Anda di halaman 1dari 10

Vol. 2 No.

1 Oktober 2014

ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PERMUKIMAN DI


KECAMATAN KALIWUNGU DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
M. Rifky Abu Zamroh (10130015)
Mahasiswa Pendidikan Geografi IKIP Veteran Semarang
Abstrak
Pertumbuhan penduduk di Kecamatan Kaliwungu yang semakin pesat sehingga menyebabkan
kebutuhan lahan untuk permukiman akan meningkat pula. Dari permasalahan itu maka perlu adanya
analisis tentang perubahan penggunaan lahan permukiman secara cepat dan tepat. Salah satunya
dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Dalam penelitian ini pemetaan perubahan
penggunaan lahan dilakukan dalam jangka waktu antara tahun 2008-2013.Untuk Analisis data
peneliti memakai metode overlay, yaitu sistem penanganan data dalam perubahan penggunaan lahan
permukiman dengan cara digitasi yaitu dengan cara menggabungkan peta-peta seperti peta
penggunaan lahan tahun 2008 dengan peta penggunaan lahan tahun 2013 yang memuat informasi
yang disyratkan untuk suatu program penggunaan lahan diantaranya menggunakan program Google
Earth, Global Mapper 11 ,dan Arc View 3.3. Dari hasil analisis dimana penggunaan lahan di
Kecamatan Kaliwungu yang memiliki luas wilayah 47,73 hektar/km2 atau 4773 hektar/m2, dengan
menggunakan SIG hasil data yang telah dioverlay akan memperlihatkan perubahan penggunaan
untuk permukiman dalam jangka waktu 2008 sampai 2013 di Kecamatan Kaliwungu. Hasil overlay
dari analisis SIG di wilayah Kecamatan Kaliwungu pada tahun 2008 mencapai 340,436 hektar/m2
dan pada tahun 2013 meningkat luas permukimannya menjadi 386,509 hektar/m2, jadi diperoleh hasil
peningkatan luas permukiman antara tahun 2008-2013 mencapai 46,073 hektar/m2.. Kesimpulan dari
data diatas jika angka pertumbuhan sebesar 46,073 ha/m2 ini masih tetap maka proyeksi
pertumbuhan permukiman pada 15 tahun kedepan akan menjadi sebesar 2274,11 ha/m2, karena luas
wilayah kaliwungu sebesar 4773 ha/m2 maka dari itu bisa dilihat bahwa setengah dari luas wilayah
kaliwungu akan menjadi lahan permukiman.
Kata Kunci: Penggunaan Lahan Permukiman, Sistem Informasi Geografis, Overlay Peta.
PENDAHULUAN
Penggunaan lahan dewasa ini sangatlah meningkat seiring dengan pertambahan penduduk yang
ada pada suatu wilayah, karena tidak bisa dipungkiri bahwa manusia membutuhkan lahan untuk
memenuhi kebutuhan hidup mereka. Penggunaan laha menurut Abd Rahman, 2011 adalah merupakan
hasil akhir dari setiap bentuk campur tangan kegiatan (intervensi) manusia terhadap lahan di
permukaan bumi yang bersifat dinamis dan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup baik material
maupun spiritual.Lahan sangat bervariasi dalam berbagai faktor seperti keadaan topografi, iklim,
geologi, tanah,vegetasi , yang menutupinya. Berbagai keterangan tentang kemungkinan pemanfaatan
dan pembatas pembatasdari faktor lingkungan yang bersifat permanen maupun sementara sangat
penting diperhatikandalam membicarakan perencanaan dan perubahan dalam pola penggunaan lahan
(Mega I Made dkk,2010:87).
Penggunaan lahan di Kecamatan Kaliwungu seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk
maka akan terjadi diversitas penggunaan lahan yang terjadi, karena setiap manusia hidup pasti
memerlukan sebuah lahan guna dimanfaatkan untuk kehidupan. Dari data BPS Kabupaten Kendal
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GEOGRAFI |

