Anda di halaman 1dari 16

FARMASI PRAKTIS

ENTERIC COATED TABLET


Kelompok 9
IMAM MUTTAQIEN
1620313408
OKKY FEBRILIANI
1620313409
QISTI RAHMAWATI HUSNA
1620313410
RAHMA SARI CAMALIA
1620313411

Definisi
Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat secara kempa cetak dalam
bentuk tabung pipih atau sirkuler. Kedua permukaannya rata atau
cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa
zat tambahan.

Tablet salut enterik (enteric coated) adalah tablet yang disalut dengan
lapisan yang tidak melarut atau hancur di lambung, salut diharapan
akn melarut di usus. Sediaan tablet salut enterik dipilih untuk obat-obat
yang rusak ketika kontak dengan asam lambung, mengiritasi mukosa
lambung, atau obat menjadi inaktif dalam cairan lambung.

Tujuan Penyalutan
Tujuan penyalutan pada tablet adalah :
1.Menutupi rasa, bau, dan warna obat
2.Memberikan perlindungan fisik atau kimia pada obat
3.Mengendalikan pelepasan obat
4.Menggabungkan obat lain atau membantu formula dalam
penyalutan untuk menghindari tidak tercampurnya obat secara
kimia.
5.Memperbaiki penampilan obat dengan warna khusus.
6.Untuk melindungi obat-obat yang tidak tahan asam terhadap cairan
lambung, misalnya enzim-enzim dan beberapa antibiotik tertentu.

7. Untuk mencegah nyeri pada lambung atau mual karena


iritasi dari suatu bahan obat, misalnya natrium salisilat.
8. Untuk melepaskan obat agar didapat efek lokal di dalam
usus.
9. Untuk melepaskan obat-obat yang diserap secara optimal
di dalam penyerapan utamanya.
10.Untuk memberikan suatu komponen yang penglepasannya
ditunda sebagai aksi ulang dari tablet.

KOMPONEN
PENYALUT
Suatu bahan penyalut enterik yang baik harus memiliki sifat-sifat sebagai
berikut :
1. Tahan terhadap cairan lambung.
2. Rentan terhdap cairan usus atau permeable terhadap cairan usus.
3. Dapat bercampur dengan sebagai besar komponen larutan penyalut dan
bahan dasar obat.
4. Stabil dalam bentuk tunggalnya atau di dalam larutan penyalut. Lapisan
tipis ini tidak mudah berubah terhadap penyimpanan.
5. Membentuk lapisan tipis.
6. Tidak toksis.
7. Biayanya murah.
8. Mudah di pakai tanpa harus menggunakan alat.

KOMPONEN
PENYALUT

Bahan non enteric : HPMC, MHC, Etil selulosa,


HPC, Povidon, Na-CMC, PEG,
Polimer akrilat (Eudagrit)
Bahan enteric : selulosa asetat ftalat, polimer
akrilat, HPMC ftalat, PVA ftalat.

KELEMAHAN SALUT
ENTERIK
Sediaan salut enterik memungkinkan terjadinya kenaikan
pemaparan obat pada bagian duodenum dan oleh karena itu
meningkatkan toksisitas pada bagian duodeum.
Obat AINS dalam bentuk salut enterik telah diasosiasikan
dengan terjadinya perdarahan pada usus halus dan usus
besar, berupa ulkus dan perforasi.

CARA PENGGUNAAN OBAT SALUT


ENTERIK
Obat-obat dengan salut enterik jika ingin digunakan harus
diminum dengan salutnya, tidak boleh dilakukan perusakan
terhadap tablet. Perusakan bisa dengan digerus atau dibelah.
Hal ini akan mempercepat pelepasan obat sehingga merusak
dari kandungan zat aktif obat untuk obat yang rusak oleh
asam lambung atau kandungan obat tersebut dapat
merangsang iritasi lambung.

