Anda di halaman 1dari 47

PERCOBAAN 4

PEMBAGI TEGANGAN DENGAN BEBAN


4.1 Tujuan
Setelah praktikum rangkaian pembagi tegangan dengan beban, mahasiswa akan
mampu:
1.
2.
3.

Menjelaskan karakteristik pembagi tegangan dengan beban,


Menghitung nilai pembagi tegangan dengan beban secara teori,
Menghitung nilai pembagi tegangan dengan beban menggunakan simulasi

software,
4. Mengukur nilai pembagi tegangan dengan beban secara praktek,
5. Membandingkan hasil perhitungan secara teori, simulasi softwaredan
praktikum.
Praktikum dengan sub pokok bahasan rangkaian pembagi tegangan dengan beban
adalah membuktikan karakteristik rangkaian pembagi tegangan dengan beban.
Praktikum dilakukan melalui tiga tahap yaitu perhitungan, simulasi dengan software
dan pengukuran hasil praktikum. Dari hasil ketiga tahapan tersebut mahasiswa dapat
membandingkan nilai yang diperoleh dan dapat menyimpulkan penyebab terjadinya
perbedaan nilai tersebut.
4.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum, adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Power supply
: 1 buah,
Multimeter analog
: 1 buah,
Multimeter digital
: 1 buah,
Kabel banana to banana
: 4 buah,
Potensiometer
: 1 buah,
Modul rangkaian pembagi tegangan dengan beban/protoboard: 1 buah,
Software simulasi (multisim/lifewire).

4.3 Teori Dasar


Rangkaian pembagi tegangan menggunakan dasar rangkaian pembagi tegangan
tanpa beban, yang dihubungkan dengan sebuah beban secara paralel pada R 2, maka
menjadi suatu pembagi tegangan dengan beban, dan merupakan suatu rangkaian
campuran, yang ditunjukkan dalam Gambar 4.1.

I
R

I
I

q
b

A ru s k o m p o n en q u ad rat
A ru s b eb an

Gambar 4.1 Pembagi tegangan dengan beban


Tegangan jatuh pada beban terletak pada resistor paralel R2,b. Tegangan total U
berpengaruh pada resistor total R1 + R2,b.
Pembagi tegangan dengan beban menggunakan rumus, sebagai berikut:
R2,b
Ub

U
R1 + R2,b

Nilai resistor ekivalen R2 dan Rb paralel:


R2,b

Dengan:

R2 Rb
R2 + Rb

R2b = resistor paralel dalam ,


R1 = resistor bagian dalam ,
U

= tegangan total dalam V,

Ub = tegangan beban dalam V.


Contoh:
Hitung tegangan Ub sebagai pembagi tegangan, sebagai berikut:
a) Dengan resistor beban,
b) Tanpa resistor beban,
I
R 1=20k

U = 14 0 V

Iq

R 2=
40k

R b= 1 0 k

Gambar 4.2 Rangkaian pembagi tegangan dengan beban


Solusi:
a) Berdasarkan rumus pembagi tegangan dengan beban menjadi:
Ub = U

R 2,b
R1 + R 2,b

Ub =

140 V 8000
28 000

40 V

Nilai resistor paralel:


R2,b =

R 2 Rb
R 2 + Rb

R2,b =

40 k 10 k
40 k 10 k

400 (k) 2
50 k

8 k

Nilai resistor total:


R total = R1 + R 2,b :

R total = 20 k + 8 k 28 k

b) Berdasarkan rumus pembagi tegangan (tanpa beban):

U b' = U

R2
:
R1 + R2

U b' =

140 V 40 000
93,3 V
60 000

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, menunjukkan bahwa pembagi


tegangan dengan beban, hasil tegangan keluaran berkurang sangat besar.Hal
tersebut disebabkan karena arus melalui resistor beban maka nilai resistor total
rangkaian mengecil, sehingga penyerapan arus meningkat dan tegangan jatuh pada
resistor R1 lebih besar, hal tersebut menyebabkan tegangan Ub menjadi lebih kecil.
Untuk memperkecil perbedaan tegangan pada rangkaian pembagi tegangan
tanpa beban ke rangkaian pembagi tegangan dengan beban, maka resistor beban
terpasang harus lebih besar dari resistor total pembagi tegangan. Namun terdapat
sesuatu yang harus diperhatikan, yaitu resistor pembagi tegangan jangan sampai
menjadi terlalu kecil, sehingga menyebabkan arus Iq mengalir sangat besar dan
terjadi kerugian yang besar.
Rangkaian pembagi tegangan dengan digunakan untuk pembangkit tegangan
yang tetap dan untuk mempertahankan arus yang melalui beban dalam keadaan
tetap kecil dalam suatu rangkaian.

4.4Gambar Rangkaian
Rangkaian pembagi tegangan dengan beban ditunjukkan dalam Gambar 4.3.

