Anda di halaman 1dari 1

Happy despite pain: Pilot study of a positive psychology intervention

for patients with chronic pain


Ida K. Flink, Elke Smeets, Sofia Bergbom, Madelon L. Peters
Scandinavian Journal of Pain, 7 (2015) 7179

Berdamai dengan penyakit nyeri kronis merupakan hal yang sulit dan dapat
mempengaruhi fisiologis maupun kesejahteraan psikologis penderitanya. Oleh karena itu,
perawatan terhadap mereka harus melibatkan strategi dalam meningkatkan mood dan
mempromosikan kesejahteraan mereka salah satunya dengan cara menggunakan strategi
intervensi psikologi positif. Penelitian ini menjelaskan upaya awal untuk mengeksplorasi efek
potensial dari intervensi psikologi positif pada sampel kecil yaitu pasien yang menderita sakit
kronis dengan menggunakan single case design yang dilakukan kepada lima peserta. Para peserta
mulai mengisi laporan diri harian dan kuesioner mingguan dua minggu sebelum intervensi
dimulai, dan terus berlanjut sepanjang intervensi. Selain itu, mereka akan mengisi skala pada
pretest, posttest, dan pada tiga bulan follow-up.
Intervensi psikologi positif dilakukan 1 kali seminggu dalam 7 minggu. Intervensi yang
dilakukan : Three Good Things (menuliskan 3 hal baik yang terjadi setiap hari selama 1 minggu),
Savoring (menikmati pengalaman positif sehari-hari), Silver Lining (menemukan sesuatu yang
positif dalam pengalaman negatif dan mencoba untuk membingkai ulang situasi) dan Best
Possible Self imagery (menuliskan dan membayangkan kemungkinan diri yang terbaik).
Meskipun begitu, ada perubahan selama penelitian yaitu teknik Silver Lining (yang kembali
berfokus pada situasi negatif) kemudian diganti dengan latihan self-compassion, di mana para
peserta belajar untuk memperlakukan diri mereka sendiri dengan penuh kasih sayang. Instrumen
yang digunakan bermacam-macam diantaranya : Pain Disability Index (PDI), Satisfaction With
Life Scale (SWLS), Self-Compassion Scale (SCS-SF), Positive and Negative Affect Schedule
(PANAS), dan lain-lain.
Hasil pada penilaian pra dan pasca menunjukkan efek pada beberapa hal. Pada
pengukuran mingguan, ada kecenderungan perbaikan selama tiga peserta, sedangkan dua lainnya
pada dasarnya tidak menunjukkan perbaikan apapun. Penilaian harian yang agak sulit untuk
ditafsirkan karena variabilitas yang besar, baik antara individu maupun diri individu. Untuk
kelompok peserta secara keseluruhan, perbaikan terbesar berada di pengukuran disability dan
catastrophizing. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa intervensi psikologi positif
mungkin memiliki efek menguntungkan bagi beberapa pasien sakit kronis di awal penelitian.
Meskipun intervensi psikologi positif masih cukup terbatas jika dilakukan secara tunggal untuk
menangani pain terkait nyeri pada pasien kronis, temuan kami menunjukkan bahwa untuk
beberapa hal itu mungkin menjadi pelengkap yang menguntungkan untuk meningkatkan efek
intervensi lainnya.

Beri Nilai