Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN “HALUSINASI

LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN “HALUSINASI ” DISUSUN OLEH : FAIZAL DENI S (470.113.081) AKADEMI KEPERAWATAN MADIUN

DISUSUN OLEH :

FAIZAL DENI S

(470.113.081)

AKADEMI KEPERAWATAN MADIUN TAHUN AKADEMIK 2015/2016

LAPORAN PENDAHULUAN

“HALUSINASI”

  • I. KASUS (MASALAH UTAMA)

Gangguan

Persepsi

Sensori

:

Halusinasi

yaitu

suatu kondisi individu

menganggap jumlah serta pola stimulus yang datang (baik dari dalam maupun

dari luar) tidak sesuai dengan kenyataan, disertai distorsi dan gangguan respons terhadap stimulus tersebut baik respons yang berlebihan maupun yang kurang memadai (Townsend, 2010). Halusinasi adalah satu gejala gangguan jiwa pada individu yang ditandai dengan perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan perabaan atau penghiduan. Pasien merasakan stimulus yang sebenarnya tidak ada (Keliat, Akemat, 2010). Halusinasi adalah persepsi atau tanggapan dari panca indera tanpa adanya rangsangan (stimulus) eksternal (Stuart & Laraia, 2005; Laraia, 2009). Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi.

II. PROSES TERJADINYA MASALAH

FAKTOR PRESDISPOSISI DAN PRESIPITASI

  • 1. Factor predisposisi

a.

Biologis :

 

1)

Genetik:

Diturunkan

melalui kromosom orangtua (kromosom

keberapa masih dalam penelitian). Diduga kromosom no.6 dengan kontribusi genetik tambahan nomor 4, 8, 15 dan 22. Pada anak yang kedua orangtuanya tidak menderita, kemungkinan terkena penyakit adalah satu persen. Sementara pada anak yang salah satu orangtuanya menderita kemungkinan terkena adalah 15%. Dan jika kedua orangtuanya penderita maka resiko terkena adalah 35 persen. Kembar indentik berisiko mengalami gangguan sebesar 50%, sedangkan kembar fraterna berisiko mengalami gangguan 15%

2) Kelainan fisik: Lesi pada daerah frontal, temporal dan limbik.Neurotransmitter dopamin berlebihan, tidak seimbang

3)

dengan kadar serotonin Riwayat janin pada saat prenatal dan perinatal meliputi trauma,

penurunan oksigen pada saat melahirkan, prematur, preeklamsi,

malnutrisi, stres, ibu perokok, alkohol, pemakaian obat-obatan, infeksi, hipertensi dan agen teratogenik. anak yang dilahirkan dalam kondisi seperti ini pada saat dewasa (25 tahun) mengalami pembesaran ventrikel otak dan atrofi kortek otak. Anak yang dilahirkan dalam lingkungan yang dingin sehingga memungkinkan terjadinya gangguan pernapasan

4)

Nutrisi:

Adanya

riwayat

gangguan

nutrisi ditandai dengan

5)

penurunan BB, rambut rontok, anoreksia, bulimia nervosa. Keadaan kesehatan secara umum: misalnya kurang gizi, kurang

tidur, gangguan irama sirkadian, kelemahan, infeksi, penurunan

6)

aktivitas, malas untuk mencari bantuan pelayanan kesehatan Sensitivitas biologi: riwayat peggunaan obat halusinogen, riwayat

terkena infeksi dan trauma serta radiasi dan riwayat pengobatannya 7) Paparan terhadap racun : paparan virus influenza pada trimester 3

kehamilan dan riwayat keracunan CO, asbestos karena mengganggu fisiologi otak

b.

Psikologis

 

1)

Intelegensi:

riwayat

kerusakan

struktur

di

lobus

frontal

dan

 

kurangnya suplay oksigen terganggu dan glukosa sehingga

 

2)

mempengaruhi fungsi kognitif sejak kecil misalnya: mental retardasi (IQ rendah) Ketrampilan verbal

  • a) Gangguan keterampilan verbal akibat faktor komunikasi dalam keluarga, seperti : Komunikasi peran ganda, tidak ada

komunikasi, komunikasi dengan emosi berlebihan, komunikasi

tertutup,

  • b) Adanya riwayat gangguan fungsi bicara, akibatnya adanya riwayat Stroke, trauma kepala

  • c) Adanya riwayat gagap yang mempengaruhi fungsi sosial pasien

3) Moral : Riwayat tinggal di lingkungan yang dapat mempengaruhi

moral individu, misalnya lingkungan keluarga yang broken home,

4)

konflik, Lapas. Kepribadian: mudah kecewa, kecemasan tinggi, mudah putus asa

dan menutup diri

 

5)

Pengalaman masa lalu :

 
  • a) Orangtua yang otoriter dan selalu membandingkan

 
  • b) Konflik orangtua sehingga salah satu orang tua terlalu

menyayangi anaknya

 
  • c) Anak

yang

dipelihara

oleh

ibu

yang

suka

cemas,

terlalu

melindungi, dingin dan tak berperasaan

 
  • d) Ayah yang mengambil jarak dengan anaknya

 
  • e) Mengalami penolakan atau tindakan kekerasan dalam rentang hidup klien baik sebagai korban, pelaku maupun saksi

  • f) Penilaian negatif yang terus menerus dari orang tua

 

6)

Konsep

diri

:

adanya

riwayat

ideal

diri

yang

tidak

realistis,

7)

identitas diri tak jelas, harga diri rendah, krisis peran dan gambaran diri negative Motivasi: riwayat kurangnya penghargaan dan riwayat kegagalan

8) Pertahanan psikologi: ambang toleransi terhadap stres rendah dan

9)

adanya riwayat gangguan perkembangan Self control: adanya riwayat tidak bisa mengontrol stimulus yang

datang, misalnya suara, rabaan, penglihatan, penciuman, pengecapan, gerakan

c.