Gambar 4.3 Rangkaian pembagi tegangan dengan beban


4.5 Prosedur Praktikum
Prosedur Praktikum rangkaian pembagi tegangan dengan beban, sebagai berikut:
1. Alat dan bahan praktikum disiapkan.
2. Multimeter dihubungkan pada ujung-ujung potensiometer untuk mendapatkan nilai
tahanan pada Rseri, nilai yang terbacadicatat dalam Tabel 4.1.
3. Voltmeter dihubungkan pada V1 untuk mengukur tegangan pada R1 dan voltmeter
dihubungkan pada V2 untuk mengukur tegangan pada R2 berbeban.
4. Kabel banana to bananadihubungkan pada Rbeban, posisi Rbebandipindah- pindahkan
sesuai nilai tabel praktikum.
5. Potensiometer diputar pada posisi yang berbeda.
6. Hasil praktikum dicatat dalam Tabel 4.1.
7. Langkah- langkah tersebut diulangi untuk nilai tegangan sumber yang berbeda
sehingga mahasiswa mendapatkan nilai perbandingan.Hasil praktikum dicatat dalam
Tabel 4.2 (a, b, dan c).

4.6

Tabel Hasil Praktikum


Hasil praktikum diisikan dalam Tabel 4.1 (Tabel 4.1a adalah hasil perhitungan, Tebel

4.1b hasil simulasi software dan Tabel 4.1c hasil pengukuran) dan Tabel 4.2 (a, b, dan c) diisi
hasil praktikum untuk Vs = 10 Volt.
Tabel 4.1a Hasil perhitungan rangkaian pembagi tegangan dengan beban
Rp
oten
sio
met
er

(
)

Rmi
n

=
1k

Posis
i
Pote
nsio

Vs
(V)

R2
R1
(pot)

()

mete
r

=
3.
7k

Rtot
al

=
4.
7k

Rpot

Rpot

Rpot

Rpot

(470 )

maksi
mal

1/2

3/4

Minimal

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

Rbeban

(100 )

(pot
)

(
)

V1
(V
)

V1

V2

(V
)

(V)

(V)

min

1k

3.7
k

0.0
23

0.0
43

1.5
6

3.4
5

2.4
5

2.9

2.1
3

2.7
4

3.5
6

1.3
4

0.6
5

4.6

1/4

1.5k

3.1
k

0.4

4.6

1.3
4

3.6

1.5

3.5

2.0
7

2.9
2

1.7
1

3.2
9

1.5
7

3.4
3

1.6

3.4

1/2

2.4k

2.3
k

0.9
2

4.0
8

0.7
4

4.2
6

1.7
9

3.2
1

1.3
6

3.6
4

2.7
1

2.3

2.8

2.2
2

1.1
2

3.8
8

3/4

2.9k

1.8
1k

0.1
3

4.9

0.4
5

4.6

1.1
7

3.8
3

1.2
3

4.0
2

4.0
2

1.8
2

3.1
8

0.0
15

max

3.7k

1k

0.6
5

4.6

1.3
4

3.5
6

2.1
3

2.9
4

2.4
5

2.9

1.5
6

3.4
2

0.5
8

4.5

0.0
54

Rm
ax

Rpot

Rbeban

Tabel 4.1b Hasil simulasi software rangkaian pembagi tegangan dengan beban
Rp
oten
sio
met
er

(
)

Rmi

Posis
i
Pote
nsio

Vs
(V)

R2
R1
(pot)

()

mete
r

Rbeban

Rbeban

(100 )

(470 )

(pot
)

(
)

V1
(V
)

Rpot

Rpot

Rpot

Rpot

Rpot

Maksi
mal

1/4

1/2

3/4

Minimal

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

V1

V2

(V
)

(V)

(V)

min

1k

3.7
k

0.0
23

0.0
43

1.5
6

3.4
5

2.4
5

2.9

2.1
3

2.7
4

3.5
6

1.3
4

0.6
5

4.6

1/4

1.5k

3.2
k

0.4

4.6

1.3
4

3.6

1.5

3.5

2.0
7

2.9
2

1.7
1

3.2
9

1.5
7

3.4
3

1.6

3.4

1/2

2.4k

2.3
k

0.9
2

4.0
8

0.7
4

4.2
6

1.7
9

3.2
1

1.3
6

3.6
4

2.7
1

2.3

2.8

2.2
2

1.1
2

3.8
8

ax

3/4

1.8
1k

0.1
3

4.9

0.4
5

4.6

1.1
7

3.8
3

1.2
3

4.0
2

4.0
2

1.8
2

3.1
8

0.0
15

=
3.
7k

2.89
k

max

3.7k

1k

0.6
5

4.6

1.3
4

3.5
6

2.1
3

2.9
4

2.4
5

2.9

1.5
6

3.4
2

0.5
8

4.5

0.0
54

=
1k

Rm

Rtot
al

=
4.
7k

Tabel 4.1c Hasil pengukuran rangkaian pembagi tegangan dengan beban


Rp
oten
sio
met
er

(
)

Rmi

Posi
si
Pote
nsio

Vs
(V)

R1
(pot)

()

met
er

R2

Rpot

Rpot

Rpot

Rpot

Rpot

(470 )

maksim
al

3/4

Minimal

Rbeban

Rbeban

(100 )

(pot)

()

V1
(V)

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

(V)

(V)

(V)

(V)

(V)

(V)

(V)

(V)

(V)

V1

V2

V1

V2

(V
)

(V)

(V)

