Anda di halaman 1dari 16

HIDROLOGI

1. DEFINISI HIDROLOGI
Hidrologi adalah ilmu tentang seluk beluk air di bumi, kejadiannya, peredarannya dan
distribusinya, sifat alam dan kimianya, serta reaksinya terhadap lingkungan dan hubungan
dengan kehidupan" (Federal Council for Science and Technology, USA, 1959 dalam Varshney,
Varshney, 1977).
Lebih jauh Ray K. Linsley dalam Yandi Hermawan (1986), menyatakan pula bahwa:"
Hidrologi ialah ilmu yang membicarakan tentang air yang ada di bumi, yaitu mengenai kejadian,
perputaran dan pembagiannya, sifat fisika dan kimia, serta reaksinya terhadap lingkungan
termasuk hubungannya dengan kehidupan".
Singh, 1992 menyatakan bahwa hidrologi adalah ilmu yang membahas karakteristik
menurut waktu dan ruang tentang kuantitas dan kualitas air bumi, termasuk di dalamnya proses
hidrologi, pergerakan, penyebaran, sirkulasi tampungan, eksplorasi, pengembangan dan
manajement.
Menurut Marta dan Adidarma (1983), bahwa hidrologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang terjadinya, pergerakan dan distribusi air di bumi, baik di atas maupun dibawah
permukaan bumi, tentang sifat kimia dan fisika air serta reaksinya terhadap lingkungan dan
hubunganya dengan kehidupan. Kebearadaan air dalam kehidupan merupakan suatu kebutuhan
yang sangat penting, sebab semua mahkluk hidup di bumi membutuhkan air sebagai salah satu
sumber kehidupan.
Dari beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa hidrologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang air, baik di atmosfer, di bumi, dan di dalam bumi, tentang perputarannya,
kejadiannya, distribusinya serta pengaruhnya terhadap kehidupan yang ada di alam ini.

2.

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU HIDROLOGI


Ilmu hidrologi secara praktis baru dikenal pada tahun 1608 Masehi, yaitu sejak Pierre

Perrault melakukan pengukuran hujan limpasan permukaan (run off) selama tiga tahun di
daerah aliran sungai Seine. Kemudian disusul oleh Edme Marlotte tahun 1620, serta Edmund
Halley pada tahun 1656.(Yandi Hermawan, 1986)
Ven Te Chow dalam Yandi Hermawan 1986, mencatat sejarah hidrologi sebagai berikut:
Periode spekulasi sampai tahun 1400; periode observasi antara tahun 1400 tahun 1600; periode
pengukuran antara tahun 1600 sampai dengan tahun 1700; periode eksperimentasi dari tahun
1700 sampai dengan tahun 1800; periode modernisasi antara tahun 1800 sampai dengan tahun
1900; periode empiris antara tahun 1900 sampai dengan tahun 1930; periode rasionalisasi antaha
tauh 1930 sampai dengan tahun 1950; dan periode teoritis antara tahun 1950 sampai dengan
sekarang.
Lebih jauh dia menyatakan bahwa sejak 1000 SM masalah air selalu dipertanyakan dari
mana asalnya dan kesemuanya pernah dijawab oleh Homer, Thales, Plato, Aristoteles akan tetapi
tidak pernah memuaskan para penanya pada saat itu
Secara umum hidrologi dimaksudkan sebagai ilmu yang menyangkut masalah air. Akan
tetapi dengan alasan-alasan praktis hanya dibatasi pada beberapa aspek saja. Konsep pokok
untuk ilmu hidrologi adalah siklus hidrologi yang didefinisikan sebagai berikut: Hidrologi
adalah ilmu tentang seluk beluk air di bumi, kejadiannya, peredarannya dan distribusinya, sifat
alam dan kimianya, serta reaksinya terhadap lingkungan dan hubungan dengan kehidupan
(Federal Council for Science and Technology, USA, 1959 dalam Varshney, 1977)
Wisler and Brater, (1959) dalam Varshney 1977, menyatakan bahwa; Hydrology is the science
that deals with the processes governing the depletion and replenishment of the water resources
of the land areas of the earth,
Lebih jauh Ray K. Linsley dalam Yandi Hermawan (1986), menyatakan pula bahwa:
Hidrologi ialah ilmu yang membicarakan tentang air yang ada di bumi, yaitu mengenai kejadian,

