Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PSIKIATRI

I.

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Ny. W
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia
: 56 tahun
Agama
: Islam
Alamat
: Halim, Kalimalang
Pendidikan
: SMP
Pekerjaan
: Guru Tari

II.

RIWAYAT PSIKIATRI
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 15 Februari
2016 pukul 13.00 WIB di Poliklinik Psikiatri RSUP Persahabatan Jakarta.
a. Keluhan Utama
Pasien datang ke Poliklinik Psikiatri RSUP Persahabatan karena
rujukan dari klinik 24 jam dengan keluhan pusing.
b. Riwayat Gangguan Sekarang
Pasien merupakan rujukan dari klinik 24 jam dengan
keluhan pusing. Pasien mengatakan bahwa semalem pasien
mengeluh pusing, sempoyongan, tekanan darah rendah dan
dikatakan oleh dokter di klinik tersebut bahwa pasien
terdapat

gangguan

pada

otaknya

sehingga

membutuhkan kontrol ke Poliklinik Psikiatri.


Pasien
mengatakan
bahwa
keluhan

pasien
tersebut

dirasakannya satu minggu yang lalu pada saat pasien


sedang mengajar tari, saat itu tiba-tiba pasien merasakan
keringet dingin, sakit kepala dan sempoyongan. Pasien
mencoba mengatasi keluhan itu dengan mengkonsumsi
panadol dan keluhan membaik. Tetapi tadi malam pasien
mengatakan

bahwa

pasien

sudah

tidak

kuat

dengan

keluhan tersebut sehingga pasien pergi ke klinik 24 jam.


Selain itu pasien juga mengeluhkan bahwa pasien
mudah lupa. Keluhan ini dirasakan sudah lama. Seperti
ketika memasak, pasien lupa memasukkan garam sehingga
masakannya rasanya hambar. Selain itu pasien juga supa

lupa apa yang hendak dikerjakan pasien. Sampai pasien


lupa nama temannya yang sudah lama dikenalnya dan hal
ini membuat pasien merasa terganggu.
Pasien bercerita bahwa dirumahnya pasien merasa haus
akan kasih sayang. Pasien tinggal dirumah dengan suami
dan anak perempuannya. Pasien mengeluhkan bahwa
pasien tidak menyukai sifat suami pasien yang cuek dan
tidak bertanggung jawab. Menurut cerita pasien, suami
pasien bekerja menjadi supir antar jemput sekolah asing
tetapi pendapatan pasien tidak pernah diberikan hasil atau
nafkah dari suami pasien.
Selain itu pasien juga merasa sedih, kecewa dan
khawatir kepada anak perempuannya yang merupakan
anak terakhir.

Anak perempuan pasien saat ini bekerja

sambil kuliah sehingga sudah memiliki penghasilan sendiri.


Anak pasien juga mengikuti kelas tari di tempatnya
mengajar.

Pasien

bercerita

bahwa

anak

pasien

yang

perempuan ini memiliki pacar yang sekarang masih SMA.


Tetapi

setelah

pasien

mencari

tahu

mengenai

pacar

anaknya ini, ternyata lelaki ini tidak sekolah.


Hal itu yang membuat pasien menjadi tidak setuju
dengan hubungan anaknya. Pasien mengataan bahwa anak
bungsunya ini merupakan anak yang baik dan penurut,
tetapi

setelah

menjalani

hubungan

dengan

pacarnya

sekarang, anak pasien berubah menjadi lebih berani dan


suka bohong.
Pasien juga mengatakan bahwa anak bungsunya ini
kurang perhatian terhadap pasien dan anak bungsu pasien
ini tidak memiliki waktu untuk pasien. Pasien merasa bahwa
anak pasien lebih sayang dengan pacarnya karena ketika
diajak pergi oleh pasien, anak pasien pasti selalu menolak
dengan alasan akan pergi dengan pacarnya itu.
Pasien menceritakan bahwa waktu itu pasien pernah
merasa

kesal

sekali

terhadap

anaknya

karena

anak

bungsunya

selalu

mengulangi

kesalahan

yang

sudah

berulang kali dibahas. Pasien saat itu menangis kencang


dan

menjedot-jedotkan

kepalanya

ke

tembok

untuk

memancing perhatian dari anaknya.


