Anda di halaman 1dari 38

PENDEKATAN

ANISA HAPSARI
3613100020

ENDY HERNOWO
3613100029

ANORAGA JATAYU
3613100006

LAKSMITA DWI
3613100069

KEZIA IRENE Y.
3613100053

OUR

EVALUA SI
PENDEKATAN
PERBANDINGAN

KESIMPULAN

EVALUASI SEMU
EVALUASI FORMAL
EVALUASI KEPUTUSAN TEORITIS

EVALUASI
Salah satu dari proses ataupun siklus kebijakan
publik setelah perumusan masalah kebijakan,
implementasi kebijakan, dan monitoring atau
pengawasan terhadap implementasi kebijakan

TUJUAN
untuk menilai apakah tujuan dari kebijakan
yang dibuat dan dilaksanakan tersebut
telah tercapai atau tidak

P E N D E K ATA N

PENDEKATAN

dapat diartikan sebagai


titik tolak atau sudut
pandang kita terhadap
suatu proses

E VA L U A S I
memiliki pengertian yaitu sudut
pandang atau metode dalam kegiatan
melakukan penilaian keberhasilan dan
kegagalan sebuah program

menilai atau melihat keberhasilan


dan kegagalan sebuah
organisasi/unit kerja dalam
melakukan tugas dan fungsi yang
dibebankan kepadanya

Secara spesifik, Dunn


mengembangkan tiga
pendekatan evaluasi
implementasi
kebijakan

E VA LU A S I
KEPUTUSAN
TEORITIS

E VA LU A S I
SEMU

E VA LU A S I
FORMAL

Evaluasi Semu (Pseudo Evaluation) adalah


pendekatan yang menggunakan metode
deskriptif untuk menghasilkan informasi yang
valid dan dapat dipercaya mengenai hasil
kebijakan, tanpa berusaha untuk menanyakan
tentang manfaat atau nilai dari hasil-hasil
tersebut terhadap individu, kelompok, atau
masyarakat secara keseluruhan.

Hasil dari evaluasi semu mudah diterima oleh publik dan


tidak terlalu rumit. Penilaian evaluasi semu dilihat dari
keberhasilan suatu kebijakan / program / proyek
berdasarkan hasil yang telah dicapai. Maka dari itu evaluasi
semu seringkali dilakukan pada akhir kebijakan.

Dapat terbukti sendirinya / secara umum telah


disepakati (self evident)
Sudah pasti
Tidak kontroversial

SINTESIS RISET DAN PRAKTEK

A K U N TA N S I S I S T E M S O S I A L
Akuntasi sistem sosial adalah suatu pendekatan
dan metode yang memungkinkan analis
memantau perubahan kondisi sosial yang
objektif dan subjektif dari waktu ke waktu.
Unsur analitis yang penting dari akuntansi
sistem sosial adalah indikator sosial.

Sintesis
riset
dan
praktek
merupakan
pendekatan pemantauan yang menerapkan
kompilasi, perbandingan dan pengujian secara
sistematis
terhadap
hasil-hasil
dari
implementasi kebijakan publik di masa lampau.

BENTUK
E K S P E R I M E N TA S I S O S I A L
Eksperimentasi
sosial
adalah
proses
memanipulasi tindakan kebijaksanaan secara
sistematis
sedemikian
rupa
sehingga
memungkinkan diperolehnya jawaban yang
cukup tepat terhadap persoalan sumberdaya
mana yang mengubah hasil kebijakan.

PEMERIKSAAN SOSIAL
Pemeriksaan sosial secara eksplisit memantau
hubungan antara masukan, proses, keluaran
dan dampak sebagai usaha untuk mengikuti
masukan kebijakan dari titik dimana masukan itu
dikeluarkan di titik dimana masukan dirasakan
oleh penerima terakhir yang dimaksudkan dari
sumberdaya tersebut.

