Anda di halaman 1dari 27

Sifat-sifat Koligatif Larutan

Beberapa sifat penting larutan bergantung pada banyaknya partikel zat terlarut dalam
larutan dan tidak bergantung pada jenis partikel zat terlarut. Sifat-sifat ini disebut sifat
koligatif (colligative properties) sebab sifat-sifat tersebut memiliki sumber yang sama;
dengan kata lain, semua sifat tersebut bergantung pada banyaknya partikel zat terlarut
yang ada. Yang disebut sebagai sifat-sifat koligatif ialah penurunan tekanan uap, kenaikan
titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis.
(sumber: Raymond Chang. Kimia dasar konsep- konsep inti.Edisi ketiga. jilid2 hal. 12)
Penurunan Tekanan Uap
Indikator
4.1.1 Melakukan percobaan untuk mengetahui penurunan tekanan uap.
3.1.1.1 Menuliskan hasil pengamatan penurunan tekanan uap larutan akibat
penambahan zat terlarut melalui percobaan.
3.1.1.2 Mendiskusikan hasil pengamatan

penurunan tekanan uap larutan akibat

penambahan zat terlarut melalui percobaan.


A. Tujuan Percobaan
Mengamati perbedaan tekanan uap pelarut murni dan larutan

B. Alat dan Bahan


Alat

Dua buah gelas


Dua buah tutup gelas

Bahan

Air
Garam (NaCl)

C. Prosedur Percobaan
1. Masukan dan larutkan garam ke dalam gelas pertama yang berisi 100mL air.
2. Masukkan air sebanyak 100mL air ke dalam gelas kedua.
3. Tutup kedua gelas dengan tutup gelas.

4. Amati ke dua gelas selama 1 hari.

D. Hasil Percobaan
No

Larutan

Banyaknya Uap

Volume Awal

Volume Akhir

.
1

Larutan garam

Air

E. Analisis Data
Diskusikan dengan teman sekelompokkmu dan jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Manakah yang lebih banyak uapnya, gelas yang mengandung larutan garam atau
gelas yang hanya mengandung air???
2. Bagaimana
pengaruh
zat terlarut
terhadap
uap yang terbentuk?
3. Apakah

kesimpulan dari kegiatan di atas?

(Sumber: Das Salirawati, M.Si


http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/PRAKTIKUMKIMIASEDERHANABERBASISLING
KUNGAN.pdf)

Indikator
3.1.1.4 Menyimpulkan penurunan tekanan uap
Peristiwa menguap merupakana peristiwa lepasnya partikel-partikel zat cair dari
permukaan cairannya dan membentuk fasa gas atau uap. Uap yang terbentuk memberikan
tekanan (gaya yang bekerja per satuan luas permukaan). Pada saat penguapan, sejumlah
partikel-partikel dalam cairan memiliki energy kinetic yang cukup untuk meninggalkan
permukaan. Partikel-partikel bergerak dari cairan ke ruang kosong. Partikel-partikel
dalam ruang di atas cairan segera membentuk fasa uap.
Jika ke dalam pelarut tersebut dimasukkan zat terlarut yang sukar menguap hingga
terbentuk larutan, maka tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh pelarut dari larutan
disebut tekanan uap jenuh larutan (P). Adanya

zat terlarut yang sukar menguap

(nonvolatile) menyebabkan jumlah fraksi partikel pelarut di permukaan berkurang,


sehingga menghambat pelarut untuk menguap dan menyebabkan jumlah partikel uap
pelarut yang terbentuk berkurang. Untuk menjaga kesetimbangan, maka hanya sedikit
pula partikel uap yang kembali memasuki cairan. Hal ini menyebabkan tekanan uap
larutan lebih kecil dibandingkan dengan tekanan uap larutan lebih kecil dibandingkan
dengan tekanan uap pelarut murninya, artinya terjadi penurunan tekanan uap.
Perhatikan gambar berikut!

Sumber a-research.upi.edu/operator/upload/s_pkim_050137_bab_ii.pdf
Indikator
3.1.1.3 Menghitung penurunan tekanan uap berdasarkan data hasil percobaan
Penurunan tekanan uap tidak bergantung dari macam zat terlarut, tetapi berbanding
lurus dengan konsentrasi zat terlarut. Menurut Hukum Roult :
Tekanan parsial pelarut dari larutan, P1, adalah tekanan uap pelarut murni, Po1, diaklikan
fraksi mol pelarut dalam larutan, X1.
P1 = X1Po1
Dalam larutan yang mengandung hanya satu zat terlarut, X1 = 1-X2, dimana X2 adalah
fraksi mol zat terlarut. Dengan demikian dapat dituliskan
P1 = (1-X2)Po1
Po1-P1 = P = X2Po1
Jika dalam kedua komponen mudah menguap (Volatile) (artinya memiliki tekanan uap
yang dapat diukur), maka tekanan uap larutan adalah jumlah dari tekanan parsial yang
masing-masing komponen.
PA = XA PoA
PB = XB PoB
Dengan Pa dan PB adalah tekanan parsial larutan untuk komponen A dan B;
PoA dan PoB ialah tekanan uap zat murni; dan XA dan XB ialah fraksi mol nya masingmasing. Tekanan total diberikan oleh Hukum Dalton untuk tekanan Parsial
PT = PA + PB

