Anda di halaman 1dari 12

CYBER TEACHING DALAM PEMBELAJARAN

BAHASA ARAB

Ahmad Habibi Syahid

CYBER TEACHING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB


Ahmad Habibi Syahid
habib.syahid@gmail.com
Abstrak
Makalah ini mendeskripsikan tentang hubungan antara perkembangan
ICT dan guru yang inovatif. Selain itu, makalah ini juga membahas tentang
kompetensi guru dalam mensinergikan IT terutama dalam kegiatan belajar
mengajar di dalam kelas. ICT sebagai media harus mampu dimanfaatkan oleh
guru untuk tujuan pembelajaran dan pengajaran sehingga lebih efektif dan
efisien.
Kata kunci: Korelasi, ICT, Guru, Inovatif
A. Pendahuluan
Sejak kemunculan teknologi informasi khususnya internet, gaya hidup
manusia menjadi berubah terlebih harus menggantungkan dirinya pada dunia
digital dalam segala hal aspek kehidupannya. Salah satu contohnya adalah
aspek kehidupan ekonomi. Saat ini perekonomian besar sangat bergantung
pada internet, bahkan dalam dunia perekonomian saat ini pasar konsumen tidak
hanya berbentuk fisik melainkan pasar konsumen yang lebih memercayakan
transaksi jual beli melalui internet ketimbang di pasar nyata. Hal ini disebabkan
karena pasar internet lebih memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan
dengan pasar fisik atau pasar nyata.1
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau dalam
bahasa inggris dikenal dengan sebutan ICT (Information and communication
technology) memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap aspek-aspek
dalam kehidupan manusia. Perkembangan ini memiliki dampak dari dan
keseluruh dunia menembus batas ruang dan waktu. Dampaknya pun menyebar
luas kedalam sendi-sendi kehidupan, termasuk juga pendidikan yang ikut
terpengaruh terhadap perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK).
Tidak hanya dunia ekonomi, teknologi informasi juga telah digunakan
kebanyakan dunia pendidikan karena dianggap membawa banyak keuntungan.
129

al-Ittijh

Vol. 06 No. 02 (Juli-Desember 2014)

ICT dianggap dapat memberikan sumber belajar yang banyak dan dapat
menyatukan sumber-sumber tersebut dengan pengelolaan ilmu pengetahuan
yang dibutuhkan.2
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting. Pendidikan
memeberikan kontribusi terhadap diri manusia dalam mengembangkan
kualitas diri sendiri serta menuju ke tingkat kedewasaan. Pendidikan diartikan
sebagai suatu proses yang tujuannya meningkatkan nilai-nilai kehidupan baik
itu nilai sosial, budaya, moral dan agama serta mempersiapkan seseorang untuk
mampu menghadapi kehidupan di masa mendatang dalam kehidupan nyata.
Pendidikan yang berasal dari kata didik jika diberi imbuhan men jadi
mendidik yang artinya memelihara dan memberi latihan mengenai akhlak dan
kecerdasan pikiran. Berbeda dengan arti mengajar yang artinya memberikan
pelajaran sehingga ia mampu memahami apa yang sudah diajarkan tadi.3
Sebuah pendidikan harus berjalan dengan efektif dan efisien, sehingga
mampu memberikan kontribusi terhadap peserta didik. Pendidikan dengan
proses pembelajaran yang efektif dan efisien mampu memberikan peserta didik
kesempatan untuk mendapatkan informasi dengan sebanyak-banyaknya. Oleh
karena itu, hal ini perlu dibantu oleh sebuah media.
Media merupakan bagian dari perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi. Penggunaan media ditujukan untuk dapat menunjang
pembelajaran yang efektif dan efisien.
Dalam kehidupan manusia di zaman sekarang yang semua sudah serba
digital, manusia akan selalu berhubungan dengan teknologi. Teknologi pada
hakikatnya adalah alat untuk mendapatkan nilai tambah dalam menghasilkan
produk yang bermanfaat4. Kehadiran teknologi dan perkembangannya yang
sangat pesat berdampak pula pada pola pembelajaran dan pengajaran.
Alvin menyebutkan bahwa teknologi saat ini sudah sangat berkembang
dengan pesat. Perkembangan tersebut sebagai sebuah revolusi dapat
digambarkan dalam tiga macam yaitu:
1. Munculnya teknologi pertanian
2. Munculnya teknologi industry, dan
3. Munculnya informasi yang mendorong tumbuhnya komunikasi
Ketiga perkembangan tersebut kini telah berhasil menguasai dan
mempengaruhi kehidupan manusia di dunia.5
130

