Anda di halaman 1dari 5

Pengertian dan Definisi Adsorpsi. Salah satu sifat-sifat sistem koloid adalah peristiwa Adsorpsi.

Adsorpsi adalah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan
partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. Penyerapan partikel atau ion
oleh permukaan koloid atau yang disebut peristiwa adsorpsi ini dapat menyebabkan koloid
menjadi bermuatan listrik.

Contoh Adsorpsi Koloid


Contoh Adsorpsi koloid yang paling sederhana adalah
yang terjadi pada koloid Fe(OH)3 dan As2S3. Koloid
Fe(OH)3 dalam air akan menyerap ion H+ sehingga
bermuatan positif. Sedangkan Koloid As2S3 akan bermuatan negatif karena permukaannya dapat
menyerap ion S2.

Perbedaan Adsorpsi dan Absorpsi


Perbedaan Adsorpsi dan Absorpsi bukan hanya terletak pada hurup D dan B nya saja tetapi juga
pada daya serapnya. Pada Adsorpsi daya serap koloid hanya pada permukaannya saja tetapi pada
Absorpsi penyerapan terjadi hingga ke bagian dalam dibawah permukaan suatu zat. Intinya,
Adsorpsi di definisikan sebagai penyerapan partikel di permukaan suatu zat, sedangkan Absorpsi
di definisikan sebagai penyerapan partikel sampai ke bawah permukaan suatu zat.

Manfaat dan Kegunaan Adsorpsi Koloid


Adsorpsi sebagai salah satu sifat koloid mempunyai manfaat yang sangat banyak, diantaranya:
1. Pemutihan Gula pasir
2. Pewarnaan serat wol, kapas atau sutera
3. Penjernihan air sol Al(OH)3 atau tawas
4. Penggunaan Norit untuk mengobati sakit perut
5. Pembersihan dengan sabun
6. Penyerapan Humus oleh Tanah liat
Adsorpsi Koloid sejak dahulu kala telah banyak dimanfaatkan untuk membantu kesejahteraan
manusia, terutama dalam proses penjernihan air

Adsorpsi atau penjerapan adalah suatu proses yang terjadi ketika suatu fluida, cairan maupun
gas , terikat kepada suatu padatan atau cairan (zat penjerap, adsorben) dan akhirnya membentuk
suatu lapisan tipis atau film (zat terjerap, adsorbat) pada permukaannya. Berbeda dengan
absorpsi yang merupakan penyerapan fluida oleh fluida lainnya dengan membentuk suatu
larutan.

Salah satu sifat penting dari permukaan zat adalah adsorpsi. Adsorpsi adalah suatu proses yang
terjadi ketika suatu fluida (cairan maupun gas) terikat pada suatu padatan dan akhirnya
membentuk suatu film (lapisan tipis) pada permukaan padatan tersebut. Berbeda dengan absorpsi
dimana fluida terserap oleh fluida lainnya dengan membentuk suatu larutan.
Adsorpsi secara umum adalah proses penggumpalan substansi terlarut (soluble) yang ada dalam
larutan, oleh permukaan zat atau benda penyerap, dimana terjadi suatu ikatan kimia fisika antara
substansi dengan penyerapnya.
Definisi lain menyatakan adsorpsi sebagai suatu peristiwa penyerapan pada lapisan permukaan
atau antar fasa, dimana molekul dari suatu materi terkumpul pada bahan pengadsorpsi atau
adsorben.
Adsorpsi adalah pengumpulan dari adsorbat diatas permukaan adsorben, sedang absorpsi adalah
penyerapan dari adsorbat kedalam adsorben dimana disebut dengan fenomena sorption. Materi
atau partikel yang diadsorpsi disebut adsorbat, sedang bahan yang berfungsi sebagai
pengadsorpsi disebut adsorben.
Adsorpsi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu adsorpsi fisika (disebabkan oleh gaya Van Der
Waals (penyebab terjadinya kondensasi gas untuk membentuk cairan) yang ada pada permukaan
adsorbens) dan adsorpsi kimia (terjadi reaksi antara zat yang diserap dengan adsorben,
banyaknya zat yang teradsorbsi tergantung pada sifat khas zat padatnya yang merupakan fungsi
tekanan dan suhu)
1. Adsorpsi fisika Berhubungan dengan gaya Van der Waals. Apabila daya tarik menarik antara
zat terlarut dengan adsorben lebih besar dari daya tarik menarik antara zat terlarut dengan
pelarutnya, maka zat yang terlarut akan diadsorpsi pada permukaan adsorben. Adsorpsi ini mirip
dengan proses kondensasi dan biasanya terjadi pada temperatur rendah pada proses ini gaya yang
menahan molekul fluida pada permukaan solid relatif lemah, dan besarnya sama dengan gaya
kohesi molekul pada fase cair (gaya van der waals) mempunyai derajat yang sama dengan panas
kondensasi dari gas menjadi cair, yaitu sekitar 2.19-21.9 kg/mol. Keseimbangan antara
permukaan solid dengan molekul fluida biasanya cepat tercapai dan bersifat reversibel.
2. Adsorpsi Kimia Yaitu reaksi yang terjadi antara zat padat dengan zat terlarut yang teradsorpsi.
Adsorpsi ini bersifat spesifik dan melibatkan gaya yang jauh lebih besar daripada Adsorpsi
fisika. Panas yang dilibatkan adalah sama dengan panas reaksi kimia. Menurut Langmuir,
molekul teradsorpsi ditahan pada permukaan oleh gaya valensi yang tipenya sama dengan yang
terjadi antara atom-atom dalam molekul. Karena adanya ikatan kimia maka pada permukaan
adsorbent akan terbentuk suatu lapisan atau layer, dimana terbentuknya lapisan tersebut akan
menghambat proses penyerapan selanjutnya oleh batuan adsorbent sehingga efektifitasnya
berkurang.

