Anda di halaman 1dari 16

Laporan Studi

Kasus
Bronchopnemoni
a
Presentation by Vuie Vuie Lewa

Definisi
Bronchopnemonia merupakan penyakit
peradangan akut pada paru yang disebabkan oleh
infeksi mikroorganisme dan sebagian kecil
disebabkan oleh penyebab non-infeksi yang akan
menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan
gangguan pertukaran gas setempat (Bradley
et.al., 2011)

Tanda dan Gejala


infeksi saluran nafas bagian atas selama beberapa
hari
Suhu dapat naik secara mendadak sampai 39-40 0C.
kejang karena demam yang tinggi
Anak sangat gelisah
Dispnu
pernafasan cepat dan dangkal disertai pernafasan
cuping hidung dan sianosis di sekitar hidung dan
mulut
Batuk biasanya tidak dijumpai pada awal
penyakit,anak akan mendapat batuk setelah
beberapa hari, di mana pada awalnya berupa batuk
kering kemudian menjadi produktif (Bennete, 2013
dan Bradley et.al., 2011).

Etiologi
Faktor Infeksi
Pada bayi :
1) Virus: Virus parainfluensa, virus influenza, Adenovirus,
RSV, Cytomegalovirus.
2) Organisme atipikal: Chlamidia trachomatis,
Pneumocytis.
3) Bakteri: Streptokokus pneumoni, Haemofilus influenza,
Mycobacterium tuberculosa, Bordetella pertusis.
Pada anak-anak :
1) Virus : Parainfluensa, Influensa Virus, Adenovirus, RSV
2) Organisme atipikal : Mycoplasma pneumonia
3) Bakteri: Pneumokokus, Mycobakterium tuberculosis

Lanjutan ETIOLOGI
Faktor Non Infeksi.
Terjadi akibat disfungsi menelan atau refluks esophagus meliputi
a.
Bronkopneumonia hidrokarbon :
Terjadi oleh karena aspirasi selama penelanan muntah atau sonde lambung
(zat hidrokarbon seperti pelitur, minyak tanah dan bensin).

b. Bronkopneumonia lipoid :
Terjadi akibat pemasukan obat yang mengandung minyak secara intranasal,
termasuk jeli petroleum. Setiap keadaan yang mengganggu mekanisme
menelan seperti palatoskizis, pemberian makanan dengan posisi horizontal,
atau pemaksaan pemberian makanan seperti minyak ikan pada anak yang
sedang menangis. Keparahan penyakit tergantung pada jenis minyak yang
terinhalasi. Jenis minyak binatang yang mengandung asam lemak tinggi
bersifat paling merusak contohnya seperti susu dan minyak ikan.
Selain faktor di atas, daya tahan tubuh sangat berpengaruh untuk terjadinya
bronkopneumonia. Menurut sistem imun pada penderita-penderita penyakit
yang berat seperti AIDS dan respon imunitas yang belum berkembang pada
bayi dan anak merupakan faktor predisposisi terjadinya penyakit ini.

Patofisiologi

Studi Kasus
A.Biodata Klien
Nama Pasien: Samira Ganapati
Alamat : Ciwaruga RT 5/1 Lembang Bandung
Nomor RM : 302639
Jenis Kelamin
: Perempuan
Usia : 11 Bulan
Tanggal lahir : Bandung, 09 Januari 2014
Suku : Sunda
Agama : Islam
Ruang : 436/5
Dokter
: Emma L
Diagnosis: Bronchopneumonia
Date of Care : 14 Desember 2014 hingga 18 Desember
2014

B. Riwayat Kesehatan
1. Keluhan Utama
Peningkatan suhu di seluruh tubuh dengan tanda-tanda vital T : 38 oC, P :
122x/m, R : 26x/m, biasanya demam berkurang setelah diberikan sanmol
drop.
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan demam selama 2 hari dan
kejang1x. Pasien masuk di ER dan dianjurkan untuk dirawat inap di ruma
sakit sehingga pasien dirawat di ruangan pediatric pada tangga 14-12-14
dengan tanda-tanda vital T : 38oC, P : 122x/m, R : 26x/m SPO2 : 98%

3. Riwaayat Penyakit Lalu


Pasien pernah demam sebelumnya dan turun saat diberikan sanmol drop.
Namun saat pasien demam dalam 2 hari beserta kejang, keluarga
memutuskan membawa pasien ke rumah sakit.
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Menurut ibu pasien ayah beserta ibunya tidak memiliki latar belakang
penyakit keturunan hanya kakak pasien yang ke-3 memliki riwayat ISPA.

