Anda di halaman 1dari 5

I.

IDENTIFIKASI MASALAH
1. Mengapa terjadi perdarahan ?
Sistem hormon wanita meliputi Hipotalamus yang menghasilkan
Gonadothropin Releasing Hormon (GnRH), Hipofisis Anterior yang
menghasilkan Follicle-Stimulating Hormone (FSH) dan luteinizing
hormone (LH), dan Ovarium yang menghasilkan Estrogen dan
Progesteron. Penting adanya LH Surge (lonjakan LH), untuk terjadinya
ovulasi. LH diyakini sebagai ovulatory hormon. LH surge merangsang
reseptor progesteron, dan juga pelepasan PG dan Histamin. PGE dan
Histamin menyebabkan vasodilatasi, peningkatan permeabelitas
kapiler, oedema, dan kontraksi otot polos, dan rusaknya serabut
kolagen sehingga terjadi pelepasan ovum dari folikel (Sarwono, 2011).
2. Mengapa payudara bengkak ?
Berkaitan dengan produksi hormone esrogen dan progesterone yang
berdampak pada susunan jaringan penyusun, vasa limfatica, dan
stroma payudara.
a) Estrogen
:

untuk

perkembangan

stroma

payudara,

melunakkan serviks, memberi feed back negatif pada FSH.


b) Progesterone : memperbanyak folikel payudara, merangsang
penebalan endometrium pada awal kehamilan, pada usia kehamilan
yang lama hormone ini juga dihasilkan oleh plasenta (Sarwono,
2011).
3. Hubungan RPSos dan RPS ?
Konsumsi alcohol dan rokok akan berakibat fatal pada ibu hamil
maupun janinnya, seperti FAS (Fetal Alcohol Syndrome) yaitu berupa
keguguran pada ibu hamil, maupun cacat saat berhasil dilahirkan
II.

(Azhari, 2008).
BERBAGI INFORMASI
1. Hormon Dalam Kehamilan
a. Progresteron
Sebagian besar dihasilkan oleh korpus luteum dan
meningkat produksinya hingga 10 minggu masa kehamilan,
kemudian kadar akan kembali ke tingkat dasar. Plasenta muncul
sebagai sumber utama progesteron dan progesteron yang
dihasilkan dalam plasenta masuk ke dalam sirkulasi maternal

(Firman, 2010). Produksinya dapat mencapai kadar maksimum


yaitu paling sedikit 250 mg per hari (Kevin, 2014).
Progesteron berperan penting dalam menekan respon
imunologi terhadap antigen janin sehingga mencegah penolakan
trofoblas oleh ibu. Selain itu juga membantu menyiapkan dan
mempertahankan endometrium untuk implantasi serta berfungsi
sebagai substrat untuk produksi kelenjar adrenal janin dari
glukokortikoid (Firman, 2010). Kerja progesteron lainnya seperti:
a) Mengurangi tonus otot polos sehingga menurunkan mtilitas
lambung sehingga dapatmenginduksi mual, aktivitas kolon
berkurang, pengosongan terhambat, reabsorpsi air meningkat
dan akhirnya menyebabkan konstipasi, menurunkan otot tonus
uterus sehingga aktivitas uterus menurun.
b) Menurunkan tonus pembuluh darah,

tekanan

diastolik

berkurang sehingga terjadi dilatasi vena


c) Meningkatkan suhu
d) Meningkatkan cadangan lemak
e) Menginduksi hiperventilasi sehingga tekanan CO2 alveolus dan
arteri berkurang
f) Menginduksi perkembangan payudara (Kevin, 2014).
b. Estrogen
Estrogen adalah hormon steroid dengan 19 atom carbon
yang dihasilkan oleh senyawa androgen pada awal kehamilan yang
berasal dari aliran darah ibu. Pada minggu ke-20 kehamilan
estrogen berasal dari androgen janin. Terdapat tiga estrogen utama
dalam kehamilan yaitu estron yang terlihat pada 6-10 minggu
kehamilan, estradiol yang terlihat pada minggu 6-8 kehamilan,
dan estriol pertama terditeksi pada minggu ke-9 kehamilan, stabil
pada minggu 31-35 kehamilan dan meningkat pada minggu 35-36
(Firman, 2010). Estron dan estradiol diproduksi di plasenta dan
akan meningkat kadarnya ratusan kali. Namun, jika estriol adalah
produk interaksi antara plasenta dan kelenjar adrenal janin
kadarnya bisa meningkat ribuan kali. Hasil produksi estrogen
mencapai kadar maksimum sebesar 30-40 mg per hari (Kevin,
2014). Estrogen berperan penting dalam perkembangan dan

pemeliharaan karakteristik seks sekunder dan pertumbuhan uterus


(Sarwono, 2005). Kerja estrogen lainnya :
a) Induksi pertumbuhan uterus dan mengontrol fungsinya.
b) Bersama dengan progesteron bertanggungjawab

