Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN

AUDIT ENERGI BANGUNAN KOMERSIAL


AUDIT PENERANGAN DAN POMPA DI HOTEL IMPERIUM
BANDUNG
Jalan Dr. Rum No.30-32 Bandung

Disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Audit Energi pada Semester V

Disusun oleh:
Dzahlusyah Anshari Yudha

1317110

Risa Nurmalia Suryana

131711023

PROGRAM STUDI D III TEKNIK KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas


berkat, rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan Audit Energi Bangunan Komersial dengan
judul Audit Penerangan Dan Pompa Di Hotel Imperium Bandung ini dapat terselesaikan
dengan tepat waktu. Laporan Audit Energi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat
akademik Program Studi Teknik Konversi Energi, Jurusan Teknik Konversi Energi,
Politeknik Negeri Bandung, yaitu pada mata kuliah Audit Energi.
Tujuan diadakannya mata kuliah Audit Energi adalah memberikan pengetahuan dan
pembelajaran mengenai audit dibidang energi dan mengetahui cara untuk dapat
mengefisiensikan alat dengan baik sehingga menghasilkan penghematan tanpa mengurangi
sumber. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
mendukung dan membantu dalam penyelesaian laporan Audit Energi ini. Dalam pembuatan
laporan Audit Energi ini terdapat kekurangan-kekurangan sehingga penulis berharap pula
kepada pembaca untuk memberikan apresiasinya baik dalam bentuk kritik maupun saran.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan semoga ini semua menjadi amal baik kita dan
mendapat ridho Allah SWT. Amin.

Bandung, Januari 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Kebutuhan akan energi listrik digunakan hampir di semua aspek kehidupan, seperti
pada kegiatan industri, peralatan rumah tangga, dan lain-lain. Semua peralatan yang
digunakan menggunakan energi listrik sebagai sumber energinya. Untuk menunjang aktifitas
manusia, besarnya energi listrik berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Gedung merupakan salah satu bangunan komersial yang mengkonsumsi energi listrik.
Bangunan komersial tersebut banyak dimanfaatkan sebagai gedung penginapan, perkuliahan,
perkantoran, dan lain-lain. Konsumsi energi pada setiap gedung mempunyai standar yang
berbeda-beda, oleh sebab itu perlu dilakukan penghematan dalam hal penggunaan energi
listrik yang lebih efisien agar tidak terjadi pemborosan energi. Salah satu cara untuk
mengetahui penghematan listrik adalah dengan melakukan audit energi. Audit energi
merupakan teknik untuk mengidentifikasi tingkat penggunaan dan sumber pemborosan energi
listrik. Kebijakan akan audit dan konversi energi telah diatur dalam Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia No. 70 tahun 2009 dan peraturan ESDM No. 14 Tahun 2013 tentang
Manajemen Energi agar penggunaan energi lebih efisien. Hasil dari audit dapat diketahui
profil penggunaan energi sehingga akan diketahui potensi terjadinya pemborosan, sehingga
dapat dilakukan upaya peluang penghematan energi.
Hotel Imperium merupakan suatu instansi yang bergerak dalam sektor bisnis, yaitu
dalam bidang perhotelan. Dalam bidang ini, penggunaan energi baik energi listrik maupun
nonlistrik sangatlah penting untuk menunjang kenyamanan pelanggannya. Dan pemakaian
energi ini merupakan salah satu hal yang sangat menentukan dalam biaya operasional hotel
tersebut. Semakin besar pemborosan energi yang dilakukan maka semakin kecil keuntungan
yang didapatkan pihak hotel. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya - upaya untuk
meminimalkan konsumsi energi guna memaksimalkan profit, misalkan dengan melakukan
pengaturan sistem operasi peralatan yang digunakan.

I.2 Tujuan
Tujuan dari analisis audit energi di Hotel Imperium memiliki beberapa tujuan yaitu:

Mengetahui peluang penghematan dari sistem kelistrikan di Hotel Imperium


Bandung.

Memberikan rekomendasi peluang penghematan audit pencahayaan dan pompa di


Hotel Imperium Bandung.
3

I.3 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari laporan audit energi ini yaitu untuk mengetahui
peluang penghematan audit pencahayaan dan pompa di Hotel Imperium Bandung.
I.4 Batasan Masalah
Dalam penyusunan laporan audit energi ini, pembahasan hanya dibatasi pada
penghematan pada sistem pencahayaan di Hotel Imperium Bandung, dengan menggunakan
data konsumsi listrik pada Februari 2013 sampai dengan Januari 2014.

I.5 Metoda Pengumpulan Data


Dalam rangka penyusunan laporan, penulis menggunakan beberapa metode studi
literatur ,metode ini digunakan untuk memperoleh landasan teoritis dari beberapa referensi
perusahaan dilengkapi dengan referensi lainnya yang sangat berhubungan dengan penulisan
laporan ini. Dengan membaca dan mempelajari bukubuku literatur yang berhubungan
dengan objek yang diteliti, misalnya laporan konsumsi energi.
I.6 Profil Perusahaan
International hotel imperium merupakan tempat hunian di Jalan Dr. Rum No.30-32
Bandung dan memiliki 5 lantai dengan luas 8800 m2. Hotel imperium memiliki total kamar
87 dan kamar yang disewakan yaitu 80 kamar dengan tipe yang berbeda, terdiri dari 8 tipe
kamar standard single, 17 tipe kamar standard double, 22 tipe kamar standard twin, 22 tipe
kamar executive twin, 8 tipe kamar executive double, 1 tipe kamar imperium suite, dan 2 tipe
kamar junior. Pada lantai 1 terdiri dari ruang resepsionis, lobi, 1 toilet umum, restoran, dapur,
ruang serbaguna, ruang rapat, dan beberapa kamar. Pada lantai 2 dipenuhi kamar tidur tamu.
Pada lantai 3 terdapat kamar tidur tamu, 1 ruangan pemilik, 1 ruang rapat, sedangkan di lantai
4 terdiri dari kamar yang disewakan, serta tempat hiburan seperti karaoke.
Berdasarkan jam pengoperasian hotel yaitu 24 jam. Hotel terbagi menjadi 3 sektor
utama yaitu kamar tamu hotel, restoran, serta tempat hiburan. Sistem pencahayaan pada
daerah umum dinyalakan 24 jam, sedangkan kamar tamu hotel dinyalakan apabila ada tamu
yang datang. Jika melihat jadwal pengecekan seluruh bagian hotel, dibagi menjadi 3 shift
pergantian pegawai yaitu pukul 08.00-16.00, 16.00-23.00, dan 23.00-08.00 WIB .
Dengan luas ruangan seperti pada tabel dibawah ini :

