau effective yield, sementara bunga
obligasi sendiri disebut dengan stated rate. Jika obligasi diterbitkan pada diskon, jumlah yang
harus dibayarkan saat jatuh tempo lebih dari jumlah ketika terbit. Jika diterbitkan pada premi,
perusahaan membayar lebih sedikit saat jatuh tempo . dibawah metode bunga efektif,
perusahaan:

Menghitung beban bunga obligasi pertama tama dengan mengalikan nilai buku dari

obligasi tersebut pada awal periode dengan tingkat bunga efektif.


Menentukan amortisasi diskon atau premi obligasi selanjutnya

dengan

membandingkan beban bunga obligasi dengan bunga (kas) yang akan dibayarkan.
Metode bunga efektif menghasilkan beban bunga periodik sama dengan presentase
konstan dari nilai buku dari obligasi. Karena persentasenya adalah suku bunga efektif yang
dikeluarkan peminjam pada waktu penerbitan, maka metode bunga efektif menghasilkan
penandingan beban yang lebih baik terhadap pendapatan daripada metode garis lurus. Metode
bunga efektif dan metode garis lurus keduanya menghasilkan jumlah total beban bunga yang
sama selama jangka waktu obligasi. Namun, jika jumla tahunan tidak sama secara material, amak
metode bunga efektif disyaratkan menurut standar akuntansi yang berlaku.
Penerbitan obligasi melibatkan biaya mendesain dan mencetak, biaya hokum dan
akuntansi, komisi biaya promosi, dan beban serupa lainnya. Perusahaan disyaratkan untuk
membebankan biaya-biaya ini kea kun-akun aktiva, yang seringkali disebut sebagai biaya
penerbitan obligasi yang belum diamortitasi selama umur manfaat hutang tersebut dengan cara
yang serupa dengan yang digunakan untuk diskonto obligasi. Untuk biaya penerbitan obligasi
yang

belum

diamortisasi

diperlakukan

sebagai

beban

yang

ditangguhkan

dan

mengamortisasikannya selama umur manfaat hutang tersebut.


Hutang obligasi yang telah diakuisisi kembali oleh perusahaan yang menerbitkannya atau
perwakilannya dan belum dibatalkan disebut sebagai obligasi treasury. Definisinya sama dengan
209

saham treasury, obligasi tersebut harus dilaporkan dalam neraca sebagai pengurang hutang
obligasi. Jika obligasi ini dijual atau dibatalkan, amak akun obligasi treasury ini harus dikredit.

B. WESEL BAYAR JANGKA PANJANG


Wesel bayar jangka panjang merupakan utang wesel yang jangka waktu pelunasannya lebih
dari satu periode akuntansi. Perusahaan biasanya menerbitkan wesel bayar jangka panjang
apabila membutuhkan dana dalam jumlah besar atau melakukan pembelian yang tidak bisa
dibayar langsung tetapi melalui pembayaran angsuran.
Perbedaan antara wesel bayar lancar dan wesel bayar jangka panjang terletak pada
tanggal jatuh temponya. Wesel bayar jangka pendek diharapkan akan dibayar dalam jangka
waktu satu siklus operasi. Wesel bayar jangka panjang memiliki substansi yang sama seperti
obligasi dimana keduanya memiliki tanggal jatuh tempo yang tetap dan suku bunga yang
ditetapkan. Selain itu perlakuan akuntansi wesel dan obligasi juga tidak jauh berbeda. Sama
halnya dengan obligasi, wesel juga dinilai pada nilai sekarang dari arus kas bunga dan pokok
nasa depan, dimana setiap premi dan diskonto diamortisasi dengan cara yang sama selama umur
wesel tersebut. Berikut adalah contoh penerbitan wesel bayar jangka panjang pada nilai
nominalnya:
PT. Sukses Makmur menerbitkan $100,000 4-tahun pada 11% kepada Bank Nasional
pada 1 Januari 2008 dan menerima $100,000 tunai. Pembayaran dilakukan tahunan setiap 31
Desember. Bagaimana (a) PT. Sukses Makmur menerbitkan weselnya dan (b) berapa
pembayaran pada tanggal 31 Desember?
(a)

