Anda di halaman 1dari 3

PRAKTIKUM

BIOINDIKATOR PERAIRAN

MATERI :
Benthos adalah organisme yang mendiami dasar perairan atau tinggal dalam sedimen
dasar perairan. Benthos mencakup organisme nabati yang disebut fitobenthos dan organisme
hewani yang disebut zoobenthos (Odum, 1993). Bentos adalah hewan-hewan yang mampu
hidup dengan jumlah dan jenis nutrien yang terbatas sekaligus bersifat toleran (Isnaeni,
2002). Bentos yang relatif mudah diidentifikasi dan peka terhadap perubahan lingkungan
perairan

adalah

jenis-jenis

yang

termasuk

dalam

kelompok

invertebrata

makro

(makrozoobentos). Berdasarkan ukurannya, Lind (1979) mengklasifikasikan zoobenthos


menjadi dua kelompok besar yaitu mikrozoobenthos dan makrozoobenthos.
Makrozoobenthos merupakan organisme akuatik yang hidup di dasar perairan dengan
pergerakan relatif lambat dan menetap serta daur hidupnya relatif lama sehingga hewan
tersebut mempunyai kemampuan merespon kondisi kualitas air secara terus menerus (Mason
1993). Keberadaan makrozoobenthos tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa parameter fisik
perairan, antara lain : Substrat (sedimen), Suhu, pH dan salinitas
Tipe-tipe binatang di sungai dengan tingkat kebutuhan oksigen yang berbeda, dapat
dijadikan petunjuk berbagai tingkat pencemaran. Untuk mengukur pencemaran, para
ilmuwan dari berbagai belahan dunia telah mencoba berbagai cara. Salah satunya adalah
dengan memberi angka (skor) pencemaran pada binatang tersebut. Misalnya, binatang yang
membutuhkan banyak oksigen terlarut dan tidak tahan terhadap pencemaran diberi skor
tertinggi (10 di dalam tabel); sedangkan yang dapat hidup di tempat yang sangat tercemar
diberi skor paling rendah (1-2 di dalam tabel).
PRINSIP :
-

Untuk mengetahui kualitas perairan yang ditinjau dari faktor biologi.


Untuk mengidentifikasi makrozoobentos perairan.

INSTRUMEN :
ALAT :
1. Jaring Surber
2. Nampan Plastik

BAHAN:
1. kantong plastik
2. Karet gelang

3.
4.
5.
6.
7.

Pinset
DO Meter
Multiparameter Tester
Tabel Skoring
Lup

3. kertas Label

d
PROSEDUR PRAKTIKUM :
Pengambilan sampel:
1. Tentukan lokasi dan titik pengambilan sampel. Setiap kelompok mengambil di 1 stasiun
dengan 3 titik pengambilan sampel( tepi kiri , tengah, tepi kanan).
2. Bagi tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok ( mengukur, mengambil
sampel, melabeli, mengamati danmencatat data)
3. Berkumpullah setiap kelompok kemudian turun ke perairan dengan hati-hati tanpa
menginjak titik yang akan di uji kualitas airnya.
4. Ukur faktor fisika air menggunakan DO meter dan multiparameter tester tanpa merusak
titik yang akan di uji.
5. Ambil jaring surber, letakkan didasar sungai pastikan berlawanan dengan arah arus air.
6. Gesek dasar sungai yang ada didepan jaring dengan menggunakan kaki tanpa alas kaki
(menggunakan sepatu boat) sambil geser jaring melawan arus air.
7. Angkat jaring bentos kemudian tuangkan semua isnya kedalam nampan plastik
8. Bersihkan sampel dari kotoran dan batu kemudian beri air secukupnya selanjutnya
masukkan sampel ke dalam plastik
9. letakkan kantong plastik ditelapak tangan, gerakkan dengan ibu jari untuk mengtur
kantong agar tidak terlalu kencang tekanan airnya kemudian pelintir bagian atasnya,
tekuk dan ikat dengan karet gelang agar tidak tumpah. Jangan lupa melabeli setiap
plastik!
10. Bersihkan semua alat dan perlengkapan kemudian bawa kembali kelaboratorium ekologi
dan lingkungan. Pastikan tidak ada yang tertinggal
Pengamatan
1. Letakkan nampan diatas meja, buka ikatan karet kemudian tuangkan semua sampel
kedalam nampan plastik
2. Amati sampel yang ditemukan menggunakan lup
3. Cocokkan hasil pengamatan dengan gambar yang ada diposter sehingga diketahui jenis
spesiesnya
4. Masukkan hasil identifikasi (setiap spesies) dengan skor yang telah tertulis dalam tabel.
5. Tentukan tingkat pencemaran perairan yang di uji.
ANALISIS :
Tabulasi Data

Stasiun:
No

Taksa

1
2

Cacing bersegmen
Cacing pipih

Ulangan
K Te K
i
a
v v
v
v

FORMAT LAPORAN : (Ditulis tangan)


1. Cover
2. Topik
3. Tujuan
4. Waktu dan tempat pelaksanaan
5. Dasar teori
6. Alat dan bahan
7. Prosdur (Diagram Alir)
8. Data dan Analisis
9. Pembahasan
10. Simpulan
11. Rujukan
12. Lampiran

SKO
R

RERATA

Kualitas
air

1
5

Kotor

Anda mungkin juga menyukai