Nama ruangan
Kamar (standard)

Luas Ruangan (m2)


Total : 37.85
4

Kamar : 23.42
Kamar (executive)

Toilet : 14.43
Total : 57.3
Kamar : 42

Kamar ( imperium suite )

Toilet : 14.43
Total : 80.58
Kamar : 62.65

Kamar ( junior )

Toilet : 17.84
Total : 69.92
Kamar : 54.59

Ruang makan 1
Ruang makan 2
Arga Puspa 1
Arga Puspa 2
Arga Puspa 3
Dapur
lobbi
resepsionis
Bunga Citra
Tempat Parkir
Kantor 1
Kantor 2
Kantor 3
Kantor 4
Sauna
Ruang Kebugaran
Tangga
Koridor 1
Koridor 2

Toilet : 15.33
301.7
428.72
107.1
147.831
204.1
60.897
199.42
13.63
92.406
384.04
67.92
20.72
28.49
53.29
104
321.075
47.34
271.1298
66.9075

BAB II
PRE AUDIT

II.1 Intensitas Konsumsi Energi


Intensitas konsums energi (IKE) merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan
besarnya pemakaian energi listrik dalam bangunan per satuan luas persegi pertahun dan telah
diterapkan di berbagai wilayah negara seperti ASEAN dan APEC. Istilah lain dari Intensitas
Konsumsi Energi disebut juga Indeks Konservasi Energi. Perhitungan IKE berdasarkan
pedoman audit energi pada bangunan gedung dapat dilihat pada persamaan 2.1 berikut :
7

Standar yang digunakan terdapat standar yang dikeluarkan ASEAN-USAID Indonesia


yang dapat diperoleh dari hasil penelitian. Standar IKE dapat ditunjukan pada Tabel 2.1
Standar Konsumsi Energi.
Tabel 2.1 Standar Konsumsi Energi.
No

Jenis
Tempat/Banguna
n

Perkantoran

240

Pusat
Perbelanjaan

330

Hotel/Apartemen

300

Rumah Sakit
380
Sumber: ASEAN-USAID,1992.

Standar IKE
(kWh/m2/tahu
n)

Dengan Intensitas Konsumsi Energi pada Hotel Imperium Bandung mencapai 129.9
kWh/m2/tahun. Jika dilihat dari IKE standarnya bahwa hotel Imperium Bandung sudah
mencapai nilai standar IKE ASEAN-USAID dan tidak perlu di audit, walaupun dengan nilai
IKE yang sudah dibawah standarnya belum tentu pada bagian penunjang Hotel Imperium
Bandung sudah baik.
II.2 Tingkat Hunian
Tingkat hunian hotel (Occupancy rate) akan didapatkan dari data historis pengunjung
hotel selama 1 tahun dan jumlah pegawai dalam 1 tahun. Sehingga akan didapatkan Tabel 2.2
Tingkat Hunian Hotel Imperium yang akan menunjukan jumlah pengunjung hotel imperium
dalam satu tahun.
Tabel 2.2 Tingkatan Hunian Hotel Imperium.
No.

Parameter

Pengunjung / tahun
Aktual /
Target /
tahun
tahun
58
397

President Suite

Junior Suite

124

397

Exc Double

1587

3177

EXC Twin

1106

2912

Standard Double

1902

2780
8

Standad Twin

Standard Single

Total pengunjung

Total Pegawai
Tetap
Total Penghuni

10

2708

2515

76

1059

7561

13238

61

61

7622

13299

Untuk melakukan analisis Tingkatan hunian Hotel dapat digunakan persamaan 2.2.

Bedasarkan hasilnya tingkat hunian di Hotel Imperium Bandung mencapai 56 persen,


dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa pengunjung hotel sangat sedikit .
II.3 Konsumsi Energi
Konsumsi energi untuk menunjang berjalannya bisnis perhotelan, Hotel Imperium
Bandung menggunakan beberapa energi untuk menjalankan perlatan yang menunjang seperti
lampu, AC, pompa, motor, TV, genset, dll. Energi yang digunakan adalah listrik, solar, dan
gas. Dapat dilihat dari tabel 2.2 konsumsi energi yang digunakan untuk Hotel Imperium
Bandung.

Tabel 2.2 konsumsi energi Hotel Imperium Bandung


Tota
l

Konsumsi Energi

(kW

Bul

h)
Listr

an
ik

L
PG

(kW
h)
Feb
ruari
Mar

PG
(

Kg)
492

21.12

2013

(k

(L

(
kWh)

2
5

S
olar

700
5

S
olar

Wh)

00
426

2
62.5

576
81.1
510
9

et

22.64
Apri

00
466

71.43
Mei
Juni
Juli

stus

00
477

74.56

tember
Okt

43.78

ober

90.48
Nov

ember
Des

65.26

ember
Jan

69.94

or

konversi
Tota
l (kWh)

577
50.5
2
5

298.33

62.5

570
25.3
504

700

29.9
6

548

700
6

07.8
8

0400

1
00

1
050

651
748.3

Kg=

L=10.5

13.4

kWh

kWh
570

Fact

74
03.8

700

000

62.5

551
546

5
00

298.33

700

00

00

54.7

700

00

uari 2014 47.78


Tota
570

598

463

42.6

700

00

419

620

485

34.6

700

00

492

62.5

562

461

700

00

13.96

467

Sep

700

00

94.74

31.4
6

513

551

700

00

82.64

82.6
6

535

Agu

700
5

8
00400

1
050

651
748.3

Profil pemakaian tenaga listrik berfungsi melihat jumlah konsumsi energi serta pinalti
yang didapat dari PT. PLN (Persero). Hasil pinalti tarif bangunan komersil (perhotelan) yaitu
tarif golongan B3. Data penggunaan tenaga listrik dapat dilihat pada Tabel 2.3. Rekening
penggunaan listrik di Hotel Imperium mmiliki rata-rata sebesar Rp. 53,282,479 Sedangkan
penggunaan listrik yang paling besar terdapat pada bulan Juni 2013 dan penggunaan tenaga
listrik terkecil terdapat di bulan Maret 2013.