Pasien mengaku bahwa pasien tidak memiliki teman
untuk bercerita atau mengadu mengenai masalahnya ini,
sehingga pasien hanya memendam masalahnya sendiri.
Pasien mengatakan bahwa pasien mudah marah karena
pasien sering memendam, tetapi pasien juga mengatakan
bahwa pasien juga mudah untuk baik lagi.
Pasien datang seorang diri ke dalam Poliklinik Psikiatri RSUP
Persahabatan dengan menggunakan pakaian rapih, sopan dan bersih. Pasien
menggunakan gamis hitam dan menggunakan kerudung panjang berwarna
hitam dengan motif bulat putih. Pasien tidak menggunakan aksesorisaksesoris tambahan yang aneh.
Pasien mengatakan kalau pasien datang ke RSUP Persahabatan diantar
oleh suaminya dengan menggunakan kendaraan. Hal ini menunjukkan
bahwa daya ingat jangka pendek pasien adalah baik atau tidak ada
gangguan. Saat ditanya tentang pendidikan terakhir pasien, pasien dapat
menjawab pendidikan terakhirnya adalah SMP. Pasien mengatakan bahwa
waktu sekolah tidak ada kendala atau pasien lulus tepat waktu. Hal ini
menunjukkan bahwa daya ingat jangka panjang pasien tidak terganggu atau
baik.
Pasien dapat mengulang lima nama kota yang sebelumnya disebutkan
oleh dokter, yaitu Jakarta, Cirebon, Semarang, Jogja dan Surabaya dengan
baik dan benar. Hal ini menunjukkan bahwa daya ingat segera pasien ini
tidak terganggu.
Pasien memahami ketika diberikan pertanyaan mengenai tempat,
waktu, orang dan situasi. Pasien dapat menjawab bahwa pasien sedang
ngobrol-ngobrol di Poliklinik Psikiatri RSUP Persahabatan pada siang hari
bersama dokter muda. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat gangguan
pada orientasi tempat, orientasi waktu, orientasi orang dan orientasi situasi.
Pasien dapat menjawab ketika diberikan pertanyaan mengenai
Matematika sederhana yaitu 100 dikurangi 7, pasien menjawab dengan
jawaban yang tepat yaitu 93. Dan ketika pertanyaan dilanjutkan 93

dikurang 7, kemudian pasien menjawab 86. Hal ini menunjukkan bahwa


fungsi kognitif pasien baik.
Kemudian pasien diberikan pertanyaan mengenai pengetahuan umum
oleh dokter, seperti siapa Presiden kita kemudian pasien menjawab Jokowi.
Dan ketika ditanya siapa Gubernur Jakarta sekarang, pasien menjawab
dengan tepat yaitu Ahok. Pasien dapat menjawab pertanyaan tentang
pengetahuan umum dengan benar menunjukkan bahwa tingkat intelegensi
pasien baik.
Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang telah diberikan seperti yang
dijabarkan diatas dan pasien dapat menjawab dengan benar, sehingga hal
ini dapat menunjukkan bahwa pada pasien ini tidak terdapat Gangguan
Mental Organik atau tidak terdapat gangguan fungsi otak.
Pasien mengaku bahwa pasien merokok ketika hamil anak yang kedua
tetapi setelah itu pasien berhenti merokok. Pasien menyangkal pernah
mengkonsumsi alkohol ataupun obat-obatan terlarang seperti narkoba,
ganja ataupun sabu.
Pasien mengatakan tidak pernah mendengar ada suara orang berbisik
yang tanpa ada sumbernya, tidak pernah melihat penampakan atau melihat
sesuatu yang aneh yang tidak dapat dilihat oleh orang noral lain, tidak
pernah mencium bau-bauan yang tidak dapat dicium oleh orang normal
lain, tidak pernah merasakan sesuatu pada indera pengecapnya ketika tidak
sedang memasukkan makanan atau minuman ke dalam mulutnya, dan tidak
pernah merasa ada yang menyentuh atau meraba tubuhnya tanpa ada
sumbernya.
Pasien tidak merasa curiga terhadap seeorang. Pasien juga tidak
merasakan bahwa orang-orang lain membicarakannya atau ada orang yang
ingin membunuhnya. Pasien juga tidak merasa bahwa pikirannya dapat
terbaca oleh orang lain.
Pasien mengatakan bahwa saat ini pasien merasakan sedih yang
mendalam karena pasien merasa haus akan kasih sayang dan pasien merasa
kurang diperhatikan oleh anak bungsunya. Pasien merasa suka kehilangan
minat dan mudah lelah. Pasien juga

mengaku bahwa pasien sempat

memiliki pikiran untuk bunuh diri karena menurutnya, sudah tidak ada
gunanya lagi pasien hidup, sudah tidak ada lagi yang membutuhkannya.

