Anda di halaman 1dari 6

Terapi Gout artitis akut

Terapi Non Farmakologi


1. Menasehati pasien untuk mengurangi makan yang tinggi purin (contoh : daging),
menghindari , meningkatkan asupan cairan, dan menurunkan berat badan untuk yang
obesitas
2. Mengistirahatkan tulang sendi yang sakit 1 sampai 2 hari dan diberi es batu untuk
meringankan.
Terapi Farmakologi
Berikut manajemen terapi farmakologi untuk gout artitis akut yaitu :

1. NSAID
Terapi Utama untuk mengontrol inflamasi dan rasa sakit pada penderita gout secara
efektif. Efek samping yang sering terjadi karena NSAID adalah iritasi pada sistem
gastroinstestinal, ulserasi pada perut dan usus, dan bahkan pendarahan pada usus. Penderita
yang memiliki riwayat menderita alergi terhadap aspirin atau polip tidak dianjurkan

menggunakan obat ini. Indometasin cenderung paling sering dipakai, walau tidak ada
perbedaan yang signifikan antara obat ini dengan obat NSAID lain. Pemakaian aspirin
harus dihindarkan sebab mengakibatkan retensi asam urat, kecuali kalau dipakai dalam
dosis tinggi. Untuk pasien dengan gangguan ginjal, NSAID harus dihindarkan sedapat
mungkin, atau diberikan dengan dosis sangat rendah, apabila keuntungan masih lebih
tinggi dibanding kerugian. Apabila demikian maka harus dilakukan pemantauan creatinin
clearance, urea, elektrolit secara regular. NSAID selektif COX-2 (Celecoxib), pada dosis
120mg sehari sebanding dengan indometasin dosis tinggi (150 mg/hari) dalam mengobati
tanda-tanda gout akut dalam waktu 4 jam, ini akan sangat berguna bagi pasien yang tidak
dapat memakai NSAID.
Obat-obatan golongan NSAID yang dapat digunakan :

2. Kolkhisin

Kolkhisin adalah antimitotik, menghambat pembelahan sel, dan diekskresi


melalui urin. Tidak menurunkan kadar urat dalam serum, dan kalau menjadi
pilihan maka harus diberikan secepat mungkin saat serangan terjadi agar
efektif. Kolkhisin dapat juga dipakai untuk mencegah serangan, dan
direkomendasikan untuk diberikan dalam dosis rendah sebelum memulai
obat penurun urat, kemudian dilanjutkan sampai 1 tahun setelah urat
dalam serum menjadi normal. Dosis untuk Kolkhisin yaitu :

Reaksi

yang

gastrointestinal,

tidak

dikehendaki

disfungsi

sumsum

dari

kolkhisin

tulang

adalah

belakang,

dan

gangguan
disfungsi

neuromuskular. Hal ini lebih sering terjadi pada pasien dengan gangguan
ginjal atau hati dan manula. Kolkhisin sebagai vasokonstriktor dan
mempunyai efek stimulasi pada pusat vasomotor, sebab itu hati-hati bagi
pasien dengan gagal jantung kronis.

3. Kortikosteroid
Injeksi intra-artikular kortikosteroid sangat berguna bila NSAID atau
kolkhisin bermasalah, misalnya pada pasien dengan gagal jantung kronis
atau gangguan ginjal atau hati. Ini juga sangat berguna untuk Arthritis gout
akut yang terbatas hanya sendi atau bursa tunggal. Bagaimanapun harus
dipastikan

bahwa

penyakit

menyuntikkan steroid.

ini

bukan

Arthritis

septik,

sebelum

4. Uric Acid-Lowering Therapy


a. Xanthine Oxidase Inhibitor
Alopurinol adalah drug of choice untuk menurunkan urat dalam serum.
Alopurinol

menghambat

menimbulkan

serangan

pembentukan
gout

akut

asam

pada

awal

urat.

Risiko

untuk

pengobatan

dapat

dihindarkan dengan memakai dosis awal yang rendah (50-100mg), dan


ditingkatkan bila perlu. Kolkhisin atau NSAID ditambahkan sebagai
pencegahan terjadinya episode akut.

b. Uricosuric Drugs
Obat urikosurik meningkatkan ekskresi urat di ginjal dengan
menghambat reabsorpsi pada proksimal tubule. Karena mekanisme ini
ada kemungkinan terjadi batu ginjal atau batu di saluran kemih. Untuk
mencegah risiko ini dosis awal harus rendah ditingkatkan perlahan-lahan,
dan hidrasi yang cukup. Tidak boleh dipakai pada kondisi overproduction
atau nefrolitiasis ginjal.

Pemantauan Terapi Obat


1. Kadar asam urat harus diperiksa pada pasien yang diduga memiliki
serangan gout akut, terutama jika bukan serangan pertama dan
memulai terapi profilaksis. Namun, gout akut dapat terjadi dengan
adanya konsentrasi asam urat serum normal. Pengukuran asam urat
tidak diperlukan kecuali selama titrasi fase allopurinol untuk mencapai
urat tujuan serum kurang dari 6 mg / dL.
2. Pasien dengan gout akut harus dipantau untuk mengurangi gejala-gejala
sendi nyeri serta efek samping yang potensial dan interaksi obat yang
berhubungan dengan obat terapi.
3. Pasien yang menerima obat hipouresemia harus memiliki penilaian
fungsi ginjal, enzim hati, hitung darah lengkap, dan elektrolit. Pengujian
harus diperiksa ulang setiap 6 sampai 12 bulan pada pasien menerima
profilaksis jangka panjang.
4. Karena komorbiditas dengan diabetes, dislipidemia, hipertensi, dan
stroke, kehadiran kadar asam urat meningkat, gout harus dievaluasi
secara cepat untuk penyakit kardiovaskular dan kebutuhan yang sesuai
langkah-langkah untuk mengurangi resiko. Dokter harus mencari

penyebab hiperurisemia (misalnya, obat, obesitas, dan penyalahgunaan


alkohol).