CONTOH OBAT
1. Natrium Diklofenak
a. Indikasi : pengobatan akut dan kronis gejala-gejala rematoid
artritis, osteoartritis, dan ankilosing spondilitis.
b. Kontra indikasi : penderita dengan hipersensitif diklofenak, asma,
urtikaria, penderita tukak lambung.
c. Komposisi : 1 tablet salut enterik mengandung 25 mg dan 50 mg
natrium diklofenak.
d. Cara pemberian : osteoartritis (2-3 kali sehari 50 mg),
reumatoidartritis (3-4 kali sehari 50 mg), ankilosing spondilitis (4
kali sehari 25 mg). Obat harus ditelan utuh dengan air sebelum
makan.

san Obat Natrium diklofenak dibuat salut enterik:


Natrium diklofenak merupakan obat antiinflamasi non-steroid
(OAINS).
Obat tersebut terikat 99% pada protein plasma dan mengalami
efek metabolisme lintas pertama sebesar 40-50% dengan waktu
paruh sekitar 1-3 jam. Pada kondisi tersebut obat dapat
menyebabkan masalah gastrointestinal sekitar 20% pada pasien
yang berupa nyeri epigastrik, mual, muntah dan diare. Pada
beberapa orang juga terjadi pengiritasian dinding lambung yang
menyebabkan ulser pepti dan perdarahan pada saluran cerna

CONTOH OBAT
2. Dulcolax
a. Indikasi : Konstipasi
b. Kontra indikasi : pasien ileus, obstruksi usus, pasien dengan
pembedahan perut seperti usus buntu, radang usus, dehidrasi
parah, dan pasien dengan hipersensitif bisacodyl.
c. Komposisi : 1 tablet enteric mengandung 5 gram bisacodyl
d. Cara pemberian : dewasa dan anak >12 tahun : 2-3 tablet sekali
sehari. Anak 6-12 tahun : 1 tablet sekali sehari

CONTOH OBAT
3. Kalium Diklofenak
a. Indikasi :
Sebagai pengobatan jangka pendek untuk kondisi-kondisi akut
sebagai berikut:
Nyeri inflamasi setelah trauma, seperti karena terkilir.
Nyeri dan inflamasi setelah operasi, seperti operasi tulang atau
gigi.
Sebagai ajuvan pada nyeri inflamasi yang berat dari infeksi telinga,
hidung atau tenggorokan, misalnya faringotonsilitis, otitis. Sesuai
dengan prinsip pengobatan umum, penyakitnya sendiri harus

b. Dosis :
Dewasa : Umumnya takaran permulaan untuk dewasa 100-150
mg sehari. Pada kasus-kasus yang sedang, juga untuk anakanak di atas usia 14 tahun 75-100 mg sehari pada umumnya
mencukupi. Dosis harian harus diberikan dengan dosis terbagi
2-3 kali.
Anak-anak : Tablet kalium diklofenak tidak cocok untuk anakanak.
c. Kontra Indikasi :
Tukak lambung
Hipersensitif terhadap zat aktif
Seperti halnya dengan anti inflamasi non steroid lainnya, kalium
diklofenak dikontraindikasikan pada pasien dimana serangan
asma, urtikaria atau rhinitis akut ditimbulkan oleh asam
asetilsalisilat atau obat-obat lain yang mempunyai aktivitas

CONTOH OBAT
4. Pronalges
a. Indikasi :
- Efek analgetik dan antiinflamasi pada pengobatan simtomatik
dari reumatik artritis dan osteoartritis akut dan kronis.
- Mengurangi nyeri setelah operasi (termasuk operasi gigi),
postpartum, dan ortopedik.
b. Komposisi
- Pronalges 50 mg : tiap tablet salut enterik mengandung
Ketoprofen 50 mg.
- Pronalges 100 mg : tiap tablet salut enterik mengandung
Ketoprofen 100 m.

c. Efek Samping
Efek samping Ketoprofen terutama pada saluran pencernaan
sebelah atas. Efek samping yang paling umum terjadi adalah
dyspepsia, mual, muntah, nyeri pada perut, pusing, sakit kepala,
tinnitus, gangguan penglihatan, rash, dan kegagalan fungsi
ginjal.
d. Dosis
Rheumatoid arthritis dan osteoarthritis : 50 mg, 4 kali sehari
atau 100 mg, 2 kali sehari. Dosis yang lebih rendah dapat
diberikan pada pasien yang kondisinya lemah atau pasien usia
lanjut.
Nyeri : 25 50 mg setiap 6 8 jam bila diperlukan. Dosis yang
lebih rendah dapat diberikan pada pasien yang kondisinya
lemah atau usia lanjut atau penderita dengan gangguan fungsi

THANK YOU