Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN

HALUSINASI

DISUSUN OLEH :
FAIZAL DENI S
(470.113.081)

AKADEMI KEPERAWATAN MADIUN


TAHUN AKADEMIK 2015/2016

LAPORAN PENDAHULUAN
HALUSINASI

I. KASUS (MASALAH UTAMA)


Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi yaitu suatu kondisi individu
menganggap jumlah serta pola stimulus yang datang (baik dari dalam maupun
dari luar) tidak sesuai dengan kenyataan, disertai distorsi dan gangguan
respons terhadap stimulus tersebut baik respons yang berlebihan maupun
yang kurang memadai (Townsend, 2010). Halusinasi adalah satu gejala
gangguan jiwa pada individu yang ditandai dengan perubahan sensori
persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan
perabaan atau penghiduan. Pasien merasakan stimulus yang sebenarnya tidak
ada (Keliat, Akemat, 2010).
Halusinasi adalah persepsi atau tanggapan dari panca indera tanpa adanya
rangsangan (stimulus) eksternal (Stuart & Laraia, 2005; Laraia, 2009).
Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana pasien mempersepsikan
sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi.
II. PROSES TERJADINYA MASALAH
FAKTOR PRESDISPOSISI DAN PRESIPITASI
1. Factor predisposisi
a. Biologis :
1) Genetik: Diturunkan melalui kromosom orangtua (kromosom
keberapa masih dalam penelitian). Diduga kromosom no.6 dengan
kontribusi genetik tambahan nomor 4, 8, 15 dan 22. Pada anak
yang kedua orangtuanya tidak menderita, kemungkinan terkena
penyakit adalah satu persen. Sementara pada anak yang salah satu
orangtuanya menderita kemungkinan terkena adalah 15%. Dan jika
kedua orangtuanya penderita maka resiko terkena adalah 35 persen.
Kembar indentik berisiko mengalami gangguan sebesar 50%,
sedangkan kembar fraterna berisiko mengalami gangguan 15%

2) Kelainan

fisik:

Lesi

pada

daerah

frontal,

temporal

dan

limbik.Neurotransmitter dopamin berlebihan, tidak seimbang


dengan kadar serotonin
3) Riwayat janin pada saat prenatal dan perinatal meliputi trauma,
penurunan oksigen pada saat melahirkan, prematur, preeklamsi,
malnutrisi, stres, ibu perokok, alkohol, pemakaian obat-obatan,
infeksi, hipertensi dan agen teratogenik. anak yang dilahirkan
dalam kondisi seperti ini pada saat dewasa (25 tahun) mengalami
pembesaran ventrikel otak dan atrofi kortek otak. Anak yang
dilahirkan dalam lingkungan yang dingin sehingga memungkinkan
terjadinya gangguan pernapasan
4) Nutrisi: Adanya riwayat gangguan nutrisi ditandai dengan
penurunan BB, rambut rontok, anoreksia, bulimia nervosa.
5) Keadaan kesehatan secara umum: misalnya kurang gizi, kurang
tidur, gangguan irama sirkadian, kelemahan, infeksi, penurunan
aktivitas, malas untuk mencari bantuan pelayanan kesehatan
6) Sensitivitas biologi: riwayat peggunaan obat halusinogen, riwayat
terkena infeksi dan trauma serta radiasi dan riwayat pengobatannya
7) Paparan terhadap racun : paparan virus influenza pada trimester 3
kehamilan

dan

riwayat

keracunan

CO,

asbestos

karena

mengganggu fisiologi otak

b. Psikologis
1) Intelegensi: riwayat kerusakan struktur di lobus frontal dan
kurangnya suplay oksigen terganggu dan glukosa sehingga
mempengaruhi fungsi kognitif sejak kecil misalnya: mental
retardasi (IQ rendah)
2) Ketrampilan verbal
a) Gangguan keterampilan verbal akibat faktor komunikasi dalam
keluarga, seperti : Komunikasi peran ganda, tidak ada

komunikasi, komunikasi dengan emosi berlebihan, komunikasi


tertutup,
b) Adanya riwayat gangguan fungsi bicara, akibatnya adanya
riwayat Stroke, trauma kepala
c) Adanya riwayat gagap yang mempengaruhi fungsi sosial pasien
3) Moral : Riwayat tinggal di lingkungan yang dapat mempengaruhi
moral individu, misalnya lingkungan keluarga yang broken home,
konflik, Lapas.
4) Kepribadian: mudah kecewa, kecemasan tinggi, mudah putus asa
dan menutup diri
5) Pengalaman masa lalu :
a) Orangtua yang otoriter dan selalu membandingkan
b) Konflik orangtua sehingga salah satu orang tua terlalu
menyayangi anaknya
c) Anak yang dipelihara oleh ibu yang suka cemas, terlalu
melindungi, dingin dan tak berperasaan
d) Ayah yang mengambil jarak dengan anaknya
e) Mengalami penolakan atau tindakan kekerasan dalam rentang
hidup klien baik sebagai korban, pelaku maupun saksi
f) Penilaian negatif yang terus menerus dari orang tua
6) Konsep diri : adanya riwayat ideal diri yang tidak realistis,
identitas diri tak jelas, harga diri rendah, krisis peran dan gambaran
diri negative
7) Motivasi: riwayat kurangnya penghargaan dan riwayat kegagalan
8) Pertahanan psikologi: ambang toleransi terhadap stres rendah dan
adanya riwayat gangguan perkembangan
9) Self control: adanya riwayat tidak bisa mengontrol stimulus yang
datang,

misalnya

suara,

rabaan,

penglihatan,

penciuman,

pengecapan, gerakan
c. Social cultural
1) Usia : Riwayat tugas perkembangan yang tidak selesai
2) Gender : Riwayat ketidakjelasan identitas dan kegagalan peran
gender
3) Pendidikan : Pendidikan yang rendah, riwayat putus sekolah dan
4)
5)
6)
7)