Cash

100,000
Notes payable

(b)

Interest expense
Cash

100,000
11,000
11,000

($100,000 x 11% = $11,000)

210

Sementara itu, untuk penerbitan wesel yang tidak diterbitkan pada nilai nominalnya
semata-mata untuk kas, maka nilai sekarangnya diukur dengan kas yang diterima. Suku bunga
implisit adalah suku bunga yang menyamakan kas yang dibayarkan dengan jumlah yang diterima
di masa mendatang. Selisih antara jumlah nominal dan nilai sekarang dicatat sebagai diskonto ke
baban bunga selama umur wesel tersebut. Berikut adalah contoh penerbitan wesel berbunga nol
maupun yang berbunga:
PT. Surya Abadi menerbitkan $50,000, 4-tahun, tanpa bunga kepada PT. Indo Jaya pada 1
Januari 2008, dan menerima kas $31,776. Suku bunga implicit sebesar 12%. (a) Bagaimana PT.
Surya Abadi menerbitkan wesel tersebut

dan (b) bagaimana pengakuan bunga pada 31

Desember?

(a) Cash

31,776

Discount on notes payable


Notes payable
(b) Interest expense

18,224
50,000

3,813

Discount on notes payable

3,813

($31,776 x 12%)

211

PT. Adi Jaya menerbitkan wesel 4-tahun sebesar $50,000 pada 5% kepada PT. Sunda
Property pada 1 Januari

2008, dan menerima sebuah komputer senilai $39,369. Bunga

dibayarkan setiap tanggal 31 Desember dengan suku bunga pasar 12%. Bagaimana PT. Adi Jaya
mencatat (a) penerbitan wesel dan (b) pembayaran bunga pada 31 Desember?

(a) Cash

39,369
212

Discount on notes payable


Notes payable
(b) Interest expense

10,631
50,000

4,724

Discount on notes payable

Cash

2,500

2,224

Jika intrumen-intrumen hutang seperti wesel ditukarkan dengan property, barang,


maupun jasa, dalam suatu transaksi pertukaran, maka suku bunga ditetapkan dianggap layak
kecuali tidak terdapat suku bunga yang ditetapkan, suku bunga yang ditetapkan tidak layak, atau
jumlah nominal yang ditetapkan dari instrument hutang tersebut secara material berbeda dengan
harga jual tunai berjalan atas barang yang sama atau serupa daru nilai pasar berjalan wesel
tersebut.
Dalam situasi tersebut, nilai masa ini dari instrumen hutang diukur sesuai dengan nilai
wajar property, barang ataupun jasa atau sesuai dengan jumlah yang mendekati nilai wajar dari
wesel tersebut. Apabila tidak terdapat suku bunga yang ditetapkan, maka suku bunga adalah nilai
nominal dikurangi dengan nilai wajar dari property, barang, atau jasa tersebut.
Dalam transaksi wesel, suku bunga pasar atau suku bunga efektif dapat ditentukan oleh
faktor lain yang terlibat dalam pertukaran, seperti nilai pasar wajar dari apa yang diterima.
Tetapi, apabila perusahaan tidak dapat menentukan nilai wajar property, barang, jasa, atau hakhak lainnya dan apabila tidak terdapat pasar yang menerima wesel tersebut, penilaian akan lebih
sulit. Sehingga untuk memperkirakan nilai sekarang sebuah wesel dalam kondisi tersebut,
perusahaan harus mengestimasi suku bunga yang memungkinkan dapat ditetapkan dengan
menaksirnya.
Bentuk paling umum dari wesel jangka panjang adalah wesel bayar hipotik. Wesel bayar
hipotik adalah wesel promes yang dijamin dengan suatu dokumen yang disebut hipotik yang
menggadaikan hak atas property sebagai suatu jaminan pinjaman. Wesel bayar hipotik lebih
sering digunakan oleh perusahaan perorangan dan persekutuan daripada korporasi. Peminjam
biasanya menerima kas dalam jumlah nominal wesel hipotik, dimana jumlah nominal wesel
tersebut merupakan kewajiban yang sebenarnya dan tidak ada diskonto atau premi yang terlibat.