Pasien mengatakan bahwa selama ini motivasinya untuk hidup karena anakanaknya tetapi sekarang pasien merasa hidupnya sudah tidak berguna lagi.
Pasien menyangkal terdapat perasaan gembira yang berlebihan atau
euphoria yang berlebihan. Pasien menyangkal memiliki rasa takut atau
fobia.
Ketika diberi pertanyaan mengenai suatu keadaan apabila pasien
sedang ingin menyebrang lalu melihat ada anak kecil berusia 5 atau 6 tahun
yang juga ingin menyebrang apa yang akan dilakukan pasien. Pasien
menjawab, pasien akan membantu anak tersebut untuk menyebrang. Hal ini
menunjukkan uji nilai pasien adalah baik.
Pasien dapat menjawab pertanyaan mengenai peribahasa yang
diberikan dokter. Seperti dokter memberi pertanyaan apa yang dimaksud
dengan panjang tangan, pasien dapat menjawab dengan baik. Hal ini untuk
menilai daya pikir abstrak pada seseorang dan pada pasien ini tidak ada
gangguan pada daya piker abstrak.
Pasien lahir normal di dukun. Pasien merupakan anak ke empat dari
tujuh bersaudara. Pendidikan terakhir pasien adalah SMP. Pasien tidak
memiliki masalah saat sekolah, pasien tidak pernah tidak naik kelas atau
lulus tepat waktu. Saat masa kanak-kanak dan remaja pasien memiliki
banyak teman. Pasien memiliki banyak hobi seperti memasak, menari dan
menjahit. Pasien menyukai sesuatu yang berhubungan dengan seni.
Saat ini pasien tinggal di Halim bersama suami dan anak
bungsunya. Pasien memiliki 3 orang anak, anak yang
pertama yaitu laki-laki, sekarang sudah menikah dan sudah
tidak tinggal bersama pasien. Anak kedua pasien laki-laki
dan

sudah

bekerja.

Dan

anak

ketiga

pasien

adalah

perempuan dan masih kuliah.


Suami pasien bekerja sebagai di bluebird sebagai supir
antar jemput anak sekolah asing, tetapi suami tidak pernah
memberi nafkah kepada pasien. Sehingga pasien harus
mencari penghasilan sendiri dengan menjadi pengajar tari.
Menurut pengakuan pasien, semua pengeluaran rumah
tangga menggunakan penghasilan pasien, seperti makan
sehari-hari, sekolah anak.
Pasien menceritakan bahwa pasien sudah menikah
selama 40 tahun, tetapi pasien sempat bercerai dengan
5

suamiya karena pasien merasa tidak kuat dengan sifat


suaminya yang cuek dan tidak bertanggung jawab. Dulu,
suami pasien merupakan pemabuk berat tetapi pasien
mengatakan

bahwa

sekarang

suami

sudah

berhenti

mengkonsumsi alkohol. Pasien mengatakan bahwa pasien


pernah bercerai ketika anak ketiga mereka masih TK, dan
ketika bercerai, anak bungsu pasien sakit panas tinggi dan
selalu mencari-cari suami pasien. Pasien merasa kasihan
kepada

anaknya

itu

tetapi

di

sisi

lain

pasien

tidak

menginginkan suaminya untuk kembali. Pasien berdoa dan


solat tahajud sehingga akhirnya suami nya kembali lagi.
Pasien mengatakan bahwa sekarang pasien tidak
memiliki teman, karena menurut cerita pasien, pasien
pernah berteman tetapi teman-teman pasien berkhianat.
Pasien

mengatakan

bahwa

teman-teman

pasien

meninggalkannya dan suka membicarakannya di belakang.


