Anda di halaman 1dari 12

Minanda Fachladelcada Primara

240210130056
IV.

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


Kertas terutama terdiri dari serat selulosa yang diperoleh dari kayu atau

bahan selulosa lainnya yang melalui salah satu proses pembuatan pulp. Sifat
pengemasan kertas sangat beragam, tergantung pada proses pengolahan dan pada
perlakuan tambahan yang menghasilkan produk akhir. Sifat kekuatan dan
mekanisnya bergantung pada perlakuan mekanis pada serat serta pada
penambahan bahan pengisi dan pengikat (Herudiyanto, 2008).
Kertas banyak digunakan sebagai pembungkus utama. Berdasarkan cara
pembuatannya, kertas mempunyai kekuatan yang berbeda-beda, minsalnya
terhadap air minyak dan sebagainya. Pelasipisan dengan menggunakan lilin akan
menghasilkan kertas yang lebih kuat dan tahan terhadap air, sehingga mempunyai
peranan yang sangat penting dalam pembungkusan bahan-bahan yang sangat
seperti gula, mentega dan lainya (Syarief, 1988).
Jenis kertas sebagian besar dapat diberi lilin dalam jumlah sedikit dalam
proses pembuatan kertas atau dapat ditambahkan pada lembaran akhir dengan
perlakuan lilin atau kertas wax atau kertas lilin adalah salah satu penghambat air
dengan biaya rendah dan mempunyai ketahanan yang baik terhadap lemak, dan
karakteristik daya rekat panas yang baik, sangat berguna untuk mengemas benda
seperti makanan, sabun tembakau dan produk-produk sejenisnya (Winarno, 1993).
Praktikum ini dilakukan pengujian ketahanan kertas terhadap minyak yang
disebut juga sebagai terpentine test. Minyak terpentine adalah minyak murni,
hasil destilasi getah pohon pinus Indonesia. Minyak terpentine memiliki
kandungan utama monoterpen alpha-pinene dan beta-pinene, banyak digunakan
sebagai pelarut cat, vernish, tinner, perawatan kulit, dan lain-lain. Larutan yang
digunakan dalam praktikum ini berupa politur. Politur ini secara alami
mempunyai warna coklat kekuning-kuningan karena itu aplikasi dengan politur
ini akan menghasilkan lapisan film yang berwarna coklat kekuningan. politer ini
biasa digunakan untuk melapisi kayu. Warna finishing akhir yang dihasilkan dari
politur akan menjadi semakin kuning apabila lapisan politur yang diaplikasikan
semakin tebal.
Pengujian terpentine test ini untuk membedakan daya penetrasi minyak
dari masing-masing bahan pengemas untuk mengemas dan menentukan kertas
mana yang lebih tahan terhadap minyak dan lemak. Daya penetrasi lemak pada

Minanda Fachladelcada Primara


240210130056
kertas adalah kemampuan minyak untuk dapat melewati dan mengisi bagian poripori kertas. Pengertian penetrasi adalah besaran yang menyatakan sifat
penyerapan kertas dan karton terhadap zat cair standar, dihitung berdasarkan
kebalikan panjang hasil jalur cetakan pada pengujian, dinyatakan dalam satuan
1000/nm, yang diukur menggunakan alat uji cetak IGT pada kondisi standar.
Uji terpentine test tersebut, digunakan kertas stensil atau kertas buram.
Tujuan penggunaan kertas stensil ini yaitu sebagai indikator untuk melihat
tembusnya minyak pada kertas agar terlihat jelas, jika tidak menggunakan kertas
stensil, minyak akan langsung tembus pada gelas kaca dan kemungkinan hal ini
tidak akan terlihat jelas, oleh karena itulah digunakan kertas stensil agar
tembusnya minyak pada kertas terlihat jelas (Casey, 1981).
Uji terpentine ini juga menggunakan pasir kuarsa. Pasir kuarsa bersifat
halus dan tidak menyerap minyak. Berdasarkan sifat-sifat itulah, maka pada uji
terpentine ini digunakan pasir kuarsa yang dapat dicuci ulang setelah selesai
pemakaian. Tujuan penggunaan pasir kuarsa ini yaitu sebagai penghambat agar
minyak tidak langsung menyerap pada kertas, tetapi minyak tersebut harus
melewati butiran-butiran pasir kuarsa terlebih dahulu sehingga dapat dihitung
waktu penetrasinya.
Prosedur yang dilakukan yaitu kita menyiapkan kaca, dimana lapisan
pertamanya disimpan kertas stensil yang berguna untuk mengetahui apakah
minyak terpentinenya sudah tembus atau belum dan dilapisi dengan kertas sampel
(dalam hal ini kertas roti dan kertas minyak). Sampel tersebut digunting seluas
6x6cm sebanyak 6 lembar serta