gagal sekolah
Pendapatan : Penghasilan rendah
Pekerjaan : Pekerjaan stresful, Pekerjaan beresiko tinggi
Status sosial : Tuna wisma, Kehidupan terisolasi
Latar belakang Budaya : Tuntutan sosial budaya seperti
paternalistik dan adanya stigma masyarakat, adanya kepercayaan

terhadap hal-hal magis dan sihir serta adanya pengalaman


keagamaan
8) Agama dan keyakinan : Riwayat tidak bisa menjalankan aktivitas
keagamaan secara rutin dan kesalahan persepsi terhadap ajaran
agama tertentu
9) Keikutsertaan dalam politik: riwayat kegagalan dalam politik
10) Pengalaman sosial : Perubahan dalam kehidupan, misalnya
bencana, perang, kerusuhan, perceraian dengan istri, tekanan dalam
pekerjaan dan kesulitan mendapatkan pekerjaan
11) Peran sosial: Isolasi sosial khususnya untuk usia lanjut, stigma
yang negatif dari masyarakat, diskriminasi, stereotype, praduga
negative

2. Factor presipitasi
a. Nature
Enam bulan terakhir terjadi hal-hal berikut ini:
1) Faktor biologis : kurang nutrisi, Ada gangguan kesehatan secara
umum (menderita penyakit jantung, kanker, mengalami trauma
kepala atau sakit panas hingga kejang-kejang), sensitivitas biologi
(terpapar obat halusinogen atau racun, asbestosis, CO)
2) Faktor psikologis : mengalami hambatan atau gangguan dalam
ketrampilan komunikasi verbal, ada kepribadian menutup diri, ada
pengalaman masa lalu tidak menyenangkan (misalnya: menjadi
korban aniaya fisik, saksi aniaya fisik maupun sebagai pelaku,
konsep diri yang negatif (harga diri rendah, gambaran citra tubuh,
keracuan identitas, ideal diri tidak realistis, dan gangguan peran),
kurangnya penghargaan, pertahanan psikologis rendah (ambang
toleransi terhadap stres rendah), self control (ada riwayat terpapar
stimulus suara, rabaan, penglihatan, penciuman dan pengecapan,
gerakan yang berlebihan dan klien tidak bisa mengontrolnya
3) Faktor social budaya : usia, gender, pendidikan rendah/putus atau
gagal sekolah, pendapatan rendah, pekerjaan tidak punya, status
social jelek (tidak terlibat dalam kegiatan di masyarakat, latar
belakang budaya, tidak dapat menjalankan agama dan keyakinan,

keikutsertaan dalam politik tidak bisa dilakukan, pengalaman sosial


buruk, dan tidak dapat menjalankan peran sosial.
b. Origin
1) Internal :Persepsi individu yang tidak baik tentang dirinya, orang
lain dan lingkungannya.
2) Eksternal : Kurangnya dukungan keluarga, masyarakat, dan kurang
dukungan kelompok/teman sebaya
c. Timing: stres terjadi dalam waktu dekat, stress terjadi secara berulangulang/ terus menerus
d. Number: Sumber stres lebih dari satu dan stres dirasakan sebagai
masalah yang sangat berat.
PENILAIAN TERHADAP STRESSOR
1. Kognitif : Tidak dapat berpikir logis, inkoheren, Disorientasi, Gangguan
memori jangka pendek maupun jangka panjang, Konsentrasi rendah,
kekacauan alur pikir, Ketidakmampuan mengambil keputusan, Fligh of
idea, gangguan berbicara dan perubahan isi pikir
2. Afektif : Tidak spesifik, reaksi kecemasan secara umum, kegembiraan
yang berlebihan, kesedihan yang berlarut dan takut yang berlebihan, curiga
yang berlebihan dan defensif sensitif
3. Fisiologis : pusing, kelelahan, keletihan, denyut jantung meningkat,
keringat dingin, gangguan tidur, muka merah/tegang, frekuensi napas
meningkat, ketidakseimbangan neurotransmitter dopamine dan serotonine
4. Perilaku : Berperilaku aneh sesuai dengan isi halusinasi, berbicara dan
tertawa sendiri, daya tilik diri kurang, kurang dapat mengontrol diri,
penampilan tidak sesuai, Perilaku yang diulang-ulang, menjadi agresif,
gelisah, negativism, melakukan pekerjaan dengan tidak tuntas, gerakan
katatonia, kaku, gangguan ekstrapiramidal, gerakan mata abnormal,
grimacvin, gaya berjalan abnormal, komat-kamit, menggerakkan bibir
tanpa adanya suara yang keluar
5. Social : Ketidakmampuan untuk berkomunikasi, acuh dengan lingkungan,
penurunan kemampuan bersosialisasi, paranoid, personal higiene jelek,
sulit berinteraksi dengan orang lain, tidak tertarik dengan kegiatan yang
sifatnya menghibur, penyimpangan seksual dan menarik diri.
SUMBER KOPING

1. Personal ability : Ketidakmampuan memecahkan masalah, ada gangguan


dari kesehatan fisiknya, ketidakmampuan berhubungan dengan orang lain,
pengetahuan tentang penyakit dan intelegensi yang rendah, identitas ego
yang tidak adekuat.
2. Social support :

Hubungan antara individu, keluarga, kelompok,

masyarakat tidak adekuat, komitmen dengan jaringan sosial tidak adekuat


3. Material asset : Ketidakmampuan mengelola kekayaan, misalnya boros
atau santa pelit, tidak mempunyai uang untuk berobat, tidak ada tabungan,
tidak memiliki kekayaan dalam bentuk barang, tidak ada pelayanan
kesehatan dekat tempat tinggal
4. Positif belief : Distress spiritual, tidak memiliki motivasi, penilaian negatif
terhadap pelayanan kesehatan, tidak menganggap itu suatu gangguan
MEKANISME KOPING
1. Konstruktif
2. Destruktif

Regresi
Proyeksi
Denial
Withdrawal
III.