106

Vol. 2 No. 1 Oktober 2014

dalam angka 2011 di Kecamatan Kaliwungu terdapat 15.549 rumah tangga, laki laki 26.832 jiwa,
dan perempuan 28.065 jiwa dengan total 54.897 jiwa yang memiliki luas lahan 47,73 km2 jadi
Kaliwungu memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.150 penduduk/km2.
Penelitian yang telah dilakukan tentangperubahan penggunaan lahan untuk kawasan
permukiman sangat besar, dan ini diindikasikan oleh adanya perubahan dari tanah kosong, lahan
pertanian, tambak ,dan TPA menjadi kawasan permukiman. Hal ini terjadi karena semakin
meningkatnya aktivitas pembangunan dan meningkatnya pertambahan jumlah penduduk sehingga
kebutuhan akan lahan untuk permukiman semakin meningkat (Hariyanto Teguh,2005). Penelitian
yang di lakukan di Kaliwungu tentang pola pemanfaatan ruang kawasan pesisir bahwa untuk
perencanaan kawasan strategis industri dan ekonomi yang berada di sebagian besar wilayah Desa
Wonorejo dan Desa Mororejo tidak sesui dengan kriteria penggunaan lahan untuk kawasan industri,
dengan luas kurang lebih 22.134.954,57 m2 atau sekitar 22 km2 (Anwar Nur dkk, 2012).
Kemampuan lahan adalah penilaian atas kemampuan lahan untuk penggunaan tertentu yang
dinilai dari masing-masing faktor penghambat. Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan
kemampuannya dan tidak dikuti dengan usaha konservasi tanah yang baik akan mempercepat terjadi
erosi.
Kecamatan Kaliwungu meupakan salah satu dari dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten
Kendal. Secara administrasi Kaliwungu sebagai kecamatan di Kabupaten Kendal yang berada
disebelah timur dan berbatasan lansung dengan Kota Semarang, sebelah utara berbatasan dengan Laut
Jawa, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kaliwungu Selatan, dan sebelah barat berbatasan
dengan Kecamatan Brangsong.
Dalam perkembangnya sebuah wilayah perkotaan Kaliwungu dalam penggunaan lahannya akan
semakin meningkat, karena faktor penduduk serta dengan aneka kegiatan penggunaan lahan
masyarakat. Oleh sebab itu, maka lahan akan mendapat tekanan yang cukup besar karena
pertumbuhan penduduk yang senantiasa selalu meningkat dari waktu ke waktu. Penggunaan lahan di
suatu wilayah perlu diketahui, karena untuk mengetahui bagaimana dampak dari perubahan
penggunaan lahan terhadap daya dukung lahan sehingga berdampak pada menurunya kualitas sebuah
lingkungan. Degradasi atau penurunan kualitas lingkungan tersebutterkait dengan pola penggunaan
lahan yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah penataan ruang,yang secara tidak langsung akan
berpengaruh terhadaptingkat pencemaran di wilayah tersebut (Sukojo Bangun Muljo, 2003:1)
Dari realita tersebut diatas, maka perlunya sebuah data tentang perubahan penggunaan lahan
yang ada di Kecamatan Kaliwungu untuk memberikan gambaran kondisi lahan yang telah berubah
sebagai pusat pemerintahan, industri, perdagangan, jasa, permukiman dan masih banyak lagi
perubahan penggunaan lahan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Karena rumah merupakan salah
satu kebutuhan dasar selain pangan dan sandang. Namun kenyataannya tidak mudah bagi kebanyakan
orang untuk bisa mempunyai rumah yang layak terutama di daerah-daerah berpenduduk padat dimana
nilai rumah dan tanah relatif tinggi (Siahaan Sri Damariyanti, 2013). Permukiman sendiri sebagai
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GEOGRAFI |