CYBER TEACHING DALAM PEMBELAJARAN


BAHASA ARAB

Ahmad Habibi Syahid

Ketertinggalan teknologi pada zaman digital berarti tertinggalnya


memperoleh kesempatan untuk maju. Karena informasi dan teknologi memiliki
peran yang amat sangat penting di era globalisasi ini yang penuh tantangan dan
rintangan.6
Begitu pula dalam pendidikan, bagaimana guru dan siswa mampu
bersinergi dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam
proses kegiatan belajar mengajar. Lalu bagaimana teknologi informasi dan
komunikasi ini mampu memberikan efek terhadap proses pembelajaran.
Kemudian bagaimana guru menghadapi tantangan zaman dalam penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi dalam setiap proses pembelajaran
sehingga guru tidak dianggap gaptek atau gagap teknologi.
B. Pengertian ICT dan Fungsinya dalam Pembelajaran
ICT (Information and communication technology) atau yang dikenal
dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) adalah ilmu yang
mempelajari tentang desain, pengembangan, implementasi, manjemen sitem
informasi yang berbasiskan computer, khususnya aplikasi software dan
hardware. Berdasarkan definisi ini, ICT berhubungan dengan penggunaan
computer secara elektronik dan software computer untuk mengubah,
menyimpan, memproteksi, memproses, mentransmisi, dan memanggil kembali
segala informasi secara aman.7
ICT juga didefinisikan sebagai sebuah media yang digunakan untuk
menyimpan, membuat, dan mentransformasi pertukaran informasi. Sejalan
dengan pengertian di atas, di bawah ini pengertian tentang ICT yaitu:
The term ICT, short for Information and Communication Technologies,
embraces the many technologies that enable us to receive information
and communicate or exchange information with others.8
Maksud dari pengertian di atas adalah bahwa ICT adalah singkatan dari
Information and Communication Technology yang termasuk kedalam macammacam teknologi yang bertujuan untuk menerima informasi serta
mengkomunikasikan atau memberikan informasi kepada yang lain. Dalam hal
ini kita bisa lihat figure 1.1 tentang macam-macam teknologi ICT.

131

al-Ittijh

Vol. 06 No. 02 (Juli-Desember 2014)

Gambar 1.1: ICT comprise many technologies for capturing, interpreting,


storing and transmitting information

ICT berkembang cukup pesat dan memberikan dampak yang cukup


signifikan dalam setiap aspek kehidupan. ICT juga menjadi salah satu materi
yang diajarkan di sekolah-sekolah bahkan hingga perguruan tinggi. Karenanya
ICT dianggap penting untuk dikuasi agar dapat mengikuti perkembangan
zaman serta tidak tertinggal zaman. ICT menjembatani manusia dalam bertukar
informasi secara cepat tanpa ada batas ruang dan waktu bahkan jarak.
Sejalan dengan definisi yang dikemukakan di atas, Association of
Educational Communication Technology (AECT) memberkan definisi tentang
teknologi pembelajaran, yaitu teori dan praktek desain, pengembangan,
pemanfaatan, manajemen, dan evaluasi terhadap proses dan sumber-sumber
belajar. Teori yang dimaksud dalam definisi tersebut mencakup konsep,
konstruksi, prinsip dan proposisi yang berkontribusi pada batang tubuh ilmu
pengetahuan. Sedangkan praktek melibatkan aplikasi ilmu pengetahuan untuk
mengatasi persoalan yang dihadapi. Lebih jauh teknologi informasi adalah
teknologi yang menggabungkan komputasi (computer) dengan jaur komunikasi
yang membawa data, suara, atau gambar.9
Istiatun10 menjelaskan bahwa teknologi informasi dan komunikasi
(ICT) memiliki fungsi komunikasi dalam dunia pendidikan. Hal ini dilakukan
dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, computer,
132

