Anda di halaman 1dari 121

NEUROANATOMI &

PEMERIKSAAN KLINIS
NEUROLOGIS
Bagian/ SMF Neurologi FK Undip/
RSUP Dr. Kariadi Semarang

Serabut Saraf

Nerve Damage

Etiologi Penyakit
Kongenital
Infeksi

atau Inflamasi
Trauma
Vaskuler
Metabolik
Autoimun
Psikogenik
Keganasan
Degeneratif

Fungsional Sistem
Saraf
Kognitif/

Fungsi Luhur

Motorik
Sensorik/

Sensibilitas
Otonom/ Vegetatif

LEFT BRAIN RIGHT


BRAIN

Anatomi Otak Kita


Otak

kita terdiri atas 2 belahan, otak


KIRI dan otak KANAN
Otak kiri berfungsi sebagai
pemantau dan pelaksana the 3 Rs
(Reading, wRiting and aRhithmetic),
bersifat logis analistis
Otak kanan pola kognitif yang intuitif
holistik, memproses segala informasi
secara simultan, memandang
problem secara holistis, jauh
kedepan, mengenal wajah orang dan
melihat sifat sifat secara
keseluruhan. Imajinasi, persepsi

Anatomi Fungsional
Otak
Berat

otak: 1200-1400
grm (+ 2% BB)
Aliran Darah Otak
(ADO): 50-60 ml/100 gr
otak/ menit
Nutrisi otak:
O2 + 800 cc/ menit
Glukosa + 100 mg

30 detik sel terganggu


3 menit sel mati
kecacatan
8 menit
meninggal

Brain Development

Lobus
Serebri

Homunkulus
Serebri

Sistem Limbik

Emotional Brain

Vaskularisasi otak

Medula
Spinalis

Medula
Spinalis

Prinsip Pemeriksaan Fisik


Sacred

7 + Fundamental 4

Keluhan Utama
Onset
Gejala Penyerta
Riw. Penyakit Sekarang (Kronologis)
Faktor yg memperberat
Faktor yg memperingan
Riw. Penyakit Dahulu
Riw. Penyakit Keluarga
Riw. Sosial Ekonomi
Pemeriksaan Fisik
Resume

Anamnesis

70-80% diagnosis

penyakit
Pemeriksaan Fisik UTAMA
Pemeriksaan Penunjang
PELENGKAP

Neuromuskuloskel
etal

Otak
kortikospinalis
kornu anterior otot
gerak

Stimulus kornu
posterior
interneuron kornu
anterior
motoneuron otot
gerak REFLEX

Sirkuit Gerakan Volunter

Arkus Refleks

Kolumna
Vertebralis

Visual Analogue Scale (VAS)

Gait
Gaya

berjalan
Jenis gait:

Normal
Hemiparetic gait
Ataxic gait
Shuffling gait
Steppage gait
Spastic/ scissor gait
Antalgic gait

Gait Abnormal

Status Mental
Level

of Alertness : describe best


motor and verbal response.
Focal Cortical Functioning
Aphasia - fluency, naming,
comprehension, repetition
Agnosia - defect in recognition
Apraxia- defect in performance
Attention/Arousal
Orientation
Digit Spans
Calculations

Status Mental
Cognition

Memory recall and recognition


Abstraction
Judgement
Thought Content
Mood and affect : particularly evidence
of depression

Berbahasa atau Bicara


Intonasi:

ritme, irama berbahasa


Gangguan berbahasa:
Disfonia/ afonia: suara tidak jelas,
serak
Disartria: pelo
Disfasia/ afasia: gangguan proses
berbahasa
Yang

perlu diperhatikan dalam


berbahasa:
Pemilihan kata

BERBAHASA
Area

41 & 42 (Wernicke)
Pusat persepsi auditororo-leksik:
bahasa verbal
Area 39 (Wernicke)
Pusat persepsi visuo-leksik: bahasa
tulis/ isyarat
Afasia sensorik
Area 44 (Broadmann) Brocca
Pusat bahasa ekspresif/ eksekutif
Afasia motorik

Kesadaran
AWARENESS (SIAGA)
Fungsi kewaspadaan merupakan integritas
sensorik tertinggi thdp diri dan lingkungan,
fungsi kognitif dapat melakukan kontak verbal
(awareness of onself or ones own cognitive
experience) sesuai fungsi korteks serebri.
ALLERTNESS / AROUSAL
Terjaga / Bangun
Kondisi Masih Adanya Respon Primitif
Refleks Refleks Batang Otak
Sesuai Fungsi Batang Otak (Aras)