dilakukan pengulangan sebanyak 6 kali.

Pengulangan ini agar data yang dihasilkan menjadi lebih akurat.


Sebelumnya, pipa diukur terlebih dahulu tingginya. Susunannya dari
bawah ke atas yaitu kaca, kertas buram, 1 lembar kertas sampel, dan pipa. Pasir
dituangkan kedalam pipa yang berada di atas sampel kertas, setelah itu dituangkan
minyak terpentine 1,1 ml atau 22 tetes di atas pasir tersebut dan waktu dihitung
dari penuangan minyak semua (1,1 ml) sampai terbentuknya noda atau
merembesnya minyak pada kertas sampel disebut waktu penetrasi minyak.
Penggunaan minyak terpentine dimaksudkan agar dalam pengukuran
ketahanan kertas terhadap minyak dapat lebih akurat dan penggunaan pasir
sebagai media untuk menghambat penyerapan minyak terpentine di kertas minyak
dan roti sehingga waktu penyerapannya dapat ditentukan, semakin rapat pasirnya

Minanda Fachladelcada Primara


240210130056
maka semakin lambat penyerapan yang terjadi. Selama proses penentrasi kaca
tersebut dipegang oleh praktikan sehingga dapat terlihat bagian bawahnya. Hal ini
agar praktikan sadar ketika mulai terjadi penetrasi ditandai dengan adanya bercak
atau noda minyak pada kertas buram. Waktu dari penuangan terpentine sampai
terbentuknya bercak minyak pertama kali adalah waktu yang menunjukkan tingkat
ketahanan kertas terhadap minyak. Hasil pengamatan waktu penetrasi minyak
terhadap kertas dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Waktu Penetrasi Minyak terhadap Berbagai Kertas
Ulangan
1
2
3
4
5
6

Waktu Penetrasi (s)


Minyak
20 s
8s
23 s
4s
12 s
2s

Roti
20 s
5s
33 s
44 s
6s
29 s

Rata-rata
11,5 s
22,83 s
Max.
23 s
44 s
Min.
2s
5s
(Sumber : Dokumentasi pribadi, 2015)
Tinggi pipa diukur dengan menggunakan penggaris, setelah diukur tinggi
pipa yang digunakan yaitu 1,6 cm atau 160 mm. Tinggi pipa digunakan untuk
mengukur kecepatan penetrasi. Kecepatan penetrasi dapat diukur sebagai berikut.
Tinggi pipa(mm)
Waktu penetrasi (sekon)
Perhitungan kecepatan penterasi :

Kecepatan penetrasi kertas minyak =

Kecepatan penetrasi kertas roti =

160 mm
11,5 s

160 mm
22,83 s

= 13,91 mm/s

= 7,01 mm/s

Kertas yang termasuk tahan minyak adalah golongan seperti grease proof
paper (kertas

tahan

minyak)

dan glassine

paper

( kertas

dari kertas glasin adalah mempunyai daya tahan yang baik terhadap

glasin).