213

Hipotik dapat dibayarkan dalam jumlah penuh pada saat jatuh tempo atau secara
angsuran selama umur pinjaman. Apabila dibayarkan pada saat jatuh tempo, maka hutang hipotik
akan diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang di neraca sampai dengan waktu
mendekati tanggal jatuh tempo yang kemudian harus disajikan sebagai kewajiban lancar. Jika
dibayar secara angsuran, maka angsuran janga pendek yang harus dibayar ditunjukkan sebagai
kewajiban lancar, sementara sisanya ditunjukkan sebagai kewajiban jangka panjang.

C. PENYAJIAN DAN ANALISIS


Perusahaan yang mempunyai banyak terbitan hutang jangka panjang dalam jumlah besar
sering kali hanya melaporkan satu akun dalam neraca dan mendukungnya dengan komentar serta
jadwal dalam catatan yang menyertainya. Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
satu tahun harus dilaporkan sebagai kewajiban lancar, kecuali kalau penarikan itu dipenuhi
dengan aktiva selain aktiva lancar. Jika perusahaan berencana untuk membiayai kembali utang
tersebut, dikonversi menjadi saham, atau ditarik dari dana pelunasan obligasi, maka hal itu harus
terus dilaporkan sebagai pos tidak lancar dan dilengkapi dengan catatan penjelasan mengenai
metode yang digunakan dalam likuidasinya.
Pengungkapan catatan umumnya berisi sifat dari kewajiban, tanggal jatuh tempo, suku
bunga, provisi penarikan, privilege konversi, pembatasan yang dikenakan oleh kreditor, dan
aktiva yang disepakati atau digadaikan sebagai jaminan. Tujuan dari pengungkapan ini adalah
membantu pemakai laporan kuangan dalam mengevaluasi jumlah dan waktu dari arus kas masa
depan.
Pemegang saham dan kreditor jangka panjang berkepentingan dengan solvensi jangka
panjang perusahaan, terutama kemampuannya membayar bunga yang akan jatuh tempo dan
melunasi nilai nominal hutangnya pada saat jatuh tempo.
Debt to total assets ratio
Rasio hutang terhadap total aktiva mengukur presentase total aktiva yang disediakan oleh
kreditor.

214

Hutang ter h adap total aktiva=

total hutang
total aktiva

Semakin tinggi presentase hutang terhadap total aktiva, semakin tinggi risiko bahwa
perusahaan mungkin tidak dapat memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo.
Times interest earned ratio
Rasio berapa kali bunga dihasilkan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
mmbayar bunga ketika jatuh tempo.
Hutang ter h adap total aktiva=

Laba sebelum pajak penghasilan dan bebanbunga


beban bunga

1. Jelaskan pengertian dari hutang jangka panjang dan sebutkan contohnya!

215

2.

Jelaskan pengertian dari obligasi dan untuk apa perusahaan menerbitkan obligasi yang
anda ketahui!

3. Jelaskan pengertian wesel jangka panjang!


4. PT. Sukses Makmur menerbitkan $100,000 4-tahun pada 11% kepada Bank Nasional
pada 1 Januari 2008 dan menerima $100,000 tunai. Pembayaran dilakukan tahunan setiap
31 Desember. Bagaimana (a) PT. Sukses Makmur menerbitkan weselnya dan (b) berapa
pembayaran pada tanggal 31 Desember?
5. Pada tanggal 31 Desember 2004, neraca PT. Jaya Raya melaporkan item-item berikut:
9% bonds payable due December 31, 2013.
Rp. 400.000.000
Premium on bonds payable
Rp. 10.800.000
Obligasi itu diterbitkan pada tanggal 31 Desember 2003 dengan harga kurs 103 dan
bunganya dibayarkan setiap tanggal 30 Juni dan 31 Desember. PT. Jaya Raya
menggunakan metode garis lurus untuk mengamortisasi premium obligasinya.
Pada tanggal 1 Maret 2005, PT. Jaya Raya membeli kembali dan mengakhiri
peredaran Rp. 100.000.000 obligasinya dengan harga kurs 98 dan membayar bunga yang
terutang sampai dengan tanggal tersebut. Buatlah ayat jurnal :
(a) untuk mencatat pembayaran bunga terutang sejak tanggal pembayaran bunga terakhir
beserta amortisasi premium-nya dan
(b) untuk mencatat pembelian kembali obligasi tersebut.

