Anda di halaman 1dari 8

BAB 6

PEMBAHASAN
6.1

Tingkat Kepuasan Kerja Dokter Gigi Di Poliklinik Gigi RSUD Zainoel Abidin

6.1.1

Karakteristik Dokter Gigi Di Poliklinik Gigi RSUD Zainoel Abidin


Karaterintik dokter gigi yang bekerja di poliklinik gigi RSUD Zainoel Abidin

dilihat dari segi umur, di RSUD Zainoel Abidin lebih banyak yang berumur 35-44
tahun sebanyak 4 orang (50%) setengah dari responden yang ada di RSUD Zainoel
Abidin sedangkan pada umur 45 tahun sebanyak 3 orang (35,5%) dan jumlah
responden yang paling sedikit pada umur 25-34 tahun hanya terdapat 1 orang
(12,5%). Hal ini sama dengan pernyataan Asad (2000) yang menyatakan bahwa ada
hubungan antara kepuasan dengan umur.
Berdasarkan jenis kelamin, dokter gigi yang bekerja di poliklinik RSUD
Zainoel Abidin pada responden berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan
memiliki jumlah yang sama dimana berjenis kelamin laki-laki sebanyak 4 orang
(50%) dan perempuan sebanyak 4 orang (50%). Berdasarkan jabatan, di poliklinik
RSUD Zainoel Abidin memiliki 1 orang (12,5%) dokter gigi yang menjabat sebagai
kepala poliklinik. Berdasarkan status perkawanin, seluruh responden di RSUD
Zainoel Abidin menyatakan telah menikah. Berdasarkan jumlah tanggungan, dokter
gigi di RSUD Zainoel Abidin yang menyatakan jumlah tanggungan 3 orang dan > 3
orang memiliki kesamaan yaitu sebanyak 4 orang (50%) dengan jumlah tanggungan
3 orang dan 4 orang (50%) dengan jumlah tanggungan > 3 orang. Berdasarkan
jenjang pendidikan, jumlah dokter gigi di RSUD Zainoel Abidin yang memiliki
jenjang pendidikan sebagai dokter gigi umum lebih banyak yaitu berjumlah 5 orang
(62%) dengan dokter gigi spesialis sebanyak 3 orang (37,5%).
6.1.2

Kepuasan Dokter Gigi Di Poliklinik Gigi RSUD Zainoel Abidin Berdasarkan

Faktor intrinsik
Dilihat dari faktor intrinsik dapat dikatakan bahwa dokter gigi di RSUD
Zainoel Abidin memiliki tingkat kepuasan yang tinggi pada kategori keberhasilan dan

tanggung jawab sedangkan kepuasan terhadap keberhasilan dan kemajuan sebanyak


7 orang (87,5%).
Berdasarkan faktor intrinsik keberhasilan, dokter gigi di RSUD Zainoel
Abidin menyatakan tingkat kepuasan atas ingin mencapai kesuksesan dalam bekerja
dan motivasi mencapai prestasi yang lebih baik sebanyak 8 orang (100%) namun
pada jumlah angka yang menyatakan paling sedikit tingkat kepuasan pada prestasi
kerja, hal ini disebabkan masih ada dokter gigi yang bertugas di RSUD Zainoel
Abidin kurang puas terhadap prestasi yang dilakukannya. Hal ini sama dengan
pernyataan Timmerck (2001) yang menyatakan bahwa keberhasilan merupakan faktor
utama dalam menimbulkan kepuasan kerja petugas kesehatan.
Berdasarkan faktor intrinsik pengakuan, dimana jumlah kepuasan atas merasa
berguna di masyarakat dengan bekerja dirumah sakit menjadi poin tertinggi yang
menimbulkan kepuasan pada faktor intrinsik pengakuan yaitu sebanyak 7 orang
(87,5%) di RSUD Zainoel Abidin.
Berdasarkan dari faktor intrinsik tanggung jawab, dokter gigi di RSUD
Zainoel Abidin menyatakan 3 dari 4 pernyataan seluruh responden merasa puas,
tetapi pada pernyataan tidak pernah mengeluh dalam bekerja terdapat 6 orang (75%)
merasa tidak puas, hal ini disebabkan masih ada dokter yang mengeluh dalam
melakukan pekerjaannya.
Berdasarkan faktor intrinsik kemajuan, kepuasan dokter gigi di RSUD Zainoel
Abidin menyatakan atas manfaat peluang dan kesempatan untuk mengembangkan diri
dengan jumlah responden mesa puas sebanyak 8 orang (100%). Namun responden
ada yang menyatakan ketidakpuasan terhadap merasa tanggung jawab dalam
pengembangan dan kemampuan sebanyak 1 orang (12,5%) tidak merasa puas.
6.1.3