10

Tabel 2.3. Rekening penggunaan listrik di Hotel Imperium

Dapat dilihat dari rekening konsumsi listrik Hotel Imperium Bandung bahwa
konsumsi listiknya relatif konstan dan dapat dilihat dari grafik perbandingan antara kWh dan
bulan pemakaian , dan grafik antara rupiah dan bulan pemakaian.

11

Digram batang. Profil Penggunaan Energi

Diagram Batang. Profil Biaya Energi

Konsumsi listrik pada Hotel Imperium Bandung sangat mendominasi dari energi yang
lainnya, dan dari hasil mengukuran di MDP maupun MCB penggunaan energi listrik yang
paling banyak digunakan yaitu untuk pendinginan, pencahayaan, pompa air, dan lain lain.
12

Pemakaian listrik paling besar digunakan untuk sistem pendingin atau AC berkisar 66%,
untuk sistem pencahayaan hanya menggunakan 29% dari konsumsi listrik, dan untuk pompa
air dan lain lain sekitar 5%. Dapat dilihat dari diagram lingkaran dibawah ini untuk
persentase konsumsi energi listrik tiap sistem.
Diagram lingkaran konsumsi energi listrik tiap sistem

AC
Pencahayaan
Pompa
Lain-lain

II.4 Sistem Keslistrikan


Sumber energi utama yang digunakan Hotel Imperium berasal dari PLN dan sumber
energi tambahan yaitu, genset dan LPG. Sumber listrik tambahan digunakan jika aliran listrik
dari PLN padam.

13

Gambar. Sistem Kelistrikan di Hotel Imperium Bandung


Gambar diatas merupakan diagram garis tunggal listrik di Hotel Imperium. Sumber
listrik utama hotel berasal dari pasokan listrik PLN dengan kapasitas MCCB pada panel pusat
yaitu 400 A. Sumber listrik cadangan berasal dari genset dengan kapasitas MCCB sebesar
400 A. Untuk melakukan pengukuran diperlukan beberapa titik pengukuran. Pada Gambar
ditunjukan dengan simbol P yang menunjukan titik pengukuran. Pengukuran dilakukan pada
akhir pekan pada beban penuh. MDP diukur selama 24 jam dengan tujuan dapat melihat
fluktuasi beban. Sedangkan pada setiap panel dilakukan 1 jam pengukuran disebabkan karena
diasumsikan pada setiap panel tidak berfluktuasi secara signifikan.
II.5 Sistem Pencahayaan
Pada sistem pencahayan, lampu sebagai alat penerangan yang digunakan di Hotel
Imperium berbagai spesifikasi. Setiap jenis lampu memiliki fungsi dan intensitas
pencahayaan yang berbeda - beda.
II.5.1 Spesifikasi Lampu
Spesifikasi lampu yang terdapat di Hotel Impeium memiliki fungsi, intensitas dan
daya pencahayaan yang berbeda beda.

Tabel Spesifikasi lampu.


No

Jenis Lampu

Halogen

Spesifikasi Lampu
Philips Essential 20W Halogen 12V dichroic reflector
20W Gu 5.3
12V 360 Life time 2000 jam

14

Fluoresen
kompak

a. Philips Genie (warm white), 5W, E27, 220-240V, 50-60


Hz, Lifetime 8000 jam.
b. Philips Essential 5W CDL, 5W, E27, 220-240V, 50-60
Hz, Lifetime 8000 jam.
c. Philips Genie (Yellow), 14 W E27 220-240V 50-60Hz,
Lifetime 8000 jam.
d. Philips Essential 8W (Yellow), 8W, E27 220-240 V, 50-60
Hz, Lifetime 8000 jam.

Pijar

e. Philips PL-S 2P7W/827.


THL Tubular Lap No. 514 15W/220V E14
Size T20 x 52 mm

TL

Philips Lifemax Tubelight TL-D 18W/54-765


Lampu Flouresen 18 W, Temperatur Warna 6200K,
Keluaran Cahaya

TL

1030 lm, 57 lm/W, Lifetime 13000 hours


Philips Lifemax Tubelight TL-D 36W/54-765
Lampo Flouresen 36 W, Temperatur Warna 6200K,
Keluaran Cahaya
2500 lm, Lifetime 13000 hours

II.5.2 Tingkat Pencahayaan


Tingkat Pencahayaan merupakan besarnya cahaya yang dibutuhkan untuk menerangi
suatu ruangan. Tingkat pencahayaan digunakan untuk menentukan kualitas pencahayaan pada
setiap ruangan sesuai dengan fungsinya. Kualitas pencahayaan dapat dibandingkan dengan
standar adapun standar yang dapat digunakan pada hotel yaitu, Standar Nasional Indonesia
(SNI) 6197:2011 dan The CIBSE (Charted Institute of Building Service Engginers).

II.5.3 Daya Pencahayaan


Daya pencahayaan adalah daya listrik yang digunakan pada suatu lampu yang dibagi
dengan luas ruangan. Apabila daya pencahayaan melebihi standar, maka dapat dikatakan
15

boros energi. Standar yang dapat digunakan untuk daya pencahayaan maksimum untuk hotel,
yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) 6197:2011 dan GSA (General Services
Administration).