A. POHON MASALAH
Resiko mencederai diri sendiri dan orang lain
Gangguan persepsi sesuai halusinasi
Isolasi sosial atau menarik diri
B. MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU
DIKAJI
TANDA DAN GEJALA
Tanda dan gejala halusinasi dinilai dari hasil observasi terhadap
pasien serta ungkapan pasien. Tanda dan gejala pasien halusinasi
adalah sebagai berikut:
a. Data Obyektif
Bicara atau tertawa sendiri.
Marah-marah tanpa sebab.
Memalingkan muka ke arah telinga seperti mendengar sesuatu

Menutup telinga.
Menunjuk-nunjuk ke arah tertentu.
Ketakutan pada sesuatu yang tidak jelas.
Mencium sesuatu seperti sedang membaui bau-bauan tertentu.
Menutup hidung.
Sering meludah.
Muntah.
Menggaruk-garuk permukaan kulit.

b. Data Subyektif: Pasien mengatakan :


Mendengar suara-suara atau kegaduhan.
Mendengar suara yang mengajak bercakap-cakap.
Mendengar suara menyuruh melakukan sesuatu yang berbahaya.
Melihat bayangan, sinar, bentuk geometris, bentuk kartun, melihat

IV.

hantu atau monster.


Mencium bau-bauan seperti bau darah, urin, feses, kadang-kadang

bau itu menyenangkan.


Merasakan rasa seperti darah, urin atau feses
Merasa takut atau senang dengan halusinasinya.
Mengatakan sering mendengar sesuatu pada waktu tertentu saat

sedang sendirian.
Mengatakan sering mengikuti isi perintah halusinasi.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung dan
peraba)

V. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN


1. Intervensi ditujukan ke klien
a. Tujuan
1) Pasien mampu mengenali halusinasi yang dialaminya: isi,
frekuensi, waktu terjadi, situasi pencetus, perasaan, respon.
2) Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
3) Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara menggunakan
obat.
4) Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap.
5) Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara melakukan
aktifitas.

b. Tindakan Keperawatan
1) Mendiskusikan dengan pasien isi, frekuensi, waktu terjadi, situasi
pencetus, perasaan, respon terhadap halusinasi.
2) Menjelaskan dan melatih cara mengontrol halusinasi:
a. Menghardik halusinasi
Menjelaskan cara menghardik halusinasi, memperagakan cara
menghardik, meminta pasien memperagakan ulang, memantau
penerapan cara ini, dan menguatkan perilaku pasien.
b. Menggunakan obat secara teratur
Menjelaskan pentingnya penggunaan obat, jelaskan bila obat
tidak digunakan sesuai program, jelaskan akibat bila putus
obat, jelaskan cara mendapat obat/ berobat, jelaskan cara
menggunakan obat dengan prinsip 6 benar (benar jenis, guna,
frekuensi, cara, kontinuitas minum obat).
c. Bercakap cakap dengan orang lain.
d. Melakukan aktifitas yang terjadual.
Menjelaskan pentingnya aktifitas yang teratur, mendiskusikan
aktifitas yang biasa dilakukan oleh pasien, melatih pasien
melakukan aktifitas, menyusun jadual aktifitas seharihari
sesuai dengan jadualyang telah dilatih, memantau jadual
pelaksanaan kegiatan, memberikan reinforcement.
2, Tindakan Keperawatan Halusinasi (Keluarga)
a. Tujuan
1) Keluarga mampumengenal masalah merawat pasien dirumah.
2) Keluarga mampu menjelaskan halusinasi (pengertian, jenis, tanda dan
3)
4)
5)
6)

gejala halusinasi dan proses terjadinya).


Keluarga mampu merawat pasien dengan halusinasi.
Keluarga mampu menciptakan lingkungan
Keluarga mampu mengenal tanda dan gejala kambuh ulang.
Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk follow-up
pasien dengan halusinasi.

b. Tindakan keperawatan
1) Diskusikan masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat pasien.

2) Berikan penjelasan kesehatan meliputi : pengertian halusinasi, jenis


halusinasi

yang

dialami,

tanda

dan

gejala

halusinasi,

prosesterjadinya halusinasi.
3) Jelaskan dan latih cara merawat anggota keluarga yang mengalami
halusinasi: menghardik, minum obat, bercakap- cakap,melakukan
aktivitas.
4) Diskusikan cara menciptakan lingkungan yang dapat mencegah
terjadinya halusinasi.
5) Diskusikan tanda dan gejala kekambuhan.
6) Diskusikan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk
follow-up anggota keluarga dengan halusinasi.

DAFTAR PUSTAKA
Doenges, M.E, Townsend, M.C dan Moorhouse, M.F. (2007). Rencana Asuhan
Keperawatan Psikiatri. Edisi 3. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Keliat, B.A dan Akemat. (2010). Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa.
Cetakan I. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
NANDA, (2011). Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2009-2011.
Cetakan 2011. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Townsend. M.C, (2010). Buku Saku Diagnosis Keperawatan Psikiatri Rencana
Asuhan & Medikasi Psikotropik. Edisi 5. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC

STRATEGI PELAKSANAAN TNDAKAN


KEPERAWATAN PADA PASIEN
HALUSINASI

DISUSUN OLEH :
FAIZAL DENI S
(470.113.081)

AKADEMI KEPERAWATAN MADIUN


TAHUN AKADEMIK 2015/2016

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI
PERTEMUAN I
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
Pasien tampak tenang dan kooperatif
2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung
dan peraba)
3. Tujuan Khusus
a. Pasien dapat mengenal halusinasi
b. Pasien dapat mengontrol halusinasi dengan menghardik halusinasi
4. Tindakan Keperawatan
1. Identifikasi halusinasi : isi, frekuensi, waktu terjadi, situas pencetus,
perasaaan,respon
2. Jelaskan cara mengontrol halusinasi : hardik, bercakap-cakap
melakukan kegiatan ........sesuaikan tujuan
3. Latih cara mengontrol halusinasi dengan menghardik
4. Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik
B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
ORIENTASI
1. Salam Terapeutik
Selamat pagi, Pak. Perkenalkan, nama saya......., panggil saja........ Nama
Bapak siapa? Senang dipanggil apa?

