Anda di halaman 1dari 18

1

RESUME ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN PENYAKIT


ASAM URAT DI USIA PERTENGAHAN
TUGAS

oleh
M. Nurhamzah Fahiqi S. Kep
NIM 112311101062

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016

RESUME ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN PENYAKIT


ASAM URAT DI USIA PERTENGAHAN
A. PENGKAJIAN
1. Data umum
a. Nama kepala keluarga : Bp. S
b. Usia
: 51 tahun
c. Pendidikan
: S1
d. Pekerjaan
: pegawai swasta perkebunan
e. Alamat
: desa klungkung Rt 2 Rw 11 Jember
f. Komposisi anggota keluarga
no

Nama

Ibu P

An.

(melinda)
An. R

Jenis

Hubungan Umur

kelamin

dengan

KK
Istri

46

SMP

Ibu

Anak

22

S1

tangga
Mahasiswa

Anak

12

SD

Pelajar

M P
L

Genogram

Keterangan:
: laki-laki

: perempuan

Pendidikan Pekerjaan

rumah

: Garis pernikahan

: tinggal serumah

: garis keturunan

g. Tipe keluarga
Tipe keluarga Bp.S adalah keluarga tradisional tepatnya pada tipe
keluarga inti. Keluaraga Bp.S terdiri dari Bp. S, Ibu P, dan anak-anak
mereka yaitu An.M dan An. R. Mereka semua tinggal bersama dalam
satu rumah.
h. Suku bangsa
Suku bangsa keluarga Bp.s adalah suku bangsa Madura.
i. Agama
Semua anggota keluarga Bp.S beragama islam. Bp. S mengatakan
bahwa setiap anggota keluarganya rajin mengerjakan sholat 5 waktu.
Terkadang sholat 5 waktu tersebut dilakukan berjamaah.
j. Status ekonomi keluarga
Bp. S bekerja sebagai pegawai swasta di perkebunan X. Ibu p tidak
bekerja, beliau sebagai ibu rumah tangga. Ibu p mengatakan dengan
penghasilan yang Bp. S peroleh tersebut, Bp. S dan Ibu P memberi
An.M uang saku 1 bulan sekali dan An. R setiap hari. Namun
seringkali An. M menghabiskan uang sakunaya sebelum waktunya.
Bp. S dan ibu P seringkali menambah uang saku An. M jika unag
bulanannya habis sebelum waktunya. Bp. S juga mnegatakan bahwa
Bp. S dan ibu P mnabung sebagian uang dari penghasilan Bp. S untuk
mengantisispasi jika ada kebutuhan yang tidak terduga dan mendadak.
Dari indikator tersebut keluarga bapak S merupakan keluarga
sejahtera 3.
k. Aktivitas rekreasi keluarga
Bp. S mengaku bahwa ia dan keluarganya pergi bertamsaya ke tempat
wisata paling tidak 3 kali dalam 1 tahun. Pada saat lebaran dengan

mengunjungi kerabat dan tempat wisata bersama keluarga besarnya.


Sedangkan pada saat liburan hari besar nasional atau liburan sekolah
Bp.s mengaku pergi berwisata ke tempat wiasata yang ada di dalam
kota saja. Ib. P mengatakan bahwa untuk rekreasi sehari-hari hanya
dengan menonton tv saja. An. M mengatakan bahwa jika ia sedang
libur kuliah dan tidak ada tugas atau acara keluarga ia lebih memilih
pergi jalan-jalan dengan teman-temannya seperti menonton bioskop
atau pergi ke pusat perbelanjaan. Sedangakan An. R pada waktu luang
ia isi dengan bermain dengan teman-temannya seperti bersepeda,
bermain Ps atau bermain sepakbola.
2. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
a. Keluarga berada pada tahap perkembangan keluarga dengan usia
pertengahan.

Tahapan

ini

dimulai

saat

anak

meninggalkan rumah dan berakhir saat pensiun

yang

terakhir

atau salah satu

pasangan meninggal Tugas perkembangan keluarga yang ditempuh


keluarga adalah :
1. Mempertahankan kesehatan
2. Meningkatkan keakraban pasangan
3. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan
4. Menyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan
b. Tahap keluarga yang belum terpenuhi
Tugas perkembangan keluarga saat ini masih belum dilaksanakan
secara optimal oleh keluarga Bp. S. Bp. S mengatakan bahwa beliau
belum bisa untuk membuat anaknya khususnya An. M mandiri dan
bertanggung jawab. Bp. S mengatakan bahwa An. M masih manja
dan belum mampu memecahkan masalahnya sendiri. Ibu p
mengatakan bahwa apabila An. M mendapatkan masalah ia selalu
tidak mau makan dan hanya mengunci diri di dalam kamar sambil
menangis dan marah-marah yang tidak jelas hingga tertidur. An. M
mengatakan bahwa dengan menangis dan mengunci diri di dalam
kamar hingga tertidur akan membuatnya tenang
c. Riwayat keluarga inti