Social cultural

 

1)

Usia : Riwayat tugas perkembangan yang tidak selesai

2)

Gender : Riwayat ketidakjelasan identitas dan kegagalan peran

3)

gender Pendidikan : Pendidikan yang rendah, riwayat putus sekolah dan

4)

gagal sekolah Pendapatan : Penghasilan rendah

5)

Pekerjaan : Pekerjaan stresful, Pekerjaan beresiko tinggi

6)

Status sosial : Tuna wisma, Kehidupan terisolasi

7) Latar belakang Budaya : Tuntutan sosial budaya seperti

paternalistik dan adanya stigma masyarakat, adanya kepercayaan

terhadap hal-hal magis dan sihir serta adanya pengalaman

8)

keagamaan Agama dan keyakinan : Riwayat tidak bisa menjalankan aktivitas

9)

keagamaan secara rutin dan kesalahan persepsi terhadap ajaran agama tertentu Keikutsertaan dalam politik: riwayat kegagalan dalam politik

10) Pengalaman

sosial

:

Perubahan

dalam

kehidupan,

misalnya

bencana, perang, kerusuhan, perceraian dengan istri, tekanan dalam

pekerjaan dan kesulitan mendapatkan pekerjaan 11) Peran sosial: Isolasi sosial khususnya untuk usia lanjut, stigma

yang negatif dari masyarakat, diskriminasi, stereotype, praduga negative

  • 2. Factor presipitasi a.

Nature Enam bulan terakhir terjadi hal-hal berikut ini:

1)

Faktor biologis : kurang nutrisi, Ada gangguan kesehatan secara

2)

umum (menderita penyakit jantung, kanker, mengalami trauma kepala atau sakit panas hingga kejang-kejang), sensitivitas biologi (terpapar obat halusinogen atau racun, asbestosis, CO) Faktor psikologis : mengalami hambatan atau gangguan dalam

3)

ketrampilan komunikasi verbal, ada kepribadian menutup diri, ada pengalaman masa lalu tidak menyenangkan (misalnya: menjadi korban aniaya fisik, saksi aniaya fisik maupun sebagai pelaku, konsep diri yang negatif (harga diri rendah, gambaran citra tubuh, keracuan identitas, ideal diri tidak realistis, dan gangguan peran), kurangnya penghargaan, pertahanan psikologis rendah (ambang toleransi terhadap stres rendah), self control (ada riwayat terpapar stimulus suara, rabaan, penglihatan, penciuman dan pengecapan, gerakan yang berlebihan dan klien tidak bisa mengontrolnya Faktor social budaya : usia, gender, pendidikan rendah/putus atau gagal sekolah, pendapatan rendah, pekerjaan tidak punya, status social jelek (tidak terlibat dalam kegiatan di masyarakat, latar belakang budaya, tidak dapat menjalankan agama dan keyakinan,

keikutsertaan dalam politik tidak bisa dilakukan, pengalaman sosial

buruk, dan tidak dapat menjalankan peran sosial.

  • b. Origin 1) Internal :Persepsi individu yang tidak baik tentang dirinya, orang lain dan lingkungannya.

2)

Eksternal : Kurangnya dukungan keluarga, masyarakat, dan kurang dukungan kelompok/teman sebaya

  • c. Timing: stres terjadi dalam waktu dekat, stress terjadi secara berulang- ulang/ terus menerus

  • d. Number: Sumber stres lebih dari satu dan stres dirasakan sebagai masalah yang sangat berat.

PENILAIAN TERHADAP STRESSOR

  • 1. Kognitif : Tidak dapat berpikir logis, inkoheren, Disorientasi, Gangguan memori jangka pendek maupun jangka panjang, Konsentrasi rendah, kekacauan alur pikir, Ketidakmampuan mengambil keputusan, Fligh of idea, gangguan berbicara dan perubahan isi pikir

  • 2. Afektif : Tidak spesifik, reaksi kecemasan secara umum, kegembiraan yang berlebihan, kesedihan yang berlarut dan takut yang berlebihan, curiga yang berlebihan dan defensif sensitif

  • 3. Fisiologis : pusing, kelelahan, keletihan, denyut jantung meningkat, keringat dingin, gangguan tidur, muka merah/tegang, frekuensi napas meningkat, ketidakseimbangan neurotransmitter dopamine dan serotonine

  • 4. Perilaku : Berperilaku aneh sesuai dengan isi halusinasi, berbicara dan tertawa sendiri, daya tilik diri kurang, kurang dapat mengontrol diri, penampilan tidak sesuai, Perilaku yang diulang-ulang, menjadi agresif, gelisah, negativism, melakukan pekerjaan dengan tidak tuntas, gerakan katatonia, kaku, gangguan ekstrapiramidal, gerakan mata abnormal, grimacvin, gaya berjalan abnormal, komat-kamit, menggerakkan bibir tanpa adanya suara yang keluar

  • 5. Social : Ketidakmampuan untuk berkomunikasi, acuh dengan lingkungan, penurunan kemampuan bersosialisasi, paranoid, personal higiene jelek, sulit berinteraksi dengan orang lain, tidak tertarik dengan kegiatan yang sifatnya menghibur, penyimpangan seksual dan menarik diri.

SUMBER KOPING

  • 1. Personal ability : Ketidakmampuan memecahkan masalah, ada gangguan dari kesehatan fisiknya, ketidakmampuan berhubungan dengan orang lain, pengetahuan tentang penyakit dan intelegensi yang rendah, identitas ego yang tidak adekuat.

  • 2. Social support : Hubungan antara individu, keluarga, kelompok, masyarakat tidak adekuat, komitmen dengan jaringan sosial tidak adekuat

  • 3. Material asset : Ketidakmampuan mengelola kekayaan, misalnya boros atau santa pelit, tidak mempunyai uang untuk berobat, tidak ada tabungan, tidak memiliki kekayaan dalam bentuk barang, tidak ada pelayanan kesehatan dekat tempat tinggal

  • 4. Positif belief : Distress spiritual, tidak memiliki motivasi, penilaian negatif terhadap pelayanan kesehatan, tidak menganggap itu suatu gangguan

MEKANISME KOPING

 
  • 1. Konstruktif

  • 2. Destruktif

Regresi

Proyeksi

Denial

Withdrawal

III.

A. POHON MASALAH

Resiko mencederai diri sendiri dan orang lain

1. Personal ability : Ketidakmampuan memecahkan masalah, ada gangguan dari kesehatan fisiknya, ketidakmampuan berhubungan dengan orang

Gangguan persepsi sesuai halusinasi

1. Personal ability : Ketidakmampuan memecahkan masalah, ada gangguan dari kesehatan fisiknya, ketidakmampuan berhubungan dengan orang

Isolasi sosial atau menarik diri

B. MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI TANDA DAN GEJALA

Tanda dan gejala halusinasi dinilai dari hasil observasi terhadap

pasien serta ungkapan pasien. Tanda dan gejala pasien halusinasi adalah sebagai berikut:

a.