METODE

TEKNIK ANALISIS

Sajian Grafik
Sajian Tabel
Angka Indeks
Analisis Waktu Berkala Terputus
Analisis Berkala Terkontrol
Analisis Diskontinuitas Regresi.

rancangan eksperimental-semu
Kuesioner
random sampling
teknik statistik

Evaluasi Fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota


Bandung Dalam Upaya Pengendalian Iklim Mikro Berupa
Pemanasan Lokal dan Penyerapan Air
Pendekatan

: Evaluasi Semu

Tipe

: Evaluasi Ex-Post

STUDI
KASUS

Menurut penjelasan Dun dalam Dwidjowijoto, (2006: 163164), evaluasi formal (formal evaluation) adalah evaluasi
yang menggunakan metode deskriptif dengan tujuan
untuk menghasilkan informasi yang valid dan
terpercaya mengenai hasil-hasil kebijakan yang secara
eksplisit dinilai dari pelaku kebijakan.

L AINNYA

UTAMA
Tujuan dan target diumumkan
secara formal adalah merupakan
ukuran yang tepat untuk manfaat
atau nilai kebijakan program.

merupakan ukuran yang tepat


untuk manfaat atau nilai
kebijakan program evaluasi
formal menggunakan undangundang, dokumen program
dan wawancana yang
mengidentifikasi,
mendefinisikan dan
menspesifikasikan tujuan dan
target kebijakan.

Metode yang
digunakan hampir
sama dengan
evaluasi semu,
namun perbedaannya
terletak pada tools
yang digunakan

METODE
ANALISIS

Tools yg digunakan
undang-undang,
dokumen program,
wawancara dengan
pembuat kebijakan dan
administrator untuk
mengidentifikasikan,
mendefinisikan, dan
menspesifikasikan
program dan target
kebijakan.

Tipe-tipe kriteria evaluasi


yang sering digunakan
adalah efektifitas dan
efisiensi.

upaya untuk mengevaluasi


program/kegiatan yang telah
dilakukan dalam kurun waktu
tertentu, umumnya dilakukan
untuk
mengetahui/mengevaluasi
program/kegiatan yang relatif
sering dilakukan dan karena
indikatornya tetap/baku.

upaya untuk mengevaluasi


pelaksanaan program/kegiatan
secara kontinyu, karena
merupakan program/kegiatan
yang relatif baru dan indikatornya
dapat berubah-rubah

PERBEDAAN
Perbedaan utama dari
karakteristik evaluasi formatif
adalah jumlah titik waktu di
mana hasil kebijakan dipantau.
Karena itu, perbedaan antara
evaluasi sumatif dan formatif
adalah persoalan derajat.

Evaluasi formal dapat bersifat sumatif dan formatif, tetapi


mereka juga dapat meliputi kontrol langsung atau tidak
langsung terhadap masukan kebijakan dan proses-proses.
Dalam kasus pertama, evaluator dapat memanipulasi secara
langsung tingkat pengeluaran, campuran program, atau
karakteristik kelompok sasaran. Artinya evaluasi dapat
mempunyai satu atau lebih karakteristik eksperimentasi
sosial sebagai pendekatan terhadap pemantauan. Dalam
kasus kontrol yang bersifat tidak langsung, masukan dan
proses kebijakan tidak dapat secara langsung dimanipulasi.
Sebaliknya masukan dan proses tersebut harus dianalisis
secara retrospektif berdasarkan pada aksi-aksi yang telah
dilakukan.

PERBEDAAN
Kontrol terhadap aksi

Orientasi Terhadap proses kebijakan

kebijakan

Formatif

Sumatif

Langsung

Evaluasi perkembangan

Evaluasi eksperimental

Tidak Langsung

Evaluasi proses

Evaluasi hasil retrespektif

retrospektif

VARIASI
EVALUASI
FORMAL

E VA LU A S I
PERKEMBA
NGAN

E VA LU A S I
PROSES
RETROSPEK
TIF

E VA LU A S I
EKSPERIME
N TA L

E VA LU A S I
HASIL
RETROSPEK
TIF

E VA LU A S I
PERKEMBANGAN
meliputi beberapa ukuran
pengontrolan langsung
terhadap aksi kebijakan,
telah digunakan secara
luas untuk berbagai situasi
di sektor-sektor publik dan
swasta. Evaluasi ini dapat
digunakan untuk adaptasi
secara langsung
pengalaman baru yang
diperoleh melalui
manipulasi sistematis
terhadap variabel
masukan dan proses