perputaran dan pembagiannya, sifat-sifat fisik dan kimia, serta reaksinya terhadap lingkungan
termasuk hubungannya dengan kehidupan
Singh, 1992 menyatakan bahwa hidrologi adalah ilmu yang membahas karakteristik menurut
waktu dan ruang tentang kuantitas dan kualitas air bumi, termasuk didalamnya kejadian,
pergerakan, penyebaran, sirkulasi tampungan, eksplorasi, pengembangan dan manajemen.
Dari beberapa pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa hidrologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang air, baik di atmosfer, di bumi, dan di dalam bumi, tentang perputarannya,
kejadiannya, distribusinya serta pengaruhnya terhadap kehidupan yang ada di alam ini.
Secara umum Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari masalah keberadaan air di bumi
(siklus air) dan hidrologi memberikan alternatip bagi pengembangan sumberdaya air bagi
pertanian dan industri.
Menurut Marta dan Adidarma (1983), bahwa hidrologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang terjadinya, pergerakan dan distribusi air di bumi, baik di atas maupun dibawah
permukaan bumi, tentang sifat fisik, kimia air serta reaksinya terhadap lingkungan dan
hubunganya dengan kehidupan.
Berdasarkan konsep tersebut, hidrologi memiliki ruang lingkup atau cakupan yang luas.
Secara substansial, cakupan bidang ilmu itu meliputi: asal mula dan proses terjadinya air,
pergerakan dan penyebaran air, sifat-sifat air, keterkaitan air dengan lingkungan dan kehidupan.
Hidrologi merupakan suatu ilmu yang mengkaji tentang kehadiran dan gerakan air di alam. Studi
hidrologi meliputi berbagai bentuk air serta menyangkut perubahan-perubahannya, antara lain
dalam keadaan cair, padat, gas, dalam atmosfer, di atas dan di bawah permukaan tanah,
distribusinya, penyebarannya, gerakannya dan lain sebagainya. Secara meteorologis, air
merupakan unsur pokok paling penting dalam atmofer bumi. Air terdapat sampai pada ketinggian
12.000 hingga 14.000 meter, dalam jumlah yang kisarannya mulai dari nol di atas beberapa
gunung serta gurun sampai empat persen di atas samudera dan laut. Bila seluruh uap
air berkondensasi (atau mengembun) menjadi cairan, maka seluruh permukaan bumi akan
tertutup dengan curah hujan kira-kira sebanyak 2,5 cm.

3. CABANG-CABANG HIDROLOGI
a. Limnologi
Limnologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang air yang terdapat pada
suatu depresi yang tergenang pada suatu cekungan,.
Limnologi berasal dari bahasa yunani limne artinya genangan air yang berarti bias kolam,
rawa, atau danau. Linologi mempelajari tentang sistem perairan. Didalamnya ternasuk danau dan
kolam air tawar, danau, dan kolam air asin, rawa, sungai (rivers) dan aliran dan cucuran air
(treams).
(Musa, 2006) Limnologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal tentang perairan daratan
yang mencakup factor-faktor abiotik serta interaksi yang terjadi di antarnya. Perairan daratan
adalah suatu badan air yang ada di daratan atau yang masih berhubungan dengan daratan,
termasuk danau, waduk, rawa, suatu atau estuari. ( Akdinbemfapri. 2009).

b.

Potamologi
Potamogi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang air yang terdapat di atas
permukaan tanah dan merupakan air yang mengalir, selain itu
Potamologi adalah bagian dari ilmu hidrologi yang khusus mempelajari tentang aliran
permukaan (runoff). Kajiannya ditekankan pada proses runoff, faktor-faktor yang mempengaruhi
runoff, distribusi runoff menurut ruang dan waktu, pengukuran runoff dan analisis data runoff

untuk mengembangkan teori tentang runoff baik untuk pengembangan ilmunya maupun untuk
menyelesaikan masalah praktis seperti masalah banjir dan penyediaan air sungai.

c.

Oceanografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari morfologi,topografi,biologi laut dan


lautan.

d. Kriologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang es dan salju,


e.

Hidrometeorologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang poblematika Hidrologi


yang berkaitan dengan meteorologi,

f.

Geohidrologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang terdapatnya gerakan air di
bawah permukaan tanah.

g. Hidrometri = pengukuran air didalam/di luar


Teori pengukuran debit
Debit aliran (Q) diperoleh dengan mengalikan luas tampang aliran (A) dan kecepatan
aliran (V). luas tampang aliran diperoleh dengan mengukur elevasi permukaan air dan dasar
sungai. Kecepatan aliran diukur dengan menggunakan alat ukur kecepatan seperti current meter,
pelampung atau peralatan lain.
4. ASAL USUL AIR DI BUMI
Asal usul air di Bumi, atau alasan mengapa ada lebih banyak air di Bumi daripada di
planet lain di Tata Surya, masih belum dipastikan. Ada beberapa teori yang telah diajukan untuk
menjelaskan bagaimana samudra di Bumi terbentuk:
a.

Pendinginan Bumi purba hingga ke titik ketika komponen volatil yang terlepas ke atmosfer
mencapai tekanan tertentu yang memungkinkan penstabilan dan pemertahanan air.

b. Komet, objek trans-Neptunus, atau meteorit (protoplanet) yang kaya akan air menubruk Bumi.
Pengukuran rasio isotop hidrogen deuterium dan protium menunjukkan peran asteroid karena
kemiripannya dengan persentase ketidakmurnian dalam kondrit yang kaya akan karbon di
samudra Bumi, sementara pengukuran terhadap konsentrasi isotop di komet dan objek transNeptunus tidak terlalu mirip dengan yang di Bumi.
c.

Secara biokimia melalui mineralisasi dan fotosintesis

d. Perembesan air yang disimpan di mineral hidrat di bebatuan Bumi secara perlahan.
e.

Fotolisis: radiasi dapat mengurai ikatan kimia di permukaan.


Keberadaan air di muka bumi bukan terjadi secara instan, melainkan memerlukan proses
yang cukup lama. Karena banyak ilmuan yang yakin bahwa bumi pada awalnya adalah tandus
dan kering. Sekitar 4,1 miliar tahun hingga 3,8 milyar tahun yang lalu, merupakan periode di
mana bumi dihujani komet, asteroid, dan protoplanet. Komet dan asteroid yang tertutup lapisan
es diperkirakan telah membawa air ke bumi yang kemudian menjadi lautan dan samudra. Komet
dan asteroid tersebut ketika menabrak bumi itu ternyata pecah saat memasuki lapisan atmosfer
bumi dan kemudian menjadi partikel-partiklel uap air yang megambang di udara (awan),
kemudian turun sebagai hujan. Proses ini berlangsung lebih dari 3,8 milyar tahun yang lalu.
Selain itu, beberapa penelitian menunjukan adanya beberapa faktor penting yang
berkonstribusi dalam pembentukan samudra dan lautan yang menjadi asal usul keberadaan air di
bumi. Pertama adalah adanya peristiwa mendinginnya permukaan bumi pada zaman purba
hingga pada titik dimana komponen-komponen volatile yang dilepaskan dalam bentuk gas
tertahan di atmosfer yang memiliki tekanan yang cukup untuk menstabilkan dan menyimpan air.
Kedua adalah adanya kemungikan objek-objek trans neptunus yang ikut menabrak bumi seperti
peristiwa komet dan asteroid di atas. Ketiga yaitu adanya proses biokimiawi melalui mineralisasi
dan fotosintesis. Dan yang keempat yaitu adanya proses bocornya bebatuan bumi yang memiliki
kandungan hydro-mineral.
Setelah air terbentuk di permukaan bumi, lalu air tersebut mengalami siklus air yang
bertujuan untuk menyeimbangkan kuanitas air di beberapa wilayah di permukaan bumi.

5.