Evaluasi
Apa yang Bapak rasakan saat ini?
Validasi
Apa yang Bapak sudah lakukan?
2. Kontrak (Topik, Waktu, Tempat)
Nah, bagaimana kalau kita mengobrol di teras depan selama 30 menit tentang
apa yang terjadi di rumah sehingga Bapak dibawa ke sini dan saya akan

mengajarkan cara mengontrol suara-suara yang Bapak dengar selama ini agar
suara-suara tadi bisa berkurang atau bahkan tidak terdengar lagi.
KERJA
Coba Bapak ceritakan apa yang terjadi di rumah sehingga Bapak di bawa ke
sini? Jadi, Bapak mendengar suara-suara ya? Apa yang suara-suara itu katakan
kepada Bapak? Kapan suara-suara itu terdengar? Seberapa sering Bapak
mendengar suara-suara itu? Apa yang Bapak rasakan saat suara-suara itu
terdengar? Apakah cara yang Bapak lakukan mengurangi suara-suara tadi?
Nah, apa yang Bapak alami dan rasakan adalah halusinasi. Ada empat cara
menghilangkan suara-suara tadi yaitu menghardik, minum obat, bercakapcakap dan melakukan aktifitas. Sekarang kita akan belajar satu cara untuk
menghilangkan suara-suara tadi yaitu menghardik. Nah sekarang bayangkan
suara itu terdengar oleh Bapak. Cara menghardiknya adalah seperti ini:
menghardik dalam hati dengan mengatakan Pergi..! kamu suara palsu/suara
tidak jelas/suara mengganggu. Saya tidak mau mendengar..!, jika masih
seperti ada suara yang ada ditelinga maka boleh sambil menutup telinga
Sekarang saya akan memperagakan caranya. Bayangkan suara-suara itu
terdengar, kemudian saya lakukan seperti ini (peragakan cara menghardik).
Nah sekarang coba Bapak lakukan kembali seperti yang telah saya ajarkan
tadi. Bagus Pak....coba ulangi sekali lagi...Betul Pak.

TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi Subjektif
Bagaimana perasaan Bapak setelah tadi latihan cara menghardik suara-suara?
Evaluasi Objektif
Apa yang telah Bapak pelajari tadi?coba ceritakan (boleh mencoba lagi)
2. Rencana Tindak Lanjut (planing klien )

Berapa kali Bapak mau latihan menghardik? Bagaimana kalau tiga kali sehari?
Bagaimana kalau jam 08.00 12.00-17.00 dan jika suara-suara tadi terdengar?
Kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian Bapak ya...
3. Kontrak yang akan datang (topik, waktu, tempat)
Bagaimana kalau besok kita ketemu lagi di sini jam 10.00 pagi untuk
berbincang-bincang cara kedua mengatasi suara-suara tadi? Sampai ketemu
besok Pak. Selamat siang.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI
PERTEMUAN II

A.PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
Pasien tampak tenang dan kooperatif
2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung
dan peraba)
3. Tujuan Khusus
Pasien dapat menerapkan,mengontrol halusinasi dengan cara yang sudah
diajarakan yaitu dengan cara menghardik
Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara minum obat
4. Tindakan Keperawatan
1. Evaluasi kegiatan menghardik.Beri pujian
2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan obat (jelaskan

benar:jenis,guna,dosis,frekuensi,cara,kontinuitas minum obat)


3. Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik dan minum
obat
B.STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
ORIENTASI
1.Salam Terapeutik
Selamat pagi Pak/Bu.....
Evaluasi
Bagaimana perasaannya hari ini?,apakah tanda dan gejala halusinasinya masih
ada atau sudah berkurang.., baik, apa Pak/Bu.... masih mendengar bisikan,
frekuensinya apa masih sering, waktunya masih malam, saat sendirian,
perasaan takut/ cemas/ terancam/ senang, masih mengikuti isi bisikan
Validasi

Bagaimana latihan menghardiknya sudah dicoba? Apa ada kesulitan? Berapa


kali dicoba? Apa manfaatnya yang Pak/Bu...rasakan?Bagus sekali ternyata
Pak/Bu... sudah melatihnya dan merasakan manfaatnya
3.Kontrak (Topik, Waktu, Tempat)
Bagaimana jika sekarang kita latih cara kedua mengontrol halusinasi dengan
menggunakan obat?...Kita latihannya didepan saja, setuju?Bagaimana jika 15
menit kita latihannya?...Tujuannya supaya Pak Agus teratur minum obat dan
tidak lupa minum obat, kemudian halusinasinya bisa dicegah
KERJA
Baik Pak/Bu..., cara kedua mengontrol halusinasi adalah dengan menggunakan
obat. Untuk itu Bapak harus tahu 6 benar tentang obat (benar jenis, guna, dosis,
frekuensi, cara, dan kontinuitas minum obat), nah kalau Pak/Bu... obatnya ada 3
jenis warnanya putih, pink, dan orange. Yang putih namanya THP gunanya untuk
supaya tidak kaku, pink namanya HP gunanya supaya tidak mendengar bisikan,
dan orange namanya CPZ gunanya supaya lebih rileks dan bisa istirahat tidur.
Obatnya diminum 3 x sehari (pagi jam 07.00, siang jam 13.00, dan malam jam
20.00). nah, supaya tidak terjadi putus obat sebaiknya 2 hari sebelum obat habis
Bapak harus kontrol ulang guna mendapatkan obat lagi bagaimana apa Pak
/Bu.. sudah mengerti?....., bagus sekali baik sekarang kita buat jadwal minum
obatnya dan kita masukan dalam jadual kegiatan harian bapak supaya tidak lupa..

TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi Subjektif
Bagaimana perasaan Bapak/Ibu...setelah kita latihan tentang obat?
Evaluasi Objektif

Coba Pak/Bu...sebutakan jenis, guna, dosis, frekuensi, cara, dan kontinuitas


minum obat. Bagus sekali Pak/Bu...sudah mengerti tentang obat yang dapat
mengontrol halusinasi
2. Rencana Tindak Lanjut (planing klien )
Baik Pak./Bu..,nanti coba latihan sendiri ya menggunakan obat untuk
mengontrol halusinasinya,, Bapak/Ibu....bisa minum obat sesuai dengan
jadual yang telah kita buat
3. Kontrak yang akan datang (topik, waktu, tempat)
Besok pagi kita akan bertemu lagi untuk melihat manfaat bercakap-cakap,dan
berlatih cara yang ke 4 untuk mengotrol hallusinasi dengan mekukan
aktifitas,apa yang akan kita lakukan oh..baiklah besok kita akan merapihkan
tempat tidur dan membereskan meja makan ya,mau jam berapa? Mau
dimana? Baiklah samapai bertemu besok ya.selamat pagi...

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI
PERTEMUAN III
A.PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
Pasien tampak tenang dan kooperatif
2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung
dan peraba)
3. Tujuan Khusus
Pasien dapat menerapkan,mengontrol halusinasi dengan cara yang sudah
diajarakan yaitu dengan cara menghardik,minum obat
Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
4. Tindakan Keperawatan
1. Evaluasi kegiatan latihan menghardik sdan minum obat.Beri pujian
2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap saaat terjadi
halusinasi
3. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik,minum
obat dan bercakap-cakap
B.STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
ORIENTASI
1.Salam Terapeutik
Selamat pagi,Pak/Bu...masih ingat dengan saya?
Selama 30 menit kita akan bercakap-cakap tentang masalah yang Bapak/Ibu..
rasakan,di tempat ini ya pak/bu...

Evaluasi
Baiklah Pak/Bu..,bagaimana perasaan Bapak/Ibu.. hari ini?Apakah Bapak/Ibu...
masing sering mendengar suara-suara?berapa kali Bapak/Ibu.. dengar hari ini?
saat kondisi apa bapak/ibu... dengar suara tersebut? apa yang bapak/ibu...
rasakan ketika suara itu datang,apakah Bapak/Ibu... telah melakukan apa yang
sudah kita pelajari dua hari yang lalu. Bagaimana apakah dengan menghardik

suara-suara yang Bapak/Ibu... dengar berkurang?apakah Bapak/Ibu... sudah


minum obat hari ini?
Validasi
Baiklah Pak/Ibu..,tadi bapak mengatakan kalau Bapak/Ibu.. sudah melakukan
mengahardik saat suara-suara itu datang,sekarang coba Bapak/Ibu... praktekan
kembali bagaimana bapak/ibu... melakukannya?..bagus sekali,coba sekarang
Bapak/Ibu... perlihatkan pada suster jadwal kegiatan latihan mengahardik yang
Bapak/Ibu... lakukan,bagus sekali...,hari ini Bapak/Ibu... sudah minum obat?
berapa obat yang bapak minum?coba tolong sebutkan lagi hari

ini

Bapak/Ibu...minum obat apa saja? warnanya apa?...berapa kali Bapak/Ibu...


minum obat setiap hari?...bagus sekali.
3.Kontrak (Topik dan tujuan)
Baiklah, pada hari ini kita akan belajar cara yang ketiga dari cara mengendalikan
hallusinasi/suara-suara yang Bapak/Ibu...dengar yaitu dengan bercakap-cakap.
Tujuannya agar suara yang bapak dengar semakin berkurang,bagaimana
Bapak/Ibu...?
KERJA
Caranya begini Pak/Bu...,ketika bapak mendengar suara-suara,coba Bapak/Ibu...
alihkan dengan mengajak orang lain bercakap-cakap,topiknya bisa apa saja yang
Bapak/Ibu... sukai,dengan cara contohnya begini..Tolong,saya ingin bicara..saya
sedang mendengar suara-suara...ayo..kita bercakap-cakap. Kalau Bapak/Ibu...di
rumah dan mendengar suara-suara tersebut Bapak/Ibu...bisa mengajak keluarga di
rumah untuk bercakap-cakap,misalnya dengan ibu.contohnya begini..ibu saya
mendengar suara-suara ayo kita bercakap-cakap...nah bagamana Bapak
/Ibu...mengerti?coba sekarag Bapak/Ibu...praktikan cara yang tadi sudah di
ajarkan...bagus..bagus sekali.
TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi Subjektif

Bagaimana perasaan Bapak/Ibu...setelah kita berlatih tentang cara mengontrol


suara-suara dengan bercakap-cakap?
Evaluasi Objektif
Jadi sudah berapa cara yang kita latih untuk mengontrol suara-suara?coba
sebutkan? bagus...(jika benar)
2. Rencana Tindak Lanjut (planing klien )
Mari sekarang kita masukan ke jadwal harian Bapak/Ibu... ya berapa kali
bapak/ibu... mau latihan bercakap-cakap...oh 2 kali ya!jam berapa?dengan jam
berapa? jangan lupa Bapak/Ibu...lakukan 3 cara yang sudah kita pelajari agar
hallusinasi tidak menggangu Bapak/Ibu...lagi ya!
3. Kontrak yang akan datang (topik, waktu, tempat)
Besok pagi kita akan bertemu lagi untuk melihat manfaat bercakap-cakap,dan
berlatih cara yang ke 4 untuk mengotrol halusinasi dengan mekukan
aktifitas,apa yang akan kita lakukan oh..baiklah besok kita akan merapihkan
tempat tidur dan membereskan meja makan ya,mau jam berapa? Mau dimana?
Baiklah samapai bertemu besok ya.selamat pagi...