Adsorpsi merupakan proses penyerapan sustu zat dipermukaan sistem koloid. Zat yang diserap
disebut fase

terserap dan zat yang menyerap disebut adsorben. Pemanfaatan sifat adsorpsi sistem koloid
antara lain untuk penyembuhan sakit perut, penjernihan air keruh dengan tawas, penjernihan gas
oleh zat padat.
Contoh :
(i) Sistem koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+.
(ii) Sistem koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-.
1. Adsorpsi dapat di manfaatkan dalam berbagai hal, antara lain sebagai berikut :
a. Proses pemutihan gula pasir pada industri gula dengan tanah diatomi dan arang tulang.
b. Penyembuhan sakit perut dengan serbuk karbon atau norit
c. Pewarnaan serat sutra, wool atau kapas dalam larutan Al2(SO4)3 pada industri tekstil.
d.
Penjernihan
air
keruh
dengan
menggunakan
tawas
(Al2(SO4)3).
Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat, Lumpur,
dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Oleh karena itu, untuk menjadikannya
layak untuk diminum, harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat
dipisahkan. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3.Ion Al 3+ yang
terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang
bermuatan positif melalui reaksi:
Al3+
+
3H2O

Al(OH)3
+
3H+
Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah
liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama
tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi.
e. Penggunaan arang aktif
- Penggunaan arang halus pada masker, berfungsi untuk menyerap gas yang beracun.
- Filter pada rokok, yang berfungsi untuk mengikat asap nikotin dan tar.
f. Pembersihan kotoran dengan sabun.
g. Adsorpsi koloid humus oleh koloid tanah liat.

Adsorpsi
Adsorpsi adalah suatu peristiwa fisik yang terjadi pada permukaan suatu padatan.
Adsorpsi terjadi jika gaya tarik-menarik antara zat terlarut dengan permukaan penyerap dapat
mengatasi gaya tarik-menarik antara pelarut dengan permukaan penyerap (Oscik, 1982). Zat atau
molekul yang terserap ke permukaan disebut adsorbat, sedangkan zat atau molekul yang
menyerap disebut adsorben (Sukardjo, 1985).
Jenis adsorpsi yang umum dikenal adalah adsorpsi kimia (kemisorpsi) dan adsorpsi fisika
(fisisorpsi).
a. Adsorpsi Kimia (Kemisorpsi)

Adsorpsi kimia terjadi karena adanya gaya-gaya kimia dan diikuti oleh reaksi kimia. Pada
adsorpsi kimia hanya satu lapisan gaya yang terjadi. Besarnya energi adsorpsi kimia 100
kj/mol. Adsorpsi jenis ini menyebabkan terbentuknya ikatan secara kimia sehingga diikuti
dengan reaksi kimia, maka adsorpsi jenis ini akan menghasilkan produksi reaksi berupa senyawa
yang baru. Ikatan kimia yang terjadi pada kemisorpsi sangat kuat mengikat molekul gas atau
cairan dengan permukaan padatan sehingga sangat sulit untuk dilepaskan kembali (irreversibel).
Dengan demikian dapat diartikan bahwa pelepasan kembali molekul yang terikat di adsorben
pada kemisorpsi sangat kecil (Alberty, 1997).
b. Adsorpsi Fisika (Fisisorpsi)
Adsorpsi fisika terjadi karena adanya gaya-gaya fisika. Pada jenis adsorpsi fisika ini,
terjadi beberapa lapisan gas. Besarnya energi adsorpsi fisika 10 kj/mol. Molekul-molekul yang
diadsorpsi secara fisika tidak terikat kuat pada permukaan, dan biasanya terjadi proses balik yang
cepat (reversibel), sehingga mudah untuk diganti dengan molekul yang lain. Adsorpsi fisika
didasarkan pada gaya Van Der Waals, dan dapat terjadi pada permukaan yang polar dan non
polar. Adsorpsi juga mungkin terjadi dengan mekanisme pertukaran ion. Permukaan padatan
dapat mengadsorpsi ion-ion dari larutan dengan mekanisme pertukaran ion. Oleh karena itu, ion
pada gugus senyawa permukaan padatan adsorbennya dapat bertukar tempat dengan ion-ion
adsorbat. Mekanisme pertukaran ini merupakan penggabungan dari mekanisme kemisorpsi dan
fisisorpsi, karena adsorpsi jenis ini akan mengikat ion-ion yang diadsorpsi dengan ikatan secara
kimia, tetapi ikatan ini mudah dilepaskan kembali untuk dapat terjadinya pertukaran ion (Atkins,
1990).
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adsorpsi antara lain (Pohan dan Tjiptahadi,
1987):
1) Karakteristik fisika dan kimia dari adsorben, antara lain: luas permukaan, ukuran pori, dan
komposisi kimia.
2) Karakteristik fisika dan kimia dari adsorbat, antara lain: luas permukaan, polaritas, dan
komposisi kimia.
3) Konsentrasi adsorbat di dalam fasa cair
4) Karakteristik fasa cair, antara lain: pH dan temperatur
5) Sistem waktu adsorpsi