Anda di halaman 1dari 10

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

LABORATORIUM PENGUKURAN LISTRIK DASAR


SEMESTER GENAP 2015/2016
<Pengenalan alat-alat ukur listrik analog>

Di Buat Oleh :
Kelompok VI
1. MUH. NUR SYAM (321 15 042)
2. I.G.NALANRA (321 15 043)
3. ANDI FADEL ASRUN (321 15 044)

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
MAKASSAR
2016

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

LEMBAR PENILAIAN
Judul Percobaan : Pengenalan alat-alat
analog
Kelompok
: VI
Tanggal Praktek : 23 FEBRUARI 2016

ukur

listrik

1. Praktikan:
No

Persetujuan
(Tanda Tangan)

Nama

NIM

MUH. NUR SYAM

321 15 042

I.G.NALANRA

321 15 043

MUH. ANDI FADEL ASRUN

321 15 044

2. Catatan:

3. Penilaian:
Skor :

Tgl ACC :

Laporan Diperiksa,

( Nama Dosen )

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

DAFTAR ISI
Halaman Sampul .......................................................................
...................................................................................................i
Lembar Penilaian ........................................................................
....................................................................................................ii
Daftar Isi .....................................................................................
..................................................................................................iii
Daftar Gambar ............................................................................
iv
Daftar Tabel ................................................................................

Daftar Lampiran .........................................................................

vi

Bab I

Pendahuluan ...................................................................

A.

Latar Belakang ....................................................................

B.

1
Tujuan .................................................................................
2

Bab II Teori Dasar .....................................................................


3
Bab III Metode Percobaan ..........................................................
8
A.

Alat dan Bahan ....................................................................

B.

8
Gambar Rangkaian Percobaan ............................................

8
C. Prosedur Percobaan ............................................................
9
D. Analisa Perhitungan ............................................................
11
Bab IV Data dan Hasil Percobaan ...............................................
12

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

A.

Data Percobaan ...................................................................


12

Bab V Pembahasan .....................................................................


13
A.

Perhitungan secara Teori .....................................................

B.

13
Perbandingan Teori dan Praktek ..........................................

15
C. Analisa Hasil Praktikum .......................................................
21
Bab VI Jawaban Pertanyaan ........................................................
22
Bab VII Kesimpulan .....................................................................
28
Daftar Pustaka
Lampiran

DAFTAR GAMBAR
Gambar
2.1 Alat Ukur Voltmeter

Halaman
3

2.2 Hasil Pembacaan

2.3 Skala batas ukur

2.4 Alat Ukur Presisi

2.5 Alat Ukur Kerja (portable)

2.6 Amperemeter di hubungkan seri

2.7 Voltmeter di hubungkan paralel

2.8 Ohmmeter di hubungkan dengan hambatan

2.9 Macam-macam alat ukur

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

2.10 Alat Ukur dengan Azas kumparan Putar Dengan Skala Linear

3.1 Rangkaian Amperemeter

3.2 Rangkaian Voltmeter

3.3 Rangkaian Ohmmeter

6.1 Data Amperemeter

22

6.2 Pembacaan Voltmeter 1

22

6.3 Pembacaan Voltmeter 2

23

6.4 Pembacaan Ohmmeter

24

6.5 Pemasangan Amperemeter

25

6.6 Pemasangan Voltmeter

26

6.7 Hubungan Rangkaian

27

DAFTAR TABEL
Tabel
2.1 Arah Pembacaan
3.1 Alat dan bahan

Halaman
4
8

4.1 Pengukuran Arus Listrik

12

4.2 Pengukuran Tegangan

12

4.3 Pengukuran Resistansi

12

5.1. Pengukuran Arus Listrik

13

5.2. Pengukuran Tegangan

13

5.3 Karakteristik Resistor

14

5.4. Pengukuran Resistansi

14

5.5 Perbandingan Pengukuran Arus Listrik

16

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

5.6 Tabel Perbandingan Pengukuran Tegangan

18

5.7 Tabel Perbandingan Pengukuran Resistansi

20

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1
Lampiran 2
Lampiran 3

Lembar Asistensi
Copy Kartu Kontrol
Copy Kartu Kontrol

Lampiran 4

Copy Kartu Kontrol

Lampiran 5

Data Sementara

Lampiran 6

Sampul Halaman

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Untuk mengetahui besaran listrik DC maupun AC seperti tegangan, arus,
resistansi, daya, faktor kerja dan frekuensi kita dapat menggunakan alat ukur
listrik. Untuk memungkinkan pengukuran menggunakan alat ukur listrik tersebut
maka besaran listrik ini ditransformasikan melalui suatu phenomena fisis yang
akan memungkinkan pengamatan melalui panca indera kita; misalnya besaran
listrik seperti arus ditransformasikan melalui suatu phenomena fisis kedalam
besaran mekanis. Perubahan tersebut bisa merupakan suatu rotasi melalui suatu
sumbu tertentu .

