Anda di halaman 1dari 6

WAWANCARA

Narasumber

: Pedagang Perikanan PPP Puger

Lokasi

: PPP Puger

Waktu

: Rabu, 9 Maret 2016 Pukul 12:00

Produk Perikanan Di PPP Puger


Produk perikanan yang dijual pada kios pedagang di PPP Puger adalah produk yang diolah
sendiri maupun yang berasal dari luar PPP Puger.
-

Produk perikanan khas Puger


Produk perikanan yang diolah sendiri oleh pedagang maupun masyarakat sekitar PPP
Puger biasanya berasal dari hasil tangkapan yang khas dari nelayan di wilayah Puger
itu sendiri. Diantaranya hasil olahan ikan biasanya berasal dari jenis ikan layur,
bengol, dll yang merupakan produk perikanan khas nelayan Puger. Namun ikan jenis
ini hanya tersedia pada musim-musim tertentu yaitu pada bulan puasa. Biasanya
dalam satu keranjang bisa memuat sebanyak 15.000 ikan layur dan biasanya ikan
jenis ini memerlukan es karena ukurannya yang besar.
Selain itu jenis ikan lain yang sering diolah di sekitar kawasan PPP Puger adalah ikan
pipihan yang pengolahannya dilakukan oleh masyarakat Puger Wetan.
Pengolahan ikan lain yang ada di sekitar PPP Puger adalah pengolahan ikan pindang,
salem, dan tongkol yang diolah oleh seorang tokoh masyarakat bernama Haji
Parman. Usaha pengolahan ikan ini sudah diekspor ke luar daerah di sekitar Jember

seperti Surabaya dan Malang.


Produk perikanan dari luar Puger
Sedangkan apabila nelayan di Puger sedang tidak melaut, produk perikanan yang
dijual di PPP Puger berasal dari hasil sektor perikanan wilayah lain di sekitar Jember.
Produk penjualan tersebut banyak dikirim pada pagi hari melalui jalur darat menuju
PPP Puger. Hal ini dikarenakan PPP Puger merupakan salah satu pusat kawasan jualbeli perikanan besar di sekitar pesisir Jawa Timur. Adapun produk-produk dari luar
Jember yang dikirimkan untuk dijual di PPP Puger diantaranya terasi udang yang
dikirim dari Madura dan Tuban. Sedangkan untuk penjualan perikanan lain juga

banyak yang dikirim dari wilayah Bangsiul (?)


Pembeli di PPP Puger
Pembeli produk perikanan di PPP Puger banyak berasal dari sekitar wilayah Jember
diantaranya Probolinggo, Situbondo, dan Madura. Biasanya proses jual-beli perikanan
ini terjadi pada subuh hingga pagi hari. Sedangkan produk perikanan lain juga ada
yang proses jual-belinya melalui pengiriman yang biasanya dikirim ke daerah
Surabaya, Malang, dan kota lain di sekitar Jawa Timur melalui jalur darat.

Nelayan Dan Masyarakat Sekitar PPP Puger

Masyarakat di sekitar Puger


Masyarakat yang banyak beraktivitas di PPP Puger didominasi oleh masyarakat yang
tinggal di sekitar Kecamatan Puger. Adapun selain itu juga terdapat masyarakat dari
luar Jember yang sering beraktivitas di PPP Puger namun tidak menetap dan hanya
pulang-pergi untuk urusan jual-beli perikanan.
Selain masyarakat asli Kecamatan Puger, masyarakat yang bermukim di Kecamatan

Puger juga banyak yang berasal dari Madura, Pamekasan, dan Sampang.
Bantuan dari pemerintah
Masyarakat di sekitar PPP Puger sudah pernah mendapat beberapa bantuan dari
pemerintah. Salah satunya bantuan dari pemerintah berupa pemberian mesin, setek,
dan jarring untuk keperluan melaut. Namun bantuan tersebut ternyata tidak
berdampak banyak karena nelayan sendiri banyak yang tidak mampu membayar
bahan bakar kapal yang harganya mahal. Permasalahan tersebut sering muncul
terutama apabila ketika musim ikan tidak begitu banyak dan cuaca buruk sehingga
tangkapan yang didapatkan tidak banyak. Dalam kondisi tersebut biasanya banyak
nelayan yang memilih tidak melaut.

