Anda di halaman 1dari 2

Jawaban

1. A. Jenis limbah yang menyebabkan bau tak sedap hasil dari pabrik pengalengan ikan
yaitu senyawa-senyawa komponen penyusun bau limbah cair industri ikan, tersebut
berasal dari langkah-langkah proses peruraian oleh mikroba yang dikenal sebagai
reaksi metanogenesis. Meskipun muncul beberapa senyawa yang berbeda yang
menjadi cirri khusus limbah cair ikan disuatu tempat yang akan berbeda dengan
tempat lain. Bau diproduksi terutama oleh reaksi dekomposisi, penguapan, dan kimia
bakteri selama proses pengolahan ikan. Proses untuk mengolah ikan umumnya
melibatkan mengeruk, mencuci, merendam ikan dalam air garam atau larutan garam.
Limbah cair dan padat yang dihasilkan selama pemisahan ikan dari oleh-produk
(kulit, tulang dan bagian lain). Bau dapat terjadi dari dekomposisi mikroba pada
beberapa langkah ikan proses pengeringan, dan tergantung pada beberapa faktor
seperti kualitas dan kesegaran ikan untuk diproses, pembuangan limbah padat dan
cair, suhu, dan kondisi penyimpanan. Bakteri dapat mengubah bahan kimia dalam
daging ikan untuk campuran bahan kimia lain yang memiliki bau menyengat.
Dekomposisi bakteri ikan dan produk sampingnya menghasilkan bahan kimia berbau
tajam beberapa seperti trimetilamina, amonia, amina, sulfida, mercaptans, dan asam
lemak volatil (asetat, propionat, dan butanoic pentanoat). Mereka dapat memiliki efek
merugikan pada estetika, nilai properti, dan kualitas hidup masyarakat sasaran
mereka.
B. Konsep minimisasi limbah diperkenalkan oleh ( EPA ) Environmental Protection
Agency Amerika Serikat sejak tahun 1988. Dalam konsep ini diperkenalkan
pendekatan-pendekatan dan teknik-teknik pencegahan terjadinya limbah. Hal ini
mengandung pengertian pengurangan terjadinya limbah pada sumbernya yaitu dengan
cara : a. Merubah input Bahan Baku. b. Merubah Teknologi. c. Merubah Proses d.
Merubah Produk
2. Limbah padat yang dihasilkan dari pabrik pengalengan ikan yaitu :
a. Insang
b. Potongan kepala ikan
c. Tulang ikan
d. Isi perut
e. Ekor ikan
f. Sisik
Limbah padat yang dihasilkan dari pengalengan ikan bisa dimanfaatkan menjadi suatu
produk yang mempunyai nilai ekonomis, yaitu :
a. Pemanfaatan tulang ikan untuk pembuatan gelatin
Ikan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan gelatin. Hal ini dikarenakan
pada bagian tertentu dari ikan, misalnya tulang dan kulit, terdapat kolagen yang
dengan penambahan perlakuan asam atau alkali serta proses pemanasan
menyebabkan kolagen tersebut dapat dikonversi menjadi gelatin. Kandungan
kolagen dari ikan keras (teleostei) berkisar dari 15-17 %, sedangkan pada ikan
bertulang rawan (Elasmobranchi) berkisar antara 22-24 %.
b. Limbah sisik ikan sebagai chitosan dan kolagen
c. Tulang ikan sebagai bahan pembuatan lem
d. Jeroan ikan sebagai pupuk organik

e. Tulang ikan sebagai bahan pembuatan tepung ikan


f. Sisik ikan sebagai bahan pembuatan silase