E VA LU A S I
E K S P E R I M E N TA L
meliputi
pemantauan/evaluasi
program setelah program
tersebut diterapkan untuk
hangka waktu tertentu.
Variasi ealuasi ini
dipusatkan pada masalah
& kendala yang terjadi
selama implementasi
berlangsung, yang
berhubungan dengan
keluaran dan dampak
yang diperoleh

E VA LU A S I
PROSES
RETROSPEKTIF

evaluasi kebijakan hasil


dari kondisi kontrol
langsung terhadap
masukan & proses
kebijakan. Secara umum
merupakan faktor
eksperimental ilmiah yang
terkontrol, dimana semua
faktor yang dapat
mempengaruhi hasil
kebijakan, dikontrol,
dipertahankan, &
diperlakukan sebagai
hipotesis tandingan.

meliputi pemantauan dan


evaluasi hasil tetapi tidak
disertai dengan kontrol
langsung terhadap
masukan-masukan dan
proses kebijakan yang
dapat dimanipulasi.

E VA LU A S I
HASIL
RETROSPEKTIF

STUDI
KASUS

Penanggulangan dampak bencana Lumpur lapindo


adalah salah satu bagian dari dampak bencana Nasional,
sebagai evaluasi kebijakan perancang bersama melalaui

program pembangunan pemerintah daerah setempat


bersama pemerintah Pusat secara kerja sama (de facto),
untuk penanggulangan dampak kebanjiran lumpur panas

komoditas terbentuk telaga Lumpur itu. Diarahkan untuk


tercapainya tujuan dan cita-cita luhur bangsa Indonesia
mewujudkan suatu masyarakat adil, merata dan makmur
baik materil dan spritual mencapai kemakmurannya,
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Pendekatan yang menggunakan


metode-metode deskriptif untuk
menghasilkan informasi yang
dapat dipertanggungjawabkan dan
valid mengenai hasil-hasil
kebijakan yang secara eksplisit
dinilai oleh berbagai macam
pelaku kebijakan

Evaluasi keputusan teoritis


berusaha memunculkan dan
membuat eksplisit tujuan dan
target dari pelaku kebijakan
baik dari yang tersembunyi
atau dinyatakan.Nantinya
tujuan dan target dari pelaku
kebijakan tersebut dijadikan
ukuran yang layak terhadap
nilai kebijakan / program

Semua pihak yang


mempunyai andil dalam
memformulasikan dan
mengimplementasikan
kebijakan dilibatkan
dalam merumuskan
tujuan dan taget yang
nantinya kinerjanya akan
diukur

TUJUAN

Untuk mengatasi
kelemahan dari
evaluasi semu dan
evaluasi formal
Mengurangi ambiguitas kinerja tujuan
Mengidentifikasi tujuan-tujuan dari pelaku
kebijakan
Menghubungkan informasi mengenai hasilhasil kebijakan dan nilai-nilai dari pelaku
kebijakan

PENAKSIRAN
E VA LU A B I L I TA S
Serangkaian prosedur
yang dibuat untuk
menganalisa system
pembuatan keputusan
yang dapat
memperjelas tujuan,
sasaran, dan asumsiasumsi dimana kinerja
akan diukur

A N A L I S I S U T I L I TA S
M U LT I AT R I B U T
Serangkaian prosedur
yang dibuat untuk
memperoleh penilaian
subyektif dari berbagai
pelaku kebijakan
mengenai probabilitas
kemunculan dan nilai dari
hasil kebijakan
SYARAT POKOK: pelaku
kebijakan adalah partisipan
aktif dalam evaluasi kinerja
kebijakan

PENAKSIRAN

Spesifikasi
Program
Kebijakan

Koleksi
Informasi
Program
Kebijakan

Modelling
Program
Kebijakan

Penaksiran
Evaluabilitas
Program
Kebijakan

Feedback
Penaksiran
Evaluabilitas
Program
Kebijakan
Untuk Pemakai

Identifikasi
pelaku

Penyusunan
skala atribut

Standardisasi
skala

Spesifikasi isu
keputusan yang
relevan

Penyusunan
jenjang nilai
atribut

Pengukuran
hasil

Spesifikasi hasil
kebijakan

Identifikasi
atribut hasil

Kalkulasi utilitas
dan evaluasi
presentasi

ANALISIS
UTILITAS
MULTIATRIBUT

METODE

ALAT
ANALISIS
LAIN

STUDI
KASUS
Pada tahun 2014, Kemetrian
Keuangan RI selenggarakan
workshop Evaluasi Raperda dan
Perda Pajak Daerah dan Retribusi