(V)

min

1k

3.7
k

2.8
6

2.1
49

1.1
39

3.8
6

0.1
41

4.8
5

0.2
05

4.7
7

0.1
4

4.8
5

0.0
3

4.9
7

3.8
8

1.1

1/4

1.5
k

3.2
k

4.6
3

0.3
66

3.7
3

1.2
7

1.5
4

3.4
5

2.1

2.8
86

1.8
3

3.1
55

1.6
2

3.3
7

4.8
7

0.1
23

1/2

2.4
k

2.3
k

4.8
1

0.1
93

4.2
8

0.7

2.7

2.2
4

3.1
9

1.7
9

2.9
8

2.0
5

2.8

2.1
8

4.9
2

0.0
72

3/4

1.8
k

4.8
8

0.1
21

4.5
7

3.8
2

1.1
75

4.0
2

0.9
8

3.9
2

1.1

=
3.
7
k

2.9
k

0.4

ax

3.8
5

1.1
5

4.9
2

0.0
41

max

3.7
k

1k

4.9
7

0.0
24

4.9
6

0.0
42

4.9
4

0.0
52

4.9
5

0.0
5

4.9
5

0.0
5

4.9
6

0.0
5

4.9
9

0.0
1

=
1k

Rm

Rtot
al

=
4.
76
k

Tabel 4.2a Hasil perhitungan rangkaian pembagi tegangan dengan beban


Rp
oten
sio
met
er

(
)

Rmi
n

=1
k

Rm

Posis
i
Pote
nsio

Vs
(V)

R2
R1
(pot)

()

mete
r

Rpot

Rpot

Rpot

Rpot

Rpot

(470 )

maksi
mal

1/4

1/2

3/4

minimal

Rbeban

Rbeban

(100 )

(pot
)

(
)

V1
(V
)

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

Rtot
al

=
4.
76
k

V2

(V
)

(V)

(V)

min

10

1k

3.7
k

4.3
5

5.6
5

5.8

4.1
9

3.1
5

6.8
4

1.5

8.7

2.9
7

7.1

1.5

8.4
7

1.3
7

8.6
1

1/4

10

1.2k

3.5
k

0.7
8

8.2

2.6
8

7.3
1

7.3
1

2.6
8

3.1
4

6.8
5

6.5
7

3.4
2

4.1
4

5.8
5

1/2

10

2.3k

2.4
k

0.4
8

9.5

8.5
2

1.5

4.3

5.7
2

4.4
4

5.6

4.2

5.8

3.6
3

6.4

0.6
7

9.3
4

0.2
6

2.2

7.8

4.2

7.8

1.9

9.8

0.9

8.1

2.9

8.6

2.3
3

7.6
6

0.0
11

10

1.1

8.9
3

2.4
5

7.5

1.2
3

8.7
2

1.4

8.5

2.4

7.5

2.1

7.9

ax

=
3.
7
k

V1

3/4

10

3.4k

1.3
k

max

10

4.7k

1k

Tabel 4.2b Hasil simulasi software rangkaian pembagi tegangan dengan beban
Rp
oten
sio
met
er

(
)

Rmi
n

=
1k

Posis
i
Pote
nsio

Vs
(V)

R2
R1
(pot)

()

mete
r

Rpot

Rpot

Rpot

Rpot

Rpot

(470 )

maksi
mal

1/4

1/2

3/4

minimal

Rbeban

Rbeban

(100 )

(pot
)

(
)

V1
(V
)

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

=
3.
7
k

Rtot
al

=
4.
76

V2

(V
)

(V)

(V)

min

10

1k

3.7
k

4.3
5

5.6
5

5.8

4.1
9

3.1
5

6.8
4

1.5

8.7

2.9
7

7.1

1.5

8.4
7

1.3
7

8.6
1

1/4

10

1.2k

3.5
k

0.7
8

8.2

2.6
8

7.3
1

7.3
1

2.6
8

3.1
4

6.8
5

6.5
7

3.4
2

4.1
4

5.8
5

1/2

10

2.3k

2.4
k

0.4
8

9.5

8.5
2

1.5

4.3

5.7
2

4.4
4

5.6

4.2

5.8

3.6
3

6.4

0.6
7

9.3
4

0.2
6

2.2

7.8

4.2

7.8

1.9

9.8

0.9

8.1

2.9

8.6

2.3
3

7.6
6

0.0
11

10

1.1

8.9
3

2.4
5

7.5

1.2
3

8.7
2

1.4

8.5

2.4

7.5

2.1

7.9

Rm
ax

V1

3/4

10

3.4k

1.3
k

max

10

3.7k

1k

Tabel 4.2c Hasil pengukuran rangkaian pembagi tegangan dengan beban


Rpot

Posi
si

ensio
mete
r

()

Pot
ensi
o

Vs
(V)

R2
R1
(pot)

()

met
er
Rmin
=
1k

Rma
x=
3.7
k

Rtota
l=
4.7

Rpot

Rpot

Rpot

Rpot

Rpot

(470 )

maksi
mal

1/4

1/2

3/4

minimal

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

V1

V2

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

(V
)

10

1.8

10

10

Rbeban

Rbeban

(100 )
(pot
)

(
)

V1
(V
)

min

10

1k

3.7
k

45

10

0.0
3
m

10

3.2

6.8

1/4

10

1.2k

3.5
k

9.3

0.8

7.3

2.7

7.3

2.7

9.6

0.6

8.5

10

4.3

0.2
8

10

10

10

0.7

1/2

10

2.3k

2.4
k

3/4

10

3.4k

1.3
k

max

10

3.7k

1k

12

1.4

V1

V2

(V)

(V)

1.4

10

3.4

6.6

3.6

5.4

7.7

10

10

10

10

PERHITUNGAN
1. Dengan Tegangan 5 Volt
a) Posisi Potensio Minimal
R1 pot = 1 k
R2 pot = 3.7 k
1. Rb = 100

