Anda di halaman 1dari 11

PANCASILA

SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA


MAKALAH PANCASILA

NAMA
NIM

: Tri Juang Adi Mastuti


: A11.2014.08066

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO


SEMARANG
2015
Kata Pengantar

Sebagai ideologi, Pancasila berperanan utama sebagai : pandangan hidup


bangsa,dasar Negara,tujuan nasional (negara).Sebagai pandangan
hidupbangsa, hakikat Pancasila diwujudkan dalam
P-4 (yang saat ini dicabut oleh MPR hasil Sidang Istimewa 1998), yang lebih
lanjut dilaksanakan dalam bentuk Anggaran-Dasar (AD) bagi masing-masing
organisasi sosial-politik (seperti Ormas, LSM, Parpol) dan Kode-Etik (KE) bagi
masing-masing organisasi profesi/keahlian (seperti IDI, PGRI, Ikahi) yang
teknis-operasionalnya berbentuk Anggaran-Rumah-Tangga (ART).
Sebagai dasar negara, hakikat Pancasila diwujudkan dalam Batang Tubuh
UUD 1945, yang lebih lanjut dilaksanakan dalam bentuk Peraturan
Perundang-undangan (Tap. MPR, UU, PP, Keppres, Perda, dst.) yang
teknisoperasionalnya berbentuk Surat-Edaran (SE) berupa Petunjuk
Pelaksanaan (Juklak) atau Petunjuk Teknis (Juknis).
Sebagai tujuan nasional bangsa, hakikat Pancasila diwujudkan dalam Garisgaris Besar daripada Haluan Negara (GBdHN) (seperti Propenas) yang lebih
lanjut dilaksanakan dalam bentuk Repetanas (seperti APBN) yang teknis
operasionalnya berupa Proyek (seperti DIP/DUK, DIK, DIKS).
Dengan demikian, hakikat pandangan hidup Pancasila berbentuk pada
norma moral bangsaIndonesia, hakikat dasar negara Pancasila berbentuk
pada norma hukum negaraIndonesia, dan hakikat tujuan nasional/negara
Pancasila berbentuk pada norma politik (kebijakan) pembangunan
nasionalIndonesia.

Daftar Isi
Halaman Judul . .................................................................................... i
Abstrak ................................................................................................ ii
Daftar Isi . ............................................................................................. iii

Bab I Pendahuluan . .............................................................................. 1


A. Latar Belakang ........................................................................... 1
B. Pembatasan Masalah . .............................................................. 1

Bab II Pembahasan . ......................................................................... 2


A. Pengertian Pancasila . .............................................................2
1. Pengertian Secara Etimologis . ...........................................2
2. Pengertian Secara Historis . ...............................................3
3. Pengertian Secara Terminologis . .......................................5
B. Landasan Pancasila. ................................................................6
1. Landasan Historis ...............................................................6
2. Landasan Kultural . .............................................................7
3. Landasan Yuridis . ...............................................................8
4. Landasan filosofis ...............................................................8
C. Tujuan Pancasila .....................................................................9
D. Pancasila Sebagai Ideologi Negara. ........................................9

Bab III Penutup ................................................................................. 12


A. Kesimpulan 12
B. Saran. .....................................................................................12

Daftar Pustaka

Daftar Isi
Halaman Judul . .................................................................................... i
Abstrak ................................................................................................ ii
Daftar Isi . ............................................................................................. iii

Bab I Pendahuluan . .............................................................................. 1


A. Latar Belakang ........................................................................... 1
B. Pembatasan Masalah . .............................................................. 1

Bab II Pembahasan . ......................................................................... 2


A. Pengertian Pancasila . .............................................................2
1. Pengertian Secara Etimologis . ...........................................2
2. Pengertian Secara Historis . ...............................................3
3. Pengertian Secara Terminologis . .......................................5
B. Landasan Pancasila. ................................................................6
1. Landasan Historis ...............................................................6
2. Landasan Kultural . .............................................................7
3. Landasan Yuridis . ...............................................................8
4. Landasan filosofis ...............................................................8
C. Tujuan Pancasila .....................................................................9
D. Pancasila Sebagai Ideologi Negara. ........................................9

Bab III Penutup ................................................................................. 12


A. Kesimpulan 12
B. Saran. .....................................................................................12

Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia dan jiwa seluruh rakyat
Indonesia yang membimbing bangsa Indonesia menjadi bangsa yang
luhur dan memiliki kepribadian yang khas. Pancasila berasal dari diri
bangsa Indonesia itu sendiri sehingga Pancasila tidak dapat dipisahkan
dari bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, perlu tindakan nyata dari rakyat
Indonesia untuk menghayati dan mengamalkan semua cita cita mulia
bangsa Indonesia yang sudah tercantum dalam setiap sila Pancasila.