107

Vol. 2 No. 1 Oktober 2014

tempat manusia untuk hidup itu seharusnya memperhatikan pembangunan tempat permukiman
mereka, karena lokasi pembangunan permukiman yang tidak sesuai dengan kemampuan fisik lahan
maka akan dapat membahayakan kehidupan mereka sendiri seperti banjir, longsor, maupun erosi. Dari
itu maka perlunya mengetahui perubahan penggunaan lahan yang secara capat dan tepat yang dapat
membantu manusia untuk menentukan pembangunan permukiman yang tepat dalam menjaga
keselamatan hidup mereka. Karena dalam pembangunan perumahan, termasuk pembangunan kotakota baru perlu diperhatikan kondisi dan pengembangan nilai-nilai sosial budaya masyarakat, laju
pertumbuhan penduduk dan penyebarannya, pusat-pusat produksi dan tata guna tanah dalam rangka
membina kehidupan masyarakat yang maju (Siahaan Sri Damariyanti, 2013).
Dalam perkembangannya teknologi sangat diperlukan untuk mengolah sebuah data yang lebih
cepat serta dapat mencakup wilayah yang lebuh luas kondisi spasial dan attribute dalam bentuk
digital. Teknologi yang dimaksud adalah teknologi sistem informasi geografis (SIG). Karena menurut
Perdede dan Spits Warnars Sistem Informasi Geografis merupakan suatusistem informasi yang sangat
berguna untukmembantu pengambilan keputusan karena mampuuntuk mengelola dan menganalisis
data parsial dantekstual.Dengan demikian, informasi yang dihasilkantidak hanya informasi tekstual
atau deskriptif sajatetapi dapat juga diketahui informasi lokasinya.Teknologi SIG harus sudah
dimasyarakatkanterutama kepada setiap daerah. Penggunaan teknologi ini akan lebih menghemat
biaya perencanaan pembangunan dibandingkan dengan teknologikonvensional yang masih dipakai
saat ini.Tingkat efisiensi dan efektifitas pelaksanaanpembangunan akan meningkat apabila
SIGdiaplikasikan untuk perencanaan di segala sektor pembangunan. Selain itu, kualitas pelayanan
padamasyarakat dari instansi pemerintah dan swasta akanbertambah baik. Masyarakat akan lebih
berperandalam menentukan jenis informasi yang dibutuhkandan informasi topografis yang akurat dan
terpercayadapat diperoleh dalam waktu yang singkat dengan pengolahan data yang dilakukan lewat
software GIS. Salah satu software GIS yang dapat mengolah data system informasi geografis yaitu
melalui penggunaan Arcview GIS. Arcview GIS adalah software yang dikeluarkan ESRI
(Enviromental System Research Institute) untuk pengolahan data spasial suatu wilayah (Budiyanto
Eko, 2009:177).Penggunaan lahan yang ada di Kaliwungu akan di olah menggunakan SIG melalui
Arcviw GIS guna memperoleh data spasial secara menyeluruh dan cepat,
Dengan latarbelakang tersebut maka kita angkat judul dalam penelitian: Analisis Perubahan
Penggunaan Lahan Untuk Permukiman di Kecamatan Kaliwungu dengan Sistem Informasi
Geografis.

KAJIAN PUSTAKA
Penggunaan Lahan
Penggunaan

lahan

menurut

Su

Ritohardoyo,

2002adalah

interaksi

manusia

dan

lingkungannya,dimana fokus lingkungan adalah lahan, sedangkan sikap dan tanggap kebijakan
manusia terhadap lahan akan menentukan langkah-langkah aktivitasnya, sehingga akan meninggalkan
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GEOGRAFI |