CYBER TEACHING DALAM PEMBELAJARAN


BAHASA ARAB

Ahmad Habibi Syahid

internet, e-mail, dan sebagainya. Seperti yang tertera dalam gambar 1.1 di atas
yang menjelaskan tentang bagian-bagian yang termasuk dalam kategori ICT
yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.11
ICT biasa diidentikkan dengan kata internet. Sekalipun internet begitu
cepat masuk dalam kehidupan manusia modern, namun baru akhir-akhir ini
para pendidik manyadari kemungkinan memanfaatkan potensi yang terkandung
di dalamnya untuk kepentingan pendidikan.12
Pada dasarnya ICT merupakan sebuah media. Terkait ada dampak
positif atau negative terhadap penggunaan media merupakan tanggung jawab
user/pengguna. Begitu pula di dunia pendidikan, pesatnya perkembangan ICT
membuat segala informasi apapun jadi mudah diakses, akan tetapi tentunya hal
tersebut harus difungsikan atau dimanfaatkan kepada hal-hal positif dalam
dunia pendidikan. Walau pun begitu, dampak negative yang ditimbulkan dari
pesatnya perkembangan ICT dirasa menjadi hal yang buruk. Salah satu contoh
adalah perubahan gaya hidup para remaja.13
Oleh karena itu, orang tua atau pun guru yang menjadi pendidikan
terutama bagi anak-anak dan remaja dituntut untuk mampu mengikuti
perkembangan ICT serta menguasai internet. Seorang guru bahasa akan mampu
menginovasi pembelajarannya di kelas dengan menggunakan internet. Salah
satu contoh menggunakan fasilitas Group di Facebook untuk menjadi lembar
portopolio para peserta didik, selain memiliki portopolio secara fisik atau pun
penggunaan komponen-komponen ICT untuk pembelajaran seperti situs-situs
yang menyediakan majalah-majalah berbahasa, atau pun music-musik
berbahasa asing yang tentunya hal tersebut perlu dipilah dan dipilih seuai
dengan batasan umur peserta didik.
C. Generasi Digital dalam Pembelajaran Bahasa
Kemunculan suatu generasi baru selalu menjadi pembahasan yang
menarik di bidang pendidikan. Istilah digital native atau net generation adalah
sebutan yang diberikan kepada pemuda dan anak masa kini yang telah terbenam
oleh teknologi di seluruh aspek kehidupannya. Dengan kemunculan generasi
digital maka diperlukan reformasi besar terutama di bidang pendidikan lebih
sempit lagi pada perkembangan pembelajaran bahasa di kelas-kelas.14

133

al-Ittijh

Vol. 06 No. 02 (Juli-Desember 2014)

Generasi digital sebenarnya merupakan satu generasi yang sudah


muncul sejak tahun 1980-an di barat sana dan terus berkembang sampai saat
ini. Hal tersebut disebabkan karena mereka telah dikelilingi oleh teknologi di
setiap hidupnya, seperti menggunakan computer, videogame, digital music
player, kamera video, telepon selular, mainan dan alat-alat digital lainnya. Hal
tersebut mampu mempengaruhi kemampuan serta ketertarikan generasi digital
secara signifikan pada dunia pendidikan. Mereka lebih cenderung menjadi
pembelajar yang aktif dan eksperiental, mampu untuk mengerjakan tugas, dan
sangat ketergantungan dengan penggunaan teknologi untuk mencari informasi
dan berinteraksi dengan orang lain. Maka dari itu Prensky menjelaskan bahwa
orang-orang sebelum masuk dalam generasi digital perlu untuk menyesuaikan
diri untuk memahami emosi, intelektualitas, sosial dan kebutuhan generasi
digital terutama para orang tua dan pendidik agar anak-anak dan remaja mampu
memanfaatkan internet untuk hal yang positif terutama dalam pengembangan
pembelajaran.15
Pada saat ini, pembelajaran ICT di lingkungan sekolah/universitas
merupakan hal yang sangat penting. Hal ini dikarenakan semakin
meningkatnya kebutuhan informasi dan komunikasi dalam berbagai keperluan
seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). ICT
yang secara sederhana disimbolkan oleh perangkat computer dan jaringan
internet serta perangkat komunikasi telah banyak dimanfaatkan untuk
meningkatkan produktivitas kerja para pelajar mulai dari sekolah dasar hingga
perguruan tinggi.
Satu bentuk produk TIK yang sedang menjadi trend adalah internet
yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21.
Kehadiran internet telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap
kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet
merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan
dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat
tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet
setiap orang dapat berkomunikasi. Bahkan, dunia pendidikan pun tidak luput
untuk memanfaatkannya sehingga kelas maya dapat tercipta.
Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut
cyber teaching atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang
134