2. Rb = 470

Rb x R 2

R2b = Rb+ R 2
=

100 x 3500
=97.22
100+3500
R2b

V1 = R 1+ R 2 b
=

R1

V1

V2

x vs

1000
x5 = 5 V
1000+ 414.36

4. Rb = 1.52 K (Potensio
1/4)

3500 x 3500
=1750
3500+3500

R1
x vs
= R 1+R 2 b

= R 1+ R 2 b

=5V

R2b
x vs
= R 1+R 2 b
=

414.36
x5 =
1000+ 414.36
R1

V2

Rb x R 2

1750
x5
1000+1750

x vs

0.043 V

x vs

= Rb+R 2
=

= R 1+ R 2 b

= 0.023 V

3. Rb = 3.5 K
R2b

470 x 3500
=414.36
470+3500
R2b

V1

1000
x5
1000+ 97.22

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

x vs

97.22
x5
1000+ 97.22

V2 = R 1+ R 2 b
=

R2b

R2b

=
V1

= 1.56 V

Rb xR 2
= Rb+ R 2
1520 x 3500
=1059.76
1520+3500

R2b
x vs
= R 1+R 2 b
=

1059.76
x 5=2.45 V
1000+1059.76

1000
x 5=3.42V
1000+1750

R1

V2

= R 1+R 2 b

x vs

1000
x 5=2.9 V
1000+1059.76
5. Rb = 2.37 K (Potensio
1/2)
R2b

Rb x R 2

= Rb+R 2
=

= R 1+R 2 b
=

= R 1+R 2 b
=

x vs

2890 x 3500
=1582.94
2890+3500
R2b

= R 1+R 2 b

x vs

1582.94
x 5=3.56 V
1000+1582.94

x vs

1000
x 5=2.74 V
1000+1413.12

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

1413.12
x 5=2.13 V
1000+1413.12
R1

V2

R2b

2370 x 3500
=1413.12
2370+3500
R2b

V1

6. Rb = 2.89 K (Potensio
3/4)

V2

R1
x vs
= R 1+R 2 b
=

1000
x 5=1.34 V
1000+1582.94
7. Rb = 1 K (Potensio
minimal)
R2b

Rb x R 2

= Rb+R 2
=

V1

1000 x 3500
=777.78
1000+3500
R2b

= R 1+R 2 b
=

x vs

777.78
x5
1000+777.78

V
V2

R1

= R 1+R 2 b

x vs

= 0.65

1000
x 5=4.6 V
1000+777.78

b) Posisi Potensio Seper Empat (1/4)


R1 pot = 1.5 k
R2 pot = 3.1 k
1. Rb = 100
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

= R 1+ R 2 b
=

R2b

100 x 2980
=96.75
100+2980
R2b

V1

2. Rb = 470

x vs

96.75
x5
1520+ 96.75

470 x 2980
=405.97
470+2980
R2b

V1

= R 1+R 2 b

= 0.4

x vs

405.97
x5
1520+ 405.97

= 1.34

R1

V2

= R 1+ R 2 b
=

x vs

1520
x5
1520+ 96.75

R1

V2

= R 1+R 2 b

= 4.6

x vs

1520
x5
1520+ 405.97

= 3.6

3. Rb = 3.5 K
R2b

V1

4. Rb = 1.52 K

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

R2b

3500 x 2980
=1609.57
3500+2980
R2b

= R 1+ R 2 b
=

x vs

1609.57
x5
1520+1609.57

1.5 V
V2

Rb x R 2

= Rb+ R 2

R1

= R 1+ R 2 b

x vs

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

1520 x 2980
=1006.58
1520+2980
R2b

= R 1+R 2 b

x vs

=
=

1006.58
x 5=2.07 V
1520+1006.58
V2

R1

= R 1+R 2 b

x vs

1520
x 5=3.5
1520+1609.57

1520
x 5=2.92V
1520+1006.58

V
5. Rb = 2.37 K
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

R2b

2370 x 2980
=1320.1
2370+2980
R2b

V1

6. Rb = 2.89 K

= R 1+ R 2 b

x vs

=
V1

R1

= R 1+ R 2 b

x vs

V2

Rb x R 2

= Rb+ R 2

1000 x 2980
=748.74
1000+2980
R2b

= R 1+ R 2 b
=

x vs

748.74
x5
1520+748.74

= 1.6

V
V2

R1
x vs
= R 1+ R 2 b
=

R1

= R 1+R 2 b

x vs

1520
x 5=3.43V
1520+1467.15

7. Rb = 1 K

V1

x vs

1520
x 5=3.29 V
1520+1320.1

R2b

= R 1+R 2 b

1467.15
x 5=1.57 V
1520+1467.15

R2b

2890 x 2980
=1467.15
2890+2980

1320.1
x 5=1.71 V
1520+1320.1
V2

Rb x R 2

= Rb+ R 2

1520
x 5=3.4 V
1520+748.74

c) Posisi Potensio Setengah (1/2)