C. Pengkajian Fisik, Psikologikal, Sosial, Spiritual


1. Vital Sign
T : 38oC
R : 26x/m
SPO2 : 98%
P : 122x/m BB : 9 kg

2. Head/Neck
a. Head : Tidak ada kelainan, tidak ada nyeri, tidak ada edema, tidak ada
hematom, tidak ada kemerahan. Rambut berwarna hitam lurus, tidak
ada ketombe.
b. Eye : Tidak ada kelinan, tidak ada serumen, tidak ada pembengkakan,
tidak ikterik
c. Ear : Telinga tampak bersih, tidak ada serumen, tidak ada kemerahan,
PS tidur mengalami penurunan kesadaran.
d. Nose : Tampak retensi pernapasan kedua lubang hidung baik, tidak
ada kemerahan, tidak ada kelainan.
e. Throat : Jugular tampak normal, tidak ada pembengkakan kelenjar,
reflex menelan positif (+)

3. Chest
a. Inspection : dada tampak simetris, tampak tidak ada kelainan pada saat
inspirasi dan ekspirasi, ekspansi paru tidak kelainan.
b. Palpation : tidak ada kelainan atau pembengkakan, tidak ada edema
c. Percusion : flatness pada tulang
d. Auscultation : S1 S2 normal

4. Abdomen
a. Inspection : tidak ada pembengkakan, normal
b. Auscultation : normal, bising usus 10x/m
c. Palpation : tidak ada pembengkakan dan nyeri
d. Percusion : timpani, tidak ada pembengkakan liver
5. Upper Extremeties
a. Inspection : tidak ada kemerahan, tidak ada nyeri, tidk ada edema
b. Palpation : tidak ada odem, tidak ada ulcer, tidak ad a nyeri, tidak ada cyanosis.

6. Lower Extremeties
a. Inspection : kulit tampak lembab, tidak ada kelainan, infus terpasang di kaki
kiri. IV RL at 27cc/jam
b. Palpation : tidak ada bengkak, tidak phlebitis

7. Genitalia
Tidak ada kelainan, tidak ada keluhan

8. Integumentary : kulit tampak lembab


Phsycological : mental status : orientas
GCS 15 : mata : 4 (buka spontan)
Bicara : 5 (normal)
Motorik : 6 (dapat diterima)

Sosial data : awalnya pasien sangat takut dengan perawat.


Namun seiring berjalannya waktu pasien merasa terbiasa
dengan terawatt.

Spiritual data : pasien sering didengarkan ayat-ayat suci alquran oleh ayahnya.

D. Data Penunjang
Laboratorium
14-12-2014
WBC 35.140 /L 5.000-11.000
Platelet 484.000 /L 150.000-440.000
Eosinophyl 0 2-4
Neutrophyl Bands
2 3-5
Lymphocyte 22 25-40
MCHC 32,4 33-38
Kesan laboratorium : mengindikasikan adanya infeksi pada darah

18-12-2014
WBC 9.280 /L 5.000-11.000
Chest X-Ray
Throrax
Nama : Samira Ganapati
No. RM : 302639
Dokter
: Dr. Emma Lesiasel, Sp.A
Usia : 11 bulan
No. X-Ray: 21-23-85
Tanggal : 17-12-2014
Cor.tak
Di kedua paru-paru suprahilair dan paracardial nampak bayangan bergaris dan berbacak lunak
kedua sinus dan diafragma baik.
Kesan : Bronchopnemoni duplex? (DD./-Kp diplex aktif?)

E. Obat-obatan
# luminal 2x5mg pulfus
Komposisi : Phenobarbital Na.
Indikasi (efek) : antikonvulsan, hipnotik, & sedative
Kontra-Indikasi : penyakit hati dan ginjal, psikoneurosis, hipoksia seperti asma,
emfisema, anemia berat, parkinson, depresi pernapasan &porfiria. Hamil dan
laktasi.
Efek samping : Kelelahan menyeluruh, vertigo, mengantuk, kehilangan kesadaran
sesaat, gelisah, nyeri tulang, reaksi alergi pada kulit.

# sanmol syr 3x1cth


Komposisi : Paracetamol.
Indikasi (efek) : meredakan nyeri termasuk sakit kepala, sakit gigi, demam yang
menyertai flu dan setelah imunisasi
Kontra-Indikasi :disfungsi hati dan ginjal
Efek samping : Reaksi hematologi, reaksi kulit dan reaksi alergi lainnya.

# Rycef inj 3x250mg IV


Komposisi : Cefotaxime Na.
Indikasi (efek) : Infeksi saluran nafas bawah, urogenital, ginekologikal, kulit dan
struktur kulit, intra-abdominal, tulang dan sendi, SSP, bakteremia dan septikemia
Kontra-Indikasi : hypersensitive terhadap sefalosporin
Efek samping : gangguan GI, reaksi hypersensitive, trombositopenia, leukopenia.

ASKEP

Go to

Daftar Pustaka
Bennete M.J. 2013. Pediatric Pneumonia.
http://emedicine.medscape.com/article/967822-overview. (15
Desember 2014)
Bradley J.S., Byington C.L., Shah S.S, Alverson B., Carter E.R.,
Harrison C., Kaplan S.L., Mace S.E., McCracken Jr G.H., Moore
M.R., St Peter S.D., Stockwell J.A., and Swanson J.T. 2011. The
Management of Community-Acquired Pneumonia in Infants
and Children Older than 3 Months of Age : Clinical Practice
Guidelines by the Pediatric Infectious Diseases Society and the
Infectious Diseases Society of America. Clin Infect Dis. 53 (7):
617-630.
Ngastiah. (2008). Perawatan anak sakit. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran: EGC Speirs, A.L. (1992). Pediatrics for nurses.
(Terj. Dr, Sidhartani Zain). Semarang: IKIP Semarang Press.