CYBER TEACHING DALAM PEMBELAJARAN


BAHASA ARAB

Ahmad Habibi Syahid

dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin populer saat
ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media
TIK khususnya internet16. E-Learning merupakan satu penggunaan teknologi
internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang
berlandaskan tiga criteria yaitu:17
1. E-Learning
merupakan
jaringan
dengan
kemampuan
memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi
ajar atau informasi
2. Pengiriman sampai ke pengguna dilakukan melalui computer
dengan menggunakan teknologi internet standar
3. Terfokus pada pandangan luas tentang pembelajaran.
Dengan e-learning memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar
jarak jauh. E-learning merupakan dasar dari perkembangan teknologi informasi
dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta didik tidak perlu duduk dengan
manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara
langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu
pembelajaran dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh
sebuah program pembelajaran.
E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi,
peserta didik dengan pengajar maupun sesame peserta didik. Peserta didik
dapat saling tukar informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap
saat dan berulang-ulang. Dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat
lebih memantapkan penguasaanya terhadap materi pembelajaran.
Secara pragmatis, konsep E-Learning telah menjadi bagian yang tak
terpisahkan dengan model pembelajaran multisumber sekarang ini. Namun
upaya untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran masih
menemui kendala yang begitu besar. Kendala yang dimaksud terkait dengan
tidak seiringnya kemajuan di bidang teknologi informasi di satu sisi dengna
kemajuan di bidang teori-teori pendidikan di sisi lain. Akibatnya, sering kedua
disiplin ilmu ini berjalan secara terpisah. Artinya keinginan para teknolog
informasi untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran terhambat
dengan tidak digunakannya teori-teori pembelajaran dalam teknologi
informasi. Sebaliknya kemampuan untuk mengembangkan teori-teori
pembelajaran yang dilakukan dalam pendidikan sering dihambat oleh
135

al-Ittijh

Vol. 06 No. 02 (Juli-Desember 2014)

terbatasnya pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi


informasi.18
Oleh karena itu generasi digital harus diimbangi dengan kompetensi
orang tua atau pun pendidik untuk menguasai teknologi informasi, sehingga
fungsi dari berkembangnya teknologi informasi dapat dimanfaatkan kea rah
yang positif.
D. Penguasaan TIK Bagi Guru
Penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi kini menjadi bagian dari
tuntutan kompetensi guru, baik guna mendukung pelaksanaan tugasnya
(penyusunan perencanaan, penyajian pembelajaran, evaluasi dan analisis hasil
evaluasi) maupun sebagai sarana untuk mencari dan mengunduh sumbersumber belajar. Sehingga setiap guru pada semua jenjang harus siap untuk terus
belajar TIK guna pemenuhan tuntutan kompetensi tersebut. Dan kelompok
kerja (KKG/MGMP) adalah wadah yang paling tepat untuk mengembangkan
diri dan bersama-sama belajar disamping di satuan pendidikan masing-masing
atau secara mandiri.
Guru merupakan sebuah kunci untuk mentransformasi education
melalui media ICT (Information and Communication Technology). Hal ini
serupa yang dibahas dalam buku ICT Transform Education (Jonathan
Anderson, 2010, 106) bahwa:
Teachers are the key to transforming education. Since teachers are
so critical, it follows that their professional development is of prime
importance in bringing about changes that will transform education,
along with a clearly stated vision for ICT use in education and
adequate ICT infrastructure and support.
Implementasi teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya pada hal
penggunaan internet saja, akan tetapi lebih alat-alat berteknologi cyber yang
dapat mempermudah manusia untuk melakukan sesuatu. Seperti halnya,
kamera digital, MP3 player dan lain sebagainya. Selain yang disebutkan di atas
termasuk nternet dengan basis akses jaringan seperti e-mail, web site, blogging,
system teleconference yang memanfaatkan software online seperti Skype yang
digunakan untuk media komunikasi jarak jauh.19