Data Obyektif

 

Bicara atau tertawa sendiri.

Marah-marah tanpa sebab.

Memalingkan muka ke arah telinga seperti mendengar sesuatu

Menutup telinga.

Menunjuk-nunjuk ke arah tertentu.

Ketakutan pada sesuatu yang tidak jelas.

Mencium sesuatu seperti sedang membaui bau-bauan tertentu.

Menutup hidung.

Sering meludah.

Muntah.

Menggaruk-garuk permukaan kulit.

b. Data Subyektif: Pasien mengatakan :

Mendengar suara-suara atau kegaduhan.

Mendengar suara yang mengajak bercakap-cakap.

Mendengar suara menyuruh melakukan sesuatu yang berbahaya.

Melihat bayangan, sinar, bentuk geometris, bentuk kartun, melihat

hantu atau monster. Mencium bau-bauan seperti bau darah, urin, feses, kadang-kadang

bau itu menyenangkan. Merasakan rasa seperti darah, urin atau feses

Merasa takut atau senang dengan halusinasinya.

Mengatakan sering mendengar sesuatu pada waktu tertentu saat

sedang sendirian. Mengatakan sering mengikuti isi perintah halusinasi.

IV.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung dan

peraba)

V. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

  • 1. Intervensi ditujukan ke klien

a.

1)

Tujuan Pasien mampu mengenali halusinasi yang dialaminya: isi,

2)

frekuensi, waktu terjadi, situasi pencetus, perasaan, respon. Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.

3)

Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara menggunakan

obat.

4)

Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap.

5)

Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara melakukan

aktifitas.

b.

Tindakan Keperawatan

1)

Mendiskusikan dengan pasien isi, frekuensi, waktu terjadi, situasi

2)

pencetus, perasaan, respon terhadap halusinasi. Menjelaskan dan melatih cara mengontrol halusinasi:

 
  • a. Menghardik halusinasi Menjelaskan cara menghardik halusinasi, memperagakan cara menghardik, meminta pasien memperagakan ulang, memantau penerapan cara ini, dan menguatkan perilaku pasien.

  • b. Menggunakan obat secara teratur Menjelaskan pentingnya penggunaan obat, jelaskan bila obat tidak digunakan sesuai program, jelaskan akibat bila putus obat, jelaskan cara mendapat obat/ berobat, jelaskan cara menggunakan obat dengan prinsip 6 benar (benar jenis, guna, frekuensi, cara, kontinuitas minum obat).

  • c. Bercakap –cakap dengan orang lain.

  • d. Melakukan aktifitas yang terjadual. Menjelaskan pentingnya aktifitas yang teratur, mendiskusikan aktifitas yang biasa dilakukan oleh pasien, melatih pasien melakukan aktifitas, menyusun jadual aktifitas sehari–hari sesuai dengan jadualyang telah dilatih, memantau jadual pelaksanaan kegiatan, memberikan reinforcement.

2, Tindakan Keperawatan Halusinasi (Keluarga)

a.

Tujuan

1)

Keluarga mampumengenal masalah merawat pasien dirumah.

2)

Keluarga mampu menjelaskan halusinasi (pengertian, jenis, tanda dan

3)

gejala halusinasi dan proses terjadinya). Keluarga mampu merawat pasien dengan halusinasi.

4)

Keluarga mampu menciptakan lingkungan

5)

Keluarga mampu mengenal tanda dan gejala kambuh ulang.

6) Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk follow-up

 

pasien dengan halusinasi.

b.

Tindakan keperawatan

1)

Diskusikan masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat pasien.

2) Berikan penjelasan kesehatan meliputi : pengertian halusinasi, jenis halusinasi yang dialami, tanda dan gejala halusinasi, prosesterjadinya halusinasi.

3)

Jelaskan dan latih cara merawat anggota keluarga yang mengalami halusinasi: menghardik, minum obat, bercakap- cakap,melakukan aktivitas.

4)

Diskusikan

cara

menciptakan

lingkungan yang dapat mencegah

5)

terjadinya halusinasi. Diskusikan tanda dan gejala kekambuhan.

6)

Diskusikan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk

follow-up anggota keluarga dengan halusinasi.

DAFTAR PUSTAKA

Doenges, M.E, Townsend, M.C dan Moorhouse, M.F. (2007). Rencana Asuhan Keperawatan Psikiatri. Edisi 3. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Keliat, B.A dan Akemat. (2010). Model Praktik Keperawatan Profesional Jiwa. Cetakan I. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC NANDA, (2011). Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2009-2011. Cetakan 2011. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Townsend. M.C, (2010). Buku Saku Diagnosis Keperawatan Psikiatri Rencana Asuhan & Medikasi Psikotropik. Edisi 5. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

STRATEGI PELAKSANAAN TNDAKAN KEPERAWATAN PADA PASIEN “HALUSINASI

STRATEGI PELAKSANAAN TNDAKAN KEPERAWATAN PADA PASIEN “HALUSINASI ” DISUSUN OLEH : FAIZAL DENI S (470.113.081) AKADEMI

DISUSUN OLEH :

FAIZAL DENI S

(470.113.081)

AKADEMI KEPERAWATAN MADIUN TAHUN AKADEMIK 2015/2016

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PERTEMUAN I

A. PROSES KEPERAWATAN

  • 1. Kondisi klien Pasien tampak tenang dan kooperatif

  • 2. Diagnosa Keperawatan Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung dan peraba)

  • 3. Tujuan Khusus

    • a. Pasien dapat mengenal halusinasi

    • b. Pasien dapat mengontrol halusinasi dengan menghardik halusinasi

  • 4. Tindakan Keperawatan

    • 1. Identifikasi halusinasi : isi, frekuensi, waktu terjadi, situas pencetus,

  • 2.

    perasaaan,respon

    Jelaskan

    cara

    mengontrol

    halusinasi

    :

    melakukan kegiatan ........

    sesuaikan

    tujuan

    hardik,

    bercakap-cakap

    • 3. Latih cara mengontrol halusinasi dengan menghardik

    • 4. Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik

    B. STRATEGI

    KOMUNIKASI

    DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN

    KEPERAWATAN

    ORIENTASI

    • 1. Salam Terapeutik Selamat pagi, Pak. Perkenalkan, nama saya

    .......