Ketika ditanya mengenai 3 harapan pasien, jawaban pasien adalah
pasien ingin diperhatikan seperti selalu ditanya, kasih sayang dan ucapan
yang baik.
c. Riwayat Gangguan Sebelumnya
1. Riwayat Gangguan Psikiatri : tidak ada keluhan yang sama sebelumnya
2. Riwayat Gangguan Medis : pasien memiliki hipertensi
3. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif : pasien tidak pernah
mengkonsumsi zat psikoaktif dan alkohol

d. Riwayat Kehidupan Pribadi


1. Riwayat pranatal : pasien lahir normal di dukun
2. Riwayat masa kanak-kanak awal : pasien tumbuh kembang sesuai
usianya,

tidak

terdapat

masalah

dalam

pertumbuhan

maupun

perkembangan
3. Riwayat masa kanak-kanak pertengahan : pasien dapat bersosialisasi
dengan baik
4. Riwayat masa kanak-kanak akhir : pasien tumbuh baik dan tidak ada
masalah dalam bersosialisasi
5. Riwayat pendidikan : pendidikan terakhir pasien SMP
6. Riwayat pekerjaan : guru tari

7. Riwayat pernikahan : pasien sudah menikah dan memiliki 3 orang anak.


8. Riwayat agam : Islam
9. Aktivitas sosial : pasien dapat bersosialisasi dengan baik terhadap
lingkungannya
e. Riwayat Keluarga
Dalam keluarga pasien tidak terdapat anggota keluarga yang memiliki
keluhan serupa dengan pasien.
f. Situasi Sekarang
Pasien tinggal bersama suami dan anak perempuan terakhirnya di
Halim Kalimalang. Suami bekerja di bluebird sebagai supir antar jemput
anak sekolah asing, tetapi menurut pengakuan pasien, suami tidak pernah
memberikan nafkah. Sehingga pasien memenuhi kebutuhan hidupnya
dengan menggunakan penghasilan dari guru tari. Pasien mengatakan pasien
merasa haus akan kasih sayang. Pasien merasa suaminya cuek dan tidak
bertanggung jawab. Pasien mengatakan bahwa anaknya tidak perhatian
kepada dirinya.
g. Persepsi Pasien Tentang Dirinya Dan Kehidupannya
Pasien menjawab harapan yang diinginkan pasien adalah pasien ingin
diperhatikan seperti selalu ditanya, kasih sayang dan ucapan yang baik.
III.

STATUS MENTAL
a. Deskripsi Umum
1. Penampilan
Seorang perempuan berusia 56 tahun, penampilan sesuai dengan
usianya, warna kulit sawo matang, beroakaian rapih, bersih dan sopan
serta tidak menggunakan aksesoris yang aneh.
a. Kesadaran Umum : compos mentis
b. Kontak Psikis : dapat dilakukan dengan baik oleh pasien, dapat
berkomunikasi dengan baik
2. Perilaku dan Aktivitas Psikomotor
Cara berpakaian : baik
Aktivitas Psikomotor : pasien kooperatif, tenang, kontak mata baik,
serta dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan baik, serta
tidak ada gerakan involunter,
3. Pembicaraan
Kuantitas : pasien dapat menjawab semua pertanyaan yang
diberikan oleh dokter dan dapat mengungkapkan isi hati pasien
7

Kualitas : baik, bicara spontan, artikulasi jelas, volume pas, dan isi
pembicaraan dapat dimengerti

4. Sikap terhadap pemeriksa


Pasien kooperatif
b. Keadaan Afektif
1. Mood
2. Afek
3. Keserasian
4. Empati

: sedih
: luas
: mood dan afek serasi
: pemeriksa dapat meraba apa yang dirasakan pasien

c. Intelektualitas
1. Taraf pendidikan, pengetahuan umum dan kecerdasan
Pasien dapat menyelesaikan pendidikan hingga SMP. Pengetahuan
umum dan kecerdasan baik.
2. Daya konsentrasi
Daya konsentrasi pasien baik. Pasien dapat mengikuti proses tanya
jawab dari awal hingga selesai. Pasien dapat menjawab pertanyaan
hitung-hitungan seperti 100-7=93 serta dapat mengulang menyebutkan
5 kota yang sebelumnya disebutkan oleh dokter.
3. Orientasi
Orientasi waktu

