Anda di halaman 1dari 3

DIAMETER

A (amoksisilin)
B
(Amoksisilin+asam
klavulanat)
C ( Eritromisin)
D (Klindamisin)

CAWAN 1
3,5 cm
4 cm

CAWAN 2
3,6 cm
4,1 cm

CAWAN 3
3, 7 cm
4 cm

3,5 cm
3,5 cm

3,6 cm
3,7 cm

3,4 cm
3,5 cm

PEMBAHASAN
Uji resistensi bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas suatu antibiotik terhadap
suatu bakteri. Antibiotik yang digunakan dalam percobaan ini, yaitu amoksisilin, amoksisilin
+ asam klavulanat, eritromisin dan klindamisin. Amoksisilin tidak membunuh bakteri secara
langsung, tetapi dengan cara mencegah bakteri membentuk kapsul, sebuah lapisan yang
melekat di seluruh tubuh. Kapsul ini berfungsi vital bagi bakteri, yaitu untuk melindungi
bakteri dari perubahan lingkungan dan menjaga agar tubuh bakteri tidak tercerai-berai
(Fellana dan Rusdaningrum, 2012). Bakteri yang berada dalam kondisi yang tidak
memungkinkan akan diam saja (pasif) di dalam kapsulnya, namun ketika keadaan tubuh
inang melemah maka bakteri akan bangun dan mulai beraktifitas kembali. Kegagalan
bakteri membentuk kapsul mengakibtakan bakteri tidak dapat bertahan lama dalam tubuh
inangnya sehingga akan mati (Ibrahim,2007). Amoksisilin juga bersifat bakterisida dengan
menghambat hubungan silang antara rantai-rantai polimer linier peptidoglikan yang
membentuk komponen utama dari kapsul bakteri. Amoxillin efektif

terhadap sebagian

besar bakteri gram positip dan beberapa gram negatif yang patogen. Bakteri patogen yang
sensitif terhadap Amoxillin, diantaranya Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S.
pneumoniae, N. gonorrhoeae, H influenzas, E. coli, dan P. mirabiiis. Amoxicillin kurang
efefktif terhadap species Shigella dan bakteri penghasil -laktamase (Fellana dan
Rusdaningrum, 2012).
Sedangkan eritomisin dan klindamisin merupakan antibiotik golongan penisilin.
Semua penisilin mempunyai struktur dasar yang sama, yaitu terdapat cincin tiazolidin
melekat pada cincin -laktam, yang membawa gugus amino sekunder. Radikal asam dapat
dilekatkan pada gugus amino dan dipisahkan dari gugus amino oleh bakteri atau amidase
lainnya. Interaksi struktur inti asam 6-aminopenisilinat penting untuk aktivitas biologik
molekul. Penisilin menghambat pembentukan mukopeptida yang diperlukan untuk sintesis
dinding sel mikroba. Terhadap mikroba yang sensitif, penisilin akan menghasilkan efek
bakterisid (Yulika, 2009).

Gambar 2.2. Struktur Penicillin (Sjabana, 2005)


Menurut Yulika (2009), mekanisme kerja antibiotik penisilin (-laktam) dapat diringkas
dengan urutan sebagai berikut:
1. Obat bergabung dengan ikatan penisilin protein yang terdapat pada bakteri yang
memproduksi enzim yang berfungsi sebagai katalis tahap terakhir pada
biosintesis dinding sel yang baru.
2. Terjadi hambatan sintesis dinding sel bakteri karena proses transpeptidasi antara
rantai peptidoglikan terganggu dan terjadi aktivasi enzim proteolitik pada dinding
sel.

Pada hasil praktikum dapat dilihat bahwa perpaduan antara amoksisilin dan asam
klavulanat menghasilkan efek antibiotik yang lebih besar dibandingkan dengan
antibiotic lain. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya diameter zona hambat
(region B) pada setiap cawan memiliki diameter lebih besar daripada zona
hambat yang terbentuk dari antibiotik lain.

DAPUS

Fellana, AF dan Rusdaningrum, A. 2012. Amoxicillim dalam Obat Antibiotik Amoxicillin. Jakarta:
Erlangga.
Ibrahim, M. 2007. Mikrobiologi: Prinsip dan Aplikasi. Surabaya: Unesa University Press
Yulika. 2009. Diakses pada 26 Maret 2016 dari http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital /123049S09076fk-Pola%20resistensi-Literatur.pdf