Anda di halaman 1dari 2

Nama : Agus Styawan

NIM : I4041152020
Tugas Farmasi Rumah Sakit dan Pelayanan Kefarmasian

KASUS
ANALISIS SOAP
Subjektif (S)

Tn. Rahman
Usia 51 tahun
Tinggi Badan 168 cm
Berat Nadan 79 kg (setelah berkurang 7,8 kg)
Keluhan : lelah, 3 minggu merasa kantuk, poliuri (3-4 kali setiap malam)

Objektif (O)

Hasil Pemeriksaaan:
a. GDP
b. HbA1C
c. BJ urin
d. Glukosa Urin
e. Benda Keton
f. TD

= 144 mg/dL
= 14 %
= 1,040
= +++
=+
= 180/110 mmHg

BMI :
a. Sebelumnya
b. Sekarang

: 30,75 (obesitas)
: 27,99 (obesitas)

Pengobatan Saat ini


a. Amaryl
b. Glucophage (850 mg)
c. Capoten (25mg)
d. Lasix

2x1
3x1
2x1
1x1

Assesment (A)

Tn Rahman mengalami diabetes


Tekanan darah Tn Rahman 180/110 mmHg dan masuk dalam kategori hipertensi stage
II.

Terdapat Adverse Drug Reaction :


a. Capoten dapat menyebabkan batuk kering, hiperkalemia

b. Lasix dapat menyebabkan seriang buang air kecil


Terdapat interaksi obat :
a. Interaksi farmakodinanik terjadi antara capoten dan lasix. Capoten bekerja dengan
menghambat dengan menghambat enzim angiotensin I menjadi angiotensin II
sehingga terjadi vasodilatasi dan retensi kalium, sedangkan furosemid bekerja
dengan menghambat reasorpsi air dan elektrolit sehingga terjadi vasodilatasi. Jika
kedua obat ini diberikan bersamaan dapat menyebabkan hipotensi pada pasien.
b. Interaksi farmakodinamik antara glucophage dan amaryl terjadi karena
glucophage bekerja dengan meningkatkan sensitivitas jaringan otot dan adipose
terhadap insulin sedangkan amaryl merangsang sel pankreas dalam
memproduksi insulin. Jika kedua obat ini diberikan secara bersamaan dapat
menyebabkan efek hipoglikemik pada pasien.
Perlu dilakukan monitoring terhadap pemberiaan beberapa obat.
Penggunaan lasix dalam terapi Tn Rahman kurang sesuai dimana Tn Rahman
mengalami poliuri dan jika diberikan lasix dapat memperparah poliuri Tn Rahman.

Plan (P)

Terapi Farmakologi
a. Penggunaan obat amaryl 1 mg (1x sehari) dan glucophage 850 mg (2x1) tetap
dilanjutkan. Penggunaan glucophage diberikan bersamaan dengan makanan
sedangkan amaryl diberikan 1 jam setelah pemberiaan glucophage.
b. Pemberian capoten 25 mg diberikan pada malam hari sebelum tidur dan siang
hari 30 menit sesudah makan.
c. Penggunaan lasix diganti dengan amlodipin 5mg yang diberikan pada pagi
hari 30 menit sesudah sarapan pagi untuk mengontrol tekanan darah Tn
Rahman.
Terapi nonfarmakologi
a. Kurangi makan makanan yang tinggi garam (natrium), perbanyak makan sayur
dan buah-buahan.
b. Kurangi makanan yang banyak mengandung glukosa.
c. Perbanyak minum air putih dan olahraga serta istirahat yang cukup
Kontrol tekanan darah secara berkala.
Kontrol glukosa darah secara berkala, siapkan permen bila terjadi hipoglikemik secara
tiba-tiba.