1. Riwayat keluarga saat ini: Bp. S mengatakan sering mengalami


nyeri pada sendi-sendinya.
2. Riwayat Penyakit Keturunan: Bp. S mengatakan bahwa ayahnya
memiliki penyakit darah tinggi
B. Riwayat keluarga sebelumnya
Bp. S mengatakan bahwa Bp. S mempunyai 2 saudara kandung yang
sudah menikah dan memiliki anak. Dan saat ini oarang tua Bp. S
berada di desa karang pring kecamatan sukorambi jember.
Sedangakan Ib. P mengatakan bahwa keluarganya berasal dari
keluarga sejahtera 2. Ib. S merupakan anak tunggal.
C. Lingkungan
a. Karakteristik rumah
Rumah keluarga Bp. S terleletak di dalam perumahan khusus pegawai
perkebunan dan rumah yang ditempati oleh keluarga Bp. S merupakan
rumah milik perkebunan tempat Bp. S bekerja. Luas rumah 6 X 10
meter permanen. Rumah terdiri dari dua kamar tidur, 1 ruang tamu
yang digabung dengan ruang keluarga. 1 Ruang makan yang digabung
dengan dapur. Antara ruang keluarga dan dapur disekat oleh tembok
yang permanen. Luas masing-masing kamar 3x3 meter dan masingmasing memiliki jendela. An. M mengatakan bahwa ia tidur 1 kamar
dengan adiknya An. R. Bp. S dan Ib. P tidur dalam 1 kamar. Rumah
menghadap ke timur sehingga cahaya matahari terbit dapat masuk
kedalam rumah. Selain itu pintu dan jedela sering dibuka. Ventilasi
rumah tampak baik dan penataan barang tampak rapi sehingga
ruangan terlihat luas dan bersih. Sumber air minum berasal dari
sumber mata air yang berjarak kurang lebih 3 km. Air limbah rumah
tangga dialirkan lewat saluran air. Penerangan rumah menggunakan
listrik. Ib. P mengatakan bahwa ia memasak menggunakan kompor
LPG. Bpk. S mengatakan bahwa setiap hari Ibu P membersihkan
rumah dengan cara menyapu dan mengepel lantai rumah. Ib. P
mengatakan bahwa apabila rumah kotor itu tidak enak dipandang dan
dapat menimbulkan masalah kesehatan sehingga mudah terserang
penyakit.

Denah Rumah

Keterangan
: jendela
: pintu
b. Karakteristik tetangga dan komunitas
Bp. S mengatakan bahwa tetangga sebelah rumahnya ialah adik

kandungnya sendiri yang sudah berkeluarga. Sedangkan tetangga


yang berada di belakan rumahnya merupakan kerabat dekat dari Ib. P.

Ib. P mengatakan bahwa semua tetangganya berasal dari suku madura.


Jadi mempunyai adat kebiasaan yang sama.
c. Mobilitas geografis keluarga
Bp. S megatakan bahwa terkadang beliau dan Ib. P beserta An. M dan
juga An. R sering berkunjung kerumah kerabat kerabatnya, pergi
jalan-jalan ke mall, atau mengunjungi tempat wisata. Ib. P
mengatakan bahwa terkadang beliau dan Bp. S mengunjungi rumah
tetangganya sekedar untuk mengobrol. Sedangkan An. M mengatakan
bahwa jika ada waktu luang akan pergi kerumah teman-temannya
terutama temannya diwaktu SMA. An. R mengatakan bahwa jika ia
ada waktu luang maka ia juga akan bermain kerumah temantemannya.
d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Bp. S dan Ib. P mengatakan bahwa setiap sore beliau selau
berinteraksi dengan tetangganya dalam bentuk perbincangan yang
tanpa tujuan yang jelas. Bp. S juga mengaku mengikuti pengajian
bapak-bapak yang diadakan oleh komunitas di dareah tempat
tinggalnya yang diadadakan selama 2 minggu sekali. Sedangak Ibu P
megatakan bahwa ia mengikuti banyak arisan yang dilakukan di
daerah rumahnya. Namun Ib. P mengatakan bahwa An. M tidak
pernah mau untuk mewakili ibunya datang ke arisan untuk mewakili
Ib. P. Setelah ditanya kepada An. M, ia mengaku bahwa ia malu untuk
ikut acara seperti itu karena ia merasa malu untuk berkumpul dengan
ibu-ibu. Bp. S mengatakan bahwa apabila ia menyuruh An. M untuk
mengikuti organisasi yang di daerah lingkungan rumahnya An. M
tidak mau menjawab. Menurut pengakuan An. M ia sengaja tidak mau
ikut karena ia takut tidak bisa membagi waktunya dengan baik. An. M
mengaku sehari-hari saja ia disibukkan dengan kuliah yang padat dan
belum lagi tugas-tugas yang diberikan kepadanya oleh dosen
pengajarnya yang menurut pendapat An. M menguras tenaga dan
pikirannya, oleh sebab itu ia malas untuk mengikuti kegiatan
organisasi yang ada di sekitar rumahnya maupun di kampusnya.