Kesadara
n
PUSAT PENGATUR KESADARAN
KORTEKS SEREBRI
Mengatur isi kesadaran, fungsi kognitif sebagai
pengemban kewaspadaan
FORMASIO RETIKULARIS
ARAS (Ascending Reticular Activator System)

SECARA FISIOLOGIS ARAS DAN KORTEKS SEREBRI SALING


MEMBERIKAN AKTIVASI DAN STIMULASI SATU SAMA LAIN
(RESIPROCAL ACTIVATION AND STIMULATION)
MENYEMPURNAKAN FUNGSI
MASING MASING SECARA OPTIMAL

ARAS: Ascending Reticular


Activator System

Kesadara
n

Reticular Activating System


Fungsi :
Koordinasi system saraf otonom;

Cardiovascular : heart rate, tekanan


darah
Respiratory : pernafasan
Fungsi vegetatif lain.

Aktivitas fisik /motorik


Intelektual
Aktivitas psikis

Kesadara
n
SOMNOLENS/Lethargia :
Reaksi motorik dan verbal (+), mengantuk,
kegelisahan motorik
STUPOR:
Gerakan spontan (+) reflektoris terhadap nyeri
(+), jawaban verbal minimal
SEMI KOMA:
Respon verbal(-), reaksi thd rangsang kasar
adaptif dan menghindar, gerak reflektoris (+)
KOMA DALAM:
Reaksi thd stimuli(-) gerak reflektoris (-),
inkontinensia uri alvi (+), nafas cheyne stokes,
kussmaul, TD , N

Kesadaran

Glasgow Coma Scale

Kesadaran

Buka Mata
Nilai

Usia >1 tahun

Usia 0-1 tahun

Spontan

Spontan

Dengan perintah verbal

Dengan panggilan

Dengan nyeri

Dengan nyeri

Tak ada respon

Tak ada respon

Glasgow Coma Scale cont


Respon Motorik Terbaik
Nilai

Usia >1 tahun

Usia 0-1 tahun

Spontan/ menurut perintah

Melokalisasi nyeri

Melokalisasi nyeri

Fleksi terhadap nyeri

Fleksi terhadap nyeri

3
2

Fleksi abnormal
(dekortikasi)
Ekstensi (deserebrasi)

Fleksi abnormal
(dekortikasi)
Ekstensi (deserebrasi)

Tak ada respon

Tak ada respon

Glasgow Coma Scale cont


Respon Verbal Terbaik
Nilai Usia >5 tahun

Usia 2-5 tahun Usia 0-2 tahun

Orientasi baik &


berbicara

Kata-kata
tepat

Menangis yang
sesuai

Disorientasi &
berbicara

Kata-kata
tidak sesuai

Menangis

Kata-kata tanpa makna, Berteriak


menangis

Menangis yang tak


sesuai/ berteriak

Suara yang tak berarti

Merintih

Merintih

Tak ada respon

Tak ada
respon

Tak ada respon

Glasgow Coma Scale cont

Fungsi Batang Otak


Refleks

cahaya
Refleks muntah/ batuk (Gags
reflex)
Refleks kornea
Dolls Eye Phenomen
Tes Kalori

ReflexBatang Otak

ReflexBatang Otak

Tes Kalori
Brainstem

intact:
mata melirik ke sisi
telinga yg dimasuki
air
Pontine lesion: mata
tak bergerak
merespon

MOTORIK
Motorik

fungsi gerakan
Ketangkasan gerakan volunter
Gerakan involunter
Fibrilasi , Fasikulasi, Asterixis, Tics,
Mioklonus, Distonia, Khorea,
Hemibalismus, Atetosis

Fungsi serebelum (koordinasi)


Sindroma UMN/ LMN
Trofi (ukuran, bentuk, simetrikal otot)
Tonus (kekenyalan otot)
Refleks (fisiologis, patologis)

Penilaian Status Otot


Inspeksi

Perhatikan: bentuk, ukuran, gerakan abnormal,


kontraktur, deformitas, simetris/ tidak
Pengukuran
Diukur dari bangunan anggota gerak yang mantap:
10 cm di atas/ bawah olekranon, 15 cm di atas os
patela, 10 cm di bawah kapitulum fibulae
Palpasi
Konsitensi, kontur otot, nyeri tekan
Perkusi

KEKUATAN

5: mampu
maksimal
4: mampu
3: mampu
gravitasi
2: mampu
1: mampu

melawan tahanan
melawan tahanan sedang
melawan tahanan ringan/
menggeser-geser
menggerakkan sendi-sendi