WAWANCARA
Narasumber

: Kepala Camat Kecamatan Ambulu

Lokasi

: Kecamatan Ambulu

Waktu

: Kamis, 10 Maret 2016 Pukul 12:00

Kalau di Kecamatan Ambulu sendiri, wilayah pesisir ada dimana saja ya? Desa
ataukah kelurahan yang berbatasan langsung dengan pesisir?
Di Ambulu yang masuk desa pesisir itu adalah Desa Sumberejo, Dusun Watu Ulo. Disana
memang desa pesisir karena disana hampir seluruhnya dikelilingi oleh pantai, salah satunya
pantai Watu Ulo. Selain itu tidak ada lagi wilayah yang berbatasan dengan pesisir.
Untuk

di

Desa

Sumberejo

sendiri

lebih

banyak

pariwisata,

nelayan

atau

bagaimana?
Disana memang ada pariwisata Watu Ulo yang resmi dikelola oleh pemerintah Kabupaten.
Disamping itu juga disana juga banyak nelayan yang memang tempat tinggalnya di sekitar
Pantai Payangan. Disana banyak penduduk yang mata pencahariannya hampir 80% adalah
nelayan.
Di Desa Sumberejo atau wilayah pesisir lainnya apakah ada bencana alam seperti
tsunami, banjir, atau yang lainnya pak?
Ada bencana namun tidak mengkhawatirkan, artinya berupa tsunami kecil. Tsunami kecil itu
hampir terjadi setiap tahun hingga sampai ke rumah warga dengan ketinggian sekitar 75
cm. Tsunami kecil tersebut menurut warga tidak mengkhawatirkan karena sudah terbiasa.
Kalau saya sebagai camat tentunya khawatir terjadi sesuatu pada warga, namun warga
sudah terbiasa dan sudah bisa memprediksi. Disana juga sudah dipasang alat pendeteksi
tsunami di sekitar Payangan
Apakah bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa?
Tidak ada.
Kalau di desa itu sendiri apakah ada ekosistem mangrove atau lainnya?
Ada. Dari pemerintah pun yaitu Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Perkebunan dan
Kehutanan menanamkan mangrove di sekitar pantai sana. Mangrove itu kan banyak sekali
ya manfaatnya untuk pengembangan ikan-ikan. Selain penanaman mangrove oleh
pemerintah juga terdapat penanaman mangrove oleh masyarakat disana sendiri. Dan
penanaman mangrove itu sendiri juga dikehendaki oleh masyarakat. Selain itu pemerintah
juga banyak menaruh perhatian terhadap desa yang terdapat di pesisir pantai.

Untuk warganya sendiri, selain nelayan mata pencahariannya apa lagi ya pak?
Mereka itu ada yang bekerja sebagai pedagang, petani, juga ada pegawai tapi jumlahnya
relatif kecil. Namun yang paling banyak bekerja sebagai pedagang dan petani.
Kalau petani tanamannya apa saja pak?
Ya tergantung. Misalnya musim padi maka yang ditanam padi. Ada bulan-bulan tetentu
mereka menanam tembakau. Namun yang ditanam lebih dominan padi dan tembakau.
Sebenarnya ada tanaman lain seperti melon, namun itu sifatnya musiman.
Kalau tembakau itu sendiri diekspor keluar Jember begitu ya pak?
Ada yang seperti itu, tapi ada juga yang menerima untuk membeli tembakau dari petani
lokal karena disini juga banyak gudang-gudang tembakau yang dikelola kelompok, per
orangan, ataupun usaha.
Berarti kalau dari pertaniannya sendiri yang paling banyak diekspor keluar itu
tembakau ya pak dibanding padi?
Ya.
Kalau untuk nelayannya sendiri pak produk perikanannya sudah ada yang bisa
mengolah sendiri lalu diekspor keluar atau bagaimana?
Kebanyakan masih diolah sendiri dan karena di Payangan dan Watu Ulo juga banyak
pedagang ikan bakar dan sebagainya karena merupakan tempat wisata, jadi hasil nelayan
tersebut juga seringkali dijual kepada pedagang-pedagang depot disana.
Kalau untuk adat istiadatnya sendiri apakah ada budaya tertentu atau tidak?
Seperti kalau di Puger ada petik laut atau larung sesajen seperti itu?
Masih ada juga setiap tahunnya itu turun temurun dari nenek moyang yang menurut mereka
membawa berkah dan keselamatan. Itu merupakan suatu ihtiar agar hasil perikanannya
lebih banyak bagi para nelayan.
Untuk infrastruktur, seperti PLN dan PDAM sudah masuk ke wilayah tersebut
belum?
Kalau PDAM belum, tapi kalau PLN sudah mulai dari penerangan rumah warga, jalan umum,
dan fasilitas infrastruktur.
Berarti kalau belum ada PDAM masih menggunakan air tanah ya?
Iya masih menggunakan pengeboran atau sumur manual.

