Anda di halaman 1dari 25

Kalkulasi

Adalah proses yang disengaja untuk


mengubah satu masukan atau lebih
kedalam hasil tertentu, dengan sejumlah
pe-ubah. Istilah ini dapat digunakan dalam
berbagai konteks, dari kalkulasi aritmatika
pasti menggunakan algoritma hingga
heuristik samar untuk mengkalkulasi
strategi.

FUNGSI DAN TUJUAN KALKULASI HARGA POKOK


Secara garis besar fungsi dan tujuan dari kalkulasi harga
pokok yaitu :
- untuk penentuan harga jual
- untuk mengontrol pengeluaran
- penentuan kebijakan perusahaan

Elemen Ongkos

istilah-istilah tersebut antara lain :


- Bahan langsung
- Bahan tidak langsung
- Buruh langsung
- Buruh tidak langsung
- Overhead
- Dan lain-lain.

Istilah bahan baku

Istilah bahan baku (raw materials)


Menggunakan istilah bahan penolong.
- Ongkos buruh langsung berarti sebagai
ongkos yang dibayarkan kepada buruh langsung
pada kegiatan produksi.
Ongkos buruh tidak langsung berarti sebagai
ongkos yang dibayarkan kepada buruh tidak
langsung pada kegiatan produksi.

Overhead

Biaya overhead biasanya diklasifikasikan


dalam :
1. Biaya overhead produksi/pabrik
2. Biaya overhead administrasi
3. Biaya overhead penjualan

HARGA POKOK PROSES

DIBUTUHKAN UNTUK MENENTUKAN


HARGA POKOK PRODUKSI
DIHITUNG SETIAP PROSES
BERLANGSUNG

HARGA POKOK PRODUKSI


MENENTUKAN HARGA JUAL
1. BIAYA BAHAN BAKU
2. BIAYA TENAGA KERJA
3. BIAYA OVERHEAD

Untuk menentukan harga jual

Menentukan harga jual bagi perusahan untuk


memproduksi kain kemeja, data ongkos dan produksinya
sebagai berikut :
- ongkos bahan baku : Rp. 10.000,-/pc
- ongkos buruh
: Rp. 5. 000,-/pc
- biaya over head
: Rp. 25. 000.000,-/bulan
- kapasitas produksi : 5.000 pc/bulan

Jika perusahaan tersebut menginginkan keuntungan sebesar 10% dari harga pokok kain kemeja, maka untuk menentukan harga jual
kain kemeja, harus ditentukan harga pokok dari kain kemeja, yaitu sebagi berikut :

- Ongkos bahan baku : Rp. 10.000,-X 5.000 = Rp.


50.000.000,-/bulan
- Ongkos buruh
: Rp. 5.000,- X 5.000 = Rp.
25.000.000,-bulan
- Biaya over head : Rp. 25.000.000,-/bulan
Jumlah biaya produksi
Rp. 100.000.000,-/bulan
Harga pokok kain kemeja
= Rp. 100.000.000,5.000
= Rp. 20.000,-/pc
Perusahaan mengharapkan mendapatkan keuntungan 10%
dari harga pokok kain kemeja, maka harga jual kain kemeja
Rp. 20.000,- X 110%
= Rp. 22.000,-/pc

Untuk pemilihan alternatif


Pabrik Garmenindo dapat memproduksi Kemeja, Celana Pendek, dan
Blouse Data-data ongkos, produksi adalah sebagai berikut :
Kemeja:
- Ongkos bahan baku Rp. 10.000,-/pc
- Ongkos buruh Rp. 5.000,-/pc
- Biaya over head Rp. 25.000.000,-/bulan
- Kapasitas produksi 5.000 pc/bulan
- Harga jual kemeja : Rp. 22.500,-/pc
Celana pendek:
- Ongkos bahan baku Rp. 25.000,-/pc
- Ongkos buruh Rp. 6.000,-/pc
- Biaya over head Rp. 25.000.000,-/bulan
- Kapasitas produksi 4.500 pc/bulan
- Harga jual celana pendek Rp. 27.500,-/pc

Blouse
- Ongkos bahan baku Rp. 250.00,-/pc
- Ongkos buruh Rp. 7.500,-/pc
- Biaya over head Rp. 25.000.000,-/bulan
- Kapasitas produksi 4.500 pc/bulan
- Harga jual Blouse Rp. 80.000,-/pc
Menentukan mana yang harus diproduksi oleh pabrik Garmenindo
untuk mendapatkan keuntungan yang paling besar, maka perlu
dilakukan perhitungan harga pokok dari tiap-tiap macam produk, yang
kemudian diteruskan dengan perhitungan keuntungan yang akan
diperoleh.
Perhitungan harga pokok dari tiap2 macam produk memberikan
gambaran yang sederhana mengenai ongkos-ongkos produksi (cost
statement) yaitu sebagai berikut :

