Anda di halaman 1dari 5

Perancangan dan Pengembangan Produk Kipas Angin

Abstrak
Kipas angin dipergunakan untuk menghasilkan angin. Fungsi yang umum adalah
untuk pendingin udara, penyegar udara, dan ventilasi. Kipas angin juga ditemukan di mesin
penyedot debu dan berbagai ornament untuk dekorasi ruangan. Kipas angin secara umum
dibedakan atas kipas angin tradisional antara lain kipas angin tangan dan kipas angin listrik
yang digerakkan menggunakan tenaga listrik. Seiring dengan perkembangan zaman, maka
kebutuhan manusia akan kipas angin semakin beragam. Hal itulah yang mendorong untuk
mengembangkan produk kipas angin yang inovatif serta mampu menjawabakan harapan dan
keinginan pelanggan. Setelah mengetahui akan keinginan pelanggan, maka dilakukan
perancangan dan pemilihan konsep dengan menggunanakan metode binary dominance
matrix. Maka munculah 3 alternatif yaitu ultrasonic, elemen pemanas, dan penyengat. Dari 3
alternatif tersebut diperoleh nilai prosentase tertinggi adalah alternatif ultrasonic dengan nilai
84,73%.
Kata Kunci :PengembanganProduk, KipasAngin
Abstract
The fanused togeneratewind. Common functionsarefor air conditioning, air fresheners,
andventilation. The fanwas alsofound ina vacuum cleanerand a variety ofornamentsfor
decoratingthe room. Fansare generallydivided intothe traditiona lfanincludethe fanout
andfan-driven electricpoweruse. Alongwith the times, the human need formore diversefan.
That's whatencouragedto developinnovativeproductsand thefanwillbe able to answerthe
expectations anddesires of customers. After learningof the desire ofthe customer, it is
donewith the designandconcept selectionusedominancebinarymatrix method. Thencomes the
third alternative is ultrasonic, heating element, and astinger. Of the three alternativesis the
high estpercentage ofvalues obtainedwith the value ofalternativeultrasonic84.73%.
Keywords : Product Development, Fan
PENDAHULUAN
Keinginan pelanggan yang beragam dan semakin tinggi serta persaingan yang ketat
mendorong perusahaan-perusahaan untuk semakin inovatif dalam menciptakan produkproduk baru. Menurut Handfield & Nichols (2002), sekitar 40% pendapatan (revenue)
perusahaan dewasa ini berasal dari produk-produk baru yang diluncurkan setahun
sebelumnya. Produk-produk seperti kamera digital, telepon genggam, komputer, serta
produk-produk fashion berkembang sangat pesat di pasar, baik karena didorong oleh
perkembangan kemampuan teknologi maupun karena selera pelanggan yang selalu berubah.
Selera konsumen yang dinamis mengakibatkan siklus hidup produk-produk inovatif menjadi
semakin pendek. Hal ini membawa banyak implikasi terhadap bagaimana perusahaan
bersaing di pasar serta bagaimana mereka harus mengembangkan produk-produknya.
Kipas angin dipergunakanuntukmenghasilkanangin.Fungsi yang umum adalah untuk
pendingin udara, penyegar udara, ventilasi (exhaust fan), pengering (umumnya memakai
komponen penghasil panas).Kipasanginjugaditemukan di mesin penyedot debu dan berbagai
ornamen untuk dekorasi ruangan. Kipas angin secara umum dibedakan atas kipas angin
tradisional antara lain kipas angin tangan dan kipas angin listrik yang digerakkan
menggunakan tenaga listrik. Kipas Angin saat ini seakan menjadi suatu kebutuhan yang vital,
hal ini akan dirasakan oleh masyarakat terutama didaerah tropis. Sebenarnya untuk
menanggulangi hal ini sekarang sudah tersedia AC namun harga terbilang mahal tetap saja
menjadi kendala untuk bisa memilikinya. Kebanyakan dari masyarakat terutama mereka

yang ekonominya menengah kebawah akan lebih memilih cara yang lebih konvensional
meskipun dengan berbagai pertimbangan. Dengan berbagai inovasi yang ada sebenarnya
telah dikembangkan kipas angin pengusir nyamuk digunakan selain sebagai sirkulasi udara
juga dapat mengusir nyamuk. Namun seperti yang kita tahu untuk bisa menguasai pangsa
pasar dan rate penjualan yang lebih bagus, pengembangan produk harus terus dilakukan,
tidak terkecuali terhadap kipas ini.
METODE
Adapunmetodologipenelitian yang digunakanadalahsebagaiberikut :

Gambar 1. Diagramalirpenelitian
PEMBAHASAN
A Faseperencanaan
1 Mengidentifikasi Peluang-Peluang
2 Mengevaluasidanmemprioritaskanproyek
3 Mengalokasikan Sumber Daya dan Merencanakan Penentuan Waktu
4 Menyelesaikan Perencanaan Proyek Pendahuluan
5 Merefleksikan Hasil dengan Proses
B Fase Pengembangan konsep
1 Identifikasikebutuhanpelanggan
2 Pembentukan Spesifikasi Produk
3 Pembentukan Konsep Produk
Penentuankonsepproduk dilakukan dengan melakukan focuss group disscusion bersama
tim, sehingga diperoleh beberapa alternatif konsep perancangan dan pengembangan alat
kipas angin pengusirnyamuk sebagai berikut :
- Alternatif 1
Konsep produk kipas angin pengusir nyamuk menggunakan elemen pemanas liquid
untuk mengusir dan membunuh nyamuk.