Sedangkan An. R berbeda dengan An. M menurut Ib. P, An. R telah


aktif mengikuti pegajian di musholla tempatnya mengaji dan ia juga
senang untuk mengikuti ekstra kulikuler di sekolahnya.

An. R

mengaku bahwa itu menyenangkan.


e. Sistem pendukung keluarga
Menurut Bp. S, dalam keluarganaya, baik dari pihak Bp. S maupun Ib.
p dan anak-anaknya selalu membantu jika ada masalah. Bp. S dan Ib.
p mengatakan bahwa apabila antara mereka maupun anak-anaknya
ada masalah pasti dibicarakan dan dicari jalan keluar bersama. Ib. P
menambahkan bahwa apabila salah satu anggota keluarganya
mengalami kesulitan atau masalah, Ib. P langsung dapat mengenali
lewat ekspresi wajah dari anggota keluarganya tersebut terutama pada
anak-anak mereka (An. M dan An. R). An. M mengatakan bahwa jika
ia ada masalah akan ditanyakan oleh kedua orang tuanya dan akan
dicari solusinya bersama-sama. Selain itu Bp. S mengatakan bahwa ia
juga seringkali apabila mendapatkan masalah akan dibantu oleh adik
kandungya yang tinggal bersebelahan dengan rumahnya. Ib. P
mengatakan bahwa antara keluarganya dan tetangganya sudah sangat
dekat dan saling bantu membantu antar tetangga dan saling bertukar
pikiran saat dibutuhkan.
D. Struktur keluarga
a. Pola komunikasi keluarga
Ib. p mengatakan bahwa semua komunikasi yang digunakan dalam
keluarga bersifat terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Namun
terkadang An. M menurut Bp. S tidak membicarakan masalah yang
dihadapinya, An. M lebih suka diam dan memendam masalahnya,
setelah ditanya oleh keluarga barulah An. M menceritakan
masalahnya. Menurut pengakuan An. M, terkadang ia tidak
menceritakan masalahnya kepada kedua orangtuanya karena takut
dimarahi oleh kedua orang tuanya. Sedangkan pada An. R jika ada
yang mengganjal perasaannya menurut Ib. P, An. R langsung
menunjukkan ekspresi wajah yang tidak karuan jadi Ib. P dan Bp. S