108

Vol. 2 No. 1 Oktober 2014

bekas di atas lahan sebagai bentuk penggunaan lahan (A Tri Mahendra, 2007:14). Dalam tipe
penggunaan lahan yang dipertimbangkan sebaiknnya dibatasi kepada yang relevan dengan keadaan
fisik, ekonomi, dan sosial secara umum yang menonjol di daerah yang disurvei (Rayes M.Lutfi,
2007:162).
Konsep Penggunaan pada suatu kotaumumnya memiliki pola tertentu dan perkembangannya
dapat diestimasikan tetapi perlu dilihat dari kualitas lahan tersebut, kualitas lahan adalah sifat-sifat
atau attribute yang bersifat kompleks dari suatu bidang lahan (Rayes M.Lutfi, 2007:164).Keputusankeputusan pembangunan kotabiasanya berkembang bebas, tetapi diupayakan sesuai dengan
perencanaan penggunaan lahan. Motif ekonomi adalah motif utama dalam pembentukan struktur
penggunaan tanah suatu kota dengan timbulnya pusat-pusat bisnis yang strategis. Selain motif
ekonomi terdapat pulamotif politik, bentuk fisik kota, seperti topografi, drainase. Meskipun struktur
kota tampak tidak beraturan, namun kalau dilihat secara seksama memiliki keteraturan pola tertentu.
Bangunan-bangunan fisik membentuk zona-zona intern kota. Teori-teori struktur kota yang ada
digunakan mengkaji bentuk-bentuk penggunaan lahan yang biasanya terdiri dari penggunaan tanah
untuk perumahan, bisnis, industri, pertanian, dan jasa (R.Syahrizal, 2012). Dalam mengetahui arah
penggunaan lahan yang baik perlu di lakukannya sebuah evaluasi lahan, Evaluasi lahan adalah suatu
proses penilaian sumber daya lahan untuk tujuan tertentu dengan menggunakan suatu pendekatan atau
cara yang sudah teruji. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan/atau arahan penggunaan
lahan sesuai dengan keperluan (Ritung Sofyan dkk, 2007:1).
Permukiman
Permukiman dalam arti umum adalah suatu area atau daerah yang tersusun oleh rumah dan
pekarangan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana (Hardoyo dan Sutikno dalam Dwi Ningsih,
2005).
Tempat tinggal pada umumnya dalam bentuk rumah walaupun pada saat ini banyak bentuk lain
yang dijadikan sebagai tempat tinggal oleh sebagian masyarakat seperti Apartemen dan Rumah susun,
tetapi konsep dasarnya tetap disebut dengan rumah. Apabila dilihat dari segi hukum, maka rumah
dapat dijadikan sebagai tempat kedudukan alat domisili bagi setiap orang ketika melakukan hak dan
kewajibannya di dalam hukum (Siahaan Sri Damariyanti, 2013).
Menurut Undang-Undang No. 4 tahun 1992 Pasal 1 Tentang Perumahan dan Pemukiman
mengatakan bahwa Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan
sarana pembinaan keluarga.
METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian
Pada penelitian ini lokasi yang digunakan adalah pada Kecamatan Kaliwungu Kabupaten
Kendal, Wilayah Kecamatan Kaliwungu Dibatasi Oleh:

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GEOGRAFI |

109

Vol. 2 No. 1 Oktober 2014

Sebelah Utara

: Laut Jawa

Sebelah Timur

: Kota Semarang

Sebelah Selatan

: Kecamatan Kaliwungu Selatan

Sebelah Barat

: Kecamatan Brangsong

Obyek Penelitian
Obyek dalam penelitian ini adalah citra satelit Google Earth tahun perekaman 2008 sampai
2013 Kecamatan Kaliwungu.
Variabel Penelitian
Peneliti menggunakan obyek penelitian mengenai Peta Perubahan Penggunaan Lahan Untuk
Permukiman Di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Variabel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah terdiri dari variabel dari citra satelit Google Earth.
Variabel tersebut adalah sebagai berikut:
a. Luas lahan yang ada di Kecamatan Kaliwungu
b. Perubahan penggunaan lahan untuk permukiman yang terjadi di Kecamatan Kaliwungu
Populasi dan Sampel Penelitian
a. Populasi penelitian
Populasi dari penelitian yang telah dilakukan ini adalah seluruh unit penggunaan lahan
permukiman yang tampak dan dapat dikenali pada citra daerah Kecamatan Kaliwungu. Unit-unit
penggunaan lahan permukiman yang tergambar pada citra ini apabila diinterpretasi merupakan
sekumpulan poligon-poligon. Kumpulan poligon tersebut juga menjadi dasar mapping unit.
b. Sampel Penelitian
Untuk penentuan jumlah sampel dalam penelitian dengan teknik penginderaan jauh
disesuaikan dengan tingkat kesulitan dalam menginterpretasi kenampakan pada citra. Sampel
dalam hal ini berguna untuk keperluan uji ketelitian dan cek lapangan, jumlahnya diusahakan
sesedikit mungkin dengan tanpa mengurangi keterwakilan masing-masing unit penggunaan lahan
permukiman. Sampel yang akan digunakan yaitu Desa Kutoharjo dan Sarirejo. Pengambilan
sample sesedikit mungkin dimaksudkan agar peneliti tidak terlalu banyak turun ke lapangan.
Metode dan Teknik Pengumpulan Data
a. Metode Interpretasi
b. Metode dokumentasi
c. Metode Wawancara
d. Metode Pengamatan
Alat- alat penelitian
Alat yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut
a. Alat
1. Komputer dengan Program SIG ArcViw 3.3, Google Map Pro, dan Global Mapper 11.
2. Printer
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GEOGRAFI |