Kepuasan Dokter Gigi Di Poliklinik Gigi RSUD Zainoel Abidin Berdasarkan

Faktor Ekstrinsik
Kepuasan kerja berdasarkan faktor ekstrinsik di RSUD Zainoel Abidin
menyatakan nilai tertinggi pada kondisi kerja dengan sebanyak 8 orang (100%) puas
terhadap kondisi kerja di poliklinik RSUD Zainoel Abidin sedangkan pada

pernyataan administrasi dan kebijakan, supervisi, upah, dan hubungan dengan rekan
kerja sebanyak 7 orang (87,5%) menyatakan puas.
Berdasarkan faktor ekstrinsik administrasi dan kebijakan umum, dokter gigi di
RSUD Zainoel Abidin merasa paling puas pada pihak rumah sakit memberikan
penghargaan yang memotivasi sebanyak 7 orang (87,5%) dari seluruh responden
menyatakan puas sedangkan pada hukuman sesuai peraturan yang berlaku selalu
diterapkan responden merasa tidak puas sebanyak 6 orang (75%).
Berdasarkan faktor ekstrinsik supervisi, dokter gigi yang bertugas di
poliklinik RSUD Zainoel Abidin menyatakan lebih puas terhadap kepala poliklinik
selalu mempertimbangkan pendapat, usul, dan kritik anggota, hal ii tidak jauh
berbeda dengan pernyataan Gilmer (1966) bahwa ada hubungan antara kepuasan
dalam bekerja dengan pengawasan dari atasan.
Berdasarkan faktor ekstrinsik upah/gaji, dimana dokter gigi di poliklinik
RSUD Zainoel Abidin menyatakan sebanyak 6 orang (75%) puas terhadap gaji
didasarkan kepada peraturan yang berlaku.
Berdasarkan faktor ekstrinsik hubungan dengan rekan sekerja, responden
menyatakan sebanyak 7 orang (87,5%) puas terhadap komunikasi dan hubungan yang
baik dilingkungan di RSUD Zainoel Abidin.
Berdasarkan faktor ekstrinsik kondisi kerja, pernyataan dokter gigi di
poliklinik RSUD Zainoel Abidin seluruhnya menyatakan puas terhadap kondisi kerja,
hal ini didukung ruang kerja yang nyaman dan menyenangkan serta peralatan yang
lengkap dan dalam kondisi yang baik.

