Anda di halaman 1dari 24

Uji Stabilitas

WHO 2009
Angky Glori, S.Farm. 158115130
Cakra Segara Jaya, S.Farm. 158115133
Dui Sostales, S.Farm. 158115136
Gigih Prayoga, S.Farm. 158115140
Hendry Budianto, S.Farm. 158115141
Lucia Ida Ayu Kristiana, S.Farm. 158115145
Yeni Mardiati Pasaribu, S.Farm. 158115165

PROFESI APOTEKER
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
2016

Soal nomor 12
Susunlah prosedur/protokol uji stabilitas untuk
produk tablet antihipertensi X, dengan atau tanpa
bracketing dan/atau matrixing. Berikan alasan
tentang protokol yang dibuat, misal jika perlu
justifikasi penggunaan bracketting, matrixing,
atau tidak, serta pemilihan hanya pengujian
parameter kadar dan kekerasan (tidak melakukan
pemantauan waktu hancur dan disolusi). Kekuatan
obat 5 mg, 10 mg, dan 20 mg.

Pengujian Stabilitas dari Senyawa aktif


dan Produk Obat

Produk Obat

Senyawa aktif

General
Stressing Testing
Selection of Batches
Container Closure
System
Specification
Testing Frequency
Storage Conditions
Evaluation
Statements/Labeling
Ongoing stability
studies

General
Selection of

Batches
Container Closure
System
Specification
Testing Frequency
Storage Conditions
Evaluation
Statements and
Labeling
Ongoing stability
studies

Pengujian Stabilitas Senyawa aktif

General
Mencari informasi kestabilan senyawa aktif obat
antihipertensi X :

1) Appearance
2) Assay
3) Degradation products
Monografi : United States Pharmacopeia (USP)
4

Pengujian Stabilitas FPP

General
Tujuan:
Mendesain
study
stabilitas
FPP
obat
antihipertensi X berdasarkan ilmu dan karakteristik
dari
API,
Informasi
study
stabilitas
API,
Pengalaman yang didapatkan dari study pre-formulasi
dan investigasi dari FPP.

Pengujian Stabilitas Senyawa aktif

Stress Testing

Tujuan :
1) Membantu dalam mengidentifikasi produk hasil degradasi
2) Menentukan jalur degradasinya dan stabilitas intrinsik
dari molekul
3) validasi stabilitas prosedur analisis yang digunakan

Diambil 1 batch obat antihipertensi X, kemudian dilakukan


Stress Testing :
Pengaruh Suhu : bisa dilakukan dengan peningkatan suhu
(cth : 50C, 60C, dsb)
Humidity (cth : 75% atau diatasnya )
Oksidasi senyawa aktif
Fotolisis senyawa aktif
6

Pengujian Stabilitas API & FPP

Selection of Batches
Menggunakan

minimal
3
batch
pengujian
obat
antihipertensi X dalam skala minimal pilot hingga
produksi dengan menggunakan metode pembuatan dan
prosedur yang sama (API & FPP)

Untuk senyawa aktif yang sudah dinyatakan stabil


oleh literatur, dapat mengguji
pengujian senyawa aktif( API)

minimal

batch

Pengujian Stabilitas API & FPP

Container Closure System


Obat

antihipertensi
X
dikemas
dalam
sistem
penutupan wadah yang sama atau mensimulasikan
pengusulan
kemasan
untuk
penyimpanan
dan
distribusi (API dan & FPP)

Pengujian Stabilitas API & FPP

Specification

Uji stabilitas yang dilakukan diperkirakan berubah


selama penyimpanan sehingga mempengaruhi
keamanan, dan/atau efikasi (API & FPP)

Obat

antihipertensi
meliputi :

dilakukan

kualitas,

pengujian

yang

1) Fisik
2) Kimia
3) Biologi
4) Uji mikrobiologi.
ICH

Q6A & Q6B

Pengujian Stabilitas Senyawa aktif

Testing Frequency
Frekuensi test obat antihipertensi X :

Uji

stabilitas
jangka
panjang

frekuensi
pengujian harus cukup untuk mengetahui sifat
kestabilan zat aktif yang diuji.

Untuk periode pengujian > 12 bulan, frekuensi


pengujian dapat dilakukan setiap tiga bulan pada
tahun pertama, kemudian setiap enam bulan pada
tahun kedua, dan sekali setahun pada tahun
berikutnya selama periode pengujian.