BAB III
AUDIT ENERGI
III.1 Sistem Pencahayaan
Dari data di pre-Audit pada sistem pencahayaan di semua ruangan pada Hotel
Imperium Bandung, dan dibandingkan sesuai standardnya setiap ruangan dapat dilihat dari
beberapa grafik, seperti pembandingan antara hasil ukur lux dan standardnya setiap ruangan.
Data pencahayaan Hotel Imperium
LUX Kamar Standard dengan luas 23.42 m2
N
O

NO.
Kamar

Lux
terukur

standar
S
TH
16

1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
0
1
1
1
2
1
3

103

(Lumen/m2)
30.25

107

45.25

203

36

204
210
212
216

NI
1
50

0
1

50

50

25.25
64

225

33.75

401

22.5

402

44.25

405

53.75

413

52.5

316

25.5

15
0

1
50

30

15

33.77
5

E CIBSE
15

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

17

Grafik lux kamar standard


160
140
120
100
80
60
40
20
0
100

150

200

250

300

350

lux terukur

Linear (lux terukur)

SNI

THE CIBSE

400

450

Daya terpasang dikamar standard


N
O

NO.
Kamar

1
2
3
4
5
6
7
8
9

103
107
203
204
210
212
216
225
401

Daya

standar
S
GS

terpasang
(W/m2)

NI

4.056

4.056

10
.7
10
.7

4.056

10
.7

4.056

10
.7

4.056

10
.7

4.056

10
.7

3.094
3.53
4.056

10
.7

10
.7

10
.7
18

402

0
1
1
1

4.056

10
10
.7

4.056

316

4.056

10

.7

413

7
.7

405

4.056

10
.7

Grafik Daya kamar standard


12
10
8
6
4
2
0
100

150

200

250

300

350

400

450

daya terpasang

Linear (daya terpasang)

SNI

GSA

Toilet pada kamar standard LUX


N
O

NO.
Kamar

1
2
3
4
5

103
107
203
204
210

Luas
ruangan
14.43
14.43
14.43
14.43
14.43

Lux

standar
S
TH

terukur
(Lumen/m2)
70
177
83
92.5
91

NI
2
50

E CIBSE
15
0

2
50

15
0

2
50

15
0

2
50

15
0

15
19

50
6

14.43

212

7
8
9
1
0
1

405

1
1

413

2
1

316

15
0
15
0
15
0

2
50

15
0

2
50

15
0

77

14.43

50

50

194

14.43

170

14.43

50

41

14.43

402

15

30

14.43

401

50

115

14.43

225

23

14.43

216

50

198

15
0

2
50

15
0

Grafik LUX toilet kamar standard


300
250
200
150
100
50
0
100

150

200

250

300

350

400

terukur

Linear (terukur)

SNI

THE CIBSE

450

Daya yang terpasang di toilet kamar standard


N
O

NO.
Kamar

Luas
ruangan

Daya

standar
S
GS

terpasang
(W/m2)

NI

A
20

1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
0
1
1
1
2
1
3

103
107
203
204
210
212
216
225
401
402
405
413
316

14.43

2.35

14.43

2.35

14.43

2.35

5.
4
5.
4
5.
4

14.43

2.35

5.
4

14.43

2.35

5.
4

14.43

2.35

5.
4

14.43
14.43

2.56
4.64

5.
4

5.
4

14.43

2.35

14.43

2.35

14.43

2.35

5.
4
5.
4
5.
4

14.43

2.35

5.
4

14.43

2.35

5.
4

21

Grafik daya toilet standard


8
7
6
5
4
3
2
1
0
100

150

200

250

300

350

400

daya terpasang

Linear (daya terpasang)

SNI

GSA

450

LUX Kamar executive dengan luas 42m2


N
O

NO.
Kamar

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Lux
terukur
(Lumen/m2)

207

22.75

217

34.5

231
307

standar
S
TH

37.25
32

318

32

324

38.75

325

60.75

332

55.25

333

56

NI
1
50

E CIBSE
15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

1
50

15
0

22

Grafik LUX kamar executive


160
140
120
100
80
60
40
20
0
200

220

240

260

280

300

terukur

Linear (terukur)

SNI

THE CIBSE

320

340

Daya dikamar executive


N
O

NO.
Kamar

1
2
3
4
5
6
7
8

207
217
231
307
318
324
325
332

Daya

standar
S

terpasang
(W/m2)

NI

GS

4.056

2.094

10.
7
10.
7

2.094

10.
7

2.9

10.
7

2.094

10.
7

2.9

10.
7

2.9
2.9

10.
7

10.
7
23

2.9

333

10.
7

Grafik daya kamar executive


12
10
8
6
4
2
0
200

220

240

260

280

300

320

340

daya terpasang

Linear (daya terpasang)

SNI

GSA

Toilet dengan kamar executive


N
O

NO.
Kamar

1
2
3
4
5
6
7
8
9

207
217
231
307
318
324
325
332
333

Luas
ruangan
14.43
14.43
14.43
14.43
14.43
14.43
14.43
14.43
14.43

Lux

standar
S
TH

terukur
(Lumen/m2)
66
75
66
118
25
15
69
26
25

NI
2
50

E CIBSE
15
0

2
50

15
0

2
50

15
0

2
50

15
0

2
50

15
0

2
50

15
0

2
50

15
0

2
50

15
0

15
24

50

Grafik LUX toiler kamar executive


300
250
200
150
100
50
0
200

220

240

260

280

300

320

terukur

Linear (terukur)

SNI

THE CIBSE

340

Daya ditoilet kamar executive


N
O

NO.
Kamar

1
2
3
4
5
6
7
8
9

207
217
231
307
318
324
325
332
333

Luas
ruangan
14.43
14.43
14.43
14.43
14.43

Daya

standar
S
GS

terpasang
(W/m2)
2.35
2.56
2.56
2.5
2.56

NI

A
7

5.
4

5.
4

5.
4

5.
4

5.
4

14.43

2.56

5.
4

14.43

2.56

5.
4

14.43

2.56

5.
4

14.43

2.56

5.
25

Grafik daya toiler kamar executive


8
7
6
5
4
3
2
1
0
200

220

240

260

280

300

320

340

daya terpasang

Linear (daya terpasang)