Ciri

udara

dan

lemak, dan secara umum warnanya transparan dan permukaannya halus dan

Minanda Fachladelcada Primara


240210130056
mengkilat. Berdasarkan definisi tersebut dapat dilihat bahwa kertas minyak
memiliki ciri tersebut. Kertas minyak tergolong transparan dan sangat halus
melebihi sampel yang lainnya sehingga dapat disimpulkan bahwa kertas minyak
tergolong glassine paper. Kertas glasin biasa digunakan untuk mengemas
makanan, pengemas primer, hiasan. Grease proof paper biasanya digunakan
untuk pengemas bahan pangan yang berminyak seperti dairy products, makanan
cepat saji, tas kertas, permen, dan lain-lain. Sebenarnya kedua kertas ini ada
dalam satu golongan, yang membedakan hanya ciri fisik dan kegunaannya.
Keunggulan kedua kertas ini sama yaitu kemampuannya untuk menolak air, uap
air, dan bau, serta kekuatuan melawan minyak atau lemak.
Kertas minyak atau glassine memiliki warna yang beragam, sedikit tembus
pandang dibuat dengan proses sulfat dan mempunyai permukaan licin karena
proses pengecetan (calendering), selain itu kertas jenis ini juga tahan terhadap
minyak dan lemak, tidak tahan air, penutupan kemasan cukup mudah. Biasanya
digunakan untuk mengemas mentega, keju, permen dan produk-produk kering.
Kertas minyak atau glasin mempunyai permukaan kertas seperti gelas,
transparan, tahan terhadap penetrasi lemak dan minyak, tetapi tidak kedap air.
Kertas glasin biasanya digunakan juga untuk mengemas ikan, permen, mentega,
keju dan produk-produk makanan yang berlemak. Kertas minyak bisa tahan
terhadap minyak karena dibuat dengan proses sulfat sehingga tahan terhadap
minyak, selain proses sulfat ada pembuatan kertas minyak ini terdapat proses
sizing, yaitu penambahan sizer yang merupakan bahan yang memberikan
resistensi terhadap air (Herudiyanto, 2008).
Menurut Casey (1981) sizer adalah bahan penolong yang ditambahkan
sebelum atau sesudah pembentukan lembaran kertas yang ditujukan terutama
untuk meningkatkan ketahanan kertas terhadap cairan. Proses ini memberikan
ketahanan terhadap air pada kertas ini. Menurut Casey (1981) pemberian sizer
dalam pembuatan kertas ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Internal sizer merupakan proses untuk memberikan ketahanan penetrasi cairan
pada kertas dengan memberikan bahan tambahan internal yang basah.
2. Surface sizer umumnya merupakan penggunaan bahan berselaput tipis seperti
tepung, getah dan polimer sintetis.

Minanda Fachladelcada Primara


240210130056
Sizer akan mengubah sifat hidrofilik selulosa yang terkandung di dalam
kertas menjadi bersifat hidrofobik, seperti kita ketahui bahwa selulosa dalam
kertas terdiri dari serat selulosa yang bersifat hidrofilik. Hal ini selanjutnya
mengurangi kemampuan menyerap air pada kertas. Berdasarkan Tabel 1, kertas
minyak memiliki ketahanan kertas minyak terhadap minyak paling cepat yaitu
memerlukan waktu rata-rata 11,5 sekon dengan kecepatan sebesar 13,91 mm/s.
Kertas roti yang digunakan untuk melapisi loyang pada pembuatan kue.
Kertas ini memiliki karakteristik tipis, berwarna buram, dan sedikit transparan.
Kertas roti mempunyai sifat tidak mudah lengket pada bahan pangan, maka kertas
jenis ini sering digunakan sebagai alas ataupun sebagai pembungkus. Sesuai
dengan namanya kertas roti ini biasanya digunakan untuk membungkus roti dan
juga dapat sebagai alas untuk mencetak kue agar tidak lengket.
Kertas roti mempunyai permukaan lebih kasar, agak berongga dan sedikit
berserat dibandingkan kertas minyak karena bahan baku pembuatannya yang
berbeda. Kertas ini sangat mudah sekali menyerap minyak dan lemak. Biasanya
digunakan untuk proses pengolahan dalam pembuatan kue ataupun roti, atau
dalam pengolahan pangan yang lainnya (Herudiyanto, 2008). Permukaan yang
halus ini digunakan untuk kontak langsung dengan adonan roti atau kue.
Berdasarkan percobaan, kertas roti memiliki ketahanan kertas minyak terhadap
minyak paling lama yaitu memerlukan waktu rata-rata 22,83 sekon dengan
kecepatan sebesar 7,01 mm/s.
Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil percobaan, urutan kertas yang
membutuhkan waktu paling lama sampai sedikit akan ketahanan menyerap
minyak yaitu kertas roti lalu kertas minyak. Hasil pengamatan yang didapat sesuai
dengan literatur yang mengatakan urutan kertas yang membutuhkan waktu paling
lama sampai sedikit akan ketahanan menyerap minyak yaitu kertas roti lalu kertas
minyak.
Kertas roti lebih tebal daripada kertas minyak dan seratnya pun lebih kasar
dibandingkan dengan kertas minyak sehingga penyerapannya pun lebih lambat
dibandingkan kertas minyak. Kertas minyak yang lebih tipis dan pori-porinya
lebih kecil sehingga menyebabkan minyak mudah menyerap. Hal ini
kemungkinan terjadi karena pada kertas roti tersebut, permukaannya kasar dan