SIKLUS HIDROLOGI

Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasiair yang tidak pernah berhenti
dari atmosferke bumi dan kembali
ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dantranspirasi.Siklus
hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari
atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau
laut maupun air pedalaman, kondensasi untuk membentuk awan, presipitasi,
akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh air, dan evaporasi-kembali.
Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus
hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi,
kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu,
hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis ataukabut.Pada perjalanan menuju
bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung
jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah.
Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu
dalam tiga cara yang berbeda:

Evaporasi / transpirasi Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di


tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan
kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan
menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam
bentuk hujan, salju, es.

Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah Air bergerak ke dalam tanah

melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah.
Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal
atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki
kembali sistem air permukaan.
Air Permukaan Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan

aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori
tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat
dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain
dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan
disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk,
rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir
membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu
terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem
Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif
tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat terbesar terjadi di
laut.
Presipitasi dalam segala bentuk (salju, hujan batu es, hujan, dan lain-lain),
jatuh ke atas vegetasi, batuan gundul, permukaan tanah, permukaan air dan
saluran-saluran sungai (presipitasi saluran). Air yang jatuh pada vegetasi
mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau mencapai
permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang)
selama suatu waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall =
air tembus) khususnya pada kasus hujan dengan intensitas yang tinggi dan
lama. Sebagian presipitasi berevaporasi selama perjalanannya dari atmosfer
dan sebagian pada permukaan tanah. Sebagian dari presipitasi yang
membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak
menurun sebagai perkolasi ke dalam mintakat (zone) jenuh di bawah muka
air tanah. Air ini secara perlahan berpindah melalui akifer ke saluran-saluran

sungai. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak menuju dasar sungai tanpa
mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. Air yang
berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas
tanah. Beberapa dari lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi
berlangsung dari stomata daun.
Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah
dan berinfiltrasi, suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah
yang disebut dengan detensi permukaan (lapis air). Selanjutnya, detensi
permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan aliran air mulai dalam
bentuk laminer. Dengan bertambahnya kecepatan aliran, aliran air menjadi
turbulen (deras). Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. Selama
perjalanannya menuju dasar sungai, bagian dari limpasan permukaan
disimpan pada depresi permukaan dan disebut cadangan depresi. Akhirnya,
limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan menambah debit sungai.
Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau
mengalir kembali ke dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. Kemudian, air
ini nampak kembali pada permukaan bumi sebagai presipitasi. Tangkapan
daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari salingtindak semua proses ini. Limpasan nampak pada sistem yang sangat
kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah
penyimpanan dan transfer. Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman
areal vegetasi, formasi-formasi geologi, kondisi tanah dan di samping ini juga
keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim.
6. UNSUR-UNSUR UTAMA DALAM SIKLUS HIDROLOGI
1. Presipitasi
Presipitasi sering juga disebut sebagai hujan. presitipasi merupakan proses jatuhnya butiranbutiran air dari awan ke permukaan bumi.

2. Canopy interception
Curah hujan yang dicegat oleh dedaunan tanaman, akhirnya menguap kembali ke atmosfer
daripada jatuh ke tanah atau iIntersepsi mengacu pada curah hujan yang tidak mencapai tanah,
tetapi malah dicegat oleh daun dan cabang tanaman dan lantai hutan. Hal ini terjadi di kanopi
(yaitu kanopi intersepsi), dan di lantai hutan atau serasah lapisan (yaitu lantai intersepsi hutan).
Karena penguapan, intersepsi air cair umumnya menyebabkan hilangnya bahwa curah hujan
untuk daerah aliran sungai, kecuali untuk kondisi seperti kabut intersepsi.
3. Snowmelt
Aliran permukaan yang dihasilkan oleh salju yang mencair. Pencairan salju adalah aliran
permukaan yang dihasilkan dari salju yang mencair. Hal ini juga dapat digunakan untuk
menggambarkan periode atau musim di mana Aliran permukaan tersebut diproduksi. Air yang
dihasilkan oleh pencairan salju merupakan bagian penting dari siklus air tahunan di berbagai
belahan dunia, dalam beberapa kasus berkontribusi fraksi tinggi limpasan tahunan DAS.
4. Runoff (limpasan)
Run off sering juga disebut sebagai aliran permukaan. run off merupakan aliran air hujan yang
mengalir di atas permukaan bumi, misalnya melalui sungai, selokan, irigasi, dsb ke tempat yang
lebih rendah hingga sampai ke laut, atau digunakan untuk pertanian atau lainnya keperluan
manusia.
5. Infiltration
Aliran air dari permukaan tanah menyerap ke dalam tanah. Setelah diinfiltrasi,
kelembaban air bertambah atau menjadi air tanah.
Menurut ilmu hidrologi, infiltrasi merupakan aliran air ke dalam tanah melalui
permukaan tanah. Didalam infiltrasi dikenal dua istilah yaitu kapasitas infiltrasi dan laju
infiltrasi, yang dinyatakan dalam mm/jam. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum
yang ditentukan oleh jenis tanah dimana terjadinya ilfiltrasi, sedangkan lajua infiltrasi adalah
kecepatan infiltrasi yang nilainya tergantung pada kondisi tanah dan kapasitas hujan. Suatu tanah