: baik, mengetahui waktu saat dilakukan tanya

jawab yaitu pada siang hari


Orientasi tempat : baik, mengetahui tempat saat dilakukan tanya

jawab yaitu di RSUP Persahabtan


Orientasi orang
: baik, dapat mengetahui sedang berbicara

dengan siapa yaitu dengan dokter muda


Orientasi situasi : baik, pasien mengetahui sedang melakukan
konsultasi mengenai penyakitnya

4. Daya ingat
Daya ingat jangka panjang : baik, pasien dapat mengingat jenjang

pendidikan terakhir
Daya ingat jangka pendek :

bagaimana pasien ke rumah sakit yaitu dengan diantar suaminya


Daya ingat segera
: baik, pasien dapat mengulang 5 kota

baik,

pasien

dapat

mengingat

yang sebelumnya disebutkan oleh dokter

5. Pikiran abstrak
Baik, pasien dapat mengartikan arti pribahasa panjang tangan yaitu
maling.
6. Kemampuan menolong diri sendiri
Baik, pasien dapat mengurus diri sendiri dengan baik.
d. Gangguan Persepsi
1. Halusinasi
Halusinasi auditorik : tidak ada
Halusinasi visual : tidak ada
Halusinasi olfaktori : tidak ada
Halusinasi gustatori : tidak ada
Halusinasi taktil : tidak ada
2. Depersonalisasi dan Derealisasi
Depersonalisasi : tidak ada
Derealisasi : tidak ada
e. Proses Pikir
1. Arus pikir
Produktivitas : baik, menjawab spontan tentang dirinya
Kontinuitas : baik, pembicaraan sampai pada tujuan
2. Isi pikiran :
Preokupasi : tidak ada
Gangguan pikiran : tidak ada
f. Pengendalian Impuls
Baik, pasien tampak tenang pada saat proses tanya jawab yang
dilakukan dan tidak terdapat gerakan-gerakan involunter.
g. Daya Nilai
1. Nilai sosial : pasien dapat berinteraksi dengan baik
2. Uji daya nilai : baik, saat ditanyakan apa yang akan dilakukan pasien
ketika ingin menyebrang bertemu dengan anak usia 5 atau 6 tahun yang
ingin menyebrang juga, kemuadian pasien menjawab akan membantu
anak tersebut menyebrang.
3. Penilaian realitas : tidak terdapat gangguan dalam menilai realitas.
Tidak terdapat waham ataupun halusinasi.
h. Persepsi Pemeriksa Tentang Diri dan Kehidupan Pasien
Pasien tidak memiliki gangguan fungsi otak, pasien

tidak

mengkonsumsi obat-obatan psikoaktif ataupun konsumsi alkohol. Pasien


tidak memiliki waham ataupun halusinasi. Pasien mengalami gangguan

depresi. Pada pasien ini tidak terdapat gangguan manik. Pasien tidak
memiliki gangguan cemas.
i. Tilikan
Tilikan 4 yaitu pasien menyadari bahwa penyakitnya disebabkan oleh
karena sesuatu yang tidak diketahui didalam dirinya.
j. Taraf Dapat Dipercaya
Pemeriksa mendapat kesan bahwa jawaban yang diberikan pasien
dapat dipercaya karena konsistensi jawaban pasien dari pertanyaanpertanyaan yang diberikan dari awal proses tanya jawab hingga akhir tanya
jawab.
IV.

V.

PEMERIKSAAN FISIK
a. Status Generalis
Keadaan Umum
Tanda Vital
Sistem Kardiovaskular
Sistem Pulmonal
Sistem Endokrin
Sistem Gastrointestinal
Sistem Urogenital
Gangguan Khusus

: baik, compos mentis


: 110/70 mmHg, Nadi: 74 x/menit
: dalam batas normal
: dalam batas normal
: dalam batas normal
: dalam batas normal
: dalam batas normal
: tidak ada

b. Status Neurologis
Saraf kranial
Saraf motorik
Sensibilitas
Susunan Saraf Vegetatif
Fungsi Luhur
Gangguan Khusus

: dalam batas normal


: dalam batas normal
: dalam batas normal
: dalam batas normal
: dalam batas normal
: tidak ada

