Anda di halaman 1dari 5

BAB I

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN


1. Kegunaan informasi akuntansi :
Semua level manajer harus mengetahui dan memahami informasi akuntansi dan mampu
menggunakan dalam pengambilan keputusan, baik dalam organisasi bisnis maupun non
bisnis. Informasi akuntansi bermanfaat untuk mengetahui dan memahami prestasi kerja,
menolong manajer mengetahui perubahan dan mengatasi perubahan dan menganalisis
perubahan, sehingga dapat ditemukan sebab-sebab perubahan. Para manajer harus selalu
berpikir dari mana dana berasal dan bagaimana menggunakannya dalam kegiatan bisnis.
Akuntansi membantu dan melayani kebutuhan informasi perolehan dan penggunaan dana.
2. Tujuan sistem akuntansi manajemen :
a. Menyediakan informasi untuk perhitungan biaya jasa, produk, objek lainnya yang
ditentukan manajemen
b. Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, evaluasi dan perbaikan
berkelanjutan
c. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan
3. Proses Manajemen :
a. Definisi: aktivitas- aktivitas perencanaan, pengendalian, pengambilan keputusan.
Proses manajemen mendeskripsikan fungsi yang dilaksanakan oleh manajer dan
pekerja yang diberdayakan.
Perencanaan : formulasi terperinci dari kegiatan untuk mencapai tujuan akhir
tertentu. Perencanaan memerlukan penetapan tujuan dan pengidentifikasian
metode untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengendalian : aktivitas manajerial untuk memonitor implementasi rencana dan
melakukan perbaikan sesuai kebutuhan. Pengendalian dicapai menggunakan
umpan balik. Umpan balik adalah informasi yang dapat digunakan untuk
mengevaluasi.
Pengambilan keputusan : proses pemilihan diantara berbagai alternatif.
b. Pemberdayaan karyawan: pemberian wewenang pada orang-orang operasional untuk
merencanakan, mengendalikan, membuat keputusan tanpa otorisasi yang eksplisit
dari manajemen menengah atau yang lebih tinggi. Pemberdayaan karyawan
mengikuti konsep karyawan yang paling dekat dengan suatu pekerjaan dapat
memberikan masukan yang berharga (ide, rencana, pemecahan masalah). Masukan
karyawan digunakan untuk meperbaiki proses produksi.
AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN
1. Akuntansi keuangan : menitik beratkan pada pelaporan transaksi bisnis untuk kepentingan
eksternal (pemegang saham, krediturm, pemerintah). Disebut juga Akuntansi Eksternal
2. Akuntansi Manajemen : menitik beratkan pada pelaporan transaksi bisnis untuk
kepentingan manajemen perusahaan. Disebut juga Akuntansi Internal
3. Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan
Akuntansi Manajemen
Tidak
terikat
dengan
prinsip-prinsip akuntansi.
Pihak dalam perusahaan
yaitu para manajer.
Perilaku manajer
Masa mendatang
Fleksibel : kapan saja
dibutuhkan harus disajikan
Rinci
Multidisiplin ilmu

Keterangan Pembeda
Penyajian Informasi
Pemakai Informasi
Dampak Perilaku
Dimensi Waktu
Waktu Penyajian
Sifat Pelaporan
Aktivitas Penyajian

Akuntansi Keuangan
Terikat
dengan
prinsipprinsip akuntansi.
Pihak
luar
dan
dalam
perusahaan
Perilaku ekonomi
Masa lampau
Waktu tertentu: bulanan,
triwulanan,tahunan
Garis besar
Satu ilmu (akuntansi)

PERKEMBANGAN AKUNTANSI MANAJEMEN


Perkembangan akuntansi mengikuti perkembangan dunia bisnis. Ketika itu dunia bisnismasih
sederhana. Karena terjadi perkembangan alat kerja atau teknologi bisnis terus menerus
sepanjang waktu maka system akuntansinya juga mengikutinya. Perkembangan akuntansi
manajemen itu dapat disajikan berikut ini.
1.
2.
3.
4.