Kedudukan kalkulasi harga pokok dan pembukuan dilihat dari struktur organisasi perusahaan tergantung dari :
- besar kecilnya perusahaan.
- banyak macam barang atau jasa yang diproduksi.
- sifat proses produksinya.
- ruang lingkup kegiatan yang dikehendaki.
- biaya yang tersedia.
Tujuan utama dari kalkulasi harga pokok adalah menetapkan unit-unit ongkos biaya untuk memproduksi menjual suatu produk. Pengambilan keputusan dalam usaha agar perusahaan mendapatkan keuntungan dan dapat berkembang, kegiatan mengukur dan menaikan efisiensi (break even point)

Istilah bahan baku (raw materials)


gunakan istilah bahan penolong.
Ongkos buruh langsung berarti sebagai ongkos yang dibayarkan
kepada buruh langsung pada kegiatan produksi.
Biaya overhead biasanya diklasifikasikan dalam :
1. Biaya overhead produksi/pabrik
2. Biaya overhead administrasi
3. Biaya overhead penjualan

KLASIFIKASI ONGKOS MENURUT SIFATNYA


Dalam kalkulasi harga pokok, ongkos dan biaya yang diperlukan
untuk proses produksi dan menjual diklasifikasikan dalam beberapa
kelompok.
Beberapa klasifikasi ongkos dan biaya yang dikenal antara lain :
1. Klasifikasi menurut sifatnya.
2. Klasifikasi menurut hubungannya dengan barang/jasa yang di
produksi.
3. Klasifikasi menurut hubungan dengan volume produksi.
4. Klasifikasi menurut katagoris.

KLASIFIKASI MENURUT HUBUNGANNYA DENGAN VOLUME PRODUKSI ATAU AKTIVITAS PERUSAHAAN.


Biaya variabel : yaitu biaya besarnya berkencenderungan untuk berubah sesuai atau sebanding dengan volume/besarnya produksi atau aktivitas perusahaan.
Biaya tetap : yaitu ongkos atau biaya yang besarnya kecenderungan tetap untuk suatu periode tertentu, meskipun volume produksi atau aktivitas perusahaan berubah karena waktu. Sebagai contoh misalnya ongkos untuk listrik
penerangan, bunga, biaya perawatan secara luas. Ongkos-ongkos ini akan tetap untuk suatu periode tertentu misalkan per bulan dan besarnya berkencenderungan tidak berubah meskipun volume produksi atau aktifasi perusahaan
berubah.

Dari data diatas dapat dilihat bahwa gaji dari supervisor besarnya berkecenderungan bersifat tetap dibandingkan dengan bersifat variabel. Sehingga dalam hal ini ongkos supervisor digolongkan dalam ongkos tetap yang besarnya rata-rata :
= Rp. 52.000,-/bulan.
Biaya yang bersifat variabel, antara lain :
- Bahan baku
- Buruh langsung
- Bahan-bahan pembantu
- Listrik dan air untuk produksi
- Spare parts dan minyak pelumas
- Pajak-pajak
- Dan sebagainya.
Biaya yang bersifat tetap, antara lain :
- Gaji pimpinan
- Penghapusan/depresiasi dengan metode garis lurus (straight line
method).
- Bunga

Rp. 208.000,4

- Pemeliharaan mesin dan bangunan


- Listrik untuk penerangan
- Air bukan untuk produksi
- Beban sosial dan lain-lainnya.
Bahan dasar (baku atau mentah), pembantu dan penolong.
Contoh yang termasuk golongan ini yaitu :
- pabrik pemintalan
: serat, paper cones.
- pabrik pertenunan
: benang, kanji.
- pabrik penyempurnaan tekstil : kain, zat kimia lainnya.

Lanjutan

SUSUNAN BIAYA PADA HARGA POKOK


Susunan biaya yang diperlukan untuk memproduksi dan menjual suatu produk pada
harga pokok secara matematis dapat digambarkan sebagai berikut :

PADA KLASIFIKASI ONGKOS MENURUT SIPATNYA


1. ongkos bahan baku
2. ongkos buruh
3. ongkos prima
4. overhead produksi
5. ongkos produksi

= Rp. .
= Rp. .
= Rp. .
= Rp. .
= Rp. .

HARGA
POKOK

ONGKOS
PRIMA

OVERHEAD
PRODUKSI

BIAYA
KOMERSIL

Selain terminologi diatas, terdapat ini juga terminologi lain seperti untuk
:
- Onkos produksi dinyatakan juga sebagai harga pokok pabrik atau
ongkos pabrik
- Overhead produksi = manufacturing expenses = manufacturing
overhead.
- harga pokok membuat dan menjual = harga pokok.
HARGA POKOK

HARGA JUAL
HARGA POKOK

KEUNTUNGAN KOTOR
(GROSS PROFIT)

HARGA POKOK

+ KEUNTUNGAN

PAJAK-PAJAK

HARGA JUAL
(SELLING PRICES)

=
=

PAJAK-PAJAK

KEUNTUNGAN
BERSIH
(NET PROFIT)