SNI

THE CIBSE

LUX Kamar imperium suite dengan luas 62,65 m2


N
O

NO.
Kamar

310

Lux

standar
S
TH

terukur
(Lumen/m2)
27,25

NI
1
50

E CIBSE
15
0

Daya yang terpasang dikamar imperium suite


N
O

NO.
Kamar

310

Daya

standar
S
GS

terpasang
(W/m2)

NI

3,559

A
7

10
,7

LUX Toilet dengan kamar imperium suite


N
O

NO.
Kamar

Luas
ruangan

Lux

standar
S

terukur
(Lumen/m2)

NI

TH

E CIBSE
26

310

17,845

75

50

15
0

Daya yang terpasang ditoilet kamar imperium suite


N
O

NO.
Kamar

Luas
ruangan

310

Daya

standar
S
GS

terpasang
NI

(w/m2)

17,84

3,979

A
7

5,
4

LUX Kamar junior dengan luas 54,59 m2


N
O

NO.
Kamar

1
2

Lux

standar
S
TH

terukur
(Lumen/m2)

226

35.5

327

47.75

NI
1
50

E CIBSE
15
0

1
50

15
0

Grafik LUX Kamar junior


160
140
120
100
80
60
40
20
0
220

240

260

280

300

320

terukur

Linear (terukur)

SNI

THE CIBSE

340

27

Daya terpasang di kamar junior


N
O

Daya

NO.

terpasang

Kamar
1
2

standar
S

(w/m2)

NI

GS

226

2.9

327

3.53

10.
7
10.
7

Grafik daya kamar junior


12
10
8
6
4
2
0
220

240

260

280

300

320

daya terpasang

Linear (daya terpasang)

SNI

GSA

340

LUX Toilet di kamar junior

28

N
O

NO.
Kamar

Luas
ruangan

15.33

327

standar
S
TH

terukur
NI

(Lumen/m2)

15.33

226

Lux

E CIBSE
15

75

50

0
2

127

15

50

Grafik LUX toilet kamar junior


300
250
200
150
100
50
0
220

240

260

280

300

320

terpasang

Linear (terpasang)

SNI

THE CIBSE

340

Daya yang terpasang di toilet dan kamar junior


N
O

NO.
Kamar

1
2

226
327

Luas
ruangan
15.33
15.33

Daya

Standar
S
GS

terpasang
(w/m2)
2.5
4.64

NI

A
7
7

5.4
5.4

29

Grafik daya toilet kamar junior


8
7
6
5
4
3
2
1
0
220

240

260

280

300

320

daya terpasang

Linear (daya terpasang)

SNI

GSA

340

Baseline untuk Lux dan daya dari setiap kamar dan toilet di Hotel Imperium bandung,
dapat dilihat dari tabel berikut:
Daya terpasang (watt/m2)
Standar
Execut

Baseli
ne

ive
4.05

Lux (lumen/m2)
Standar
Execut

Baseli
ne

2.56

ive
38.2

41.02

Imperi

um Suite
3.5

Imperi
um Suite
27.25

Junior
3.9

Junior
41.62

Efikasi
Untuk pencahayaan tidak dapat menggunakan pendekatan efisiensi disebabkan
karena output tidak berbentuk energi tetapi berbentuk cahaya. Sehingga digunakan
pendekatan efikasi yang memiliki satuan lumen/watt. Efikasi merupakan ukuran sebaik apa
suatu cahaya mengkonversi daya listrik (watt) menjadi daya lampu (lumen). Efikasi akan
didapatkan dengan cara lumen dibagi dengan daya lampunya.

30

Efikasi (lumen/watt)
kama
stand

NO.
Kamar
103
107
203
204
210
212
216
225
401
402
405
413
316
207
217
231
307
318

ard
12.1

7.45
8087
5631

12.1
8

8.87
574
717
645
5345
852
0907
7337
0976
5197
4379
6982
8974
7564
8892
3448

54

8125

12.1

33.
54

47.2

8
8

33.

25.7

12.1

15.2

54

9688

33.

29.2

12.1

11.0

54

8511

33.

28.0

12.1

17.7

54

5532

33.

84.2

12.1

16.4

54

6596

33.

32.7

12.1

5.60

54

5319

33.

82.5

12.1

6.28

54

4043

33.

72.3

12.1

12.9

54

4681

33.

17.4

12.1

13.2

54

5517

33.

6.46

12.1

10.9

54

2188

33.

44.9

12.1

5.54

54

7234

33.

9.78

12.1

9.56

54

234

33.

38.7

12.1

20.6

54

617

33.

39.3

12.1

6.22

54

1915

33.

35.3

12.1

7.39

33.

75.3

12.1

8.32

ndard
54

1915

Sta

29.7
8723

8
11.1

8176

toilet

33.
54

9.76
5625

33.
54
31

324
325
332
333
310
226
327

13.3
6207

12.1
8

20.9
4828

1034
6645
4138

54

489

33.
54

30

8
12.1
8

33.

18.8

12.1

13.5

54

5625

33.

9.76

12.1

12.2

54

5625

33.

10.1

12.1

7.65

54

5313

33.

26.9

12.1

19.3

2691

9375
12.1

19.0
5172

5.85

33.
54

27.3
7069

33.
54

Baseline untuk efikasi dari setiap kamar dan toilet di Hotel Imperium bandung, dapat
dilihat dari tabel berikut:
Efikasi (lumen/watt)
Standar
Execut

Baseli
ne

ive
9.8

15.3

Imperi
um Suite
13.5

Junior
9.9

32

BAB IV
ANALISIS
IV. 1 Peluang
IV. 1.1 Peluang Penghematan Energi pada Sistem Kelistrikan
Setelah dilakukan analisis peluang penghematan energi yang dapat dilakukan pada
sistem kelistrikan, yaitu:
1. Penyeimbangan beban
Penyeimbangan beban dilakukan untuk menimalisir arus yang mengalir ke netral.
Selain

itu,

penyeimbangan

dapat

mengurangi

jatuh

tegangan.