1. Hutang jangka panjang memiliki definisi sebagai suatu pengorbanan ekonomi dengan
kemungkinan yang sangat besar terjadi di masa depan akibat dari kewajiban masa kini
yang belum dibayarkan pada suatu periode akuntansi tergantung jangka waktu yang lebih
216

lama. Contoh dari jenis kewajiban ini pada umumnya adalah hutang obligasi, hutang
hipotik dan sewa, serta wesel bayar jangka panjang.
2. Obligasi adalah surat tanda bukti utang yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada
pemegangnya dengan imbalan bunga sejumlah tertentu. Dalam setiap obligasi tertera
nilai nominal obligasi serta tingkat bunga obligasi. Perusahaan menerbitkan obligasi
biasanya disebabkan oleh kebutuhan dana dalam jumlah besar yang tidak bisa dipenuhi
dari akumulasi laba ditahan maupun dari utang bank.
3. Wesel bayar jangka panjang merupakan utang wesel yang jangka waktu pelunasannya
lebih dari satu periode akuntansi. Perusahaan biasanya menerbitkan wesel bayar jangka
panjang apabila membutuhkan dana dalam jumlah besar atau melakukan pembelian yang
tidak bisa dibayar langsung tetapi melalui pembayaran angsuran.
4. (a)

Cash

100,000
Notes payable

(b)

Interest expense
Cash

100,000
11,000
11,000

($100,000 x 11% = $11,000)

5. Pembayaran Bunga dan premium s/d bulan 1 Maret 2005


Premi:
10.800.000 : 10 = 1.080.000,-x 0,25 = 270.000/tahun,
jadi premi Obligasi = 2 x Rp. 270.000,- = 540.000,9% x Rp. 400.000.000 = 36.000.000
36.000.000/10 = 3.600.000
3.600.000 / 12 = 300.000,Bunga yang harus dibayar adalah
= 300.000 x 24
217

= 7.200.000 x 0,25
= 1.800.000
Jadi ayat jurnalnya adalah :
Bunga Obligasi

1.800.000,-

Premi Obligasi

540.000,-

Kas

2.340.000,-

Pembelian Kembali Obligasi yang beredar


Obligasi dibeli kembali dengan kurs 98.
= Rp. 100.000.000 x 98/100 = 98.000.000
Obligasi

100.000.000,-

Kas

98.000.000,-

Gain Pembelian Obligasi

2.000.000,-

Daftar pustaka

Hadibroto, H.S. dan Sukadam, Sudrajat. Akuntansi Intermediate. Ichtiar Baru-Van Hoeve.
Jakarta. 1982

Kieso, E Donald and Weygand, Jerry J and Warfierld, D Terry. Intermediate Accounting.
Twelfth Edition. John Wiley & Sons, Inc. USA. Terjemahan E. Salim. 2008. Akuntansi
Intermediate. Edisi Keduabelas. Jilid 1 dan 2. Erlangga. Jakarta.
218

Kieso, E Donald and Weygand, Jerry J and Warfierld, D Terry. Intermediate Accounting.
IFRS Edition Volume 1. John Wiley & Sons. New York. 2008

Syahrul dan Afdi Nizar, Muhammad. Kamus Akuntansi. Citra Harta Prima. Jakarta. 2000

Weygandt, Jerry J and Kieso, Donald E and Kimmel, Paul D. Accounting Principles
Pengantar Akutansi. Edisi Ketujuh : Buku 1 dan 2. Penerbit Salemba Empat. Jakarta. 2007

Weygandt, Jerry J and Kieso, Donald E and Kimmel, Paul D. Financial Accounting. IFRS
Edition Volume 1. John Wiley & Sons. New York. 2007

219