    ,

    panggil saja

    ........

    Nama

    Bapak siapa? Senang dipanggil apa?

    Evaluasi Apa yang Bapak rasakan saat ini?

    Validasi Apa yang Bapak sudah lakukan?

    • 2. Kontrak (Topik, Waktu, Tempat) Nah, bagaimana kalau kita mengobrol di teras depan selama 30 menit tentang apa yang terjadi di rumah sehingga Bapak dibawa ke sini dan saya akan

    mengajarkan cara mengontrol suara-suara yang Bapak dengar selama ini agar suara-suara tadi bisa berkurang atau bahkan tidak terdengar lagi.

    KERJA

    Coba Bapak ceritakan apa yang terjadi di rumah sehingga Bapak di bawa ke

    sini? Jadi, Bapak mendengar suara-suara ya? Apa yang suara-suara itu katakan kepada Bapak? Kapan suara-suara itu terdengar? Seberapa sering Bapak mendengar suara-suara itu? Apa yang Bapak rasakan saat suara-suara itu

    terdengar? Apakah cara yang Bapak lakukan mengurangi suara-suara tadi? Nah, apa yang Bapak alami dan rasakan adalah halusinasi. Ada empat cara menghilangkan suara-suara tadi yaitu menghardik, minum obat, bercakap- cakap dan melakukan aktifitas. Sekarang kita akan belajar satu cara untuk menghilangkan suara-suara tadi yaitu menghardik. Nah sekarang bayangkan suara itu terdengar oleh Bapak. Cara menghardiknya adalah seperti ini:

    menghardik dalam hati dengan mengatakan “Pergi

    ..

    !

    kamu suara palsu/suara

    tidak jelas/suara mengganggu. Saya tidak mau mendengar

    !,

    jika masih

    .. seperti ada suara yang ada ditelinga maka boleh sambil menutup telinga

    Sekarang saya akan memperagakan caranya. Bayangkan suara-suara itu terdengar, kemudian saya lakukan seperti ini (peragakan cara menghardik).

    Nah sekarang coba Bapak lakukan kembali seperti yang telah saya ajarkan

    tadi. Bagus Pak

    ....

    coba

    ulangi sekali lagi

    ...

    Betul

    Pak.

    TERMINASI

    • 1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan Evaluasi Subjektif Bagaimana perasaan Bapak setelah tadi latihan cara menghardik suara-suara? Evaluasi Objektif Apa yang telah Bapak pelajari tadi?coba ceritakan (boleh mencoba lagi)

      • 2. Rencana Tindak Lanjut (planing klien )

    Berapa kali Bapak mau latihan menghardik? Bagaimana kalau tiga kali sehari? Bagaimana kalau jam 08.00 – 12.00-17.00 dan jika suara-suara tadi terdengar? Kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian Bapak ya ...

    • 3. Kontrak yang akan datang (topik, waktu, tempat) Bagaimana kalau besok kita ketemu lagi di sini jam 10.00 pagi untuk berbincang-bincang cara kedua mengatasi suara-suara tadi? Sampai ketemu besok Pak. Selamat siang.

    STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PERTEMUAN II

    A.PROSES KEPERAWATAN

    1.

    Kondisi klien

    Pasien tampak tenang dan kooperatif

    2.

    Diagnosa Keperawatan

    Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung dan peraba)

    3.

    Tujuan Khusus

    Pasien dapat menerapkan,mengontrol halusinasi dengan cara yang sudah

    diajarakan yaitu dengan cara menghardik

    Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara minum obat

    4.

    Tindakan Keperawatan

    • 1. Evaluasi kegiatan menghardik.Beri pujian

    • 2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan obat (jelaskan 6 benar:jenis,guna,dosis,frekuensi,cara,kontinuitas minum obat)

    • 3. Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik dan minum obat

    B.STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

    ORIENTASI

    1.Salam Terapeutik Selamat pagi Pak/Bu ..... Evaluasi

    Bagaimana perasaannya hari ini?,apakah tanda dan gejala halusinasinya masih

    ada atau sudah berkurang

    baik, apa Pak/Bu

    masih mendengar bisikan,

    , frekuensinya apa masih sering, waktunya masih malam, saat sendirian, perasaan takut/ cemas/ terancam/ senang, masih mengikuti isi bisikan

    ..

    ....

    Validasi

    Bagaimana latihan menghardiknya sudah dicoba? Apa ada kesulitan? Berapa

    kali dicoba? Apa manfaatnya yang Pak/Bu

    Pak/Bu ...

    rasakan?Bagus

    ... sudah melatihnya dan merasakan manfaatnya

    sekali ternyata

    3.Kontrak (Topik, Waktu, Tempat)

    Bagaimana jika sekarang kita latih cara kedua mengontrol halusinasi dengan

    menggunakan obat?

    Kita

    latihannya didepan saja, setuju?Bagaimana jika 15

    Tujuannya

    supaya Pak Agus teratur minum obat dan

    tidak lupa minum obat, kemudian halusinasinya bisa dicegah

    KERJA

    Baik Pak/Bu

    ,

    cara kedua mengontrol halusinasi adalah dengan menggunakan

    obat. Untuk itu Bapak harus tahu 6 benar tentang obat (benar jenis, guna, dosis,

    frekuensi, cara, dan kontinuitas minum obat)…, nah kalau Pak/Bu

    obatnya ada 3

    ... jenis warnanya putih, pink, dan orange. Yang putih namanya THP gunanya untuk supaya tidak kaku, pink namanya HP gunanya supaya tidak mendengar bisikan,

    dan orange namanya CPZ gunanya supaya lebih rileks dan bisa istirahat tidur. Obatnya diminum 3 x sehari (pagi jam 07.00, siang jam 13.00, dan malam jam 20.00). nah…, supaya tidak terjadi putus obat sebaiknya 2 hari sebelum obat habis Bapak harus kontrol ulang guna mendapatkan obat lagi… bagaimana apa Pak

    /Bu

    sudah mengerti?

    ,

    bagus sekali… baik sekarang kita buat jadwal minum

    ..... obatnya dan kita masukan dalam jadual kegiatan harian bapak supaya tidak lupa ..

    ..

    TERMINASI

    • 1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan Evaluasi Subjektif Bagaimana perasaan Bapak/Ibu

    ...

    setelah

    kita latihan tentang obat?