Fraksi mol adalah perbandingan banyaknya mol suatu zat yang ada dalam campuran
tersebut. Fraksi mol tidak memiliki satuan dan dinotasikan dengan X. untuk menentukan
fraksi mol zat terlarut dan pelarut dapat dirumuskan sebagai berikut:

Xt=

nt
nt +n p

atau

X p=

np
n p+ nt

Keterangan: Xt = fraksi mol zat terlarut, n t = jumlah mol zat terlarut, np = jumlah
mol zat pelarut, Xp = fraksi mol zat pelarut.

Berikut contoh fraksi mol zat terlarut dan pelarut:

9 mol air

=
1 mol glukosa

=
larutan glukosa
Xair

= 0,9

Xglukosa = 0,1
Sumber: a-research.upi.edu
Contoh:
Suatu cairan murni mempunyai tekanan uap 50 mmHg pada 25 oC. Hitung penurunan
tekanan uap larutan jika 6 mol zat ini dicampur dengan 4 mol suatu senyawa non elektrolit
yang tidak mudah menguap.
Jawab:
Diketahui: mol zat A = 6 mol

PO 1= 50 mmHg

Mol zat B = 4 mol


Ditanyakan : penurunan tekanan uap larutan (P)
XA = mol zat A / mol zat A + mol zat B
= 6 mol / 6 mol + 4 mol = 0,6
XB = 1- XA

= 1- 0,6 = 0,4
P = Po1XB
= 50 mmHg x (0,4) = 20 mmHg
Indikator
3.1.1.5 Memberi contoh penurunan tekanan uap dalam kehidupan sehari-hari

Laut mati adalah contoh dari terjadinya penurunan


tekanan uap pelarut oleh zat terlarut yang tidak mudah
menguap. Air berkadar garam sangat tinggi ini terletak
di daerah gurun sangat panas dan kering, serta tidak
berhubungan dengan laut bebas, sehingga konsentrasi
zat terlarutnya semakin tinggi.
Sumber: nurul.kimia.upi.edu

Pada saat berenang di laut mati, kita tidak akan


tenggelam karena konsentrasi zat terlarutnya sangat
tinggi. Hal ini tentu saja, dapat dimanfaatkan sebagai
sarana hiburan atau rekreasi bagi manusia. Penerapan
prinsip yang sama dengan laut mati dapat kita temui di
beberapa tempat wisata di Indonesia yang berupa
kolam apung contohnya kolam apung yang berada di
Taman Impian Jaya Ancol.

Kenaikan Titik Didih


Indikator

4.1.2 Melakukan percobaan untuk mengetahui kenaikan titik didih


4.2.1 Mengidentifikasi antara sifat koligatif larutan non elektrolit dengan sifat koligatif
larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.
4.2.2 Membedakan antara sifat koligatif larutan non elektrolit dengan sifat koligatif
larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.
3.1.2.1 Menuliskan hasil pengamatan kenaikan titik didih larutan akibat penambahan
zat terlarut melalui percobaan.
3.1.2.2 Mendiskusikan hasil pengamatan kenaikan titik didih larutan akibat
penambahan zat terlarut melalui percobaan.

Pengaruh partikel zat terlarut terhadap titik didih larutan


A. Tujuan
Mengamati pengaruh partikel zat terlarut terhadap titik didih larutan
B. Alat dan Bahan
Alat

Gelas kimia 100 mL


Termometer
Spatula

Bahan

Air
Garam dapur (NaCl)
Gula (glukosa)

C. Cara Kerja
1. Mengisi gelas kimia 100 mL dengan air sampai setengah volum

2. Panaskan hingga mendidih/ catat suhunya


3. Ke dalam gelas kimia di atas masukan 10 gram gula, catat titik didihnya
4. Ulangi percobaan di atas denga 3 gram garam dapur

D. Data Pengamatan
No

Suhu pada keadaan awal

Suhu setelah perlakuan

.
1

Titik didih air = . C

Titik didih air setelah dilarutkan 10


gram gula = .... C

Pengulangan percobaan
Titik didih air = . C

Titik didih air setelah dilarutkan 3


gram garam = .... C

E. Analisis Data
Pertanyaan :

1. Bagaimana pengaruh penambahan gula/garam terhadap titik didih air?

2. Bandingkan titik didih air ketika dilarutkan gula, dan ketika dilarutkan garam!

3. Mengapa penambahan gula dilakukan dalam jumlah yang lebih banyak?

(Modul Kimia (Larutan 2), Tim Konsultan Kimia, Departemen Pendidikan


Nasional, 2009)
Indikator
3.1.2.5 Memberi contoh kenaikan titik didih dalam kehidupan sehari-hari
3.1.2.4 Menyimpulkan kenaikan titik didih berdasarkan hasil percobaan
Tekanan uap suatu zat cair akan meningkat bila suhu dinaikkan sampai zat itu mendidih.
Suatu zat cair dikatakan mendidih bila tekanan uapnya sama dengan tekanan udara di
atas cairan (tekanan udara luar).