Minanda Fachladelcada Primara


240210130056
agak tebal sehingga dapat menghambat tembusnya minyak pada kertas stensil.
Kecepatan penetrasi juga dipengaruhi oleh kepadatan pasir kuarsa dalam pipa,
karena pasir kuarsa dapat berubah-ubah kepadatannya sehingga kemampuan
menghambat minyak menjadi berbeda-beda.
Menurut literatur, kertas minyak seharusnya memiliki ketahanan paling
tinggi terhadap minyak. Hal tersebut dikarenakan kertas minyak didesain dengan
struktur dan lapisan yang memiliki ketahanan terhadap minyak, jika dibandingkan
dengan sampel pengemas lainnya, kertas minyak memiliki ketipisan yang paling
tipis di antara yang lain sehingga memiliki waktu penetrasi yang cepat.
Menurut teori, adanya perbedaan waktu penetrasi ini mungkin disebabkan
karena ada perbedaan metode sizing (sizer) dan filler. Sizer akan mengubah sifat
hidrofilik selulosa menjadi hidrofobik sehingga kemampuan penyerapan airnya
akan berkurang. Perlindungan kepentingan konsumen juga untuk pengawasan
proses dan pengendalian mutu bagi produsen kertas maka diperlukan batas
maksimum berat air yang terserap selama 45 detik untuk kertas yang bergramatur
45 g/m2 standar pabrik sebesar 25 g/m2 dengan toleransi maksimum hingga 27
g/m2 (Nurminah, 2002).
Surface sizer merupakan proses untuk memberikan ketahanan penetrasi
cairan pada kertas dengan penggunaan bahan berselaput tipis seperti tepung, getah
dan polimer sintetis, oleh karena itu kertas minyak dan roti memiliki daya tahan
minyak yang lebih baik dibanding kertas lainnya.
Aplikasi dari praktikum ini dapat menentukan bahan yang cocok untuk
dikemas

sesuai

kebutuhannya.

Bahan

yang

mengandung

lemak

untuk

penyimpanan dalam waktu yang lama disarankan untuk dikemasnya dengan kertas
yang memiliki waktu penetrasi terhadap minyak yang lama pula. Bahan yang
mengandung lemak untuk penyimpanan dalam waktu yang singkat disarankan
untuk dikemasnya dengan kertas yang memiliki waktu penetrasi terhadap minyak
yang cepat pula.

Minanda Fachladelcada Primara


240210130056

V.

KESIMPULAN

Kertas minyak memiliki ketahanan kertas minyak terhadap minyak paling


cepat yaitu memerlukan waktu rata-rata 11,5 sekon dengan kecepatan

sebesar 13,91 mm/s.


Kertas roti memiliki ketahanan kertas minyak terhadap minyak paling
lama yaitu memerlukan waktu rata-rata 22,83 sekon dengan kecepatan

sebesar 7,01 mm/s.


Urutan kertas yang membutuhkan waktu paling lama sampai sedikit akan
ketahanan menyerap minyak yaitu kertas roti lalu kertas minyak.