6.2

Tingkat Kepuasan Kerja Dokter Gigi Di Poliklinik Gigi RSUD Meuraxa

6.2.1

Karakteristik Dokter Gigi Di Poliklinik Gigi RSUD Meuraxa


Karakteristik dokter gigi yang bekerja di poliklinik RSUD Meuraxa

berdasarkan umur, dimana tidak terdapat dokter gigi yang berumur 25-34 tahun
sedangkan pada umur 35-44 tahun dan 45 tahun denagan hasil yang sama yaitu
pada umur 35-34 tahun sebanyak 2 orang (50%) dan 45 tahun sebanyak 2 orang
(50%). Berdasarkan jenis kelamin, dokter gigi yang bekerja di poliklinik RSUD
Meuraxa lebih banyak perempuan dari pada laki-laki yaitu sebanyak 4 orang (75%)
perempuan dan 1 orang (25%) laki-laki, hal ini sama dengan pernyataan Asad (2000)
yang menyatakan bahwa perbedaan jenis kelamin berpengaruh terhadap tinggi
rendahnya kepuasan kerja, dimana wanita merasa lebih puas dalam bekerja dibanding
pria.
Berdarakan jabatan, dokter gigi di poliklinik RSUD Meuraxa yang menjabat
sebagai kepala poliklinik dari 4 orang (100%) responden terdapat 1 orang (25%) yang
menjabat sebagai kepala poliklinik di RSUD Meuraxa. Seluruh dokter gigi di
poliklinik RSUD Meuraxa berdasarkan stastus perkawin seluruhnya telah menikah.
Berdasarkan jumlah tanggungan, dimana dokter gigi yang berjumlah tanggungan 3
orang sebanyak 3 orang (75%) lebih banyak dari pada dokter gigi yang
tanggungannya > 3 orang yaitu hanya 1 orang (23%). Berdasarkan jenjang
pendidikan , jumlah dokter gigi di RSUD Meuraxa yang memiliki jenjang pendidikan
sebagai dokter gigi spesialis hanya dijumpai 1 orang (25%) sedangkan dokter gigi
yang yang memiliki jenjang pendidikan sebagai dokter gigi umum lebih banyak yaitu
3 orang (75%).
6.2.2

Kepuasan Dokter Gigi Di Poliklinik Gigi RSUD Meuraxa Berdasarkan Faktor

intrinsik
Kepuasan dokter gigi di poliklinik RSUD Meuraxa menyatakan tingkat
kepuasan rata-rata tidak ada dibawah 75%, hal ini disebabkan tingginya kepuasan
pada faktor intrinsik kemajuan dimana responden seluruhnya menyatakan puas.

Berdasarkan faktor intrinsik keberhasilan, dokter gigi di RSUD Meuraxa


menyatakan tingkat kepuasan terendah atas motivasi mencapai prstasi yang lebih baik
sebanyak 2 orang (50%) namun pada jumlah yang tlain tidak ada nilai tingakt
kepuasan responden dibawah (75%).
Berdasarkan faktor intrinsik pengakuan, dimana jumlah kepuasan atas merasa
berguna di masyarakat dengan bekerja dirumah sakit menjadi poin tertinggi yang
menimbulkan kepuasan pada faktor intrinsik pengakuan yaitu sebanyak 4 orang
(100%) di RSUD Meuraxa sedangkan nilai terendah pada sering diajak berkonsultasi
oleh rekan sejawat yaitu hanya 1 orang (25%).
Berdasarkan dari faktor intrinsik tanggung jawab, dokter gigi di RSUD
Meuraxa menyatakan setengah dari seluruh responden merasa puas, tetapi pada
pernyataan tidak pernah mengeluh dalam bekerja terdapat 3 orang (75%) merasa
tidak puas, hal ini disebabkan masih ada dokter yang mengeluh dalam melakukan
pekerjaannya.
Berdasarkan faktor intrinsik kemajuan, kepuasan dokter gigi di RSUD
Meuraxa menyatakan atas tanggung jawab dalam pengembangan kemampuan dan
berusaha mengembangkan ketempilan dan kemampuan yaitu dengan jumlah
responden merasa puas sebanyak 4 orang (100%).
6.2.3