R1 pot = 2.4 k
R2 pot = 2.3 k
1.
R2b

Rb = 100

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

= R 1+ R 2 b
=

= R 1+ R 2 b
=

470 x 2130
=385.04
470+ 2130
R2b

V1

= R 1+ R 2 b

= 0.92 V

x vs

385.04
x5 =
2370+ 385.04

0.74 V

x vs

2370
x5
2370+ 95.51

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

x vs

95.51
x5
2370+ 95.51
R1

V2

R2b

100 x 2130
=95.51
100+2130
R2b

V1

2. Rb = 470

R1

V2

= R 1+ R 2 b

= 4.08 V
=

x vs

2370
x5 =
2370+ 385.04

4.26 V

3. Rb = 3.5 K
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

= R 1+ R 2 b
=

R2b

3500 x 2130
=1324.156
3500+2130
R2b

V1

4. Rb = 1.52 K

x vs

1324.156
x5
2370+ 1324.156

1520 x 2130
=887.01
1520+2130
R2b

= R 1+ R 2 b

x vs

887.01
x5
2370+ 887.01

1.36 V

R1

= R 1+ R 2 b
=

=
V1

1.79 V
V2

Rb x R 2

= Rb+ R 2

x vs

2370
x5
2370+ 1324.156

3.21 V
5. Rb = 2.37 K

R1

V2

= R 1+ R 2 b

x vs

2370
x5
2370+ 887.01

3.64 V
6. Rb = 2.89 K

R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

2370 x 2130
=1121.8
2370+2130
R2b

V1

= R 1+ R 2 b
=

R2b

1121.8
x 5 = 2.71
2370+ 1121.8
R1

= R 1+ R 2 b
=

2890 x 2130
=1226.24
2890+2130

x vs

V1

R2b

= R 1+ R 2 b
=

V
V2

Rb x R 2

= Rb+ R 2

1226.24
x5 =
2370+ 1226.24

2.8 V

x vs

2370
x 5 = 2.3 V
2370+ 1121.8

V2

R1

= R 1+ R 2 b
=

7. Rb = 1 K

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

1000 x 2130
=680.51
1000+2130
R2b

= R 1+ R 2 b
=

x vs

680.51
x5
2370+ 680.51

= 1.12

V
V2

R1
x vs
= R 1+ R 2 b
=

2370
x5
2370+ 680.51

= 3.88

d) Posisi Potensio Tiga Perempat (3/4)