langsung dapat menanyakannya pada An. R dan mencari jalan


keluarnya bersama.
b. Pola kekuatan keluarga
Menurut pengakuan Ib. P, semua keputusan berada di tangan Bp. S
sebagai kepala keluarga. Bp. S mengatakan bahwa semua keputusan
yang telah diambilnya sudah melalui kesepakatan bersama antara Bp.
S, Ib. P, An. M, dan An. R.
c. Pola peran keluarga
Menurut Ib. P peran Bp. S sebagai kepala keluarga yaitu memenuhi
semua kebutuhan ekonomi keluarga, bertanggung jawab terhadap
keselamatan dan keamanan keluarga, serta mengambil keputusan
dalam suatu hal, dan menasehati An. M dan An. R. Sedangkan
menurut Bp. S, peran Ib. P adalah sebagai ibu rumah tangga yang
mengurusi dan mengatur pekerjaan rumah tangga seperti memasak,
mengurus anak-anak, membersihkan rumah seperti menyapu dan
mengepel rumah dan berbelanja ke pasar. Sedangkan menurut An. M
kegiatan sehari-harinya ialah pergi kuliah, mengerjakan tugas, belajar,
dan terkadang membantu ibunya membersihkan rumah atau memasak.
Sedangkan menurut An. R, pekerjaan seahari-harinya ialah pergi ke
sekolah dan sepulang sekolah pergi les tambahan, bermain dan malam
harinya pergi belajar mengaji.
d. Nilai dan norma budaya
Menurut Bp. S dan Ib. P, mereka selalu mengajarkan kepada anakanaknya (An. M dan An. R) untuk berbuat sesuai dengan syariat
agama dan budaya seperti menghargai orang lain, bersifat jujur,
jangan menilai orang hanya dari sisi buruknya melainkan harus
menilai sisi baiknya juga, menjaga kelakuan sesuai ajaran agama dan
budaya berbuat baik kepada orang lain, memandang hal dari sisi
positif dan negatif dan lain-lain. Menurut An. M dan An. R selama ini
tidak ada aturan yang diterapkan di dalam keluarganya yang
bertentangan dengan norma dan aturan yang berada di masyarakat
lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah dan kampusnya.
E. Fungsi keluarga
a. Fungsi afektif dan koping

10

Bp. S mengatakan bahwa beliau dan Ib. P selalu mengontrol kedua


anaknya dengan cara menghubungi mereka melalui sms atau telepon
atau menghubungi teman-teman mereka. Ib. P menambahkan bahwa
An. M selalu memberi kabar lewat sms apabila akan pulang telat. An.
M selalu menepati janji dan selalu pulang tepat waktu. Bp. S
megatakan bahwa hal ini sedikit berbeda dengan An. R, apabila An. R
sudah kesyikan bermain dengan teman-temannya ia akan lupa untuk
makan, dan Ib. P atau Bp. S akan mencari An. R kerumah temantemannya atau ke tempat biasanya An. R bermain dan menyuruhnya
pulang untuk makan. Selain itu Bp. S dan Ib. P mengatakan bahwa
mereka akan memarahi anak-anaknya apabila anak-anak tersebut
melanggar peraturan dan berbuat tidak baik.
b. Fungsi sosialisasi
Ib. P mengatakan bahwa beliau dan Bp.s selalu memperbolehkan
anak-anaknya untuk bergaul dengan siapa saja, terutama dengan
teman-teman di sekolah ataupun dikampusnya. Menurut An. M dan
An. R, mereka memiliki banyak teman dan rata-rata orang tua mereka
mengenal teman-temannya. Setiap liburan An. M pergi ke rumah
teman-temannya ataupun sebaliknya, teman-teman An. M yang datang
ke rumahnya. An. M mengaku bahwa ia diperbolehkan untuk
berjalan-jalan asalnkan pulangnya tidak sampai jam 18.00 Wib. An. R
mengatakan bahwa terkadang jika liburan ia dan An. M terkadang
menghabiskan liburan di rumah kerabat mereka.
c. Fungsi reproduksi
Ib. P mengatakan bahwa tahun kemaren sudah tidak mengalami
menstruasi.
d. Fungsi ekonomi
Ib. P megatakan bahwa selama ini kebutuhan primer, sekunder, dan
tersier keluarganya terpenuhi dan tercukupi oleh penghasilan yang
diperoleh oleh suaminya Bp. S. Keuangan di dalam keluarganya juga
diatur bersama oleh Ib. P dan Bp. S
e. Fungsi fisik dan perawatan keluarga
Bp. S mengatakan bahwa kesehatan adalah yang paling utama. Ib. P
megatakan bahwa apabila ada keluarganya yang sakit akan langsung

