Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KASUS

SEORANG WANITA 24 TAHUN DENGAN GINGIVAL


ENLARGEMENT SUSPEK JINAK

Adelia Cynthia
Kenny Farisan Badri
Reviyanti Ratnasari Dewi
Anggara Surya B

22010114220009
22010114220007
22010114220012
22010115210013

Pembesaran gingiva didefenisikan sebagai suatu keadaan dimana


ukuran gingiva bertambah dari normal yang dapat menimbulkan
masalah estetis dan kebersihan gigi geligi.
Klasifikasi dari pembesaran gingiva menurut etiologi dan perubahan
patologisnya dibagi menjadi 5, yaitu:

1. Pembesaran gigi inflamatorik


2. Pembesaran gigi fibrotik
3. Kombinasi pembesaran
4. Pembesaran ginggiva akibat kondisi / penyakit sistemik
5.Pembesaran ginggiva akibat neoplasma (tumor ginggiva)

Klasifikasi menurut Lokasi dan Distribusi :


1. Terlokalisir = hanya 1 atau beberapa gigi
2. Generalisata = melibatkan seluruh ginggiva pada rongga
mulut
3. Papillary = terbatas pada papilla interdental
4. Marginal = terbatas pada ginggiva marginal
5. Diffuse = melibatkan ginggiva marginal, ginggiva terfiksir,
dan papilla interdental
6. Diskret = sessile terisolasi, pembesaran bertangkai
(tumor like)

Pembesaran gingiva dapat disebabkan


oleh berbagai etiologi dan juga
diklasifikasikan berdasarkan faktor-faktor
etiologi.
1. Pembesaran gingiva inflamasi
2. Abses ginggiva

IdentitasPasien
Nama
Jenis Kelamin
Umur
Pekerjaan
Alamat
Agama
Suku
Tgl. Pemeriksaan
No CM

: Ny. OI
: Perempuan
: 24 tahun
: Wiraswasta
: Banyumanik, Semarang
: Islam
: Jawa
: 4 Maret 2016
:004850

Subyektif
Autoanamnesis dengan Ny.OI pada 4 Maret 2016 pukul 08.00 WIB di Poli
rawat jalan Gigi dan Mulut RSND Semarang

Keluhan Utama

:Terdapat benjolan di rahang bawah kiri

Riwayat Penyakit Sekarang:


4 tahun yang lalu pasien mengeluh terdapat benjolan di rahang kiri
bawah.Benjolan tumbuh saat pasien mengandung anak pertama dan benjolan
mengecil setelah pasien melahirkan.
1 tahun yang lalu pada saat hamil anak kedua, pasien mengeluh kembali
tumbuh benjolan di rahang kiri bawah.Benjolan tidak nyeri, tidak panas,
mudah berdarah pada saat makan dan gosok gigi, tidak nyeri tekan, tidak
mengeluarkan cairan.Pasien masih dapat mengunyah makanan.Benjolan
semakin membesar saat pasien melahirkan anak kedua.
2 minggu yang lalu pasien ke dokter gigi BPJS dan oleh dokter tersebut
pasien dirujuk ke RSND Semarang

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat trauma daerah wajah dan mulut (-)
Riwayat alergi obat (-)
Riwayat penyakit jantung (-)
Riwayat menderita penyakit keganasan (-)
Riwayat penyinaran daerah kepala sampai leher (-)
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat hipertensi (-)
Riwayat diabetes melitus (-)
Riwayat menderita penyakit keganasan (-)
Tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan seperti ini
Riwayat Sosial Ekonomi
Pasien seorang wiraswasta, suami pasien bekerja di BUMN
Biaya pengobatan ditanggung BPJS non PBI
Kesan: sosial ekonomi cukup

Dilakukan pada 4 Maret 2016 pukul 08.00 di di Poli rawat jalan Gigi dan Mulut RSND Semarang
Status Generalis
Keadaan umum

Kesadaran
:
compos mentis

Keadaan gizi
:
baik

Tanda-tanda vital

TD
:
120/80 mmHg

Nadi
:
82x/ menit

RR
:
22x/ menit

Suhu
:
37oC
Gambaran Umuml ainnya :

Tinggi Badan
: 150 cm

Berat Badan
: 65 kg

Hidrasi
: Baik

Edema
:
Pucat
:
Clubbing finger
:
Jaundice
: -

Pemeriksaan Ekstraoral
Wajah
Inspeksi

Palpasi
Leher
Inspeksi

Palpasi

asimetri (-), pembengkakan


(-), warna kemerahan (-)
nyeri tekan (-)
pembesaran nnll
submandibula sinistra (-),
dextra (-)
nyeri (-)

Pemeriksaan Intraoral

Mukosa pipi kiri/kanan

: kanan : tidak ditemukan kelainan


kiri
: tidak ditemukan kelainan
Mukosa palatum durum-molle: tidak ditemukan kelainan
Mukosa dasar mulut/lidah
: tidak ditemukan kelainan
Mukosa pharynx
: tidak ditemukan kelainan
Kelainan periodontal
: tidak ditemukan kelainan
Gingiva RA
: tidak ada kelainan
Gingiva RB
: massa di lingual regio 36-33 sebesar
3x2x2 cmn.Meluas ke bucal regio 36 sebesar 1x1x1,5 cm, mobile,
kenyal, bertangkai dan mudah berdarah.Bentuk massa licin,
mengkilat, batas tegas.
Karang gigi
: kalkulus (+) pada gigi 36