dalam kondisi kering memiliki daya serap yang tinggi sehingga laju infiltrasi semakin besar, dan
akan berkurang perlahan-lahan apabila tanah tersebut jenuh terhadap air.
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi yaitu kedalaman genangan
dan tebal lapisan jenuh, kelembaban tanah, pemampatan oleh hujan, penyumbatan oleh butir
halus, tanaman penutup, topografi, dan intensitas hujan.

Kedalaman genangan dan tebal lapisan jenuh


Dapat dipahami pada saat awal turunnya hujan, penyerapan air oleh tanah (laju infiltrasi)
terjadi dengan cepat. Sehingga semakin dalam genangan dan tebal lapisan jenuh maka laju
infiltrasi semakin berkurang.

Kelembaban tanah
Semakin lembab kondisi suatu tanah, maka laju infiltrasi akan semakin berkurang karena
tanah tersebut semakin dekat dengan keadaan jenuh.

Pemampatan oleh hujan dan penyumbatan oleh butir halus


Pemampatan tanah oleh hujan adalah keadaan turunnya hujan membuat tanah semakin
padat. Sehingga pori-pori tanah mengecil, dan menghambat laju infiltrasi. Butiran halus yang
terbentuk pada saat tanah kering juga menghambat laju infiltrasi karena pada saat terjadinya
hujan, butiran tersebut masuk kedalam tanah dan memperkecil pori-pori tanah.

Tanaman penutup
Banyaknya tanaman seperti rumput dan pohon-pohon besar yang terdapat pada daerah
terjadinya hujan dapat memperbesar laju infiltrasi. Karena biasanya pada tanah seperti ini banyak
terdapat tanah humus dan sarang serangga. Sehingga membantu masuknya air kedalam tanah.

Topografi dan intensitas hujan


Topografi adalah keadaan pemukaan/ kontur tanah, dan intensitas hujan adalah besarnya
hujan yang turun dalam satuan waktu. Apabila hujan yang turun besar dan topografi tanah terjal,
maka laju infiltrasi kecil. Karena topografi yang terjal akan mengalirkan air dengan cepat
sehingga waktu infiltrasi kurang. Begitu juga sebaliknya, topografi yang landai bahkan datar
dapat menghasilkan ilfiltrasi lebih besar.
Kapasitas infiltrasi dapat diukur dengan menggunakan infiltrometer dan analisis
hidrograf. Infiltrometer ini dibedakan menjadi dua macam yaitu infiltrometer genangan dan
simulator hujan (rainfall simulators)

6.

Aliran bawah permukaan (Subsurface flow)

Aliran air bawah tanah, di zona Nilai porositas merupakan cerminan dan daerah tangkapan air.
Air bawah permukaan dapat kembali ke permukaan (misalnya sebagai mata air atau yang
dipompa) dan pada akhirnya meresap ke dalam lautan. Air kembali ke permukaan tanah pada
ketinggian rendah dari tempat itu diinfiltrasi, di bawah gaya gravitasi atau tekanan gravitasi
induksi. Tanah cenderung bergerak perlahan, dan diisi kembali perlahan-lahan, sehingga dapat
tetap dalam sumber air selama ribuan tahun.
7. Evaporasi