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI
PERTEMUAN IV

A.PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
Pasien tampak tenang dan kooperatif
3. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung
dan peraba)

4. Tujuan Khusus
a. Pasien dapat menerapkan mengontrol halusinasi dengan cara yang
sudah diajarkan : menghardik, minum obat dan bercakap-cakap
b. Pasien dapat mengontrol halusinasi dengan melakukan aktifitas
5. Tindakan Keperawatan
1. Evaluasi kegaitan latihan menghardik, obat-obat dan bercakap-cakap,
berikan pujian.
2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan harian
3. Masukan pada jadal kegiatan untuk latihan menghardik, minum obat,
bercakap-cakap dan kegiatan harian
B.

STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN

KEPERAWATAN
ORIENTASI
1. Salam Terapeutik
Selamat pagi,Pak masih ingat dengan saya?
Evaluasi
Baiklah Pak Agus,bagaimana perasaan Bapak hari ini?Apakah Bapak
masing sering mendengar suara-suara?berapa kali Bapak dengar hari ini?
saat kondisi apa bapak dengar suara tersebut? apa yang bapak rasakan
ketika suara itu datang,apakah Bapak telah melakukan apa yang sudah kita
pelajari dua hari yang lalu. Bagaimana apakah dengan menghardik suarasuara yang Bapak dengar berkurang?apakah Bapak sudah minum obat hari
ini?lalu apakah sudah mencoba latihan bercakap-cakap dengan orang lain
tentang suara yang didengarnya
Validasi
Baiklah Pak Agus,tadi bapak mengatakan kalau Bapak sudah melakukan
mengahardik saat suara-suara itu datang,sekarang coba Bapak praktekan
kembali bagaimana bapak melakukannya?..bagus sekali,coba sekarang
Bapak perlihatkan pada suster jadwal kegiatan latihan mengahardik yang
Bapak lakukan,bagus sekali...,hari ini Bapak sudah minum obat?berapa
obat yang bapak minum?coba tolong sebutkan lagi hari ini Bapak minum
obat apa saja? warnanya apa?...berapa kali Bapak minum obat setiap
hari?...bagus sekali.

2. Kontrak (Topik dan tujuan)


Baiklah, pada hari ini kita akan belajar cara yang keempat dari cara
mengendalikan hallusinasi/suara-suara yang Bapak dengar yaitu dengan
melakukan kegiatan yang sudah terjadwal . Tujuannya agar suara yang
bapak dengar semakin berkurang,bagaimana Bapak?Selama 30 menit kita
akan bercakap-cakap tentang masalah yang Bapak rasakan,di tempat ini ya
pak
KERJA
Caranya begini Pak,ketika bapak mendengar suara-suara,coba Bapak alihkan
dengan melakukan kegiatan yang sudah rutin/terjadwal bapak lakukan
,kegiatan bisa apa saja yang Bapak sukai,dengan cara contohnya begini..jika
muncul suara-suara segera bapak merapikan tempat tidur sendiri atau
membereskan meja makan . nah bagamana Bapak mengerti?coba sekarag
Bapak praktikan cara yang tadi sudah di ajarkan...bagus..bagus sekali..
FASE TERMINASI
TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evalusi Subyektif
Bagaimana perasaan Bapak setelah kita berlatih tentang cara mengontrol
suara-suara dengan melakukan kegiatan rutin/harian ?
Evaluasi obyektif
Jadi sudah berapa cara yang kita latih untuk mengontrol suara-suara?coba
sebutkan? bagus...(jika benar)
2. Tindak Lanjut Klien
Mari sekarang kita masukan ke jadwal harian Bapak ya berapa kali bapak
mau latihan melakukan kegiatan rutin harian ...oh 2 kali ya!jam berapa?
dengan jam berapa? jangan lupa Bapak lakukan 4 cara yang sudah kita
pelajari agar hallusinasi tidak menggangu Bapak lagi ya!
3. Kontrak Akan datang (topik,waktu,tempat)

Besok pagi kita akan bertemu lagi untuk meliha tmanfaat latihan untuk
mengotrol hallusinasi, mau jam berapa? Mau dimana?Baiklah samapai
bertemu besok ya. Selamat pagi...

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


PADA KELUARGA PASIEN DENGAN HALUSINASI
PERTEMUAN I

A.PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
Pasien tampak tenang dan kooperatif
2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung
dan peraba)
3. Tujuan Khusus
a. Keluarga dapat mengeturakan masalah yang dihadapi ketika merawat
pasien
b. Keluarga dapat mempraktekan cara merawat halusinasi dengan cara
menghardik
4. Tindakan Keperawatan
1. Diskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien
2. Jelaskan pengertian tanda dan gejala dan proses terjadinya halusinasi
3. Jelaskan cara merawat halusinasi
4. Latih cara merawat halusinasi : hardik
5. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberi pujian
B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
ORIENTASI
1. Salam Terapeutik
Selamat pagi Bu,perkenalkan nama saya suster...
Evaluasi
Baiklah bu,bagaimana perasaan ibu hari ini?selama ini apakah yang terjadi
dengan bapak ? Apakah masing sering mendengar suara-suara? berapa kali
dengar hari ini? saat kondisi apa dengar suara tersebut? apa yang dirasakan
dan di ungkapkan pada ibu ketika suara itu datang,apa yang Bapak lakukan
saat suara itu datang bu?
Validasi
Apakah ibu sudah mengetahui apa yang di alami anaknya ?dan bagaimana
cara merawatnya?
2. Kontrak (Topik dan tujuan)