Jika ke dalam cairan yang mendidih ditambahkan zat yang sukar menguap maka tekanan
uap larutan yang terbentuk akan lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya. Adanya
partikel zat terlarut akan mengurangi fraksi mol partikel pelarut yang akan menguap
sehingga jumlah partikel pelarut yang meninggalkan cairan dengan yang kembali ke
cairan berkurang pada saat titik didih pelarut. Akibatnya agar larutan itu mendidih
diperlukan tambahan suhu untuk menyamakan tekanan uap larutan dengan tekanan
udara luar. Dengan demikian, larutan akan mendidih pada suhu lebih tinggi dari suhu
didih pelarut murni. Gejala ini yang disebut sebagai kenaikan titik didih.
Sumber a-research.upi.edu/operator/upload/s_pkim_050137_bab_ii.pdf
Gambar 2 memperlihatkan diagram fasa dari air dan perubahan yang terjadi dalam
larutan berair. Karena pada suhu berapa pun tekanan uap larutan lebih rendah daripada
tekanan uap pelarut murninya, kurva untuk larutan akan terletak di bawah kurva untuk
pelarut murninya. Akibatnya, kurva larutan (garis putus-putus) memotong garis horizontal
yang bertanda P = 1 atm pada suhu yang lebih tinggi daripada titik didih normal pelarut
murni. Hal ini menunjukkan bahwa titik didih larutan lebih tinggi daripada titik didih air.

Gambar 2 Diagram fasa


yang
mengilustrasikan
kenaikan titik didih dan
penurunan titik beku larutan
berair. Kurva putus-putus
adalah untuk larutan dan
krva biasa untuk pelarut
murni. Seperti yang dapat
anda lihat, titik didih larutan
lebih tinggi daripada titik
didih air dan titik beku
larutan
lebih
rendah
daripada titik didih air

(sumber: Raymond Chang. Kimia dasar konsep- konsep inti.Edisi ketiga. jilid2)
Indikator

3.1.2.3 Menghitung kenaikan titik didih berdasarkan data hasil percobaan


Kenaikan titik didih, Td, didefisinikan sebagai
Td = Td - Tdo
dimana Td adalah titik didih larutan dan Tdo adalah titik didih pelarut murni. Karena Td
berbanding lurus dengan penurunan tekanan uap, maka juga berbanding lurus dengan
konsentrasi (molalitas) larutan. Dengan kata lain,
Td = Kd.m
dimana m adalah molalitas larutan dan Kd adalah konstanta kenaikan titik didih molal.
Satuan Kd ialah C/m.

Konstanta

Kenaikan

Titik

Didih

Molal

dan

Konstanta

Penurunan Titik Beku Molal untuk Beberapa Cairan yang


Umum
Pelarut

Titik Beku
o

Kb
o

Titik Didih
o

Kd
o

Normal ( C)*

( C/m)

Normal ( C)*

( C/m)

1,86

100

0,52

5,5

5,12

80,1

2,53

-117,3

1,99

78,4

1,22

Asam asetat

16,6

3,90

117,9

2,93

Sikloheksana

6,6

20,0

80,7

2,79

Air
Benzena
Etanol

*Di ukur pada 1 atm


Contoh soal:
Hitunglah titik didih larutan glukosa 0,1 m jika kenaikan titik didih molal air 0,512 C /m !
Jawab:
Diketahui: m = 0,1 m
Ditanya : titik didih larutan
tb = kd . m

Kd = 0,512 C /m

= 0,512 C /m x 0,1 m = 0,0512 C


td larutan = tb air + tb
= 100 C + 0,0512 C = 100,0512 C
(sumber: Raymond Chang. Kimia dasar konsep- konsep inti.Edisi ketiga. jilid2)

Dalam industri, kenaikan titik didih sangat


penting dipelajari suatu proses bahan
industry perlu diketahui

Penurunan Titik Beku


Dalam membuat es krim diperlukan suhu di bawah 0 C. Bagaimana cara membuat titik
beku es krim turun di bawah 0 C?
(Sulistyani, UNY).