    Evaluasi Objektif

    Coba Pak/Bu

    sebutakan

    jenis, guna, dosis, frekuensi, cara, dan kontinuitas

    ...

    sudah

    mengerti tentang obat yang dapat

    ... minum obat…. Bagus sekali Pak/Bu

    mengontrol halusinasi

    • 2. Rencana Tindak Lanjut (planing klien )

    Baik Pak./Bu

    ,nanti

    coba

    latihan

    sendiri

    ya

    menggunakan

    obat

    untuk

     

    bisa

    minum

    obat

    sesuai

    dengan

    jadual yang telah kita buat

    • 3. Kontrak yang akan datang (topik, waktu, tempat) Besok pagi kita akan bertemu lagi untuk melihat manfaat bercakap-cakap,dan berlatih cara yang ke 4 untuk mengotrol hallusinasi dengan mekukan aktifitas,apa yang akan kita lakukan oh

    ..

    baiklah

    besok kita akan merapihkan

    tempat tidur dan membereskan meja makan ya,mau jam berapa? Mau dimana? Baiklah samapai bertemu besok ya.selamat pagi ...

    STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PERTEMUAN III

    A.PROSES KEPERAWATAN

    • 1. Kondisi klien Pasien tampak tenang dan kooperatif

    2.

    Diagnosa Keperawatan

    Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung

    dan peraba)

    3.

    Tujuan Khusus

    Pasien dapat menerapkan,mengontrol halusinasi dengan cara yang sudah

    diajarakan yaitu dengan cara menghardik,minum obat Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap

    4.

    Tindakan Keperawatan

    • 1. Evaluasi kegiatan latihan menghardik sdan minum obat.Beri pujian

    • 2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap saaat terjadi halusinasi

    • 3. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik,minum obat dan bercakap-cakap

    B.STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

    ORIENTASI

    1.Salam Terapeutik Selamat pagi,Pak/Bu

    ...

    masih

    ingat dengan saya?

    Selama 30 menit kita akan bercakap-cakap tentang masalah yang Bapak/Ibu ..

    rasakan,di tempat ini ya pak/bu ...

    Evaluasi Baiklah Pak/Bu

    ..

    ,bagaimana

    perasaan Bapak/Ibu

    ..

    hari ini?Apakah Bapak/Ibu

    ... dengar hari ini?

    masing sering mendengar suara-suara?berapa kali Bapak/Ibu

    saat kondisi apa bapak/ibu

    .. dengar suara tersebut? apa yang bapak/ibu

    ... telah melakukan apa yang

    ... rasakan ketika suara itu datang,apakah Bapak/Ibu

    ... sudah kita pelajari dua hari yang lalu. Bagaimana apakah dengan menghardik

    suara-suara yang Bapak/Ibu

    ...

    dengar berkurang?apakah Bapak/Ibu

    ...

    sudah

    minum obat hari ini? Validasi

    Baiklah Pak/Ibu

    ,tadi

    bapak mengatakan kalau Bapak/Ibu

    sudah melakukan

    praktekan

    .. mengahardik saat suara-suara itu datang,sekarang coba Bapak/Ibu

    ..

    kembali bagaimana bapak/ibu

    ...

    melakukannya?

    bagus

    ... sekali,coba sekarang

    Bapak/Ibu

    ...

    perlihatkan pada suster jadwal kegiatan latihan mengahardik yang

    Bapak/Ibu

    ...

    lakukan,bagus sekali

    ...

    ,hari

    ini Bapak/Ibu

    ...

    sudah minum obat?

    berapa obat yang

    bapak

    minum?coba

    tolong

    sebutkan

    lagi

    hari

    ini

    Bapak/Ibu

    minum

    obat apa saja? warnanya apa?

    bagus

    sekali.

    ... minum obat setiap hari?

    ...

    berapa

    kali Bapak/Ibu

    ...

    3.Kontrak (Topik dan tujuan) Baiklah, pada hari ini kita akan belajar cara yang ketiga dari cara mengendalikan

    hallusinasi/suara-suara yang Bapak/Ibu

    dengar

    yaitu dengan bercakap-cakap.

    ... Tujuannya agar suara yang bapak dengar semakin berkurang,bagaimana

    Bapak/Ibu ? ...

    KERJA

    ... alihkan dengan mengajak orang lain bercakap-cakap,topiknya bisa apa saja yang Caranya begini Pak/Bu ... ,ketika
    ...
    alihkan dengan mengajak orang lain bercakap-cakap,topiknya bisa apa saja yang
    Caranya begini Pak/Bu
    ...
    ,ketika
    bapak mendengar suara-suara,coba Bapak/Ibu
    Bapak/Ibu
    ...
    sedang mendengar suara-suara
    sukai,dengan cara contohnya begini
    ..
    ”Tolong,saya
    ingin bicara
    ..
    saya
    ...
    ayo
    kita
    bercakap-cakap”. Kalau Bapak/Ibu
    ...
    di
    rumah dan mendengar suara-suara tersebut Bapak/Ibu
    ...
    bisa
    mengajak keluarga di

    rumah untuk bercakap-cakap,misalnya dengan ibu.contohnya begini

    ”ibu

    saya

    mendengar suara-suara ayo kita bercakap-cakap”

    nah

    /Ibu

    ...

    mengerti?coba

    sekarag

    Bapak/Ibu

    ...

    praktikan

    ajarkan

    ...

    bagus

    bagus

    sekali.

    TERMINASI

     
    • 1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan Evaluasi Subjektif

    Bagaimana perasaan Bapak/Ibu

    setelah

    ... suara-suara dengan bercakap-cakap?

    kita berlatih tentang cara mengontrol

    Evaluasi Objektif Jadi sudah berapa cara yang kita latih untuk mengontrol suara-suara?coba

    sebutkan? bagus

    ...

    (jika

    benar)

    • 2. Rencana Tindak Lanjut (planing klien )

    Mari sekarang kita masukan ke jadwal harian Bapak/Ibu

    bapak/ibu

    mau latihan bercakap-cakap

    lakukan

    ... berapa? jangan lupa Bapak/Ibu

    oh

    ya berapa kali

    ... 2 kali ya!jam berapa?dengan jam

    3 cara yang sudah kita pelajari agar

    hallusinasi tidak menggangu Bapak/Ibu

    lagi

    ya!