B. BATASAN MASALAH
Untuk menghindari kesimpangsiuran dalam pembahasan dalam
makalah ini, maka penulis akan membatasi pokok bahasan yang akan
dibahas, yaitu :
1. Landasan pendidikan Pancasila, serta tujuan pendidikan Pancasila.
2. Pancasila sebagai ideologi negara.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PANCASILA
Kedudukan dan fungsi Pancasila jika dikaji secara ilmiah memiliki
pengertian yang luas, baik dalam kedudukannya sebagai dasar
negara,pandangan hidup bangsa, ideologi negara dan sebagai
kepribadian bangsabahkan dalam proses terjadinya, terdapat berbagai
macam terminologi yangharus kita deskripsikan secara obyektif. Oleh
karena itu untuk memahamiPancasila secara kronologis baik
menyangkut rumusannya maupunperistilahannya maka pengertian
Pancasila meliputi :

1. Pengertian Pancasila secara Etimologis


Secara etimologis kata Pancasila berasal dari istilah Pancasyila yang
memilikiarti secara harfiah dasar yang memiliki lima unsur.Kata
Pancasila mula-mula terdapat dalam kepustakaan Budha di
India.Dalam ajaran Budha terdapat ajaran moral untuk mencapai
nirwana denganmelalui samadhi dan setiap golongan mempunyai
kewajiban moral yangberbeda. Ajaran moral tersebut adalah
Dasasyiila, Saptasyiila, Pancasyiila.
Pancasyiila menurut Budha merupakan lima aturan (five moral
principle)yang harus ditaati, meliputi larangan membunuh, mencuri,
berzina, berdusta danlarangan minum-minuman keras.
Melalui penyebaran agama Hindu dan Budha, kebudayaan India
masukke Indonesia sehingga ajaran Pancasyiila masuk kepustakaan
Jawa terutamajaman Majapahit yaitu dalam buku syair pujian Negara
Kertagama karanganEmpu Prapanca disebutkan raja menjalankan
dengan setia ke lima pantangan(Pancasila). Setelah Majapahit runtuh
dan agama Islam tersebar, sisa-sisapengaruh ajaran moral Budha
(Pancasila) masih dikenal masyarakat Jawa yaitulima larangan (mo
limo/M5) : mateni (membunuh), maling (mencuri), madon(berzina),
mabok (minuman keras/candu), main (berjudi).
2. Pengertian Pancasila Secara Historis
Sidang BPUPKI pertama membahas tentang dasar negara yang
akanditerapkan. Dalam sidang tersebut muncul tiga pembicara yaitu
M. Yamin,Soepomo dan Ir.Soekarno yang mengusulkan nama dasar
negara Indonesiadisebut Pancasila.
Tanggal 18 Agustus 1945 disahkan UUD 1945 termasuk
pembukaannyayang didalamnya termuat isi rumusan lima prinsip
sebagai dasar negara.Walaupun dalam Pembukaan UUD 1945 tidak
termuat istilah/kata Pancasila,namun yang dimaksudkan dasar negara
Indonesia adalah disebut denganPancasila. Hal ini didasarkan atas
interpretasi historis terutama dalam rangkapembentukan rumusan
dasar negara yang secara spontan diterima oleh pesertasidang BPUPKI
secara bulat.