Indikator
4.1.3

Melakukan percobaan untuk mengetahui penurunan titik beku

4.2.1 Mengidentifikasi antara sifat koligatif larutan non elektrolit dengan sifat
koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.
4.2.2 Membedakan antara sifat koligatif larutan non elektrolit dengan sifat koligatif
larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.
3.1.3.1 Menuliskan hasil pengamatan penurunan titik beku larutan akibat
penambahan zat terlarut melalui percobaan
3.1.3.2 Mendiskusikan hasil pengamatan penurunan titik beku larutan akibat
penambahan zat terlarut melalui percobaan
Pengaruh partikel zat terlarut terhadap titik beku larutan
A. Tujuan
Mengamati pengaruh partikel zat terlarut terhadap titik beku larutan
B. Alat dan Bahan
Alat

Gelas kimia 250 mL


Termometer (-10 C 50 C)
Spatula

Bahan

Aquades
Es batu
Gula (glukosa)
Garam dapur (NaCl)

C. Cara Kerja
1. Masukan bongkahan es yang telah dihancurkan menjadi butiran ke dalam gelas
kimia 250 mL hingga dicapai setengah volume gelas tersebut.
2. Selanjutnya ukur suhu es tersebut dengan termometer hingga suhunya konstan.
3. Ke dalam gelas kimia berisi es tadi tambahkan 6 gram garam, catat suhu larutan.
4. Ulangi langkah kerja di atas denagn menambahkan 12 gram garam, 10 gram gula
dan 20 gram gula.
D. Data Pengamatan
No

Suhu pada keadaan awal

Suhu setelah perlakuan

.
1

Air es = . C

Air es setelah dilarutkan 6 gram


garam = .... C

Pengulangan percobaan
Air es = . C

Air es setelah dilarutkan 12 gram


garam = .... C

3
4

Pengulangan percobaan
Air es = . C

Air es setelah dilarutkan 10 gram

Pengulangan percobaan
Air es = . C

Air es setelah dilarutkan 20 gram

gula = .... C
gula = .... C

E. Analisis Data
Pertanyaan :
1. Bagaimana pengaruh penambahan gula/garam terhadap titik beku air es?

2. Bandingkan perbedaan perubahan titik beku es ketika dilarutkan gula dan ketika
dilarutkan garam. Mengapa bisa terjadi perbedaan?

3. Tentukan harga

Tb secara teori, dengan menggunakan rumus Tb= m .Kb

dan bandingkan dengan hasil percobaan!

(Modul Kimia (Larutan 2), Tim Konsultan Kimia, Departemen Pendidikan


Nasional, 2009)

Indikator
3.1.3.3 Menghitung penurunan titik beku berdasarkan data hasil percobaan
3.1.3.4 Menyimpulkan penurunan titik beku berdasarkan hasil percobaan

Penurunan titik beku, Tb, didefisinikan sebagai:


Tb = Tbo - Tb
dimana Tbo adalah titik beku pelarut murni, dan Tb adalah titik beku larutan. Sekali lagi,
Tb berbanding lurus dengan konsentrasi larutan:
Tb m
Tb = Kb.m
dimana dalam persamaan ini m adalah konsentrasi dari zat terlarut dalam satuan
molalitas, dan Kb ialah konstanta penurunan titik beku molal, mempunyai satuan C/m.
(Raymond Chang. Kimia dasar konsep- konsep inti.Edisi ketiga. jilid2 hal. 15)
Titik beku adalah suhu pada perpotongan garis tekanan tetap pada 1 atm dengan kurva
peleburan.

Empat titik potong dinyatakan dalam Gambar 12-13, yaitu titik beku dan titik didih pelarut murni
serta untuk pelarut dari suatu larutan. Titik beku dari pelarutan diturunkan, sedangkan titik
didihnya ditingkatkan.
(Petrucci.Kimia dasar prinsip dan terapan modern.edisi keempat jilid 2. hal. 69-70)
Penjelasan kualitatif untuk fenomena penurunan titik beku ialah sebagi berikut. Pembekuan
melibatkan transisi dari keadaan tidak teratur ke keadaan teratur. Agar proses itu terjadi, energi
harus diambil dari sistem. Karena larutan lebih tidak teratur dibandingkan pelarut, maka lebih
banyak energi yang harus diambil darinya untuk menciptakan keteraturan dibandingkan dalam
kasus pelarut murni. Jadi, larutan memiliki titik beku lebih rendah dibandingkan pelarut.
Perhatikan bahwa bila laruta membeku, padatan yang memisah ialah kompenen palarutnya.