Kalau untuk dari nelayannya sendiri masih ada komunitas-komunitas nelayan


nggak pak?
Ada yang namanya juga forum kelompok usaha bersama (FKUB). Memang ada juga
kelompok macam-macam. Ada kelompok nelayan misalnya Kelompok Nelayan Samudera, dll
yang memiliki ketua dan anggotanya sendiri.
Nelayan itu banyak datangnya dari desa itu sendiri atau ada dari wilayah lain?
Secara umum dari desa itu sendiri.
Kalau untuk lingkungannya sendiri pak, apakah ada pencemaran di daerah
pesisirnya sendiri?
Karena di lingkungan sana tidak ada pabrik, sehingga pencemaran sampai saat ini tidak
pernah terjadi. Kecuali mungkin ketika ada kapal besar yang lewat kemudian mengalami
kebocoran atau kecelakaan lain, namun itu tidak pernah terjadi.
Kalau di daerah pesisir Ambulu sendiri masih ada terumbu karang atau tidak pak?
Masih ada.
Kalau dari pemerintah sendiri apakah ada usaha pelestarian?
Ada usaha pelestarian yang dilakukan 2 tahun yang lalu mengadakan usaha pelestarian
terumbu karang. Jadi ekosistem di laut itu menjadi perhatian bersama, baik dari pemerintah
maupun masyarakat. Apa yang dibutuhkan masyarakat dari pemerintah. Pemerintah juga
menawarkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat nelayan disana. Bahkan pemerintah
juga banyak membantu berupa jarring, pelampung, dan lain-lain.
Terus kalau di Desa Sumberejo sendiri jaringan telekomunikasinya sendiri
menggunakan apa? Pakai telepon, telepon genggam, atau apa?
Kalau dulu iya sebelum handphone belum bisa dimiliki secara umum masih menggunakan
telepon rumah. Tapi sekarang sudah jarang pakai telepon rumah kebanyakan sudah
memakai handphone.
Untuk jaringan drainase sanitasi itu sendiri sudah dikelola secara standar atau
masih dikelola secara sendiri? Atau misalnya kotor atau bagaimana?
Drainase dan lainnya itu sudah menjadi suatu perhatian dari pemerintah. Apalagi kalau
sudah ada keluhan pemerintah segera bertindak. Drainase itu kan bergantung pada kondisi
wilayah itu sendiri jadi perbaikannya secara situasional ketika ada keluhan.

Kalau untuk aksesbilitas wilayah pesisir sendiri sudah ada ketentuan jalannya
atau bagaimana ya pak? Soalnya selama ini kalau ke area wilayah pesisir masih
sering ditemukan jalan yang belum diaspal dll.
Kalau kearah watu ulo sudah baik, berjalan aspal. Kalau untuk ke payangan, jalannya sudah
aspal namun sudah banyak yang rusak. Apalagi kalau ada tsunami kecil, banjir, dll yang
merusak jalan apabila tergenang selama berhari-hari. Selain itu juga ada keluar masuknya
kendaraan berat yang mungkin datang karena adanya pembangunan atau pengangkutan dll
yang tidak sesuai dengan kemampuan jalannya itu sendiri.
Apakah di daerah pesisir itu ada pertambangan?
Tidak ada.
Kemudian kendaraan berat itu banyaknya bawa apa pak?
Kan pasir atau juga pembangunan rumah. Batu merah, dsb.
Kalau moda transportasi untuk ke wilayah pesisir masih harus pake kendaraan
pribadi atau bagaimana?
Masih sulit untuk pakai kendaraan umum jadi banyak yg harus pakai kendaraan pribadi.
Kalau tingkat kriminalitasnya itu tinggi gak pak di wilayah pesisir?
Tidak tapi ya kadang juga terjadi. Kalau tinggi kan tiap hari terjadi, kalau ini tidak setiap hari.
Jadi kriminalitasnya kecil.
Kalau misalnya penduduk sini itu kebanyakan suku mana?
Secara umum kultur penduduk Ambulu, 90% dari Jawa 10% dari Madura. Tapi Madura ini
paling banyak di daerah pesisir ini.
Kalau misalnya bencana akibat perbuatan manusia di daerah sana bagaimana pak
ada atau tidak?
Jarang terjadi. Belum tentu setahun sekali terjadi. Sangat jarang, hampir tidak pernah.
Kalau misalnya di wilayah perairan itu ada alur pelayaran atau nggak ya?
Nggak ada alur pelayaran karena tidak ada dermaga. Hanya ada kapal nelayan kecil