Alternatif 2
Konsep produk kipas angin pengusir nyamuk menggunakan system penyengat untuk
mengusir dan membunuh nyamuk.
- Alternatif 3
Konsep produk kipas angin pengusir nyamuk menggunakan gelombang ultrasonic
untuk mengusir dan membunuh nyamuk.
C FasePerancangan Tingkat Sistem
1 Sistem pengusir nyamuk dengan elemen pemanas
Prinsip kerja dari system pemanas adalah listrik akan memanaskan elemen pemanas dan
cairan akan dipanaskan. Dari hasil pemanasan ini mengakibatkan cairan (aroma terapi)
menguap dan mengakibatkan nyamuk akan mati dan terusir. Gambar 2 rangkaian system
pemanas adalah sebagai berikut:

Gambar 2.Sistemrangkaianelemenpemanas
2 Sistem pengusir nyamuk dengan penyengat
Untuk menyengat nyamuk diperlukan tenaga listrik dengan tegangan tinggi diatas 100 V
meskipun arusnya tidak terlalu besar yaitu dibawah 100 mA. Penyengatan dilakukan dengan
memanfaatkan hubungan pendek yang terjadi pada komponen. Hubungan pendek ini terjadi
akibat kutub positip (+) dan kutub negatip (-) komponen terhubung oleh adanya nyamuk yang
menempel pada komponen tersebut. Gambar system rangkaian adalah sebagai berikut:

Gambar 3.Sistemrangkaianpenyengatnyamuk
3 Sistem pengusir nyamuk dengan gelombang ultrasonic
Rangkaian dasar dari pengusir nyamuk elektronik adalah rangkaian flip-flop, hanya
frekuensinya saja yang harus diatur, rangkaian ini menggunakan flip-flop dengan bentuk
gelombang yang tidak simetri sehingga diperoleh frekuensi dasar 5 KHz dengan komponen
harmoniknya. Sebagai catatan, buzzer yang digunakan adalah dihilangkan komponen
osilatornya sehingga bunyi yang dihasilkan adalah dari flip-flop. System rangkaian elektronik
dari pengusir nyamuk ultrasonic adalah sebagai menggambar 4 berikut.

Gambar4.Sistem rangkaian elektronik pengusir nyamuk ultrasonik

D Perancangan Detail
Dari ketiga konsep tersebut dapat digambarkansebagai mengambar dibawah ini :

Gambar 5 .Desain dengan elemen pemanas Gambar 6. Desain dengan penyengat Gambar
7. Desain gelombang ultrasonic
E Pemilihan konsep Produk
Tabel 1. Pemilihan Konsep untuk Alat Kipas angin

Dari table diatas dapat terlihat alternatif konsep dengan nilai prosentase tertinggi
adalah alternative ultrasonic dengan nilai 84,73%. Alternatif kedua adalah alternatif system
dengan elemen pemanas dengan nilai 84,67 %. Dan alternatife ketiga adalah alternative
penyengat dengan nilai 83,24%.
KESIMPULAN

Berdasarkan peluang yang ada, kebutuhan pelanggan dan hasil kesepakatan team
pengembangan produk, maka produk terpilih produk kipas angin pengusir nyamuk dengan
system ultrasonic.
Desain dan spesifikasi produk sebagai gambar dibawah ini.

Gambar 8. Desain Produk


Tabel 2. Spesifikasiproduk
Spesifikasi Produk
Dimensi (pxlxt)
Berat
Daya Kipas
Daya
Gelombangulrasonik
Input voltage
Body casing
Use interface
Harga

40 x 40x 20 cm
3 kg
70 watt
5 watt
220 V / 50 Hz
Plastik
3 Speed Control Stop,
timer
Rp. 250.000

dan

DAFTAR PUSTAKA
Hurst, K. 2006. Prinsip PrinsipPerancanganTeknik. Erlangga. Jakarta.
Keinonen, Turkka and RoopeTakala, Product Concept Design: A Review of the Conceptual
Design of Products in Industry, Springer, 2006.
Nurmianto,
E.
2004.
ErgonomiKonsepDasar
dan
Aplikasinya.
EdisiKedua.
PenerbitGunaWidya, InstitutTeknologiSepuluh Nopember. Surabaya.
Sugiyono.2006. StatistikaUntukPenelitiancetakanke-sembilan, CV. Alfabeta. Bandung.
Ulrich, Karl T. and Steven D. Eppinger, Product Design and Development, McGraw-Hill
New York., 2007.
Wignjosoebroto,
S.
1995.
Ergonomi,
StudiGerakdanWaktu.TeknikAnalisisUntukPeningkatanProduktivitasKerja.
GunaWidya, InstitutTeknologiSepuluhNopember. Surabaya.