MOTORIK

Periksa

kekuatan otot yg
memiliki fungsi berlawanan

Fleksi >< Ekstensi


Endorotasi >< Eksorotasi
Abduksi >< Adduksi
Pronasi >< Supinasi

Periksa

kekuatan otot
masing-masing regio

MOTORIK
Ekstremitas Atas
Abduksi bahu (m. deltoideus)
Fleksi siku (m. biseps)
Ekstensi siku (m. triseps)
Ekstensi-fleksi pergelangan tangan
Kekuatan intrinsik otot-otot tangan
Ekstremitas Bawah
Fleksi paha (iliopsoas)
Ekstensi lutut (kuadriseps)
Fleksi lutut (hamstring)
Dorsofleksi pergelangan kaki (m. tibilais
anterior)
Fleksi pergelangan kaki/ plantar (m.
gastrocnemius, soleus)
Eversi kaki (m. peroneus)
Inversi kaki (m. tibialis posterior)

MOTORIK

MOTORIK

MOTORIK

MOTORIK

MOTORIK

Tonus Otot

ReflexFisiologi
s

ReflexPatologis

Babinski

Chaddock

Oppenheim

Gordon

Serebelum

Serebelum

Cerebellum and surrounding regions; sagittal view of


one hemisphere.
A: Midbrain. B: Pons. C: Medulla. D: Spinal cord. E:
Fourth ventricle.
F: Arbor vitae. G: Tonsil. H: Anterior lobe. I: Posterior

Serebelum
Berperan

dalam: integrasi
sensibilitas, koordinasi, kendali
motorik
Memiliki jaras-jaras saraf: serebelumkorteks (koordinasi kendali motorik),
traktus spinoserebelaris
(propioseptif: posisi tubuh)
Lesi di serebelum gangguan gerak
motorik halus, keseimbangan, postur,
motor learning.
Serebelum juga berperan dalam
beberapa fungsi kognitif: atensi,

Serebelum

Lesi

serebelum:
Hipotonia
Asinergy
Nistagmus
Disartria
Stance & gait
Tremor

Serebelum

Disdiadokokinesis

Finger-nose Test

Knee-Heel Test

Serebelum

Cerebellar Signs
Midline

Lesions:
Irregular head bobbing (titubation)
Truncal ataxia
Scanning speech
Hemispheric Lesions:
Limb tremor
Limb ataxia
Slowed alternating movements
Loss of check
Pendular reflexes

Sensibilitas
Primary

Sensory
Modalities:
Epikritik: vibrasi, posisi,
raba halus
Protopatik: suhu, nyeri, raba
halus
Cortical Sensory
Modalities:
Diskriminatif 2 titik
Double simultaneous
stimulation
Stereognosis

Dermatom

C4

= clavicula
T4 = papila
mamae
T10 = umbilikus
L1 = inguinale

Sensory Pathway

Pemeriksaan Nn. Craniales


Komponen

fungsional

Motorik
Sensorik
Topografi/

Craniales

anatomi Nn.

N. Olfaktorius (N. I)
Periksa

lubang hidung
bergantian
Bahan: vanili, kopi,
tembakau
Gangguan penghidu:
hiposmia, hiperosmia,
parosmia, anosmia,
halusinasi olfaktorik

N. Optikus (N II)
Tajam

penglihatan

Normal: 6/6
Melihat jari: 6/60
Lambaian tangan: 1/300
Melihat sinar: 1/~

Lapang

pandang

Tes konfrontasi dgn


tangan
Tes kampimeter
Tes perimeter

N. Optikus (N.II) contd

N. Optikus (N.II) contd


Tes

warna

Stilling-Ishihara
Funduskopi

Pemeriksaan papil N.
II

N. Optikus (N.II) contd


Gangguan

N. II

Mata kabur = visus turun


Melihat dobel (diplopia) = aksis
visual terganggu
Lapang penglihatan menurun
Mata buta
Mata menjadi gelap
Papiledema

N. Optikus (N.II) contd

N. Optikus (N.II)
contd

Nervi Okulares
N.

Okulomotorius (N.