Minanda Fachladelcada Primara


240210130056

DAFTAR PUSTAKA
Casey, J.P. 1988. Pulp and Paper ChemistryAnd Chemical Technology. New York:
John Wiley.
Herudiyanto,M.S. 2008. Teknologi Pengemasan Pangan. Widya Padjajaran.
UNPAD, Bandung.
Syarief, R., S.Santausa, St.Isyana B. 1988. Teknologi Pengemasan Pangan.
Laboratorium Rekayasa Proses Pangan, PAU Pangan dan Gizi IPB, Bogor
Nurminah, M. 2002. Penelitian Sifat Berbagai Bahan Kemasan Plastik dan Kertas
Serta Pengaruhnya Terhadap Bahan yang Dikemas. Sumatera Utara:Jurusan
Teknologi Pertanian, Faperta USU.

Minanda Fachladelcada Primara


240210130056

Winarno, F.G. 1993. Mutu, Daya Simpan, Transportasi dan Penanganan Buahbuahan dan Sayuran. Jakarta:Konferensi Pengolahan Bahan Pangan dalam
Swasembada Ekspor, Departemen Pertanian.

JAWABAN PERTANYAAN
1. Proses apakah yang membuat kertas menjadi resistan terhadap minyak?
Proses yang membuat kertas menjadi resistan terhadap minyak sebagai berikut:
Proses pelapisan (pigment coating) secara umum meningkatkan sifat
cetak dan ketahan minyak kertas. Jenis variasi binder dengan PVA lebih
banyak akan meningkatkan ketahanan terhadap penetrasi minyak,
opasitas dan ketahanan lipat sedangkan pemakaian lateks yang tinggi
akan meningkatkan kelicinan kertas.

Minanda Fachladelcada Primara


240210130056

Memperpanjang waktu pengadukan pulp sebelum dimasukkan ke mesin


pembuat kertas. Pengadukan yang dilanjutkan maka kertas menjadi
lebih padat tapi tapi daya robek menurun dan daya tahan minyak

meningkat.
Penambahan bahan perekat seperti resin, pati, dan tawas ke dalam alat
pengaduk bertujuan untuk meningkatkan daya tahan air, lemak, dan
daya ikat tinta dari kertas sehingga kertas dapat dicetak, serta

mempengaruhi sifat adhesif yang berperan dalam pembuatan kemasan.


Penambahan bahan kimia juga dapat membuat kertas tahan terhadap
minyak dan sebagainya. NaOH, Na2S dan Na2CO3 untuk proses sulfat.
Reaksi kimia yang penting dalam pengolahan kembali sisa larutan

tersebut adalah :
Na2SO4 + 2 C > Na2S + 2 CO2
Na2CO3 + Ca(OH)2 > 2 NaOH + CaCO3
Proses filler dan calendaring
Filler Precipitate Calsium Carbonate (PCC) dapat digunakan sebagai
alat untuk meningkatkan kontras indeks refraksi, dimana lebih jauhnya
hal ini dapat memperbaiki sifat optis dari kertas. Potensi pembuatan
kertas dengan filler PCC baru dengan indeks refraksi yang lebih baik
telah dipelajari. Sampel PCC dibuat dengan metoda karbonasi
konvensional dengan keberadaan aditif refractive index enhancing.
Aditif yang digunakan untuk memodifikasi PCC dalam hal ini adalah
Zn dan Sr. Hasil dari penambahan PCC termodifikasi pada proses
pembuatan kertas adalah perbaikan sifat optis, terutama pada PCC yang
termodifikasi dengan Sr. Proses calendering, sifat optis dapat
dipertahankan dengan keberadaan PCC yang termodifikasi dengan Sr,
namun terdapat kompromi antara sifat optis dan kekuatan kertas pada
proses ini. Oleh karena itu, kondisi calendering perlu dioptimasi untuk
filler tersebut. Proses tersebut menyebabkan kertas resistan terhadap

minyak atau lemak.