110

Vol. 2 No. 1 Oktober 2014

3. Alat alat Tulis.


4. Kamera
b. GPS untuk mengetahui posisi dan ketinggian suatu tempat.

HASIL PENELITIAN
1. Perubahan Lahan Untuk Permukiman
Bentuk penggunaan lahan di atas permukaan bumi memperlihatkan tingkat kehidupan
manusia di daerah tersebut. Dengan laju pertumbuhan penduduk yang ada di Kecamatan
Kaliwungu maka perlu adanya penambahan tempat tinggal seperti bertambahnya perluaan
permukiman dalam suatu daerah demi kelangsungan hidup mereka. Perubahan penggunaan lahan
untuk permukiman akan merubah lahan yang ada di Kecamatan Kaliwungu menjadi permukiman
yang akan semakin meluas.
Perubahan penggunaan lahan di Kecamatan kaliwungu yang memiliki luas wilayah 47,73
hektar/km2 atau 4773 hektar/m2 itu akan di bagi atas penggunaan lahan yang lain, dalam penelitian
ini akan lebih membahas akan penggunaan lahan untuk permukiman dalam kurun waktu 6 tahun di
Kecamatan Kaliwungu antara tahun 2008 dan tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel 6, serta melihat
akan bertambah nya permukiman pada tahun 2013 serta penurangan luas lahan tiap Desa di
kecamatan kaliwungu dapat dilihat di Tabel 1.
Tabel 1. Penggunaan lahan untuk permukiman tahun 2008 dan 2013
di Kecamatan Kaliwungu
Penggunaan Lahan Kecamatan Kaliwungu (hektar/m2)
Tahun 2008
Tahun 2013
4432,874
4386,801
Permukiman 2008
Permukiman 2013
340,436
386,509
Jumlah
4773,310
4773,310

No

1
2
3
4
5
6
7
8

Tabel 2.Perubahan Penggunaan Lahan Untuk Permukiman Per Desa Tahun 2008-2013
Di Kecamatan Kaliwungu
Berkurang
Bertambah
Penggunaan Lahan
(2008Permukiman
(2008-2013)
Desa
Per Desa
2013)
2008
2013
(ha/meter2)
2008
2013
(ha/meter2)
Karang
137,742 133,793
3,949
14,021
17,970
3,949
Tengah
1,069
48,326
49,395
1,069
Krajan Kulon 173,963 172,894
147,090 145,195
1,895
11,898
13,793
1,895
Kumpulrejo
172,758 168,908
3,850
47,188
51,038
3,850
Kutoharjo
1049,342
1045,676
3,666
32,069
35,735
3,666
Mororejo
692,140 687,240
4,900
35,231
40,131
4,900
Nolokerto
281,525 264,968
16,557
85,520 102,077
16,557
Sarirejo
750,906 747,441
3,465
43,636
47,101
3,465
Sumberejo
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GEOGRAFI |

111

Vol. 2 No. 1 Oktober 2014

1027,408 1020,686
4432,874 4386,801

Wonorejo
Jumlah

6,722
46,073

22,547
340,436

29,269
386,509

6,722
46,073

Dari tabel diatas maka diketahui urutan dari paling besar sampai paling kecil pada 9 Desa di
Kecamatan Kaliwungu pada tabel 3.
Tabel 3. Kelurahan paling besar perluasan permukiman
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