III)
N. Trokhlearis (N. IV)
N. Abdusen (N. VI)

N. Okulomotorius (N.III)
Komponen:

somato &
viseromotorik
Komponen motorik:

m.
m.
m.
m.
m.

levator palpebra
rektus superior
rektus medialis
rektus inferior
oblikus inferior

N. Okulomotorius (N.III)
contd
Komponen

sensorik

Refleks pupil
Langsung
Konsensual
Yg diamati: diameter,
kecepatan merespon
stimulus cahaya

Diameter pupil(N: 2-3


mm)
Miosis: menyempit
Midriasis: melebar

Refleks Cahaya

Pupil abnormal

N. Trokhlearis (N.IV)
Komponen

motorik:

Depresi bola mata


m. oblikus superior

N. Abdusen (N. VI)


Komponen motorik:
- abduksi bola mata
- m. rektus lateralis

Perhatikan

kelopak

mata
Fungsi dan reaksi
pupil
Gerakan bola mata
pupil: 2-3 mm

m. Rektus bola
mata

Rectus
superior

Oblikus
superior

m. Oblikus medialis

N. Trigeminus (N. V)
Komponen

sensorik
N.V1: dahi, kepala-vertex, palpebra
sup, bag. anterior hidung, kornea, iris,
dinding sinus frontal, sinus
ethmoidalis
N.V2: palpebra inf, maxilla, bibir atas,
sinus maxillaris, palatum mole
N.V3: bagian bawah rongga mulut,
ginggiva bawah, geligi bawah

N. Trigeminus (N. V)
Komponen

motorik:

m. maseter
m. temporalis
m. pterigoideus eksterna &
interna
m. milohiodeus
m. venter anterior m. digastrikus
m. tensor veli palatini
m. tensor timpani

MENGUNYAH

N. Trigeminus (N. V)
Refleks

trigeminal:

Refleks kornea
Refleks maseter
Refleks zigomatikus
Refleks retraksi kepala
Refleks okulo-pupilar
Refelk korneo-mandibular
Refleks bersin

N. Fasialis (N. VII)


Komponen

motorik:

m. frontalis
m. zigomatikus
m. orbikularis
otot-otot wajah
platisma

N. Fasialis (N. VII) contd


Observasi

volunter:

gerakan wajah

mengerutkan dahi/ mengangkat dahi


menutup mata
meringis
mengembungkan pipi
menjungurkan bibir/ bersiul
memperlihatkan gigi bagian atas
menggerakkan daun telinga
tulang-tulang pendengaran

N. Fasialis (N. VII) contd


Observasi

involunter:

gerakan wajah

Gerakan fasial involunter fisiologis


Gerakan fasial involunter iritatif
patologik: epilepsi Jackson
Gerakan fasial reflektorik: refleks
glabela, tanda Myerson, refleks
visual-palpebral, refleks aurikulopalpebral, snout reflex, refleks
palmomental, refleks trigeminofasial,
Chvostek signs

N. Fasialis (N. VII) contd


Gangguan

N. VII

Lesi sentral: stroke


Lesi perifer: Bells palsy, trauma
kepala (os mastoideus, telinga)

N. Fasialis (N. VII) contd

N. Akustikus (N. VIII)


Komponen

sensorik

N. koklearis
N. vestibularis

Tes WEBBER

Tes RINNE

N. Akustikus (N. VIII)


contd

N. Glosofaringeus (N. IX)


Komponen

motorik:

posisi uvula
arkus faring
Komponen

sensorik:

perasa 1/3 bagian


posterior lidah

N. Glosofaringeus (N.IX)
contd
Lesi

N. IX:

disfagia
gangguan pengecapan: hipogeusia,
ageusia
gangguan protopatik orofaring

N. Vagus (N. X)
Saraf

otak paling panjang


Somatomotorik sekretomotorik
Somatosensorik viserosensorik
Komponen motorik:
Palatum molle
Faring, laring
Gangguan

N. X:

Disfagia
Disfonia, hoarness

N. Aksesorius (N.XI)
Komponen

motorik:

m. trapezius
m.
sternokleidomastoideus

N. Hipoglosus (N.XII)
Komponen

motorik:

gerakan lidah
lesi PELO
Papil

lidah

lesi atrofi papil

Reflex Nn. Kraniales

Autonomic
Nervous
System

Tekanan Intrakranial
Meningkat

Kesadaran
delirium, stupor, koma
Pernapasan
Cheyne-Stokes: central neurogenic
hyperventilation, gasping,
respiratory arrest
Pupil
terfiksir, 3-5 mm
Papil edema (tonometri, funduskopi)
Gerakan bola mata
Inkomplit, diskonjugat
Respon motorik
Spastik, deserebrasi, flaksid
Tanda herniasi
Pupil anisokor (dilatasi pupil ipsilateral), hemiparesis
kontralateral

Tekanan Intrakranial Meningkat

Herniasi
Gejala & Tanda:
Kesadaran menurun
Anisokori pupil
Hipertensi
Bradikardi

Cushings
Syndrome

Terima kasih