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA


a. Pasien seorang perempuan berusia 56 tahun datang karena rujukan dari
klinik dokter 24 jam
b. Pasien merasa haus akan kasih sayang
c. Pasien merasa sedih karena pasien merasa anak perempuannya tidak sayang
kepada pasien
d. Pasien merasa bahwa anak perempuannya tidak memiliki waktu utuk pasien
e. Pasien tidak memiliki masalah pada kesadaran, daya ingat, fungsi kognitif
fan orientasi pada pasien ini baik

10

f. Pasien mengingat riwayat sekolah pasien dengan pendidikan terakhir adalah


SMP sehingga menunjukkan bahwa ingatan jangka panjang pasien baik.
g. Ketika diberi pertanyaan apabila pasien bertemu dengan seorang anak
perempuan yang berusia 5 atau 6 tahun yang ingin menyebrang apa yang
akan pasien lakukan, pasien menjawab, pasien akan membantu ankak
tersebut menyebrang sehingga daya nilai pasien baik.
h. Pasien menyangkal penah atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang
ataupun alkohol.
i. Pasien menyangkal pernah mendengar bisikan tanpa ada sumbernya,
menyangkal melihat bayangan yang tidak dapat dilihat orang normal lain,
menyangkal mencium bau-bau an tanpa ada sumbernya, menyangkal
merasakan sesuatu da;am indera perasa tanpa memakan sesuatu,
menyangkal merasakan ada sesuatu yang menyentuh pasien tanpa ada
sumbernya. Tidak terdapat gangguan halusinasi.
j. Pasien tidak terdapat gangguan waham.
k. Pasien tidak merasakan senang atau sedih yang berlebihan.
l. Tumbuh kembang pasien baik, pasien dapat bersosialisasi dengan baik
sehingga tidak terdapat gangguan kepribadian.
m. Pasien dapat menyelesaikan pendidikan hingga SMP dengan baik sehingga
tidak terdapat retardasi mental.
n. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit hipertensi, DM, penyakit paru dan
o.
p.
q.
r.
s.

jantung.
Pasien sudah menikah dan memiliki tiga orang anak.
Pasien bekerja sebagai guru tari
Mood pasien biasa, tenang dan afek normal
Di keluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan serupa
Pasien lahir normal di dukun. Masa kanak-kanak dan remaja memiliki

kemampuan bersosialisasi dengan baik.


t. Pada pasien ini ditemukan gejala minimal, bersifat sementara, dapat diatasi,
dan tidak terdapat disabilitas.
VI.

FORMULASI DIAGNOSIS
Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan yang telah dilakukan pada
pasien, terdapat gejala atau perilaku yang secara klinis ditemukan bermakna
sehingga menimbulkan penderitaan (distress) dan yang berkaitan dengan
terganggunya fungsi (disfungsi). Berdasarkan hasil tersebut, maka pasien
dikatakan menderita gangguan jiwa.
a. Diagnosis Aksis I
1. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik tidak terdapat gangguan
fisik yang menyebabkan disfungsi otak. Hal ini dapat dinilai dari tingkat

11

kesadaran, daya ingat atau daya konsentrasi, orientasi yang masih baik,
sehingga pasien ini bukan penderita Gangguan Mental Organik (F.0)
2. Berdasarkan anamnesis tidak ada riwayat penggunaan zat-zat psikoaktif
(NAPZA) sehingga pasien ini bukan penderita Gangguan Mental
dan Perilaku Akibat Zat Psikoaktif atau Alkohol (F.1)
3. Pada pasien ini tidak ditemukan adanya gangguan dalam menilai realita
yang ditandai dengan waham dan halusinasi maka pasien ini bukan
penderita Gangguan Psikotik (F.2)
4. Pada pasien ini ditemukan adanya gangguan mood (depresi) (F.3) yang
ditandai dengan afek depresi, hilangnya mina, hilangnya kegembiraan,
berkurangnya energi yang menyebabkan pasien merasa mudah lelah
maka pasien ini menderita depresi. Pada pasien ini tidak ditemukan
adanya peningkatan suasana perasaan (afek meningkat), peningkatan
aktivitas psikomotor, serta peningkatan status mental, sehingga pada
pasien ini tidak terdapat gejala mania. Oleh karena pada pasien ini
terdapat gejala depresi tanpa episode mania, maka disimpulkan pada
pasien ini merupakan penderita gangguan suasana perasaan
(mood/afektif) yaitu depresi (F.32)
b. Diagnosis Aksis II
Pasien tumbuh dan berkembang pada masa kanak-kanak sampai dewasa
secara normal. Pasien dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang
lain sebagaimana orang normal lainnya bukan penderita gangguan
kepribadian. Pasien dapat menyelesaikan pendidikan sampai tamat SMP
dan fungsi kognitif baik, sehingga pasien