DESA
Sarirejo
Wonorejo
Nolokerto
Karang Tengah
Kutoharjo
Mororejo
Sumberejo
Kumpulrejo
Krajan Kulon
Jumlah

Bertambah (2008-2013)
(ha/meter2)
16,557
6,722
4,900
3,949
3,850
3,666
3,465
1,895
1,069
46,073

Dari data di atas maka dapat dijelaskan bahwa luas permukiman yang ada di Kecamatan
Kaliwungu dari kurun waktu 2008 sampai 2013 mengalami perluasan sebesar 46,073 ha/meter2, untuk
area luas lahan selain permukiman di kecamatan Kaliwungu berkurang sebesar 46,073 ha/meter2.
Wilayah permukiman dilihat dari tiap kelurahan yang paling tinggi perluasan lahan untuk
permukiman adalah Desa Sarirejo sebesar 16,557 hektar/m2. Untuk pola permukiman di Kecamatan
Kaliwungu kebanyakan berpola memanjang mengikuti jalan dan sungai.
2. Proyeksi Pertumbuhan Lahan Untuk Permukiman
Hasil analsis pertumbuhan permukiman sebesar 46,073 ha/m2 dari luas permukiman tahun
2008 sebesar 340,436 ha/m2 dan luas permukiman pada tahun 2013 sebesar 386,509 ha/m2 di
Kecamatan Kaliwungu, jika dicari rate dari hasil pertumbuhan permukiman itu maka diperoleh:
r=

x 100%

= 13,5%
Jadi dari hasil perhitungan tersebut rate pada pertumbuhan permukiman sebesar 13,5%,
nantinya hasil dari rate ini akan digunakan dalam perhitungan rumus Geometrik yang bertujuan
untuk mengetahui proyeksi pertumbuhan permukiman pada tahun ke-n yang akan dianalisis. maka
akan diperoleh hasil dari rumus proyeksi Geometrik :
Pn=P0(1+r)n
P15=340,436(1+0,135)15
=340,436(1,135)15
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GEOGRAFI |

112

Vol. 2 No. 1 Oktober 2014

=340.436(6,68)
=2274,11
Dari hasil perhitungan proyeksi itu maka 15 tahun kedepan dapat dipredikiksi perubahan
penggunaan lahan untuk permukiman di Kecamatan Kaliwungu akan mencapai perluasan sebesar
2274,11 ha/m2. Jika kita lihat luasan dari wilayah Kecamatan Kaliwungu sendiri hanya sebesar 4773
ha/m2. Jadi bisa kita prediksikan pada 15 tahun kedepan jika pertumbuhan permukiman ini sebesar
13,5% ini tetap berlangsung menyebabkan penggunaan lahan permukiman di wilayah kaliwungu
separuh dari luas wilayah Kecamatan Kaliwungu akan berubah menjadi lahan permukiman.
Maka dari itu perlu adanya pengambilan kebijakan yang tepat agar pertumbuhan akan
permukiman di Kecamatan Kaliwungu dapat seimbang dengan keadaan lahan yang tersedia di
wilayah Kecamatan Kaliwungu. Sehingga keseimbangan akan penggunaan lahan dapat terjaga.