136

CYBER TEACHING DALAM PEMBELAJARAN


BAHASA ARAB

Ahmad Habibi Syahid

Dalam proses pembelajaran, penggunaan ICT di generasi digital ini


seharusnya sudah mulai dioptimalkan. Seorang pendidik dituntut untuk mampu
menggunakan media teknologi informasi untuk menunjang pembelajaran di
kelas. Seorang pendidik seyogyanya tidak lagi menggunakan metode-metode
tradisional seperti metode ceramah dan lain sebagainya, akan tetapi bagaimana
ia mampu menginovasi metode-metode tersebut melalui proses integrasi
pembelajaran dengan tekologi informasi dan komunikasi.
Salah satu contoh adalah seorang guru yang mengajarkan keterampilan
mendengar menyampaikan materi secara langsung oleh guru tentu akan
berbeda, ketika pembelajaran keterampilan mendengar diintegrasikan dengan
teknologi informasi dan komunikasi seperti MP3 player dengan musik-musik
bahasa asing baik bahasa Arab atau pun bahasa Inggris.
Di bawah ini beberapa pembelajaran keterampilan berbahasa yang
dapat diintegrasikan dengan media berbasis teknologi informasi:
1. Pembelajaran membaca: peserta didik mampu mengembangkan
keterampilan membaca dengan membaca blog-blog pendidikan yang
berbahasa asing sesuai dengan ukuran umur peserta didik. Peserta didik
juga bisa memanfaatkan sosial media untuk mempelajari bahasa asing
karena akses yang cukup luas dan dapat bertemen dengan siapa pun di
seluruh dunia.
2. Pembelajaran menulis: peserta didik tentunya mampu memanfaatkan
blog atau media internet lainnya untuk menuliskan hasil tulisantulisannya dan mem-posting-nya ke internet.
3. Pembelajaran mendengar: peserta didik bisa memanfaatkan fasilitas
youtube untuk melihat video-video edukatif yang menggunakan bahasa
asing
4. Pembelajaran berbicara: peserta didik bisa melakukan teleconference
dengan orang asing menggunkan bahasa asing di internet. Dan lain
sebagainya.
Tentunya penggunaan media berbasis tekologi informasi dan
komunikasi tersebut perlu mendapat pengawasan yang ketat, oleh karena
kemudahan akses yang didapat dari fasilitas internet.

137

al-Ittijh

Vol. 06 No. 02 (Juli-Desember 2014)

E. Kesimpulan
Dari pemaparan di atas mengenai cyber teaching dalam pembelajaran
bahasa Arab maka disimpulkan bahwa guru sejatinya sebagai manusia yang
melakukan pendidikan harus mampu terus berinovasi sehingga tidak terjadi
kesenjangan dalam artian bosan pada diri peserta didik. Perkembangan
teknologi di dunia informasi dan komunikasi harus bisa guru kuasai. Hal
tersebut mampu mendukung guru dalam proses pembelajaran sehingga
pembelajaran yang dilakukan guru tidak lagi monoton hanya bersifat presentasi
atau ceramah.
Catatan Akhir:
1Sirkka L. Jarvenpaa, et.al., Consumer Trust in an Internet Store, Information
Technology and Management, Vol. 1 (2000): 45-71.
2Gunmala Suri, Organizational Culture in ICT Implementation and Knowladge
Management in Spanish and Indian University: A Conceptual Model, Computer of Society of
India (2007), 1 -11.
3Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi BelajarMengajar (Jakarta: Rajawali Press,
2010), 52.
4Sharon E. Smaldino, et.al., Instructional Technology and Media For Learning
(Pearson Prantice Hall, 2004), 12.
5Munir, Pembelajaran Jarak jauh berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi
(Bandung: Alfabeta, 2011), 29. Alvin menjelaskan bahwa ketertinggalan terhadap teknologi atau
yang disebut dengan gagap teknologi akan menyebabkan sulitnya memperoleh untuk maju.
Lihat juga Isniatun Munawaroh, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk
Menumbuhkan Kreativitas dan Kemandirian Belajar, Proseding Seminar International Jurusan
KTP FIP UNY, 2011, 2.
6Isniatun Munawaroh, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk
Menumbuhkan Kreativitas dan Kemandirian Belajar, 1-2.
7Muhammad Yaumi, Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
Pembelajaran, Jurnal Lentera Pendidikan, Vol. 14, No.1, (2001), 90.
8Jonathan Anderson, ICT Transform Education (Bangkok: UNESCO, 2010), 3.
Anderson menjelaskan bahwa ICT merupakan sebuah konsep yang membantu manusia sebagai
media yang menyerap berbagai informasi dan untuk dikomunikasikan kepada yang lain.
9Seels and Richey, Instructional Technology (Bloomington, IN: Association for
Educational Communication and technology, 1994), 1. Dikutip juga oleh Muhammad Yaumi,
Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran, 90.
10Isniatun Munawaroh, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk
Menumbuhkan Kreativitas dan Kemandirian Belajar, 3.
11Jonathan Anderson, ICT Transform Education, 3.
12Muhammad Isnaini, Pemanfaatan Internet dan Multimedia dalam Pembelajaran di
Sekolah, Jurnal Ilmiah di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah, 1. Ia menjelaskan bahwa
pemanfaatan ICT (dalam kajiannya lebih diidentikkan dengan kata internet) merupakan hal yang
penting yang harus dikuasai oleh guru atau pendidik.