11

dibawa ke dokter atau ke puskesmas terdekat. Namun meskipun


begitu Bp. S merupakan seorang perokok. Dan beliau mengaku bahwa
beliau mulai merokok sejak lulus SMA hingga sekarang beliau juga
mengetahui efek dari merokok tetapi beliau tidak berkeinginan untuk
berhenti merokok.
F. Stress dan koping keluarga
a. Stressor jangka pendek
Menurut Ib. P yang menjadi pemikiran keluarga saat ini adalah
bagaimana cara meningkatkan penghasilan keluarga, keluarga juga
memikirkan anaknya yang masih dalam tahap pendidikan dan masih
membutuhkan biaya cukup banyak. Selain itu Ib. P juga mengatakan
bahwa ia khawatir tehadap An. R yang masih SD, ia khawatir jikalau
An. R tidak dapat masuk SMP negeri. Sedangkan Bp. S mengatakan
masih khawatir dengan pergaulan pada An. M, Bp. S khawatir jikalau
An. M terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak baik apalagi
sekarang An. M sedang beranjak dewasa dan masih belum mandiri.
Selain itu Bp. S dan Ib. P mengatakan bahwa sering khawatir dan
takut kehilangan jika teringat bahwa anaknya sudah beranjak dewasa
dan hampir menikah dan belum siap untuk kehilangan AN. M.
Sedangkan menurut An. M, ia masih kesulitan untuk mengatur dan
membagi waktu dalam mengerjakan tugas kuliahnya.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor atau situasi
Menurut Ib. P keluarga berusaha mengatasi semua masalah terutama
keuangan keluarganya berdasarkan kemampuan yang ada dalam
keluarganya, jika ada kebutuhan yang mendadak, maka keluarga akan
mengambil uang tabungan sesuai dengan kebutuhan dan untuk An. R,
Ib. P dan Bp. S mengikutkan An. R les tambahan agar membantu An.
R dalam belajar, dan untuk An. M, Bp. S dan Ib. P selalu menanyakan
tentang keberadaannya lewat sms atau menelpon dan berusaha
mengenal teman-teman dari An. M. Menurut pengakuan An. M
apabila ia ada tugas kuliah, maka akan ia kerjakan sedikit-demi sedikit
(mencicil tugas).
c. Strategi koping yang digunakan

12

Ib. P mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah yang dihadapi


keluarganya yaitu dengan memecahkan masalah bersama-sama, jika
masalah yang terjadi tidak dapat terselesaikan atau tidak tahu jalan
keluarnya maka Keluarga Bp. S akan meminta bantuan pada keluarga
terdekatnya. Sedangakan menurut An. M jika ia mendapat tugas
kuliah

maka

sebisa

mungkiun

ia

akan

bersemangat

dalam

mengerjakan tugas tersebut.


G. Pemeriksaan fisik
pemeriksaan

nama

Anggota

Keluarga

Bp. S
compos

Ib. P
compos

An. M
compos

An. R
compos

Kesadaran
cara

mentis

mentis

mentis

mentis

berpakaian
kebersihan

Rapi

Rapi

Rapi

fisik

diri
Bersih
postur tubuh simetris
dan
berjalan

Bersih
dan simetris

Rapi

Bersih
dan simetris

Bersih
dan simetris dan

cara berjalan tanpa berjalan tanpa berjalan tanpa berjalan tanpa


bantuan

bantuan

bantuan

bantuan
Proporsional

proporsional

proporsinal

proporsional

sesuai

sesuai dengan sesuai dengan sesuai dengan dengan


bentuk dan tinggi badan , tinggi badan, tinggi badan, tinggi badan
ukuran

TB: 177 cm, TB: 150 cm TB: 155 cm , Tb: 145 Cm

tubuh

BB 70 kg
BB.: 56 Kg
Bb: 45 kg
BB. 30 kg
Td:
130/80 Td:
120/80 Td:
120/70 Td:
100/70
mm Hg, Nadi: mm Hg, Nadi: mm Hg, Nadi: mmHg,
86x/menit,

84x/menit,

85x/menit,

suhu: 36,8 0 c, suhu: 36,5 0c, suhu: 36


Rr:
TTV

menit

20

X/ Rr:
menit

20

X/ Rr:
menit

20

Nadi:
0

c, 80x/menit,
X/ suhu: 36 0 c,
Rr:22X/ menit

13

status emosi
Orientasi
proses

Stabil
Normal

Stabil
Normal

Stabil
Normal

Stabil
Normal

berpikir
Cepat
gaya biacara Lancar
pemeriksaan normal

Cepat
Lancar
dan normal

Cepat
Lancar
dan normal

Cepat
Lancar
dan normal

dan

kulit

bersih
dan bersih

bersih
dan bersih

bersih
dan bersih

dan

bersih
bersih

Kuku

bersih
bersih
bersih
bersih
mata: normal mata: normal mata: normal mata: normal
dan

bersih, dan

bersih, dan

bersih, dan bersih,

rambut:

rambut:

rambut:

rambut:

normal

dan normal

dan normal

dan normal

bersih,

bersih,

bersih,

bersih,

dan

hidung:normal hidung:normal hidung:normal hidung:normal


dan

bersih, dan

bersih, dan

bersih, dan bersih,

telinga:normal telinga:normal telinga:normal telinga:normal


pemeriksaan dan
kepala

bersih, dan

bersih, dan

bersih, dan bersih,

dan leher: normal leher: normal leher: normal leher: normal

leher
dada

dan bersih

dan bersih

dan bersih

dan bersih

vaskuler
Perut
genetalia

Normal
Normal

Normal
Normal

Normal
Normal

Normal
Normal

dan anus
ekstremitas

tidak dikaji

tidak di kaji

tidak dikaji

tidak dikaji

Normal

Normal

Normal

Normal

(pernafasn
dan

kardio

atas
bawah

dan

Kesimpulan pemeriksaan fisik:


a. Bp. S : keadaan umum baik, kesadaran kompos mentis, postur tubuh
simetris dapat berjalan tanpa bantuan,