Jika

terjadi

ketidakseimbangan yang dibiarkan akan terjadi meningkatnya arus pada penghantar


netral sehingga menimbulkan panas berlebih yang akan merusak isolasi, menurunkan
efisiensi motor, meningkatkan tegangan netral ke tanah.
2. Penggantian Kabel
Penggantian bertujuan untuk memperbaiki kabel-kabel yang kering ketika dibebani
yang akan mengurangi drop tegangan yaitu dengan memperbesar luas penampang kabe.
Ukurann penampang konduktor akan mempengaruhi besar kecilnya drop tegangan dan
rugi rugi. Memperbesar luas penampang penghantar saluran berarti engurangi besarnya
nilai impedansi saluran sehingga akan mengurangi drop tegangan.
Pada analisis yang dilakukan penggantian kabel dapat dilakukan apabila telah
melakukan manajemen energi terlebih dahulu. Sehingga dapat dilakukan proses
konservasi berupa penggantian salah satu faktor yang mempengaruhi.
33

3. Pemasangan Kapasitor Bank


Pemasangan kapasitor bank akan dapat memperbaiki tegangan jaringan tenaga
listrik dengan cara mengurangi drop tegangan dengan mengkompensasi komponen
induktif yang terjadi pada jaringan.
IV.1.2 Peluang Penghematan Energi pada Sistem Pencahayaan
Dapat dilihat dari hasil pengolahan data dari pre-audit pencahayaan di Hotel
Imperium Bandung, bahwa data rata-rata kurang dari standardnya ini yang menyebabkan
pencahayaan yang kurang dan tidak baik untuk setiap kamar di Hotel Imperium Bandung.
Maka dari itu harus dilakukan perbaikan dari sisi sistem pencahayaan untuk dapat menaikkan
angka kinerja alatnya yang baik untuk sistem pencahayaan dan kenyamanan pengunjung dari
Hotel Imperium Bandung.
Maka, disini akan dilakukan perbaikan dengan berbagai cara yang dapat dilihat dari
tabel dibawah ini :
Peluang

Peluang 1

Penggantian cat
tembok, lantai, dan
Pengganti
langit langit
menjadi
ballast
Perbaikan dari elektronik
ventilasi
Penggantian
lampu hemat energi

Penggantian
Pengganti
lampu hemat energi
menjadi
ballast
elektronik
Penambahan
jumlah lampu
Pembersihan
lampu (di lap)

Penambahan
jumlah lampu

Peluang yang akan diambil dari perbaikan sistem pencahayaan yang paling mudah
dan relatif dapat menaikan nilai yang sesuai standardnya yaitu penggantian dengan jenis
lampu baru yang hemat energi, penggantian menjadi ballast elektronik dan penambahan
jumlah lampu. Karena memungkinkan bahwa nilai lux, daya, dan efikasi yang tidak mencapai

34

standardnya mengganggu kenyaman pengunjung karena pemakaian lampu yang tidak bagus.
Dibawah ini beberapa peluang :
1. Penggantian jenis dengan lampu hemat energi

Penggantian lampu Halogen 20 W menjadi lampu Master LED 7 W

Penggantian lampu Halogen 20 W menjadi lampu Master LED 7 W , berdasarkan


hasil pencarian di internet lampu halogen 20 watt setara dengan lampu LED 7 watt, yaitu
dengan lumen 600. Hanya diganti 1 lampu halogen saja, agar tidak terlalu tinggi pengeluaran
di awal, dan penggantian jenis lampu hanya dilakukan di kamar tipe executive karena kamar
tersebut memungkinkan lebih banyak di sewa dengan harga sewa yang lebih tinggi dari harga
sewa kamar standard walaupun dengan fasilitas yang sama.
Diketahui :
Jumlah kamar tipe executive/jumlah lampu : 30 kamar/2 unit per kamar
Jumlah Lampu /daya
: 60 unit / 20 watt
Tarif Listrik Golongan B3
Diasumsikan pemakaian
lampu/hari
pemakaian lampu/tahun
Lampu Halogen 20
W
Konsumsi energi

Konsumsi energi
/tahun

Biaya konsumsi
energi

Lampu Master LED 7


W
Konsumsi energi

Konsumsi energi

: Rp 1200/kWh(sumber: PLN,
juli 2014)
: 12 jam/hari
: 4380 jam/tahun

= Jumlah Lampu x Daya


Lampu
= 30 x 20 W
= 600 W
= Konsumsi energi x waktu
operasi
= 600 W x 4380 jam/tahun
= 2628 kWH/tahun
= Rp 1.200 /kWH x 2628 kWH
/tahun
= Rp 3.153.600,- /tahun

= Jumlah Lampu x Daya


Lampu
= 30 x 7 W
= 210 W
= Konsumsi energi x waktu
35

/tahun

operasi
= 210 W x 4380 jam/tahun
= 919,8 kWH/tahun
= Rp 1.200 /kWH x 919,8
kWH /tahun
= Rp 1.103.760,- /tahun

Biaya konsumsi
energi

Saving

= Rp 3.153.600,- /tahun - Rp 1.103.760,- /tahun


= Rp 2.049.840,-/tahun

Penggunaan lampu LED 7 W dengan merk Philips dengan harga Rp 223.400,-/unit, dengan
lifetime 25000 jam
Pembelian lampu LED 7 W = Rp 223.400,- /unit X 30 unit = Rp 6.702.000,Asumsikan harga penjualan lampu halogen non LED = Rp 4000,-/unit, berarti semuanya
dapat terjual Rp 4000,-/unit X 30 unit = Rp120.000,Investasi