138

CYBER TEACHING DALAM PEMBELAJARAN


BAHASA ARAB

Ahmad Habibi Syahid

13Putri Eka Sari dan Hadi Dharmawan, Dampak Sosial-Ekonomi Masuknya Pengaruh
Internet dalam Kehidupan Remaja di Pedesaan, Jurnal Sosiologi Pedesaan, Edisi April (2012),
1-32. Dengan masuknya internet, terjadi perubahan hidup para remaja. Alokasi waktu yang biasa
digunakan untuk bermain dan belajar, sebagian terpakai untuk bermain internet. Orang tua/guru
semakin sulit untuk mengawasi anaknya/peserta didik karena tidak menguasai internet. Remaja
tidak lagi mengedepankan komunikasi tatap muka, melainkan lebih mengutamakan komunikasi
dunia maya dan merasa lebih nyaman dengannya.
14Sue Bennet, et.al., The Digital Natives Debate: A Critical Review of The Evidence,
British Journal of Educational Technology, Vol. 39, No. 5 (2008), 775-786.
15Sue Bennet, et.al., The Digital Natives Debate: A Critical Review of The Evidence,
British Journal of Educational Technology, Vol. 39, No. 5 (2008), 775-786.
16Muhammad Yaumi, Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
Pembelajaran, 92.
17M.J.E. Rosenberg, Learning: Strategies for Delivering Knowladge in the Digital Age
(New York: McGraw Hill, 2001), 29.
18Muhammad Yaumi, Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
Pembelajaran, 95.
19Muhammad Yaumi, Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
Pembelajaran, 95.

DAFTAR PUSTAKA
Anderson, Jonathan, ICT Transform Education, Bangkok: UNESCO, 2010.
Anderson, Jonathan, et.al., Information and Communication Technology in
Teacher Education, Bangkok: UNESCO, 2002.
Cuban, L. (1986), Teachers and Machines: The Classroom Use of Technology
Since 1920 (New York: Teachers College Press).
Paul, Kirschner, Michelle Selinger, The State of Affairs of Teacher Education
with Respect to Information and Communications Technoloy, Journal
of Technology, Pedagogy and Education, Vol. 12, No. 1, 2003.
Murphy Colette, Lillian Greenwood, Effective Integration of Information and
Communications Technology in Teacher Education, Journal of
Information Technology in Teacher Education, Vol 7, no. 3. 1998.
Natakusumah, E.K, 2002. Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia,
Pusat penelitian Informatika-LIPI. Bandung.
Tinio Victoria L. ICT in Education. New York.
Sardiman A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali
Pers, 2010.
Jarvenpaa, Sirkka L., et.al., Consumer Trust in an Internet Store, Information
Technology and Management, Vol. 1 (2000).
139

al-Ittijh

Vol. 06 No. 02 (Juli-Desember 2014)

Suri, Gunmala, Organizational Culture in ICT Implementation and


Knowladge Management in Spanish and Indian University: A
Conceptual Model, Computer of Society of India (2007).
Smaldino, Sharon E., et.al., Instructional Technology and Media For Learning
(Pearson Prantice Hall, 2004).
Munir, Pembelajaran Jarak jauh berbasis Teknologi Informasi dan
Komunikasi (Bandung: Alfabeta, 2011)
Yaumi, Muhammad, Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
Pembelajaran, Jurnal Lentera Pendidikan, Vol. 14, No.1, (2001).
Seels and Richey, Instructional Technology (Bloomington, IN: Association for
Educational Communication and technology, 1994).
Isnaini, Muhammad, Pemanfaatan Internet dan Multimedia dalam
Pembelajaran di Sekolah, Jurnal Ilmiah di Fakultas Tarbiyah IAIN
Raden Fatah.
Sari, Putri Eka dan Hadi Dharmawan, Dampak Sosial-Ekonomi Masuknya
Pengaruh Internet dalam Kehidupan Remaja di Pedesaan, Jurnal
Sosiologi Pedesaan, Edisi April (2012).
Bennet, Sue, et.al., The Digital Natives Debate: A Critical Review of The
Evidence, British Journal of Educational Technology, Vol. 39, No. 5
(2008).
Rosenberg, M.J.E., Learning: Strategies for Delivering Knowladge in the
Digital Age (New York: McGraw Hill, 2001).

Ahmad Habibi Syahid, adalah Alumni dan Dosen pada Jurusan Pendidikan
Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN SMH Banten.

140