Kepuasan Dokter Gigi Di Poliklinik Gigi RSUD Meuraxa Berdasarkan Faktor

Ekstrinsik
Berdasarkan faktor ekstrinsik di RSUD Meuraxa menyatakan nilai tertinggi
pada kondisi kerja dengan sebanyak 8 orang (100%) puas hubungan kerja di
poliklinik RSUD Meuraxa sedangkan pada pernyataan administrasi dan kebijakan,
supervisi, mendapat nilai terendah yaitu hanya 1 orang (25%).
Berdasarkan faktor ekstrinsik administrasi dan kebijakan umum, dokter gigi di
RSUD Meuraxa merasa paling puas pada hukuman sesuai peraturan yang berlaku
selalu diterapkan sebanyak 7 orang (87,5%) dari seluruh responden menyatakan puas
sedangkan pada pihak rumah sakit memberikan penghargaan yang memotivasi dan

administrasi dan kebijakan umum yang berbelit-belit dimana responden merasa tidak
puas sebanyak 6 orang (75%).
Berdasarkan faktor ekstrinsik supervisi, dokter gigi yang bertugas di
poliklinik RSUD Meuraxa menyatakan tidak puas atas menentukan kebijakan,
pendapat dari anggota selalu diperhatikan sebanyak 3 orang (75%) merasa tidak puas.
Berdasarkan faktor ekstrinsik upah/gaji, dimana dokter gigi di poliklinik
RSUD Meuraxa menyatakan sebanyak 3 orang (75%) puas terhadap gaji didasarkan
kepada peraturan yang berlaku.
Berdasarkan faktor ekstrinsik hubungan dengan rekan sekerja, dokter gigi di
RSUD Meuraxa menyatakan seluruhnya merasa puas terhadap hubungan dengan
rekan sekerja.
Berdasarkan faktor ekstrinsik kondisi kerja, pernyataan dokter gigi di
poliklinik RSUD Meuraxa menyatakan nilai tertinggi kepuasan pada ruang yang
sudah nyaman dan menyenangkan sebanyak 4 orang (100%) sedangkan nilai terendah
pada peralatan dan perlengkapan.

6.3

Tingkat Kepuasan Kerja Dokter Gigi Di Poliklinik Gigi RS Bhayangkara

Banda Aceh
6.3.1

Karakteristik Dokter Gigi Di Poliklinik Gigi RS Bhayangkara Banda Aceh


Karakteristik dokter gigi yang bekerja di poliklinik gigi RS Bhayangkara

Banda Aceh dilihat dari segi umur, dimana tidak ada responden yang berumur 45
tahun sedangkan dokter gigi yang berumur 25-34 tahun dan 35-44 tahun dalam
jumlah yang sama yaitu 1 orang (50%). Karakteristik dokter gigi berdasarkan jenis
kelamin dimana seluruh dokter gigi di poliklinik gigi RS Bhayangkara Banda Aceh

adalah perempuan. Karakteristik berdasarkan jabatan, di poliklinik gigi RS


Bhayangkara Banda Aceh tidak ada yang menjabat sebagai kepala poliklinik.
Karakteristik dokter gigi yang dilihat dari status perkawinan dimana seluruh
dokter gigi di poliklinik RS Bhayangkara Banda Aceh sudah menikah. Berdasarkan
jumlah tanggungan, dokter gigi di poliklinik gigi RS Bhayangkara memiliki jumlah
tanggungan yang sama yaitu pada jumlah tanggungan 3 orang sebanyak 1 orang
(50%) dan pada jumlah tanggungan > 3 orang sebanyak 1 orang (50%). Karakteristik
dokter gigi dilihat berdasarkan segi jenjang pendidikan, seluruhnya dokter gigi yang
bertugas di poliklinik RS Bhayangkara adalah dokter gigi umum.
6.3.2

Kepuasan Dokter Gigi Di Poliklinik Gigi RS Bhayangkara Banda Aceh

Berdasarkan Faktor intrinsik


6.3.3

Kepuasan Dokter Gigi Di Poliklinik Gigi RS Bhayangkara Banda Aceh

Berdasarkan Faktor ekstrinsik

6.2

Kepuasan Dokter Gigi Berdasarkan Faktor Intrinsik