(Raymond Chang. Kimia dasar konsep- konsep inti.Edisi ketiga. jilid2 hal. 15)
Indikator
3.1.3.5 Memberi contoh penurunan titik beku dalam kehidupan sehari-hari
Gejala penurunan titik beku juga mempunyai terapan praktis. Barangkali metode yang
paling berguna adalah dalam hal penurunan titik beku air. Zat anti beku (biasanya
etilenglikol) yang ditambahkan ke dalam sistem pendingin mesin mobil, mencegah
pembekuan air radiator pada musim dingin. Penggunaan CaCl 2 atau NaCl untuk
menurunkan titik leleh es, juga sering diterapkan, misalnya untuk menyiapkan campuran
pendingin dalam pembuat es krim.
(Petrucci.Kimia dasar prinsip dan terapan modern.edisi keempat jilid 2. hal. 72)
Antibeku untuk Mencairkan Salju
Fenomena penurunan titik beku larutan banyak
digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama
di negara yang mengalami empat musim. Di negara
yang

mengalami

musim

dingin

akan

mudah

terbentuk salju. Salju merupakan masalah yang


serius karena dapat mengganggu transportasi,
sebab

salju

yang

menutup

mengakibatkan

jalan

sangat

menyebabkan

kendaraan

licin

jalan

akan

dan

dapat

tergelincir.

Untuk

mencairkan salju di jalanan, maka dilakukan


penaburan NaCl dan CaCl2. Penambahan NaCl dan
CaCl2 akan menyebabkan titik beku (titik lebur) air
akan turun di bawah 0C.
Membuat Campuran Pendingin
Pada pembuatan es putar cairan pendingin dibuat
dengan

mencampurkan

garam

dapur

dengan

kepingan es batu dalam sebuah bejana berlapis kayu.


Pada pencampuran itu, es batu akan mencair
sedangkan suhu campuran turun karena adanya
tambahan garam dapur yang titik bekunya lebih

rendah. Sementara itu, campuran bahan


pembuat es putar dimasukkan dalam
bejana lain yang terbuat dari bahan
stainless

steel.

Bejana

ini

kemudian

dimasukkan ke dalam cairan pendingin,


sambil terus-menerus diaduk sehingga
campuran membeku.
Antibeku pada Radiator Mobil
Di daerah beriklim dingin, ke dalam air
radiator biasanya ditambahkan etilen glikol. Di daerah beriklim dingin, air radiator mudah
membeku. Jika keadaan ini dibiarkan, maka
radiator kendaraan akan cepat rusak. Dengan
penambahan etilen glikol ke dalam air radiator
diharapkan titik beku air dalam radiator
menurun, dengan kata lain air tidak mudah
membeku.

Antibeku dalam Tubuh Hewan


Hewan-hewan yang tinggal di daerah beriklim
dingin, seperti beruang kutub, memanfaatkan
prinsip sifat koligatif larutan penurunan titik
beku untuk bertahan hidup. Darah ikan-ikan
laut mengandung zat-zat antibeku yang mempu menurunkan titik beku air hingga 0,8 oC
yang dapat mencegah pembentukan kristal es.
Hewan-hewan lain yang tubuhnya mengandung zat antibeku antara lain serangga yang
tubuhnya mengandung gliserol dan dimetil sulfoksida, ampibi yang mengandung glukosa
dan gliserol darah, dan nematoda yang mengandung gliserol dan trihalose.

Tekanan Osmosis

Pada tahun 1748, Abbe Nollet telah berhasil mempelajari suatu peristiwa yang
disebut osmosis. Ia mengamati, jika larutan alkohol dan air dipisahkan dengan selaput
hewan, dan ditempatkan ke dalam air murni, air menerobos
melalui selaput masuk ke dalam larutan alkohol, tetapi alkohol
tidak dapat menerobos masuk ke dalam air. Penerobosan pelarut
melalui suatu membran dan masuk ke dalam larutan disebut
osmosis. Dengan masuknya air ke dalam larutan alkohol
tekanan dalam larutan bertambah. Pembesaran tekanan akan
memperkecilnya lebih lanjut, hingga mencapai suatu tekanan
yang tepat menghentikan penerobosan pelarut itu.
(KIMIA II, Penerbit Karunika Jakarta Universitas Terbuka
1986, Drs. Harun Halim, M.Sc, dkk)
Pernahkah kamu sakit dan dirawat di rumah sakit? Adakalanya seorang pasien di rumah
sakit harus diberi cairan infus. Sebenarnya apakah cairan infus tersebut? Larutan yang
dimasukkan ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah haruslah memiliki tekanan
yang sama dengan tekanan sel-sel darah. Apabila tekanan cairan infus lebih tinggi maka
cairan infus akan keluar dari sel darah. Prinsip kerja infus ini pada dasarnya adalah
tekanan osmotik. Tekanan di sini adalah tekanan yang harus diberikan pada suatu larutan
untuk mencegah masuknya molekul-molekul solut melalui membran yang semipermiabel
dari pelarut murni ke larutan.
(Kimia 3 untuk SMA dan MA. Wening Sukmanawati, Departemen Pendidikan Nasional,

2009)
Indikator
4.1.4

Melakukan percobaan untuk mengetahui tekanan osmosis

4.2.1 Mengidentifikasi antara sifat koligatif larutan non elektrolit dengan sifat
koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.
4.2.2 Membedakan antara sifat koligatif larutan non elektrolit dengan sifat koligatif
larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.
3.1.4.1 Mengamati tekanan osmosis larutan akibat penambahan zat terlarut melalui
percobaan
3.1.4.2 Mendiskusikan hasil pengamatan tekanan osmosis larutan akibat
penambahan zat terlarut melalui percobaan