Baiklah, pada hari ini kita akan bercakap-cakap tentang masalah yang di
alami Bapak dan bagaimana cara merawatnya. Tujuannya untuk membantu
pak agus agar suara yag didengar semakin berkurang.Selama 30 menit kita
akan bercakap-cakap tentang masalah yang dialami oleh pak agus dan cara
merawatnya,di tempat ini ya bu.
KERJA
Selama ini apa yang terjadi dengan Bapak ?..oh jadi tina sering tertawa sendiri ya
bu,dan kadang marah tanpa sebab.baik ibu gejala yang dialami tina itu dinamakan
hallusinasi yaitu mendengar atau memlihat sesuatu yang sebetulnya tidak ada
benda dan.wujudnya. jadi ketika tina mengatakan mendengar sura-suara
sebenarnya suara itu tidak ada,kalau tina mengatakan melihat bayangan ,bayangan
itu tidak ada. kalau tina sedang mangalami kondisi seperti itu ibu jangan
menyetujui atau menyanggah tentang apa yang diceritakan oleh tina,dengarkan
saja...dan katakan pada tina untuk tidak mendengar dan melihat bayangan
itu.ingatkan tina cara mengontrol suara dan bayanagn itu dengan cara menghardik
yang pernah saya ajarkan padanya,caranya begini bu dengan menyuruh suara itu
pergi dengan mengatakan pergi..pergi kamu suara palsu dan bayangan palsu
jangan ganggu sayabagaimana ibu bisa melakukannya? Coba sekarang ibu
lakukan...o..baik bagus sekali..jangan lupa selalu beri pujian pada tina setiap dia
bisa melakukan cara mengntrol hallusinasi.Nah ibu sudah ada 3 cara yang lain
yang pernah di ajarkan pada pak agus untuk mengontrol suara tersebut yaitu
dengan minum obat,bercakap-cakap,dan melakukan kegiatan.
TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evalusi Subyektif
Bagaimana perasaan ibu setelah kita berdiskusi dan berlatih tentang cara
mengontrol suara-suara dengan menghardik?
Evaluasi obyektif
Jadi ibu sudah tahu ya apa yang terjadi pada agus,coba ibu ulangi apa yang
yang di alami bapak.tadi kita sudah berlatih satu cara mengendalikan suara
dan bayangan itu ya bu dengan cara menghardik..coba bisa ibu ulangi lagi
bagaimana caranya..bagus ...

2. Tindak lanjut klien


Jangan lupa bu,selalu ingatkan agus

untuk berlatih cara mengontrol

hallusnasi sesuai dengan jadwal yang telah di buat tina..dan setiap munul
suara/bayangan,jangan lupa selalu beri pujian setip agus

berhasil

melakukakannya.
3. Kontrak Akan datang (topik,waktu,tempat)
Minggu depan saat saya berkunjung lagi,kita akan berdiskusi dan berlatih
tentang cara mengontrol hallusinasi yang lain yaitu tentang minum
obat.sampai bertemu minggu depan ya bu...selamat siang.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


PADA KELUARGA PASIEN DENGAN HALUSINASI
PERTEMUAN II

A.PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
Pasien tampak tenang dan kooperatif
2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung
dan peraba)
3. Tujuan Khusus
a. Keluarga mampu melatih pasien menghardik
b. Keluarga dapat membimbing meminum obat pada pasien dengan
prinsip 6 benar
4. Tindakan Keperawatan
1.Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat atau melatih pasien
menghardik
2.Jelaskan 6 benar cara memberikan obat
3.Latih cara memberikan atau membimbing minum obat
4.anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberi pujian
C. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
ORIENTASI
1. Salam Terapeutik
Assalamualaikum bu, masih ingat dengan saya.
Evaluasi
Bagamana keadaan Pak Agus hari ini bu? Apakah halusinasinya masih
ada? Apakah Pak Agus telah melakukan apa yang telah kita pelajari dua
hari yang lalu? Bagaimana apakah dengan menghardik suara-suara yang
didengar oleh suami ibu bisa berkurang?
Validasi
Bagus, sekarang coba praktikkan lagi bagaimana ibu melatih Pak Agus
untuk melakukannya. Bagus sekali bu. Coba sekarang saya lihat jadwal
kegiatan latihan menghardik yang Pak Agus telah lakukan. Bagus sekali
2. Kontrak