Pada

uji stabilitas dipercepat dengan periode


pengujian enam bulan, dilakukan minimal 3 kali
pengujian meliputi waktu awal dan waktu akhir
pengujian (0, 3, dan 6 bulan)
10

Pengujian Stabilitas FPP

Testing Frequency
Frekuensi

pengujian
penyimpanan
jangka
panjang
biasanya setiap 3 bulan selama tahun pertama, setiap 6
bulan selama tahun kedua dan tiap tahun.

Pada kondisi penyimpanan yang dipercepat, minimal tiga


titik waktu termasuk awal dan titik waktu akhir
(contohnya 0,3, dan 6 bulan) dari studi 6 bulan yang
dianjurkan.

Pada kondisi penyimpanan intermediet, minimal 4 titik


waktu termasuk awal dan titik waktu akhir ( 0, 6, 9,
12 bulan), studi dianjurkan selama 12 bulan.
11

Pengujian Stabilitas Senyawa aktif

Storage conditions
Mengukur toleransi kondisi penyimpanan yaitu variasi
suhu dan kelembapan,
shelf-life

mengukur

re-test

period

12

Pengujian Stabilitas FPP

Storage conditions
Pada

umumnya, produk farmasi harus dievaluasi dengan


pengujian stabilitas termal dan sensitivitas terhadap
kelembaban.
Kondisi penyimpanan dan lama pengujian yang dipilih harus
cukup
untuk
mewakili
stabilitas
dalam
penyimpanan,
pengiriman, dan penggunaan oleh komsumen nantinya dengan
memperhatikan zona iklim di mana produk untuk dipasarkan.
studi stabilitas dilakukan pada satu batch produk farmasi
sampai tiga bulan pada 50 C yang mana berguna untuk
mengidentifikasi formulasi dan kemasan bahan yang memenuhi
syarat untuk kondisi yang sangat panas dan kering.
Uji fotostabilitas dilakukan minimal satu batch produk
farmasi.
13

Pengujian Stabilitas FPP

Storage conditions
Secara umum perubahan yang signifikan
farmasi didefinisikan sebagai :

pada

produk

1. Perubahan 5% pada uji dari nilai awalnya (kadar)


2. Degradasi produk melebihi kriteria penerimaannya.
3. Tidak memenuhi kriteria penerimaan untuk penampilan,
fisik
dan
kekerasan);

uji

fungsional

(misalnya,

warna,

4. Tidak memenuhi syarat pd pH


5. Tidak memenuhi syarat pada disolusi
14

Pengujian Stabilitas FPP

Storage conditions

15

Pengujian Stabilitas API & FPP

Evaluasi
Pendekatan sistematik

Uji stabilitas fisik,


kimia, biologi dan tes mikroba, termasuk uji
khusus ( kadar )

Tujuan uji stabilitas menentukan

shelf live
(2-3 batch) dan instruksi penyimpanan pada label
dari semua produk obat yang dibuat dan dikemas
pada kondisi yang sama dengan kondisi pengujian.
16

Pengujian Stabilitas Senyawa aktif

Statements/ labelling

Kondisi penyimpanan berdasarkan evaluasi uji stabilitas


dari produk

Intruksi khusus bila perlu

17

Pengujian Stabilitas FPP

Statements/ labelling

18

Pengujian Stabilitas API & FPP

On-Going Stability
Tujuan

On-Going Memantau secara berkelanjutan dengan


prosedur yang sesuai untuk mendeteksi setiap masalah
stabilitas selama umur simpan.

Prosedur :
Mencangkup ukuran batch per kekuatan dosis, dan ukuran
batch yang berbeda
Medote uji yang relevan (fisika kimia mikrobiologi)
Kriteria refrerensi metode pengujian kemasan atau wadah
interval waktu uji, kondisi penyimpanan dan paraeter khusus
lainnya.

19

20

Bracketing Design
Strength
Batch
15 mL

5 mg

10 mg

20 mg
3

Container 100 mL
size
500 mL

Note: T: sampel yang diujikan


Bracketing hanya digunakan pada kekuatan obat 5 mg dan 20 mg dimana kedua obat
memiliki kemungkinan kondisi yang ekstrem..
21

Matrixing Design

22

Matrixing Design

23

Uji disolusi dan waktu hancur


Dilakukan pengujian parameter kadar dan kekerasan
(tidak melakukan pemantauan waktu hancur dan
disolusi) ?

Hanya

dilakukan
uji
kekerasan
tetapi
tidak
dilakukan uji disolusi dan waktu hancur karena
uji kekerasan sudah mewakili uji disolusi dan
waktu hancur. Jika melakukan uji waktu hancur dan
uji disolusi maka akan memerlukan waktu yang
lebih lama dan biaya yang lebih besar.

24