Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN FITOKIMIA

DAUN BELIMBING WULUH


(Averrhoa Bilimbi L.)

OLEH :
NAMA :

RESTYANI SYARIFUDDIN
SELVI PONGMASSANGKA
SUSANA TABORAT
FEBRISINTYA TAJIB T.
PUTRI ABRIYANI MELINDA
ERNIA ARRANG
NURHAEDA PALANGDA
NURIANI PATANDEAN
WIWIN WAHYUNI

KELOMPOK: IV (EMPAT)
KELAS

: STIFA A

ASISTEN

: YURI PRATIWI UTAMA S.Farm, Apt

LABORATORIUM BIOLOGI FARMASI


SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI
MAKASSAR
2015

BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Penemuan berbagai senyawa obat baru dari bahan alam semakin
memperjelas peran penting metabolit sekunder tanaman sebagai sumber
bahan baku obat. Metabolit sekunder adalah senyawa hasil biogenesis dari
metabolit primer. Umumnya dihasilkan oleh tumbuhan tingkat tinggi, yang
bukan merupakan senyawa penentu kelangsungan hidup secara langsung,
tetapi lebih sebagai hasil mekanisme pertahanan diri dari organisme.
Kandungan senyawa metabolit sekunder telah terbukti bekerja sebagai derivat
antikanker, antibakteri dan antioksidan, antara lain adalah golongan alkaloid,
tanin, golongan polifenol dan turunanya. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi
L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang sering digunakan sebagai obat
tradisional. Tanaman ini banyak dimanfaatkan mengatasi berbagai penyakit
seperti batuk, diabetes, rematik, gondongan, sariawan, sakit gigi, gusi
berdarah, jerawat, diare sampai tekanan darah tinggi.
Belimbing wuluh(Averrhoa bilimbi L.) masuk ke Indonesia dan tumbuh
dengan subur di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya di Bali. Hampir
seluruh bagian dari tanaman belimbing wuluh dapat dimanfaatkan, salah
satunya adalah bagian daun. Daun belimbing wuluh memiliki kandungan
flavonoid, saponin, tanin, sulfur, asam format, peroksidase. Pada daun
belimbing wuluh(Averrhoa bilimbi L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap
bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
I.2. Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan ini yaitu untuk mengidentivikasi senyawa tanin
pada daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1. Uraian Tanaman
1) Klasifikasi
Regnum
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Class
: Magnoliopsida
Ordo
: Geraniales
Family
: Oxalidaceae
Genus
: Averrhoa
Spesies
: Averrhoa bilimbi L
2) Sinonim (nama daerah)
Aceh
: Limeng ungkot dan bohlimeng
Gayo
: Selemeng
Melayu
: Belimbing asam
Nias
: Malimbi
Sunda
: Calincing dan balingbing
Jawa
:Blimbing wuluh
Bali
: Blingbing buloh
Bima
: Limbi
Flores
: Balimbeng
Sawu
: Libi
Sangir
: Belerang
Makassar
:Bainang
3) Morfologi Tanaman
Tanaman belimbing wuluh merupakan tanaman dikotil. Habitat
belimbing wuluh berada pada dataran rendah dan tinggi dengan curuh
hujan dan sinar matahari yang cukup. Belimbing wuluh adalah tanaman
pohon yang tingginya dapat mencapai 15 m. Tanaman belimbing wuluh
batangnya tidak besar dengan diameter 30 cm. Batang belimbing wuluh
mempunyai tekstur yang kasar dan berbentuk berbenjol-benjol, cabangan
tangkai batangya sedikit, dan condong ke atas. Cabang muda belimbing
wuluh berambut halus, seperti beledu dan berwarna cokelat muda. Daun
tanaman belimbing wuluh tersusun dalam bentuk ganda. Bentuknya kecilkecil, berbentuk seperti telur, dan jumlahnya dengan panjang 21-45 cm.
Daun tanaman belimbing wuluh ini majemuk, berbentuk menyirip, dan
ganjil. Anak daun tanaman belimbing wuluh bertangkai pendek, berbentuk
bulat seperti telur sampai jorong, dengan ujung runcing, pangkal

