Anda di halaman 1dari 2

Dasar-Dasar Perancangan Sarana Evakuasi

Darurat
Hebbie Ilma Adzim | Senin, Agustus 31, 2015 | Api dan Kebakaran
Sarana Evakuasi adalah sarana dalam bentuk konstruksi dari bagian bangunan yang dirancang
aman sementara (minimal 1 jam) untuk jalan menyelamatkan diri bila terjadi kebakaran bagi
seluruh penghuni di dalamnya tanpa dibantu orang lain.

Ilustrasi

Ketentuan Umum Perancangan Sarana Evakuasi Darurat


Setiap tempat kerja harus tersedia jalan selain pintu masuk-keluar utama untuk menyelamatkan
diri apabila terjadi kebakaran. Pintu tersebut harus membuka keluar dan tidak diperkenankan
untuk dikunci. Petunjuk arah evakuasi harus terlihat jelas dalam keadaan gelap.

Ketentuan Teknis
1. Laju Alir : 40 orang/menit.
2. Durasi Evakuasi :

o Hunian Resiko Bahaya Kebakaran Ringan : 2 menit.


o Hunian Resiko Bahaya Kebakaran Sedang : 2.5 menit.
o Hunian Resiko Bahaya Kebakaran Berat : 3 menit.
3. Lebar Pintu Minimal : 21 inch

Contoh Perhitungan
Berapakah jumlah unit pintu darurat untuk mengevakuasi orang sebanyak 350 orang dalam
waktu 2.5 menit?
Jawaban : Jumlah orang dibagi 40 orang/menit dikalikan 2.5 menit = 350/40 x 2.5 = 3.5 == 4
unit pintu darurat.
Klasifikasi resiko bahaya kebakaran jenis hunian terdapat pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja
No 186 Tahun 1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran Kebakaran di Tempat Kerja.
Untuk menjamin keamanan minimal 1 (satu) jam saat terjadi kebakaran, maka konstruksi
dirancang tahan api dan dilengkapi sarana pengendalian asap dengan tekanan udara positif
(pressurized fan).