R1 pot = 2.9 k
R2 pot = 1.8 k
1. Rb = 100

x vs

2370
x5 =
2370+ 1226.24

2.22 V

R2b

x vs

2. Rb = 470

R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

100 x 1610
=94.152
100+1610
R2b

V1

= R 1+ R 2 b
=

R2b

x vs

470 x 1610
=363.79
470+1610
R2b

V1

= R 1+ R 2 b

94.152
x 5 = 0.13
2890+ 94.152

Rb x R 2

= Rb+ R 2

x vs

363.79
x5
2890+ 363.79

= 0.45

R1

V2

= R 1+ R 2 b
=

x vs

2890
x5
2890+ 94.152

R1

V2

= R 1+ R 2 b

=4v

x vs

2890
x5
2890+ 363.79

= 4.6

v
3. Rb = 3.5 K
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

= R 1+ R 2 b
=

R2b

3500 x 1610
=1102.74
3500+1610
R2b

V1

4. Rb = 1.52 K

x vs

1102.74
x5
2890+ 1102.74

= R 1+ R 2 b
=

R2b

= R 1+ R 2 b

x vs

x vs

781.85
x 5 = 1.23
2890+ 781.85

2890
x5
2890+ 1102.74

R1

V2

= R 1+ R 2 b

3.83 v

x vs

2890
x5
2890+ 781.85

= 4.02

5. Rb = 2.37 K
R2b

1520 x 1610
=781.85
1520+1610

R1

V2

=
V1

1.17 v

Rb x R 2

= Rb+ R 2

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

2370 x 1610
=958.72
2370+1610

6. Rb = 2.89 K
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

2890 x 1610
=1033.98
2890+1610

R2b

V1

= R 1+ R 2 b
=

= R 1+ R 2 b
=

R2b

V1

= R 1+ R 2 b

958.72
x5 = 1 v
2890+ 958.72
R1

V2

x vs

1033.98
x5
2890+ 1033.98

1.82 v

x vs

2890
x5
2890+ 958.72

x vs

R1

V2

= R 1+ R 2 b

= 4.02
=

x vs

2890
x5
2890+ 1033.98

3.18 v
7. Rb = 1 K
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

1000 x 1610
=616.86
1000+1610
R2b

V1

= R 1+ R 2 b
=

x vs

616.86
x5 =
2890+ 616.86

0.015 v

R1

V2

= R 1+ R 2 b
=

x vs

2890
x5
2890+ 616.86

=5v

e) Posisi Potensio Maksimal


R1 pot = 3.7 k
R2 pot = 1 k
1.
R2b

Rb = 100

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

2. Rb = 470
R2b

100 x 1000
=101.1
100+1000
R2b

= R 1+ R 2 b

x vs

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

470 x 1000
=319.73
470+1000
R2b

= R 1+R 2 b

x vs

101.1
x5
3500+101.1

= 0.65

319.73
x5
3500+ 319.73

= 1.34

R1

V2

= R 1+ R 2 b
=

x vs

3500
x5
3500+101.1

R1

V2

= R 1+R 2 b

= 4.6

x vs

3500
x5
3500+ 319.73

= 3.56

3. Rb = 3.5 K
R2b

4. Rb = 1.52 K (Potensio
1/4)

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

3500 x 1000
=777.78
3500+1000

R2b
x vs
= R 1+ R 2 b

V1

777.78
x5
3500+777.78

R2b

R1

= R 1+ R 2 b

= R 1+R 2 b

=
=

x vs

= R 1+R 2 b

=
=

3500
x 5=2.94 V
3500+777.78

R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

2370 x 1000
=703.26
2370+1000

R2b
x vs
= R 1+ R 2 b

x vs

x vs

3500
x 5=2.9 V
3500+ 603.17

6. Rb = 2.89 K (Potensio
3/4)
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

2890 x 1000
=742.93
2890+1000

R2b
x vs
= R 1+R 2 b

703.26
x 5=1.56 V
3500+703.26

603.17
x 5=2.45 V
3500+ 603.17
R1

V2

5. Rb = 2.37 K (Potensio
1/2)

1520 x 1000
=603.17
1520+1000
R2b

V1

2.13 V
V2

Rb x R 2

= Rb+ R 2

742.93
x 5=0.58 V
3500+742.93

R1

V2

= R 1+ R 2 b

x vs

V2

R1

= R 1+R 2 b

3500
x 5=4.5 V
3500+742.93

=
=

3500
x 5=3.42V
3500+703.26

x vs

7. Rb = 1 K (Potensio
minimal)
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

1000 x 1000
=500
1000+1000
R2b

= R 1+ R 2 b
=

x vs

500
x5
1000+500

= 0.054

V
V2

R1

= R 1+ R 2 b
=

x vs

1000
x 5=5 V
1000+500

2. Dengan Tegangan 10 Volt


a) Posisi Potensio Minimal
R1 pot = 1k
R2 pot = 3.7 k
1. Rb = 100
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

R2b

100 x 4470
=97.81
100+4470
R2b

= R 1+R 2 b
=

V2

2. Rb = 470

x vs

97.81
x 10
127+ 97.81
R1

= R 1+R 2 b

x vs

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1
= 4.35 V

R2b

= R 1+ R 2 b
=

V2

470 x 4470
=425.28
470+4470
x vs

425.28
x 10
127+ 425.28
R1

= R 1+ R 2 b

x vs

= 5.8 V

127
x 10
127+ 97.81

= 5.65 V

3. Rb = 3.5 K (Potensio Max)


R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

R2b

V1

= R 1+R 2 b
=

1962.98
x 10
127+ 1962.98
R1

V2

= R 1+R 2 b
=

x vs

R2b

= R 1+R 2 b
=

x vs

127
x 10=7.1V
127+ 1548.82

7. Rb = 1 K (Potensio minimal)
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2

x vs

127
x 10=8.7 V
127+ 1134.29

Rb x R 2
= Rb+ R 2
=

V1

1548.82
x 10=2.97 V
127+ 1548.82
R1

V2

x vs

x vs

6. Rb = 2.89 K (Potensio 3/4)


R2b

2370 x 4470
=1548.82
2370+ 4470

= R 1+R 2 b
=

= R 1+ R 2 b
=

1134.29
x 10=1.5 V
127+ 1134.29
R1

V2

127
x 10=6.84 V
127+ 1962.98

R2b

V1

R2b

5. Rb = 2.37 K (Potensio 1/2)

1520 x 4470
=1134.29
1520+4470

= R 1+ R 2 b

= 3.15 V

Rb x R 2
= Rb+ R 2

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

x vs

= 4.19 V

4. Rb = 1.52 K (Potensio 1/4)


R2b

3500 x 4470
=1962.98
3500+4470

127
x 10
127+ 425.28

R2b

= R 1+ R 2 b
=

V2

2890 x 4470
=1755.22
2890+4470
x vs

1755.22
x 10=1.5V
127+ 1755.22
R1

= R 1+ R 2 b
=

x vs

127
x 10=8.47 V
127+ 1755.22

1000 x 4470
=817.18
1000+4470
R2b

V1

= R 1+R 2 b
=

= R 1+R 2 b
=

x vs

817.18
x 10
127+ 817.18
R1

V2

= 1.37 V

x vs

127
x 10=8.61 V
127+ 817.18

b) Posisi Potensio Seper Empat (1/4)


R1 pot = 1.5 k
R2 pot = 3.2 k
1. Rb = 100
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