Daerah

Aspek

Asumsi

Sumber
Informasi

Kriteria

Evaluasi Semu

Evaluasi Formal

Evaluasi
Keputusan
Teoritis
Ukuran
penilaian Ukuran penilaian dari Ukuran penilaian dari
sudah pasti dan tidak tujuan kebijakan yang tujuan kebijakan yang
ditetapkan
ditetapkan

kontroversial
Hasil di lapangan

Hasil di lapangan

Dokumen-dokumen kebijakan
dan
undang-undang

Efisiensi
Efektifitas

Waktu
Evaluasi

Akhir kebijakan

Proses
dan
kebijakan

Hasil di lapangan
Persepsi pelaku

Berdasarkan pelaku dan


evaluator
akhir Proses
kebijakan

dan

akhir

Indikator
Perbandingan
Validitas

Tujuan Kebijakan
Kepentingan
Landasan Evaluasi
Keberlanjutan
Kelebihan
Kekurangan

Macam Pendekatan Evaluasi


Evaluasi Semu

Evaluasi Formal

Kurang valid, karena evaluasi Valid, karena berdasarkan pada


masih berupa opini yang belum kebijakan-kebijakan
terkait
jelas sumber datanya
yang secara struktural berada
di atasnya
Tidak memperhatikan tujuan Sudah memperhatikan tujuan
dari kebijakan
dari kebijakan
Tidak
memperhatikan
kepentingan dari stakeholder
terkait
Hanya berlandaskan argumen
dari evaluator saja

Tidak dapat dijadikan input


untuk perumusan kebijakan
berikutnya
Mudah dan cepat karena tidak
memerlukan kajian
Tidak bisa dibuktikan
dipertanggungjawabkan
secara teori

dan

Evaluasi Keputusan Teoritis


Valid,
karena
evaluasi
berdasarkan argument dari
stakeholder yang ahli di
bidangnya
Memperhatikan tujuan dari
kebijakan

Belum
memperhatikan Memperhatikan
kepentingan
kepentingan dari stakeholder
dari
masing-masing
stakeholder terhadap kebijakan
Menggunakan
kebijakan Argument dari stakeholder
diatasnya yang terkait
berkepentingan
sebagai
landasan evaluasi
Dapat dijadikan input untuk Dapat dijadikan input untuk
perumusan
kebijakan perumusan
kebijakan
berikutnya
berikutnya
Detail dan indikator evaluasi Tepat sasaran sesuai pihak
sudah
ditentukan
dalam yang
terlibat
dalam
dokumen kebijakan
implementasi kebijakan
Seringkali tidak ada sinkronisasi Memerlukan
proses
yang
antar
kebijakan
sehingga cukup sulit dan lama
mempersulit proses evaluasi

KESIMPULAN
William Dunn mengembangkan tiga
pendekatan utama evaluasi dalam
analisis kebijakan, yaitu evaluasi semu,
evaluasi formal, dan evaluasi
keputusan teoritis. Masing-masing
pendekatan memiliki pengertian,
tujuan, asumsi dan bentuk yang
berbeda

Evaluasi Formal: Menilai keberhasilan suatu


kebijakan / program / proyek berdasarkan
tujuan yang telah ditetapkan
Evaluasi Semu: menilai keberhasilan suatu
kebijakan / program / proyek berdasarkan hasil
yang telah dicapai
Evaluasi Keputusan Teoritis: Menilai keberhasilan
suatu kebijakan / program / proyek berdasarkan
pendapat pelaku kebijakan

Persamaan dari ketiga pendekatan tersebut terletak


pada metode yang digunakan untuk menganalisa
kebijakan sebagai bentuk dari evauasi yakni metode
deskriptif