Status Lokalis
Pemeriksaan Ekstraoral
Inspeksi
:
dalam batas normal
Palpasi
:
dalam batas normal
Status Dental
Gigi 3.6
Inspeksi :
Sondasi :
Vitalitas :
Mobilitas :

gigi karies sampai dengan oclusal


bucal sedalam profunda
kedalaman profunda
(-)
(-)

Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis Keluhan Utama


:
Gingival Enlargement suspek jinak
Diagnosis Banding:
Fibroma, Papiloma
Diagnosis Penyakit Lain:
Ganggren pulpa pada gigi 3.6

Initial Plan ( Dokter Umum)


Dx :
S
:
O
:
Rx : Konsultasi ke Spesialis Periodentis untuk dilakukan
penatalaksanaan selanjutnya.
Tx : Medikamentosa : Klorhexidin gargle diberikan sehari 2 kali
sehari untuk dikumur
Mx :
Keadaan umum, tanda vital, tanda infeksi
Ex :
Menjelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai pembesaran
ginggiva yang diderita oleh pasien
Memberi edukasi mengenai kebersihan oral dengan menggosok
gigi dengan cara yang benar setiap pagi dan malam hari.

Initial Plan ( Dokter Gigi)


Dx
:
S
:
O
:
Rx
:
Dilakukan scalling, eksisi massa ginggiva, dan ekstraksi gigi 3.6
Hasil eksisi tersebut dikirim ke Patologi Anatomi dan dilakukan biopsi untuk
menentukan massa tersebut jinak atau ganas dan uintuk menentukan tatalaksana
selanjutnya
Tx
: Pro eksisi, scalling
Mx
:
Keadaan umum, tanda vital, tanda infeksi
Ex
:
Menjelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai pembesaran ginggiva yang
diderita oleh pasien.
Menjelaskan kepada pasien mengenai tatalaksana yang akan dilakukan beserta
komplikasinya.
Memberi edukasi mengenai kebersihan oral dengan menggosok gigi dengan cara
yang benar setiap pagi dan malam hari.

Pembahasan

Seorang wanita berusia 24 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan pada gusi
rahang bawah regio 36-33. Kurang lebih dua tahun yang lalu pasien mulai merasakan gusi
rahang atas mulai bengkak, merah dan nyeri. 4 tahun yang lalu pasien mengeluh terdapat
benjolan di rahang kiri bawah.Benjolan tumbuh saat pasien mengandung anak pertama dan
benjolan mengecil setelah pasien melahirkan. 1 tahun yang lalu pada saat hamil anak kedua,
pasien mengeluh kembali tumbuh benjolan di rahang kiri bawah.Benjolan tidak nyeri, tidak
panas, mudah berdarah pada saat makan dan gosok gigi, tidak nyeri tekan, tidak mengeluarkan
cairan.Pasien masih dapat mengunyah makanan.Benjolan semakin membesar saat pasien
melahirkan anak kedua. 2 minggu yang lalu pasien ke dokter gigi BPJS dan oleh dokter tersebut
pasien dirujuk ke RSND Semarang .
Dari hasil pemeriksaan ekstra oral tidak ditemukan kelainan. Pada pemeriksaan intraoral
gingiva rahang bawah terdapat massa di lingual regio 36-33 sebesar 3x2x2 cm.Meluas ke bucal
regio 36 sebesar 1x1x1,5 cm, mobile, kenyal, bertangkai dan mudah berdarah.Bentuk massa
licin, mengkilat, batas tegas.Pada pemeriksaan karang gigi terdapat kalkulus pada gigi 36.
Pada pemeriksaan radiologis foto panoramix terdapat gambaran radioluscent pada corona
gigi 36.Tampak gambaran radioluscent pada periapical daerah mesial pada gigi 36.
Pasien ini didiagnosis sebagai ginggival enlargement suspek jinak. Untuk tatalaksana dokter
umum merujuk ke Spesialis Periodentis untuk dilakukan penatalaksanaan selanjutnya dan
memberikan Klorhexidin gargle 2 kali sehari untuk dikumur. Untuk tatalaksana dokter gigi
dilakukan scalling, eksisi massa ginggiva, dan ekstraksi gigi 3.6.Hasil eksisi tersebut dikirim ke
Patologi Anatomi dan dilakukan biopsi untuk menentukan massa tersebut jinak atau ganas dan
uintuk menentukan tatalaksana selanjutnya.

Kesimpulan
Seorang wanita berusia 24 tahun datang ke Poli
Gigi dan Mulut RSND Semarang, berdasarkan
anamnesa dan pemeriksaan subyektif maupun
obyektif dari ekstra oral dan intra oral, serta
pemeriksaan penunjang dapat disimpulkan
bahwa pasien menderita Gingival Enlargement
suspek jinak di ginggiva rahang bawah lingual
regio 36-33.Selain itu, terdapat diagnosis
penyakit lain yaitu Ganggren pulpa pada gigi 3.6
Rencana akan dilakukan penatalaksaan sesuai
dengan diagnosanya berupa scalling, eksisi
massa ginggiva, dan ekstraksi gigi 3.6

TERIMA KASIH