Percobaan Tekanan Osmosis


A. Tujuan
Percobaan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa akan fenomena osmosis
yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari.
B. Alat dan Bahan
Alat

Bahan

3 buah gelas
Sebuah pisau
Kertas
Pensil atau pena

Air
Garam
Gula
Sebuah kentang

C. Cara Kerja
1. Isi masingmasing gelas dengan air setengah penuh dan letakan di atas meja. Buat
label untuk masingmasing gelas, masingmasing berbunyi "Air murni", "Air
garam" dan "Air gula." Masukkan ke dalam gelas yang berlabel Air garam dengan
garam dan aduk. Tambahkan garam sedikit demi sedikit sambil tetap diaduk
sampai tidak ada lagi garam yang bisa larut. Lakukan hal yang sama untuk gelas
berlabel Air gula dengan diisi gula.
2. Iris bagian tengah kentang tipistipis (tebal kirakira 5 mm) sebanyak tiga iris.
Semakin tipis semakin baik. Masukkan satu iris kentang ke dalam setiap gelas.
3. Biarkan selama kurang lebih 30 menit.
4. Setelah 30 menit, Keluarkan irisan kentang dari gelas berlabel Air murni, Air
garam, dan Air gula dan amati. Apa yang Anda lihat? Diskusikan dengan teman
sekelompokmu dan catat hasilnya!

D. Hasil Percobaan
No

Bahan

Setelah

.
1.

Irisan kentang dalam air

30 menit

murni
2.

Irisan kentang dalam air

30 menit

Perubahan yang terjadi

gula
3.

Irisan kentang dalam air

30 menit

garam

E. Analisis Data
Pertanyaan:
1. Di dalam kehidupan seharihari, ketika manusia banyak mengeluarkan keringat
(misalnya atlet olahraga) sangat dianjurkan untuk minur air (garam). Jelaskan
mengapa?

2. Hewan yang banyak bergerak akan mengonsumsi air lebih banyak dibandingkan
dengan hewan yang tidak aktif. Mengapa?

(Percobaan Biofisika, Universitas Brawijaya,


http://www.fisika.ub.ac.id/web/sites/default/files/labbiofisika/Percobaan
%202%20Osmosis.pdf)

Indikator
3.1.4.3 Menghitung tekanan osmosis berdasarkan data hasil percobaan
3.1.4.4 Menyimpulkan tekanan osmosis berdasarkan hasil percobaan

Tekanan osmotik termasuk dalam sifat-sifat koligatif karena besarnya hanya tergantung pada
jumlah partikel zat terlarut per satuan volume larutan. Tekanan osmotik tidak tergantung pada
jenis zat terlarut. Persamaan yang ditulis di bawah ini (dikenal sebagai persamaan vant Hoff)
cocok digunakan untuk menghitung tekanan osmotik dari larutan encer. Tekanan di lambangkan
dengan , R adalah tetapan gas (0,082 L atm/mol. K); dan T dalam suhu kelvin. Tanda n

mengatakan mol zat terlarut dan V adalah volume (dalam liter) larutan; sehingga nisbah n/V
adalah molaritas larutan (M).

( Vn )

RT = M . RT

(Petrucci.Kimia dasar prinsip dan terapan modern.edisi keempat jilid 2. hal. 73)
Gerakan bersih molekul pelarut melewati membran semipermeabel dari pelarut murni atau dari
larutan encer ke larutan yang lebih pekat disebut osmosis. Tekanan Osmosis (osmotic pressure)
() suatu larutan adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan osmosis.
(Raymond Chang. Kimia dasar konsep- konsep inti.Edisi ketiga. jilid2 hal. 16-17)

Indikator
3.1.4.5 Memberi contoh tekanan osmosis dalam kehidupan sehari-hari
Fenomena tekanan osmotik dapat kita amati dalam banyak contoh yang menarik. Untuk
mempelajari kadar sel darah merah, yang terlindungi dari lingkungan eksternal oleh
membran semipermeabel, boikimiawan menggunakan suatu teknik yang disebut hemilisis.
Sel darah merah diletakan dalam larutan hipotomik. Karena larutan hipotomik kurang
pekat dibandingkan larutan di dalam sel, air bergerak ke dalam sel, seperti diperlihatkan
pada gambar 13.10(b). Sel akan mengembung dan akhirnya pecah, membebaskan
hemoglobin dan molekul lain.