= pembelian penjualan
= Rp 6.702.000,- Rp 120.000,= Rp 6.582.000,-

payback period=

investasi
saving
Rp 6.582.000
RP 2.049.840

= 3.2 tahun

Penggantian lampu Pijar 15 W menjadi Lampu Vision LED 4 W Philips


Penggantian lampu Pijar 15 W menjadi Lampu LED 4 W, berdasarkan hasil pencarian

di internet lampu Pijar 15 W setara dengan lampu LED 4 watt, yaitu dengan lumen 350. Hal
yang sama lampu diganti hanya 1, dan di ganti pada kamar tipe executive.
Diketahui
Jumlah kamar tipe executive/jumlah lampu : 30 kamar/2 unit per kamar
Jumlah Lampu /daya
: 60 unit / 15 watt
Tarif Listrik Golongan B3
Diasumsikan pemakaian
lampu/hari

: Rp 1200/kWh(sumber: PLN,
juli 2014)
: 12 jam/hari
36

pemakaian lampu/tahun

Lampu Pijar 15 W
Konsumsi energi

Konsumsi energi
/tahun

Biaya konsumsi
energi

: 4380 jam/tahun

= Jumlah Lampu x Daya


Lampu
= 30 x 15 W
= 450 W
= Konsumsi energi x waktu
operasi
= 450 W x 4380 jam/tahun
= 1971 kWH/tahun
= Rp 1.200 /kWH x 1971 kWH
/tahun
= Rp 2.365.200,- /tahun

Lampu MASTER LED 4


W
Konsumsi energi
= Jumlah Lampu x Daya Lampu
= 30 x 4 W
= 120W
Konsumsi energi
= Konsumsi energi x waktu
/tahun
operasi
= 120 W x 4380 jam/tahun
= 525,6 kWH/tahun
Biaya konsumsi
= Rp 1.200 /kWH x 525.6,- kWH
energi
/tahun
= Rp 630.720,- /tahun
Saving = Rp 2.365.200,- /tahun - Rp 630.720,- /tahun
= Rp 1.734.480,-/tahun,Penggunaan lampu Vision LED 4 W dengan merk Philips dengan harga Rp 128.300,-/unit,
dengan lifetime 25000 jam.
Pembelian lampu Vision LED 4 W = Rp 128.300,- /unit X 30 unit = Rp 3.849.000,Asumsikan harga penjualan lampu pijar non LED = Rp 3000,-/unit, berarti semuanya dapat
terjual Rp 3000,-/unit X 30 unit = Rp 90.000,Investasi

= pembelian penjualan
= Rp 3.849.000,- Rp 90.000,= Rp 3.759.000,-

37

payback period=

investasi
saving
Rp 3.759 .000
RP 1.734 .480

= 2.16 tahun

2. Penggantian ballast konvensional menjadi ballast elektronik pada lampu TL 18 W


Penggantian ballast konvensional menjadi ballast elektronik pada lampu TL 18 W,
dapat menghemat dan pencahayaannya bagus.
Diketahui:
Jumlah lampu TL/daya
Jumlah kamar tipe standar
Jumlah kamar tipe executive
Jumlah kamar tipe suite
Jumlah kamar tipe junior
Total lampu TL pada kamar
Tarif Listrik Golongan B3
Diasumsikan pemakaian
lampu/hari
pemakaian lampu/tahun

: 1 unit per kamar/18Watt


: 48 kamar
: 30 kamar
: 3 kamar
: 2 kamar
: 83 kamar / unit
: Rp 1200/kWh(sumber: PLN,
juli 2014)
: 12 jam/hari
: 4380 jam/tahun

Diganti dengan ballast elekronik


Menggunakan ballast konvensional
Daya (Watt) = (Jumlah lampu x Daya lampu) + (Jumlah ballast x Rugi ballast)
Daya (Watt) = (83 unit x 18W) + (83 unit x 9)
Daya (Watt) = 2241 Watt
Konsumsi Energi /tahun (kWh)
= daya x Waktu operasi
Konsumsi Energi /tahun (kWh)
= 2241Watt x 4380 jam/tahun
= 9.815.580 Wh/tahun
= 9.815 kWh/tahun
Menggunakan ballast elektronik
Daya (Watt) = (Jumlah lampu x Daya lampu) + (Jumlah ballast x Rugi ballast)
Daya (Watt) = (83 unit x 18W) + (83 unit x 3.8)
Daya (Watt) = 1809.4 Watt
Konsumsi Energi/tahun (kWh)
= daya x Waktu operasi
Konsumsi Energi /tahun (kWh)
= 1809.4 Watt x 4380 jam/tahun
= 7.925.172 Wh/tahun
= 7.925 kWh/tahun

38

Saving
Saving (Rp)

= ballast konvensional ballast elektronik


= 9.815 kWh/tahun - 7.925 kWh/tahun
= 1.890 kWh/tahun
= 1.890 kWh/tahun x Rp. 1200,-/kWh
= Rp 2.268.000,-/tahun

Penggunaan ballast elektronik dengan merk Philips dengan harga Rp 178.000,-/unit, dengan
lifetime 50000 jam.
Pembelian ballast elektronik = Rp 178.000,- /unit X 83 unit = Rp 14.774.000,Asumsikan harga penjualan ballast konvensional = Rp 5000,-/unit, berarti semuanya dapat
terjual Rp 5000,-/unit X 83 unit = Rp 415.000,Investasi

= pembelian penjualan
= Rp 14.774.000,- 415.000,= Rp 14.359.000,-

payback period=

investasi
saving
Rp 14.359 .000
RP 2.268 .000

= 6.3 tahun

3. Penambahan Lampu
Dalam setiap kamar di tambah 1 lampu LED 7 watt tiap kamar, jadi dalam tiap kamar
terdapat lampu halogen 20 watt 2 buah, lampu LED 7 watt 1 buah, dan lampu pijar 2 buah.