KESIMPULAN
Dari hasil pemetaan yang telah dilakukan dengan Sistem Informasi Geografis peneliti
berkesimpulan bahwa:
1. Pengolahan peta tematik dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) program Google Earth, Global
Mapper 11, dan Arcview 3.3 memiliki kecapatan, ketepatan, memiliki data yang up date dan dapat
melakukan penyajian peta tematik yang lebih baik jika dibandingkan dengan metode konvensional.
2. Perubahan penggunaan lahan untuk permukiman di Kecamatan Kaliwungu dalam kurun waktu 6
tahun mengalami perluasan akan permukiman di semua Desa di Kecamatan Kaliwungu. Jika
diurutkan dari paling luas sampai paling sempit perluasan permukiman di tiap Desa di Kecamatan
Kaliwungu dapat jabarkan diantaranya: Desa Sarirejo, Desa Wonorejo, Desa Nolokerto, Desa
Karang Tengah, Desa Kutoharjo, Desa Mororejo, Desa Sumberjo, Desa Kumpulrejo, Desa Krajan
Kulon.
3. Jika pertumbuhan lahan untuk permukiman ini tetap pada angka 46,073 ha/m2, pertumbuhan ini
diproyeksikan 15 tahun kedepan maka akan menghasilkan luasan lahan untuk permukiman sebesar
2274,11 ha/m2, hamper setengah dari luas wilayah Kecamatan Kaliwungu.

DAFTAR PUSTAKA

Abd.Rahman As-syukur. 2011. Perbahan Penggunaan Lahan Di Provinsi Bali. A.RAs syukur, Vol.
6

No.1.http://pplh.unud.ac.id/wp-content/uploads/2012/02/Perubahan-Penggunaan-Lahan-Di-

Provinsi-Bali.pdf di unduh pada tanggal 13 februari 2013.


Agung Dwiyanto. 2009. Kuantitas dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Di Permukiman Perkotaan
.Jurnal

TEKNIK,

Vol.

30

No.2

Tahun

2009.

http://eprints.undip.ac.id/20182/1/AGUNG_DWIYANTO.pdf di unduh pada tanggal 13 April


2013.
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GEOGRAFI |

113

Vol. 2 No. 1 Oktober 2014

Andi

Galsah

Mahie.

2012.

SIG

&

Remote

Sensing,

Universitas

Hasanudin.

Makasar.http://www.unhas.ac.id/lkpp/mipa-2/Andi%20Gaslan%20-%20tdk.pdf di unduh pada


tanggal 13 februari 2013
Andree Ekadinata dkk.2008. Sistem Informasi Geografis Untuk Pengelolaan Bentang Lahan
Berbasis Sumber Daya Lahan, Buku 1: Sistem Informasi Geografis Dan Pengindraan Jauh
Menggunakan ILWIS Open Source. World Agroforestry Center, Bogor, Indonesia.
Bangun Muljo Sukojo dan Diah Susilowati. 2003. Penerapan Metode Pengindraan Jauh Dan
Sistem Informasi Geografis Untuk Analisa Perubahan Penggunaan Lahan (Studi Kasus:
Wilayah

Kali

Surabaya).

Makara,

Teknologi,

Vol.

No.1.

April

2003.http://journal.ui.ac.id/technology/article/view/150/146 di unduh pada tanggal 14 februari


2013.
Dwi Ningsih. 2002. Kajian dan Pemetaan Kesesuaian Lahan Untuk Pemukiman Di Kecamatan
Demak Kabupaten Demak. UNNES
Eko Budiyanto, 2009. Sistem Informasi Geografis Dengan ArcView GIS, ANDI: Yogyakarta.
F.Sri Hardiyanti Purwadhi, 2001. Interpretasi Citra Digital, Grasindo: Jakarta.
Hermanto Sastrohartono. 2011. Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Perkebunan Dengan Aplikasi
Extensi Artificil Neural Network (ANN.avx) Dalam ArcView GIS, Institut Pertanian Stiper.
Yogyakarta.http://www.instiperjogja.ac.id/download/jurnal/Evaluasi%20Lhn%20ANN-SIG.pdf
di unduh pada tanggal 14 februari 2013
http://portalgaruda.org/download_article.php?article=80946&val=1027 di unduh pada tanggal 14
februari 2013.
http://kendalkab.bps.go.id/?hal=publikasi_detil&id=2 di unduh pada tanggal 25 februari 2013
I Made Mega dkk. 2010. Klasifikasi Thah Dan Kesesuaian Lahan. Denpasar: Universitas Udayana.
Irma H Hanafi. 2011. Aktifitas Pengindraan Jauh Melalui Satelit Di Indonesia Dan Pengaturannya
Dalam Hukum Ruang Angkasa. Jurnal sasi, Vol. 17 No.2. Bulan April - Juni
2011.http://paparisa.unpatti.ac.id/paperrepo/ppr_iteminfo_lnk.php?id=100

di

unduh

pada

tanggal 13 februari 2013.