Pengawetan selai dan jeli yang dilakukan di rumah merupakan contoh lain dari penerapan
tekanan osmotik. Gula dalam jumlah yang banyak ternyata penting dalam dalam proses
pengawetan karena gula membantu membunuh bakteri yang bisa mengakibatkan
botulisme. Seperti yang ditunjukan pada Gambar 13.10(c), bila sel bakteri berada dalam
larutan gula hipertonik (konsentrasi tinggi), air intrasel cenderung untuk bergerak keluar
dari sel bakteri ke larutan yang lebih pekat lewat osmosis. Proses ini, yang disebut krenasi
(crenation), menyebabkan sel mengerut dan akhirnya tidak berfungsi lagi, keasaman alami
buah-buahan juga menghambat pertumbuhan bakteri.
Tekanan osmotk juga merupakan mekanisme utama dalam pengangkutan air ke bagian
atas pada tumbuhan. Karena daun terus-menerus kehilangan air ke uadara, dalam proses
yang disebut transpirasi, konsentrasi zat terlarut dalam cairan daun meningkat. Air

didorong ke atas lewat batang, cabang, dan ranting-ranting pohong oleh tekanan osmotik.
Diperlukan tekanan sebesar 10-15 atm untuk mengangkut air ke daun di pucuk pohon
redwood di California, yang tingginya mencapai sekitar 120 m.

(Raymond Chang. Kimia dasar konsep- konsep inti.Edisi ketiga. jilid2 hal. 18)
Dalam sistem analisis, dikenal larutan hipertonik yaitu larutan yang mempunyai
konsentrasi terlarut tinggi, larutan isotonik yaitu dua larutan yang mempunyai
konsentrasi terlarut sama, dan larutan hipotonik yaitu larutan dengan konsentrasi
terlarut rendah. Air kelapa merupakan contoh larutan isotonik alami.
Secara ilmiah, air kelapa muda mempunyai komposisi mineral dan gula yang sempurna
sehinggga memiliki kesetimbangan elektrolit yang nyaris sempurna setara dengan cairan
tubuh manusia.
Proses osmosis juga terjadi pada sel hidup di alam. Contoh bintang laut dan kepiting
memiliki cairan sel yang bersifat isotonik dengan lingkungannya. Jika cairan sel bersifat
hipotonik maka sel tersebut akan mendapatkan banyak air. Tetapi jika sel berada pada
larutan hipertonik maka sel akan kehilangan banyak molekul air.
(Kimia 3 untuk SMA dan MA. Wening Sukmanawati, Departemen Pendidikan Nasional,

2009)
Mengontrol Bentuk Sel
Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmosis yang sama disebut isotonik. Yang
mempunyai tekanan osmosis lebih rendah daripada larutan lain disebut hipotonik.
Sedangkan yang mempunyai tekanan osmosis lebih tinggi daripada larutan lain disebut
hipertonik.
Contoh larutan isotonik adalah cairan infus yang dimasukkan ke dalam darah. Cairan
infus harus isotonik dengan cairan intrasel agar tidak terjadi osmosis, baik ke dalam
ataupun ke luar sel darah. Dengan demikian, sel-sel darah tidak mengalami kerusakan.

Mesin Cuci Darah


Pasien penderita gagal ginjal harus menjalani terapi cuci darah. Terapi menggunakan
metode dialisis, yaitu proses perpindahan molekul kecil-kecil seperti urea melalui
membran semipermeabel dan masuk ke cairan lain, kemudian dibuang. Membran tak
dapat ditembus oleh molekul besar seperti protein sehingga akan tetap berada di dalam
darah.

Pengawetan Makanan
Sebelum teknik pendinginan untuk mengawetkan makanan ditemukan, garam dapur
digunakan untuk mengawetkan makanan. Garam dapat membunuh mikroba penyebab
makanan busuk yang berada di permukaan makanan.

Membasmi Lintah

Garam dapur dapat membasmi hewan lunak, seperti lintah. Hal ini karena garam yang
ditaburkan pada permukaan tubuh lintah mampu menyerap air yang ada dalam tubuh
sehingga lintah akan kekurangan air dalam tubuhnya.

Penyerapan Air oleh Akar Tanaman


Tanaman membutuhkan air dari dalam tanah. Air tersebut diserap oleh tanaman melalui
akar. Tanaman mengandung zat-zat terlarut sehingga konsentrasinya lebih tinggi daripada
air di sekitar tanaman sehingga air dalam tanah dapat diserap oleh tanaman.