Besar sudut rotasi tersebut berhubungan langsung dengan

besaran arus listrik yang kita amati, sehingga dengan demikian pengukuran
dikembalikan menjadi pengukuran terhadap suatu perputaran dan besar sudut
menjadi ukuran besaran listrik yang ingin diukur. Hal ini lazim untuk suatu
pengukuran arus dan alat ukur demikian juga disebut sebagai pengukur amper.

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

Kumpulan dari peralatan listrik tersebut yang bekerja atas dasar prinsip-prinsip
tersebut akan disebutkan sebagai alat ukur listrik.
Berangkat dari hal tersebut. Awalnya kebanyakan orang menggunakan alatalat ukur analog dengan penunjukan menggunakan jarum dan baca membaca
dari skala. Namun Kini telah banyak dipakai alat ukur listrik digital yang
tentunya lebih praktis dan hasilnya hanya perlu dibaca pada layar display. Bahkan
dalam suatu alat ukur listrik dapat digunakan untuk mengukur beberapa besaran
yang biasa kita menyebut alat ukur listrik ini sebagai multimeter. Dan untuk
beberapa macam kondisi kebanyakan orang akan lebih percaya ketika
menggunakan alat ukur analog dibandingkan digital karena ketika menggunakan
alat ukur analog seseorang dapat melihat dan memastikan lebih detail nilai
besaran yang akan dihasilkan oleh suatu rangkaian tersebut. Untuk membuktikan
teori tersebut maka perlu adanya pembuktian dengan melalui dan mengikuti lab
pengukuran sehingga praktikan lebih mengetahui hal-hal yang dibicarakan dalam
teori tersebut.
B. Tujuan
Selesai melaksanakan percobaan, maka diharapkan dapat :
1.
2.
3.
4.

Menjelaskan simbol-simbol alat ukur listrik


Menjelaskan data pada alat ukur listrik
Menggunakan alat ukur listrik dengan benar
Menentukan batas ukur yang tepat dari alat ukur listrik bila digunakan dalam

pengukuran
5. Menentukan kesalahan pengkuran dari alat ukur listrik.

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

BAB II
TEORI DASAR
Alat ukur listrik analog merupakan alat ukur generasi awal
dan sampai saat ini masih digunakan. Alat ukur analog memiliki
komponen putar yang akan bereaksi begitu mendapat sinyal
listrik. Cara bereaksi jarum penunjuk ada yang menyimpang
dulu baru menunjukkan angka pengukuran. Atau jarum penunjuk
bergerak ke angka penunjukan perlahan-lahan tanpa ada
penyimpangan. Multimeter salah satu meter analog yang
banyak

dipakai

untuk

pekerjaan

kelistrikan

dan

bidang

elektronika. Multimeter memiliki tiga fungsi pengukuran, yaitu:


1. Voltmeter untuk tegangan AC dengan batas ukur 0-500 V,
pengukuran
tegangan DC dengan batas ukur 0-0,5 V dan 0-500 V.
2. Ampermeter untuk arus listrik DC dengan batas ukur 0-50
A dan 0-15A, pengukuran arus listrik AC 0-15 A.
3. Ohmmeter dengan batas ukur dari 1-1M.

Laboratorium Pengukuran Dasar Listrik

Namun sebelum menggunakan alat ukur listrik,misalnya: ampermeter, voltmeter,


wattmeter, power factor meter, dsb, suatu hal yang perlu diketahui adalah
symbol-simbol alat ukur listrik terlebih dahulu.
Disamping itu harus dimengerti maksud dari data yang terdapat pada suatu alat
ukur listrik.
Contoh: alat ukur voltmeter
Dari data alat ukur disamping dapat
dijelaskan:
= Alat ukur dengan asas kumparan
putar

10