Anda di halaman 1dari 17

Pengantar

Perpindahan Massa

Bahan
baku

Bahan
baku

Up-stream
processing

Proses:
(perubahan
kandungan, energi,
komposisi)

Reaktor

Produk

Downstream
processing

Produk

Perpindahan Massa pada Proses Pemisahan


Pada proses hulu (up-stream processing) akan terjadi pemisahan
bahan baku utama dari pengotornya agar memenuhi spesifikasi
bahan baku masuk ke reaktor.
Pada proses hilir (down-stream processing) akan terjadi
pemisahan produk utama yang diinginkan dari campuran hasil
agar memenuhi spesifikasi pasar.
Pemisahan (separation) memainkan peranan penting dalam
industri kimia. Pemisahan dilakukan untuk mendapatkan suatu
komponen tertentu dalam suatu bahan.
Jika yang ingin dipisahkan adalah campuran, pemisahan
umumnya dilakukan secara mekanis (sedimentasi, filtrasi,
klasifikasi, screening, dll)
Sedangkan jika pemisahan melibatkan perubahan komposisi
dari suatu larutan, maka proses tersebut melibatkan transfer
massa.

Mekanisme Transfer Massa


Difusi
Transfer massa

Difusi molekuler
Difusi olakan

Transfer massa antar fasa


(transfer massa konvektif)
Transfer massa: transfer atau perpindahan molekul-molekul dari
suatu media/zat ke media/zat lain yang disebabkan adanya gaya
pendorong (driving force) berupa beda konsentrasi
Difusi molekuler: transfer massa yang disebabkan oleh gerakan
molekuler secara acak dan dominan pada fluida yang diam atau fluida
yang bergerak laminer
Difusi olakan: transfer massa yang dibantu dengan dinamika fluida
Transfer massa konvektif: transfer massa dari suatu permukaan ke
fluida yang bergerak.

Jenis-jenis operasi transfer massa


Gas-gas : secara umum, semua gas saling melarutkan satu sama lain
sehingga operasi transfer massa yang melibatkan gas-gas secara praktis
tidak ada.
Gas-cair :
Jika seluruh komponen dalam sistem terdistribusi di kedua fasa, disebut
sebagai fractional distillation (distilasi)
Kedua fasa bisa berupa larutan dengan masing-masing fasa mengandung
hanya satu komponen (atau grup dari beberapa komponen) yang
terdistribusi. Jika arah transfer dari gas ke cair, disebut absorpsi, jika
sebaliknya disebut desorpsi atau stripping.
Jika fasa cair adalah suatu zat murni, sedangkan fasa gas terdiri dari dua
komponen atau lebih, maka disebut sebagai humidifikasi atau
dehumidifikasi tergantung dari arah transfer. Misalnya, kontak antara
udara kering dengan air akan menyebabkan sebagian kecil molekul air
mengalami evaporasi dan terbawa oleh udara (humidifikasi)

Gas-padat

Jika suatu padatan, yang terdiri dari beberapa komponen, menyublim


dimana fasa gas yang terbentuk dan padatan yang tersisa masing-masing
teridi dari semua komponen semula tapi dengan proporsi yang berbeda,
maka disebut fractional sublimation.
Jika suatu padatan yang mengandung suatu cairan volatil dikontakkan
dengan gas yang relatif kering, cairan akan mendifusi ke fasa gas. Proses
ini dikenal sebagai drying (pengeringan) dan kadang disebut juga
desorpsi. Jika difusi terjadi berlawanan arah, dari gas ke padatan, maka
disebut adsorpsi.
Jika campuran gas mendifusi ke suatu padatan dengan masing-masing
komponen gas memiliki kecepatan berbeda,maka disebut fractional
adsorpsion.

Cair-cair
Pemisahan yang melibatkan dua cairan tak saling melarutkan
dikenal sebagai proses ekstraksi cair-cair.
Jika setiap fasa cairan terdiri dari dua atau lebih komponen dan
dikontakkan satu sama lain sehingga setiap komponen
terdistribusi dengan derajat yang berbeda,maka disebut sebagai
fractional extraction.
Fractional extraction juga dapat ditujukan untuk proses yang
melibatkan terbentuknya dua fasa cairan dari larutan satu fasa
dengan pendinginan dimana setiap fasa cair yang terbentuk
memiliki komposisi yang berbeda.