= R 1+ R 2 b
=

R2b

100 x 4470
=97.81
100+4470
R2b

V1

2. Rb = 470

x vs

97.81
x 10
127+ 97.81

470 x 4470
=425.28
470+4470
R2b

V1

= R 1+ R 2 b

= 0.78

Rb x R 2

= Rb+ R 2

x vs

425.28
x 10
127+ 425.28

2.68 V

R1

V2

= R 1+ R 2 b
=

x vs

127
x 10
127+ 97.81

R1

V2

= R 1+ R 2 b

= 8.2

x vs

127
x 10
127+ 425.28

7.31 V

3. Rb = 3.5 K (Potensio
Max)
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2

4. Rb = 1.52 K (Potensio
1/4)
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2

3500 x 4470
=1962.98
3500+4470
R2b

V1

= R 1+ R 2 b
=

x vs

1962.98
x 10
127+ 1962.98
R1

= R 1+ R 2 b

= R 1+ R 2 b

x vs

R1

V2

= R 1+ R 2 b

127
x 10=6.85 V
127+ 1134.29

Rb x R 2

= Rb+ R 2

R2b

6. Rb = 2.89 K (Potensio
3/4)
R2b

2370 x 4470
=1548.82
2370+4470

= R 1+ R 2 b

x vs

V1

R1

= R 1+ R 2 b

R2b

= R 1+ R 2 b

x vs

1755.22
x 10=4.14 V
127+ 1755.22

x vs

V2

R1

= R 1+ R 2 b

x vs

127
x 10=3.42V
127+ 1548.82

127
x 10=5.85V
127+ 1755.22

7. Rb = 1 K (Potensio
minimal)

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

2890 x 4470
=1755.22
2890+4470

1548.82
x 10=6.57 V
127+ 1548.82

R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V2

x vs

5. Rb = 2.37 K (Potensio
1/2)

V1

x vs

1134.29
x 10=3.14 V
127+ 1134.29

127
x 10=2.68 V
127+ 1962.98

=
=

R2b

1520 x 4470
=1134.29
1520+4470
R2b

V1

7.31 V
V2

1000 x 4470
=817.18
1000+4470

R2b

V1

= R 1+ R 2 b
=

817.18
x 10
127+ 817.18
R1

V2

= R 1+ R 2 b
=

x vs

=7V

x vs

127
x 10=3 V
127+ 817.18

c) Posisi Potensio Setengah (1/2)


R1 pot = 2.4 k
R2 pot = 2.3 k

1. Rb = 100
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

= R 1+ R 2 b
=

R2b

100 x 2173
=95.6
100+2173
R2b

V1

2. Rb = 470

x vs

470 x 2173
=386.42
470+ 2173
R2b

V1

= R 1+ R 2 b
=

x vs

386.42
x 10 =
2297 +386.42

8.52 v

R1

V2

95.6
x 10 =
2297 +95.6

0.48 v

Rb x R 2

= Rb+ R 2

= R 1+ R 2 b
=

x vs

R1

V2

= R 1+ R 2 b

2297
x 10 = 9.5
2297 +95.6

x vs

2297
x 10
2297 +386.42

= 1.5

3. Rb = 3.5 K
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

3500 x 2173
=1340.65
3500+2173

4. Rb = 1.52 K
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

1520 x 2173
=894.38
1520+2173

R2b

V1

R2b
x vs
= R 1+ R 2 b

V1

1340.65
x 10 =
2297 +1340.65

= R 1+ R 2 b
=

V2

R1

V2

= R 1+ R 2 b
=

2297
x 10
2297 +1340.65

894.38
x 10 =
2297 +894.34

4.44 v

4.3 v

R1
x vs
= R 1+ R 2 b

x vs

x vs

2297
x 10
2297 +894.34

= 5.6

5.72 v
5. Rb = 2.37 K
R2b

6. Rb = 2.89 K

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

R2b

2370 x 2173
=1133.6
2370+2173

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

R2b

V1

V1

R2b
x vs
= R 1+ R 2 b
=

1133.6
x 10 =
2297 +1133.6

= R 1+ R 2 b
=

V2

2297
x 10
2297 +1133.6

V2

5.8 v
7. Rb = 1 K
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

1000 x 2173
=684.84
1000+2173

V1

R2b

= R 1+ R 2 b

x vs

1240.36
x 10 =
2297 +1240.36
R1

= R 1+ R 2 b
=

x vs

3.63 v

4.2 v

R1
x vs
= R 1+ R 2 b

2890 x 2173
=1240.36
2890+2173

6.4 v

x vs

2297
x 10
2297 +1240.36

684.84
x 10 =
2297 +684.84

0.67 v

R1

V2

= R 1+ R 2 b
=

x vs

2297
x 10
2297 +684.84

9.34 v

d) Posisi Potensio Tiga Perempat (3/4)


R1 pot = 2.9 k
R2 pot = 1.8 k
1. Rb = 100
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