Tahun
Tahun
Tahun
Tahun

1900-an
1950-an
1980-an
2000-an

:
:
:
:

Historical Costing
Standart Costing
Activity Based Costing
Target Costing

Perkembangan akuntansi manajemen itu disebabkan oleh perubahan kondisi lingkungan


khususnya lingkungan ekonomi. Perubahan lingkungan ekonomi menyebabkan perubahan
lingkungan bisnis dan selanjutnya mengakibatkan system akuntansi manajemen. Oleh sebab itu
dengan perkembanan itu akuntansi manajemen tradisioanal tidak digunakan lagi. Perusahaan
sekarang ini menggunakan system akuntani kontemporer yang berorientasi ada perolehan laba
melalui kepuasan pelanggan da berbasis pengurangan biaya. Ciri system akuntansi kontemporer
adalah bahwa manajemen tanggap terhadap persaingan global, mutu, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, perkembangan situasi social, politik, dan budaya, waktu , dan
prespektif lintas fungsional.

TEMA BARU DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN


1. Manajemen berdasarkan aktivitas adalah suatu pendekatan yang terintregasi diseluruh
sistem yang memfokuskan perhatian manajemen pada berbagai aktivitas yang bertujuan
meningkatkan nilai bagi pelanggan dan laba yang dihasilkan. Perhitungan biaya
berdasarkan aktivitas dapat meningkatkan keakuratan pengalokasian biaya, dengan
menelusuri biaya berbagai aktvitas kemudian produk atau pelanggan yang menggunakan
aktivitas tersebut. Anilisis nilai proses pada anilisis aktivitas mencoba untuk menetapkan
mengapa aktivitas dilakukan dan seberapa baik aktivitas dilakukan.
2. Orientasi pada pelanggan : nilai bagi pelanggan adalah fokus utama perusahaan karena
data menciptakan keunggulan bersaing dengan menciptakan nilai yang lebih baik bagi
pelanggan dengan biaya yang sama atau lebih rendah dari pesaing. Nilai bagi pelanggan
adalah selisih yang pelanggan terima (total produk: seluruh manfaat yang berwujud dan
tidak berwujud) dengan apa yang pelanggan serahkan.
a. Penetapan posisi strategis :
i. Kepemimpinan biaya : bertujuan memberi nilai yang sama atau lebih aik baik
bagi pelanggan dengan biaya yang lebih rendah dari pesaing.
ii. Strategi diferensiasi : menyediakan sesuatu kepada pelanggan yang tidak
disediakan oleh pesaing
b. Kerangka kerja rantai nilai : rangkaian aktivitas yang menciptakan nilai dan saling
berhubungan mulai dari bahan baku hingga pemakaian produk akhir oleh pelanggan
akhir. Manajemen rantai pasokan adalah pengelolaan dari aliran bahan baku
(pemasok langsung dan pemasok awal) -> barang jadi -> distribusi barang jadi ->
pelanggan langsung dan pelanggan akhir.
3. Perspektif lintas fungsional : memungkinkan manajer untuk meningkatkan kualitas,
menhurangi waktu yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan internal maupun eksternal
dan meningkatkan efisiensi.

4. Manajemen kualitas total : perusahaan berusaha mencipatakan suatu lingkungan yang


memungkinakan pekerjanya menghasilkan produk yang sempurna. Oleh karena itu,
akuntansi manajemen dibutuhkan sebagai penyedia informasi keuangan dan non
keuangan tentang kualitas (informasi jumlah produk cacat, laporan biaya kualitas, laporan
tren biaya kualitas, dan laporan kinerja biaya kualitas.
5. Waktu sebagai elemen persaingan : waktu adalah elemen penting dalam semua tahap
rantai nilai. Korelasi antara biaa dan waktu adalah jenis informasi yang harus tersedia
pada suatu sistem informasi akuntansi manajemen.
6. Efisiensi : biaya adalah ukuran kritikal untuk efisiensi. Tren dalam biaya dan perubahan
produktivitas dapat menjadi ukuran penting atas keefektivitan keputusan perbaikan
kelanjutan
7. Ebusiness : transaksi bisnis atau pertukaran informasi yang dijalankan dengan
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Para akuntan manajemen perlu
memahami keuntungan, resiko, peluang bisnis secaraa elektronik.