Cair-padat
Jika semua komponen terdistribusi di kedua fasa , maka disebut
sebagai fractional crystallization.
Jika kedua fasa merupakan larutan atau campuran dengan hanya
satu komponen yang mendifusi dari padatan ke cairan, maka
disebut sebagai leaching (kadang disebut juga
solventextraction). Jika difusi terjadi ke arah sebaliknya, disebut
adsorpsi.

Padat-padat
Karena laju difusi padatan sangat lambat, maka transfer massa
yang melibatkan padat-padat praktis tidak ada.

Konsentrasi
massa A
1. Konsentrasi massa =
volum campuran
2. Konsentrasi molar =

mol A
volum campuran

Simbol umum untuk konsentrasi umumnya adalah Ci , dengan subscript i


menunjukkan nama komponen.
Untuk gas ideal, konsentrasi suatu gas (misal gas A) dapat dinyatakan sebagai
berikut:

PAV n A RT

n A PA
CA

V
RT
Konsentrasi gas kadang juga dapat dinyatakan dalam tekanan parsial saja.

Fraksi
massa A
1. Fraksi massa =
massa total campuran
mol A
2. Fraksi mol =
mol total campuran
simbol umum untuk fraksi dalam fasa cair = x A
secara umum dapat dinyatakan bahwa

CA
xA
C
simbol umum untuk fraksi dalam fasa gas =
untuk gas ideal

PA
yA
P

yA

Rasio
Untuk suatu campuran biner yang terdiri dari A dan B

massa A
1. Rasio massa =
massaB

mol A
2. Rasio mol =
mol B
Kadang rasio disebut juga sebagai fraksi bebas solut.

x
fraksi bebas solut dalam fasa cair = X A
A
1 - xA
yA
fraksi bebas solut dalam fasa gas =YA
1- yA

Ketentuan:

Komposisi gas akan selalu dianggap diberikan dalam mol,


kecuali jika disebut khusus.
Komposisi untuk zat cair dan padat akan selalu diasumsikan
dalam berat, kecuali jika disebut khusus.
Jika sangat encer, konsentrasi dapat pula dinyatakan dalam

bagian per satu juta/parts per million (ppm) atau bagian per
satu milyar/parts per billion (ppb)

Soal Latihan:

1. Suatu campuran gas memiliki komposisi sebagai berikut:


Senyawa
n-C4H10

%
50

n-C5H12

30

n-C6H14

20

Hitunglah
a. Fraksi mol tiap komponen
b. Fraksi berat tiap komponen
c. Berat molekul rata-rata

2. Asam sulfat komersial terdiri dari 98% H2SO4 dan 2% H2O.


Hitunglah:
a. Fraksi mol H2SO4 dan H2O

b. Rasio mol H2SO4 dan H2O


3. Untuk membuat larutan asam sulfat dengan konsentrasi
150 ppm, berapa volume asam sulfat pekat (98%) yang
harus ditambahkan dalam 10 liter air? Diketahui densitas
asam sulfat = 1,834 gram/cc

Kecepatan
1. Kecepatan rata-rata massa
n

u u
i 1
n

i i

i 1

i 1

i i

2. Kecepatan rata-rata molar


n

C U
i 1
n

C
i 1

C U
i

i 1

QUIZ 2
1. Jelaskan perbedaan dari setiap istilah berikut ini dan berikan
contohnya:
a. Adsorpsi dengan absorpsi
b. Humidifikasi dengan dehumidifikasi
c. Adsorpsi dengan desorpsi
2. Suatu campuran gas pada 1 atm, 28 oC terdiri dari gas CO, gas CO2,
dan gas CH4 dengan komposisi berturut-turut sebesar 15, 35, dan 50%.
Hitung:
a. Fraksi mol tiap gas
b. Konsentrasi molar gas CO
c. Tekanan parsial tiap gas