Pemberian sizer
Penambahan sizer yang merupakan bahan yang memberikan resistensi
terhadap air. Proses ini memberikan ketahanan terhadap air pada kertas
ini. Pemberian sizer dalam pembuatan kertas ini dibedakan menjadi dua
jenis, yaitu:

Minanda Fachladelcada Primara


240210130056
1. Internal sizer merupakan proses untuk memberikan ketahanan
penetrasi cairan pada kertas dengan memberikan bahan tambahan
internal yang basah.
2. Surface sizer umumnya merupakan penggunaan bahan berselaput
tipis seperti tepung, getah dan polimer sintetis.
Sizer akan mengubah sifat hidrofilik selulosa yang terkandung di dalam
kertas menjadi bersifat hidrofobik. Seperti kita ketahui bahwa selulosa
dalam kertas terdiri dari serat selulosa yang bersifat hidrofilik. Hal ini
selanjutnya mengurangi kemampuan menyerap air pada kertas dan
menambah ketahanan akan minyak.
2. Berikan contoh-contoh grease proof paper atau kertas tahan minyak!
Contoh-contoh kertas tahan minyak sebagai berikut.
Kertas Glasin
Kertas glasin dan kertas tahan minyak dibuat dengan cara memperpanjang
waktu pengadukan pulp sebelum dimasukkan ke mesin pembuat kertas.
Penambahan bahan - bahan lain seperti plastizier bertujuan untuk
menambah kelembutan dan kelenturan kertas, sehingga dapat digunakan
untuk mengemas bahan-bahan yang lengket. Penambahan antioksidan
bertujuan untuk memperlambat ketengikan dan menghambat pertumbuhan
jamur atau khamir. Kedua jenis kertas ini mempunyai permukaan seperti
gelas dan transparan, mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap lemak,
oli dan minyak, tidak tahan terhadap air walaupun permukaan dilapisi
dengan bahan tahan air seperti lak dan lilin.

Kertas Plastik
Merupakan modifikasi plastik yang dibuat mirip dengan kertas. Kertas
tertentu yang dilapisi dengan polistiren adalah Q-kote (lapisan polistiren
dua sisi) dan Q-per (tidak dilapisi, tetapi permukaan kertas diolesi oleh
larutan yang mengandung stiren). Sifat kertas ini tahan minyak, tahan

air/lembab, tidak ditumbuhi kapang, dan sering disebut kertas sintetik.


Tetrapack
Tetrapack merupakan kemasan yang terdiri dari beberapa lapisan, yaitu
lapisan kertas karbon dengan komponen plastik yang tidak hanya
antibocor, namun juga bisa melindungi isi kemasan dari ancaman bakteri

Minanda Fachladelcada Primara


240210130056
dan alumunium yang bertujuan untuk menyempurnakan tingkat kekedapan
udara dalam kemasan tersebut. Namun, kemasan ini juga bisa melindungi
isi kemasan dari ancaman bakteri. Sistem pelapisan kertas karton dengan
komponen plastik dan alumunium pada tetrapack bertujuan untuk
menyempurnakan tingkat kekedapan udara dalam kemasan tersebut.
Aluminium dipilih karena harganya lebih murah dibandingkan logam atau
bahan kedap udara lainnya, selain karena aluminium ini ringan dan
tidak mudah untuk terkorosi. Kemasan ini umumnya berbentuk balok,
dan biasa digunakan sebagai pengemas minuman susu, teh, sari buah, dan

lainnya.
Kertas Perkamen
Kertas perkamen digunakan untuk mengemas bahan pangan seperti:
mentega, biskuit yang berkadar lemak tinggi, keju, ikan (basah, kering atau
digoreng), daging (segar, kering, diasap atau dimasak). Sifat - sifat kertas
perkamen adalah: mempunyai ketahanan lemak yang baik, mempunyai
kekuatan basah (wet strength) yang baik walaupun dalam air mendidih
permukaan bebas serat, tidak berbau, tidak terasa, dan transparan sehingga
sering disebut kertas glasin.

Kertas Lilin
Kertas lilin adalah kertas yang dilapisi dengan lilin yang bahan dasarnya
adalah lilin parafin dengan titik cair 46 74 oC dan dicampur polietilen
(titik cair 100 124oC) atau petrolatum (titik cair 40 52oC). Kertas ini
dapat menghambat air, tahan terhadap minyak/oli dan daya rekat panasnya
baik. Kertas lilin digunakan untuk mengemas bahan pangan, sabun,
tembakau, dan lain- lain.