PERILAKU ETIS AKUNTAN MANAJEMEN


Salah satu wujud berperilaku baik adalah akuntan manajemen harus menyajikan informasi yang
jujur dan bertanggungjawab. 10 nilai yang harus dijunjung tinggi akuntan manajemen :
1. Kejujuran
2. Integritas
3. Memegang janji
4. Kesetiaan
5. Keadilan
6. Kepedulian terhadap sesame
7. Penghargaan terhadap orang lain
8. Kewarganegaraan yang bertanggungjawab
9. Pencapaian kesempurnaan
10.Akuntabilitas
PETA AKUNTANSI MANAJEMEN
Suatu perusahaan dapat melansungkan hidup dengan baik jika manajemen mampu
menghasilkan laba yang memadai untuk penghasilan pemilik(deviden) dan pengembangan
perusahaan. Untuk mengembangkan perusahaan laba bersih harus disisihkan sebagai laba
ditahan. Untuk memahami dunia bisnis ditinjau dari sudut akuntansi manajer harus paham
hubungan antara bisnis, laba rugi, informasi, keputusan, kelangsungan hidup perusahaan.

BAB 2 : KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN


PEMBEBANAN BIAYA : PENELUSURAN LANGSUNG (DIRECT TRACING), PENELUSURAN PENGGERAK
(DRIVER TRACING), DAN ALOKASI (ALLOCATION)
1. BIAYA
a. Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang
atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau di masa depan bagi
organisasi. Biaya dikatakan sebagai setara kas karena sumber nonkas dapat ditukar
dengan barang atau jasa yang diinginkan.
b. Biaya peluang adalah manfaat yang dikorbankan ketika satu alternatif dipilih dari
alternatif lain.
2. OBJEK BIAYA
a. Objek biaya adalah sistem akuntansi manajemen dibuat untuk mengukur dan
membebankan biaya pada entitas.
b. Aktivitas adalah unit dasar dari kerja yang dilakukan dalam sebuah organisasi dan
dapat juga dideskripsikan sebagai kumpulan tindakan dalam suatu organisasi yang
berguna bagi para manajer untuk melakukan perencanaan, pengendalian, dan
pengambilan keputusan.
3. KEAKURATAN PEMBEBANAN
Keakuratan adalah suatu konsep yang relatif dan harus dilakukan secara wajar dan
logis terhadap penggunaan metode pembebanan biaya. Tujuannya adalah mengukur dan
membebankan biaya dari sumber daya yang dikonsumsi objek biaya sebaik mungkin.
4. KETELUSURAN (TRACEABILITY)
a. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost) : biaya yang tidak dapat ditelusuri dengan mudah
dan akurat sebagai objek biaya.
b. Biaya Langsung (Direct Cost) : biaya yang dapat ditelusuri dengan mudah dan akurat
sebagai objek biaya.
c. Ketelusuran : kemampuan membebankan biaya pada objek biaya dengan cara yang
layak secara ekonomi berdasarkan hubungan sebab-akibat. Semakin besar biaya yang
dapat ditelusuri pada objeknya, semakin akurat pembebanan biayanya.
d. Ketelusuran adalah unsur utama dalam pengembangan pembebanan biaya yang
akurat.
5. METODE PENELUSURAN
a. Penelusuran (Tracing) : pembebanan aktual biaya pada objek biaya dengan
menggunakan ukuran yang dapat diamati atas sumber daya yang dikonsumsi oleh
objek biaya. Terdapat dua cara dalam penelusuran biaya, yaitu :
Penelusuran Langsung : suatu proses pengidentifikasian dan pembebanan biaya
yag berkaitan secara khusus dan fisik dengan suatu objek. Penelusuran ini paling
sering dikerjakan melalui pengamatan secara fisik.

Penelusuran Penggerak : penggunaan penggerak untuk membebankan biaya


pada objek biaya. Dalam konteks pembebanan biaya, penggerak adalah faktor
penyebab yang dapat diamati dan faktor penyebab yang mengukur konsumsi
sumber daya objek biaya. Oleh sebab itu, penggerak adalah faktor yang
menyebabkan perubahan dalam penggunaan sumber daya dan memiliki
hubungan sebab akibat dengan biaya yang berhubungan dengan objek biaya.