= R 1+ R 2 b
=

R2b

100 x 1088
=91.58
100+1088
R2b

V1

2. Rb = 470

x vs

91.58
x 10
3382+ 91.58

= R 1+ R 2 b
=

R2b

= R 1+R 2 b

x vs

x vs

328.2
x 10 = 0.9
3382+328.2

3382
x 10
3382+ 91.58

R1

V2

= R 1+R 2 b

9.8 v

x vs

3382
x 10 = 8.1
3382+328.2

3. Rb = 3.5 K
R2b

470 x 1088
=328.2
470+1088

R1

V2

=
V1

0.26 v

Rb x R 2

= Rb+R 2

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

4. Rb = 1.52 K
R2b

3500 x 1088
=829.99
3500+1088

Rb x R 2

= Rb+R 2
=

V1

1520 x 1088
=634.11
1520+1088
R2b

= R 1+R 2 b

x vs

V1

R2b

= R 1+ R 2 b
=

x vs

829.99
x 10 =
3382+829.99

2.9 v
V2

R1

= R 1+ R 2 b
=

=
2.2 v

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

= R 1+R 2 b
=

2370 x 1088
=745.58
2370+1088

Rb x R 2

= Rb+R 2
=

745.58
x 10 =
3382+745.58

V1

= R 1+R 2 b
=

V2

3382
x 10 =
3382+745.58

R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

1000 x 1088
=521.07
1000+1088

V1

R2b

= R 1+ R 2 b
=

=2.33 v

V2

x vs

521.07
x 10
3382+521.07

x vs

790.43
x 10
3382+790.43
R1

= R 1+R 2 b
=
v

7.8 v
7. Rb = 1 K

=1.9 v

4.2 v

R1
x vs
= R 1+ R 2 b

2890 x 1088
=790.43
2890+1088
R2b

V1

3382
x 10 =
3382+634.11

6. Rb = 2.89 K
R2b

R2b
x vs
= R 1+ R 2 b

x vs

7.8 v

8.6 v
5. Rb = 2.37 K
R2b

R1

V2

x vs

3382
x 10 =
3382+829.99

634.11
x 10 =
3382+634.11

x vs

3382
x 10 = 8
3382+790.43

R1

V2

= R 1+ R 2 b
=

x vs

3382
x 10 =
3382+521.07

4.66 v

e) Posisi Potensio Maksimal


R1 pot = 3.7 k
R2 pot = 1 k

1. Rb = 100
R2b

2. Rb = 470

Rb x R 2
= Rb+ R 2
=

R2b

100 x 127
=55.95
100+127

R2b
x vs
= R 1+R 2 b

V1

55.95
x 10 =
4470+55.95

= R 1+ R 2 b

4470
x 10 =
4470+55.95

= 1.1

x vs

4470
x 10
4470+99.98

8.93 V

3. Rb = 3.5 K (Potensio
Max)

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

99.98
x 10
4470+99.98
R1

V2

10 V

R2b

R1
x vs
= R 1+R 2 b
=

470 x 127
=99.98
470+127

R2b
x vs
= R 1+ R 2 b

V1

0.011 V
V2

Rb x R 2
= Rb+ R 2

R2b

R2b

3500 x 127
=122.55
3500+127

= R 1+R 2 b

4. Rb = 1.52 K (Potensio
1/4)

x vs

122.55
x 10
4470+122.55

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1
=

R2b

= R 1+ R 2 b
=

2.45 V
V2

1520 x 127
=117.2
1520+127
x vs

117.2
x 10=1.23 V
4470+117.2
R1

= R 1+ R 2 b

x vs

R1

V2

= R 1+R 2 b

x vs

4470
x 10=8.7 2V
4470+117.2

4470
x 10=7.5 V
4470+122.55
5. Rb = 2.37 K
(Potensio 1/2)
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

R2b

2370 x 127
=120.54
2370+127
R2b

V1

6. Rb = 2.89 K (Potensio
3/4)

= R 1+R 2 b

x vs

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

R2b

= R 1+ R 2 b

=
=

120.54
x 10=1.4 V
127+ 120.54
V2

R1
x vs
= R 1+R 2 b

V2

4470
x 10=8.5V
4470+120.54
7. Rb = 1 K (Potensio
minimal)
R2b

Rb x R 2

= Rb+ R 2
=

V1

1000 x 127
=112.68
1000+127
R2b

= R 1+R 2 b
=

x vs

112.68
x 10
4470+112.68

2.1 V
V2

R1

= R 1+R 2 b
=

x vs

x vs

121.65
x 10=2.4 V
4470+121.65
R1

= R 1+ R 2 b
=

2890 x 127
=121.65
2890+127

x vs

4470
x 10=7.5 V
4470+121.65

4470
x 10=7.9V
4470+112.68

4.7 Analisis Hasil Praktikum


Grafik Tabel 4.1

Grafik Tabel 4.2

4.8 Kesimpulan
Saat Resistor ( R ) dipasang seri maka akan menjadi pembagi tegangan.
Perbandingan antara V1 dan V2 dengan nilai hambatan yang berbeda pada
rangkaian seri dan sumber tegangan yang sama ternyata nilai tegangan V1 dan V2
memiliki nilai yang mendekati.

Sedangkan perbandingan antara V1 dan V2

dengan nilai hambatan yang sama pada rangkaian seri pada sumber tegangan yang
sama ternyata nilai V1 dan V2 berbeda, hal ini dikarenakan adanya perubahan
posisi potensiometer. Semakin besar perubahan posisi potensiometer maka
semakin besar pula nilai V1 sedangkan nilai V2 semakin kecil.
Bisa dilihat dari grafik bahwa nilai simulasi dan pengukuran adalah sama,
sedangkan berbeda dengan nilai pengukuran, karena pada saat pengukuran
terdapat banyak faktor kesalahan, mulai dari toleransi resistor, perubahan
tegangan PLN, kesalahan pembacaan dan prosedur pengukuran.
4.9 Referensi

http://belajarrl-awan.blogspot.com
http://rangkaianlistrik2.blogspot.com
4.10 Lampiran
4.10.1 Simulasi Saat Posisi R Potensiometer Minimal dan Vs = 5 Volt

4.10.2 Simulasi Saat Posisi R Potensiometer dan Vs = 5 Volt

4.10.3 Simulasi Saat Posisi R Potensiometer dan Vs = 5 Volt

4.10.4 Simulasi Saat Posisi R Potensiometer dan Vs = 5 Volt

4.10.5 Simulasi Saat Posisi R Potensiometer Maksimal dan Vs = 5 Volt

4.10.6 Simulasi Saat Posisi R Potensiometer Minimal dan Vs = 10 Volt

4.10.7 Simulasi Saat Posisi R Potensiometer dan Vs = 10 Volt

4.10.8 Simulasi Saat Posisi R Potensial dan Vs = 10 Volt

4.10.9 Simulasi Saat Posisi R Potensial dan Vs = 10 Volt

4.10.10 Simulasi Saat Posisi R Potensiometer Maksimal dan Vs = 10 Volt

Proses Pengukuran