Anda di halaman 1dari 13

TUGAS INDIVIDU

PROSES MENELAN

Annora Marsha
Sunparta (Stase THT
D 23)

FISIOLOGI MENELAN
Pembentukan bolus makanan dengan ukuran
dan konsistensi yang baik
Upaya sfingter mencegah terhamburnya bolus
ini dalam fase-fase menelan
Kerjasama yang baik dari m.rongga mulut
untuk mendorong bolus maknan kearah
lambung

Mencegah masuknya makanan dan minuman


ke dalam nasofaring dan laring
Mempercepat masuknya bolus makanan ke
dalam faring pada saat respirasi

Usaha untuk membersihkan kembali esofagus

PROSES MENELAN
3 FASE
1. Fase Oral
2. Fase Faringeal
3. Fase Esofageal

1. FASE ORAL
Terjadi secara sadar.
Makanan bergerak kearah posterior mulut
Lidah mendorong bolus makanan ke dalam faring
Bagian posterior lidah akan terdorong secara posterior ke dinding
faring oleh m.syloglossus dan m.hypoglossus

Kontraksi m.levator velli palatine mengakibatkan rongga pada


lekukan dorsum lidah diperluas, palatum mole akan terangkat dan
bagian atas dinding posterior faring (Passavants ridge) akan
terangkat pula
Bolus terdorong ke posterior karena lidah yang terangkat ke atas.
Terjadi penutupan nasofaring akibat kontraksi m.levator velli
palatine.
Terjadi kontraksi m.palatoglosus yang menyebabkan ismus fausium
tertutup, kontraksi m.palatofaring, sehingga bolus makanan tidak
akan berbalik ke rongga mulut.

2. FASE FARINGEAL
Fase faringeal terjadi secara refleks pada akhir fase oral
Perpindahan bolus makanan dari faring ke esofagus secara
peristaltic.
Faring dan laring bergerak ke atas oleh kontraksi m.stilofaring,
m.salfingofaring, m.tirohioid, dan m.palatofaring

Aditus laring tertutup oleh epiglottis


Ketiga sfingter laring tertutup karena kontraksi m. ariepiglotika dan
m.aritenoid oblikus.
Terjadi juga penghentian aliran udara ke laring (deglutition apnoe)
Selanjutnya bolus makanan akan meluncur ke arah esofagus
karena valekula dan sinus piriformis dalam keadaan lurus.

3. FASE ESOFAGEAL
Terjadi tidak disadari
Normal berlangsung 7-10 detik
Gelombang kontraksi normal diinisiasi dengan proses menelan
dilanjutkan penurunan bolus ke esofagus peristaltik primer
Rangsangan bolus makanan pada akhir fase faringeal terjadi
relaksasi
m.krikofaring introitus esofagus terbuka bolus makanan masuk
ke dalam esofagus

Gerakan bolus makanan di esofagus bagian atas dipengaruhi kontraksi


m.konstriktor faring inferior akhir fase faringeal
Makanan didorong ke distal oleh gerakan peristaltic esofagus.
Peristaltik sekunder gerakan dengan gelombang yang sama di esofagus
diinisiasi peregangan esofagus (bolus makanan atau akibat refluks
gastroesofagus).
Mekanisme dalam pembersihan makanan di esofagus / pembersihan akibat
refluks substansi lambung

Saat istirahat sfingter esofagus bagian bawah selalu tertutup (tekanan


rata-rata 8 mmHg > tekanan di dalam lambung) tidak terjadi
regurgitasi lambung
Pada akhir fase ini sfingter terbuka refleks ketika dimulainya peristaltic
esofagus servikal mendorong bolus makanan ke distal bolus
makanan lewat sfingter tertutup kembali