Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Musyawarah masyarakat desa (MMD) dilaksanakan untuk mensosialisasikan semua kegiatan
PKL Manajemen Intervensi Gizi yang akan dilaksanakan di Desa Watu Mentade selama 24 hari
kepada masyarakat desa yang diwakili oleh Aparat Desa, ketua kader, kader dan ibu bidan. Sehingga
mereka mengetahui maksud dan tujuan kedatangan mahasiswa Poltekkes Kendari Jurusan Gizi di desa
Watu Mentade serta untuk menjalin kerjasama yang baik antar masyarakat desa Watu Mentade dan
mahasiswa PKL untuk lebih memudahkan proses pendekatan masyarakat sehingga program yang
direncanakan dapat tercapai dengan baik.

B. Tujuan
Tujuan umum :
Menyampaikan reancana kegiatan yang akan dilakukan oleh mahasiswa gizi
poltekkes kendari di desa Watu mentade.
Tujuan khusus :
a) Menjelaskan program-program intervensi gizi yang akan dilakukan
b) Membicarakan waktu dan tempat serta dukungan yang akan dibutuhkan dalam
melaksanakan intervensi gizi.

BAB II
RINCIAN PELAKSANAAN

A. Persiapan
Sebelum kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa dilaksanakan, dilakukan beberapa
persiapan yaitu antara lain koordinasi dengan kepala desa tentang waktu dan tempat
pelaksanaan MMD serta nama dan tempat tinggal yang akan diundang pada saat MMD,
membuat dan menyiapkan serta menyebarkan undangan, menyiapkan konsep MMD
(susunan acara dan konsep kegiatan intervensi) dan tidak lupa menyiapkan snack untuk
peserta MMD yang akan hadir.
B. Pelaksanaan
Pelaksana kegiatan MMD adalah mahasiswa PKL Jurusan Gizi Poltekkes Kendari.
MMD dilaksanakan pada hari Selasa, pukul 20.00 sampai pukul 22.00 di rumah bapak
Ketua BPK desa Watu Mentade.
Persentase Kehadiran Peserta MMD

Tabel I
Kehadiran Peserta MMD

Sasaran
Aparat Desa dan warga
Desa

Jumlah
Undangan
14

Kehadiran
Tidak Hadir
%
N
%

14

100

Hadir

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa kegiatan MMD, undangan yang hadir
sebesar 100% (n = 14).

BAB III
PEMBAHASAN

Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dilaksanakan pada hari Selasa, 09 Maret


2016 pukul 20.00 - 22.00 WITA. Waktu pelaksanaan mundur selama setengah jam dari jadwal

yang sudah direncanakan dikarenakan peserta MMD yang di undang tidak tepat waktu
menghadiri kegiatan.
Undangan yang disediakan sebanyak 14 undangan, Dari undangan yang tersebar
seluruhnya hadir. Undangan yang hadir yaitu kepala desa Watu Mentade, kepala dusun I< II
dan III Watu Mentade, Kader Watu Mentade, ibu bidan Watu Mentade serta beberapa tokoh
masyarakat.
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) berjalan dengan baik. Hasil MMD adalah
semua dan usulan kegiatan mahasiswa untuk pelaksanaan PKL MIG di sepakati dan di setujui
oleh Kepala Desa, Aparat Desa bebrapa tokoh masyarakat desa Watu mentade. Namun, ada
beberapa kegiatan yang waktunya tidak sesuai dengan jadwal karena harus menyesuaikan
dengan waktu yang dimiliki oleh masyarakat desa Watu Mentade.
Adapun hasil dari Musyawarah Masyarakat Desa yang dilakukan adalah:
Pembuatan TOGA disesuaikan dengan waktu/kesediaan kepala dusun sehingga jadwal
kegiatan pembuatan TOGA tidak sesuai dengan rencana
Penyuluhan imunisasi dan manfaat tablet Fe bagi ibu hamil seta PGS disesuaikan sesuai
dengan jadwal posyandu, alasannya karena ibu hamil maupun ibu balita sulit untuk
dikumpulkan.
Pembuatan papan PGS dibuat lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan karena bahan
untuk pembuatan papan PGS telah disediakan oleh warga desa Watu Mentade
Kepala desa menyarankan bahwa, setiap hari jumat dilakukan kegiatan untuk
membersihkan masjid.
Kader sangat antusias dengan diadakannya pelatihan kader, menurut mereka kegiatan ini
sangat bagus karena bisa menambah pengetahuan mereka.
Ibu bidan selalu mendukung dan bersedia membantu mahasiswa agar program yang
direncanakan dapat terlaksana.
Kader bersedia membantu untuk mengumpulkan ibu hamil, ibu balita maupun ibu
menyusui untuk datang pada saat penyuluhan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Dari 14 undangan MMD yang tersebar 100% hadir untukmengikuti kegiatan MMD di
desa Watu Mentade.
2. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) berjalan dengan baik. Hasil MMD adalah
semua usulan kegiatan mahasiswa selama PKL Manajemen Intervensi Gizi disepakati
dan disetujui oleh Kepala Desa, Aparat Desa dan warga Desa Watu Mentade.
Adapun hasil dari Musyawarah Masyarakat Desa yang dilakukan adalah:
3

Pembuatan TOGA disesuaikan dengan waktu/kesediaan kepala dusun sehingga


jadwal kegiatan pembuatan TOGA tidak sesuai dengan rencana
Penyuluhan imunisasi dan manfaat tablet Fe bagi ibu hamil seta PGS disesuaikan
sesuai dengan jadwal posyandu, alasannya karena ibu hamil maupun ibu balita
sulit untuk dikumpulkan.
Pembuatan papan PGS dibuat lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan
karena bahan untuk pembuatan papan PGS telah disediakan oleh warga desa
Watu Mentade
Kepala desa menyarankan bahwa, setiap hari jumat dilakukan kegiatan untuk
membersihkan masjid.
Kader sangat antusias dengan diadakannya pelatihan kader, menurut mereka
kegiatan ini sangat bagus karena bisa menambah pengetahuan mereka.
Ibu bidan selalu mendukung dan bersedia membantu mahasiswa agar program
yang direncanakan dapat terlaksana.
Kader bersedia membantu untuk mengumpulkan ibu hamil, ibu balita maupun
ibu menyusui untuk datang pada saat penyuluhan.
B. Saran
Agar warga desa Watu Mentade lebih mempertahankan partisipasinya dalam
menghadiri kegiatan yang di lakukan oleh Mahasiswa PKL MIG dan bisa menjalin
kerjasama yang baik untuk kelancaran kegiatan yang telah direncanakan.

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

(HASIL MMD AWAL DESA WATU MENTADE)

OLEH :
KELOMPOK DESA WATU MENTADE
KECAMATAN RAROWATU UTARA
KABUPATEN BOMBANA

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KENDARI
PRODI D/III GIZI
2016