14

b. Ib. P : keadaan umum baik, kesadaran kompos mentis, memiliki postur


tubuh simetris, dapat berjalan tanpa bantuan,
c. An. M : keadaan umum baik, bersih, kesadaran kompos mentis,
d. An. R : keadaan umum baik, bersih, kesadaran kompos mentis.
H. Harapan keluarga terhadap asuhan keperawatan keluarga
Menurut keluarga Bp. S, mereka berharap bahwa perawat dapat membantu
penyelesaian masalah kesehatan yang ada dalam keluarganya dan membantu
memberikan jalan keluar atau informasi sehingga setiap anggota keluarga
dapat memelihara kesehatannya.

15

TIPOLOGI MASALAH KESEHATAN

No

Data

DS:
Bp. S mengatakan sering merasa
nyeri pada sendi-sendinya
Bp. S tidak tau tentang keadaanya
DO:
Bp. S terlihat memegangi kakinya
Bp. S terlihat meringis kesakitan
Kadar Asam Urat : 10 mg/dl

Tipologi Masalah

Aktual

Masalah/ Diagnosis

Kemungkinan Penyebab

Kurang pengetahuan pada

Kurangnya sumber

keluarga Bp. S tentang

informasi

keadaanya

16

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Skoring
Diagnosa Keperawatan: Kurang pengetahuan pada keluarga Bp. S terkait masa dan cara pencegahan
No
1.

Kriteria
Sifat masalah:

Penghitungan
3/3 x 1

Skor
1

Aktual

2.

Kemungkinan masalah dapat 2/2 x 2


diubah:

Pembenaran
Apabila masalah ini tidak diatasi maka pemahaman
keluarga tentang masalah kurang dan tidak dapat
melakukan pencegahan

Kemauan keluarga tinggi untuk mengatasi masalah

2/3

Keluarga ada kemauan untuk menyelesaikan masalahnya

Keluarga merasa masalahnya sudah lama dirasakan

Mudah
3.

Potensial
dicegah:

masalah

untuk 2/3 x 1

Cukup
4.

Menonjolnya masalah:

2/2 x 2

Masalah dirasakn dan harus


segera ditangani
Jumlah

5 2/3

17

PERENCANAAN KEPERAWATAN
No.

Diagnosa

Tujuan

Tujuan

Diagnosa

Keperawatan

Umum

Khusus

1.

Kurang

Setelah

pengetahuan

dilakukan

keluarga

tindakan

berhubungan

keperawatan

dengan ketidak

selama 3 kali

mampuan

keluarga dapat

keluarga

mengetahui

mengenal

tanda dan

penyakit Asam

gejala dari

Urat

Asam Urat

1. Setelah
dilakukan
1 kali
kunjunga
n
keluarga
mampu
mengenal
definisi
dan
penyebab
Asam
Urat
2. Setelah
dilakukan
kunjunga
n 2 kali
keluarga
mampu
memaha
mi cara
perawata
n dan

Kriteria

NOC :
Knowledge
parenting

Standar

Klien dan
keluarga
mengatakan

Masalah
kesehatan
Asam
Urat
Cara
pencegaha
n Asam
Urat

mengetahui
mengenai
penyakit Asam

Intervensi

NIC :
Development care
1.1 Identifikasi pengetahuan
keluarga mengenai Asam Urat
1.2 Identifikasi usaha yang
dilakukan keluarga untuk
menghindari Asam Urat

Urat dan cara


pencegahan

2.1 Merawat Keluarga dengan


Asam Urat
2.2 Merawat Keluarga degan
Asam Urat

18

pencegah
an klien
dengan
Asam
Urat
3. Setelah
dilakukan
kunjunga
n 2 kali
keluarga
mampu
merawat
Tn.R dan
menerapk
an
pencegah
an Asam
Urat

Anda mungkin juga menyukai