3. Pengertian Pancasila Secara Terminologis


Dalam Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan tanggal 18 Agustus
1945oleh PPKI tercantum rumusan Pancasila sebagai berikut :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa


2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalampermusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

B. LANDASAN PANCASILA
1. LANDASAN HISTORIS
Bangsa Indonesia terbentuk karena melalui suatu proses sejarahyang
cukup panjang sejak zaman kerajaan Kutai, Sriwijaya, Majapahit
sampai datangnya bangsa asing menjajah sa kita. Setelah melalui
proses sejarah yang cukup panjang dalam perjalanan sejarah bangsa
Indonesia akhirnya menemukan jati dirinya, yang
didalamnya tersimpul ciri khas, sifat dan karakter bangsa Indonesia
yang berbeda dengan bangsa lain. Kemudian para pendiri Negara
merumuskannya dalam suatu rumusan yang sederhana tapi mendalam
yang meliputi lima prinsip ( lima sila ) yang kemudian diberinama
Pancasila.
Jadi, secara historis bahwa nilai nilai yang terkandung dalam setiap
sila pancasila sudah dimiliki bangsa Indonesia sebelum sirumuskan dan
disahkan menjadi dasar Negara. Sehingga asal nilai nilai pancasila
tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri, dengan kata
lain bangsa Indonesia sebagai kuasa materialis pancasila.
2. LANDASAN KULTURAL
Setiap bangsa didunia dalam hidup bermasyarakat memiliki
pandangan hidup, filsafat hidup, dan pegangan hidup yang berbeda
antara satu bangsa dengan bangsa lain. Negara komunisme dan

liberalisme melekatkan filsafat negaranya pada suatu konsep ideology


tertentu misalnya komunisme mendasarkan ideologinya pada suatu
konsep pemikiran Karl Marx.
Berbeda dengan bangsa lainnya, bangsa Indonesia mendasarkan
pandangan hidupnya pada suatu asas cultural yang sudah melekat dan
dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Nilai nilai kenegaraan dan
kemasyarakatan yang terkandung dalam nilai pancasila bukanlah
hanya suatu konseptual seseorang saja melainkan suatu hsil karya
besar bangsa Indonesia sendiri, yang diangkat dari nilai kultural yang
bangsa ini miliki, melalui preses refleksi filosofis para pendiri Negara
seperti Soekarno, M. Yamin, M. Hatta, Soepomo serta para pendiri
Negara lainnya.
3. LANDASAN YURIDIS
Landasan perkuliahan Pendidikan Pancasila diperguruan tinggi
tertuang dalam undang undang no. 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa system
pendidikan nasional berdasarkan pancasila. Hal ini mengandung
makna bahwa secara material bahwa pancasila merupakan sumbar
hokum pendidikan nasional.
Meskipun secara eksplisit nama mata kuliah tidak disebutkan dalam
undang undang Sisdiknas, namun mata kuliah pancasila adlah mata
kuliah yang mendidik warga Negara akan dasar filsafat negaranya,
nilai nilai kebangsaan serta nilai kecintaan terhadap tanah air yang
dalam kurikulum internasional disebut sebagai civic education,
citizenship education.
4. LANDASAN FILOSOFIS
Secara filosofis bangsa Indonesia sebelum mendirikan Negara adalh
sebagai bangsa yang berketuhanan dan berkemanusiaan, hal ini
berdasarkan fakta obyektif bahwa manusia adalah makhluk Tuhan Yang
Maha Esa. Syarat mutlak suatu Negara adalah adanya persatuan yang
terwujudkan sebagai rakyat ( merupakan unsur pokok Negara ),
sehingga secara filosofis Negara berpersatuan dan berkerakyaan.
Konsekuansinya rakyat adalah merupakan dasar antologis demokrasi,
karena rakyat merupakan asal mula kekuasaan Negara.

C. TUJUAN PANCASILA

Pendidikan pancasila bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang


berperilaku :
1. Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung
jawab sesuai dengan hati nuraninya.
2. Memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan
kesejahteraan serta cara cara pemecahannya.
3. Mengenali perubahan perubahan dan perkembangan ilimu
pengetahuan, tekhnologi, dan seni.
4. Memiliki kemampuan untuk memaknai nilai sejarahdan nilai nilai
budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia.

D. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA


Pengertian Ideologi, Ideologi berasal dari kata yunani yaitu iden yang
berarti melihat, atau idea yang berarti raut muka, perawakan, gagasan
buah pikiran dan kata logi yang berarti ajaran. Dengan demikian
ideologi adalah ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikiran
atau science des ideas (AL-Marsudi, 2001:57).
Puspowardoyo (1992 menyebutkan bahwa ideologi dapat dirumuskan
sebagai komplek engetahuan dan nilai secara keseluruhan menjadi
landasan seseorang atau masyarakat untuk memahami jagat raya dan
bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya.
Berdasarkan pemahaman yang dihayatinya seseorang dapat
menangkap apa yang dilihat benar dan tidak benar, serta apa yang
dinilai baik dan tidak baik.
Menurut pendapat Harol H. Titus. Definisi dari ideologi adalah: Aterm
used for any group of ideas concerning various political and aconomic
issues and social philosophies often applied to a systematic scheme of
ideas held by groups or classes, artinya suatu istilah yang digunakan
untuk sekelompok cita-cita mengenai bebagai macam masalah politik
ekonomi filsafat sosial yang sering dilaksanakan bagi suatu rencana
yang sistematis tentang suatu cita-cita yang dijalankan oleh kelompok
atau lapisan masyarakat.
Bila kita terapkan rumusan ini pada Pancasila dengan definisi-definisi
filsafat dapat kita simpulkan, maka Pancasila itu ialah usaha pemikiran

manusia Indonesia untuk mencari kebenaran, kemudian sampai


mendekati atau menanggap sebagai suatu kesanggupan yang
digenggamnya seirama dengan ruang dan waktu.
Hasil pemikiran manusia yang sungguh-sungguh secara sistematis
radikal itu kemuduian dituangkan dalam suatu rumusan rangkaian
kalimat yang mengandung suatu pemikiran yang bermakna bulat dan
utuh untuk dijadikan dasar, asas, pedoman atau norma hidup dan
kehidupan bersama dalam rangka perumusan satu negara Indonesia
merdeka, yang diberi nama Pancasila.
Kemudian isi rumusan filsafat yang dinami Pancasila itu kemudian
diberi status atau kedudukan yang tegas dan jelas serta sistematis dan
memenuhi persyaratan sebagai suatu sistem filsafat. Termaktub dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat maka filsafat
Pancasila itu berfungsi sebagai Dasar Negara Republik Indonesia yang
diterima dan didukung oleh seluruh bangsa atau warga Negara
Indonesia.
Demikian isi rumusan sila-sila dari Pancasila sebagai satu rangkaian
kesatuan yang bulat dan utuh merupakan dasar hukum, dasar moral,
kaidah fundamental bagi peri kehidupan bernegara dan masyarakat
Indonesia dari pusat sampai ke daerah-daerah.

PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan yang sudah disampaikan, dapat disimpulkan
bahwa Pendidikan Pancasila sangat penting diajarkan kepada para
pelajar agar para pelajar mengerti dan memiliki pedoman dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan Pendidikan Pancasila bukan
hanya sebuah materi dalam ilmu pendidikan saja akan tetapi sebuah
pembuktian tentang bagaimana bangsa Indonesia terbentuk dan apa
saja perangkat perangkat sebuah Negara.
12

B. SARAN

Dengan adanya penjelasan tentang Pendidikan Pancasila ini


diharapkan setiap warga Indonesia bias mengaplikasikan dan
mengamalkan semua yang tercantum dalam sila sila pancasila dalam
kehidupan sehari harinya. Bukan hanya mengerti tetapi juga
menghayati dan mengamalkannya. Bukan hanya rakyat saja yang
perlu mengaplikasikan setiap sila sila pancasila, tetapi setiap warga
Negara Indonesia termasuk para anggota pemerintahan.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.freeskripsi.com/search/makalah-tentang-pendidikan
2. http://my.opera.com/Putra%20Pratama/blog/2008/10/12/ideologidi-asia
3. Bakry, Noor Ms.1997. Pancasila Yuridis Kenegaraan. Yogyakarta :
Liberty
4. Dipoyudo, Kirdi.1979. Pancasila Arti dan Pelaksanaannya.
Jakarta : Centre for Strategic and International Studies
5. http://www.pengertianpakar.com/2015/03/pengertian-dan-fungsipancasila-sebagai.html#_