Evaporasi adalah penguapan air dari permukaan air, tanah, dan bentuk permukaan bukan vegetasi
lainnnya oleh proses fisika. Dua unsur utama untuk berlangsungnnya evaporasi adalah energi
(radiasi) matahari dan ketersediaan air. Proses-proses fisika yang menyertai berlangsungnya
perubahan bentuk dari cair menjadi gas berlaku pada kedua proses evaporasi tersebut diatas.
Oleh karenanya, kondisi fisika yang mempengaruhi laju evaporasi umum terjadi pada kedua
proses alamiah tersebut. Faktor-faktor yang berpengaruh antara lain cahaya matahari, suhu
udara, dan kapasitas kadar air dalam udara. Proses evaporasi yang disebutkan diatas tergantung
pada jumlah air yang tersedia
8. Transpirasi
Transpirasi adalah penguapan air dari daun dan cabang tanaman melalui pori-pori daun
oleh proses fisiologi. Daun dan cabang umumnya di balut lapisan mati yang disebut kulit air
(cuticle) yang kedap uap air. Sel-sel hidup daun dan cabang terletak di bawah permukaan
tanaman, dibelakang pori-pori daun dan cabang. Besar kecilnya laju transpirasi secara tidak
langsung ditentukan oleh radiasi matahari melalui membuka dan menutupnya pori-pori tersebut.
9. Evapotranspirasi

Penguapan air dapat dibedakan ke dalam penguapan internal dan penguapan eksternal.
Penguapan eksternal terjadi pada permukaan tanah (evaporasi) dan terjadi pada tanaman
(transpirasi), sedangkan penguapan internal terjadi dalam pori-pori tanah
10. Sublimasi
Sublimasi merupakan perubahan wujud dari awan hujan menjadi awan es atau salju.
sublimasi hanya terjadi pada siklus hidrologi panjang
11. Deposisi
Hal ini mengacu pada perubahan uap air langsung ke es.
12. Adveksi
Gerakan air - dalam bentuk padat, cair, dan uap - melalui atmosfer. Tanpa menghitung
kecepatan, air yang menguap di atas lautan tidak bisa mengendap atas tanah.
13. Kondensasi
Transformasi uap air untuk tetesan air cair di udara, menciptakan awan dan kabut.

14. Perkolasi
Air mengalir secara vertikal melalui tanah dan batuan di bawah pengaruh gravitasi
lempeng tektonik. Air memasuki mantel melalui subduksi dari kerak samudera. Air kembali ke
permukaan melalui vulkanisme.
Siklus hidrologi dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus pendek, siklus sedang dan siklus
panjang.
7. MACAM-MACAM SIKLUS HIDROLOGI
Secara umum siklus hidrologi dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
1.

Siklus pendek
Air laut menguap dimana penguapan terjadi dipermukaan laut, terjadi
kondensasi, kemudian menjadi butir-butir air yang membentuk awan dan
akhirnya terjadi hujan yang jatuh ke lautdan akan kembali berulang.

2.

Siklus sedang
Penguapan terjadi dipermukaan laut, kemudian terjadi proses kondensasi
uap air di atmosfer yang selanjutnya dibawa angin, kemudian terbentuk
awan diatas daratan, terjadi hujan didaratan, selanjutnya air hujan meresap
ke dalam tanah lalu kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluransaluran air.

3.

Siklus panjang
Penguapan terjadi dipermukaan laut, terjadi kandensasi, uap air terbawa
angin dan membentuk awan di atas daratan hingga ke pegunungan tinggi,
kemudian jatuh sebagai saljuBongkah-bongkah es mengendap di puncak
gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah,
mencair terbentuk gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali ke
laut.

TUGAS FILSAFAT

HIDROLOGI

OLEH
WAWAN ANGGRIAWAN
MUH RANDU SALEH

F1H1 14 003
F1H1 14 067

JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016
DAFTAR PUSTAKA
http://en.wikipedia.org/wiki/Origin_of_water_on_Earth
http://www.bromotirta.com
http://cakrawala-upi.blogspot.com/2013/07/asal-usul-air-di-planet-biru-bumi.html

http://hidrologi2010.blogspot.com/2011/10/hidrologi.html
https://tambangunhas.wordpress.com/tag/sejarah-hidrologi/