Baiklah pada hari ini kita akan belajar cara yang kedua dari empat cara
mengendalikan suara-suara yang muncul yaitu dengan minum obat teratur
KERJA
Baiklah bu, cara kedua yang dilakukan untuk mengatasi halusinasi adalah
dengan minum obat secara teratur. Saya sudah mejelaskan kepada Pak Agus
tentang pengertian dari obat dan cara minum obat dengan benar, menjelaskan
tujuan dan manfaat dari minum obat secara benar dalam menghilangkan atau
mengontrol halusinasi, menjelaskan media atau alat yang dibutuhkan selama
melakukan meminum obat dengan benar, menjelaskan satu persatu jenis obat
yang diminum oleh klin. Jadi ibu, bentuk obat dan warna dari obat itu
bermacam-macam, serta berbeda manfaat dari obat tersebut. Misalnya:
Chlorpromazin sering disingkat CPZ, warnanya orange, bentuk tablet,
manfaatnya untuk mempermudah tidur dan menenangkan emosi/perasaan Pak
Agus. Haloperidol sering disingkat HPD, bentuknya tablet, yang warnanya
pink/jambon kandungannya 5 mg dan yang warnanya putih kandungannya 1,5
mg, gunanya untuk membantu mengontrol atau menghilangkan suara-suara
yang didengar dan mengontrol perasaan ingin marah dan jengkel. Resperidon,
sering disingkat RPD, kandungannya 2 mg, bentuknya tablet, warnanya krem
agak coklat muda, gunanya selain untuk menghilangkan atau mengontrol
halusinasi juga dapat menghilangkan perasaan malu, minder dan malas
beraktifitas). Kemudian efek samping yang dapat muncul akibat dari
pemberian obat tersebut seperti, efek samping yang dirasakan adalah: banyak
keluar air ludah, bibir kering, tangan dan jari gemetar/ndredek, badan terasa
kaku/jalan seperti robot, ada gerakan tidak terkontrol pada mulut dan rahang
serta bahu, kadang sulit buang air besar, bola mata melotot ke atas. Untuk
menghilangkan efek samping tersebut diberikan obat triheksipenidil sering
disingkat THP, kandungannya 2 mg. Dosis dan aturan minum obat yang
hendak diminum (waktu, frekuensi atau dosis minum obat) harus ibu
perhatikan disesuaikan dengan kebutuhan klien. Biasanya setelah minum obat
secara teratur Pak Agus akan merasakan badannya lebih tenang, rileks, tidak
mudah marah/tersinggung atau halusinasi terkontrol. Kira-kira ada yang ingin

ibu tanyakan dari penjelasan saya tadi. Jika tidak ada bertanyaan, coba bisa
sebutkan jenis obat apa aja yang diminum oleh Pak, nama obat, bentuk, warna
serta manfaatnya serta efek samping yang mungkin muncul. Bagus sekali bu.
Baiklah ibu nanti bisa membantu Pak Agus untuk memasukkan jadual
melakukan kegiatan minum obat dalam jadual kegiatan kegiatan harian Pak
Agus.
TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi subjektif
Bagaimana perasaan ibu setelah kita berdiskusi tadi?
2. Rencana tindak lanjut
Coba nanti ibu minta Pak Agus untuk minum obat secara mandiri (tanpa
disuruh oleh keluarga ) saat waktu minum obat tiba sesuai dengan jadual
minum obat.
3. Kontrak pertemuan selanjutnya
Baiklah bu, minggu depan saya akan kemari lagi untuk kita berdiskusi
kembali tentang bagaimana cara merawat suami ibu dengan halusinasi
dengan cara yang lain, yaitu cara bercakap-cakap dan melakukan kegiatan.
Saya akan datang jam 10.00 WIB ya bu. Wassalamualaikum Wr.Wb.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


PADA KELUARGA PASIEN DENGAN HALUSINASI
PERTEMUAN III

A.PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
Pasien tampak tenang dan kooperatif
2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung
dan peraba)
3. Tujuan Khusus
a. Keluarga mampu mengenal tanda dan gejala kekambuhan halusinasi
b. Keluarga dapat menciptakan lingkungan yang nyaman untuk pasien
4. Tindakan Keperawatan
1.Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat atau melatih pasien
menghardik dan memberikan obat
2.Jelaskan tanda gejala kekambuhan halusinasi pada pasien
3.Jelaskan pada keluarga untuk menciptakan lingkungan yang nyaman
D. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
ORIENTASI
1. Salam Terapeutik
Selamat sore bu..
Evaluasi
Bagaimana perasaan ibu hari ini?
Validasi
Apakah anak S masih terlihat bicara sendiri?Apakah ibu sudah melakukan
apa yang kita pelajari sebelumnya?
2. Kontrak
Topik
Baik bu, sesuai kesepakatan kita sebelumnya hari ini kita akan berdiskusi
tentang cara menciptakan lingkungan yang nyaman dan mengenal tanda dan
gejala kekambuhan pada anak S. Tujuannya supaya keluarga mampu
mengenal tanda- tanda jika anak S kambuh dan mampu menciptakan
lingkungan yang nyaman untuk mengurangi kekambuhan pada anak S.
Tempat/ waktu

Bagaimana kalau kita berdiskusi diteras saja dan selama lebih kurang 15
menit.
KERJA
Baik bukira- kira selama ini situasi apa saja yang membuat anak S mengalami
halusinasi.ooobegitu, bak bu, jadi anak S akan mengalami gejala halusinasi
pada saat sendiri, tidak ditemani dan melamun. kita akan membuat cara yang
ketigayaitu menciptkan lingkungan yang nyaman

untuk dalam mengatasi

halusinasi pada anak S adalah dengan latih untuk melakukan kegiatan yang sudah
diajarkan, tidak membiarkan anak S melamun dan sendiri, buat kegiatan keluarga
bersama seperti makan bersama atau beribadah bersam . Ibu dan keluarga harus
tanggap terhadap perubahan pada anak S, apabila muncul gejala halusinasi yaitu
menyendiri, melamun, tertawa/berbicara sendiri, tidak mau beraktifitas, jika hal
ini terjadi maka keluarga mengingatkan dan motivasi anak S untuk melakukan
kegiatan yang sudah diajarkan

TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawata
Evaluasi Subjektif
Ibu merasa senang, ada manfaat dari kegiatan yang diberikan
Evaluasi Objektif
Ibu mampu menyebutkan SP 3 Halusinasi
2. Tindak lanjut klien

Lanjutkan latihan sebelumnya

Ajak anak S untuk berkumpul, berkomunikasi dengan keluarga

Tidak membiarkan anak S sendirian dengan membuat kegiatan


bersama

Pantau tanda- tanda muncul halusinasi

SP 4 Keluarga: Follow up untuk kontrol ke PKM dan rujukan