Diketahui:
Jumlah kamar tipe standar/jumlah lampu
Jumlah kamar tipe executive/jumlah lampu
Jumlah kamar tipe suite/jumlah lampu
junior/jumlah lampu
Jumlah Lampu /daya
Tarif Listrik Golongan B3
Diasumsikan pemakaian
lampu/hari
pemakaian lampu/tahun

: 48 kamar/2 unit per kamar


: 30 kamar/2 unit per kamar
: 3 kamar/ 3 unit per kamar Jumlah kamar tipe
: 2 kamar/3 unit per kamar
: 171 unit / 20 watt
: Rp 1200/kWh(sumber: PLN,
juli 2014)
: 12 jam/hari
: 4380 jam/tahun
39

Lampu Halogen 20
W
Konsumsi energi

Konsumsi energi
/tahun

Biaya konsumsi
energi

Lampu Pijar 15 W
Konsumsi energi

Konsumsi energi
/tahun

Biaya konsumsi
energi

Lampu Master LED 7


W
Konsumsi energi

Konsumsi energi
/tahun

Biaya konsumsi
energi

= Jumlah Lampu x Daya


Lampu
= 171 x 20 W
= 3420 W
= Konsumsi energi x waktu
operasi
= 3420 W x 4380 jam/tahun
= 14.979 kWH/tahun
= Rp 1.200 /kWH x 14.979 kWH
/tahun
= Rp 17.974.800,- /tahun

= Jumlah Lampu x Daya


Lampu
= 70 x 15 W
= 1050 W
= Konsumsi energi x waktu
operasi
= 1050 W x 4380 jam/tahun
= 4.599 kWH/tahun
= Rp 1.200 /kWH x 4.599
kWH /tahun
= Rp 5.518.800,- /tahun

= Jumlah Lampu x Daya


Lampu
= 171 x 7 W
= 1197 W
= Konsumsi energi x waktu
operasi
= 1197 W x 4380 jam/tahun
= 5.242 kWH/tahun
= Rp 1.200 /kWH x 5.242
kWH /tahun
= Rp 6.290.400,- /tahun

Jumlah biaya yang dikeluarkan = Rp 17.974.800 + Rp 5.518.800 + Rp 6.290.400


= Rp 29.784.000.00

40

Penggunaan lampu LED 7 W dengan merk Philips dengan harga Rp 223.400,-/unit, dengan
lifetime 25000 jam
Pembelian lampu LED 7 W = Rp 223.400,- /unit X 171 unit = Rp 38.201.400,Perhitungan penurunan nilai IKE :
1.Pada saat penggantian lampu
IKE sebelum di ganti lampu oleh master LED 7 watt dan vision LED 4 watt sebesar
129.9 kWh/m2/tahun, dan setelah di ganti oleh lampu master LED 7 watt dan lampu vision
LED 5 watt :

651,748.3(1708.2+1445.4)
kWh
=129.3 2 /tahun
5017.308
m
Jadi penurunan IKE dari sebelum di audit sebesar 0.5 persen .
2. Pada saat penggantian menjadi ballast elektronik
IKE sebelum di ganti ballast elektronik sebesar 129.9 kWh/m2/tahun, dan setelah di
ganti oleh ballast elektronik:

651,748.31.890
kWh
=129.5 2 / tahun
5017.308
m
Jadi penurunan IKE dari sebelum di audit sebesar 0.3 persen
3. Penambahan lampu LED 7 watt
IKE sebelum penambahan lampu LED 7 watt sebesar 129.9 kWh/m2/tahun, dan
setelah ditambah jumlah lampu dengan LED 7 W:

651,748.3+5.242
kWh
=130.9 2 /tahun
5017.308
m

41

Jadi terjadi kenaikan IKE dari sebelumnya sebesar 0.7 persen, kenaikkan ini untuk
menaikkan nilai tingkat hunian dari Hotel Imperium Bandung.

BAB V
KESIMPULAN
42

Dari hasil analisis data sistem pencahayaan di Hotel Imperium Bandung, didapat 3
peluang yang untuk memperbaiki dari konsumsi energi listrik per tahunnya. Dari setiap
peluang setelah dihitung dapat menurunkan nilai IKE dan penaikkan nilai IKE juga, seperti
berikut ini :
1. Penggantian lampu halogen 20 W dengan LED 7W, dan lampu pijar 15 W dengan
LED 4 W
Terjadi penurunan IKE sebesar 0.5 persen .
2. Penggantian ballast konvensional dengan ballast elektronik
Terjadi penurunan IKE sebesar 0.4 persen.
3. Penambahan lampu LED 7 W
Terjadi kenaikkan IKE sebesar 0.7 persen.
Dari perubahan nilai IKE, dapat kita ambil peluang mana yang akan di ambil untuk
memperbaiki dari konsumsi energi dan untuk menaikkan nilai tingkat hunian Hotel Imperium
Bandung dari 56 persen. Dapat dilihat diagram lingkaran konsumsi energi listrik sebelum di
audit dan sesudah di audit, dibawah ini :
1. Penggantian lampu halogen 20 W dengan LED 7W, dan lampu pijar 15 W dengan
LED 4 W

konsumsi energi sebelum audit Konsumsi energi setelah diaudit

3%
3%

3%
3%

29%

29%
66%

66%

AC

PENCAHAYAAN

ac

pencahayaan

POMPA

DLL

pompa

dll

2. Penggantian ballast konvensional dengan ballast elektronik

43

konsumsi energi sebelum audit konsumsi energi setelah di audit

3%
3%

3%
3%
28%

29%
66%

66%

AC

PENCAHAYAAN

AC

PENCAHAYAAN

POMPA

DLL

POMPA

DLL

3. Penambahan lampu LED 7 W

konsumsi energi sebelum audit konsumsi energi setelah di audit

3%
3%

3%
2%

29%

29%
65%

66%

AC

PENCAHAYAAN

AC

PENCAHAYAAN

POMPA

DLL

POMPA

DLL

Dari gambar diagram diatas dapat terlihat perbedaan dari jumlah konsumsi energinya,
dan dapat diambil peluang yang digunakan adalah yang terakhir yaitu penaikkan nilai IKE
karena dimaksudkan untuk penaikkan nilai tingkat hunian Hotel Imperium Bandung, jadi 70
persen, dan menekan nilai konsumsi di sistem lain misalnya dari sistem pepompaan atau AC.

44