tidak terdapat gangguan

retardasi mental. Karena tidak terdapat gangguan kepribadian dan tidak


terdapat gangguan retardasi mental, maka diagnosis pasien pada axis II
adalah tidak ada diagnosis.
c. Diagnosis Aksis III
Pada anamnesis dan pemerisaan fisik tidak ditemukan adanya riwayat
penyakit jantung, paru dan DM. Maka pada pasien ini axis III tidak
terdapat diagnosis.
d. Diagnosis Aksis IV
Pasien perempuan usia 56 tahun tinggal bersama suami dan anak perempuan
terakhirnya di Halim Kalimalang. Suami bekerja di bluebird sebagai supir
antar jemput anak sekolah asing, tetapi menurut pengakuan pasien, suami
12

tidak pernah memberikan nafkah. Sehingga pasien memenuhi kebutuhan


hidupnya dengan menggunakan penghasilan dari guru tari. Pasien
mengatakan pasien merasa haus akan kasih sayang. Pasien merasa suaminya
cuek dan tidak bertanggung jawab. Pasien mengatakan bahwa anaknya tidak
perhatian kepada dirinya. Maka pada axis IV terdapat masalah dengan
suami dan anak terakhir pasien.
e. Diagnosis Aksis V
Pada aksis V, dinilai kemampuan penyesuaian diri pasien dengan
menggunakan Global Asessment of functioning (GAF). Pada pasien ini
didapatkan beberapa gejala ringan dan menetap, disabilitas ringan dalam
fungsi, secara umum masih baik. Maka pada axis V didapatkan GAF Scale
70-61.
VII.

EVALUASI MULTIAKSIAL
Aksis I : Episode Depresi Ringan
Aksis II : Tidak ada diagnosis
Aksis III : Tidak ada diagnosis
Aksis IV: Masalah terhadap suami dan anaknya
Aksis V : GAF Scale 70-61

VIII. DAFTAR PROBLEM


Organobiologik : Tidak ada
Psikologis
: Pasien merasakan sedih yang mendalam, terdapat keinginan
untuk bunuh diri, kehilangan minat, mudah lelah
Sosioekonomi : Pasien memiliki masalah dengan suami dan anak terakhirnya
Keluarga
: Pasien tidak memiliki hubungan yang baik dengan keluarga
IX.

PROGNOSIS
a. Prognosis ke arah baik
Pasien menyadari sepenuhnya tentang situasi dirinya
Pasien mempunyai keinginan untuk sembuh
Respon terhadap pengobatan baik, bila pasien tidak memiliki keluhan

setelah minum obat


Tidak terdapat riwayat keluarga yang memiliki keluhan seperti pasien
(tidak genetik)

b. Prognosis ke arah buruk


Bila stressor masih ada, maka keluhan akan terus berlanjut
Berdasarkan data-data diatas dapat disimpulkan prognosis pasien ini adalah :
Ad vitam
: dubia ad bonam
Ad functionam
: dubia ad bonam
Ad sanationam
: dubia ad bonam
13

X.

TERAPI
Psikofarmaka
Clobazam 1 x 10 mg (malam)
Kalxetin 1 x 20 mg (pagi)
Psikoterapi
Memberikan edukasi tentang penyakit yang diderita pasien
Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara doa dan solat
Melakukan sharing kepada anak, apabila ada masalah tidak dipendam

sendiri
Mencurahkan perasaannya dengan cara menulis
Kontrol rutin 1 bulan sekali

DAFTAR PUSTAKA
1. Maslim, Rusdi. Dr. Sp.KJ. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa. Cetakan
Pertama. PT. Nuh Jaya. Jakarta. 2001.
2. Maslim, Rusdi. Dr. Sp.KJ. Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. Edisi Ketiga. PT.
Nuh Jaya. Jakarta. 2007.
3. Elvira. Sylvia. Dr. Sp.KJ. Buku Ajar Psikiatri. Edisi Kedua. Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia. 2013.

14

15