Desalinasi Air Laut Melalui Osmosis Balik


Osmosis balik terjadi jika kepada larutan diberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan
osmotiknya. Digunakan untuk membuat air murni dari air laut. Dengan memberi tekanan

pada permukaan air laut yang lebih besar daripada tekanan osmotiknya, air dipaksa untuk
merembes dari air asin ke dalam air murni melalui selaput yang permeabel untuk air
tetapi tidak untuk ion-ion dalam air laut. Tanpa tekanan yang cukup besar, air secara
spontan akan merembes dari air murni ke dalam air asin.
Penggunaan lain dari osmosis balik yaitu untuk memisahkan zat-zat beracun dalam air
limbah sebelum dilepas ke lingkungan bebas.

http://www.slideshare.net/tyaakotori/aplikasi-sifat-koligatif-dalam-kehidupan-sehari-hari

Indikator
3.2.1 Menguraikan yang membedakan antara sifat koligatif larutan non elektrolit
dengan sifat koligatif larutan elektrolit
3.2.2 Menyimpulkan perbedaan antara sifat koligatif larutan non elektrolit dengan
sifat koligatif larutan elektrolit

Sifat Koligatif Larutan


Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listik. Sifat koligatif
larutan elektolit berbeda dari sifat koligatif larutan non elektrolit.
(sumber: modul kapita selekta kimia bag. 1. Endang W Laksono. staff.uny.ac.id)
Larutan elektrolit terurai menjadi ion-ion dalam larutan dengan demikian satu satuan
senyawa elektrolit terpisah menjadi dua atau lebih partikel bila dilarutkan. Seperti
diketahui bahwa yang menentukan sifat koligatif larutan adalah banyaknya partikel zat
terlarut, oleh karena itu sifat koligatif 0,1 m larutan NaCl akan dua kali lebih besar
dibandingkan 0,1 m larutan non elektrolit, seperti sukrosa, Karena tiap satuan NaCl
terurai menjadi dua ion, Na+ dan Cl--. Sama halnya, 0,1 m larutan CaCl2 akan tiga kali
lebih besar dibandingkan 0,1 m larutan sukrosa.
(sumber: Raymond Chang. Kimia dasar konsep- konsep inti.Edisi ketiga. jilid2)

Vant Hoff telah mengamati penyimpangan ini dan menjelaskan perbedaan ini dengan
menggunakan koreksi yang dikenal sebagai faktor i atau faktor Vant Hoff. Faktor ini
merupakan perbandingan jumlah partikel sesungguhnya dalam larutan dengan jumlah
partikel
dapat

sebelum
dituliskan

ionisasi,

yang

dalam rumus :

Larutan elektrolit yang mengalami ionisasi sempurna ( derajad ionisasi = 1) maka nilai i
mendekati jumlah partikel ion yang diuraikan. Dengan mengukur i, maka pengukuran
sifat koligatif larutan elektrolit dapat ditentukan dengan hubungan berikut :

Namun untuk larutan elektrolit lemah nilai i tergantung dari derajad ionisasinya. Sebagai
contoh untuk larutan elektrolit AB dengan derajad ionisasi a , dalam keadaan seimbang
akan diperoleh :

Contoh :
Hitung titik beku larutan NaOH yang dibuat dari 8 gram NaOH dan 100gram air. K b air =
0,52 dan kf= 1,86 Mr NaOH = 40
Jawab:

Molalitas zat terlarut = (8/40 ) x 1000/100 = 2 m


NaOH termasuk larutan elektrolit kuat, maka elektrolit kuat maka a = 1
Na OH (aq)

Na+(aq)

OH-(aq)

Dalam larutan ada partikel Na+ dan OH- , sehingga i = 2/1 =2


Sehingga i = 2
tf = kf. mB . i
= 1,86. 2.2 = 7,44 oC
Titik beku larutan = 0oC 7,44 oC = -7,44oC
(sumber: modul kapita selekta kimia bag. 1. Endang W Laksono. staff.uny.ac.id)

Soal Evaluasi
1. Manakah yang lebih banyak uapnya, gelas yang mengandung larutan garam atau gelas
yang hanya mengandung air? Jelaskan beserta alasannya!
2. Tekanan uap jenuh air pada 30oC adalah 3,18 mmHg dan fraksi mol zat Y dalam air
adalah 0,56. Pada suhu 30oC, berapa tekanan uap jenuh larutannya?

3. Bagaimana pengaruh penambahan gula atau garam terhadap titik didih air? Jelaskan beserta
alasannya!
4. Di antara kelima larutan berikut ini : KAl(SO4)2 0,03 M, NaCl 0,02 M, C6H12O6 0,03 M,
Mg(NO3)2 0,02 M, Al2(SO4)3 0,01 M manakah yang mempunyai titik didih paling
rendah? Jelaskan beserta alasannya!
5. Air laut mengandung sekitar 0,5 M NaCl. Berapakah tekanan minimum yang harus
diterapkan pada 25 celcius untuk menurunkan air laut dengan teknik osmosis balik?

Daftar Pustaka
Sulistiyani. Powerpoint larutan dan sifat koligatifnya. UNY; Yogyakarta.
http://staff.uny.ac.id diakses pada 12 November 2015

Percobaan Biofisika, Universitas Brawijaya,


http://www.fisika.ub.ac.id/web/sites/default/files/labbiofisika/Percobaan
%202%20Osmosis.pdf diakses pada 12 November 2015
Drs. Harun Halim, M.Sc, dkk. 1986. KIMIA II. Jakarta; Penerbit Karunika Jakarta
Universitas Terbuka