    • 3. Kontrak yang akan datang (topik, waktu, tempat) Besok pagi kita akan bertemu lagi untuk melihat manfaat bercakap-cakap,dan berlatih cara yang ke 4 untuk mengotrol halusinasi dengan mekukan aktifitas,apa yang akan kita lakukan oh

    baiklah

    besok kita akan merapihkan

    .. tempat tidur dan membereskan meja makan ya,mau jam berapa? Mau dimana?

    Baiklah samapai bertemu besok ya.selamat pagi ...

    STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PERTEMUAN IV

    A.PROSES KEPERAWATAN

    • 1. Kondisi klien Pasien tampak tenang dan kooperatif

    • 3. Diagnosa Keperawatan Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung dan peraba)

    4.

    Tujuan Khusus

    • a. Pasien dapat menerapkan mengontrol halusinasi dengan cara yang sudah diajarkan : menghardik, minum obat dan bercakap-cakap

    • b. Pasien dapat mengontrol halusinasi dengan melakukan aktifitas

    • 5. Tindakan Keperawatan

      • 1. Evaluasi kegaitan latihan menghardik, obat-obat dan bercakap-cakap, berikan pujian.

      • 2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan harian

      • 3. Masukan pada jadal kegiatan untuk latihan menghardik, minum obat, bercakap-cakap dan kegiatan harian

    • B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN

    KEPERAWATAN

    ORIENTASI

    • 1. Salam Terapeutik Selamat pagi,Pak masih ingat dengan saya? Evaluasi Baiklah Pak Agus,bagaimana perasaan Bapak hari ini?Apakah Bapak masing sering mendengar suara-suara?berapa kali Bapak dengar hari ini? saat kondisi apa bapak dengar suara tersebut? apa yang bapak rasakan ketika suara itu datang,apakah Bapak telah melakukan apa yang sudah kita pelajari dua hari yang lalu. Bagaimana apakah dengan menghardik suara- suara yang Bapak dengar berkurang?apakah Bapak sudah minum obat hari ini?lalu apakah sudah mencoba latihan bercakap-cakap dengan orang lain tentang suara yang didengarnya Validasi Baiklah Pak Agus,tadi bapak mengatakan kalau Bapak sudah melakukan mengahardik saat suara-suara itu datang,sekarang coba Bapak praktekan kembali bagaimana bapak melakukannya?

    bagus

    sekali,coba sekarang

    .. Bapak perlihatkan pada suster jadwal kegiatan latihan mengahardik yang

    Bapak lakukan,bagus sekali

    ...

    ,hari

    ini Bapak sudah minum obat?berapa

    obat yang bapak minum?coba tolong sebutkan lagi hari ini Bapak minum

    obat apa saja? warnanya apa?

    ...

    berapa

    kali Bapak minum obat setiap

    hari?

    ...

    bagus

    sekali.

    2.

    Kontrak (Topik dan tujuan)

    Baiklah, pada hari ini kita akan belajar cara yang keempat dari cara

    mengendalikan hallusinasi/suara-suara yang Bapak dengar yaitu dengan

    melakukan kegiatan yang sudah terjadwal . Tujuannya agar suara yang

    bapak dengar semakin berkurang,bagaimana Bapak?Selama 30 menit kita

    akan bercakap-cakap tentang masalah yang Bapak rasakan,di tempat ini ya

    pak

    KERJA

    Caranya begini Pak,ketika bapak mendengar suara-suara,coba Bapak alihkan

    dengan melakukan kegiatan yang sudah rutin/terjadwal bapak lakukan

    ,kegiatan bisa apa saja yang Bapak sukai,dengan cara contohnya begini ”jika ..

    muncul suara-suara segera bapak merapikan tempat tidur sendiri atau

    membereskan meja makan ”. nah bagamana Bapak mengerti?coba sekarag

    Bapak praktikan cara yang tadi sudah di ajarkan

    ...

    bagus

    ..

    bagus

    sekali

    ..

    FASE TERMINASI

    TERMINASI

    • 1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan Evalusi Subyektif Bagaimana perasaan Bapak setelah kita berlatih tentang cara mengontrol suara-suara dengan melakukan kegiatan rutin/harian ? Evaluasi obyektif Jadi sudah berapa cara yang kita latih untuk mengontrol suara-suara?coba sebutkan? bagus

    ...

    (jika

    benar)

    2. Tindak Lanjut Klien

    Mari sekarang kita masukan ke jadwal harian Bapak ya berapa kali bapak

    mau latihan melakukan kegiatan rutin harian ...

    oh

    2 kali ya!jam berapa?

    dengan jam berapa? jangan lupa Bapak lakukan 4 cara yang sudah kita

    pelajari agar hallusinasi tidak menggangu Bapak lagi ya!

    • 3. Kontrak Akan datang (topik,waktu,tempat)

    Besok pagi kita akan bertemu lagi untuk meliha tmanfaat latihan untuk

    mengotrol hallusinasi, mau jam berapa? Mau dimana?Baiklah samapai

    bertemu besok ya. Selamat pagi ...

    STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

    PADA KELUARGA PASIEN DENGAN HALUSINASI

    PERTEMUAN I

    A.PROSES KEPERAWATAN

    • 1. Kondisi klien

    Pasien tampak tenang dan kooperatif

    • 2. Diagnosa Keperawatan

    Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung

    dan peraba)

    • 3. Tujuan Khusus

      • a. Keluarga dapat mengeturakan masalah yang dihadapi ketika merawat pasien

      • b. Keluarga dapat mempraktekan cara merawat halusinasi dengan cara menghardik

  • 4. Tindakan Keperawatan

    • 1. Diskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien

    • 2. Jelaskan pengertian tanda dan gejala dan proses terjadinya halusinasi

    • 3. Jelaskan cara merawat halusinasi

    • 4. Latih cara merawat halusinasi : hardik

    • 5. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberi pujian

  • B. STRATEGI

    KOMUNIKASI

    DALAM

    PELAKSANAAN

    TINDAKAN

    KEPERAWATAN

    ORIENTASI

    • 1. Salam Terapeutik Selamat pagi Bu,perkenalkan nama saya suster ... Evaluasi Baiklah bu,bagaimana perasaan ibu hari ini?selama ini apakah yang terjadi dengan bapak ? Apakah masing sering mendengar suara-suara? berapa kali dengar hari ini? saat kondisi apa dengar suara tersebut? apa yang dirasakan dan di ungkapkan pada ibu ketika suara itu datang,apa yang Bapak lakukan saat suara itu datang bu? Validasi Apakah ibu sudah mengetahui apa yang di alami anaknya ?dan bagaimana cara merawatnya?