Jayadinata, T. Johara. 1999. Tata Guna Tanah Dalam Perencaan PedesaanPerkotaan dan Wilayah.
ITB: Bandung.
Lili Somantri. 2008. Pemanfaatan Teknik Pengindraan Jauh Untuk Mengidentifikasi Kerentanan
Dan Resiko Banjir. Jurnal Gea Jurusan Pendididkan Geografi, Vol. 8 No.2.Oktober
2008.http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/132314541LILI_SOMANTRI/hidrologi-jurnal_GEA.pdf di unduh pada tanggal 14 februari 2013
M.Lutfhi Rayes, 2007. Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan, ANDI: Yogyakarta.
Mahendra Tri A. Semarang: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. 2007. Peta
Perubahan Penggunaan Lahan Untuk Permukiman Tahun 1999-2004 Di Kecamatan
Ngawen Kabupaten Blora. Tugas Akhir.
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GEOGRAFI |

114

Vol. 2 No. 1 Oktober 2014

Muh.Syahrizal R. Makasar: Fakultas Teknik Universitas Hasanudin. 2012. Pemetaan Perkembangan


Tata

Guna

Lahan

Pada

Jaln

Tol

Kota

Makasar.

Tugas

Akhir.

http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/2766/JURNAL.pdf?sequence=1

di

unduh pada tanggal 13 februari 2013


Nany Yuliastuti dan Arif Fatchurochman. 2012. Pengaruh Perkembangan Lahan Terbangun
Terhadap Kualitas Lingkungan Permukiman. Jurnal PRESIPITASI, Vol. 9 No.1. Bulan Maret
2012. http://ejournal.undip.ac.id/index.php/presipitasi/article/download/4805/4355 di unduh
pada tanggal 13 April 2013.
Nur Anwar dkk. 2012. Evaluasi Pola Pemanfaatan Ruang Kawasan Pesisir Kecamatan Kaliwungu
Kabupaten Kendal. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan
Lingkungan.pada

11

September

2012

di

Universitas

Diponegoro

Semarang.http://eprints.undip.ac.id/37611/ di unduh pada tanggal 14 februari 2013.


Purwadhi dan Tjaturahono. 2008. Pengantar Interpretasi Citra Penginderaan Jauh. LAPANUNNES.
Sofyan Ritung dkk, 2007. Panduan Evaluasi Kesesuaian Lahan. Balai Penelitian Tanah. Bogor.
Sri Darmaiyanti Siahaan dan Rosnah Siregar. 2013. Dampak Pemukiman Perumahan Nasional
(PERUMNAS) Terhadap Lingkungan Sosial Masyarakatnya (Studi Kasus PERUMNAS
Mandala, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang,
Sumatra

Utara).Jurnal

CITIZENSHIP,

Vol.

00

No.00.

2013.

http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/citizenship/article/download/567/383 di unduh pada


tanggal 13 April 2013.
Sutanto. 1986. Penginderaan Jauh (Jilid 1). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Teguh Hariyanto. 2005. Pengembangan Sistem Informasi Geografis Untuk Prediksi Penggunaan
Dan Perubahan Lahan Menggunakan Citra Ikonos Multispektral. Pertemuan Ilmiah
Tahunan MAPIN XIV Pemanfaatan Efektif Pengindraan Jauh Untuk Peningkatan
Kesejahteraan Bangsa.pada 14-15- September 2005 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya.http://oc.its.ac.id/ambilfile.php?idp=502 di unduh pada tanggal 14 februari 2013
Warsito, S..Semarang: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.2012. Pemanfaatan Citra
Satelit Quickbird Untuk Pemetaan Kepadatan Bangunan Pada Penggunaan Lahan
Perkotaan Di Desa Bringin Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang.Tugas Akhir

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GEOGRAFI |

115