pada

perkembangan payudara.
c) Mengubah struktur kimia jaringan ikat, membuatnya lebih
fleksibel, memungkinkan peregangan serviks, relaksasi kapsul,
mobilitas sendi-sendi panggul.
d) Menyebabkan retensi air
e) Dapat mengurangi ekskresi natrium (Kevin, 2014).
c. Korteks adrenal janin
Dapat dibedakan setelah minggu ke-7 kehamilan sebagai daerah
dengan bagian dalam tebal dan bagian luar yang tipis, daerah ini
merupakan sumber kortisol dan awal korteks pda orang dewasa.
Peningkatan dihiroandrogenteron sulfat (DHAS) sebagai prekusor
yang mempengaruhi kadar estrogen. Selain itu ACTH penting
untuk perkembangan morfologi dan mekanisme steroidogenik
kelenjar adrenal janin tersebut.
d. Kortisol
Umumnya kortisol dalam bentuk tidak aktif karena berikatan
dengan protein. Kerja kortisol adalah :
a) Meningkatkan kadar gula darah
b) Memodifikasi aktivitas antibodi (Kevin, 2014).
e. Aldosteron
Hampir seluruhnya berasal darikelenjar adrenal ibu. Jumlah yang
diproduksi selama kehamilan meningkat. Aldosteron berfungsi
meningkatkan retensi natrium dan air (Kevin, 2014).
f. Renin
Aktivitas renin dalam plasma pada keadaan hamil meningkat 5-10
kali lipat dari pada aktivitas dalam keadaan tidak hamil. Selain itu,
kadar angiotensinogen meningkat tetapi tampak penurunan
sensitivitas terhadap angiotensin selama kehamilan (Kevin, 2014).
g. Chorionik Gonadotropin (hCG)
hCG merupakan suatu hormon glikoprotein dengan aktivitas
biologi yang menyerupai LH dan diproduksi hanya selama
kehamilan. Molekul hCG lengkap dapat ditemukan dalam plasma
perempuan hamil sekitar 8-10 hari ketika implantasi blastokista.
Meningkatnya kadar hCG maksimal dicapai pada minggu ke-10

kehamilan. Fungsi hCG yaitu untuk mempertahankan fungsi


korpus luteum selama kehamilan awal (Firman, 2010).
h. Human Plasental Lactogen (HPL)
HPL menyerupai prolakstin karena adanya aktivitas laktogenik
yang poten dan meyerupai hormon pertumbuhan. Hormon ini
disebut laktogen plasenta dan somatomammotropin korionik. HPL
ditemukan dalam sinsitiotrofoblas pada minggu ke-5 kehamilan
(minggu ke-3 setelah fertilisasi). Konsentrasi HPL meningkat terus
hingga minggu ke-34 sampai ke-36 kehamilan. Fungsi HPL yaitu
untuk lipolisis dan meningkatkan kadar asam-asam lemak bebas
sirkulasi (sehingga memberikan sumber energi bagi metabolisme
ibu

dan

nutrisi

janin,

serta

menginhibisi

glukosa

dan

glukoneogenesis pada ibu sehingga menghemat glukosa (Firman,


2010).
i. Relaksin
Hormon yang diproduksi oleh korpus luteum. Relaksin dapat
dideteksi selama kehamilan tetapi kadar tertingginya terdapat pada
trimester pertama. Biasanya digunakan secara klinis untuk
mematangkan serviks (Kevin, 2014).
j. Prolaktin
Prolaktin penting untuk kelangsungan hidup karena membantu
sekresi air susu sebagai nutrisi untuk anaknya ketika lahir.
Menjelang akhir kehamilan, kelenjar hipofisis membesar dua kali
ukuran normal dibawah pengaruh estrogen karena peningkatan
jumlah dan ukuran laktrotrof yang terkandung dalam prolaktin.
Bersama dengan hormon-hormon lain prolaktin membantu
pertumbuhan payudara dan sekresi air susu (Sarwono, 2005).
k. Inhibin
Suatu hormon glikoprotein yang bekerja untuk menghambat
pelepasan dan sekresi FSH oleh hipofisis yang diproduksi didalam
plasenta sehingga menghalangi ovulasi selama kehamilan. Pada
plasenta, inhibin di produkssi disitotrofoblas. Inhibin bekerja
secara parakrin untuk mengatur pelepasan hCG (Firman, 2010).
DAFTAR PUSTAKA

Firman F. Wirakusumah. 2010. Obstetri fisiologi. Jakarta : EGC.


Kevin. 2014. Ilustrasi Obstetri Edisi 7. Indonesia : ELSEVIER.
Sarwono Prawirohardjo. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka.
Sarwono P. 2011. Ilmu Kandungan Edisi 3. Jakarta : Bina Pustaka
Azhari. 2008. Masalah Abortus dan Kesehatan Reproduksi
Perempuan. Palembang: Bagian Obstetri dan Ginekologi FK
UNSRI