    Baiklah, pada hari ini kita akan bercakap-cakap tentang masalah yang di

    alami Bapak dan bagaimana cara merawatnya. Tujuannya untuk membantu

    pak agus agar suara yag didengar semakin berkurang.Selama 30 menit kita

    akan bercakap-cakap tentang masalah yang dialami oleh pak agus dan cara

    merawatnya,di tempat ini ya bu.

    KERJA

    Selama ini apa yang terjadi dengan Bapak ?

    ..

    oh

    jadi tina sering tertawa sendiri ya

    bu,dan kadang marah tanpa sebab.baik ibu gejala yang dialami tina itu dinamakan

    hallusinasi yaitu mendengar atau memlihat sesuatu yang sebetulnya tidak ada

    benda dan.wujudnya. jadi ketika tina mengatakan mendengar sura-suara

    sebenarnya suara itu tidak ada,kalau tina mengatakan melihat bayangan ,bayangan

    itu tidak ada. kalau tina sedang mangalami kondisi seperti itu ibu jangan

    menyetujui atau menyanggah tentang apa yang diceritakan oleh tina,dengarkan

    saja

    ...

    dan

    katakan pada tina untuk tidak mendengar dan melihat bayangan

    itu.ingatkan tina cara mengontrol suara dan bayanagn itu dengan cara menghardik

    yang pernah saya ajarkan padanya,caranya begini bu “dengan menyuruh suara itu

    pergi dengan mengatakan pergi

    ..

    pergi

    kamu suara palsu dan bayangan palsu

    jangan ganggu saya”bagaimana ibu bisa melakukannya? Coba sekarang ibu

    lakukan

    ...

    o

    ..

    baik

    bagus sekali

    jangan

    ..

    lupa selalu beri pujian pada tina setiap dia

    bisa melakukan cara mengntrol hallusinasi.Nah ibu sudah ada 3 cara yang lain

    yang pernah di ajarkan pada pak agus untuk mengontrol suara tersebut yaitu

    dengan minum obat,bercakap-cakap,dan melakukan kegiatan.

    TERMINASI

    • 1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan Evalusi Subyektif Bagaimana perasaan ibu setelah kita berdiskusi dan berlatih tentang cara mengontrol suara-suara dengan menghardik? Evaluasi obyektif Jadi ibu sudah tahu ya apa yang terjadi pada agus,coba ibu ulangi apa yang yang di alami bapak.tadi kita sudah berlatih satu cara mengendalikan suara dan bayangan itu ya bu dengan cara menghardik

    ..

    coba

    bisa ibu ulangi lagi

    bagaimana caranya

    ..

    bagus ...

    • 2. Tindak lanjut klien

    Jangan lupa bu,selalu ingatkan agus untuk berlatih cara mengontrol

    hallusnasi sesuai dengan jadwal yang telah di buat tina

    ..

    dan

    setiap munul

    suara/bayangan,jangan lupa selalu beri pujian setip agus berhasil

    melakukakannya.

    • 3. Kontrak Akan datang (topik,waktu,tempat) Minggu depan saat saya berkunjung lagi,kita akan berdiskusi dan berlatih tentang cara mengontrol hallusinasi yang lain yaitu tentang minum obat.sampai bertemu minggu depan ya bu

    ...

    selamat siang.

    STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

    PADA KELUARGA PASIEN DENGAN HALUSINASI

    PERTEMUAN II

    A.PROSES KEPERAWATAN

    1.

    Kondisi klien

     

    Pasien tampak tenang dan kooperatif

     

    2.

    Diagnosa Keperawatan

     

    Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung

    dan peraba)

     

    3.

    Tujuan Khusus

     

    a.

    Keluarga mampu melatih pasien menghardik

     

    b.

    Keluarga dapat membimbing meminum obat pada pasien dengan

    prinsip 6 benar

     

    4.

    Tindakan Keperawatan

     

    1.Evaluasi

    kegiatan

    keluarga

    dalam

    merawat

    atau

    melatih

    pasien

    menghardik

    2.Jelaskan 6 benar cara memberikan obat

    3.Latih cara memberikan atau membimbing minum obat

    4.anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberi pujian

    C. STRATEGI

    KOMUNIKASI

    DALAM

    PELAKSANAAN

    TINDAKAN

    KEPERAWATAN

    ORIENTASI

    • 1. Salam Terapeutik Assalamualaikum bu, masih ingat dengan saya. Evaluasi “Bagamana keadaan Pak Agus hari ini bu? Apakah halusinasinya masih ada? Apakah Pak Agus telah melakukan apa yang telah kita pelajari dua hari yang lalu? Bagaimana apakah dengan menghardik suara-suara yang didengar oleh suami ibu bisa berkurang? Validasi Bagus, sekarang coba praktikkan lagi bagaimana ibu melatih Pak Agus untuk melakukannya. Bagus sekali bu. Coba sekarang saya lihat jadwal kegiatan latihan menghardik yang Pak Agus telah lakukan. Bagus sekali“

    Baiklah pada hari ini kita akan belajar cara yang kedua dari empat cara

    mengendalikan suara-suara yang muncul yaitu dengan minum obat teratur

    KERJA

    Baiklah bu, cara kedua yang dilakukan untuk mengatasi halusinasi adalah

    dengan minum obat secara teratur. Saya sudah mejelaskan kepada Pak Agus

    tentang pengertian dari obat dan cara minum obat dengan benar, menjelaskan

    tujuan dan manfaat dari minum obat secara benar dalam menghilangkan atau

    mengontrol halusinasi, menjelaskan media atau alat yang dibutuhkan selama

    melakukan meminum obat dengan benar, menjelaskan satu persatu jenis obat

    yang diminum oleh klin. Jadi ibu, bentuk obat dan warna dari obat itu

    bermacam-macam, serta berbeda manfaat dari obat tersebut. Misalnya:

    Chlorpromazin sering disingkat CPZ, warnanya orange, bentuk tablet,

    manfaatnya untuk mempermudah tidur dan menenangkan emosi/perasaan Pak

    Agus. Haloperidol sering disingkat HPD, bentuknya tablet, yang warnanya

    pink/jambon kandungannya 5 mg dan yang warnanya putih kandungannya 1,5

    mg, gunanya untuk membantu mengontrol atau menghilangkan suara-suara

    yang didengar dan mengontrol perasaan ingin marah dan jengkel. Resperidon,

    sering disingkat RPD, kandungannya 2 mg, bentuknya tablet, warnanya krem

    agak coklat muda, gunanya selain untuk menghilangkan atau mengontrol

    halusinasi juga dapat menghilangkan perasaan malu, minder dan malas

    beraktifitas). Kemudian efek samping yang dapat muncul akibat dari

    pemberian obat tersebut seperti, efek samping yang dirasakan adalah: banyak

    keluar air ludah, bibir kering, tangan dan jari gemetar/ndredek, badan terasa

    kaku/jalan seperti robot, ada gerakan tidak terkontrol pada mulut dan rahang

    serta bahu, kadang sulit buang air besar, bola mata melotot ke atas. Untuk

    menghilangkan efek samping tersebut diberikan obat triheksipenidil sering

    disingkat THP, kandungannya 2 mg. Dosis dan aturan minum obat yang

    hendak diminum (waktu, frekuensi atau dosis minum obat) harus ibu

    perhatikan disesuaikan dengan kebutuhan klien. Biasanya setelah minum obat

    secara teratur Pak Agus akan merasakan badannya lebih tenang, rileks, tidak

    mudah marah/tersinggung atau halusinasi terkontrol. Kira-kira ada yang ingin

    ibu tanyakan dari penjelasan saya tadi. Jika tidak ada bertanyaan, coba bisa

    sebutkan jenis obat apa aja yang diminum oleh Pak, nama obat, bentuk, warna

    serta manfaatnya serta efek samping yang mungkin muncul. Bagus sekali bu.

    Baiklah ibu nanti bisa membantu Pak Agus untuk memasukkan jadual

    melakukan kegiatan minum obat dalam jadual kegiatan kegiatan harian Pak

    Agus.

    TERMINASI

    • 1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan Evaluasi subjektif “Bagaimana perasaan ibu setelah kita berdiskusi tadi?”

    • 2. Rencana tindak lanjut “Coba nanti ibu minta Pak Agus untuk minum obat secara mandiri (tanpa disuruh oleh keluarga ) saat waktu minum obat tiba sesuai dengan jadual minum obat.

    • 3. Kontrak pertemuan selanjutnya “Baiklah bu, minggu depan saya akan kemari lagi untuk kita berdiskusi kembali tentang bagaimana cara merawat suami ibu dengan halusinasi dengan cara yang lain, yaitu cara bercakap-cakap dan melakukan kegiatan. Saya akan datang jam 10.00 WIB ya bu. Wassalamualaikum Wr.Wb.

    STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

    PADA KELUARGA PASIEN DENGAN HALUSINASI

    PERTEMUAN III

    A.PROSES KEPERAWATAN

    • 1. Kondisi klien Pasien tampak tenang dan kooperatif

    • 2. Diagnosa Keperawatan Gangguan persepsi sensori: Halusinasi (dengar, penglihatan, penghidung dan peraba)

    • 3. Tujuan Khusus

      • a. Keluarga mampu mengenal tanda dan gejala kekambuhan halusinasi

      • b. Keluarga dapat menciptakan lingkungan yang nyaman untuk pasien

  • 4. Tindakan Keperawatan

  • 1.Evaluasi

    kegiatan

    keluarga

    dalam

    merawat

    atau

    melatih

    pasien

    menghardik dan memberikan obat

    2.Jelaskan tanda gejala kekambuhan halusinasi pada pasien

    3.Jelaskan pada keluarga untuk menciptakan lingkungan yang nyaman

    D. STRATEGI

    KOMUNIKASI

    DALAM

    PELAKSANAAN

    TINDAKAN

    KEPERAWATAN

    ORIENTASI

    • 1. Salam Terapeutik Selamat sore bu… .. Evaluasi Bagaimana perasaan ibu hari ini? Validasi Apakah anak S masih terlihat bicara sendiri?Apakah ibu sudah melakukan apa yang kita pelajari sebelumnya?

    2.

    Kontrak

    Topik

    Baik bu, sesuai kesepakatan kita sebelumnya hari ini kita akan berdiskusi

    tentang cara menciptakan lingkungan yang nyaman dan mengenal tanda dan

    gejala kekambuhan pada anak S. Tujuannya supaya keluarga mampu

    mengenal tanda- tanda jika anak S kambuh dan mampu menciptakan

    lingkungan yang nyaman untuk mengurangi kekambuhan pada anak S.

    Tempat/ waktu

    Bagaimana kalau kita berdiskusi diteras saja dan selama lebih kurang 15

    menit.

    KERJA

    Baik bu…kira- kira selama ini situasi apa saja yang membuat anak S mengalami

    halusinasi….ooobegitu, bak bu, jadi anak S akan mengalami gejala halusinasi

    pada saat sendiri, tidak ditemani dan melamun. kita akan membuat cara yang

    ketigayaitu menciptkan lingkungan yang nyaman untuk dalam mengatasi

    halusinasi pada anak S adalah dengan latih untuk melakukan kegiatan yang sudah

    diajarkan, tidak membiarkan anak S melamun dan sendiri, buat kegiatan keluarga

    bersama seperti makan bersama atau beribadah bersam . Ibu dan keluarga harus

    tanggap terhadap perubahan pada anak S, apabila muncul gejala halusinasi yaitu

    menyendiri, melamun, tertawa/berbicara sendiri, tidak mau beraktifitas, jika hal

    ini terjadi maka keluarga mengingatkan dan motivasi anak S untuk melakukan

    kegiatan yang sudah diajarkan

    TERMINASI

    • 1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawata Evaluasi Subjektif Ibu merasa senang, ada manfaat dari kegiatan yang diberikan Evaluasi Objektif Ibu mampu menyebutkan SP 3 Halusinasi

    • 2. Tindak lanjut klien

    Lanjutkan latihan sebelumnya

    Ajak anak S untuk berkumpul, berkomunikasi dengan keluarga

    Tidak membiarkan anak S sendirian dengan membuat kegiatan

    bersama

    Pantau tanda- tanda muncul halusinasi

    SP 4 Keluarga: Follow up untuk kontrol ke PKM dan rujukan