membulat, dan tepinya rata. Ukuran daun tanaman belimbing wuluh


adalah: 2-10 cm 1-3 cm. Daun tanaman belimbing wuluh berwarna
hijau, dan permukaan bawahnya berwarna hijau muda. Bunga tanaman
belimbing wuluh majemuk, dan tersusun dalam malai (panjangnya 5-20
cm). Berkelompok, keluar dari percabangan yang besar, kecil-kecil
berbentuk bintang dan berwarna ungu kemerahan/merah saja. Akar
tanaman belimbing wuluh berserabut dan berkayu. Buah belimbing wuluh
termasuk buah yang kecil, berbentuk bulat lonjong bersegi, panjangnya 46,5 cm, berwarna hijau dan apabila sudah masak buah belimbing wuluh
kuning, buah belimbing wuluh bersifat berair banyak jika sudah masajm
dan rasanya asam. Bentuk biji bulat telur, gepeng. Cara budidaya tanaman
belimbing wuluh dengan cara cangkok dan melaui biji.
4) Khasiat
Belimbing wuluh untuk kulit sebagai obat jerawat
Belimbing wuluh untuk obat panu
Belimbing wuluh untuk wajah menghilangkan flek hitam
Belimbing wuluh obat gondongan
Belimbing wuluh digunakan sebagai sakit gigi
Belimbing wuluh digunakan untuk obat ginjal
Belimbing wuluh sebagai antihipertensi
Belimbing wuluh sebagai antioksidan
Belimbing wuluh digunakan sebagai obat antimikroba
Belimbing wuluh dapat menurunkan kolesterol
Belimbing wuluh sebagai antibakteri
Belimbing wuluh untuk asam urat
Belimbing wuluh untuk obat batuk
Belimbing wuluh untuk mengobati darah tinggi
Belimbing wuluh berkhasiat untuk obat penyakit diabetes
II.2. Metode Ekstraksi
Tanin dapat diisolasi dari daun belimbing wuluh menggunakan
metode maserasi. Maserasi adalah metode ekstrasi dengan prinsip pencapaian
kesetimbangan konsentrasi, menggunakan pelarut yang direndamkan pada
simplisia dalam suhu kamar. Keuntungan maserasi adalah cara pengerjaan
dan peralatan yang digunakan sederhana dan mudah diusahakan.

BAB III
METODE KERJA
III.1. Alat dan Bahan
III.1.1. Alat
Adapun alat yang digunakan yaitu alumunium foil, baskom, batang
pengaduk, gelas ukur, kain flanel, pisau, tissue, dan toples kaca.
III.1.2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan yaitu daun belimbing wuluh (Averrhoa
bilimbi L), etanol 70%.
III.2. Cara Kerja
III.2.1. Penyiapan Sampel
Sampel daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) dikumpulkan,
dipisahkan dari rantingnya, kemudian dicuci bersih, dan ditiriskan hingga
airnya hilang lalu ditimbang dan dikeringkan tanpa terkena cahaya matahari.
III.2.2. Ekastraksi
Diambil sampel daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) sebanyak
500 gram. Dimasukkan kedalam toples kaca lalu ditambahkan pelarut etanol
hingga menutupi atau membasahi seluruh bagian sampel, kemudian
didiamkan selama 3 hari sambil sesekali diaduk-aduk. Setelah 3 hari sampel
disaring menggunakan kain flanel. Ekstrak cair yang diperoleh lalu diuapkan
higgah diperoleh ekstrak kental, kemudian ditimbang.

DAFTAR PUSTAKA
1. Elok Kamilah Hayati, dkk. FRAKSINASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA
TANIN PADA DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi
L.). pdf. Diakses tanggal 02-Nopember-2015.
2. www. Plantamor.com. Diakses tanggal 02-November-2015
3. Widyaningrum. H. 2011. Kitab Tanaman Obat Nusantara. PT. Buku Seru :
Jakarta.