= HARGA JUAL

Biaya tidak langsung


a. Bahan tidak langsung
Rp. .
b. Buruh tidak langsung
Rp. .
c. Biaya overhead produksi yang tidak
langsung lainnya
Rp. .
d. Biaya administrasi
Rp. .
e. Biaya penjualan
Rp. .
Jumlah biaya tidak langsung
Rp. .
Harga pokok dan menjual
Rp. .
Menurut klasifikasi ini harga pokok dapt diformulasikan sebagai
BIAYA
berikut
:
HARGA POKOK
BIAYA TETAP
=
+
VARIABEL

CONTOH PERHITUNGAN HARGA POKOK


beberapa contoh perhitungan harga pokok pada perusahaan tekstil
misalkan sebagai berikut :

1. Perusahaan Pemintalan
pada perusahaan pemintalan yang memproduksi benang tenun kapas
Ne 20/S, data biaya dan produksi sebagai berikut :
- Ongkos bahan baku per B (bal) benang
: Rp. 100.000,- Ongkos buruh langsung per B benang
: Rp.
25.000,- Ongkos depresiasi per tahun
: Rp. 30.000.000,- Bunga pinjaman per tahun
: Rp. 15.000.000,- Biaya buruh lainnya per tahun
: Rp. 10.000.000,- Biaya bahan lainnya per tahun
: Rp.
5.000.000,- Biaya-biaya lainnya per tahun
: Rp. 20.000.000,-

2. Perusahaan Pertenunan
pabrik tenun A terdiri dari 2 bagian yaitu bagian pertenunan dan
bagian penyempurnaan.
Pabrik tenun A memproduksi kain poplin, dengan kapasitas
paroduksi per bulan 100.000 meter.
Data biaya pada proses pembuatan kain poplin yaitu :
- Ongkos bahan baku bagian pertenunan
: Rp. 125,-/meter
- Ongkos buruh langsung bagian pertenunan
: Rp.
20,-/meter

- Ongkos bahan baku bagian penyempurnaan : Rp.


30,-/meter
- Ongkos buruh langsung bagian penyempurnaan : Rp.
5,-/meter
- Ongkos depresiasi
: Rp. 3.000.000,-/bulan
- Bunga pinjaman
: Rp. 2.500.000,-/bulan
- Biaya bahan lainnya
: Rp. 10.000.000,-/bulan
- Biaya buruh lainnya
: Rp. 5.000.000,-/bulan
- Biaya pemeliharaan
: Rp.
3,-/meter
- Ongkos listrik, produksi dan stom
: Rp.
5,-/meter
- Biaya lainnya
: Rp. 2.500.000,-/bulan
BAHAN DALAM PROSES KALKULASI HARGA POKOK DIBEDAKAN
ANTARA :
1. Bahan langsung, yang berupa bahan baku.
Contoh dari bahan baku, misalnya :
- Dalam pemintalan
: serat-serat tekstil
- Dalam penenunan
: benang tenun, zat kanji beserta zat
pembantunya.
- Dalam penyempurnaan tekstil : zat warna beserta pembantunya, zat
penyempurnaan beserta zat
pembantunya.

- Dalam industri meubel


: kayu, pelitur, cat kayu, kunci, engsel dan
lainnya.
2. Bahan tidak langsung, yang berupa bahan penolong.
Contoh dari bahan penolong, misalnya :
- Dalam penyempurnaan tekstil : air, stom.
- Dalam industri meubel
: ampelas.
- Dalam industri logam
: peralatan bengkel seperti : ampelas,
kikir, minyak pelumas dan sebagainya.
Dalam kegiatan penyediaan bahan baku, dibedakan antara istilah
harga bahan baku dengan harga pembelian bahan baku.
Yang di artikan dengan :
- Harga pembelian (purchase price) bahan baku, yaitu harga untuk
mendapatkan bahan baku yang dibayarkan kepada penjual.
- Harga bahan baku, yaitu jumlah biaya yang dikeluarkan untuk
mendapatkan bahan baku sampai bahan baku tersebut tersedia
diperusahaan atau siap diproses. Dalam hal ini selain hargapembelian,
termasuk juga biaya untuk pengurusan pembelian ongkos transportasi
ke pabrik dan biaya lainnya yang diperlukan.

- Dalam industri meubel


: kayu, pelitur, cat kayu, kunci, engsel dan
lainnya.
2. Bahan tidak langsung, yang berupa bahan penolong.
Contoh dari bahan penolong, misalnya :
- Dalam penyempurnaan tekstil : air, stom.
- Dalam industri meubel
: ampelas.
- Dalam industri logam
: peralatan bengkel seperti : ampelas,
kikir, minyak pelumas dan sebagainya.
Dalam kegiatan penyediaan bahan baku, dibedakan antara istilah
harga bahan baku dengan harga pembelian bahan baku.
Yang di artikan dengan :
- Harga pembelian (purchase price) bahan baku, yaitu harga untuk
mendapatkan bahan baku yang dibayarkan kepada penjual.
- Harga bahan baku, yaitu jumlah biaya yang dikeluarkan untuk
mendapatkan bahan baku sampai bahan baku tersebut tersedia
diperusahaan atau siap diproses. Dalam hal ini selain hargapembelian,
termasuk juga biaya untuk pengurusan pembelian ongkos transportasi
ke pabrik dan biaya lainnya yang diperlukan.